cover
Contact Name
Pri Ariadi Cahya Dinata
Contact Email
priariadi.c@fkip.upr.ac.id
Phone
+6285215013273
Journal Mail Official
bpjpsupr@upr.ac.id
Editorial Address
Jl. Hendrik Timang, Gedung M, Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya, Kampus UPR Tunjung Nyaho, Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
ISSN : 27163431     EISSN : 28072154     DOI : https://doi.org/10.37304/bpjps
Core Subject : Education,
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains is a scientific journal published by the Physics Education Study Program, FKIP University of Palangka Raya. This journal aims to accommodate research articles in the field of Science Education. In the end, this journal is expected to describe the development of science and technology in science education for people in Central Kalimantan (in particular) and Indonesia (in general). This journal is planned to be published twice a year.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 65 Documents
Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning pada Materi Suhu dan Kalor di Kelas VII Semester I bagi Siswa SMP Negeri 14 Palangka Raya Mahmudah, Mifta; Budi, Gunarjo Suryanto; Nawir, Muhammad
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 5 No. 2 (2023): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v5i2.10838

Abstract

Pembelajaran discovery learning merupakan pembelajaran yang berpusat pada siswa yang berfokus pada masalah dengan tujuan supaya siswa memahami konsep pembelajaran sains. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon siswa setelah diterapkannya model pembelajaran discovery learning pada materi suhu dan kalor, dan untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar kognitif siswa setelah diterapkannya model pembelajaran discovery learning pada materi suhu dan kalor. Penlitian ini merupakan penelitian Pre-Experimental menggunakan desain one-shot case study. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak satu kelas dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII-B dengan jumlah 32 siswa. Instrumrn yang digunakan dalam pnelitian ini adalah lembar tes hasil belajar dan angket respon siswa. Tes Hail Belajar (THB) terlebih dahulu di uji cobakan untuk mengetahui validitas isi, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Hasil validitas isi terhadap 40 soal, diperoleh 30 soal valid dan 10 soal tidak valid. Reliabilitas instrument tes hasil belajar sebesar 0,78 dengan kategori sangat tinggi. Berdasarkan uji validitas isi, reliabilitas, taraf kesukaran dan daya pembeda, dari 40 soal yang di uji coba diperoleh sebanyak 30 soal yang digunakan untuk penelitian dan 10 soal gugur. Hasil penelitian yang diperoleh adalah ketuntasan hasil belajar kognitif siswa secara individu diperoleh 24 siswa tuntas dan 8 siswa tidak tuntas dari jumlah keseluruhan siswa 32 siswa. Ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal tuntas, karena diperoleh ≥ 70% siswa yang tuntas dan mncapai standar ketuntasan ≥ 70 %. TPK yang tuntas 23 dari 30 TPK dengan presentase TPK yang tuntas 76,67%. Hasil respon peserta didik terhadap penerapan model pembelajaran discovery learning pada proses pembelajaran yaitu secara keseluruhan rspon positif pada aspek keterlibatan dalam proses pembelajaran, aspek manfaat yang dirasakan dan aspek penggunaan model discovery learning pada pembelajaran materi suhu dan kalor.
Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Terbimbing Pada Materi Pesawat Sederhana untuk Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Siswa SMP Maulida, Atika; Nawir, Muhammad; Dinata, Pri Ariadi Cahya
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 6 No. 1 (2024): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v6i1.11757

