cover
Contact Name
Muhammad Taufiq Azhari
Contact Email
research.yana@gmail.com
Phone
+6282161984112
Journal Mail Official
bagasfahriansyah16@gmail.com
Editorial Address
Head Office : Jl. Sisingamangaraja Nomor 171 Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara Editorial Office : Jl. Bilal Ujung, Kota Medan, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JITTU (Jurnal Ilmu Teknologi Ternak Unggul)
ISSN : 29629446     EISSN : 29631823     DOI : https://doi.org/10.58432/jittu
Core Subject : Agriculture,
JITTU (Jurnal Ilmu Teknologi Ternak Unggul) adalah jurnal ilmiah yang secara umum membahas topik tentang ilmu peternakan. JITTU diterbitkan dan dikelola oleh Yayasan Amanah Nur Aman. JITTU terbit dalam waktu dua kali dalam setahun bulan Juni dan Desember. JITTU menerbitkan artikel penelitian dengan topik pemuliaan dan genetika hewan, ilmu reproduksi hewan, anatomi dan fisiologi hewan, nutrisi dan teknologi pakan hewan, hijauan, produksi hewan, bioteknologi hewan, perilaku hewan, Kesehatan hewan, system peternakan, sosialhewan-industri ekonomi, kebijakan peternakan dan pertanian, dan teknologi produk hewan. JITTU (Jurnal Ilmu Teknologi Ternak Unggul) is a scientific journal that generally discusses topics related to animal husbandry. JITTU is published and managed by Yayasan Amanah Nur Aman. JITTU is published twice a year in Juny and December. JITTU publishes research articles on the topics of animal breeding and genetics, animal reproduction science, animal anatomy and physiology, animal nutrition and technology, forage, animal production, animal biotechnology, animal behavior, animal health, animal systems, social-industrial economy, livestock policy and agriculture, and animal product technology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 13 Documents
PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK TUMBUHAN OBAT SEBAGAI FEED ADDITIVE TERHADAP KADAR PROTEIN DAGING AYAM BROILER Ade Fahira Sazani; Sumardi; Kurniawan Sinaga
Jurnal Ilmu Teknologi Ternak Unggul (JITTU) Vol 1 No 1 (2022): Volume 1 Nomor 1, Juli 2022
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/jittu.v1i1.419

Abstract

ABSTRAK Ayam broiler merupakan salah satu sumber protein hewani yang murah. Ayam broiler sebagai penghasil daging mempunyai pertumbuhan yang cepat, dengan deposisi lemak dan protein tinggi. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pemberian 3% ekstrak kombinasi tumbuhan obat daun pepaya, daun alpukat, herba meniran, daun sirsak, kunyit dan temulawak dengan berbagai rasio terhadap kadar protein ayam broiler.Penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Metode penelitian meliputi penyiapan bahan uji berupa pengumpulan dan pengolahan tumbuhan, identifikasi tumbuhan dengan cara studi pustaka, pembuatan serbuk simplisia, pembuatan ekstrak etanol dari daun pepaya, daun sirsak dan herba meniran, pembuatan ekstrak akuades dari daun sirsak, kunyit, dan temulawak, pembuatan pakan yang diformulasikan dengan kombinasi ekstrak tumbuhan obat sesuai dengan formula, pemeliharaan ayam, pengambilan sampel daging ayam, serta pengujian sampel daging yakni analisis kadar protein daging ayam dengan menggunakan metode Kjedahl. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan enam ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA) dan dibandingkan secara deskriptif dengan F0 yang menggunakan pakan komersial.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan kombinasi ekstrak tumbuhan obat sebanyak 3% tidak mempengaruhi kadar protein daging ayam. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa penambahan ekstrak kombinasi tumbuhan obat tidak memberikan pengaruh yang nyata (sig.> 0.05) terhadap kadar protein daging ayam broiler. Kata Kunci : Broiler; Ekstrak Kombinasi Tumbuhan Obat; Kadar Protein. ABSTRACT Broiler chicken is a cheap source of animal protein. Broiler chickens as meat producers have fast growth, with high fat and protein deposition. The purpose of this study was to determine the effect of giving 3% combination extracts of medicinal plants papaya leaves, avocado leaves, meniran herbs, soursop leaves, turmeric and temulawak with various ratios on the protein content of broiler chickens. This study was an experimental study. The research method includes the preparation of test materials in the form of collecting and processing plants, identifying plants by means of a literature study, making simplicia powder, making ethanol extracts from papaya leaves, soursop leaves and meniran herbs, making aquadest extracts from soursop leaves, turmeric, and temulawak, making feed. which is formulated with a combination of medicinal plant extracts according to the formula, raising chickens, taking samples of chicken meat, and testing meat samples, namely the analysis of protein content of chicken meat using the Kjedahl method. The research design used was a completely randomized design (CRD) which consisted of four treatments and six replications. The data obtained were analyzed by means of variance (ANOVA) and compared descriptively with F0 using commercial feed. The results of analysis of variance (ANOVA) showed that the addition of a combination of medicinal plant extracts did not have a significant effect (sig.> 0.05) on the protein content of broiler meat. Keywords: Broilers; Medicinal Plant Combination Extracts; Protein content.
ANALISA PENGARUH IKLIM DATARAN TINGGI DAN RENDAH TERHADAP PERFORMA AYAM BOILER Edi Permana Surbakti; Andhika Putra; Tharmizi Hakim
Jurnal Ilmu Teknologi Ternak Unggul (JITTU) Vol 1 No 1 (2022): Volume 1 Nomor 1, Juli 2022
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/jittu.v1i1.420

