cover
Contact Name
SYAMSUL BAKHRI
Contact Email
religia@uingusdur.ac.id
Phone
+62285-412575
Journal Mail Official
religia@uingusdur.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, UIN K.H.Abdurrahman Wahid Pekalongan Jl. Pahlawan, Rowolaku, Kec. Kajen, Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia. PO.BOX 51161, Telp. (0285) 412575 | Fax. 423418
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Religia : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
ISSN : 14111632     EISSN : 25275992     DOI : https://doi.org/10.28918/religia.v23i1
Religia Jurnal Ilmu Ilmu KeIslaman focuses on Islamic studies particularly Living Quran and Hadith. The word Living addresses the implementation of Quran and Hadith in social life. It relates to particular reference to Indonesian culture, diversity, history, philosophy, sociology, and anthropology, Sufism, and ideology. Topics addressed within the journal include but are not limited to Contemporary and Interdisciplinary Quran and Hadith Studies, Thematic Exegesis, Comparative Exegesis, Quranic and Hadith Studies, Methodology and Hermeneutics, Manuscripts and Textual Criticism on the Qur’an and Hadith.
Articles 310 Documents
ZAKAT PRODUKTIF: STUDI PEMIKIRAN KH. MA. SAHAL MAHFUDH Ma'mur, Jamal
Religia: Jurnal Ilmu-Ilmu KeIslaman Vol 18 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v18i1.624

Abstract

Zakat adalah satu-satunya rukun Islam yang secara spesifik berbicara tentang pemberdayaan ekonomi umat. Sayangnya, pola pemberian zakat selama ini bercorak konsumtif, dalam arti diberikan secara instan atau kontan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan zakat tidak mampu mengubah kemiskinan umat menuju kemandirian yang dicita-citakan Islam. KH. MA. Sahal Mahfudh yang dikenal dengan gagasan fikih sosial mengubah realitas ini. Kiai Sahal memaknai zakat sebagai ajaran Islam yang berorientasi pada pengentasan kemiskinan. Zakat harus dikelola secara profesional supaya mampu mewujudkan cita-cita besar Islam, yaitu kesejahteraan dan keadilan sosial. Dalam konteks ini, zakat harus diberikan secara produktif, tidak konsumtif. Zakat produktif adalah zakat yang bisa mengeluarkan mustahik dari jurang kemiskinan menuju kemandirian dan kesejahteraan ekonomi. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menjadikan dana zakat sebagai modal usaha yang dikelola secara profesional. Dalam melakukan agenda transformasi ini, Kiai Sahal membentuk teamwork yang solid dan kapabel dengan memberikan life skills kepada kelompok yang berhak menerima zakat sehingga mereka bisa mengelola dana zakat secara produktif.
RIBA DALAM TINJAUAN AL-QURAN Rohayana, Ade Dedi
Religia: Jurnal Ilmu-Ilmu KeIslaman Vol 18 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v18i1.622

Abstract

Artikel ini membahas tentang riba menurut al- Qur'an. Dalam konteks masyarakat kontemporer, pemahaman kaum muslim hingga saat ini masih terjadi perbedaan pemikiran tentang konsep riba. Karena itu, kajian tentang riba masih dirasa aktual sampai sekarang, terutama kajian riba menurut al-Quran juga hadis sebagai rujukan utama kaum muslim. Beberapa ayat tentang riba dikaji dalam tulisan ini berdasarkan konsep turunnya ayat, baik ayat riba turun di Mekah maupun di Madinah. Alasan hukum dari ayat-ayat tersebut juga dijelaskan untuk memperkuat argumen. Berdasarkan kajian, tampak bahwa riba yang sudah jelas haram dalam al-Quran adalah riba pada masa jahiliyah yang diberi nama riba nasi’ah atau riba fahisy atau rabh murakkab atau faidah murakkabah. Riba yang seperti ini diharamkan secara pasti oleh Nash al-Quran, sedangkan kata adh’afan mudha’afah sebagai penjelasan khusus (incident clarifier) dan ilustrasi keadaan manusia pada masa jahiliyah, selain menjelaskan ketercelaan perbuatan tersebut yang mengandung penganiayaan dan penindasan kepada mereka yang sedang kesulitan. Kata adh’afan mudha’afah tidak menjelaskan bahwa riba yasir (riba yang sedikit) adalah halal, karena itu bukan maksud ayat ini, selain karena riba itu baik sedikit maupun banyak tetap diharamkan dan termasuk dosa besar. Dalam ayat juga dijelaskan bahwa riba yang diharamkan merugikan salah seorang tanpa satu sebab kecuali keterpaksaannya, serta menguntungkan pihak lain tanpa usaha kecuali penganiayaan dan ketamakan. Hal ini berbeda dengan investasi yang memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.
KUALITAS HADITS DALAM KITAB TAFSIR TANWIR AL-MIQBAS MIN TAFSIR IBNI ABBAS (Kritik Sanad Hadits) Suaidi, Hasan
Religia: Jurnal Ilmu-Ilmu KeIslaman Vol 18 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v18i1.620

