cover
Contact Name
Aminuddin Anwar
Contact Email
061002218@uii.ac.id
Phone
+628112952515
Journal Mail Official
aminuddin.anwar@uii.ac.id
Editorial Address
Department of Economics, Faculty of Business and Economics, Universitas Islam Indonesia Jl. Prawiro Kuat, Gedung Ace Partadiredja, Ringroad Utara, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta, Indonesia, 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan
ISSN : -     EISSN : 29617022     DOI : https://doi.org/10.20885/JKEK
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan aims to publish scientific articles that examine and analyze policies in the field of Economics and Finance. This journal publishes the results of theoretical and empirical research that has contributed to policy development in the field of Economics and Finance. This journal covers policy studies in Development Economics, Regional Economics, International Economics, Public Economics, Monetary Economics, Islamic Economics, Employment Economics, and Financial Policy covering the fields of Finance and Banking.
Articles 126 Documents
Why do members remain loyal to a community-based BMT in the absence of formal deposit insurance? Fitriana, Muhammad Zafri Fauzan; Suseno, Priyonggo
Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Volume 5 Issue 1, Juni 2026
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKEK.vol5.iss1.art4

Abstract

Purpose – This research aims to explain why community-based Baitul Maal wa Tamwil (BMT) members remain loyal to save even though their savings are not guaranteed by formal deposit guarantee mechanisms, as well as identify trust mechanisms that replace the role of institutional protection.Methods – This research uses a qualitative approach with an interpretive case study design. Data were collected through in-depth semi-structured interviews with active community-based BMT members and analyzed using inductive thematic analysis.Findings – This research finds that member loyalty is not based on formal regulatory protection, but rather on trust that is built socially and morally. Community-based institutional legitimacy, personal trust in managers, and relational service practices converge to form a perception of trust as the foundation of loyalty.Implication – The results of this study suggest that the desirability of BMT depends on strengthening internal trust mechanisms through strong governance and social relationships.Originality – This research contributes to the analysis of community-based BMT and uses inductive thematic analysis. AbstrakTujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengapa anggota Baitul Maal wa Tamwil (BMT) berbasis komunitas tetap loyal menabung meskipun simpanan mereka tidak dijamin oleh mekanisme penjaminan simpanan formal, serta mengidentifikasi mekanisme kepercayaan yang menggantikan peran perlindungan institusional tersebut. Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus interpretatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap anggota aktif BMT berbasis komunitas dan dianalisis menggunakan analisis tematik induktif.Temuan – Penelitian ini menemukan bahwa loyalitas anggota tidak didasarkan pada perlindungan regulatif formal, melainkan pada kepercayaan yang dibangun secara sosial dan moral. Legitimasi kelembagaan berbasis komunitas, kepercayaan personal terhadap pengelola, serta praktik pelayanan yang bersifat relasional berkonvergensi membentuk perceived trust sebagai fondasi loyalitas.Implikasi – Hasil penelitian ini menegaskan bahwa keberlanjutan BMT bergantung pada penguatan mekanisme kepercayaan internal melalui tata kelola dan relasi sosial yang kuat.Orisinalitas – Penelitian ini berkontribusi dalam menganalisis BMT berbasis komunitas dan dianalisis menggunakan analisis tematik induktif.
Pengaruh efisiensi anggaran, kompetensi pegawai, dan transparansi terhadap akuntabilitas instansi pemerintah di Kabupaten Gunungkidul Parawati, Whita; Hakim, Abdul
Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Volume 5 Issue 1, Juni 2026
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKEK.vol5.iss1.art12