Abstract

Pembelajaran sains semestinya melibatkan penyelidikan ilmiah untuk memfasilitasi Keterampilan Proses Sains (KPS) peserta didik. Akan tetapi, pembelajaran yang teacher-centered menghasilkan pembelajaran yang monoton, membuat siswa pasif, dan hasil belajar mereka rendah. Oleh karena itu, penelitian ini mengatasi permasalahan tersebut dengan menggunakan pembelajaran inquiry terbimbing pada materi pesawat sederhana. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui keterampilan proses sains peserta didik dan (2) ketuntasan hasil belajar peserta didik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VIII di sekolah tersebut yang terdiri dari 11 kelas. Sampel dalam penelitian ini diambil secara acak (random sampling) dimana kelas yang terpilih adalah kelas VIII-6 dengan jumlah 31 peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes keterampilan proses sains dan tes hasil belajar kognitif. Dalam penelitian ini dilakukan 5 kali pertemuan yaitu 3 kali pertemuan pembelajaran, 1 kali untuk THB dan 1 kali untuk tes KPS. Hasil penelitian diperoleh KPS 2 (6,45%) peserta didik dengan kategori sangat baik, 24 (80,64%) peserta didik dengan kategori baik dan 4 (12,90%) peserta didik dengan kategori cukup baik. Aspek yang ada dalam KPS terdiri dari merumuskan hipotesis dengan kategori baik, melakukan percobaan dan menarik kesimpulan kategori baik dan menganalissi data dengan kategori cukup baik. Ketuntasan hasil belajar secara individu dari 31 peserta didik yang mengikuti tes diperoleh, 23 peserta didik tuntas dan 8 peserta didik tidak tuntas. Ketuntasan klasikal pembelajaran dinyatakan tidak tuntas karena hanya 74,19% peserta didik tuntas dari standar ketuntasan klasikal sekolah yaitu ≥75%. Ketuntasan TPK materi pesawat sederhana yang terdiri dari 30 soal diperoleh 23 (74,19%) TPK tuntas dan 7 (25,81%) TPK tidak tuntas. Berdasarkan hasil tersebut, pembelajaran inkuiri dapat memfasilitasi keterampilan proses sains dan hasil belajar peserta didik.
Penerapan Pendekatan Saintifik Berbantuan Metode Brain Gym pada Materi Getaran dan Gelombang di Kelas VIII Semester I SMP Negeri 6 Palangka Raya Tahun Ajaran 2023/2024 Sari, Indah; Suhartono; Hartanto, Theo Jhoni
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 5 No. 2 (2023): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v5i2.11920

Abstract

Penelitian ini menggunakan Pendekatan Saintifik Berbantuan Metode Brain Gym. Tujuan penelitian ini mengetahui: (1) keterampilan psikomotor siswa, (2) ketuntasan hasil belajar kognitif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental dengan desain one shot case study. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMP Negeri 6 Palangka Raya. Sampel penelitian sebanyak satu kelas dengan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengamatan keterampilian psikomotor dan tes hasil belajar kognitif siswa dengan jumlah 28 soal. Hasil analisis data menunjukkan bahwa keterampilan psikomotor dalam proses pembelajaran dari 28 siswa yang mengikuti tes, diperoleh 9 siswa (31,14%) dengan katergori sangat baik, 11 siswa (46,43%) dengan kategori baik, dan 6 siswa (21,43%) dengan kategori cukup baik. Hasil belajar kognitif siswa dari 28 siswa yang mengikuti tes diperoleh 22 siswa tuntas dan 6 siswa tidak tuntas. Ketuntasan klasikal tuntas karena diperoleh 78,57% siswa tuntas dan mencapai standar ketuntasan klasikal yang ditetapkan yaitu ≥75%. TPK yang tuntas sebanyak 17 TPK dari 21 TPK yang digunakan dengan persentase TPK 80,95%.
Penerapan Model Inquiry Learning pada Materi Pesawat Sederhana untuk Hasil Belajar Kognitif dan Keterampilan Psikomotor Siswa SMP Marbun, Diah Ananta Sari; Farcis, Fenno; Theasy , Yoan
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 6 No. 1 (2024): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v6i1.12172