Abstract

Penafsiran al-Qur`an mempunyai ragam corak, antara lain tafsir bil Ma’tsur dan tafsir bil Ra’yi. Tafsir bil Ma’tsur masih diyakini oleh sementara kalangan sebagai tafsir yang cenderung lebih dapat dipercaya walaupun dianggap “konservatif”. Tafsir ini bersumber dari periwayatan, baik yang bersumber dari Nabi SAW maupun sahabat. Tafsir sahabat seringkali dipermasalahkan apakah tafsir tersebut bisa disebut dengan tafsir bil ma’tsur atau tidak. Hal ini disebabkan penafsiran tersebut merupakan ijtihad. Selain itu, riwayat- riwayat yang terdapat di dalam tafsir bil ma’tsur tidak semua dapat dipertanggung jawabkan otentitasnya. Di antara kitab tafsir bercorak demikian adalah Tanwir al-Miqbas min Tafsir Ibni Abbas. Kitab ini disandarkan kepada Muhammad bin Ya’qub bin Muhammad bin Ibrahim as-Syairazi al-Fairuzabadi. Kitab tafsir ini merupakan kitab tafsir al-Qur`an yang menggunakan manhaj tafsir tahlili (tafsir ayat per ayat) dengan mendasarkan kepada jalur periwayatan tunggal yang berujung kepada Abdullah bin Abbas RA (sebagai sumber penafsiran). Otentitas terhadap periwayatan baik terhadap riwayat-riwayat yang terkait dengan penafsiran maupun hadits sangat penting dilakukan. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui kualitas periwayatan, sehingga dapat ditentukan apakah riwayat tersebut valid ataukah tidak. Dalam penelitian ini, akan dilakukan telaah terhadap hal-hal yang terkait dengan jalur periwayatan tafsir Tanwir al-Miqbas min Tafsir Ibni Abbas, tentang penilaian terhadap sanad perawinya, perbandingan penafsiran Abdullah bin Abbas dalam kitab tafsir ini dan kitab tafsir Ibnu Abbas lainnya dan pembahasan tentang keabsahan penyandaran kitab tafsir ini kepada al-Fairuzabadi. Dengan demikian penelitian ini merupakan penelitian library dengan menitik beratkan kepada tinjauan sejarah dan tinjauan sanad.
FRAGMENTASI TAFSIR SURAH Al-‘ALAQ BERBASIS KRONOLOGI (Studi atas Fahm al-Qur’an al-Hakim: al-Tafsir al- Wadhih Hasb Tartib al-Nuzul Karya Muhammad ‘Abid al-Jabiri) Julkarnain, Muhammad
Religia: Jurnal Ilmu-Ilmu KeIslaman Vol 18 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v18i2.625

Abstract

Penelitian ini berkesimpulan bahwa Fahm al-Qur’an al-Hakim: al-Tafsir al-Wadhih Hasb Tartib al-Nuzul Karya Muhammad Abid al-Jabiri secara epistemologis memiliki metode tartib nuzuli, corak tarikhi (historis) dengan sumber penafsiran al-Ra’y dan atsar. Hal ini bertujuan untuk mem- produksi sebuah penafsiran-penafsiran yang realistis, rasional, aplikatif dan memiliki basis keilmuan yang kokoh. Konstruksi pemahaman pola ini, termasuk dalam usaha menafsirkan teks al-Qur’an banyak dipengaruhi oleh perspektif post-modernis. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan his- toris-filosofis, penelitian ini berusaha menggambarkan karak- teristik pemikiran Abid al-Jabiri secara komprehensif.
ILMU KALAM DALAM SOROTAN FILSAFAT ILMU Zuhri, Amat; Ula, Miftahul
Religia: Jurnal Ilmu-Ilmu KeIslaman Vol 18 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v18i2.626

