cover
Contact Name
Johan S. C. Neyland
Contact Email
tekno_mesin@unsrat.ac.id
Phone
+6281340029664
Journal Mail Official
tekno_mesin@unsrat.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Tekno Mesin
ISSN : 23559721     EISSN : 27765989     DOI : 10.35793
Core Subject : Engineering,
Focus and Scope Bidang yang terdapat pada Jurnal Tekno Mesin ini adalah : Konversi Energi Produksi Material Desain dan Konstruksi Teknik dan Manajemen Industri Jurnal Tekno Mesin merupakan jurnal ilmiah yang berisikan karya tulis dan karya penelitian dari staf pengajar Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi maupun institusi lain. Jurnal berisi berbagai kajian tentang Konversi Energi, Desain dan Konstruksi, Material Manufaktur, juga Teknik dan Manajemen Industri. Artikel didalamnya dapat ditulis dalam Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia. Jurnal Tekno Mesin akan diterbitkan dua kali dalam setiap volume terbitan
Articles 105 Documents
PERANCANGAN LAMPU PERINGATAN TIDAK BOLEH MENYALIP PADA KENDARAAN RODA EMPAT UNTUK MENCEGAH KECELAKAAN Alfa Ageng Santoso; Stenly Tangkuman
Jurnal Tekno Mesin Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Kecelakaan Lalulintas di Indonesia memiliki jumlah yang besar setiap Tahunnya. Menurut Laporan Kecelakaan Lalulintas di Indonesia dari Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Utara, pada periode triwulan (01 Januari 2016 – 31 Maret 2016) adalah 24.407 dan 66,2% diantaranya adalah tipe kecelakaan yang terjadi akibat menyalip. Pada periode triwulan sebelumnya 26.594 dan 67,5 %  diantaranya adalah tipe kecelakaan yang terjadi akibat menyalip. Kecelakaan saat menyalip terjadi pada saat kondisi jalan tidak aman, misalnya pada saat yang bersamaan ada penyeberang jalan baik pejalan kaki yang menyeberang di Zebra Cross atau tidak di Zebra Cross, kendaraan yang akan belok searah atau arah berlawanan, kendaraan yang akan memutar membalik searah atau berlawanan, jalanan yang rusak, dan lain sebagainya.Terkait dengan data 66,2% dan 67,5% tipe kecelakaan yang terjadi, penulis memberikan usulan yang dapat menjadi solusi untuk mengurangi angka kecelakaan saat menyalip. Gagasan tersebut adalah membuat lampu peringatan tidak menyalip pada kendaraan roda empat dan kendaraan besar lainnya yang beroperasi di jalan raya. Lampu ini berfungsi untuk memberikan informasi kepada kendaraan lain yang ada di belakang untuk tidak menyalip karena pada saat yang bersamaan kondisi jalan tidak aman untuk menyalip.Penjelasan praktis tentang penggunaan lampu peringatan telah disajikan dalam bentuk diagram alir, penulis juga memberikan rekomendasi desain dasar lampu yang akan dipakai pada kendaraan roda empat dan kendaraan besar. Pihak-pihak terkait yang dapat membantu mewujudkan gagasan dan langkah-langkah strategisnya telah penulis bahas dengan jelas.Alasan penulis mengusulkan gagasan ini adalah karena penulis pernah mengalami dan sering menyaksikan kecelakaan pada saat menyalip yang diakibatkan tidak ada informasi yang jelas untuk tidak menyalip karena pada saat yang bersamaan kondisi jalan sedang tidak aman. Oleh karena itu, penulis sangat merekomendasikan lampu peringatan ini, dengan harapan kiranya boleh diwujudkan dan diterapkan, guna mencegah ataupun mengurangi angka kecelakaan lalu lintas saat menyalip.Kata kunci : Lampu peringatan, sensor, kecelakan lalu lintas.
