cover
Contact Name
Andri Arif Kustiawan
Contact Email
andriarifkustiawan@upy.ac.id
Phone
+6282325472835
Journal Mail Official
ijst@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No. 117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)
ISSN : -     EISSN : 29644224     DOI : 10.31316
The IJST Journal is a journal that focuses on: 1. Physical Education 2. Sports Tourism 3. Sport Coaching 4. Physical Activities 5. Sports Biomechanics 6. Sports Pedagogy 7. Sports Physiology 8. Sports Psychology 9. Traditional Sports 10. Sports Health 11. Sports Technology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 138 Documents
Survei Tingkat Kemampuan Pukulan Forehand dan Backhand Dalam Permainan Tenis Meja Pada Atlet National Paralympic Committee Indonesia Tahun 2025 Hana Resti; Teguh Santoso; Bagus Kuncoro
Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/ijst.v5i1.10217

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan forehand dalam permainan tenis meja pada atlet tenis meja National Paralympic Committee Indonesia Tahun 2025 dan untuk mengetahui tingkat kemampuan backhand dalam permainan tenis meja pada atlet tenis meja National Paralympic Committee Indonesia Tahun 2025. Sampel penelitian adalah atlet National Paralympic Committee tenis meja dengan jumlah 36 atlet. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 36 atlet. Teknik pengumpulan data dengan tes kemampuan pukulan forehand dan backhand serta observasi proses kegiatan latihan teknik pukulan forehand dan backhand tenis meja. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang didasarkan pada analisis kualitatif. Prosedur penelitian ini meliputi observasi dan tes pengukuran kemampuan forehand dan backhand dalam tenis meja. Hasil analisis data maka simpulan diperoleh tingkat kemampuan pukulan forehand pada kategori wheelchair berada pada kategori “baik sekali” sebesar 31% (5 atlet), “Baik” sebesar 19% (3 atlet), “sedang” sebesar 44% (7 atlet), “Rendah” sebesar 6% (1 atlet), dan “sangat rendah” sebesar 0% (0 atlet). Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 26,81, kemampuan pukulan forehand pada kategori wheelchair masuk dalam kategori “sedang”. Dan Tingkat kemampuan pukulan forehand pada kategori standing berada kategori baik sekali” sebesar 20% (4 atlet), “Baik” sebesar 25% (5 atlet), “sedang” sebesar 55% (11 atlet), “Rendah” sebesar 0% (0 atlet), dan “sangat rendah” sebesar 0% (0 atlet). Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 26,55, kemampuan pukulan forehand pada kategori standing masuk dalam kategori “sedang”. (2) Tingkat kemampuan pukulan backhand kategori wheelchair berada pada kategori “baik sekali” sebesar 13% (2 atlet), “Baik” sebesar 44% (7 atlet), “sedang” sebesar 31% (5 atlet), “Rendah” sebesar 13% (2 atlet), dan “sangat rendah” sebesar 0% (0 atlet). Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 26,87, kemampuan pukulan backhand kategori wheelchair masuk dalam kategori “baik”. Dan Tingkat kemampuan pukulan backhand kategori standing berada pada kategori baik sekali” sebesar 25% (5 atlet), “Baik” sebesar 25% (5 atlet), “sedang” sebesar 50% (10 atlet), “Rendah” sebesar 0% (0 atlet), dan “sangat rendah” sebesar 0% (0 atlet). Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 26,8, kemampuan pukulan backhand kategori standing masuk dalam kategori “sedang”.
Deskripsi Tingkat Self-Esteem Atlet Para Badminton Nasional Fredy Setiawan; Joko Sulistyono; Risa Agus Teguh Wibowo
Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/ijst.v5i1.10219