Abstract

Inquiry Learning adalah model pembelajaran yang melibatkan seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menemukan pemecahan dari suatu permasalahan yang dipertanyakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterampilan psikomotor peserta didik dalam proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran inquiry learning pada materi pesawat sederhana dan mengetahui ketuntasan hasil belajar kognitif peserta didik setelah menerapkan model pembelajaran inquiry learning pada materi pesawat sederhana. Penelitian ini adalah penelitian praeksperimen dengan model one shot case study. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMP di Palangkaraya yang terdiri dari 9 kelas. Sampel dalam penelitian ini diambil secara acak (random sampling). Kelas yang terpilih sebagai sampel penelitian adalah kelas VIII-6 dengan jumlah peserta didik sebanyak 29 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan keterampilan psikomotor peserta didik dan tes hasil belajar kognitif dengan jumlah 40 soal. Hasil analisis data menunjukkan bahwa keterampilan psikomotor peserta didik setelah pembelajaran dengan model inquiry learning pada materi pesawat sederhana dari 25 peserta didik yang mengikuti tes, terdapat 3 peserta didik dengan kategori sangat baik, 8 peserta didik dengan kategori baik, 8 peserta didik dengan kategori cukup baik, dan 6 peserta didik dengan kategori kurang baik. Hasil belajar kognitif peserta didik dari 29 peserta didik yang mengikuti tes diperoleh 22 peserta didik tuntas dan 7 peserta didik tidak tuntas. Ketuntasan klasikal peserta didik dinyatakan tuntas karena diperoleh 75,86% peserta didik yang tuntas dan mencapai standar ketuntasan klasikal yang ditetapkan yaitu >75%. TPK yang tuntas sebanyak 25 dari 33 TPK dengan persentase TPK 75,76%. Hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran inkuiri dapat memfasilitasi hasil belajar kognitif dengan lebih baik daripada keterampilan psikomotor. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menyusun lembar kerja peserta didik yang lebih sistematis agar kegiatan penyelidikan ilmiah dapat dipahami oleh seluruh siswa.
Penerapan Problem Based Learning Berbantuan Media PhET untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Listrik Statis Khalifatus Sakdiyah; Hartanto, Theo Jhoni; Mustika, Maya
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 6 No. 1 (2024): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v6i1.12547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran dengan model problem based learning berbantuan media PhET. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental menggunakan desain one group pretest and posttest. Sampel pada penelitian ini adalah kelas IX-6 dengan jumlah 31 peserta didik. Pengambilan sampel dilakukan secara acak (random sampling) dengan asumsi seluruh kemampuan peserta didik dalam kelas tersebut dianggap homogen. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes hasil belajar kognitif dengan jumlah 29 butir soal. Hasil uji-t berpasangan (paired sample t-test) menunjukkan sig. (2-tailed) lebih kecil dari 0,005 dimana nilai signifikansinya < 0,001 maka H0 diterima. Hasil uji-t berpasangan tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan rata-rata hasil belajar kognitif sebelum dan setelah mengikuti pembelajaran dengan model PBL berbantuan media PhET. Peningkatan hasil belajar kognitif berdasarkan hasil analisis uji N-Gain sebesar 0,762 dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil dan pembahasan, disimpulkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik setelah menerapkan model problem based learning berbantuan media PhET.
Pengaruh Model Experiential Learning Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Materi Fluida Statis Di Kelas XI Semester II SMA Kristen Palangka Raya Sandi, Gloria Anjelina; Budi, Gunarjo Suryanto; Dinata, Pri Ariadi Cahya
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 6 No. 2 (2024): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v6i2.15106

