cover
Contact Name
Pri Ariadi Cahya Dinata
Contact Email
priariadi.c@fkip.upr.ac.id
Phone
+6285215013273
Journal Mail Official
bpjpsupr@upr.ac.id
Editorial Address
Jl. Hendrik Timang, Gedung M, Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya, Kampus UPR Tunjung Nyaho, Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
ISSN : 27163431     EISSN : 28072154     DOI : https://doi.org/10.37304/bpjps
Core Subject : Education,
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains is a scientific journal published by the Physics Education Study Program, FKIP University of Palangka Raya. This journal aims to accommodate research articles in the field of Science Education. In the end, this journal is expected to describe the development of science and technology in science education for people in Central Kalimantan (in particular) and Indonesia (in general). This journal is planned to be published twice a year.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 72 Documents
Penerapan Model PBL Berbantuan LKPD Pada Pembelajaran Materi Pesawat Sederhana di Kelas VIII agitha Anastasya; Muhammad Nawir; Fenno Farcis
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 7 No. 1 (2025): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v7i1.15910

Abstract

Rendahnya hasil belajar kognitif dan keterampilan proses sains (KPS) siswa pada materi pesawat sederhana masih menjadi permasalahan dalam pembelajaran IPA di SMP. Pembelajaran yang bersifat konvensional dan kurangnya aktivitas praktikum menyebabkan siswa belum dilatih untuk berpikir kritis, menyelesaikan masalah, serta memahami konsep secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) keterampilan proses sains siswa dan (2) hasil belajar kognitif siswa setelah diterapkan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain One Shot Case Study pada siswa kelas VIII di salah satu SMP di Kota Palangkaraya tahun ajaran 2023/2024. Sampel berjumlah 33 siswa dari kelas VIII-3 yang dipilih secara acak. Instrumen penelitian berupa tes KPS dan tes hasil belajar kognitif. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase untuk menilai keterampilan proses sains dan ketuntasan hasil belajar secara individu, klasikal, dan berdasarkan Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK). Uji coba terhadap 40 soal kognitif menghasilkan 35 soal valid dengan reliabilitas 0,87. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPS siswa terdiri dari kategori sangat baik (32,3%), baik (32,3%), cukup (25,8%), dan tidak baik (9,7%). Hasil belajar kognitif menunjukkan bahwa 22 siswa (70,97%) tuntas, sedangkan 9 siswa (29,03%) tidak tuntas. Ketuntasan klasikal belum tercapai karena hanya 70,97% siswa tuntas dari standar ≥75%. Ketuntasan TPK mencapai 75% (18 dari 24 TPK tuntas). Hasil ini menunjukkan bahwa model PBL berbantuan LKPD efektif untuk melatih keterampilan proses sains dan meningkatkan hasil belajar kognitif siswa, serta dapat diimplementasikan sebagai strategi pembelajaran IPA yang kontekstual dan berbasis kompetensi abad ke-21.
Penggunaan E-LKPD Berbasis Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Gaya dan Hukum Newton Salsabla Maulani Sumarno; Andi Bustan; Yoan Theasy
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 7 No. 1 (2025): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v7i1.19475