Abstract

Purpose – This research aims to analyze budget efficiency, employee competency, and information transparency on the performance accountability of Regional Apparatus Organizations (OPD) in Gunungkidul Regency.Methods – This research uses quantitative methods with panel data analysis for 29 OPDs in Gunungkidul Regency for 2021–2024.Findings – The research results show that employee competency and transparency affect accountability, while budget efficiency does not. Simultaneously, these three variables influence OPD accountability.Implication – The research results show that increasing OPD accountability in Gunungkidul Regency is more effective through strengthening employee competency and increasing transparency of public information.Originality – This research contributes to analyzing performance accountability using Public Information Openness (KIP) values as an indicator of transparency, with panel data analysis in Gunungkidul Regency. AbstrakTujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi anggaran, kompetensi pegawai, dan transparansi informasi terhadap akuntabilitas kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Gunungkidul.Metode – Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis data panel untuk 29 OPD di Kabupaten Gunungkidul periode 2021–2024Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pegawai dan transparansi berpengaruh terhadap akuntabilitas, sedangkan efisiensi anggaran tidak berpengaruh terhadap akuntabilitas. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh terhadap akuntabilitas OPD. Implikasi – Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan akuntabilitas OPD di Kabupaten Gunungkidul lebih efektif dilakukan melalui penguatan kompetensi pegawai dan peningkatan transparansi informasi publik.Originalitas – Penelitian ini berkontribusi dalam menganalisis akuntabilitas kinerja menggunakan nilai Keterbukaan Informasi Publik (KIP) sebagai indikator transparansi, dengan analisis panel data di Kabupaten Gunungkidul.
Faktor-faktor yang memengaruhi peningkatan pelayanan hipertensi di Puskesmas Kabupaten Gunungkidul Nurdhiyah, Ari; Feriyanto, Nur
Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Volume 5 Issue 1, Juni 2026
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKEK.vol5.iss1.art14

Abstract

Purpose – This study aims to analyze the factors that influence the improvement of non-communicable disease services for hypertension and the dynamics of BOK fund distribution in community health centers in Gunungkidul Regency.Methods – The analysis method used in this study is sequential explanatory or a mixed method consisting of two stages of analysis, namely quantitative analysis of panel data followed by qualitative analysis of FGD.Findings – The results of quantitative analysis using multiple regression show that the variables of human resources, compliance, and trained health workers have a significant effect, while the variable of BOK funds does not have a significant effect on hypertension patient services in Gunungkidul Regency.Implication – The use of BOK funds is structured and aligned with the disease burden capacity covered by community health centers.Originality – This study contributes to the management of BOK funds allocated to community health centers in Gunungkidul District. AbstrakTujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi peningkatan pelayanan penyakit tidak menular, khususnya hipertensi, serta dinamika penyaluran dana BOK di puskesmas di Kabupaten Gunungkidul.Metode – Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan Sequential Explanatory atau metode campuran yang terdiri dari dua tahap analisis, yaitu analisis kuantitatif data panel dan dilanjutkan dengan analisis kualitatif melalui FGD.Temuan – Hasil analisis kuantitatif menggunakan multiple regression menunjukkan bahwa variabel SDM, Patuh dan Nakes Diklat berpengaruh signifikan, sedangkan variabel dana BOK tidak berpengaruh signifikan terhadap pelayanan pasien hipertensi di Kabupaten Gunungkidul.Implikasi – Pemanfaatan dana BOK perlu diarahkan secara terstruktur dan sesuai dengan kapasitas serta beban penyakit yang menjadi tanggungan puskesmas.Orisinalitas – Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap manajemen kebijakan dana BOK yang dialokasikan ke Puskesmas di Kabupaten Gunungkidul.
Analysis of the synchronization between the 2021–2026 RPJMD of Sleman Regency and the 2021–2026 strategic plan of the Sleman Regency Tourism Office Hakiki, Muhammad Ihsan; Sekaringsih, Riswanti Budi
Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Volume 5 Issue 1, Juni 2026
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKEK.vol5.iss1.art6