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan produktivitas ayam broiler dari perbedaan dataran tinggi dan dataran rendah. metode penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif, yaitu jenis penelitian yang sifatnya menggambarkan pemeliharaan beternak ayam broiler pada dataran rendah dan tinggi. Data dianalisis dengan Uji T digunakan untuk mengetahui perbedaan konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan dan mortalitas ayam broiler pada dataran rendah dan tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi pakan terbaik didataran rendah yaitu 101.10 g/ekor/hari dan di dataran tinggi yaitu 96.13 g/ekor/hari, namun rata-rata pertambahan bobot badan terbaik yaitu pada dataran tinggi sebesar 60.29 g/e/hari dan dataran rendah sebesar 57.43 g/ekor/hari, konversi pakan terbaik pada pemeliharaan dataran tinggi 1,53 dan dataran rendah 1,71. Dan untuk moratalitas terbaik pada pemeliharaan di dataran tinggi sebesar 3.78 % dan di dataran rendah 4.98 %. Kata Kunci : Dataran Tinggi; Dataran Rendah; Performans; Ayam Broiler. ABSTRACT The purpose of this study was to determine the productivity of broiler chickens from the differences between the highlands and the lowlands. This research method is descriptive quantitative, that is, the type of research that describes the maintenance of raising broiler chickens in the lowlands and highlands. Data analyzed by T test was used to determine differences in feed consumption, body weight gain, feed conversion and mortality of broiler chickens in the lowlands and highlands. The results of the analysis showed that the best average feed consumption in the lowlands was 101.10 g/head/day and in the highlands it was 96.13 g/head/day, but the best average body weight gain was in the highlands of 60.29 g/e/day. and in the lowlands of 57.43 g/head/day, the best feed conversion was in the highlands of 1.53 and 1.71 in the lowlands. And for the best mortality in maintenance in the highlands of 3.78% and 4.98% in the lowlands. Keywords: Highlands; Lowland; Performance; Broiler Chicken.
PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK TUMBUHAN OBAT SEBAGAI FEED ADDITIVE TERHADAP BOBOT BADAN AYAM BROILER Sella Gustina; Sumardi; Kurniawan Sinaga
Jurnal Ilmu Teknologi Ternak Unggul (JITTU) Vol 1 No 1 (2022): Volume 1 Nomor 1, Juli 2022
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/jittu.v1i1.421

