cover
Contact Name
Dian Kartika Sari
Contact Email
diankartikasari1989@gmail.com
Phone
+628568589020
Journal Mail Official
batikmu21@gmail.com
Editorial Address
LPPM UMPP, Gedung Rektorat UMPP Jl. Raya Pekajangan No 1A, Kecamatan Kedungwuni, Kabupateh Pekalongan, Kode Pos 51173
Location
Kab. pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Batik-Mu : Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27766888     DOI : 10.48144
Core Subject : Health, Science,
Jurnal ini memuat artikel pengabdian masyarakat bidang kesehatan meliputi keperawatan, kebidanan, farmasi, fisioterapi, kesehatan masyarakat dan kesehatan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan adalah hasil ulasan ilmiah yang baru. Artikel yang dimuat dijurnal batikmu merupakan artikel yang telah melalui proses review, keputusan diterima atau tidak merupakan hak redaksi.
Articles 83 Documents
PELATIHAN KONSELING MENYUSUI BAGI KELOMPOK TENAGA KESEHATAN PENDUKUNG ASI EKSKLUSIF R Ratnawati; Susri Utami
Jurnal Batikmu Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Batik Mu Edisi Khusus Februari 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v1i2.1086

Abstract

Abstract Pemberian ASI Eksklusif sangat bermanfaat baik bagi ibu maupun bayi. Pemberian ASI Eksklusif juga menjadi salah satu program yang dicanangkan untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan ibu dan bayi baru lahir. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan terhadap pelaksanaan konseling menyusui. Program ini dilaksanakan dengan menyelenggarakan kerjasama antara jajaran pimpinan RSUD Kajen. Pelaksanaan pelatihan yang terdiri dari penyampaian materi terkait ASI Eksklusif dan teori konseling dan dilanjutkan dengan praktik konseling yang dilakukan setiap peserta secara berpasangan. Sesi akhir, peserta diberikan soal post test. Jumlah peserta adalah 31 tenaga kesehatan yang bertugas di ruang maternal. Uji statistik yang digunakan adalah dengan uji T test. Hasil pelatihan didapatkan ada pengaruh pemberian pelatihan konseling menyusui dengan tingkat pengetahuan peserta dengan nilai p value 0,001. Pengetahuan dan kemampuan manajemen laktasi dan konseling menyusui bagi tenaga kesehatan teruatama yang bertugas di Rumah sakit sangat penting karena tenaga kesehatan ini merupakan kontak pertama ibu dan bayi setelah melahirkan. Kata kunci: ASI Eksklusif, Pelatihan Konseling Menyusui, Tenaga Kesehatan Abstract [BREASTFEEDING COUNSELING TRAINING FOR EXCLUSIVE BREASTFEEDING SUPPORTING GROUP : HEALTH WORKER] Exclusive breastfeeding is very beneficial for both mother and baby. Exclusive breastfeeding is also one of the programs launched to reduce maternal and newborn mortality and morbidity. The purpose of this community service is to increase the knowledge of health workers on the implementation of breastfeeding counseling. This program is implemented by organizing cooperation between the leadership ranks of the Kajen Hospital. implementation of the training consisting of the delivery of material related to exclusive breastfeeding and counseling theory and continued with counseling practices carried out by each participant in pairs. In the final session, participants were given post test questions. The number of participants is 31 health workers who work in the maternal room. The statistical test used is the T test. The results of the training showed that there was an effect of providing breastfeeding counseling training with the level of knowledge of the participants with a p value of 0.001. Knowledge and ability of lactation management and breastfeeding counseling for health workers, especially those who work in hospitals, are very important because these health workers are the first contact between mothers and babies after giving birth. Keywords: Breastfeeding Counseling Training, Exclusive Breastfeeding, Health Workers.
EDUKASI PADA KADER LANSIA TENTANG HIPERTENSI DAN CARA PENGUKURAN TEKANAN DARAH Wiwiek Natalya; S Sugiharto
Jurnal Batikmu Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Batik Mu Edisi Khusus Februari 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v1i2.1087