ANALISIS KOMPOSISI KIMIA PLAT RANTAI YAMAHA MX 135 MENGGUNAKAN ENERGY DISPERSIVE X-RAY SPECTROSCOPY Markus K Umboh; Tritiya A.R Arungpadang; Brillian Davidson
Jurnal Tekno Mesin Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rantai motor merupakan bagian yang memiliki fungsi untuk meneruskan tenaga dari mesin menuju roda. Pada penelitian ini dilakukan analisis komposisi kimia plat rantai tipe 428 Yamaha MX 135 menggunakan metode Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (EDS).Hasil pengujian EDS selanjutnya dibandingkan dengan standar komposis kimia plat berdasarkan standar SAE 1050. Hasil yang diperoleh menunjukan kandungan unsur dengan persen beratnya masing-masing; Fe 98.82 %, Mn 0.70 %, C 0.40 %, S 0.04 %, dan P 0.04 %. Jika dibandingkan dengan komposisi kimia standar SAE 1050, komposisi kimia plat ini sesuai dengan standart yang ditentukan.Kata kunci: Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (EDS), Plat Rantai tipe 428, komposisi kimia
PERENCANAAN ALAT PENGERING PADI KAPASITAS 1000 KG/JAM DENGAN MENGGUNAKAN PEMANAS SEKAM PADI I Nyoman Gede; Nita C.V. Monintja; Hengky Luntungan
Jurnal Tekno Mesin Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara pengolahan hasil pertanian adalah: Proses pengeringan. Proses pengeringan adalah suatu proses pengurangan kadar air sampai batas tertentu sehingga dapat menghambat laju kerusakan hasil pertanian (padi) akibat aktivitas biologis dan kimia. Pengeringan perupakan langkah terakhir dari sederetan operasi, dan hasil pengeringan biasanya siap untuk digunakan.Dari hasil perencanan dan perhitungan, bahwa perencanaan pengering padi dengan system tray dryer merupakan aplikasi dari pengeringan konvensional. Pada temperature pengeringan 40 oc, kecepatan udara 4 m/det dan laju aliran udara panas 26733,615 m3/jam serta kelembaban udara pengerig 0,0379 kg air/kg udara sudah cukup untuk mengeringkan padi 1000 kg selama 6,1 jamKata kunci : Tray dryer, Pengering, Padi.
PENENTUAN BEBAN PENDINGINAN AC UNTUK MEMILIH SISTEM PENDINGINAN YANG HEMAT ENERGI PADA RUANGAN IBADAH GEDUNG GEREJA KGMPI GETSEMANI KELURAHAN BAHU KOTA MANADO Benny L. Maluegha; Hengky Luntungan
Jurnal Tekno Mesin Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan beban pendinginan merupakan dasar dari perencanaan sistem pengkondisian udara dari suatu bangunan. Karena dari hasil penentuan tersebut dapat diperkirakan kapasitas dari perangkat mesin AC yang dapat dipergunakan.Pada gedung gereja KGMPI Getsemani Bahu terdapat ruang ibadah yang saat ini menggunakan AC. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menentukan beban pendinginan yang ada di ruang ibadah tersebut, mengingat performa dari unit-unit AC yang digunakan sekarang sudah tidak maksimal lagi karena sudah cukup lama digunakan. Sehingga hasil perhitungan ini dapat digunakan pihak gereja untuk memilih unit AC yang tepat yang akan digunakan nantinya.Sebelum melakukan perhitungan, dilakukan pengamatan terhadap ruangan-ruangan tersebut untuk mengambil data yang diperlukan, seperti data tentang luas ruangan, volume ruangan, luas kaca, luas dinding, tebal dinding, peralatan listrik, jumlah orang dan lailn-lain.Dengan menggunakan berbagai tabel dan rumus untuk menentukan dan menghitung berbagai jenis beban pendinginan ruangan, maka dapat diketahui beban pendinginan dari ruangan ibadah gereja KGMPI Getsemani Bahu, yang jumlahnya sebesar 30.370 kkal/jam, yang terdiri dari 19.931,922 kkal/jam beban kalor sensibel, dan 10.438,220 kkal/jam beban kalor laten.Kata Kunci: beban pendinginan, beban kalor sensibel, beban kalor laten, KGMPI Getsemani Bahu
DESTILASI AIR BERSIH DI PESISIR PANTAI KELURAHAN TONGKEINA KECAMATAN BUNAKEN KOTA MANADO Nita C.V. Monintja; Kennie A. Lempoy
Jurnal Tekno Mesin Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan komponen utama yang sangat penting bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Presentase terbesar dalam tubuh manusia ialah air. Pada daerah tertentu terutama daerah pesisir pantai Kelurahan Tongkeina Kecamatan Bunaken air bersih sulit diperoleh, air tanah yang ada adalah air payau yang kurang baik bagi kesehatan. Ditinjau dari potensi sumber energi yang tersedia, daerah pesisir pantai sangat melimpah. Sumber air didapat dari air laut, ada angin yang bisa dikembangkan sebagai alat untuk memompa air dari laut. Dan yang paling terbesar dan tak akan pernah habis adalah energi surya. Energi surya dalam bentuk panas itu dapat dimanfaatkan untuk proses destilasi air laut untuk mendapatkan air bersih di daerah pesisir maupun dikapal nelayan. Solar still adalah suatu peralatan yang digunakan untuk menyuling atau mendestilasi air laut menjadi air bersih dengan menggunakan energi matahari. Kolam pada solar still berfungsi untuk menampung air laut dan juga sebagai penyerap panas matahari. Kaca penutup berfungsi untuk mengumpul uap air dan mengembunkannya menjadi air kembali.Kata Kunci: Energi Surya, Solar Still, Tongkeina.
