cover
Contact Name
Habibi Palippui
Contact Email
habibi@unhas.ac.id
Phone
+628125372161
Journal Mail Official
habibi@unhas.ac.id
Editorial Address
Jl. Dg. Nagdde stp 12 No. 28 Tamalate
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Riset Sains dan Teknologi Kelautan
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 26231506     EISSN : 29882559     DOI : -
SENSISTEK is a collection of student works in the form of scientific journals from the Department of Marine Engineering, Faculty of Engineering, Hasanuddin University. It aims to answer whether research on marine technology by universities, research institutions and industry can contribute to this issue. This journal is expected to contribute to exchanging information, experiences, and thoughts and strengthen the cooperation network between institutions, institutions and industries nationally. So that scientific communication occurs between students and researchers, industry and education.
Articles 223 Documents
TELAAH SISTEM MANAJEMEN PERGUDANGAN DALAM BERBAGAI METODE INVENTORY Puteri, Meysa Atika; Zabina , Melati Putri; Triputra, Ezron
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 6, Nomor 1, Tahun 2023
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v6i1.24246

Abstract

Gudang ialah fasilitas atau tempat pendistribusian barang dari pemasok (supplier) ke pengguna akhir (users). Gudang sangat perlu agar dapat menyesuaikan produk dengan kebutuhan penerima. Untuk penyedia yang memproduksi berbagai produk di beberapa lokasi, pergudangan menawarkan cara untuk mengurangi bahan baku, suku cadang dan biaya manajemen persediaan dan memaksimalkan aliran produksi. Pengelolaan (inventory) merupakan persediaan, dan sistem manajemen inventory adalah pengaturan persediaan barang yang berkaitan dengan kegiatan sebuah perusahaan. Inventory berarti pengelolaan barang oleh perusahaan untuk dipasarkan atau dijual. Inventory biasanya berbentuk bahan belum jadi yang sebelumnya telah dibeli kemudian diubah menjadi sesuatu yang baru. Biasanya perusahaan memilih untuk mengukur inventaris dengan cara memindai barcode agar prosesnya cepat selesai. Ada beberapa metode umum yang biasa digunakan untuk memastikan bahwa gudang tersebut dikelola dengan baik, seperti metode FIFO (First In First Out), metode LIFO (Last In First Out), metode FEFO (First Expired First Out), dan metode Average.
PENANGGULANGAN PENYEBAB TERJADINYA PEMUTIHAN TERUMBU KARANG DI PERAIRAN BULUKUMBA Nur, Fitrahwati; Fitrah, Salsa
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 6, Nomor 1, Tahun 2023
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v6i1.24247

Abstract

Peran ekosistem terumbu karang dalam menunjang penghidupan masyarakat khususnya masyarakat pesisir sangatlah penting, Karena terumbu karang belum ada di semua perairan, maka dapat digunakan sebagai fasilitas medis dan ekowisata untuk mencegah abrasi, menyediakan tempat berlindung dan berkembang biak bagi berbagai jenis ikan, menstabilkan sedimen, serta sebagai fasilitas ekowisata yang menarik bagi wisatawan. Terumbu karang berguna baik untuk memecah ombak maupun sebagai sumber pasir untuk pantai di negara berkembang seperti Indonesia, terumbu karang berperan penting dalam kegiatan konservasi biota laut. Penyakit terumbu karang, atau pemutihan karang (coral bleaching) kurang dipahami di Indonesia, terutama di seperti yang terjadi di perairan Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Pemutihan karang ini disebabkan oleh tipisnya lapisan ozon yang menyebabkan kenaikan suhu akibatnya, kasus ini dapat mengganggu kapasitas fotosintesis zooxanthellae. Jika zooxanthellae tidak berfotosintesis, bahan kimia berbahaya dapat diproduksi yang dapat merusak sel hingga memutih. Periode pemutihan yang terlalu lama (10 minggu atau lebih) dapat membunuh polip karang untuk itu, perlu dilakukan penanggulangan atau mengurangi kejadian pemutihan karang dengan harus segera diatasi dan diselesaikan.
PENGARUH SEA LEVEL RISE DI WILAYAH PERKOTAAN INDONESIA Nadya, Nadya; Salim, Agus
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 6, Nomor 1, Tahun 2023
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v6i1.24248

