cover
Contact Name
Johan S. C. Neyland
Contact Email
tekno_mesin@unsrat.ac.id
Phone
+6281340029664
Journal Mail Official
tekno_mesin@unsrat.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Tekno Mesin
ISSN : 23559721     EISSN : 27765989     DOI : 10.35793
Core Subject : Engineering,
Focus and Scope Bidang yang terdapat pada Jurnal Tekno Mesin ini adalah : Konversi Energi Produksi Material Desain dan Konstruksi Teknik dan Manajemen Industri Jurnal Tekno Mesin merupakan jurnal ilmiah yang berisikan karya tulis dan karya penelitian dari staf pengajar Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi maupun institusi lain. Jurnal berisi berbagai kajian tentang Konversi Energi, Desain dan Konstruksi, Material Manufaktur, juga Teknik dan Manajemen Industri. Artikel didalamnya dapat ditulis dalam Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia. Jurnal Tekno Mesin akan diterbitkan dua kali dalam setiap volume terbitan
Articles 105 Documents
SIMULASI SISTEM MANUFAKTUR Studi Kasus : Proses Produksi Brake Drum Coupling Tritiya A.R. Arungpadang
Jurnal Tekno Mesin Vol. 1 No. 3 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Now, manufacturing companies must develop their systems performance to the higher productivity level. There are many manufacturing system indicators, three of them are amount of output in a period of time, process lead time, and work in process. Those indicators will be viewed as a result of production machine resources allocation in each work station. The discrete system simulation was used to represent the real system. Using Arena software, we will get details information about the characteristic of each system variables that can used to improve the system performances without interrupt the real system itself. This paper explained briefly manufacturing systems simulation and its result for some operational strategies of production machine allocation.*corresponding author, e-mail address: tritiya_arungpadang@unsrat.ac.id
Uji Penggantian Refrigeran Chlorofluorocarbon Dengan Menggunakan Refrigeran Hidrocarbon Terhadap Konsumsi Listrik dan Penurunan Suhu Beban Pendinginan Pada Mesin Uji Lybold Didactic GMBH 733044115 Frans Palobo Sappu
Jurnal Tekno Mesin Vol. 1 No. 3 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu langkah teknis untuk menanggulangi masalah terbatasnya suplai energi listrik ini adalah upaya penghematan konsumsi terhadap energi listrik. Penghematan pada sektor refrigerasi dapat dilakukan dengan mengganti refrigeran dalam sistem mesin refrigerasi yang menggunakan refrigeran sintetik chlorofluorocarbon dengan refrigeran natural hidrocarbon.Dalam penelitian ini dilakukan penggantian terhadap refrigeran chlorofluorocarbon (Freon R-12) dengan refrigeran hidrocarbon (Musicool MC-12) tanpa adanya penggantian komponen lain pada mesin uji Lybold Didactic GMBH 733044115. Analisis penelitian diarahkan pada besarnya jumlah konsumsi energi listrik dan penurunanan suhu beban pendinginan selum dan sesudah penggantian .Hasil penelitian menunjukkan menurunnya konsumsi energi listrik yang ditandai penurunan daya kompresor berkisar 5.9% hingga 8.3%, sedang penurunan suhu beban pendinginan menunjukkan nilai yang meningkat berkisar 0.3 ºC hingga 2.1 ºC lebih tinggi pada penggunaan refrigeran hidrocarbon dari pada refrigeran chlorofluorocarbon.Kata kunci : refrigeran chlorofluorocarbon, refrigeran hidrocarbon
IDENTIFIKASI ANTI ALIASING FILTER YANG TERDAPAT PADA MSA BUATAN HP TIPE HP3566A DENGAN BANTUAN METODE TRANSFORMASI TRAPESIUM Michael Rembet; Stenly Tangkuman