Abstract

Abstract Prevalensi klien hipertensi di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2017 sebanyak 18.966 kasus dan pada tahun 2018 sebanyak 23.649 kasus. Jumlah kasus baru hipertensi pada tahun 2018 sebanyak 28.688 kasus. Jumlah yang berkunjung ke Puskesmas sebanyak 44.961 kasus. Urutan tertinggi di Kabupaten Pekalongan tahun 2018 yaitu di daerah Wonopringgo (4.198 orang), Paninggaran (4.045 Orang), Kedungwuni (2.656 orang) dan Siwalan (2.491 orang). (Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, 2018). Prevalensi hipertensi yang tercatat di Puskesmas Kedungwuni Pekalongan pada tahun 2016 terdapat 1.825 kasus, tahun 2017 terdapat 2.148 kasus, sedangkan tahun 2018 terdapat 3030 kasus. Setiap tahun mengalami peningkatan kasus hipertensi. Salah satu desa yang mengalami peningkatan jumlah kasus Hipertensi adalah desa Bugangan. Desa Bugangan merupakan desa yang berada pada wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II. Hipertensi merupakan kasus tertinggi di desa Bugangan. Sebagian besar klien hipertensi adalah Lanjut Usia (Lansia).Studi pendahuluan terhadap 20 lansia hipertensi di Desa Bugangan, menunjukkan hasil 75% tekanan darah sistol > 170 mmHg, dan diastole ≥ 100 mmHg. Pemicu dari meningkatnya tekanan darah, 95% stress dan kurang tidur. Situasi yang menyebabkan stres antara lain masalah ekonomi. Dampak dari tekanan darah yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan stroke dan kematian. Permasalahan mitra adalah jumlah lansia yang mengalami hipertensi tinggi dan Kader belum mengetahui tentang hipertensi dan cara mengukur tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital. Tujuan meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi dan kemampuan kader tentang pengukuran tekakanan darah pada lansia hipertensi. Solusi permasalahan : memberikan edukasi tentang hipertensi dan melatih kader cara mengukur tekanan darah. Hasil : pengmas dikuti 25 kader Kesehatan, pengetahuan kader meningkat dan semua kader mampu mengukur tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital. Kata kunci: hipertensi, mengukur tekanan darah, kader lansia Abstract [EDUCATION TO ELDERLY CADRES ABOUT HYPERTENSION AND HOW TO MEASURE BLOOD PRESSURE] The prevalence of hypertension clients in Pekalongan Regency in 2017 was 18,966 cases and in 2018 there were 23,649 cases. The number of new cases of hypertension in 2018 was 28,688 cases. The number who visited the Puskesmas was 44,961 cases. The highest order in Pekalongan Regency in 2018 was in the areas of Wonopringgo (4,198 people), Paninggaran (4,045 people), Kedungwuni (2,656 people) and Siwalan (2,491 people). (Pekalongan District Health Office, 2018). The prevalence of hypertension recorded at the Kedungwuni Pekalongan Health Center in 2016 was 1,825 cases, in 2017 there were 2,148 cases, while in 2018 there were 3030 cases. Every year there is an increase in cases of hypertension. One of the villages experiencing an increase in the number of hypertension cases is Bugangan village. Bugangan Village is a village located in the working area of ​​the Kedungwuni II Health Center. Hypertension is the highest case in Bugangan village. Most of hypertensive clients are elderly. A preliminary study of 20 hypertensive elderly in Bugangan Village, showed 75% systolic blood pressure > 170 mmHg, and diastolic 100 mmHg. Triggers of increased blood pressure, 95% stress and lack of sleep. Situations that cause stress include economic problems. The impact of uncontrolled blood pressure can lead to stroke and death. Partner Problems is the number of elderly who have high hypertension and Cadres do not know about hypertension and how to measure blood pressure using a digital sphygmomanometer. The aim is to increase knowledge about hypertension and the ability of cadres to measure blood pressure in the elderly with hypertension. Solution to the problem: providing education about hypertension and training cadres on how to measure blood pressure. Results: 25 health cadres participated in the community service, knowledge of cadres increased and all cadres were able to measure blood pressure using a digital sphygmomanometer. Keywords: hypertension, measuring blood pressure, elderly cadres
EDUKASI TENTANG PENATALAKSANAAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR Aida Rusmariana; Susri Utami; R Ratnawati
Jurnal Batikmu Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Batik Mu Edisi Khusus Februari 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v1i2.1088