Abstract

Purpose – This study aims to analyze the vertical synchronization between the Sleman Regency Medium-Term Development Plan (RPJMD) and the Sleman Regency Tourism Office's Strategic Plan for 2021–2026, specifically regarding tourism attraction development.Methods – This study employed a descriptive qualitative approach with literature review techniques and textual-normative documentation sourced from the Sleman Regency RPJMD and the Sleman Regency Tourism Office's Strategic Plan for 2021–2026.Findings – The results indicate strong vertical synchronization between the two documents. The RPJMD positions tourism as part of creative and innovative economic development, while the Tourism Office's Strategic Plan translates this more specifically into goals of increasing the tourism sector's contribution to Regional Original Income, targets to increase the competitiveness of the tourism sector, and strategies to optimize regional potential and tourist attractions. Implication – The results of this study can serve as evaluation material to strengthen the continuity of tourism planning between the regional and local levels.Originality – This research contributes to strengthening the study of synchronization of regional tourism development planning policies through an analysis of the integration of planning documents across levels of regional government. AbstrakTujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinkronisasi vertikal antara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sleman dan Rencana Strategis Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Tahun 2021–2026, khususnya dalam pengembangan daya tarik wisata.Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik kajian literatur dan dokumentasi secara tekstual-normatif yang bersumber dari RPJMD Kabupaten Sleman dan Renstra Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman tahun 2021–2026.Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinkronisasi vertikal antara kedua dokumen tergolong kuat. RPJMD menempatkan pariwisata sebagai bagian dari pembangunan ekonomi kreatif dan inovatif, sedangkan Renstra Dinas Pariwisata menerjemahkannya secara lebih spesifik ke dalam tujuan peningkatan kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah, sasaran peningkatan daya saing sektor pariwisata, serta strategi optimalisasi potensi daerah dan daya tarik wisata.Implikasi – Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kesinambungan perencanaan pariwisata antara tingkat daerah dan perangkat daerah.Orisinalitas – Penelitian ini berkontribusi pada penguatan kajian sinkronisasi kebijakan perencanaan pembangunan pariwisata daerah melalui analisis keterpaduan dokumen perencanaan lintas level pemerintahan daerah.
Digital infrastructure quality and stock market development: Evidence from panel data with the conditional role of FDI Saif, Saeed; Sudarsono, Heri; Saif, Hashem A. A.; Ben Rhouma , Arij
Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Volume 5 Issue 1, Juni 2026
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKEK.vol5.iss1.art1

Abstract

Purpose – This study examines the impact of digital infrastructure quality on stock market capitalization and evaluates the moderating role of foreign direct investment (FDI).Methods – Using panel data from 10 countries over the period 2012–2023, the study employs random effects estimation with robust standard errors to ensure consistency under heteroskedasticity.Findings – The results show that fixed broadband significantly enhances stock market capitalization, while internet usage is statistically insignificant. High-technology exports exhibit a negative association with market capitalization, whereas FDI contributes positively and its interaction with digitalization indicates a declining marginal effect of internet usage at higher levels of FDI.Implication – This finding emphasizes that digital quality is more important than access alone in promoting financial market development.Originality – This study advances the literature by focusing on digital infrastructure quality rather than digital adoption and by providing new cross-country evidence on the joint roles of digitalization, FDI, and high-technology exports in stock market development AbstrakTujuan – Penelitian ini menganalisis pengaruh kualitas infrastruktur digital terhadap kapitalisasi pasar saham serta peran moderasi investasi asing langsung (FDI).Metode – Penelitian menggunakan data panel dari 10 negara pada periode 2012–2023 dengan pendekatan random effects dan robust standard errors untuk meningkatkan ketahanan estimasi.Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa fixed broadband berpengaruh positif dan signifikan terhadap kapitalisasi pasar saham, sementara penggunaan internet tidak signifikan. Ekspor teknologi tinggi berhubungan negatif dengan kapitalisasi pasar, sedangkan FDI berkontribusi positif dan efek marginal penggunaan internet cenderung menurun pada tingkat FDI yang lebih tinggi.Implikasi – Temuan ini menekankan bahwa kualitas digital lebih penting dibandingkan akses semata dalam mendorong perkembangan pasar keuangan.Orisinalitas – Studi ini memperkaya literatur dengan berfokus pada kualitas infrastruktur digital, bukan sekadar adopsi digital, serta memberikan bukti lintas negara mengenai peran digitalisasi, FDI, dan ekspor teknologi tinggi dalam mendorong perkembangan pasar saham.
Analisis konvergensi pertumbuhan ekonomi Negara-Negara BRICS Periode 2002 – 2023 Bagaskoro, Dika; Anwar, Aminuddin
Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Volume 5 Issue 1, Juni 2026
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKEK.vol5.iss1.art3