Abstract

Rendahnya hasil belajar peserta didik pada materi gaya dan Hukum Newton di salah satu MTs di Kota Palangka Raya menjadi permasalahan utama dalam pembelajaran IPA. Hal ini disebabkan oleh dominasi metode ceramah, minimnya keterlibatan aktif peserta didik, serta belum digunakannya media pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui peningkatan hasil belajar setelah menggunakan E-LKPD berbasis problem based learning; (2) mengetahui besar peningkatan hasil belajar setelah menggunakan E-LKPD berbasis problem based learning; (3) mengetahui tingkat keefektifan pembelajaran setelah menggunakan E-LKPD berbasis problem based learning; dan (4) mengetahui perbedaan hasil belajar antara peserta didik yang menggunakan E-LKPD berbasis problem based learning dengan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan desain non-equivalent control-group design. Sampel dipilih menggunakan teknik simple random sampling, yang menghasilkan peserta didik kelas VII-A sebagai kelas kontrol dan peserta didik kelas VII-F sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar kognitif dalam bentuk 35 butir soal pilihan ganda. Teknik analisis data meliputi uji N-Gain, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis (analisis komparatif dua sampel independen). Hasil penelitian menunjukkan: (1) adanya peningkatan hasil belajar dengan nilai rata-rata meningkat dari 42,86 (pretest) menjadi 80,20 (posttest); (2) besar peningkatan hasil belajar digambarkan dengan skor rata-rata N-Gain sebesar 0,64 yang masuk dalam interpretasi sedang; (3) tingkat keefektifan pembelajaran tercermin dari persentase skor rata-rata N-Gain sebesar 64,00% yang berada dalam interpretasi cukup efektif, meskipun dari sisi waktu kurang efektif karena membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan metode konvensional; dan (4) hasil uji hipotesis menunjukkan perbedaan antara kedua kelas (thitung = –3,68 < –ttabel = –2,00). Dengan demikian, E-LKPD berbasis problem based learning terbukti dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Secara teoritis, temuan ini mendukung pentingnya pembelajaran berpusat pada peserta didik melalui pemecahan masalah nyata. Secara praktis, penelitian ini memberikan wawasan bagi guru dalam merancang pembelajaran menggunakan E-LKPD berbasis problem based learning.
Penerapan PBL dengan Multi-Representasi untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMP Frency Sapetrus; Pri Ariadi Cahya Dinata; Theo Jhoni Hartanto
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 7 No. 1 (2025): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v7i1.19597

Abstract

Permasalahan rendahnya keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran IPA masih sering dijumpai, khususnya ketika mereka dihadapkan pada materi yang membutuhkan pemahaman konseptual dan pemecahan masalah. Kondisi ini menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang mampu mendorong peserta didik untuk berpikir lebih mendalam dan aktif terlibat dalam proses belajar. Problem Based Learning dengan Multi-Representasi didefinisikan sebagai model pembelajaran berbasis masalah yang menggunakan berbagai bentuk representasi untuk menyajikan informasi, mendukung penyelesaian masalah, dan memperdalam pemahaman peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan Model Problem Based Learning dengan Pendekatan Multi-Representasi efektif dalam meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta didik SMP di kota Palangka Raya pada Materi Usaha dan Energi. Penelitian ini menggunakan desain pre- experimental design dengan “One Grup Pretest Posttest”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP di kota Palangka Raya, dengan sampel penelitian adalah peserta didik kelas VIII-B berjumlah 15 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan berpikir kritis sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) perlakuan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa terdapat peningkatan rata-rata skor keterampilan berpikir kritis peserta didik sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) perlakuan yang ditunjukan dengan nilai mean pretest sebesar 21,917 dan mean posttest meningkat menjadi 64,083. Hasil uji statistik inferensial menggunakan uji Uji Wilcoxon Signed-Rank Test (alternatif uji karena data posttest tidak normal) menunjukkan bahwa penerapan model PBL dengan pendekatan Multi-Representasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik, dengan nilai Z = - 3,412 dengan Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,001 pada taraf signifikansi α = 0,05. Selain itu, hasil perhitungan N-Gain Score dengan nilai rata-rata N-Gain keseluruhan adalah 0,54 menunjukkan kategori peningkatan sedang. Sehingga dapat dikatakan bahwa penggunaan PBL dengan multi-representasi secara signifikan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa penerapan model PBL dengan pendekatan Multi-Representasi dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis peserta didik serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dan penguatan kompetensi abad ke-21.
Kajian Etno-Kimia Pada Ritual Ngasap Nenghi di Desa Semurup Kabupaten Kerinci Miranda Delvina; Ravico; Anggi Desviana Siregar
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 7 No. 1 (2025): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v7i1.20877

