cover
Contact Name
Ria Buana
Contact Email
Jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Phone
+628129657508
Journal Mail Official
jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ebers Papyrus
ISSN : 08548862     EISSN : 27981630     DOI : https://doi.org/10.24912/ep.vxxxx.xxxxx
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 15 No. 1 (2009): EBERS PAPYRUS" : 9 Documents clear
Sir Frederick Gowland Hopkins Andri Wanananda
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 1 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Susu Eksklusif Kegunaan Bagi Bayi dan Ibu Ronald Sugiono Suwandi
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 1 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model Gagal Jantung Eks­ Perimental Pada Tikus Yang Diinduksi Hipoksia Kronik Dan Perubahan Ekspresi Gen Bnp- 45 Pada Tingkat Translasi Frans Ferdinal
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 1 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal jantung (GJ) merupakan jalan akhir bersama bagi berbagai penyakit kardiovaskuler. Walaupun sudah  banyak  kemajuan  yang  dicapai dalam  pengobatan   penyakitjantung, akan tetapi insidens dan mortalitas GJ, tetap tinggi, sehingga merupakan masalah kesehatan yang utama, terutama di negara yang sudah maju. Pengertian yang baru tentang patofisiologi dan mekanisme molekuler GJ dibutuhkan untuk mengembangkan strategi-baru terapi GJ. Kemajuan dalam memahami patofisiologi GJ tidak mungkin dicapai tanpa menggunakan model hewan-coba. Berbagai species hewan-coba sudah tersedia, masing-masing dengan keuntungan dan kelemahannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan suatu model gagal jantung eksperimental dengan cara memaparkan tikus pada kondisi hipoksia kronik. Selanjutnya diamati perubahan ekspresi gen BNP-45 pada tingkat translasi. Tikus dibagi dalam 7 kelompok (n=4/kelompok), diberikan perlakuan hipoksia dalam sungkup­ hipoksia (8%02 ), masing-masing selama 1, 3, 7, 14, 21 dan 28 hari, sedangkan kelompok kontrol, normoksia(02  atmosfir). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipertrofi ventrikel dan kardiomiosit, disertai kerusakan struktur ID, necrosis, fibrosis dan apoptosis sebagai tanda terjadinya remodeling ventrikel. Terjadi pula kenaikan BNP-45 plasma yang drastis, sebagai tanda upregulasi gen BNP-45 di tingkat translasi.
Hubungan Pemakaian Depo Medroxy Progesterone Acetate Dengan Terjadinya Spotting Pada Wanita Pengguna Kontrasepsi Puskesmas Kelurahan Srengseng Jakarta Barat Periode Januari 2007-Juni 2008 Hengky Prabowo; Maria Goretti; Riki Yohanes
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 1 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, kontrasepsi yang paling diminati adalah suntik KB (Keluarga Berencana) karena kepraktisannya. Berdasarkan hasil wawancara dengan Penanggung jawab bagian KB dan Kepala Puskesmas Kelurahan Srengseng diketahui bahwa sebagian besar (75%) akseptor KB wanita di Puskesmas Kelurahan  Srengseng menggunakan KB suntik depo medroxy progesterone acetate (DMPA) dan efek samping yang sering dikeluhkan adalah terjadinya spotting.Penelitian inibertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pemakaian DMPA dengan terjadinya spotting, pada wanita pengguna kontrasepsi di Puskesmas Kelurahan Srengseng, Jakarta.Desain penelitian yang digunakan adalah kohort retrospektifterhadap 114 wanita pengguna kontrasepsi di Puskesmas Kelurahan Srengseng yang dipilih secara simple random sampling dari daftar catatan rekam medis. Pengumpulan data sekunder menggunakan catatan rekam medis dan pengolahan data menggunakan uji statistik chi square serta perhitungan RR dan AR dilakukan dari tanggal 13 Oktober- 15 November 2008. Di antara 114 subjek terdapat 70 (61,4%) wanita yang mengalami spotting dimana sebanyak 51 wanita tersebut (72,86%) adalah pengguna DMPA. Hasil analisa menunjukkan adanya hubungan kuatdan bermakna antara pemakaian DMPAdengan terjadinya spotting (RR=2,7; x2=37,9; p<0,01) di mana mereka yang menggunakan DMPA mempunyai resiko 2,7 kali lebih besar untuk mengalami spotting daripada pengguna non-DPMA
Hubungan Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif Dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut Pada Balita Dl Puskesmas Kecamatan Kembangan Jakarta Barat Periode 4- 11 Juli 2008 David Wibianto; Emarika Chandra; Amelia Putri; Ian Elnathan
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 1 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

lnfeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit infeksi akut yang sering diderita oleh sebagian besar anak-anak dan masih merupakan penyakit utama penyebab kematian bayi dan balita hampir di semua negara termasuk Indonesia. Di Puskesmas Kecamatan Kembangan, ISPA menduduki peringkat pertama penyakit yang diderita balita sebesar 68,61%. Pemberian ASI eksklusif akan sangat mempengaruhi imunitas bayi, bayi yang diberiASI secara eksklusif akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak diberiASI secara eksklusif karenaASI selain mengandung zatanti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi, juga mengandung antibodi saluran pernafasan dan saluran pencernaan.Penelitian dengan desain unmatched case control ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI ekslusif dengan ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Studi ini melibatkan 144 subjek pada kelompok kasus dan 139 subjek pada kelompok kontrol. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive non random sampling pada 2 catchment areas selama 6 hari (4-11 Juli 2008). Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita yang tidak diberikan ASI eksklusif memiliki risiko terjadinya ISPA 3,2 kali lebih besar dibandingkan dengan balita yang diberikan ASI eksklusif. Penelitian ini menyimpulkan adanya hubungan kuat (OR= 3,20) yang bermakna (p-value = <0,01) antara pemberian ASI eksklusif dengan terjadinya ISPA pada balita usia 6 bulan - 5 tahun. Oleh karena itu perlu diadakan penyuluhan mengenaipengertian dan manfaatASI eksklusifterutama dalam hal preventif dan promotif untuk mengurangi kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pembina Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.