Abstract

ABSTRAK Feed Additive adalah bahan tambahan yang digunakan pada pakan ternak untuk mendapatkan pertumbuhan ternak yang optimal. Beberapa tumbuhan seperti daun pepaya, daun alpukat, daun sirsak, herba meniran, kunyit, dan temulawak merupakan tumbuhan yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri, antiparasit, menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan sistem imun, dan meningkatkan metabolisme sehingga memiliki potensi sebagai feed additive dalam sediaan formulasi. Formula diuji dengan pemberian pakan pada ayam yang dapat digunakan oleh masyarakat. Metode pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan tahapan yaitu daun pepaya, daun alpukat, daun sirsak, herba meniran, kunyit dan temulawak masing-masing diekstraksi maserasi dan dekok menggunakan pelarut etanol dan aquadest kemudian di formulasi dan dilakukan pencampuran ke dalam ransum yang di uji terhadap 24 ekor ayam broiler. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan kemudian data dianalisis menggunakan ANOVA. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah bobot badan ayam broiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak tumbuhan obat sebagai Feed Additive secara umum mampu meningkatkan bobot badan, bahkan pada Formulasi 1 memberikan pengaruh meningkatkan bobot badan akhir ayam broiler yang paling besar. Hal ini menunjukkan ekstrak tumbuhan obat Formulasi 1 memiliki efek terhadap peningkatan bobot badan. Kata Kunci : Feed Additive; Bobot Badan; Ekstrak; Tumbuhan Obat; Ayam broiler. ABSTRACT Feed Additives are additional ingredients used in animal feed to get optimal livestock growth. Some plants such as papaya leaves, avocado leaves, soursop leaves, meniran herbs, turmeric, and javanese tumeric are plants that have activities as antibacterial, antiparasitic, reduce cholesterol levels, increase the immune system, and increase metabolism so that it has the potential as feed additives for the formulation. The formula is tested by feeding it to the chicken that can be used by the community. The method used was purposive sampling which is extraction by maceration and decoction of papaya leaves, avocado leaves, soursop leaves, herbaceous meniran, turmeric and javanese tumeric using ethanol and aquadest as the solvents then formulated and mixed into rations then tested against 24 broilers. The design used in the research is the Completely Randomized Design (CRD) with 4 handling and 6 replications than the data were analyzed using ANOVA. The parameter observed for this study was the body weight of broiler chickens. The results showed that the combination of medicinal plant extracts as a Feed Additive generally was able to increase body weight of the broiler chickens, even in Formulation 1, the body weight of broiler chickens increased the largest. This shows that the medicinal plant extract of Formulation 1 has an effect on increasing body weight. Keyword: Feed Additive; Body Weight; Extracts; Medicinal Plant; Broiler chicken.
PENENTUAN BOBOT BADAN SAPI PERANAKAN ONGOLE BETINA BERDASARKAN PROFIL BODY CONDITION SCORE (BCS) Iqbal
Jurnal Ilmu Teknologi Ternak Unggul (JITTU) Vol 1 No 1 (2022): Volume 1 Nomor 1, Juli 2022
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/jittu.v1i1.422

Abstract

ABSTRAK Sapi PO mempunyai beberapa kelebihan yaitu mampu beradaptasi terhadap berbagai kondisi lingkungan, sapi ini diperlihara sebagai sapi potong penghasil daging. Beberapa metode telah dikembangkan untuk memprediksi berat badan berdasarkan ukuran linear tubuh. Metode penelitian dengan menggunakan metode deskriptif,dengan cara wawancara kepada peternak dan pengambilan data dengan cara pengukuran panjang badan, tinggi gumba,lingkar dada. Penggunaan rumus modifikasi baru lebih tepat digunakan dalam penentuan bobot badan sapi PO betina di Kecamatan Bahorok, karena selisih berat badan asli tidak terlalu tinggi dengan selisih berat badan menggunakan rumus modifikasi baru dengan nilai rataan sebesar 21,78 dan dengan standar deviasi sebesar 13,20. Rumus Schrool dan rumus Winter Indonesia maupun rumus modifikasi lama tidak akurat digunakan karena rataan selisih dan standar deviasi diantaranya banyak faktor yang mempengaruhi, meliputi faktor lingkungan dan faktor genetik. Kata Kunci : Sapi Peranakan Ongole; body condition score (BCS); Rumus Modifikasi. ABSTRACT PO cattle have several advantages, namely being able to adapt to various environmental conditions, these cows are raised as beef cattle. Several methods have been developed to predict body weight based on linear body measurements. The research method used descriptive method, by interviewing breeders and collecting data by measuring body length, gumba height, and chest circumference. The use of the new modified formula is more appropriate in determining the body weight of female PO cattle in Bahorok District, because the difference in the original body weight is not too high with the difference in body weight using the new modified formula with an average value of 21.78 and a standard deviation of 13.20. The Schrool formula and the Winter Indonesia formula as well as the old modified formulas are not accurate to use because the average difference and standard deviation are many influencing factors, including environmental factors and genetic factors. Keywords: Ongole cross breed cattle, body condition score (BCS), Modification formula
PERSENTASE NONKARKAS DOMBA LOKAL JANTAN DENGAN PENGGUNAAN POD KAKAO FERMENTASI DALAM RANSUM Anisa Aprilia
Jurnal Ilmu Teknologi Ternak Unggul (JITTU) Vol 1 No 1 (2022): Volume 1 Nomor 1, Juli 2022
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/jittu.v1i1.423