Abstract

Abstrak Asfiksia merupakan penyebab mortalitas dan morbiditas dan paling sering terjadi pada periode segera setelah lahir dan menimbulkan sebuah kebutuhan resusitasi dan intervensi segera untuk meminimalkan mortalitas dan morbiditas. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan upgrade pengetahuan dan ketrampilan penatalaksanaan asfiksian pada bayi baru lahir tenaga kesehatan yang bertugas di Ruang VK dan Perina. Pelaksanaannya peserta diberikan soal pre tes - post test. Jumlah peserta adalah 33 tenaga kesehatan yang bertugas di ruang VK dan Perina. Hasil pelatihan didapatkan sebelumnya hanya 6 peserta yang memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi tetapi di akhir program, setelah dilakukan post test didapatkan ada 31 peserta dengan pengetahuan yang tinggi tentang penatalaksaan asfiksia neonatus. Pengetahuan dan ketrampilan penatalaksanaan asfiksia bagi tenaga kesehatan sakit sangat penting agar bisa meningkatkan kualitas pelayanan. Kata kunci: asfiksia, bayi baru lahir, Tenaga Kesehatan Abstract [Education About of The Treatment of Asphyxia in Newborns] Asphyxia is a leading cause of mortality and morbidity and most often occurs in the period immediately after birth. This creates a need for resuscitation and immediate intervention to minimize mortality and morbidity. The purpose of this community service is to provide an upgrade of knowledge and skills in the management of asphyxiation in newborns by health workers on duty in the VK and Perina rooms. The participants were given pre-test - post-test questions. There are 33 health workers on duty in the rooms. The result showed previously only 6 participants had a high level of knowledge but at the end of the program, after the post test, it was found that there were 31 participants with high knowledge about the management of neonatal asphyxia. Therefore, knowledge and skills of asphyxia management for sick health workers are very important in order to improve the quality of services. Keywords: asphyxia, newborn baby, health workers
EDUKASI PERAWATAN KAKI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI DESA KARANGJOMPO KELURAHAN TIRTO KABUPATEN PEKALONGAN Trina Kurniawati; Dian Kartika
Jurnal Batikmu Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Batik Mu Edisi Khusus Februari 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v1i2.1089

Abstract

Abstract Perawatan kaki adalah salah satu penatalaksanaan pada pasien diabetes mellitus yang terdiri dari deteksi kelainan kaki diabetes, perawatan kaki dan kuku serta senam kaki. Perawatan kaki dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi resiko neuropati dan ulkus kaki diabetic. Pasien yang mengikuti sebanyak 10 orang. Metode dalam pengabdian masyarakat ini berupa edukasi menggunakan leaflet dan power point dan diikuti oleh 10 orang pasien diabetes mellitus. Kegiatan diawali dengan pre-test, penyampaian materi, dan diakhiri dengan post-test. Hasil dari kegiatan ini mengungkapkan adanya peningkatan pengetahuan pasien diabetes mellitus dengan kriteria baik sebanyak 70% dan cukup sebanyak 30%. Dengan demikian, perawatan kaki secara efektif mampu mencegah resiko neuropati dan ulkus kaki diabetic. Kata kunci: Diabetes mellitus; Edukasi; Perawatan kaki Abstract [Diabetic Foot Care Education at Karangjompo Tirto Pekalongan Regency] Foot care is one of the managements for patients with diabetes mellitus which consists of detecting diabetic foot abnormalities, foot and nail care and foot exercises. Foot care is carried out with the aim of reducing the risk of neuropathy and diabetic foot ulcers. There were 10 patients who followed. The method in this community service is in the form of education using leaflets and power points and is followed by 10 diabetes mellitus patients. The activity begins with a pre-test, delivery of material, and ends with a post-test. The results of this activity revealed an increase in the knowledge of diabetes mellitus patients with good criteria by 70% and sufficient by 30%. Thus, foot care can effectively prevent the risk of neuropathy and diabetic foot ulcers. Keywords: Diabetes mellitus; Education; Foot care
PEMERIKSAAN DAN PENYULUHAN PENTINGNYA HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DIPONDOK PESANTREN ALISYAF PAESAN KEDUNGWUNI KABUPATEN PEKALONGAN Aisyah Dzil Kamalah; R Ratnawati; Dafid Arifiyanto
Jurnal Batikmu Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Batik Mu Edisi Khusus Februari 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v1i2.1090