Abstract

Pemanasan global, yang juga dikenal global warming, merupakan masalah serius yang dihadapi bumi saat ini. Fenomena Pemanasan global mengakibatkan berbagai perubahan di bumi, salah satu dampak yang diakibatkan adalah kenaikan muka air laut. Kenaikan muka air laut akan memberikan banyak dampak, antara lain pergeseran dan garis pantai yang berpotensi akan mengancam keberadaan negara pantai, dan pulau-pulau. Karena luas lahan akan berkurang bahkan adanya potensi wilayah tenggelam. Saat es di kutub bumi mencair dan permukaan air laut naik, daerah pesisir mungkin terendam, menyebabkan banjir rob, erosi pantai, dan hilangnya pulau-pulau kecil. Semuanya berpotensi mengancam ekosistem pesisir dan laut yang menopang kehidupan manusia. Untuk itu dari masalah kenaikan muka air laut akibat pemanasan global, maka upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi laju pemanasan global adalah dengan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, meningkatkan laju deforestasi, dan meminimalkan kegiatan produksi lainnya yang mengakibatkan peningkatan emisi gas rumah kaca yang berlebihan.
PENGELOLAAN SUMBER DAYA PESISIR PULAU WANGI-WANGI GUNA MEWUJUDKAN MASYARAKAT BAHARI DAN UNGGUL Asraruddin, Nurul Hidayah; Patiung, Lista
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 6, Nomor 1, Tahun 2023
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v6i1.24249

Abstract

Wangi-Wangi adalah salah satu pulau di Prefektur Wakatobi yang dikelilingi oleh laut. Dengan demikian, ada potensi besar bagi masyarakat untuk mengelola dan meningkatkan sumber daya pesisir dan laut mereka sendiri. Namun potensi laut tidak dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh bangsa. Pengelolaan sumber daya pesisir dicapai dengan mengembangkan rencana tata ruang dalam kesatuan sistem lingkungan yang dinamis dan menjaga keberlanjutan daya dukung dan daya tampung yang tersedia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi strategi pengelolaan sumber daya pesisir dan laut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Hasilnya, ditemukan bahwa masyarakat pesisir Pulau Wangi-Wangi bermata pencaharian sebagai nelayan bejana dan 4.444 nelayan. Selain itu, ada beberapa faktor yang mempengaruhi produksi sumber daya alam dan hasil tangkapan nelayan. Salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah faktor pemekaran dan infrastruktur musim dan pengelolaan sumber daya alam
MITIGASI BENCANA ABRASI DAN SEDIMENTASI PANTAI PADA DI PESISIR PANTAI KABUPATEN PANGKEP Suleman , Siti Arifaini; Bur, Syakina
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 6, Nomor 1, Tahun 2023
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v6i1.24250

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, garis pantai di wilayah Indonesia mengalami penyempitan yang sangat mengkhawatirkan. Salah satu yang dapat diamati yaitu pada pesisir barat Provinsi Sulawesi Selatan yang terdiri dari beberapa kabupaten pesisir seperti Kota Makassar, Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Parepare dan Pinrang. Beberapa kawasan pesisir tersebut telah mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir, salah satunya adalah pesisir Kabupaten Pangkep, dimana faktor alam seperti abrasi dan sedimentasi serta pemanfaatan lahan, khususnya ekosistem pesisir, telah berkontribusi terhadap degradasi ekosistem. hutan mangrove menjadi tambak, pembangunan pelabuhan, tambang dan pemukiman. Perubahan garis pantai merupakan salah satu bentuk dinamisasi kawasan pantai yang terjadi secara terus menerus. Perubahan garis pantai yang terjadi di kawasan pantai berupa pengikisan badan pantai (abrasi) dan penambahan badan pantai (sedimentasi atau akresi). Dalam mengamati perubahan garis pantai yaitu abrasi dan sedimentasi, maka digunakan teknologi penginderaan jarak jauh atau citra satelit. Mengingat informasi perubahan garis pantai dalam berbagai kajian wilayah pesisir Kepulauan Pangkep sangat penting untuk meminimalkan dampak abrasi pantai dan longsor pantai, maka penggunaan teknik penginderaan jauh banyak dilakukan di wilayah pesisir. Dalam meminimalisir dampak perubahan garis pantai yaitu abrasi dan sedimentasi, maka diperlukan adanya kajian mitigasi bencana agar penduduk sekitar pesisir pantai lebih sadar dan peduli akan dampak dari perubahan garis pantai.
ANALISA KINERJA BONGKAR MUAT DI TERMINAL PETIKEMAS MAKASSAR NEW PORT Defrianto , Samuel Budi; Purwasih, Ratih
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 6, Nomor 1, Tahun 2023
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v6i1.24251