Abstract

Abstrak – Model Experiential Learning merupakan model pembelajaran berbasis pengalaman yang melibatkan siswa secara langsung dalam masalah dan isu yang dipelajari, sehingga menuntut siswa untuk mencari dan membuktikan sendiri pengetahuannya pada suatu konsep fisika yang dikaitkan dengan pengalaman yang mereka alami sendiri serta menuntut siswa untuk dapat berpikir secara kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model experiential learning terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada materi fluida statis. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian pre experimental menggunakan desain one group pre-test and post-test design dengan populasi seluruh siswa kelas XI MIPA di SMA di kota Palangka Raya Tahun Ajaran 2023/2024. Pengambilan sampel dalam hal ini menggunakan teknik random sampling yaitu dengan melakukan undian terhadap semua kelas populasi dan diperoleh kelas XI-MIPA A sebagai kelas sampel dengan jumlah siswa 20 orang. Instrumen yang digunakan dalam Penelitian ini ada 2 (dua) yakni; (1) Tes Keterampilan Berpikir Kritis; dan (2) Tes Hasil Belajar (THB). Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran fisika dengan menggunakan model Experiential Learning secara keseluruhan pada materi pokok fluida statis berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa sebesar 70,52% dengan kategori tinggi. Hasil belajar siswa diperoleh rata-rata skor sebesar 74,4, sebanyak 15 siswa dinyatakan tuntas secara individu, ketuntasan klasikal mencapai 75% dan ketuntasan TPK mencapai 59,09%. Berdasarkan hasil analisis statistik (uji t) dengan taraf signifikansi 5% diperoleh bahwa perbedaan nilai pretest dan posttest pada pertemuan pertama menunjukkan nilai   (29,82  2,109), pertemuan kedua nilai  (38,19  2,109), dan pertemuan ketiga nilai  (33,40  2,109). Dengan demikian mengacu pada hipotesis yang diajukan bahwa HO  ditolak dan Ha diterima, sehingga pembelajaran fisika dengan menggunakan model  Experiential Learning berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada materi fluida statis dikelas XI SMA di Palangka Raya.  Abstract – The Experiential Learning Model is a learning model-based on experiences that involves students directly in problem and issue which studied, so it requires students to look for and prove their knowledge of a physics concept linked to their experiences and require students to be able to think critically. This research aimed to know the influence of the experiential learning model on critical thinking skills and students learning outcomes in fluid material static. This research was a type of pre-experimental research using one group pre-test and post-test design with the population of all XI MIPA students classes at SMA in Palangka Raya in academic year 2023/2024. The sampling in this case used a random sampling technique, by conducted a lottery on all population classes and gained XI-MIPA A class as the sample with a total of 20 students. There were 2 (two) instruments used in this research namely; (1) Critical Thinking Skills Test; and (2) Learning Outcomes Test (THB). The result of research data analysis showed that physics learning used the Experiential Learning model as a whole in the material static fluid principal had a significant effect on students' critical thinking skills with 70.52% in the high category. Student learning outcomes obtained an average score was 74.4, with 15 students declared complete individually, classical completeness reached 75% and TPK completeness reached 59.09%. Based on the result of statistical analysis (T-test) with a significance level of 5% obtained that the difference in pretest and posttest scores at the first meeting showed the value of  (29.82 > 2.109), the second meeting of the value  (38.19 > 2.109), and the third meeting of the value  (33.40 > 2.109). Therefore, referring to the proposed hypothesis that HO is rejected and Ha is accepted, so physics learning used the Experiential model learning had a significant effect on students' critical thinking skills in static fluid material at XI-A class of SMA in Palangka Raya.
Model Pembelajaran Problem Solving pada Materi Getaran dan Gelombang untuk Melatih Keterampilan Proses Sains di Kelas VIII SMP Saputri, Maisya Dwi; Nawir, Muhammad; Suhartono
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 6 No. 2 (2024): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v6i2.15108