Abstract

Purpose – This study aims to analyze the dynamics of economic growth convergence and the factors influencing income per capita in BRICS 11 countries over the period 2002–2023. The main focus is to identify the existence of both absolute and conditional convergence in economic growth across countries.Methods – This study employs a quantitative approach using dynamic panel data. The model is estimated using System GMM and Difference GMM methods to address endogeneity problems and ensure instrument validity. The variables used include GDP per capita as the dependent variable, while Human Development Index (HDI), Foreign Direct Investment (FDI), unemployment rate, and labor force participation rate are used as independent variables.Findings – The results indicate evidence of economic convergence among BRICS 11 countries, both in absolute and conditional forms. FDI is found to have a positive and significant effect on GDP per capita, while the unemployment rate and labor force participation tend to have negative effects. Meanwhile, HDI does not show a significant impact on income per capita.Implication – These findings suggest that policies promoting foreign investment and strengthening labor market quality are important factors in driving economic growth and accelerating income convergence in BRICS countries.Originality – This study contributes empirically by integrating absolute and conditional convergence approaches using dynamic panel data with System and Difference GMM estimators on the updated BRICS 11 country group over the most recent observation period. AbstrakTujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika konvergensi pertumbuhan ekonomi serta faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan per kapita pada negara-negara anggota BRICS 11 selama periode 2002–2023. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi adanya konvergensi absolut maupun kondisional dalam pertumbuhan ekonomi antarnegara. Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel dinamis. Estimasi model dilakukan menggunakan metode System GMM dan Difference GMM. Variabel yang digunakan meliputi GDP per kapita sebagai variabel dependen, serta Human Development Index (HDI), Foreign Direct Investment (FDI), tingkat pengangguran, dan tingkat partisipasi angkatan kerja sebagai variabel independen. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan adanya indikasi konvergensi ekonomi di negara-negara BRICS 11, baik secara absolut maupun kondisional. Variabel FDI terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap GDP per kapita, sedangkan tingkat pengangguran dan partisipasi angkatan kerja cenderung memberikan pengaruh negatif. Sementara itu, HDI belum menunjukkan pengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan per kapita. Implikasi – Temuan ini mengindikasikan bahwa kebijakan peningkatan investasi asing serta penguatan kualitas pasar tenaga kerja menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempercepat proses konvergensi pendapatan di negara-negara BRICS. Orisinalitas – Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dengan menggabungkan pendekatan konvergensi absolut dan kondisional menggunakan panel dinamis System GMM dan Difference GMM pada kelompok negara BRICS 11 terbaru dengan periode pengamatan terkini.
Analisis pengaruh teknologi informasi dan komunikasi terhadap Produk Domestik Regional Bruto di Indonesia: Pendekatan model panel dinamis Wijayanti, Diana; Irawan, R.A. Syania
Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Volume 5 Issue 1, Juni 2026
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKEK.vol5.iss1.art5

Abstract

Objectives – This study aims to analyze the influence of Foreign Direct Investment (FDI), Human Development Index (HDI), and Information and Communication Technology (ICT) on Gross Regional Domestic Product (GRDP) in provinces in Indonesia.Methods – This study uses a quantitative approach with a dynamic panel data model using the Difference Generalized Method of Moments (GMM) in 33 provinces in Indonesia during the period 2015–2023.Findings – This study finds that FDI and ICT have a positive effect on GRDP, while HDI has a negative effect. FDI increases capital accumulation and technology transfer, while ICT boosts economic productivity and efficiency. However, HDI has not been fully accompanied by an increase in labor productivity.Implications – The implications of this study demonstrate the importance of strengthening foreign investment, accelerating digital transformation, and improving the quality of human resources in line with labor market needs.Originality – This study contributes to analyzing the relationship between FDI, HDI, and ICT on GRDP across provinces in Indonesia using the dynamic Difference GMM model. AbstrakTujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Foreign Direct Investment (FDI), Human Development Index (HDI), dan Information and Communication Technology (ICT) terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di provinsi-provinsi di Indonesia.Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model data panel dinamis Difference Generalized Method of Moments (GMM) pada 33 provinsi di Indonesia selama periode 2015–2023.Temuan – Penelitian ini menemukan bahwa FDI dan ICT berpengaruh positif terhadap PDRB, sedangkan HDI berpengaruh negatif. FDI meningkatkan akumulasi modal dan transfer teknologi, sementara ICT mendorong produktivitas dan efisiensi ekonomi, tetapi HDI belum sepenuhnya diikuti oleh peningkatan produktivitas tenaga kerja.Implikasi – Implikasi penelitian menunjukkan pentingnya penguatan investasi asing, percepatan transformasi digital, dan peningkatan kualitas SDM yang selaras dengan kebutuhan pasar kerja.Orisinalitas – Penelitian ini berkontribusi dalam menganalisis hubungan FDI, HDI, dan ICT terhadap PDRB antar provinsi di Indonesia menggunakan model dinamis Difference GMM.
Prediksi dengan Support Vector Regression dan analisis kelayakan investasi pada harga saham Spotify Mardianto, M. Fariz Fadillah; Ismi, Ferissa Maulida; Nariswari, Anggita; Fatihah, Amelia; Syahzaqi, Idrus
Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Volume 5 Issue 1, Juni 2026
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKEK.vol5.iss1.art2