Jurnal Tekno Mesin Vol. 1 No. 3 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran sinyal getaran dapat dilakukan dengan bantuan perangkat akusisi data digital. Salah satu contoh perangkat ini adalah MSA (Multichannel Spectrum Analyzer) buatan Hewlett Packard tipe HP3566a. Pada perangkat akusisi data tersebut digunakan rangkaian AAF (Anti Aliasing Filter) yang bertujuan untuk menekan pengaruh aliasing terhadap spektrum sinyal yang diakusisi. Sayangnya penggunaan AAF tidak disertai informasi parameter seperti jenis dan orde filter.Dalam penelitian ini, diungkapkan tentang identifikasi AAF pada MSA HP3566a. Identifikasi tersebut dilakukan dengan cara suaian kurva (curve fitting) Magnitudo FRF dari AAF dengan kurva Magnitudo AAF teoritik. Selain itu, suaian kurva juga dilakukan pada kurva Fasa FRF dari AAF dengan kurva Fasa AAF teoritik. Kurva Magnitudo dan Fasa AAF teoritik diperoleh dengan bantuan metode transformasi Trapesium.Berdasarkan pengukuran FRF dari AAF, disimpulkan bahwa AAF pada MSA HP3566a merupakan filter lalu rendah (low-pass filter). Filter tersebut terdiri dari dua buah filter jenis Butterworth berorde delapan yang terhubung seri.Kata kunci: Anti Aliasing Filter, Metode Trapesium
PEMODELAN DAN SIMULASI PENGONTROLAN SUHU DAN KELEMBABAN MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK LABVIEW Jotje Rantung
Jurnal Tekno Mesin Vol. 1 No. 3 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suhu dan kelembaban dalam kehidupan sangat penting. Pada sistem penetasan telur amatlah berpengaruhterhadap pertumbuhan embrio. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan suatu simulasi pengontrolan suhu dankelembaban secara otomatis menggunakan perangkat lunak LabVIEW (Laboratory Virtual InstrumentEngineering Workbench) yang hasilnya bisa dipakai dalam sistem kontrol komputer untuk keperluan memonitordan megontrol suhu dan kelembaban. Objek pemodelan dan simulasi untuk tujuan pengontrolan adalah sistempenetasan telur.Simulasi dilakukan dengan jalan meniru karakteristik dari komponen-komponen fisik yang dipakai dalammengontrol suhu dan kelembaban yakni lampu pemanas, kipas penghilang kelembaban, dan keran air pelembabdengan menggunakan LabVIEW. LabVIEW disini berfungsi untuk memproses data yang diperoleh dari sensorlalu membandingkan nilainya dengan nilai yang diinginkan kemudian memberikan suatu instruksi kepadakomponen-komponen fisik di atas untuk mengambil suatu tindakan yang membawah plant pada kondisi yangdiinginkan.Hasil dari simulasi ini adalah pada saat suhu di bawah batas minimum yang ditentukan maka lampu akanmenyala sampai pada batas suhu maksimum maka lampu akan mati, begitupula dengan kelembaban pada saatkelembaban melewati batas maksimum maka kipas pnghilang kelembaban akan hidup untuk membuangsebagian udara yang lembab dan apabila kelembaban di bawah batas minimum maka keran air pelembab akanmenyemprotkan molekul air yang halus ke udara. Kesimpulan dari hasil simulasi yang diperoleh adalah sistemkontrol dapat bekerja secara otomatis.
Service Quality Evaluation Under Bi-directional Perspective: An Initial Survey and Opportunities for Investigation Agung Sutrisno; Ru (Jiun Shen) Lee Tzong
Jurnal Tekno Mesin Vol. 1 No. 3 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Service quality is very important to improve competitive advantage of industrial organizations. This paper presents a summary on some research gaps within current service quality measurement models and explores the possibility to extend study on interactive service quality arena. The content of the paper is commenced by preliminary literature review to previous works related to service quality measurement models, interactive service quality, some observable gaps on interactive service quality measurement models. At conclusion, some directions for further studies are presented.