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian pod kakao fermentasi terhadap persentase non karkas domba lokal Jantan. Penelitian dilaksakan di peternakan domba milik Bapak Umar yang berlokasi di jalan Asahan, Kota Pematangsiantar, pada bulan Oktober -Desember 2021. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan menggunakan domba dengan rataan bobot awal 12,65± 1,00 kg. Perlakuan terdiri dari 5 level pemberian pod kakao fermentasi P0 : (0%), P1 : (20%), P2 : (40%), P3 : (60%), P4 : (80%). Parameter yang diamati adalah : persentase bobot kepala, kaki, kulit, ekor, trakea dan paru-paru, hati, jantung, ginjal, darah, perut majemuk dan usus. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase bobot non karkas eksternal seperti kepala, kaki dan ekor menunjukkan hasil yang tidak nyata pada setiap perlakuan (P>0,05). Persentase non karkas internal seperti trakea dan paru-paru, hati, jantung, darah, perut majemuk, usus dan organ eksternal yaitu kulit menunjukkan pengaruh nyata (P<0,05), dimana perlakuan dengan pemberian ransum yang mengandung pod kakao fermentasi dengan komposisi Pakan Komplit (Hijauan 40% + Pod kakao fermentasi 40% + Konsentrat) lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Dapat disimpulkan bahwa pemberian ransum yang mengandung pod kakao 40% lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Kata Kunci : pod kakao; fermentasi; non karkas; domba lokal ABSTRACT The purpose of this experiment (research) are to examine the effect of giving fermented cocoa pods to the percentage of nonlocal carcasses of lamb. The research was carried out on Mr Umar's sheep farm located on Jl. Asahan, Pematangsiantar City, in October-December 2021. The experiment was conducted in the complete randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replications using sheep with an average initial weight of 12.65 ± 1 kg. The treatment consisted of 5 levels of fermented cocoa pods P0 : (0%), P1 : (20%), P2 : (40%), P3 : (60%), P3 : (80%). The parameters observed were: weight of head, foot, skin, tail, trachea and lungs, liver, heart, blood and digestive tract.The results showed that the nonweight percentage external carcass like the head, feet and tail show results which is not real at each treatment (P> 0.05) and significant. to percentage non internal carcass like trachea and lungs, liver, heart, blood, compound stomach, intestines and external organs namely skin shows influence real (P <0.05), where treatment with giving rations containing pods cocoa is fermentating with Comprehensive Feed composition (Forage 40% + Pod cocoa 40% fermentation + concentrate) better than that other treatment. Could concluded that giving rations containing pods 40% better cocoa compared to treatment others. Keywords : Pod cacao, fermentation, noncarcass, local sheep
ANGKA LEMPENG TOTAL DAN CEMARAN BAKTERI PADA DAGING DOMBA DI PASAR TRADISIONAL HAMPARAN PERAK Erikatriayu
Jurnal Ilmu Teknologi Ternak Unggul (JITTU) Vol 1 No 2 (2022): Volume 1 Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/jittu.v1i2.844

Abstract

ABSTRAK Domba merupakan salah satu komoditas ternak penghasil daging yang menyebar di seluruh Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui total cemaran bakteri pada daging domba. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa jumlah cemaran bakteri pada daging domba dipasar tradisional Hamparan Perak terdapat 1 dari 6 sampel yang tercemar atau terkontaminasi Eschericia.coli dan Salmonella sp. Sebagian besar memiliki angka cemaran yang melebih batas maksimal cemaran mikroba standar SNI. Kata kunci: Domba; Eschericia.coli; Salmonella sp.   ABSTRACT Sheep is one of the meat-producing livestock commodities that spread throughout Indonesia. The purpose of this study was to determine the total bacterial contamination in lamb meat. The research method used is descriptive. Based on the results of the study that the amount of bacterial contamination in lamb meat at the Hamparan Perak traditional market, there was 1 out of 6 samples that were contaminated or contaminated with E.coli and Salmonella sp. Most of them have contamination numbers that exceed the maximum limit of SNI standard microbial contamination. Keywords: Sheep; Eschericia. coli; Salmonella sp.
UJI BAKTERI PATOGEN DAGING AYAM DI PASAR TRADISIONAL HAMPARAN PERAK Nuraini sihotang
Jurnal Ilmu Teknologi Ternak Unggul (JITTU) Vol 1 No 2 (2022): Volume 1 Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/jittu.v1i2.845

