cover
Contact Name
Mohamad Ihsan
Contact Email
mohammad.xzan@gmail.com
Phone
+62816675419
Journal Mail Official
agronomika.uniba@gmail.com
Editorial Address
Jl. Agus Salim No.10, Sondakan, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57147
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Agronomika
ISSN : 16930142     EISSN : 25979019     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agronomika, Receive scientific manuscripts of scientists / academics and practitioners in agriculture or related, could be a result of research, case studies, as well as new innovations that have never been published to support agricultural development. This journal contains the results of agricultural research. JURNAL AGRONOMIKA covers research in the following areas: 1. Agrotechnology 2. Pest Management 3. Organic farming 4. Plant Breeding 5. Sustainable agriculture 6. Horticulture 7. Agribusiness 8. Social-economic agricultural issues 9. Agricultural development 10. Agricultural diversification
Articles 106 Documents
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DUA VARIETAS TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis) DENGAN APLIKASI FERMENTASI AIR BEKAS CUCIAN BERAS
AGRONOMIKA Vol 14 No 1 (2019): JURNAL AGRONOMIKA
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi dua varietas tanaman kacang panjang dengan aplikasi fermentasi air cucian beras. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November 2018 sampai januari 2019, di Dukuh Nyaen Rt 02/ Rw 04, Kagokan, Gatak, Sukoharjo dengan ketinggian tempat 104 m dpl. Penelitiaan ini menggunakan metode faktorial dengan pola Split plot disain, terdiri atas dua faktor perlakuan. Adapun kedua faktor perlakuan dengan 6 kombinasi perlakuan masing masing perlakuan diulang (3) kali. Faktor perlakuan pertama, macam varietas tanaman kacang panjang yang ter diri dua varietas (V1= Varietas Kontan Tavi , V2 = Varietas Sabuk Ijo). perlakuan kedua, pemberian dosis fermentasi air cucian beras (B) yang terdiri dari tiga taraf (B1 = tanpa perlakuan, B2 = 0,15 l / 1 l air, B3 = 0,2 l / 1 l air). Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa varietas tanaman kacang panjang (V) berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah polong, dan panjang polong. Berpengaruh nyata terhadap brangkasan segar, berat polong perlubang tanam dan berat polong per petak. Tetapi tidak berpengaruh nyata pada berat brangkasan kering. Pemberian dosis fermentasi air cucian beras (B) berpengaruh sangat nyata terhadap panjang polong, berat polong per lubang polong dan berat polong per petak. Berpengaruh nyata terhadap brangkasan kering, tetapi tidak berpengaruh terhadap berat brangkasan segar dan jumlah polong. Interaksi antara perlakuan varietas dan aplikasi dosis fermentasi air cucian beras (V X B) berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter. Kombinasi perlakuan V2B3 Memberikan berat polong per petak tertinggi yaitu 3770,46 g. Dan berat polong per petak terendah 3499,15 g, pada kombinasi perlakuan V1B1
APLIKASI EFEKTIFITAS MIKROORGANISME BAMBU PADA BERBAGAI MACAM KOTORAN TERNAK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.)
AGRONOMIKA Vol 14 No 1 (2019): JURNAL AGRONOMIKA
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui aplikasi pemberian EMB serta berbagai macam kotoran ternak pada budidaya tanaman terung. Penelitian telah dilaksanakan bulan Oktober 2018 sampai Januari 2019, di Dusun Jati Kembaran, Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo pada ketinggian antara 80 – 125 m dpl. Penelitiaan menggunakan metode faktorial Rancangan Acak  Lengkap (RAL) dua faktor perlakuan dengan 9 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali. Faktor perlakuan pertama, macam kotoran ternak (K) yang terdiri dari 3 taraf (K1 = kotoran ternak ayam, K2 = kotoran ternak kambing serta K3 = kotoran ternak sapi). Faktor perlakuan kedua, konsentrasi EMB (M) yang terdiri dari 3 taraf (M1 = 75 ml/ l, M2 = 100 ml/ l dan M3 = 125 ml/ l). Analisi data menggunakan sidik ragam uji F taraf 5% dan 1% dan jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% dan 1 %. Penelitian menunjukkan bahwa : kotoran ternak terbaik pada perlakuan K1 (kotoran ayam). Perlakuan macam kotoran ternak tidak berbeda nyata dengan brangkasan segar, berta buah, jumlah daun serta tinggi tanaman.. Tinggi tanaman 30 HST tertinggi 18,89 cm diperoleh kombinasi K1M1. Tinggi tanaman 30 HST terendah 10,22 cm diperoleh kombinasi K2M2.