KARAKTERISTIK PENGENDALI ON-OFF UNTUK APLIKASI PADA SISTEM PENGENDALIAN TEMPERATUR Jotje Rantung
Jurnal Tekno Mesin Vol. 1 No. 3 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam aplikasi sebuah pengendali harus memenuhi persyaratan kualitas atau karakteristik utama yaitulinearitas, tidak tergantung temperatur, kepekaan, waktu tanggapan, batas frekuensi terendah dan tertinggi, stabilitaswaktu dan histeresis. Untuk nilai masukan tertentu, pengendali harus dapat memberikan keluaran yang tetap nilainyadalam waktu yang lama. Demikian juga sensor dan pengendali dapat mengalami gejala histeresis seperti yang adapada magnetisasi besi. Pada temperatur tertentu akibat dari karakteristik ini sebuah sensor dapat memberikankeluaran yang berlainan, tergantung pada keadaan apakah saat itu temperatur sedang naik atau turun. Dalampenelitian ini dilakuan pengujian tentang karakteristik pengendali on-off untuk aplikasi pada sistem pengendaliantemperatur. Karaktristik pengendali on-off yang akan diuji adalah alat pengendali yang terpasang pada mesinpenetas telur otomatis tipe C-100 yang berada di laboratorium dasar Teknik Mesin Unsrat.Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa: sistem yang diuji beroperasi dengan baik sesuaiberfungsinya yaitu on pada 350C dan off pada 400C, sistem pengendali adalah linier, respon kenaikan temperaturbergantung pada besar energi pemanas dalam kasus ini ditunjukkan oleh posisi dimer, dan respon penurunan suhu(lama waktu pemanas off) bergantung pada besar beban didalam wadah yang dikendalikan yaitu telur dan air didalamwadah. Overshoot dapat terjadi oleh karena besar energi pemanas.
PERBANDINGAN KADAR AIR GABAH PADA PROSES PENGERINGAN GABAH ANTARA ALAT PENGERING YANG MENGGUNAKAN PENUTUP DAN TANPA PENUTUP DENGAN FLUIDA KERJA AIR PANAS Tertius V. Y. Ulaan
Jurnal Tekno Mesin Vol. 1 No. 3 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air panas bumi Bukit Kasih Kanonang merupakan alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk prosespengeringan gabah yang tidak bergantung pada kondisi cuaca. Air panas bumi yang berfungsimemanaskan pelat, kemudian panas pelat tersebut secara langsung bersentuhan dengan gabah. Hal inimenyebabkan gabah menerima panas dan terjadi penguapan air pada gabah yang secara terus menerussampai gabah kering dengan baik. Dalam penelitian ini, dilakukan perbandingan besarnya kadar air gabahyang dihasilkan antara alat pengering gabah yang menggunakan penutup dan tanpa penutup. Lamanyapengujian dari masing-masing alat yaitu selama 5 jam dari pukul 09.00-14.00 Wita. Hasil pengujianmenunjukkan bahwa kadar air massa gabah pada alat pengering gabah dengan kondisi tertutup lebih cepatterjadi penurunan, dimana pada jam 09.00-10.00 wita hasil yang diperoleh adalah 0.126 kg sedangkanpada kondisi alat pengering keadaan terbuka kadar airnya 0.146 kg dan setelah 5 jam kemudianperbandingannya yaitu 0.118 kg : 0.126 kg.Kata kunci: Air panas, kadar air gabah, alat pengering.