Abstract

Abstrak  – Model Problem Solving adalah model yang mengutamakan pemecahan masalah dalam kegiatan belajar untuk memperkuat daya nalar yang digunakan oleh peserta didik agar mendapatkan pemahaman yang lebih mendasar dari materi yang disampaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) keterampilan proses sains peserta didik setelah dilatih dengan model pembelajaran Problem Solving pada materi getaran dan gelombang. (2) ketuntasan hasil belajar kognitif yang dicapai siswa setelah menerapkan model pembelajaran Problem Solving pada materi getaran dan gelombang. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental menggunakan desain One Shot Case Study. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VIII SMP di Kota Palangkaraya Tahun Ajaran 2023/2024. Sampel penelitian ini dipilih secara random sampling, dimana kelas yang terpilih adalah kelas VIII-3 dengan jumlah 32 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes keterampilan proses sains dan tes hasil belajar kognitif. Hasil uji coba tes hasil belajar kognitif dari 40 soal, diperoleh 10 soal gugur. Jadi soal THB yang digunakan adalah sebanyak 30 soal dengan reliabilitas 0,95. Hasil analisis data menunjukkan bahwa keterampilan proses sains dari 30 siswa yang mengikuti tes diperoleh 6 siswa (20%) dengan kategori sangat baik, 18 siswa (60%) dengan kategori baik dan 6 siswa (20%) dengan kategori cukup baik. Hasil belajar kognitif individu dari 30 siswa yang mengikuti tes diperoleh 23 siswa tuntas dan 7 siswa tidak tuntas. Secara klasikal ketuntasan sebesar 76,67% melebihi standar ketuntasan klasikal yaitu ≥75%. Ketuntasan TPK pada materi getaran dan gelombang dari 30 TPK diperoleh 24 (80%) TPK tuntas dan 6 (20%) TPK tidak tuntas. Hasil ini menunjukkan bahwa model pembelajaran yang diterapkan dapat memfasilitasi keterampilan proses sains siswa dan mencapai hasil belajar yang ditargetkan. Abstract – The Problem Solving Model is a model that prioritizes problem solving in learning activities to strengthen the reasoning power used by students to gain a more basic understanding of the material presented. The purpose of this research is to determine (1) students' science process skills after being trained with the Problem Solving learning model on vibration and wave material. (2) the completeness of cognitive learning outcomes achieved by students after applying the Problem Solving learning model to vibration and wave material. This research is pre-experimental research using a One Shot Case Study design. The population in this study was class VIII of SMP in Palangkaraya City for the 2023/2024 academic year. The sample for this research was chosen by random sampling, where the selected class was class VIII-3 with a total of 32 students. The instruments used in this research were science process skills tests and cognitive learning outcomes tests. The results of the cognitive learning outcomes test trial of 40 questions resulted in 10 failed questions. So the THB questions used were 30 questions with a reliability of 0.95. The results of data analysis show that the science process skills of the 30 students who took the test were obtained by 6 students (20%) in the very good category, 18 students (60%) in the good category and 6 students (20%) in the quite good category. The individual cognitive learning results of the 30 students who took the test showed that 23 students completed and 7 students did not complete. Classically, the completeness level is 76.67%, exceeding the classical completeness standard, which is ≥75%. Completion of TPK on vibration and wave material from 30 TPK obtained 24 (80%) TPK complete and 6 (20%) TPK incomplete. These results shows that the implemented learning model can facilitate students’ science process skill and achieve the determined learning results.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Pada Materi Fisika Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis di Kelas VIII SMP Negeri 9 Palangka Raya Anggela, Nova; Suhartono; Hutahaean, Saulim DT
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 6 No. 2 (2024): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v6i2.15112

Abstract

Model pembelajaran inkuiri terbimbing adalah suatu cara mengajar yang berorientasi pada keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses kegiatan belajar, untuk mengembangkan sikap kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa; 2) ketuntasan belajar siswa kelas VIII-A SMP Negeri 9 Palangka Raya. Penelitian ini merupakan penelitian pra-ekperimental dengan meggunakan desain one group pretest posttest. Populasi peelitian adalah seluruh kelas VIII semester II SMP Negeri 9 Palangka Raya yang berjumlah 8 kelas. Sampel berjumlah 1 kelas dipilih melalui teknik random sampling, dimana kelas yang terpilih adalah kelas VIII-A dengan jumlah siswa 32 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes keterampilan berpikir kritis berupa uraian dan tes hasil belajar berupa soal pilihan ganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pembelajaran fisika dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi getaran sebesar 0,74 kategori tinggi dan pada materi gelombang sebesar 0,75 dengan kategori tinggi dengan rata-rata skor total sebesar 0,74 kategori tinggi dan ketuntasan hasil belajar siswa dari 30 siswa yang mengikuti tes, diperoleh 23 siswa tuntas dan 7 tidak tuntas. Ketuntasan belajar secara klasikal tuntas karena persentase siswa yang tntas sebesar 77% sudah melampaui standar ketuntasa klasikal yang ditetapkan yaitu 75%. Ketuntasan TPK dari 31 TPKsebanyak 28 (90,32%) TPK tuntas dan 3 (10%) TPK tidak tuntas.
Penerapan Model Discovery Learning Pada Materi Suhu dan Kalor di Kelas XI Semester II SMA Negeri di Palangka Raya Nazara, Indra Aribowo; Dinata, Pri Ariadi Cahya; Budi, Gunarjo S.
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 6 No. 2 (2024): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v6i2.15113