Pengaruh Pemotongan Bibit Dan Pemberian Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.) : Pengaruh Pemotongan Bibit Dan Pemberian Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.) Vifitalloka Dewi; Pramono Hadi; Tri Pamujiasih
AGRONOMIKA Vol 19 No 2 (2021): JURNAL AGRONOMIKA AGUSTUS 2021
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan judul “Pengaruh pemotongan bibi dan pemberian pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.) telah dilaksanakan bulan Oktober sampai bulan Desember 2019. Penelitian dilaksanakan dii Desa Sekrikil, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap, (RAL) dengan pola faktorial 3x3, masing-masing kombinasi perlakuan, diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama adalah pemotongan bibit (P) yang terdiri atas 3 taraf yaitu: tanpa pemotongan pada bibit (p1), dipotong 1/3 bagian dari ujung tanaman (p2); dan dipotong 2/3 bagian dari ujung tanaman (p3). Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang kambing (K) yang terdiri atas 3 taraf yaitu: 40 gram/polybagi atau setara dengan 10 ton/ha (k1); 80 gram/polybag atau setara dengan 20 ton/ha (k2); 120 gram/polybag atau setara dengan 30 ton/ha (k3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemotongan bibit berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tanaman, berat segar konsumsi dan tidak berpengaruh nyata terhadap panjang akar. Perlakuan pemberian pupuk kandang kambing sangat berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, berat segar tanaman, berat segar, konsumsi, dan tidak berpengaruh nyata terhadap panjang akar. Interaksi pemotongan bibit dan pemberian pupuk kandang kambing menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, berat sega tanaman, dan berat segar konsumsi. Pengaruh pemotongan bibit dan pemberian pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun ditunjukkan pada berat segar konsumsi tertinggi (105,22 g) diperoleh pada kombinasi perlakuan P3K3 (dipotong 2/3 bagian dari ujung tanaman, Dosis pupuk kandang kambing 30 ton/ha atau 120 gram/polybag). Berat segar konsumsi terendah (76,27 g), diperoleh pada kombinasi perlakuan P1K1 (tanpa pemotongan, Dosis pupuk kandang kambing 10 ton/ha atau 40 gram/polybag). tinggi tanaman tertinggi (51,00 cm), diperoleh pada kombinasi perlakuan P3K3 (dipotong 2/3 bagian dari ujung tanaman, Dosis pupuk kandang kambing 30 ton/ha atau 120 gram/polybag). Tinggi tanaman terendah (34,67 cm), diperoleh pada kombinasi perlakuan P1K1 (tanpa pemotongan, Dosis pupuk kandang kambing 10 ton/ha atau 40 gram/polybag). Kata kunci: pemotongan bibit, pupuk kandang, daun bawang
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) DENGAN MACAM MULSA ORGANIK Muhammad Taufiq; Mohammad Ihsan; Tri Pamujiasih