Abstract

ABSTRAK Daging ayam merupakan salah satu sumber protein hewani bagi manusia. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeteksi bakteri patogen pada daging ayam yang dijual di pasar tradisional hamparan perak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriktif. Parameter yang diamati yaitu karakteristik morfologi bakteri, pewarnaan bakteri, uji total plate count (TPC), dan Uji Cemaran bakteri Salmonella dan E. coli. Berdasarkan hasil penelitian Total Plate Count (TPC) pada 10 sampel daging ayam broiler menunjukkan bahwa 8 sampel dalam penelitian ini layak konsumsi sesuai dengan baku mutu SNI dan 2 sampel tidak layak konsumsi. Hasil pengujian  E.coli diperoleh sebanyak 7 Penjual memenuhi syarat dan 3 Penjual melebihi batas yang telah ditetapkan SNI 7388:2009 tentang batas maksimum cemaran E.coli yaitu 1 x 101 koloni/gram. Hasil pengujian Salmonella sp. Ditemukan 8 Penjual memenuhi syarat dan 2 Penjual melebihi batas yang telah ditetapkan SNI 7388:2009 tentang batas maksimum cemaran Salmonella sp. pada daging ayam segar yaitu Negatif/25 gram. Kata kunci : Daging ayam, Escherichia coli, Salmonella, pasar tradisional   ABSTRACT Chicken meat is a source of animal protein for humans. The aim of this study was to detect pathogenic bacteria in chicken meat sold at the Silver Plain traditional market. The method used in this research is descriptive. Parameters observed were morphological characteristics of bacteria, bacterial staining, total plate count (TPC) test, and Salmonella and E. coli contamination test. Based on the results of the Total Plate Count (TPC) study on 10 samples of broiler chicken meat, it was shown that 8 samples in this study were suitable for consumption according to SNI quality standards and 2 samples were not suitable for consumption. The results of the E.coli test showed that 7 traders met the requirements and 3 traders exceeded the limit set by SNI 7388:2009 concerning the maximum limit for E.coli contamination, namely 1 x 101 colonies/gram. Test results Salmonella sp. It was found that 8 traders met the requirements and 2 traders exceeded the limit set by SNI 7388:2009 concerning the maximum limit for Salmonella sp. contamination. in fresh chicken meat that is Negative/25 grams. Keywords: Chicken meat, Escherichia coli, Salmonella, traditional market.
ISOLASI BAKTERI ASAM LAKTAT DARI USUS AYAM Indah Pratiwi Purba
Jurnal Ilmu Teknologi Ternak Unggul (JITTU) Vol 1 No 2 (2022): Volume 1 Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/jittu.v1i2.847

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan hasil isolasi dan karakterisasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa bakteri yang berhasil diisolasi dari isi usus halus ayam tersebut menunjukkan karakteristik sifat Gram positif, berbentuk batang (basil), dan termasuk dalam genus Lactobacillus sp. Oleh karena itu, bakteri asam laktat yang berhasil diisolasi dari ileum ayam kampung berpotensi sebagai agen probiotik. Kata kunci: ileum, bakteri asam laktat, pewarnaan, karakteristik, Lactobacillus sp. ABSTRACT Based on the results of the isolation and characterization that have been carried out, it can be concluded that the bacteria successfully isolated from the chicken's small intestine show characteristics of Gram-positive, rod-shaped (bacillus), and belong to the genus Lactobacillus sp. Therefore, the lactic acid bacteria isolated from the ileum of local chickens have the potential to be used as a probiotic agent. Keywords: ileum, lactic acid bacteria, staining, characteristics, Lactobacillus sp.
PENGARUH EXERCISE TERHADAP KULITAS SPERMATOZOA PADA SAPI SIMENTAL Purwo Siswoyo; Alfath Rusdhi; Agus Suleman
Jurnal Ilmu Teknologi Ternak Unggul (JITTU) Vol 1 No 2 (2022): Volume 1 Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/jittu.v1i2.848