Abstract

Abstract Malasah fisik yang sering timbul pada remaja putri adalah masalah lemah, letih dan lesu. Hal tersebut disebabkan oleh kadar hemoglobin dalam darah dibawah nilai normal (anemia). Kegiatan ini bertujuan untuk memeriksa kadar hemoglobin pada remaja dan memberikan penyuluhan tentang pentingnya hemoglobin pada remaja putri. Hasil pemeriksaan menunjukkan 50% remaja putri memiliki kadar Hemoglobin dibawah normal. Remaja putri perlu memperhatikan asupan nutrisi yang seimbang dan mengandung zat besi sehingga kadar hemoglobin pada remaja putri dapat normal. Kata kunci: Remaja Putri, Kadar Kemoglobin, Pemeriksaan, Penyuluhan Abstract [EXAMINATION AND COUNSELING OF THE IMPORTANCE OF HEMOGLOBIN IN ADOLESCENT WOMEN IN ALISYAF PAESAN ISLAMIC BOARDING SCHOOL, KEDUNGWUNI, PEKALONGAN REGENCY] Physical problems that often arise in young women are weak, tired and lethargic. This is caused by hemoglobin levels in the blood below normal values (anaemia). This activity aims to check hemoglobin levels in adolescents and provide education about the importance of hemoglobin in adolescent girls. The results of the examination showed that 50% of adolescent girls had hemoglobin levels below normal. Adolescent girls need to pay attention to a balanced nutritional intake and contain iron so that hemoglobin levels in adolescent girls can be normal. Keywords: Young Women, haemoglobin Levels, Examination, Counseling
CEGAH RESIKO TINGGI PADA IBU HAMIL DENGAN PENA SUASI (PENDAMPINGAN KELUARGA DAN SUAMI SIAGA) NUR Chabibah; Ratna Arifiana; Laela Nisya Ayuanda
Jurnal Batikmu Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Batik Mu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v2i1.1106

Abstract

Maternal and infant mortality rates in Indonesia are still quite high and far from the targets of the RPJMN and SDGs. One of the causes of maternal death is high-risk pregnancy. Efforts can be made to reduce high-risk pregnancies with programs involving husbands and families. The Community Service Program carried out by the UMPP team of lecturers and students in collaboration with the Kedungwuni II Health Center is to prevent high risk in pregnant women with PENA SUASI (Families Assistance and Alert Husband). The methods used in this PKM are brain storming, couple games, lectures, question and answer discussions. Conducted one time with the number of participants 20 pregnant women with high risk and their companions, both husbands and families. the activity consists of four stages; namely the opening stage, the core stage, the discussion and question and answer stage, the closing stage. The results of the activity went smoothly and all pregnant women and their companions were enthusiastic to participate in the implementation of this community service activity. 100% of couples always accompany mothers for antenatal care, 75% of pregnant women and their partners have the same place of delivery planning and 80% of pregnant women and their partners plan exclusive breastfeeding. Conclusion It is hoped that the family assistance program and husband on standby will continue to be developed and increase participation from all components, both from midwives, health centers, and pregnant women, so that mothers during pregnancy and preparation for childbirth feel safe and comfortable because of the support they get and the welfare of the mother and fetus will increase.
EDUKASI PENCEGAHAN DIABETES MELLITUS SEJAK DINI DI TPQ DESA DONOWANGUN KECAMATAN TALUN PEKALONGAN Isyti'aroh Isyti'aroh Isyti'aroh; Siti Rofiqoh; Windha Widyastuti; Yuni Sandra Pratiwi
Jurnal Batikmu Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Batik Mu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v2i1.1129

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas seseorang di setiap siklus kehidupannya. Edukasi perlu dilakukan agar masyarakat mampu berperilaku sehat untuk mencegah terkena DM. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang DM sehingga mampu berperilaku sehat. Metoda pengabdian masyarakat dengan memberikan edukasi yang disampaikan dalam bentuk ceramah, diskusi dan permainan. Tempat pengabdian masyarakat adalah TPQ Aisyiah desa Donowangun Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan. Sasaran pengabdian masyarakat adalah santri TPQ dan orang tua santri, guru TPQ dan pengurus TPQ berjumlah 24 peserta. Tahapan pengabdian masyarakat meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pretest dengan hasil posttest. Hasil pengabdian adalah adanya peningkatan pemahaman peserta tentang DM dengan nilai rata-rata pretest 79 (SD 17,425) dan nilai posttest 83 (SD 17,856). Nilai makmium pretest 86,5Pelaksanaan pengabdian masyarakat juga berjalan lancar dan selama pelaksanaan pengabdian masyarakat peserta aktif mengikutinya. Simpulan pengabdian masyarakat adalah pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pemahaman peserta tentang DM dan pencegahannya.
CEGAH RESIKO TINGGI PADA IBU HAMIL DENGAN PENA SUASI (PENDAMPINGAN KELUARGA DAN SUAMI SIAGA) Nur Chabibah; Ratna Arifiana; Laela Nisya Ayuanda
Jurnal Batikmu Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Batik Mu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v2i1.1173