AGRONOMIKA Vol 19 No 1 (2021): JURNAL AGRONOMIKA FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui respon pertumbuhanodan hasil beberapa varietas tanaman0mentimun (Cucumisosativus L.). Penelitianiini telah dilaksanakanidi Dukuh Jati, Desa Jati, KecamataniGatak, KabupateniSukoharjo, dengan ketinggianitempat 100 - 500 m dpl. Pada bulan Maret 2020 sampai Mei 2020. Penelitiaan iniomenggunakanometode faktorialldengan polalRancangan AcaklKelompok Lengkapl(RAKL) yanglterdiri dua faktor perlakuan. Faktor perlakuan yanglpertamaoyaitu macamovarietas (V) yangoterdiri darip3 macam (V1 =ovarietas Mercy F1, V2 =ovarietas Misano F1, V3 =ovarietas Zatafy F1). Faktor perlakuan kedua, Pemberian mulsa organik (M) yang terdiri atas 3 macam (M1 = mulsa jerami padi, M2 = mulsa pelepah pisang, M3 = mulsa daun jati). Analisis data menggunakan sidikoragam denganouji Fopada tarafo5% dano1% dan jika ketiga perlakuanoberbeda nyata dilanjutkanodengan ujiojarak bergandaoDuncan padaotaraf 5%. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa : Perlakuan macam varietas berpengaruh sangat nyata terhadapoberat brangkasan segar, umur berbunga, berat buah per tanaman; berpengaruh nyata terhadap berat buah per petak dan berpengaruh tidak nyata pada volume buah per tanaman sangat nyata terhadap berat berangkasan segar, umur berbunga, , panjang polong, berat polong segar dan berpengaruh nyata terhadap jumlah polong. Perlakuan macam mulsa organik berpengaruh sangat nyata pada parameter berat brangkasan segar; berpengaruh nyata terhadap umur berbunga, berat buah per tanaman, berat buah perpetak, dan berpengaruh tidak nyata pada parameter volume buah sedangkanoInteraksi antara perlakuanomacam varietas mentimun dan pemberian macam mulsa organik berbeda tidak nyata terhadap semua parameter.
PENGARUH MACAM MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PLANT0GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASILTANAMAN KAILAN (.Brassica oleraceae var acephala.) Fatma Al Fatonah; Pramono Hadi; Tri Rahayu
AGRONOMIKA Vol 19 No 1 (2021): JURNAL AGRONOMIKA FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Dusun Kondo, Kelurahan Balong, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) ) yang terdiri dari 2 perlakuan Faktor pertama11adalah macam media tanam (M) terdiri dari 3 macam media tanah, kompos jerami dan pupuk kandang kambing (M1), media tanah kompos jerami dan pupuk kandang sapi (M2), media tanah, kompos jerami dan9pupuk kandang ayam (M3) . Faktor kedua uadalah pemberian PGPR (K) yang terdiri atas 3 perlakuan konsentrasi PGPR 0 ml /l air (K0), konsentrasi PGPR 15 ml/l air (K1), konsentrasi PGPR 30m l/l air (K2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa macam media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun, berat berangkasan basah, dan berpengaruh nyata terhadap berat konsumsi dan volume daun dan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman . Perlakuan konsentrasi PGPR sangat berpengaruh sangat nyata terhadap volume daun, dan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, berat konsumsi, danrtinggi tanaman, dan tidak berpengaruh nyata terhadap berat berangkasan6basah. Interaksi macam media tanam dan konsentrasi PGPR menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun per tanaman, berat konsumsi, berat berangkasan basah, tinggi tanaman dan volume daun.