Abstract

Purpose – This study aims to predict the weekly stock price of Spotify Technology SA (SPOT) using Support Vector Regression (SVR) and to evaluate investment feasibility based on Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Sharpe Ratio, and Sortino Ratio.Methods – Weekly stock price data from October 2022 to May 2026 (190 observations) were analyzed using SVR with lag selection based on PACF and kernel optimization through two-stage grid search. Investment feasibility was evaluated using NPV, IRR, Sharpe Ratio, and Sortin o Ratio.Findings – The linear kernel SVR achieved the best performance with MAPE of 5.44% (training) and 4.61% (testing). The NPV was positive at USD 19,685.86. However, the IRR of 1.197% per week, Sharpe Ratio of 0.3703, and Sortino Ratio of 17.77 consistently indicate that Spotify stock during the prediction period is not financially viable for investment.Implication – The findings emphasize the importance of combining return- and risk-based measures when evaluating investment feasibility, particularly for high-volatility assets. Originality – Unlike prior studies that focus mainly on forecasting accuracy, this study integrates SVR-based prediction and investment feasibility analysis using NPV, IRR, Sharpe, and Sortino ratios within within a unified framework. AbstrakTujuan – Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi harga saham mingguan Spotify Technology SA (SPOT) menggunakan metode Support Vector Regression (SVR) serta mengevaluasi kelayakan investasi berdasarkan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Sharpe Ratio, dan Sortino Ratio. Metode – Data harga saham mingguan periode Oktober 2022 hingga Mei 2026 (190 observasi) dianalisis menggunakan SVR dengan pemilihan lag berdasarkan PACF dan optimasi kernel melalui grid search dua tahap. Temuan – Kernel linear SVR menghasilkan performa terbaik dengan MAPE sebesar 5,44% pada data pelatihan dan 4,61% pada data pengujian. NPV bernilai positif sebesar USD 19.685,86. Namun, IRR sebesar 1,197% per minggu, Sharpe Ratio sebesar 0,3703, dan Sortino Ratio sebesar 17,77 secara konsisten menunjukkan bahwa saham Spotify pada periode prediksi tidak layak secara finansial untuk diinvestasikan.Implikasi – Temuan penelitian menekankan pentingnya mengombinasikan indikator berbasis imbal hasil dan risiko dalam mengevaluasi kelayakan investasi, khususnya pada aset dengan volatilitas tinggi.Orisinalitas – Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang terutama berfokus pada akurasi peramalan, penelitian ini mengintegrasikan prediksi berbasis SVR dan analisis kelayakan investasi menggunakan NPV, IRR, Sharpe Ratio, dan Sortino Ratio dalam satu kerangka yang terpadu.
Analisis pengaruh transaksi digital, nilai tukar, inflasi, Produk Domestik Bruto terhadap jumlah uang beredar di Indonesia Satria, Dimas Wahyu; Sidiq, Sahabudin
Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Volume 5 Issue 1, Juni 2026
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKEK.vol5.iss1.art7