Abstract

Abstrak – Model Discovery learning merupakan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan menuntut peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran sehingga peserta didik dapat menemukan konsep pelajaran melalui percobaan serta dapat mememukan dan menyelidiki suatu permasalahan. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan ketuntasan hasil belajar kognitif, (2) Mengetahui peningkatan hasil belajar, (3) Mengetahui respon peserta didik setelah menerapkan model Discovery Learning pada materi suhu dan kalor di kelas XI semester II SMA Negeri di Palangka Raya Tahun Ajaran 2023/2024. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimental dengan menggunakan desain one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI semester II salah satu SMA Negeri di Palangka Raya dengan sampel penelitian yang telah ditentukan adalah kelas XI-6 dengan jumlah 38 peserta didik. Instumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar kognitif dan angket respon peserta didik. Soal tes hasil belajar kognitif berbentuk pilihan ganda dengan 5 pilihan jawaban dan angket respon peserta didik berbentuk pertanyaan dengan 3 pilihan jawaban yang disertai alasan. Hasil data penelitian yang diperoleh menyatakan bahwa ketuntasan hasil belajar kognitif peserta didik dari 29 peserta didik yang mengikuti tes hasil belajar diperoleh jumlah peserta didik yang tuntas yaitu 23 peserta didik dan jumlah peserta didik yang tidak tuntas sebanyak 6 peserta didik. Ketuntasan secara klasikal diperolah sebanyak 23 peserta didik tuntas (79,32%) hasil ini sudah memenuhi kriteria yang ditetapakan sekolah yaitu ≥75%, yang berarti secara kalsikal pembelajaran dinyatakan tuntas, sementara masih ada 6 peserta didik (20,68%) tidak tuntas secara klasikal. Tujuan pembelajaran khusus yang tuntas diperoleh sebanyak 23 butir soal (76,67%) dan sebanyak 7 butir soal (23,33%) tidak tuntas. Peningkatan hasil belajar peserta didik diperoleh N-Gain sebesar 0,68 yang tergolong kategori sedang dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,657. Hasil angket respon peserta didik menyatakan bahwa pembelajaran yang diterapkan menarik minat peserta didik, suasana kelas cukup senang bagi peserta didik, soal-soal evaluasi cukup membantu peserta didik, LKPD cukup memudahkan peserta didik, pembelajaran dengan model discovery learning memudahkan peserta didik menganalisis pembelajaran, guru sangat memotivasi peserta didik, guru sangat membimbing peserta didik, pelaksanaan pembelajaran cukup mudah, pembelajaran berkelompok sangat membantu peserta didik dan tidak ada kendala dalam pembelajaran dengan model discovery learning. Abstract – Discovery learning model is a learning model that is centered on students and requires students to be actively involved in learning so that students can find lesson concepts through experiments and can find and investigate a problem. The objectives of this study are: (1) Describing the completeness of cognitive learning outcomes, (2) Knowing the increase in learning outcomes, (3) Knowing the response of students after applying the Discovery Learning model to temperature and heat material in class XI semester II of State Senior High School in Palangka Raya Academic Year 2023/2024. This research is a pre-experimental research using a one group pretest-posttest design. The population in this study was the entire class XI semester II of one of the State High School in Palangka Raya with the research sample that has been determined is class XI-6 with a total of 38 students. The instruments used in this study were cognitive learning outcome tests and student response questionnaires. Cognitive learning outcomes test questions in the form of multiple choice with 5 answer choices and questionnaire responses in the form of questions with 3 answer choices accompanied by reasons. The results of the research data obtained state that the completeness of the cognitive learning outcomes of students from 29 students who took the learning outcomes test obtained the number of students who were complete, namely 23 students and the number of students who were not complete as many as 6 students. Classical completeness is obtained as many as 23 students complete (79.32%) this result has met the criteria set by the school which is ≥75%, which means that the learning is declared complete, while there are still 6 students (20.68%) not classically complete. Specific learning objectives that were completed were obtained as many as 23 items (76.67%) and as many as 7 items (23.33%) were not completed. The increase in student learning outcomes obtained N-Gain of 0.68 which is classified as a moderate category with an average N-Gain of 0.657. The results of the students' response questionnaire stated that the learning applied attracted students' interest, the classroom atmosphere was quite happy for students, the evaluation questions were quite helpful for students, LKPD made it easy for students, learning with the discovery learning model made it easy for students to analyze learning, teachers really motivated students, teachers really guided students, learning implementation was quite easy, group learning really helped students and there were no obstacles in learning with the discovery learning model.
Penerapan Model Pembelajaran Direct Instruction Berbasis Google Sites Pada Materi Pengukuran Kelas X Semester I Di Sma Negeri 4 Palangkaraya Tahun Ajaran 2023/2024 Manik, Lenni Junita; Suhartono; Bustan, Andi
Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 6 No. 2 (2024): Bahana Pendidikan: Jurnal Pendidikan Sains
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bpjps.v6i2.15174