PENGARUH PENGGUNAAN LEGIN DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogea L.) Azis Fadhilah; Tri Rahayu; Libria Widiastuti
AGRONOMIKA Vol 19 No 1 (2021): JURNAL AGRONOMIKA FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaa pupuk kandang sapi dan bakteri rhizobium pada budidaya tanaman kacang tanah. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 sampai dengan Desember 2019 di Dukuh Jrangkah RT 01/04 Desa Sudimoro,Kecamatan Teras,Kabupaten Boyolali dengan ketinggian 170 mdpl.Penelitian ini menggunakan metode faktorial dengan pola Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu, Faktor pertama pemberian pupuk kandang sapi (P) terdiri dari 2 taraf (P0= Tanpa pupuk kandang, P1 = dengan pupuk kandang. Faktor kedua ialah pemberian macam dosis bakteri rhizobium atau legin yang terdiri dari 4 taraf (V0= Tanpa legin,V1= Dosis legin 5 g/kg,V2= Dosis legin 7,5 g/kg,V3= Dosis legin 10 g/kg). Analisis data menggunakan sidik ragam dengan uji F pada taraf 5% dan 1% dan jika ketiga perlakuan berbeda nyata di lanjutkan dengan Uji Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%.Hasil penelitian melihatkan perlakuan (P) berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah polong, berat berangkasan kering, bobot polong, dan biji kering tanaman. Pada hasil penelitian juga melihatkan jika dosis legin (V) terbaik pada perlakuan V3( dosis legin 10 g/kg). Perlakuan dosis legin sangat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman,bobot polong,bobot biji kering tanaman tapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah polong dan berat berangkasan kering tanaman. Interaksi antara pemberian pupuk kandang sapi dan legin (PxV) berpengaruh nyata terhadap berat berangkasan kering,bobot polong,biji kering tanaman.
KAJIAN DOSIS MACAM PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TEMULAWAK (Curcuma xanthoriza) Bagas Gumelar; Pramono Hadi; Tri Pamujiasih
AGRONOMIKA Vol 19 No 1 (2021): JURNAL AGRONOMIKA FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian telah dilakukan pada bulan Oktober 2019 sampai bulan Januari 2020 di Dukuh Cetokan, Desa Ketitang, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. Penelitian ini metode yang di gunakan adalah factorial dengan pola Rancangan Kelompok Acak Lengkap (RKAL) terdiri dua faktor perlakuan. Faktor yang pertama yaitu macam dosis (P) yang terdiri atas 3 taraf. Faktor kedua yaitu macam pupuk kandang (K) yang terdiri atas 3 perlakuan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa : 1) tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah rimpang tanaman, berat rimpang tanaman, berat berangkasan segar dan berat berangkasan kering tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit temulawak. 2) Dosis pupuk kandang yang baik terhadap tanaman temulawak adalah 4 Ton. 3) Jenis pupuk kandang yang baik terhadap tanaman temulawak adalah pupuk kandang kerbau. 4) Dosis dan jenis pupuk kandang yang paling baik pertumbuhan temulawak adalah pupuk kandang kerbau dengan dosis 4 Ton
KAJIAN KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI ZPT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PARE (Momordica charantia L.) Makruf Wibowo; Mohamad Ihsan; Tri Pamujiasih
AGRONOMIKA Vol 19 No 1 (2021): JURNAL AGRONOMIKA FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan konsentrasi zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pare. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : Perlakuan komposisi media tanam berpengaruh nyata terhadap jumlah buah per tanaman, panjang buah per tanaman dan berpengaruh sangat nyata terhadap berat brangkasan segar, berat buah per tanaman. Perlakuan zat pengatur tumbuh berpengaruh nyata terhadap berat brangkasan segar, jumlah buah per tanaman, berat buah pertanaman dan berpengaruh sangat nyata terhadap panjang buah per tanaman. Interaksi antara perlakuan komposisi media tanam dan konsentrasi zat pengatur tumbuh berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan. Berat buat per tanaman tertinggi 180,67 g, diperoleh dari kombinasi perlakuan S3P3 (Komposisi media tanam tanah, pupuk kandang sapi, arang sekam dengan perbandingan 1:3:1 dan kosentrasi ZPT hormonik Nasa 3 cc/ l air). Berat buah per tanaman terendah 101,67 g, diperoleh pada kombinasi perlakuan S1P1 (Komposisi media tanam tanah, pupuk kandang sapi, arang sekam dengan perbandingan 1:1:1 dan kosentrasi ZPT hormonik Nasa 1 cc/ l air)
PENGGUNAAN LEGIN DAN MULSA ORGANIK PADA BUDIDAYA TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) DI NGARGOYOSO, KARANGANYAR Nurul Romadhoni Isnainiyah; Tri Rahayu; Libria Widiastuti
AGRONOMIKA Vol 19 No 1 (2021): JURNAL AGRONOMIKA FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian legin dan mulsa organik pada budidaya tanaman buncis. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober sampai dengan 28 November 2018, di Dusun Ngablak, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, menggunakan metode faktorial dengan pola dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari dua faktor perlakuan dengan 8 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali. Faktor perlakuan pertama, pemberian mulsa (M) yang terdiri dari 2 taraf (M0 = tanpa mulsa dan M1 = dengan mulsa jerami), Faktor perlakuan kedua, dosis legin (D) yang tediri dari 4 taraf (D0 = tanpa legin, D1 = 2,5 g/kg benih, D2 = 5 g/kg benih dan D3 = 7,5 g/kg benih). Parameter yang diamati meliputi berat brangkasan segar , berat brangkasan kering, jumlah polong per tanaman, berat polong per tanaman, panjang polong dan berat polong per petak. Analisis data menggunakan sidik ragam dengan uji F pada taraf 5% dan 1%, dan jika ketiga perlakuan berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan M1 (dengan Mulsa jerami) dan D3 (dosis 7,5 g/kg benih) memberikan hasil tertinggi pada semua parameter pengamatan.