Abstract

Purpose – This research aims to analyze the combined influence of digital transactions, exchange rates, Gross Domestic Product, and inflation on the amount of money circulating in Indonesia from 2013 to 2024.Methods – The method used in this research is Autoregressive Distributed Lag (ARDL) using time series data to see the influence of digital transactions, exchange rates, gross domestic product and inflation on the amount of money circulating in Indonesia.Findings – The research results show that in the long term, digital transactions, GDP and inflation do not have a significant effect on the money supply. On the other hand, the exchange rate has a significant effect in both the long and short term. Simultaneously, digital transactions, exchange rates, GDP and inflation have a positive and significant effect on the amount of money circulating in Indonesia.Implication – The findings of this study show that exchange rate stability is the most important factor in managing the amount of money circulating in Indonesia, so that monetary policy oriented towards exchange rate stabilization can be one of the main instruments for maintaining national economic and monetary stability.Originality – This research contributes to analyzing the long-term and short-term impacts of digital transactions on exchange rates, gross domestic product inflation, and the amount of money in circulation in 2013-2024. AbstrakTujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gabungan transaksi digital, nilai tukar, Produk Domestik Bruto, dan inflasi terhadap jumlah uang yang beredar di Indonesia dari tahun 2013 hingga 2024. Metode – Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Autoregressive Distributed Lag (ARDL) menggunakan data deret waktu untuk melihat pengaruh transaksi digital, nilai tukar, produk domestik bruto, dan inflasi terhadap jumlah uang yang beredar di Indonesia.Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, transaksi digital, PDB, dan inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah uang beredar. Sebaliknya, nilai tukar berpengaruh signifikan baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Secara simultan, transaksi digital, nilai tukar, PDB, dan inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah uang beredar di Indonesia.Implikasi – Temuan studi ini menunjukkan bahwa stabilitas nilai tukar merupakan faktor terpenting dalam mengelola jumlah uang yang beredar di Indonesia, sehingga kebijakan moneter yang berorientasi pada stabilisasi nilai tukar dapat menjadi salah satu instrumen utama untuk menjaga stabilitas ekonomi dan moneter nasional.Orisinalitas – Penelitian ini berkontribusi dalam menganalisis dampak jangka panjang dan jangka pendek transaksi digital terhadap nilai tukar, inflasi produk domestik bruto, dan jumlah uang yang beredar pada tahun 2013-2024.
Determinan omzet usaha kuliner di Caturtunggal, Depok, Sleman Meilina, Dwi; Suharto, Suharto
Jurnal Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Volume 5 Issue 1, Juni 2026
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKEK.vol5.iss1.art11

Abstract

Purpose – This study aims to analyze the influence of business capital, number of employees, distance from the business location, length of business, and online sales on culinary business turnover in Caturtunggal, Depok District, Sleman Regency.Methods – This study used a quantitative approach with primary data obtained through questionnaires distributed to 40 culinary business owners in Caturtunggal District, and Ordinary Least Squares (OLS) regression.Findings – The results indicate that business capital, number of employees, and length of business have a positive and significant effect on culinary business turnover. Conversely, distance from the business location and online sales do not significantly affect turnover.Implication – The results indicate that increasing culinary business turnover is more effectively achieved through strengthening capital, optimal workforce management, and developing entrepreneurial experience.Originality – This study contributes to the development of culinary businesses in Caturtunggal, Depok District, Sleman Regency, using the Ordinary Least Squares (OLS) approach. AbstrakTujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal usaha, jumlah tenaga kerja, jarak lokasi usaha, lama usaha, dan penjualan online terhadap omzet usaha kuliner di Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 40 pelaku usaha kuliner di Kecamatan Caturtunggal, serta menggunakan regresi Ordinary Least Squares (OLS).Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal usaha, jumlah tenaga kerja, dan lama usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap omzet usaha kuliner. Sebaliknya, jarak lokasi usaha dan penjualan online tidak berpengaruh signifikan terhadap omzet.Implikasi – Hasil penelitian mengindikasikan bahwa peningkatan omzet usaha kuliner lebih efektif dicapai melalui penguatan modal, pengelolaan tenaga kerja yang optimal, serta pengembangan pengalaman berwirausaha.Orisinalitas – Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan usaha kuliner di Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, dengan menggunakan pendekatan Ordinary Least Squares (OLS).

Page 12 of 13 | Total Record : 126