Abstract

Prestasi distingtif atlet Para Badminton Indonesia di level internasional memerlukan pemahaman mendalam mengenai aspek psikologis, khususnya self-esteem (harga diri), sebagai fondasi resiliensi dalam menghadapi keterbatasan fisik dan tekanan kompetisi elit. Meskipun krusial, data deskriptif mengenai profil harga diri yang spesifik pada atlet Para Badminton Nasional masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis tingkat dan kategorisasi self-esteem pada atlet Para Badminton Nasional.Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan survei deskriptif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh atlet Para Badminton Nasional di Pelatnas NPC Indonesia berjumlah 18 orang Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling (sampling jenuh). Instrumen penelitian menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) versi Bahasa Indonesia yang telah diadaptasi dan diuji melalui validasi pakar (Content Validity Index/CVI = 1.00) serta uji reliabilitas empiris (α = 0.973). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan kategorisasi berdasarkan Penilaian Acuan Norma (PAN). Berdasarkan temuan struktur bifaktorial, analisis dilakukan pada skor global self-esteem serta skor terpisah pada faktor positif dan faktor negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor global self-esteem atlet adalah 29.17 (SD = 5.607), yang secara kolektif berada pada kategori sehat hingga tinggi. Distribusi frekuensi menunjukkan mayoritas atlet berada pada kategori sedang (66.67%). Ditemukan pola distingtif di mana skor rata-rata faktor positif (15.78) lebih tinggi dibandingkan faktor negatif (13.39). Hal ini mengindikasikan bahwa atlet memiliki kemampuan afirmasi diri yang kuat, namun masih cukup rentan terhadap fluktuasi pikiran negatif. Visualisasi histogram menunjukkan kurva normal yang simetris, membuktikan distribusi harga diri yang merata dan ekosistem mental yang stabil di lingkungan Pelatnas. Atlet Para Badminton Nasional memiliki profil self-esteem yang positif dan stabil pada kategori sedang. Atlet cenderung lebih mudah mengenali potensi diri dibandingkan mereduksi perasaan tidak puas secara komprehensif. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi psikologis berkelanjutan yang berfokus pada penguatan strategi koping dan regulasi emosi untuk menjaga stabilitas harga diri atlet saat menghadapi situasi performa yang fluktuatif di level internasional.
Survei Tingkat Kecemasan Dan Kepercayaan Diri Pada Atlet Tenis Meja National Paralympic Committee Indonesia Tahun 2025 Rahmad Hidayat; Pipit Fitria Yulianto; Kodrad Budiyono
Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/ijst.v5i1.10221

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Tingkat Kecemasan dan Kepercayaan Diri Pada Atlet Tenis Meja National Paralympic Committee Indonesia Tahun 2025. Sampel penelitian adalah atlet National Paralympic Committee tenis meja dengan jumlah 36 atlet. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 36 atlet. Teknik pengumpulan data dengan tes kecemasan dan Kepercayaan Diri Berpretasi serta observasi proses kegiatan latihan teknik tenis meja. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang didasarkan pada analisis kualitatif. Prosedur penelitian ini meliputi observasi dan tes kecemasan dan kepercayaan Diri dalam tenis meja. Hasil analisis data maka simpulan diperoleh Tingkat kecemasan dan kepercayaan diri atlet NPC tenis meja. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa Tingkat kecemasan berada pada kategori “baik sekali” sebesar 39% (14 atlet), “Baik” sebesar 33% (12 atlet), “sedang” sebesar 28% (10 atlet), “Rendah” sebesar 0% (0 atlet), dan “sangat rendah” sebesar 0% (0 atlet). Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 79,11, Tingkat kecemasan masuk dalam kategori “baik sekali”. Tingkat kepercayaan diri berada pada kategori “baik sekali” sebesar 0% (0 atlet), “Baik” sebesar 64% (23 atlet), “sedang” sebesar 36% (13 atlet), “Rendah” sebesar 0% (0 atlet), dan “sangat rendah” sebesar 0% (0 atlet). Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 161,69, Tingkat kepercayaan diri masuk dalam kategori “baik”.
Analisis Profil Orientasi Tujuan Prestasi (Task dan Ego) Atlet Para Badminton Nasional Awit Setiaji; Nuruddin Priya Budi Santoso; Pipit Fitria Yulianto
Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/ijst.v5i1.10226

