cover
Contact Name
Habibi Palippui
Contact Email
habibi@unhas.ac.id
Phone
+628125372161
Journal Mail Official
habibi@unhas.ac.id
Editorial Address
Jl. Dg. Nagdde stp 12 No. 28 Tamalate
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Riset Sains dan Teknologi Kelautan
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 26231506     EISSN : 29882559     DOI : -
SENSISTEK is a collection of student works in the form of scientific journals from the Department of Marine Engineering, Faculty of Engineering, Hasanuddin University. It aims to answer whether research on marine technology by universities, research institutions and industry can contribute to this issue. This journal is expected to contribute to exchanging information, experiences, and thoughts and strengthen the cooperation network between institutions, institutions and industries nationally. So that scientific communication occurs between students and researchers, industry and education.
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020" : 28 Documents clear
ANALISIS PERAWATAN PURIFIER PADA SISTEM BAHAN BAKAR MAIN ENGINE KAPAL Marsudi, Sugeng; Palippui, Habibi
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v3i1.13232

Abstract

Bahan bakar HFO (Heavy Fuel Oil) dari hasil pengolahan minyak bumi, terdapat kandungan material yang tidak dibutuhkan dalam proses pembakaran untuk mesin diesel, biasanya di dalam HFO banyak terdapat kandungan air, pasir, dan lumpur. Jika kondisi ini tidak ditangani akan dapat mengakibatkan turunnya kualitas bahan bakar dan diiringi dengan ketidak sempurnaan pembakaran di dalam ruang bakar. Efek dari pembakaran yang tidak sempurna dapat mengakibatkan kerusakan-kerusakan fatal terhadap mesin induk. Kondisi seperti ini dapat membahayakan keselamatan kapal. Disamping itu perusahaan juga akan mengalami kerugian akibat terjadinya kerusakan pada mesin induk yang di akibatkan oleh rendahnya kualitas bahan bakar. Untuk menghindari hal tersebut dan untuk menjamin proses penanganan bahan bakar yang lancar, maka diperlukan sistem perawatan yang terencana dan bekerja secara efektif dan efisien. Masalah yang sering terdapat diseputar perawatan sistem bahan bakar di atas kapal adalah sering didapati Alarm Failure Purification ketika Purifier sedang beroperasi untuk memurnikan bahan bakar, dan juga sering ditemukannya banyak endapan lumpur dan air pada dasar tangki penyimpanan bahan bakar. HFO ( Heavy Fuel Oil ) yang merupakan minyak residu dari hasil pengolahan minyak bumi, bahan bakar ini memiliki viskositas yang tinggi dibandingkan bahan bakar yang lainnya sehingga pengolahannya harus benar-benar diperhatikan.
PENGARUH OPTIMASI BEBAN RANGKA TUBULAR TERHADAP ANALISIS KEKUATAN TEKUK DAN KELELAHAN PADA FIXED OFFSHORE PLATFORM Phady, Adriani; Rajmi, Astika; Ramadhani, Fitri; Andalan, Muhammad Teguh Perdana; Aski, Salsabila; Alie, Muhammad Zubair Muis
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v3i1.13233

Abstract

Artikel ini membahas mengenai pengaruh optimasi beban rangka tubular terhadap analisis kekuatan tekuk dan kelelahan pada fixed offshore platform. Anjungan lepas pantai tipe fixed digunakan sebagai platform produksi atau pemulihan minyak di laut dangkal, dan juga diterapkan pada struktur pendukung turbin angin Offshore dalam beberapa tahun terakhir. Struktur jaket biasanya dirancang untuk menjadi konservatif dan besar sesuai dengan berbagai kode desain. Dalam kasus ini, kekuatan dan kelelahan struktural metode perancangan struktur platform jaket berdasarkan beban maksimum yang bekerja pada rangka tubular. Pengaruh beban tekuk dan beban lateral juga memberikan pengaruh yang signifikan, tidak hanya terhadap beban tekuk kritis tetapi juga terhadap deformasi dan tumpuan tegangan. Analisis umur kelelahan menunjukkan bahwa struktur rangka tubular yang diamati melalui pembebanan optimal menunjukkan respon terhadap berbagai beban yang bekerja. Hal ini mungkin disebabkan oleh gambaran respon tegangan, yang merupakan parameter penting dalam menentukan umur kelelahan. Material dan ukuran dimensi struktur yang mempengaruhi optimasi dari pergerakan struktur. Retak ekstensi dan korosi tidak dipertimbangkan. Untuk menilai kekuatan tekuk dan kelelahan struktur ini, karena bentuk konfigurasi setiap rangka tubular dari fixed offsore platform, yang terbatas dianalisis dengan metode elemen hingga (FEM) diadopsi. Analisis tekuk dilakukan pada struktur ini oleh mempertimbangkan bidang dua dimensi untuk mendapatkan beban tekuk kritis untuk rangka tubular; Analisis umur kelelahan kemudian dihitung untuk menghasilkan umur kelelahan tersebut struktur. Hasil yang diperoleh FEM dibandingkan dengan solusi analitik untuk beban tekuk kritis. Kurva tegangan regangan juga diterapkan untuk menunjukkan optimasi beban yang bekerja pada rangka tubular.
MENINGKATKAN KUALITAS GARAM DALAM NEGERI UNTUK KEGIATAN EKSPOR DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI ULIR FILTER KABUPATEN JENEPONTO Hendarto, Hendarto
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v3i1.13234