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Aktivitas belajar peserta didik selama menerapkan model pembelajaran berbasis google sites pada materi pengukuran (2) Ketuntasan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran fisika setelah menerapkan model pembelajaran berbasis google sites pada materi pengukuran. Penelitian ini merupakan penelitian pre-exsperimental menggunakan desain one-shot case study. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X SMA di kota Palangka Raya. Setelah dilakukan pemilihan secara acak, kelas yang terpilih sebagai kelas sampel adalah kelas X-10 dengan jumlah peserta didik 42 orang. Instrumen penelitian berupa lembar observasi aktivitas belajar peserta didik dan Tes Hasil Belajar kognitif. Lembar observasi aktivitas belajar peserta didik berbentuk uraian objektif sebanyak 11 butir soal mencakup 3 aktivitas belajar  peserta didik yaitu antusias peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, respon peserta didik terhadap materi dan interaksi peserta didik dengan peserta didik. THB kognitif peserta didik berbentuk soal pilihan berganda sebanyak 38 butir soal. Hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) hasil rata-rata aktivitas belajar peserta didik kelas X-10 SMA di kota Palangka Raya tiap pertemuan secara keseluruhan sebesar 77,45% dengan kategori cukup baik. (2) ketuntasan belajar individu dari 42 peserta didik yang mengikuti tes, diperoleh 31 peserta didik tuntas dan 11 peserta didik tidak tuntas. Ketuntasan klasikal sebesar 73,8%, secara klasikal tidak tuntas. TPK yang tuntas sebanyak 31 TPK dari 38 TPK yang digunakan dengan persentase sebesar 81,57%. Hasil ini menunjukkan model pembelajaran direct instruction berbasis Google Sites dapat membantu pencapaian hasil belajar siswa, sekaligus meningkatkan aktivitas belajar mereka. Abstract – This study aims to determine: (1) Students' learning activities during the application of google sites-based learning model on measurement material (2) The completeness of students' learning outcomes in physics learning after applying google sites-based learning model on measurement material. This research is a pre-experimental research using one-shot case study design. The study population was all students of class X SMA in Palangka Raya. After random selection, the class selected as the sample class was class X-10 with 42 students. The research instruments were in the form of observation sheets of students' learning activities and cognitive tests. The observation sheet of students' learning activities is in the form of objective descriptions of 11 items covering 3 student learning activities, namely the enthusiasm of students in participating in learning, students' response to the material and students' interaction with students. THB cognitive learners in the form of multiple choice questions as many as 38 items. The results of the research obtained are (1) the average results of learning activities of students in class X-10 SMA in Palangka Raya per meeting as a whole amounted to 77.45% with a fairly good category. (2) individual learning completeness of 42 students who took the test, obtained 31 students were complete and 11 students were not complete. Classical completeness was 73.8%, classically incomplete. The completed TPKs were 31 out of 38 TPKs used with a percentage of 81.57%.