Abstract

Pesatnya alur pergerakan barang di seluruh dunia terutama di sektor pelabuhan membuat banyaknya perusahaan yang menyediakan jasa angkutan seperti penyediaan kapal, terminal petikemas, fasilitas petikemas dan peralatan bongkar muat yang dapat menunjang kegiatan bongkar muat di pelabuhan. Ini salah satu alasan berdirinya Pelabuhan Makassar New Port. Makassar New Port merupakan pelabuhan terbesar di kawasan Indonesia Timur yang terletak di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Makassar New Port sendiri bergerak di bidang pelayanan fasilitas bongkar muat petikemas/container. Dimana peti kemas merupakan sebuah media sarana penyimpanan yang digunakan dalam proses pemindahan/pengiriman barang dari satu tempat ketempat lainnya dengan keunggulan yaitu tingkat keamanan yang cukup tinggi, tingkat kerusakan barang yang rendah, serta kecepatan bongkar muat dan biaya yang diperlukan dalam pengiriman barang menggunakan peti kemas cenderung lebih murah. Faktor-faktor inilah yang menyebabkan Makassar New Port mengakomodasikan petikemas. Dalam pelaksanaan kegiatan bongkar muat petikemas, Makassar New Port bertanggung jawab penuh dalam memastikan kegiatan bongkar muat berjalan dengan efisien tanpa adanya hambatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja operasional dari Terminal Petikemas Makassar New Port pada kegiatan proses bongkar muat. Dimana kinerja pelabuhan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ketersediaan fasilitas peralatan pendukung bongkar muat, ketersediaan lapangan penumpukan, dan waktu yang terpakai dalam kegiatan bongkar muat petikemas.
DAMPAK PENCEMARAN LINGKUNGAN DI WILAYAH PESISIR MAKASSAR AKIBAT LIMBAH MASYARAKAT Akbar , Aminul; Pratiwi, Indah
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 6, Nomor 1, Tahun 2023
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v6i1.24252

Abstract

Wilayah pesisir merupakan wilayah peralihan antara ekosistem darat dan laut yang dipengaruhi oleh perubahan darat dan laut. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 mengenai Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, ruang lingkup pengaturan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil meliputi peralihan antara ekosistem darat dan laut yang dipengaruhi oleh perubahan daratan dan lautan. kecamatan. Sampai dengan 12 mil laut diukur dari pantai pada saat air pasang ke laut lepas dan/atau perairan kepulauan. Pencemaran lingkungan laut d. H. Masuknya manusia secara langsung atau tidak langsung ke dalam lingkungan laut yang dapat mempengaruhi kelestarian biota laut dan menimbulkan kerusakan yang membahayakan kesehatan manusia. Contoh pencemaran di wilayah pesisir adalah sampah. Sampah biasanya berasal dari kegiatan wisata yang dibuang dan terbawa ombak. Lainnya dibawa ke laut oleh sungai dan limpasan dari kegiatan penangkapan ikan di pelabuhan pesisir dan pelabuhan perikanan dan rumah tangga perkotaan.
PENGENDALIAN ABRASI PANTAI TUMPAAN, AMURANG, MINAHASA SELATAN, SULAWESI UTARA DENGAN MENGGUNAKAN PEGAR GEOBAG RANGKA BAMBU Arif, Alisha Maharani Shivananda; Hamdi, Nashrul Fath
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 5, Nomor 2, Tahun 2022
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v5i2.24253