PENGUJIAN KECEPATAN CAIRAN PENDINGIN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BENDA KERJA PADA PROSES BUBUT KNUTH DM 1000 A Rudy Poeng; Frans P. Sappu
Jurnal Tekno Mesin Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yaitu melakukan pengujian mulai dari pembuatanbenda uji, melakukan proses bubut dan pengukuran kekasaran permukaan. Pengujian ini dilakukan diLaboratorium Teknik Mesin Unsrat. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data yang diperolehlangsung dari hasil pengukuran kekasaran permukaan benda uji hasil proses bubut pada kondisipemotongan putaran 1000 rpm, gerak makan 0,25 mm, kedalaman potong 0,5 mm dan 1,00 mm denganmenvariasikan posisi bukaan katub cairan pendingin 0 0. 30 0 dan 60 0.Dari hasil ini dapat disimpulkan variasi kecepatan cairan pendingin akan mempengaruhi secaramencolok terhadap kualitas kekasaran permukaan, yaitu bertambahnya kecepatan cairan pendingin akanmenurunkan kekasaran permukaan atau meningkatkan kualitas permukaan benda kerja pada proses bubut.Kata Kunci: Kecepatan Cairan Pendingin, Kekasaran Permukaan, Proses Bubut
ANALISIS TATA LETAK FASILITAS TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) MOBONGO DENGAN SISTEM CONTROLLED LANDFILL di MINAHASA SELATAN Josua Preasley B.A. Jehosua; Tritiya A.R. Arungpadang; Jefferson Mende
Jurnal Tekno Mesin Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TPA Mobongo merupakan sarana umum di kabupaten Minahasa Selatan sebagai tempat pembuangan akhir sampah, di mana sampah diolah di sana menggunakan metode controlled landfill.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tata letak fasilitas pada proses pengolahan sampah di TPA Mobongo. Penelitian dilaksanakan di TPA Mobongo dengan memilih narasumber yang dianggap representatif mewakili tempat pengambilan data yang terdiri dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Minahasa Selatan, Kepala Seksi Persampahan DLH, Penjaga Pos dan Timbangan, Sopir Dump Truck Sampah dan Operator alat berat. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah Teknik wawancara, pengamatan langsung dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata letak fasilitas di TPA Mobongo sangat berpengaruh terhadap perubahan lingkungan dan kondisi cuaca. Dari hasil perhitungan juga dapat dilihat deviasi waktu yang besar pada saat kendaraan menuju ke bak sampah dari rumah pengolah sampah akibat jalur kendaraan yang tidak tetap.Kata Kunci: Tempat Pembuangan Akhir, Analisis, Tata Letak Fasilitas
ANALISIS PENGARUH KONDISI PEMOTONGAN TERHADAP PEMAKAIAN DAYA LISTRIK PADA MESIN BUBUT BV 20 Orlando Mardiro Nado; Rudy Poeng
Jurnal Tekno Mesin Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pemakaian daya yang dibutuhkan dalam pembubutan, antara lain kecepatan potong, kedalaman potong, pemakanan, material benda kerja, dan lain-lain.Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode pengujian. Pengujian yang dilakukan pada salah satu mesin perkakas yang ada di Laboratorium Teknik Mesin Unsrat yaitu mesin bubut BV 20. Pengujian ini dilakukan untuk mengukur arus motor listrik dan waktu pemotongan pada kondisi pemotongan dengan putaran mesin bubut yang bervariasi, sedangkan gerak makan secara manual dengan menggunakan tangan sepanjang 100 mm dan kedalaman potong 1 mm konstan.Hasil pengujian yang dilakukan diperoleh data arus motor listik dan waktu pemotongan yang dilakukan empat kali pengujian pada kondisi putaran yang sama. Hasil ini akan diolah untuk menghitung kecepatan potong dan pemakian daya listrik dari mesin bubut BV 20. Kesimpulan dari penelitian ini adalah yang pertama hasil pengujian proses bubut BV 20 untuk hubungan kecepatan potong dengan pemakaian daya listrik menunjukkan bahwa semakin tinggi putaran yang digunakan maka pemakaian daya listrik relatif murah. Dan untuk hubungan waktu pemotongan dengan pemakaian daya listrik menunjukkan bahwa semakin lama waktu pemotongan yang di gunakan maka pemakaian daya listrik relatif mahal. Yang kedua Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa kecepatan potong mempengaruhi pemakaian daya listrik sebesar 96,05 %, sedangkan sisanya 3,95 % dipengaruhi oleh faktor lain. Dan waktu pemotongan mempengaruhi pemakaian daya listrik sebesar 99,80 %, sedangkan sisanya 0,20 % dipengaruhi oleh faktor lain.Kata kunci: Kecepatan potong, Pemakaian Daya Listrik, Mesin Bubut BV 20

Page 6 of 11 | Total Record : 105