Abstract

Melihat ilmu kalam dari sisi epistemologi, secara umum akan ditemukan tiga persoalan pokok, yaitu tentang sumber-sumber ilmu kalam itu, bagaimana pengetahuan itu dapat diketahui dan apa ukuran suatu pengetahuan itu disebut benar atau valid. Berkaitan dengan pertanyaan ketiga, sejarah telah mencatat bahwa di antara para penganut aliran-aliran kalam yang ada selalu mengklaim bahwa aliran yang dianutnya adalah yang benar sementara aliran yang lain adalah salah. Maka dalam penelitian ini penulis akan mencoba melihat kembali aliran-aliran kalam yang ada dengan menggunakan pendekatan tiga teori kebenaran, yaitu korespondensi, koherensi dan pragmatism. Tujuannya adalah untuk melihat ilmu kalam tidak hanya dari sisi epistemologi tapi juga dari sisi aksiologi sehingga sekarang ini tidak perlu lagi memperdebatkan mana yang lebih benar di antara aliran-aliran kalam yang ada, tetapi melihat mana yang lebih cocok untuk dipegang sesuai dengan situasi dan kondisi zaman.
MAQAMAT TASAWUF DAN TERAPI KESEHATAN MENTAL (STUDI PEMIKIRAN AMIN SYUKUR) Bela, Yoana; Hanafi, Imam; Zaduqisti, Esti
Religia: Jurnal Ilmu-Ilmu KeIslaman Vol 18 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v18i2.627

Abstract

Kesehatan mental mencerminkan pada ketenangan, keharmonisan dan ketenteraman jiwanya. Hal tersebut sesuai dengan pemikiran Amin Syukur mengenai maqāmāt tasawuf bagi terapi mental. Metode penelitian yang digunakan adalah library research. Selain itu, teknik pengumpulan data juga dilakukan dengan wawancara kepada sumber data primer untuk tujuan cek dan ricek (trianguasi). Semua data dianalisis menggunakan metode deskriptif analisis dan content analysis. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini, yaitu: Pertama, bahwa konsep tasawuf Amin Syukur termasuk dalam tasawuf akhlaki. Menurut Amin Syukur tasawuf akhlaki merupakan ajaran mengenai moral atau akhlak yang hendaknya diterapkan sehari-hari guna memperoleh kebahagiaan yang optimal. Kedua, bahwa Amin Syukur memandang Maqamat dalam tasawuf dapat dijadikan sebagai konsep dasar bagi penyembuhan berbagai penyakit, terutama mental dan dapat juga dijadikan sebagai sumber penyembuhan penyakit fisik. Ketiga, masyarakat modern saat ini mengalami beberapa problem, seperti himpitan ekonomi, kenakalan remaja, kegelisahan, kecemasan, stres dan depresi. Maka dari itu, tasawuf memberikan kontribusi upaya penyembuhan dengan melalui amaliah-amaliah tasawuf seperti ridha terhadap ketentuan, harus bersikap sabar terhadap segala persoalan yang dihadapi, harus membiasakan sikap hidup zuhud (tidak glamor).
PENDEKATAN SEMIOTIKA DAN PENERAPANNYA DALAM TEORI ASMA’ AL-QUR’AN Lukman, Fadhli
Religia: Jurnal Ilmu-Ilmu KeIslaman Vol 18 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v18i2.628

Abstract

Paradigma Integrasi-interkoneksi meniscayakan penggunaan pendekatan-pendekatan baru dalam studi Islam, termasuk studi al-Qur’an. Semiotika adalah salah satu pendekatan modern dan post-modern yang belakangan digemari. Artikel ini berniat melihat prinsip-prinsip semiotika dan bagaimana contoh penerapannya dalam studi al-Qur’an. Pendekatan ini dipandang bisa memberikan perkembangan bagi teori Asma’ al-Qur’an yang sejauh ini terlihat stagnan. Pendekatan ini berpotensi membawa teori tersebut ke arah yang lebih progresif, yaitu sebagai self-identity al-Qur’an.
POLA REDAKSI MATAN HADIS DALAM KITAB MAJMŪ’AH AL-SYARĪ’AH KARYA K.H. SALEH DARAT Mudzakiron, Mudzakiron
Religia: Jurnal Ilmu-Ilmu KeIslaman Vol 18 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v18i2.629

Abstract

Kitab Majmȗ’ah al-Syarĩ’ah al-Kãfiyah li al-‘Awam merupakan kitab penting dalam khasanah keilmuan Nusantara. Kitab yang ditulis oleh Kyai Saleh Darat dengan aksara pegon dan berbahasa jawa ini menjadi rujukan masyarakat dalam bidang akidah, fiqh dan juga akhlak-tasawuf. Sebagaimana kecenderungan ulama sunni yang lain, Kyai Saleh Darat mempunyai pandangan bahwa hadis Nabi merupakan dalil keagamaan yang otoritatif, sehingga di dalam kitab Majmȗ’ah al-Syarĩ’ah banyak ditemukan hadis-hadis Nabi sebagai dalil. Objek kajian penelitian ini adalah matan-matan hadis yang tercantum dalam kitab Majmȗ’ah al-Syarĩ’ah. Yang menjadi fokus kajian adalah kesamaan dan ketidaksamaan redaksi matan yang terdapat dalam kitab Majmȗ’ah al-Syarĩ’ah dengan matan-matan yang terdapat dalam kitab-kitab hadis primer. Kajian ini penting sebab periwayatan hadis bi al-ma’nā paska pengkodivikasian hadis merupakan permasalahan yang banyak menyita perhatian para akademisi hadis.
TASAWUF DALAM SOROTAN EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI Zuhri, Amat
Religia: Jurnal Ilmu-Ilmu KeIslaman Vol 19 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v19i1.658