Abstract

Ritual Ngasap Nenghi di Desa Semurup, Kabupaten Kerinci, merupakan warisan budaya yang sarat nilai spiritual dan ekologis, serta mencerminkan hubungan manusia dengan alam dan kekuatan transendental. Melalui pendekatan etnokimia, penelitian ini menemukan bahwa bahan-bahan alami yang digunakan—seperti kemenyan putih, gaharu, akar wangi, kulit kayu manis, bunga rampai, dan air cinano yang diracik dari mata air, daun sirih, melati, serta jeruk purut—mengandung senyawa bioaktif yang bersifat antiseptik, anti-inflamasi, relaksan, dan antidepresan. Temuan ini menunjukkan bahwa pengetahuan tradisional yang terkandung dalam ritual tersebut memiliki dasar ilmiah yang dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran sains, khususnya kimia. Implikasi praktisnya meliputi pengembangan materi ajar kimia kontekstual yang mengangkat senyawa metabolit sekunder dari tumbuhan lokal, penggunaan metode project-based learning dalam eksperimen ekstraksi dan analisis zat aktif, serta pelatihan guru untuk mengaitkan topik kimia seperti minyak atsiri, senyawa aromatik, dan bioaktivitas bahan alam dengan praktik budaya lokal. Dengan pendekatan ini, literasi sains siswa dapat ditingkatkan secara holistik, sekaligus memperkuat identitas budaya dan pelestarian kearifan lokal.
Penerapan Model Pembelajaran Direct Instruction Berbantuan Laboratorium Nyata dan Virtual terhadap Hasil Belajar Kognitif dan Psikomotor pada Materi Pengukuran di Kelas VII Muhammad Rizqi Muflihuddin; Pri Ariadi Cahya Dinata; Maya Mustika
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 7 No. 1 (2025): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v7i1.21388

Abstract

Hasil observasi menunjukkan terdapat masalah dalam pembelajaran yakni kurangnya kemampuan kognitif dan psikomotor peserta didik jenjang SMP khususnya pada materi pengukuran yang disebabkan beberapa hal, salah satunya tidak dilakukannya praktikum karena alasan alat praktikum yang sedikit, namun sekolah juga tidak melakukan praktikum secara virtual untuk mengatasi masalah sekaligus memperkenalkan adaptasi teknologi ke peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan  untuk mengetahui hasil belajar kognitif dan psikomotor peserta didik melalui penerapan model pembelajaran direct instruction berbantuan laboratorium nyata dan virtual pada materi pengukuran di kelas VII salah satu SMP di Palangka Raya tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain penelitian one shot case study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII salah satu SMP di Palangka Raya tahun ajaran 2024/2025 yang terdiri atas 11 kelas yakni kelas VII-1 sampai kelas VII-11. Sampel pada penelitian ini hanya menggunakan satu kelompok (satu kelas) yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar dan tes psikomotor, dengan analis data yang dilakukan adalah ketuntasan hasil belajar kognitif dan ketuntasan hasil belajar psikomotor. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa 22 dari 32 peserta didik atau secara klasikal 68,75% peserta didik telah berhasil mencapai ketuntasan kognitif. Kemudian 13 dari 15 TPK juga telah berhasil dicapai ketuntasannya. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan penggunaan model pembelajaran direct instruction berbantuan laboratorium virtual dan laboratorium nyata dapat memberikan kemampuan kognitif dan psikomotor yang baik bagi peserta didik pada materi pengukuran kelas VII SMP. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk dunia pendidikan khususnya menjadi referensi bagi pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran IPA jenjang SMP pada materi pengukuran agar pendidik dapat memberikan pengetahuan teori dan kemampuan psikomotor yang baik bagi peserta didik.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Pada Materi Tekanan Zat di Kelas VIII SMP Dita Marsena; Gunarjo S. Budi; Theo Jhoni Hartanto
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 7 No. 2 (2025): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v7i2.15316