PENERAPAN METODE DATUM SATU TINGKAT PADA PEMILIHAN BAHAN PISAU ALAT PERAJANG SINGKONG Michael E. Rembet
Jurnal Tekno Mesin Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat perajang singkong yang banyak digunakan masih bersifat sederhana dan dilakukan secara manual. Proses perajangan dikerjakan dengan posisi duduk di atas lantai, punggung yang dibungkukkan, kepala yang selalu tertunduk dan kaki yang tertekuk. Ini menyebabkan posisi kerja yang tidak nyaman bagi operator alat perajang sehingga hasil perajangan tidak maksimal.Dalam penelitian ini, dilakukan modifikasi alat perajangan sehinga kondisi ergonomi operator jadi lebih baik dibandingkan dengan kondisi sekarang. Perancangan dilakukan dengan bantuan metode datum satu tingkat.Hasil perancangan kemudian ditabelkan dalam tabel morfologi.Berdasarkan hasil perancangan, dipilih baja sebagai bahan rangka. Selain itu juga dipilih kursi lipat sebagai tempat duduk operator. Selanjutnya alat perajang tersebut digerakan dengan kaki dengan bantuan mekanisme roda gigi dan rantai. Posisi operator sebagai sumber tenaga penggerak dipilih berada di belakang.Kata kunci : Alat Perajang Singkong, Metode Datum Satu Tingkat
PENGUKURAN KINERJA OPERASI BONGKAR MUAT PETI KEMAS DI PELABUHAN BITUNG Pricylia Damongilala; Agung Sutrisno; Jefferson Mende
Jurnal Tekno Mesin Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Peti Kemas Bitung merupakan salah satu inti segmen usaha yang ada di PT Pelabuhan Indonesia (Persero), dan memegang perananan yang penting dalam proses kemajuan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara. Ketersediaannya sarana maupun prasarana di Pelabuhan Peti Kemas Bitung dapat mendorong kemajuan dan peningkatan pertumbuhan perekonomian nasional. Maka tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi Kinerja Operasional dari Pelabuhan Peti Kemas Bitung pada tahun dalam kurun waktu 2019-2021 sebagai sampel waktu.Penelitian ini dilaksanakan dengan cara mengambil data pelayanan Pelabuhan Peti Kemas Bitung dan mengolahnya dengan cara mengevaluasi berdasarkan standar yang ditetapkan pemerintah. Data yang dievaluasi berdasarkan data Kinerja Bongkar Muat dari tahun 2019-2021. Untuk menentukan faktor yang mempengaruhi capaian kinerja bongkar muat dilakukan dengan integrasi Diagram Ishikawa dan Metode FMEA.Dari hasil penentuan faktor yang mempengaruhi capaian kinerja dengan menggunakan metode Diagram Ishikawa dan metode FMEA, dua faktor resiko penting berdasarkan nilai RPN tertinggi 45 (Kesiapan prasarana bongkar muat peti kemas) dan 27 (Jumlah dan level Kompetensi Operator ) yang mempengaruhi capaian kinerja bongkar muat peti kemas adalah kesiapan sarana bongkar muat dan kompetensi operator container crane.Dari hasil studi disimpulkan bahwa indikator kinerja yang digunakan untuk mengukur kinerja bongkar muat peti kemas adalah Box Ship per Hour (BSH) menunjukkan capaian indikator tersebut telah sesuai dengan ekspektasi pemangku kepentingan. Dua hal penting yang perlu diperhatikan untuk peningkatan kinerja bongkar muat terkait dengan kapabilitas sumber daya manusia dan kesiapan peralatan bongkar muat.Kata Kunci : Box Ship per Hour (BSH), Diagram Ishikawa, metode FMEA, Nilai RPN
SIMULASI PENGARUH JUMLAH EKSITASI PADA FILTER CHEBYSHEV TIPE I TERHADAP NILAI RATA-RATA MAGNITUDO SINYAL ACAK Michael Rembet