Abstract

ABSTRAK Penelitian pengaruh exercise terhadap kualitas spermatozoa pada sapi simmental dilaksanakan di Laboratorium UPTD Inseminasi Buatan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh exercise terhadap kualitas spermatozoa sapi simmental. Penelitian ini mengunakan tiga ekor sapi jantan yang berumur 2-3 tahun. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. P0: spermatozoa ditampung tanpa exercise. P1: spermatozoa ditampung dengan exercise 5 menit. P2: spermatozoa ditampung dengan exercise 10 menit. P3: spermatozoa ditampung dengan exercise 15 menit yang dilakukan sebelum penampungan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi gerak massa, gerak individu, konsentrasi, viabilitas (persentase hidup – mati). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan adalah volume semen rata-rata 4,2 ml dengan rataan 2,5 – 7,5, warna putih susu dan krem, pH 7 konsistensi sedang-kental. Rataan gerak massa 2,35 ± 0,25. Gerak individu 2,00 ± 0,00, konsentrasi 1.946 ± 179,20, viabilitas 77,11 ± 3,14 dapat disimpulkan bahwa perlakuan exercise tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas spermatozoa sapi simmental. Kata kunci: exercise, spermatozoa, sapi simmental. ABSTRACT The study of the effect of exercise on the quality of spermatozoa in simmental cattle was carried out in the UPTD Laboratory of Artificial Insemination of the Food and Animal Husbandry Service of North Sumatra Province. The purpose of this study was to find out how much influence exercise has on the quality of simmental cow spermatozoa. This study used three bulls aged 2-3 years. The data analysis used in this study was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. P0: spermatozoa are collected without exercise. P1: The spermatozoa is accommodated by a 5-minute exercise. P2: spermatozoa are accommodated by a 10-minute exercise. P3: Spermatozoa are collected by a 15-minute exercise carried out before the shelter. The parameters observed in this study included mass motion, individual motion, concentration, viability (percentage of life - death). The results showed that the examination was an average cement volume of 4.2 ml with an average of 2.5 - 7.5, milky white and creamy, pH 7 medium-thick consistency. Average mass motion 2.35 ± 0.25. Individual movements of 2.00 ± 0.00, concentration of 1.946 ± 179.20, viability of 77.11 ± 3.14 can be concluded that exercise treatment did not significantly affect the quality of simmental cow spermatozoa. Keywords: exercise, spermatozoa, simmental cattle.
PEMANFAATAN TEPUNG DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA L) SEBAGAI FEED ADDITIVE TERHADAP PERFORMANCE AYAM JOPER Ryan Purade; Alfath Rusdhi; Purwo Siswoyo
Jurnal Ilmu Teknologi Ternak Unggul (JITTU) Vol 1 No 2 (2022): Volume 1 Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/jittu.v1i2.849

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun sirsak (annona moricata l) sebagai feed additive terhadap performance ayam joper dilaksanakan di Jalan Amal Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 = (Kontrol), P1 = pakan komersil + tepung daun sirsak 50 gram per kilogram pakan, P2 = pakan komersil + tepung daun sirsak 100 gram per kilogram pakan, P3 = pakan komersil + tepung daun sirsak 150 gram per kilogram pakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian tepung daun sirsak tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan (P>0.05) pakan kontrol (P0) dengan nilai tertinggi sebesar 13,59 (gr/ekor/hari) kemudian konsumsi pakan (P>0.05) P0 dengan nilai terendah sebesar 38,89 (gr/ekor/hari), dan konversi pakan (P>0.05) terendah pakan kontrol (P0) sebesar 2,89. Kata Kunci : Ayam Jawa Super, Pertambahan Bobot Badan, Konsumsi Pakan, Konversi Pakan. ABSTRACT This study aims to determine the effect of giving soursop leaf flour (annona moricata l) as a feed additive to the performance of hens. It was carried out at Jalan Amal Desa Tanjung Anom, Pancur Batu District, Deli Serdang Regency, North Sumatra Province. The method used was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The treatments given were P0 = (Control), P1 = commercial feed + 50 grams of soursop leaf flour per kilogram of feed, P2 = commercial feed + 100 grams of soursop leaf flour per kilogram of feed, P3 = commercial feed + 150 grams of soursop leaf flour per kilogram feed. The results of this study indicate that the provision of soursop leaf flour has no significant effect on body weight gain (P> 0.05) control feed (P0) with the highest value of 13.59 (gr / head / day) then feed consumption (P>0.05) P0 with The lowest value was 38,89 (gr / head / day), and the lowest feed conversion (P> 0.05) was control feed (P0) was 2.89. Keywords: Super Javanese Chicken, Weight Gain, Feed Consumption, Feed Conversion.

Page 1 of 2 | Total Record : 13