Abstract

Model pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan suatu model pembelajaran dimana guru sebagai fasilitator yang memberikan bimbingan atau petunjuk kepada peserta didik dalam proses belajar mengajar di kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui: (1) Keterampilan psikomotor peserta didik, (2) ketutasan hasil belajar kognitif peserta didik. Populasi penelitian adalah seluruh kelas VIII semester II SMP Negeri di Palangka Raya tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah 11 kelas. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 1 kelas dari 11 kelas dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII-8 dengan jumlah peserta didik 32 peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes keterampilan psikomotor peserta didik dan tes hasil belajar kognitif. Hasil uji coba tes hasil belajar menunjukkan dari 40 soal terdapat 5 soal gugur. Soal yang dipakai dalam penelitian berjumlah 35 soal. Reliabilitas instrumen tes hasil belajar sebesar 0,81 dengan kategori sangat tinggi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah keterampilan psikomotor peserta didik secara individu dari 32 peserta didik yang mengikuti tes, diperoleh 6 orang peserta didik dengan kategori sangat baik (18,75%), 13 orang peserta didik dengan kategori baik (40,62%), 11 orang peserta didik dengan kategori cukup baik (34,37%), 2 peserta didik dengan kategori kurang baik (6,25%). Sedangkan untuk ketuntasan belajar peserta didik secara individu dari 32 peserta didik yang mengikuti tes hasil belajar, di peroleh 23 orang peserta didik yang tuntas dan 9 orang peserta didik tidak tuntas. Secara klasikal pembelajaran tidak tuntas, karena hanya diperoleh 71,88% peserta didik yang tuntas dari standar ketuntasan klasikal yang ditetapkan yaitu ≥75%. TPK yang tuntas sebanyak 27 TPK dari 35 TPK, dengan persentase TPK yang tuntas 77,14%.
Penerapan Model Discovery Learning untuk Mencapai Ketuntasan Hasil Belajar pada Materi Kalor di Kelas XI SMA Novita Sarey; Pri Ariadi Cahya Dinata, S.Pd., M.Pd; Andi Bustan, M.Si
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 7 No. 2 (2025): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v7i2.15387

Abstract

Pembelajaran fisika yang dilakukan oleh guru masih menggunakan metode ceramah dan model konvensional, yang mengakibatkan peserta didik menjadi tidak aktif dan hasil belajar rendah. Model pembelajaran yang sesuai dengan permasalahan di atas dan dapat membantu peserta didik mencapai ketuntasan belajar adalah model discovery learning. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ketuntasan hasil belajar kognitif dan respon peserta didik setelah menggunakan pembelajaran fisika dengan model Discovery Learning pada materi kalor di kelas XI SMA di Palangka Raya. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kelas XI yang terdiri dari 6 kelas dan kelas kelas XI-1 dipilih melalui metode random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes hasil belajar siswa dalam bentuk pilihan berganda dan angket respon peserta didik terhadap model discovery learning. Soal yang digunakan sebagai tes hasil belajar dalam penelitian ini berjumlah 35 butir soal dengan reliabilitas 0,82 dengan kategori reliable atau sangat tinggi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) hasil belajar peserta didik setelah menerapkan model discovery learning dari 37 siswa yang mengikuti tes hasil belajar di peroleh 32 orang siswa tuntas (86%) dan 5 orang siswa tidak tuntas; (2) Hasil kepraktisan model pembelajaran discovery learning pada materi kalor mendapatkan perolehan skor 92 dimana peserta didik menyatakan bahwa sebagian besar model pembelajaran discovery learning berkategori sangat baik digunakan sebagai media pembelajaran untuk peserta didik kelas XI. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran yang diterapkan mampu memperbaiki hasil belajar siswa, serta mendapat respons yang baik dari peserta didik.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa SMP Teresa Amelia; Muhammad Nawir; Pri Ariadi Cahya Dinata
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 7 No. 2 (2025): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v7i2.21448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan model Problem-Based Learning (PBL) pada materi getaran dan gelombang, serta menganalisis keterkaitan dengan Keterampilan Proses Sains (KPS) yang dikembangkan selama pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan desain one shot case study. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII-A dengan jumlah siswa 24 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes keterampilan proses sains dan soal tes hasil belajar kognitif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa keterampilan proses sains dari 20 orang peserta didik yang mengikuti tes diperoleh 6 orang peserta didik dengan kategori sangat baik (30%), 10 orang peserta didik dengan kategori baik (50%), dan 4 orang peserta didik dengan kategori cukup baik (20%). Aspek pada keterampilan proses sains terdapat merumuskan hipotesis dengan skor 2.45 kategori cukup baik, melakukan percobaan dengan skor 3.70 kategori sangat baik, menganalisis data skor dengan 3.30 kategori baik dan membuat kesimpulan dengan skor 3.15 kategori baik. Ketuntasan hasil belajar kognitif peserta didik dari 20 peserta didik diperoleh 17 siswa tuntas dan 3 siswa tidak tuntas. Sedangkan secara klasikal tuntas, karena diperoleh 85% peserta didik yang tuntas dan mencapai standar ketuntasan klaskal yang diterapkan yaitu ≥75%. Ketuntasan TPK yang terdiri dari 36 TPK diperoleh 28 TPK yang tuntas dengan persentase 78% dan 8 TPK yang tidak tuntas dengan persentase 22%. Hasil ini menunjukkan model PBL dapat mengoptimalkan ketuntasan hasil belajar siswa di kelas.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Lab Virtual Pada Materi Cahaya Di Kelas VIII SMP Alya Alya; Pri Ariadi Cahya Dinata; Yoan Theasy
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 7 No. 2 (2025): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v7i2.25691