Abstract

Perairan di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia dan tempat intensif untuk kegiatan manusia.salah satu wilayah pesisir yang sangat berpotensi untuk dikembangkan adalah daerah pesisir kabupaten Jeneponto. Potensi garam kabupaten Jeneponto merupakan salah satu pemasok garam yang besar dan bisa dikembangkan. Namun yang menjadi permasalahan adalah produksi garam yang tidak stabil yang disebabkan cuaca, kepemilikan lahan, stuktur pemasaran, dan teknologi yang menyebabkan produksi garam kurang berkualitas. Rendahnya kualitas garam yang dihasilkan mengakibatkan rendahnya harga jual garam di pasaran terutama untuk ekspor dan impor. Tujuan dari penulisan artikel ini untuk memberikan pengetahuan tentang bagaimana cara untuk meningkatkan kualitas garam demi kesejahteraan petani serta swasembada garam nasional. Teknologi yang digunakan dalam artikel ini adalah Teknologi Ulir Filter (TUF) dengan evaporasi air laut dengan bantuan sinar matahari pada petakan patakan berseri dalam proses penuaannya material alam yang berperan sebagai filter. Teknologi ulir filter dapat dilakukan dengan memodifikasi lahan yaitu membuat petakan patakan memanjang berseri dalam satu kolam kondeser (ulir) dan memperdalam kolam Reservior. Dari artikel ini dapat dilihat cara untuk membuat dan mengembangkan teknologi dalam meningkatkan kualitas garan nasional terutama di kabupaten Jeneponto sehingga bisa dilakukan kegiatan ekspor garam local dengan kualitas yang mampu bersaing dengan kulitas garam yang menggunakan teknologi yang modern.
STUDI PENELAAHAN BEBERAPA METODE PADA ANALISIS KEKUATAN KAPAL Suci, Indah Melati; Arafat, Andi Muhammad Alfian; Sagita, Rian; Padaunan, Alfred Michael; Alie, Muhammad Zubair Muis
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v3i1.13235

Abstract

Salah satu kriteria terpenting dalam desain kapal adalah kekuatan. Ketika kapal berada di bawah beban eksternal seperti gelombang, daya apung atau tekanan, reaksi internalnya harus menahan beban eksternal tersebut. Apabila tubrukan terjadi, lambung kapal tidak hanya menerima dampaknya tetapi juga geladaknya. Sifat statistic kekuatan sisa gelagar lambung ditentukan dengan simulasi Monte Carlo berdasarkan demensi kerusakan dan bentuk modifikasi dari Metode Incremental Iterative untuk memperhitungkan rotasi sumbu netral dan kesetimbangan momen lentur horizontal. Analisis numerik membahas bebarapa aspek yang berhubungan dengan respon struktur kapal yang mengalami beban tidak terduga, termasuk pentingnya menentukan model las, pengaruh kriteria kegagalan, hubungan material pada simulasi struktur kompleks, dan aplikasi penskalaan dalam menilai respon dari struktur skala penuh. Metode Beam Finite Element untuk menguji kekuatan sisa kapal dan sebuah model tiga ruang muat kapal dengan tipe Panamax berlambung tunggal pada kondisi hogging dan sagging. Analisis Elemen Hingga (FE) nonlinear mencakup static implisitanalisis dan analisis dinamis eksplisit yang keduanya dapat mempertimbangkan defleksi besar dan nonlinear selama proses kerutuhan progresif. Pendekatan melibatkan evaluasi pengaruh opsi pengendalian resiko pada kegagalan gelagar laambung. Probabilitas ditentukan dengan menggunkan analisis keandalan struktur dan penentuan biaya yang diperoleh pada kegagalan lambung girder diantaranya kerusakan property kapal, pencemaran akibat tumpahan minyak dan hilangnya nyawa awak kapal seperti yang diusulkan oleh International Maritime Organization (IMO).
IDENTIFIKASI KERUSAKAN PANTAI KAWASAN PESISIR KECAMATAN GALESONG UTARA, KABUPATEN TAKALAR, SULAWESI SELATAN Prasetyo, Adil Farhan; Rachman, Taufiqur; Paotonan, Chairul
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v3i1.13236