Abstract

Coastal abrasion is damage to the shoreline due to the detachment of beach material, such as sand or clay that is continuously hit by sea waves or due to changes in the balance of sediment transport in coastal waters. Coastal areas are transitional areas of the sea and land. These conditions cause coastal areas to get pressure from various activities and phenomena that occur on land and at sea. In Tumpaan beach, Amurang, Minahasa, North Sulawesi, abrasion has hit quite often for a long period of time. The condition of the sedimentary soil around the location is also one of the factors that can damage the coastal area. This study was conducted using a qualitative and descriptive approach. The research is limited to the causes of abrasion and its countermeasures using PEGAR geobags as well as the costs required for its construction. Geobags are sandbags made of superior non-woven polypropylene geotextile with high tensile strength designed to be resistant to abrasion, UV light, and also coblos (puncture).
ANALISIS KAPASITAS DERMAGA TERMINAL PETIKEMAS MAKASSAR NEW PORT BERDASARKAN NILAI BERTH OCCUPANCY RATIO (BOR) DAN BERTH THROUGHPUT (BTP) Putri, Khurin Wardana; Rahmawati, Annisa
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 5, Nomor 2, Tahun 2022
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v5i2.24254

Abstract

Makassar New Port is a port in South Sulawesi located in the city of Makassar, South Sulawesi. Makassar New Port is one of the National Strategic Projects (PSN) built by PT Pelindo IV (Persero) and is one of the gateways for the import and export of goods through containers. Makassar New Port is an import and export shipping location with 362m long terminal facilities. The purpose of this study is to analyze the performance of Makassar New Port Container Terminal. Port performance can be measured from several factors, including the amount of equipment, the amount of cargo and containers moved, the loading and unloading time of containers, and the control at each port. In 2020, the yard capacity of Makassar New Port Container Terminal is still able to accommodate container traffic. This is based on the YOR analysis of 40.18% in 2020. For the terminal container handling system, the BOR in 2020 is 34.52%, the terminal utilization rate is still good, the BOR value is still below thae specified maximum value of 70%. Based on the calculation of terminal capacity, the Makassar New Port Container Terminal terminal capacity value is greater than the total container flow, so it can still handle the incoming container flow.
SUPPLY CHAIN CONTINUITY MANAGEMENT PADA PELABUHAN MAKASSAR UENA TERMINAL UNTUK PENDEKATAN QUALITY FUNCTIONS (QFD) Faradilah , Cici; Bahar, Nurul Hijrah
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 6, Nomor 1, Tahun 2023
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v6i1.24255

Abstract

Fleksibilitas rantai pasok dalam hal logistik maritim kini sangat dibutuhkan untuk mengurangi risiko yang mungkin timbul bagi perusahaan atau penyedia jasa di sektor pelayaran. Ketahanan rantai pasokan adalah kemampuan bisnis untuk kembali ke keadaan semula atau lebih diinginkan setelah gangguan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan memitigasi potensi risiko terhadap keberlanjutan rantai pasokan di terminal bongkar muat peti kemas Makassar New Port yang merupakan bagian dari operasi ekspor-impor logistik maritim nasional. Penelitian ini menggunakan teori implementasi fungsi kualitas melalui pendekatan house-quality matrix untuk mengevaluasi kebutuhan pelanggan sebagai pengguna jasa bongkar muat dan Makassar New Port sebagai perusahaan jasa kepelabuhanan, kemudian mengadopsi teori fishtail diagram sebagai formula untuk mengenali. penyebab Dalam pelayanan bongkar muat Makassar New Port. yang diranking secara tepat menggunakan skala probabilitas untuk mendapatkan langkah-langkah ketahanan sebagai langkah mitigasi Makassar New Port untuk memperkuat ketahanan rantai pasokan dalam membangun skala prioritas mitigasi, penelitian ini menggunakan evaluasi kinerja untuk menemukan lima besar ketahanan. untuk memudahkan langkah-langkah untuk melepaskan rantai pasokan di terminal, yaitu. pengecekan ulang dokumen pelanggan, memilih perusahaan transportasi profesional, bekerja sama dengan vendor crane profesional, meningkatkan volume dukungan waktu perawatan dan menyimpan suku cadang mesin di Gudang, pelatihan untuk ekspor - KPI (Key Performance Indicator) digunakan untuk impor, komunikasi, pelatihan dan kinerja -evaluasi setiap bulan.