Abstract

Masih rendahnya hasil belajar peserta didik pada materi ringan serta kesulitan dalam memahami konsep-konsep yang bersifat abstrak menjadi salah satu permasalahan yang perlu diatasi melalui penerapan model dan media pembelajaran yang inovatif. Model pembelajaran inkuiri terbimbing menekankan keterlibatan aktif peserta didik dalam menemukan konsep melalui kegiatan penyelidikan dengan bimbingan guru. Pemanfaatan laboratorium virtual membantu memvisualisasikan konsep abstrak pada materi cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model inkuiri terbimbing berbantuan laboratorium virtual serta ketuntasan hasil belajar kognitif peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen dengan desain one-shot case study. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas VIII-10 SMP sebanyak 33 peserta didik, dengan 28 peserta didik mengikuti tes hasil belajar. Instrumen penelitian berupa lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan tes hasil belajar kognitif pilihan ganda. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan persentase keterlaksanaan pembelajaran serta ketuntasan hasil belajar secara individu, klasikal, dan Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran berada pada kategori sangat baik dengan persentase 88,67%, sedangkan ketuntasan hasil belajar kognitif secara klasikal sebesar 43% sehingga belum mencapai kriteria ketuntasan klasikal ≥ 75%. Ketuntasan TPK menunjukkan 16 TPK tuntas dan 9 TPK tidak tuntas dengan persentase 64%. Dengan demikian, pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan laboratorium virtual terlaksana sangat baik, namun belum mencapai ketuntasan hasil belajar secara klasikal pada materi cahaya. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menerapkan model inkuiri terbimbing berbantuan laboratorium virtual dengan desain penelitian yang melibatkan pretest dan posttest, memperluas jumlah sampel, serta mengoptimalkan alokasi waktu dan pendampingan selama proses pembelajaran agar dapat meningkatkan ketuntasan hasil belajar peserta didik secara lebih optimal.
Motivasi Belajar Siswa Terhadap Kegiatan Praktikum Berdasarkan Model ARCS (Attention, Relevance, Confidence, and Satisfaction) AJ Suharli; Isnania Isnania
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 8 No. 1 (2026): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v8i1.25911

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji motivasi belajar siswa dalam kegiatan praktikum fisika dengan menggunakan model ARCS. Metode yang diterapkan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan subjek sebanyak 36 siswa di SMA Negeri 1 Muaro Jambi. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket. Instrumen angket disusun berdasarkan indikator pada setiap aspek model ARCS. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan software IBM SPSS Statistics 26 untuk menentukan kategori motivasi belajar siswa serta nilai pada masing-masing aspek model ARCS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa terhadap kegiatan praktikum berada pada kategori sedang. Untuk hasil tiap model ARCS, Satisfaction sebesar 72,89%, Attention sebesar 68,33%, Relevance sebesar 68%, Confidence sebesar 65,89%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan praktikum fisika memberikan pengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa. Namun, aspek confidence perlu ditingkatkan agar menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, memberikan kesempatan untuk lebih mengeksplorasi praktikum dan meningkatkan keingintahuan siswa.