Abstract

Kawasan pantai merupakan wilayah pelindung antara lautan dan daratan dan banyak menyimpan potensi kekayaan alam yang layak untuk dimanfaatkan dan dikelola lebih lanjut dalam menunjang kesejahteraan masyarakat, baik sebagai pelabuhan, kawasan industri, maupun pariwisata. Berdasarkan penelitian terdahulu, dalam beberapa tahun terakhir, sepanjang pantai di Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan telah megalami perubahan garis pantai yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh faktor alam maupun aktifitas manusia. Makalah ini menyajikan hasil identifikasi berbagai kerusakan yang terjadi di sepanjang pantai kawasan pesisir Kecamatan Galesong Utara dengan metode survei lapangan melalui pengamatan, pengukuran, kajian data pendukung maupun penelitian sebelumnya. Hasil penelitian diperoleh kerusakan pantai yang terbesar terjadi di 3 lokasi yaitu: abrasi dan kerusakan bangunan pantai yang terletak di koordinat S: 05o14'43,97'' dan E: 119o22'47,70''; hantaman gelombang S: 05o17'17,20'' dan E: 119o22'20,58''; dan pemukiman penduduk yang dekat dengan pantai sehingga banyak masyrakat yang beraktifitas disekitar pantai tanpa mengidahkan kaidah lingkungan yang berkelanjutan terletak di koordinat S: 05o17'37,87'' dan E: 119o22'15,92''.
PENANGANAN PERUBAHAN GARIS PANTAI KAWASAN PESISIR KECAMATAN MANGARABOMBANG KABUPATEN TAKALAR SULAWESI SELATAN Dundu, Denis Restuardi; Rachman, Taufiqur; Paotonan, Chairul
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v3i1.13237

Abstract

Perubahan garis pantai merupakan proses alami yang terjadi akibat pengaruh kondisi pantai dalam mencapai keseimbangan akibat aktiftas masyarakat pesisir. Secara fisik, wilayah pesisir Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan dipengaruhi oleh dinamika oseanografi Laut Flores dan Selat Makassar. Penelitian ini meninjau perubahan garis pantai, dampak dan penanggulangan yang dapat dilakukan di kawasan pesisir Kecamatan Mangarabombang. Kajian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan oleh pemerintah daerah dan masyarakat pesisir dalam penentuan kebijakan tentang pengendalian dan penanganan perubahan garis pantai. Data penelitian dihimpun melalui teknik observasi, interview, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi degradasi lingkungan pesisir, seperti dijumpai di beberapa lokasi terjadi abrasi, akresi, kerusakan mangrove dan kerusakan beberapa bangunan pelindung pantai. Hal ini memberi dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat pesisir berupa hilangnya mata pencaharian dan terancamnya pemukiman mereka. Upaya penanganan kerusakan kawasan pesisir Kecamatan Mangarabombang di lokasi yang ditinjau dapat dilakukan dengan perbaikan infrastruktur pelindung pantai berupa rehabilitasi dan perencanaan seawall, perencanaan jetty, serta penanaman mangrove.
ANALISIS KARAKTERISTIK DAN KALA ULANG GELOMBANG DI PERAIRAN SELATAN PULAU BALI Paotonan, Chairul; Fathurrahman, Ahmad
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v3i1.13238

Abstract

Secara geografis Indonesia terletak di antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Oleh sebab itu wilayah perairan indonesia memiliki karakteristik gelombang yang beragam. Perairan sebelah selatan pulau Bali kondisi gelombangnya dipengaruhi oleh kondisi perairan samudra Hindia yang merupakan laut lepas. Namun demikian, karakteristik gelombang di perairan tersebut belum diketahui. Oleh sebab itu, dilakukan kajian untuk mengetahui karakteristik yang meliputi peluang kejadian berdasarkan arah dan interval tinggi gelombang, tinggi dan periode gelombang rata-rata serta kala ulang gelombang di perairan selatan pulau Bali. Data yang digunakan adalah data gelombang 6 jaman yang bersumber dari European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) selama 15 tahun. Data tersebut dianalisis untuk mendapatkan kejadian gelombang, tinggi dan periode gelombang rata-rata serta kala ulang gelombang menggunakan metode Fisher Tippet-1 dan Weibull. Berdasarkan analisis data, diperoleh gelombang dominan dari arah Barat Daya dengan peluang kejadian 59,62% dengan tinggi dan periode gelombang rata-rata sebesar 2,49m dan 10,84s. Interval tinggi gelombang yang paling sering terjadi adalah 1-2 m dengan peluang kejadian 65,85%. Kala ulang gelombang 100 tahunan yang dihitung dengan metode weibull dan fisher Tippet-1 masing-masing adalah 7,82 meter dan 5,89 meter dari arah barat.
IDENTIFIKASI PERUBAHAN GARIS PANTAI KECAMATAN MAPPAKASUNGGU KABUPATEN TAKALAR DENGAN MENGGUNAKAN CITRA SETELIT Masri, Andi Muhammad Maulid; Rachman, Taufiqur; Paotonan, Chairul
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v3i1.13239