Abstract

Para Badminton Nasional merupakan entitas elit dunia yang mensyaratkan kesiapan mental tingkat tinggi. Namun, belum terdapat data empiris mengenai struktur motivasi spesifik pada populasi atlet difabel ini. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan profil dan tingkat Orientasi Tujuan Prestasi (Achievement Goal Orientation) pada atlet Para Badminton Nasional sebagai basis ilmiah program pembinaan prestasi di National Paralympic Committee Indonesia (NPCI). Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan survei deskriptif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh atlet Para Badminton Nasional di Pelatnas NPC Indonesia berjumlah 18 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling (sampling jenuh). Instrumen penelitian menggunakan Task and Ego Orientation in Sport Questionnaire (TEOSQ) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia dan dinyatakan valid melalui validasi pakar (Content Validity Index/CVI = 1.00) serta memiliki reliabilitas empiris yang sangat tinggi (α = 0.896). Analisis data dilakukan melalui kategorisasi Penilaian Acuan Norma (PAN) dengan teknik Mean Split untuk menentukan tingkat orientasi, yang kemudian diintegrasikan ke dalam Matriks Kombinasi 2x2 untuk mengidentifikasi tipologi motivasi atlet. Temuan menunjukkan dominasi signifikan pada dimensi Task Orientation sebesar 55.56% (Kategori Tinggi), yang mencerminkan mentalitas pembelajar yang solid. Pada dimensi Ego Orientation, distribusi menunjukkan keseimbangan sempurna (50:50) antara kategori tinggi dan rendah. Melalui pemetaan matriks kombinasi, ditemukan bahwa Profil B (Mastery Oriented - High Task/Low Ego) sebagai tipologi paling dominan (33.3%). Namun, ditemukan temuan krusial pada Profil C (Performance Oriented - Low Task/High Ego) sebesar 27.8% yang menunjukkan adanya kelompok atlet dengan orientasi juara tinggi namun memiliki fokus pada proses yang masih rendah. Secara kolektif, atlet Para Badminton Nasional memiliki profil motivasi yang “Adaptif-Progresif”. Orientasi tugas yang kuat berfungsi sebagai buffer (pelindung) resiliensi saat menghadapi kegagalan. Implikasi praktis dari penelitian ini menekankan pentingnya intervensi psikologis bagi atlet di Profil C untuk memperkuat orientasi tugas mereka. Hal ini bertujuan agar orientasi kemenangan memiliki landasan teknis yang kuat, sehingga fluktuasi performa atau hambatan fisik tidak mendestabilisasi kondisi psikologis atlet secara signifikan.
Survei Tingkat Kepercayaan Diri dan Konsentrasi Pada Atlet National Paralympic Committee Indonesia Tahun 2025 Sella Dwi; Teguh Santoso; Bagus Kuncoro
Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/ijst.v5i1.10227

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Tingkat Kepercayaan Diri Pada Atlet National Paralympic Committee Indonesia Tahun 2025. Analisis Tingkat Konsentrasi Pada Atlet National Paralympic Committee Indonesia Tahun 2025.Sampel penelitian adalah atlet National Paralympic Committee tenis meja dengan jumlah 36 atlet. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 36 atlet. Teknik pengumpulan data dengan tes Kepercayaan Diri dan konsentrasi serta observasi proses kegiatan latihan teknik tenis meja. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang didasarkan pada analisis kualitatif. Prosedur penelitian ini meliputi observasi dan tes Kepercayaan Diri dan konsentrasi atlet dalam tenis meja. Hasil analisis data maka simpulan diperoleh: (1) Tingkat kepercayaan diri berada pada kategori “baik sekali” sebesar 0% (0 atlet), “Baik” sebesar 64% (23 atlet), “sedang” sebesar 36% (13 atlet), “Rendah” sebesar 0% (0 atlet), dan “sangat rendah” sebesar 0% (0 atlet). Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 161,69, Tingkat kepercayaan diri masuk dalam kategori “sedang”. (2) Tingkat konsentrasi berada pada kategori “baik sekali” sebesar 26% (10 atlet), “Baik” sebesar 72% (26 atlet, “sedang” sebesar 0% (0 atlet), “Rendah” sebesar 0% (0 atlet), dan “sangat rendah” sebesar 0% (0 atlet). Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 19,63, Tingkat konsentrasi masuk dalam kategori “baik”.
Analisis Tingkat Kepercayaan Diri dan Motivasi Berpretasi Pada Atlet Tenis Meja National Paralympic Committee Indonesia Tahun 2025 Mohamad Rian Prahasta; Pipit Fitria Yulianto; Kodrad Budiyono
Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/ijst.v5i1.10229

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Tingkat Kepercayaan Diri dan Motivasi Berpretasi Pada Atlet Tenis Meja National Paralympic Committee Indonesia Tahun 2025. Sampel penelitian adalah atlet NPC tenis meja dengan jumlah 36 atlet. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 36 atlet. Teknik pengumpulan data dengan tes Kepercayaan Diri dan Motivasi Berpretasi serta observasi proses kegiatan latihan teknik tenis meja. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang didasarkan pada analisis kualitatif. Prosedur penelitian ini meliputi observasi dan tes Kepercayaan Diri dan Motivasi Berpretasi dalam tenis meja. Hasil analisis data Tingkat kepercayaan diri berada pada kategori “baik sekali” sebesar 0% (0 atlet), “Baik” sebesar 64% (23 atlet), “sedang” sebesar 36% (13 atlet), “Rendah” sebesar 0% (0 atlet), dan “sangat rendah” sebesar 0% (0 atlet). Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 161,69, Tingkat kepercayaan diri) masuk dalam kategori “sedang”.  (2) Tingkat motivasi berprestasi berada pada kategori “baik sekali” sebesar 33% (12 atlet), “Baik” sebesar 56% (20 atlet), “sedang” sebesar 11% (4 atlet), “Rendah” sebesar 0% (0 atlet), dan “sangat rendah” sebesar 0% (0 atlet). Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 224,94, Tingkat motivasi berprestasi masuk dalam kategori “baik”.
Analisis Tingkat Kemampuan Servis Forehand Dalam Permainan Tenis Meja Pada Atlet National Paralympic Committee Indonesia Tahun 2025 Imas Yuniar; Teguh Santoso; Bagus Kuncoro
Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/ijst.v5i1.10277