Jurnal Tekno Mesin Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dewasa ini pengukuran sinyal getaran dilakukan dengan bantuan perangkat akusisi data digital. Pada perangkat akusisi data tersebut digunakan rangkaian filter. Sayangnya penggunaan filter dapat mengakibatkan perubahan spektrum yang diperoleh. Dalam penelitian ini, pengaruh jumlah eksitasi pada filter analog terhadap nilai rata-rata magnitudo diungkapkan. Pengungkapan tersebut dilakukan dengan bantuan simulasi. Filter yang akan dieksitasi adalah filter Chebyshev tipe I berorde lima. Simulasi itu dilakukan dengan cara filter dieksitasi oleh sinyal acak. Mula-mula, eksitasi ini dilakukan sebanyak sepuluh kali. Sinyal acak tersebut, dibangkitkan dengan bantuan perangkat lunak. Setelah itu, respon filter dalam domain waktu ditransformasi ke domain frekuensi. Pada domain frekuensi, respon filter di tiap frekuensi kemudian dirataratakan. Namun selang frekuensi yang dirataratakan tersebut berada pada selang frekuensi di sekitar frekuensi potong (cut off frequency). Selanjutnya simulasi dilakukan untuk jumlah eksitasi hingg 150 kali dengan selang pertambahan sebesar sepuluh kali. Berdasarkan simulasi yang dilakukan, disimpulkan bahwa nilai terbesar dari persentase tertinggi beda magnitudo adalah 67 % pada jumlah eksitasi sebanyak satu kali. Di lain  pihak nilai terendah dari persentase tertinggi beda magnitudo adalah 3,5 % pada jumlah eksitasi sebanyak 150 kali. Ini berarti semakin banyak jumlah eksitasi, semakin kecil pula persentase tertinggi beda magnitudo. Kata kunci : Filter Chebyshev Tipe I, Simulasi Eksitasi, Sinyal Acak
EVALUASI PRIORITAS RESIKO KERUSAKAN MESIN MENGGUNAKAN INTEGRASI METODE PROXIMITY VALUE INDEX DAN FMEA Agung Sutrisno
Jurnal Tekno Mesin Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKArtikel ini menunjukkan penggunaan metode proximity value index dalam menentukan prioritas resiko kerusakan mesin. Sebagai salah satu metode pengambilan multi kriteria mutakhir, metode proximity value index metode ini sangat mudah diimplementasikan dan praktis dalam penggunaannya. Studi kasus penentuan prioritas kerusakan sub bagian pembakaran pada mesin pesawat terbang. Hasil penerapan metode proximity value index menunjukkan prioritas bagian mesin mana yang perlu diprioritaskan penangan kerusakannya.Kata kunci: Resiko, Proximity Value Index, FMEA.
RANCANG BANGUN TANGKI PEMANAS PADA DISTILATOR NIRA AREN PENGHASIL ALKOHOL Allendro G. Pompana; Stenly Tangkuman; Tritiya Arungpadang
Jurnal Tekno Mesin Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtmu.v9i1.48218

Abstract

Penggunaan tangki pemanas pada proses distilasi tradisional masih menggunakan sumber panas dari energi tak terbarukan dan memiliki efek samping bagi lingkungan, selain itu juga terdapat keterbatasan pada tangki pemanas konvensional untuk memantau perubahan suhu dalam tangki pemanas. Tujuan dari penelitian ini yang pertama adalah merancang tangki pemanas untuk distilator nira aren penghasil alkohol menggunakan elemen pemanas elektrik. Kedua, membuat tangki pemanas hasil perancangan tersebut. Ketiga, mendapat produk alkohol hasil dari alat Distilasi peneliti. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, perancangan alat, pembuatan alat, pengujian alat, analisis, kesimpulan dan saran. Hasil penelitian perancangan tangki pemanas yaitu berkapasitas 20 liter dengan dimensi, diameter tangki pemanas 0,265 m, jari-jari tangki pemanas 0,1325 m, tinggi tangki pemanas 0,42 m, lebar sirip tutup tangki 0,058 m, tinggi tutup kerucut 0,195 m, dan diameter alas tutup kerucut 0,265 m. Berdasarkan hasil simulasi Solidworks tegangan von mises maksimum tangki 40,07 Mpa. Untuk tangki pemanas yang dirancang dibuat mengikuti dimensi pada hasil perancangan, menggunakan bahan pelat Stainless Steel 304. Hasil alkohol yang didapatkan memiliki kadar alkohol tertinggi yaitu, 55%. Kata kunci : Alkohol, Distilator, Tangki Pemanas, Kapasitas

Page 7 of 11 | Total Record : 105