Colles Fracture Tjie Haming Setiadi
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 1 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergelangan tangan merupakan bagian panting yang menghubungkan lengan bawah dengan tangan dan membentuk dasar dari tangan. Cedera apa pun yang terjadi padanya akan menurunkan bahkan dapat meniadakan fungsi dasar dari tangan tersebut. Fraktur Colles merupakan fraktur pergelangan tangan yang paling sering ditemukan, dengan insidens sebesar 24% di antara populasi pekerja, dimana fraktur yang melalui radius menyebabkan bagian distalnya tergeser secara radial dan dorsal. Fraktur Colles juga merupakan fraktur yang paling sering terjadi pada orang dewasa berusia lebih dari 50 tahun dan lebih sering terjadi pada wanita dibadingkan dengan pria. Hal ini disebabkan karena dimulainya osteoporosis pasca menopause dimana jatuh dengan tangan terjulur merupakan penyebab tersering. Komplikasi frkatur Colles antara lain adalah mal-union, robekan ekstensor polisis longus yang tertunda, distrofi refleks simpatis pasca trauma, gangguan saraf (terutama nervus medianus), kekakuan jari dan bahu, arteritis radiokarpal, dan fraktur skafoid yang berkaitan. Penatalaksanaan Fraktur Colles' umumnya adalah dengan reduksi tertutup·dan aplikasi gips dengan latihan untuk mengembalikan dan mempertahankan mobilitas pergelangan tangan serta fungsi penuh dari tangan. Namun, kadang-kadang bedah ortopedik melalui fiksasi eksternal atau internal diperlukan.
Pitiriasis Alba: Kelainan Hipopigmentasi Pada Dermatitis Atopik Cyntia Yulyana; Linda Yulianti
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 1 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pitiriasis alba (PA) merupakan suatu bentuk dermatitis yang tidak spesifik dan belum diketahui penyebabnya. Teori tentang dermatitis atopik (DA) dan proses pasca peradangan berperan penting sebagai penyebab terjadinya lesi awal. Kelainan ini sering dijumpai pada anak-anak dan biasanya tanpa keluhan. Lesinya berupa makula hipopigmentasi, berbentuk bulat, oval atau plakat yang tidak teratur dengan atau tanpa skuama halus yang melekat, biasanya terdapat pada muka. Diagnosis PAberdasarkan awitan (onset) dan gambaran klinis, sehingga harus dapat dibedakan dengan penyakit lain yang menyerupai. Pengobatannya meliputi perawatan kulit secara keseluruhan, perlindungan terhadap sinar matahari dan edukasi. Pada umumnya hasil pengobatan dari PA tidak memuaskan.
Monosodium Glutamat dan Kesehatan Idawati Karjadidjaja
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 1 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Monosodium glutamat (MSG) yang di Indonesia dikenal sebagai penyedap makanan dengan nama vetsin adalah garam Natrium dari asam glutamat atau L glutamic acid (GLU). Asam glutamat merupakan asam amino yang dapat disintesis tubuh dan terdapat di bahan makanan sumber protein. Asam glutamat setelah diabsorbsi,  50 % akan dipakai oleh mukosa  usus halus sebagai sumber energi dan prekursor spesifik untuk biosintesis glutation, arginin, prolin di mukosa  usus halus, sehingga kadarnya dalam vena porta tidak akan meningkat. Asam glutamat  juga tidak menembus blood brain barrier dan plasenta. Apa yang disebut dengan Chinese restaurant syndrome (CSR) hanya suatu intoleransi terhadap MSG yang prevalensi mengenai    1 Yz  - 2 % populasi. Walaupun ada juga yang menyatakan bahaya serius akibat MSG seperti asma dan kelainan di susunan syaraf, the Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB) dan the Federal Drug Administration (FDA) telah menyatakan MSG sebagai food additive  yang  aman dikonsumsi dengan jumlah normal.
Praktik Pelayanan Primer Kedokteran Keluarga Evy Luciana
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 1 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 9