Abstract

AbstrakAngka Kematian ibu dan bayi di Indonesia masih cukup tinggi dan jauh dari target RPJMN dan SDGs.Penyebab kematian pada ibu salah satunya adalah kehamilan dengan risiko tinggi. Upaya yang dapatdilakukan untuk menurunkan kehamilan dengan risiko tinggi dengan program melibatkan suami dankeluarga. Program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh Tim dosen dan mahasiswa UMPPbekerja sama dengan Puskesmas Kedungwuni II adalah Cegah Resiko Tinggi Pada Ibu Hamil DenganPENA SUASI (Pendampingan Keluarga Dan Suami Siaga). Metode yang digunakan dalam PKM ini adalahBrain storming, couple game, ceramah, diskusi tanya jawab. Dilakukan satu waktu dengan jumlah peserta20 ibu hamil dengan risiko tinggi beserta pendamping baik suami ataupun keluarga. kegiatan terdiri dariempat tahap; yaitu tahap pembukaan, tahap inti, tahap diskusi dan Tanya jawab, tahap penutup. Hasilkegiatan berjalan lancar dan seluruh ibu hamil beserta pendampingnya antusias untuk mengikutipelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini. 100% pasangan selalu mendampingi ibu untuk Antenatalcare, 75% ibu hamil dan pasangan memiliki kesamaan perencanaan tempat persalinan dan 80% ibuhamildan pasangan merencanakan pemberian ASI Eksklusif. Kesimpulan Diharapkan supaya programpendampingan keluarga dan suami siaga terus dikembangkan dan peningkatan partisipasi dari seluruhkomponen baik dari bidan, puskesmas, dan ibu hamil, sehingga ibu dalam masa kehamilan dan persiapanpersalinannya merasa aman dan nyaman karena dukungan yang didapatkannya dan kesejahteraan ibu danjanin menjadi meningkat.Kata kunci: Pendampingan, Ibu hamil, Resiko Tinggi, Suami Siaga Abstract[PREVENT HIGH RISK IN PREGNANT WOMEN WITH FAMILY ASSISTANCE AND ALERT HUSBANDS(SUAMI SIAGA)] Maternal and infant mortality rates in Indonesia are still quite high and far from the targetsof the RPJMN and SDGs. One of the causes of maternal death is high-risk pregnancy. Efforts can be madeto reduce high-risk pregnancies with programs involving husbands and families. The Community ServiceProgram carried out by the UMPP team of lecturers and students in collaboration with the Kedungwuni IIHealth Center is to prevent high risk in pregnant women with PENA SUASI (Families Assistance and AlertHusband). The methods used in this PKM are brain storming, couple games, lectures, question and answerdiscussions. Conducted one time with the number of participants 20 pregnant women with high risk and theircompanions, both husbands and families. the activity consists of four stages; namely the opening stage, thecore stage, the discussion and question and answer stage, the closing stage. The results of the activity wentsmoothly and all pregnant women and their companions were enthusiastic to participate in theimplementation of this community service activity. 100% of couples always accompany mothers forantenatal care, 75% of pregnant women and their partners have the same place of delivery planning and 80%of pregnant women and their partners plan exclusive breastfeeding. Conclusion It is hoped that the familyassistance program and husband on standby will continue to be developed and increase participation fromall components, both from midwives, health centers, and pregnant women, so that mothers duringpregnancy and preparation for childbirth feel safe and comfortable because of the support they get and thewelfare of the mother and fetus will increase.Keywords: Assistance, Pregnant women, High Risk, Husband on standby
EDUKASI PENCEGAHAN DIABETES MELLITUS SEJAK DINI DI TPQ DESA DONOWANGUN KECAMATAN TALUN PEKALONGAN I Isytiaroh; Siti Rofiqoh; Winda Widyastuti; Yuni Sandra Pratiwi
Jurnal Batikmu Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Batik Mu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v2i1.1174