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kemampuan pukulan servis forehand dalam permainan tenis meja Pada Atlet National Paralympic Committee Indonesia Tahun 2025. Sampel penelitian adalah atlet NPC tenis meja dengan jumlah 36 atlet. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 36 atlet. Teknik pengumpulan data dengan tes kemampuan servis forehand serta observasi proses kegiatan latihan teknik servis forehand tenis meja. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang didasarkan pada analisis kualitatif. Prosedur penelitian ini meliputi observasi dan tes pengukuran kemampuan servis forehand dalam permainan tenis meja. Hasil analisis data Tingkat kemampuan servis forehand atlet NPC tenis meja. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa Tingkat kemampuan servis forehand pada kategori wheelchair berada pada kategori “baik sekali” sebesar 6% (1 atlet), “Baik” sebesar 44% (7 atlet), “sedang” sebesar 31% (5 atlet), “Rendah” sebesar 19% (3 atlet), dan “sangat rendah” sebesar 0% (0 atlet). Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 19,375, Kemampuan servis forehand (Wheelchair) masuk dalam kategori “baik”. (2) Tingkat kemampuan servis forehand pada kategori standing berada kategori “baik sekali” sebesar 6% (1 atlet), “Baik” sebesar 38% (6 atlet), “sedang” sebesar 44% (7 atlet), “Rendah” sebesar 13% (2 atlet), dan “sangat rendah” sebesar 0% (0 atlet). Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 19,25, Kemampuan servis forehand (standing) masuk dalam kategori “sedang”.
Analisis Physical Self-Perception dan Pentingnya Atribut Fisik Pada Atlet Para Badminton Nasional Khalimatus Sadiyah; Joko Sulistyono; Risa Agus Teguh Wibowo
Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Sport Science and Technology (IJST)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/ijst.v5i1.10278

Abstract

Para Badminton Nasional di level internasional mensyaratkan komitmen fisik dan resiliensi psikologis yang tinggi untuk mentransformasikan keterbatasan fungsional menjadi modal prestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran deskriptif komprehensif mengenai tingkat kompetensi fisik, tingkat pentingnya atribut fisik, serta analisis kesenjangan (discrepancy score) pada setiap sub-domain Revised Physical Self-Perception Profile (PSPP-R). Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan survei deskriptif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh atlet Para Badminton Nasional di Pelatnas NPC Indonesia berjumlah 18 orang Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling (sampling jenuh). Instrumen penelitian menggunakan Revised Physical Self-Perception Profile (PSPP-R) versi 48 item yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia dan dinyatakan valid melalui validasi pakar (Content Validity Index/CVI = 1.00) serta memiliki reliabilitas empiris yang sangat tinggi (α = 0.987). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan kategorisasi berdasarkan Penilaian Acuan Norma (PAN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada profil kompetensi fisik aktual, dimensi kekuatan otot murni (physical strength) menjadi determinan utama pembentukan power-confidence (Mean = 20.44), diikuti dominasi kategori sedang-tinggi pada kompetensi olahraga (sport competence) sebesar 83.33%. Pada skala kepentingan, atlet melakukan sentralisasi prioritas tertinggi pada sport competence (Mean = 20.17) dan physical strength (Mean = 19.78). Melalui analisis kesenjangan, mayoritas atlet (77.78%) berada pada karakteristik “Stabil-Kongruen” dengan konsentrasi skor kesenjangan di angka nol (Δ = 0). Namun demikian, fungsi diagnostik instrumen berhasil mendeteksi “Zona Bahaya” pada sekelompok kecil atlet (11.11%) yang mengalami kesenjangan negatif signifikan (Δ = -18 s.d. -9). Penelitian ini menegaskan bahwa kongruensi yang tinggi antara kapasitas riil (kompetensi) dan ekspektasi subjektif (kepentingan) berhasil membentuk physical self-worth yang kokoh dan bertindak sebagai buffer kognitif mitigator kecemasan. Implikasi teoritis penelitian ini memperkuat model hierarkis konsep diri fisik pada populasi disabilitas elit, sedangkan implikasi praktisnya memberikan peta diagnostik berbasis data (evidence-based) bagi NPCI untuk merancang intervensi kognitif-perilaku terfokus pada atlet yang berada di zona kerentanan emosional.