Abstract

Garis Pantai adalah garis batas pertemuan antara daratan dan lautan, di mana posisinya tidak tetap dan dapat berpindah sesuai dengan pasang surut air laut. Perubahan ini disebabkan oleh adanya abrasi dan akresi yang dipengaruhi oleh kondisi hydro-oseonografi lokasi yang ditinjau. Teknologi penginderaan jauh sangat mendukung penelitian di wilayah pesisir dan lautan, karena memiliki keunggulan yaitu dapat meliputi daerah yang luas dengan resolusi spasial yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi perubahan garis pantai yang terjadi di sepanjang wilayah pesisir Kecamatan Mappakasunggu. Pengidentifikasian perubahan garis pantai dilakukan dengan menggunakan citra satelit yang berdasarkan analisis data dan literatur secara deskriptif dan kuantitatif. Estimasi perubahan garis pantai dibuat berdasarkan analisis citra satelit dengan menggunakan metode overlay data citra tahun 2000, 2005, 2010, 2015 dan 2020. Hasil analisa luasan abrasi yang terjadi selama kurun waktu 20 tahun dengan interval waktu perubahan 5 tahun, yaitu: tahun 2000-2005 sebesar 10,02 ha, tahun 2005-2010 sebesar 4,89 ha, tahun 2010-2015 sebesar 14,16 ha, dan tahun 2015-2020 sebesar 2,85 ha. Sedangkan luasan akresi selama kurun waktu 20 tahun dengan internal waktu perubahan 5 tahun adalah tahun 2000-2005 sebesar 1.39 ha, tahun 2005-2010 sebesar 0.34 ha, dan tahun 2015-2020 sebesar 1.35 ha. Perubahan garis pantai di wilayah pesisir Kecamatan Mappakasunggu didominasi oleh abrasi.
PENGARUH STUKTUR MASSA AIR SUNGAI TALLO DAN SUNGAI JENNEBERANG TERHADAP PERAIRAN PANTAI MAKASSAR Hatta, Mukhsan Putra; Tai, Akira
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v3i1.13240

Abstract

Air tawar mempengaruhi struktur massa air pada suatu perairan. Penyebaran air tawar ini sangat penting untuk diteliti dan mempelajari lingkungan air pada pesisir pantai. Maka, dilakukan pengambilan data distibusi spatial salinitas, suhu, klorofi-a dan kekeruhan air di sekitar pantai Makassar, di hilir sungai Tallo dan sungai Jeneberang pada saat musim kemarau. Dari hasil observasi didapatkan hasil sebagai berikut; (i) Pada saat musim kemarau debit dari Sungai tallo dan jenneberang kecil mengakibatkan salinitas rendah pada daerah tersebut., (ii) Disekitar muara Sungai Tallo klorofilnya tinggi disebabkan oleh air tawarnya mengadung nutrisi sehingga produksi biolagi aktif pada wilayah ini.,(iii) Muskinpun di Musim kemarau, muara sungai Tallo dan Jenneberang mempunya tingakat kekeruhan tinggi di dasar laut, memperlihatkan pengaruh air tawar tinggi terhadap strukur massa air di perairan Makassar. Akan datang, kami akan melakukan pengamatan yang sama di musim hujan.
PEMILIHAN JENIS BANGUNAN PELINDUNG PANTAI BONTO BAHARI MENGGUNAKAN METODE ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Paotonan, Chairul; Nurdin, Fajar Arif
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v3i1.13241

Abstract

Bonto Bahari coastline has two main problems namely erosion and wave attack to the publics housing. On that score, coastal protection is needed to protect the coastline. The approximation in coastal protection are soft and hard approach. Hard approach consist of revetment, seawall, groin, jetty and detached breakwater. The objective of this study is to determine the suitable coastal structure type in Bonto Bahari area. In this study, the method were used in determining of costal structure type is analytical hierarchy process (AHP). Parameters were considered in determined of costal structure type namely ability of structure in protect coastline by wave attract, ability of structure in reducing longshore sediment transport, cohesiveness of local community activity, cohesiveness of existing structure, esthetic, construction method, cost, maintenance, environment impact and availability local material. Based on data analysis, obtained that the structure type has highest score respectively are groin T (0.3189), seawall (0.1881), detached breakwater (0.1839), groin I (0.1627) and revetment (0.1464).

Page 1 of 3 | Total Record : 28