Abstract

AbstractDiabetes mellitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang dapat meningkatkan morbiditas danmortalitas seseorang di setiap siklus kehidupannya. Edukasi perlu dilakukan agar masyarakat mampuberperilaku sehat untuk mencegah terkena DM. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkanpemahaman masyarakat tentang DM sehingga mampu berperilaku sehat. Metoda pengabdian masyarakatdengan memberikan edukasi yang disampaikan dalam bentuk ceramah, diskusi dan permainan. Tempatpengabdian masyarakat adalah TPQ Aisyiah desa Donowangun Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan.Sasaran pengabdian masyarakat adalah santri TPQ dan orang tua santri, guru TPQ dan pengurus TPQberjumlah 24 peserta. Tahapan pengabdian masyarakat meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi.Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pretest dengan hasil posttest. Hasil pengabdian adalahadanya peningkatan pemahaman peserta tentang DM dengan nilai rata-rata pretest 79 (SD 17,425) dan nilaiposttest 83 (SD 17,856). Nilai makmium pretest 86,5Pelaksanaan pengabdian masyarakat juga berjalanlancar dan selama pelaksanaan pengabdian masyarakat peserta aktif mengikutinya. Simpulan pengabdianmasyarakat adalah pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pemahaman peserta tentang DM danpencegahannya.Kata kunci: dibates mellitus, edukasi, morbiditas, moratlitas Abstract[THE EDUCATION OF EARLY PREVENTION OF DIABETES MELLITUS AT TPQ DONOWANGUNVILLAGE, TALUN, PEKALONGAN] Diabetes mellitus (DM) is a non-communicable disease that canincrease a person's morbidity and mortality in their life span. Education about it needs to be delivered topeople to be able to behave in a healthy manner for preventing DM. The purpose of community service is toincrease public understanding about DM thus they are able to behave in a healthy manner. This communityservice method was providing education delivered in the form of lectures, discussions and games. The placefor community service was TPQ Aisyiah, Donowangun Village, Talun District, Pekalongan Regency. Thetarget was TPQ's students and parents, TPQ's teachers and TPQ's administrators by 24 participants. Thesteps of this community service were preparation, implementation and evaluation. The evaluation held bycomparing the results of the pretest and posttest. The result of the service was an increase in participants'understanding about DM with an average pretest score of 79 (SD 17,425) and posttest score of 83 (SD17,856). The maximum pretest score was 86.5. The implementation of community service running well andthe participants actively participated. The conclusion of this community service is that community service bydeliveringeducation can increase participants' understanding about DM and its preventionKeyword: diabetes mellitus morbidity, mortality
PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR KADER DESA PAKU ALAM SUNGAI TABUK KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN Muhammad Riduansyah; Rian Tasalim; Angga Irawan; Hj Latifah
Jurnal Batikmu Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Batik Mu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v2i1.1175

Abstract

AbstractHenti jantung merupakan suatu malfungsi listrik dalam jantung yang dapat menyebabkan denyut jantung yangtidak normal atau dikenal dengan aritmia. Keadaan ini dapat mengganggu aliran darah ke otak, paru-paru dan organlainnya. Banyak orang yang mengalami henti jantung (cardiac arrest) di rumah, tempat bekerja atau di tempat-tempatumum tidak tertolong jiwanya atau meninggal. Oleh karena itu, masyarakat perlu diajarkan bagaimana mengenaliseseorang henti jantung dan bagaimana melakukan pertolongan pertama pada pasien henti jantung, sehingga akanbanyak jiwa manusia yang tertolong. Kegiatan ini sudah dilakukan dengan melatih 22 orang didesa Paku Alam SungaiTabuk Kabupaten Banjarmasin. Peserta merasakan manfaat dari kegiatan PKM ini dan mengharapkan kegiatan inidiadakan secara periodik sehingga materi dan tehnik RJP tetap dimiliki oleh peserta.Kata Kunci: Henti Jantung; Resusitasi Jantung Paru Abstract[BASIC LIFE SUPPORT TRAINING PAKU ALAM VILLAGE CAPRES TABUK RIVER KABUPATEN BANJARSOUTH KALIMANTAN] Cardiac arrest is an electrical malfunction in the heart that can cause an abnormal heart rateknown as an arrhythmia. This condition can interfere with blood flow to the brain, lungs and other organs. Many peoplewho experience cardiac arrest at home, work or in public places are not saved or die. Therefore, the public needs tobe taught how to recognize someone with cardiac arrest and how to provide first aid to cardiac arrest patients, so thatmany human souls will be saved. This activity has been carried out by training 22 people in the village of Paku AlamSungai Tabuk, Banjarmasin Regency. Participants feel the benefits of this PKM activity and expect this activity to beheld periodically so that the materials and techniques of CPR are still owned by the participants.Keywords: Cardiac arrest; Cardiopulmonary Resuscitation