Abstract

Aspek ajaran Islam seringkali dibagi secara dikotomis menjadi aspek syari’at dan hakikat. Aspek syari’at adalah ajaran yang bersumber dari al-Qur’an dan sunnah berkenaan dengan aqidah, ibadah, akhlak, sosial, ekonomi dan aspek kehidupan lainnya yang bersifat lahiriyah dalam bentuk legal-formal atau identik dengan fikih. Karena bersumber dari al-Qur’an dan Sunnah maka ilmu syari’at digolongkan sebagai ilmu yang menggunakan epistemologi bayani. Sedangkan hakikat adalah aspek ajaran dalam Islam yang lebih menekankan pada penghayatan batin sehingga digolongkan sebagai ilmu yang menggunakan epistemologi irfani. Yang termasuk dalam hakikat ini adalah Tasawuf. Pembagian secara dikotomis seperti ini secara tidak langsung menimbulkan pemahaman bahwa tasawuf bukanlah bagian dari syari’at. Maka tidak jarang ada pihak-pihak yang menganggap bahwa tasawuf adalah salah satu bentuk penyimpangan dalam Islam atau setidaknya tidak memperhatikan aspek syari’at. Selain dianggap mernyimpang, tasawuf juga sering dianggap sebagai ajaran yang tidak mampu menyelesaikan persoalan-persoalan kemasyarakatan. Benarkah tasawuf itu tidak memperhatikan aspek syari’at dan tidak memiliki nilai-guna untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kemasyarakatan? Dalam tulisan ini penulis akan mencoba menjawab pertanyaan- pertanyaan tersebut dengan menggunakan metode analisis Critical Discouse Analysis (CDA). Secara aplikatif, pembahasannya dimulai dengan mendeskripsikan sejarah dan faktor penyebab munculnya aliran-aliran tasawuf dalam Islam serta pokok-pokok ajaran tasawuf. Adapun pendekatan yang digunakan adalah filsafat ilmu. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa ajaran tasawuf juga menekankan aspek syari’ah sehingga tidak melulu hanya menggunakan epistemologi irfani. Selain itu nilai-nilai tasawuf juga memiliki nilai-guna untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kemasyarakatan.
KONTRIBUSI KONSELING ISLAM DALAM MEWUJUDKAN PALLIATIVE CARE BAGI PASIEN HIV/AIDS DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG Hidayati, Ema; Hikmah, Siti; Wihartati, Wening; Handayani, Maya Rini
Religia: Jurnal Ilmu-Ilmu KeIslaman Vol 19 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v19i1.662

Abstract

Pasien HIV/AIDS mengalami problem yang kompleks baik fisik, psikologis, sosial, maupun spiritual. Karenanya mereka membutuhkan perawatan paliatif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien HIV/AIDS dan keluarganya. Realitasnya, dimensi spiritual dalam perawatan paliatif, sering kali terabaikan karena tidak tersedianya rohaniawan. Tetapi dimensi spiritual mendapatkan perhatian besar pada rumah sakit “agama” seperti Rumah Sakit Islam Sultan Agung.Hal ini terlihat dari keterlibatan rohaniawan sebagai konselor Voluntary Counseling Test (VCT) HIV/AIDS. Adanya konselor dari rohaniawan inilah yang memberikan terapi psikoreligi dalam pelayanan konseling di Klinik Voluntary Counseling Test HIV/AIDS. Konseling Islam terbukti memberikan solusi bagi problem yang dialami pasien HIV/AIDS. Solusi tersebut tidak sebatas pada problem spiritual, tetapi juga problem psikologis dan sosial. Pasien HIV/AIDS yang terbebas dari problem psiko- sosio-spiritual, selanjutnya akan memiliki fisik yang lebih sehat. Pasien yang memiliki kondisi fisik, psikologis, sosial, dan spiritual yang lebih baik berarti telah mengalami peningkatan kualitas hidup. Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa konseling Islam memberikan kontribusi dalam mewujudkan palliative care bagi pasien HIV/AIDS.