Pengaruh Pola Tanam Dan Macam Mulsa Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum, L.) : Pengaruh Pola Tanam Dan Macam Mulsa Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum, L.) Oky Nugroho; Pramono Hadi; Tri Pamujiasih
AGRONOMIKA Vol 19 No 2 (2021): JURNAL AGRONOMIKA AGUSTUS 2021
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola tanam dan macam mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian di laksanakan di Desa Sekrikil, Kecamatan Kedawung, Kabupaten. Sragen dengan jenis tanah grumosol ketinggian tempat ±116mdpl, curah hujan 2.123 mm/th dan suhu rata-rata 19o-31oc (data statistik kecamatan kedawung,2016). Penelitian di lakukan pada bulan oktober sampai dengan bulan desember 2019. Penelitian ini menggunakan metode faktorial dengan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL), terdiri atas dua faktor perlakuan, adapun kedua faktor perlakuan dengan 9 kombinasi perlakuan, masing-masing perlakuan diulang (3) kali. Perlakuan pertama, perlakuan pengunaan mulsa (M) yang terdiri atas 3 taraf yaitu (M1 : Penggunaan mulsa hitam perak, M2 : Penggunaan mulsa plastik transparan, M3 : Penggunaan mulsa jerami padi). Perlakuan kedua, perlakuan dengan sistem pola tanam (P) yang terdiri atas tiga taraf (P1 : Pola tanam bentuk zigzag, P2 : Pola tanam bentuk Y, P3 : Pola tanam bentuk I). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penggunaan mulsa hitam perak terhadap hasil tanaman bawang merah berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, berat umbi, berat umbi per tanaman sempel, berat umbi per petak, berat berangkas kering, dan berat berangkas segar, Perlakuan dengan sistem pola tanam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, berat umbi, berat umbi per tanaman sempel, dan berat umbi per petak. Tinggi tanaman terendah 22,79 cm (M1P1), sedangkan tinggi tanaman tertinggi 43,21cm (M3P2), berat umbi terendah 379,67 gram (M1P1), sedangkan berat umbi tertinggi 832,67 gram(M3P2), berat umbi per tanaman sempel terendah 34,57 gram (M1P1), sedangkan berat umbi per tanaman sempel tertinggi 69,45 gram (M3P2), berat umbi per petak terendah 792,67 gram (M1P1), sedangkan berat umbi per petak tertinggi 2398,67 gram (M3P2), berat berangkas segar terendah 82,67 gram (M1P1), sedangkan berat berangkas segar tertinggi 105,67 gram (M3P2), berat berangkas kering terendah 34,00 gram (M1P1), sedangkan berat berangkas kering tertinggi 171,00 gram (M3P2) Kombinasi antara penggunaan mulsa dan pola tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berat umbi per petak. Kata kunci: bawang merah, mulsa, pola tanam

Page 7 of 11 | Total Record : 106