cover
Contact Name
Tarmiji Siregar
Contact Email
lokakarya@uinsu.ac.id
Phone
+6285275356446
Journal Mail Official
lokakarya@uinsu.ac.id
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan Estate, Medan, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
LOKAKARYA
ISSN : -     EISSN : 29623537     DOI : -
LOKAKARYA Journal published by PPG of Tarbiyah Science and Teacher Training Faculty, State Islamic University of North Sumatera Medan, Medan City, North Sumatera Province,Indonesia This journal focuses on scholarly writing and articles of Tarbiyah science, Education and Islamic studies in the form of study, conceptual, reserach results, book review and biography
Articles 114 Documents
Urgensi Rencana Kerja Sekolah Dalam Menjamin Mutu Lulusan di Masyarakat Nurjannah Pangaribuan; Suwanti Suwanti; Rahman Kamal; Rohimah Ritonga
LOKAKARYA Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/lokakarya.v5i1.5495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pentingnya rencana kerja sekolah sebagai bagian dari upaya penjaminan mutu lulusan di masyarakat. Rencana kerja sekolah dipahami sebagai instrumen strategis yang berfungsi mengarahkan proses perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi program pendidikan secara sistematis dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan dalam bidang manajemen pendidikan dan penjaminan mutu. Hasil kajian menunjukkan bahwa rencana kerja sekolah memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas lulusan, terutama melalui keselarasan antara standar pendidikan, kebutuhan masyarakat, serta pengembangan kompetensi peserta didik. Selain itu, implementasi rencana kerja yang terstruktur mampu memperkuat efektivitas pengelolaan sekolah, meningkatkan akuntabilitas, serta mendorong daya saing lulusan dalam kehidupan sosial. Dengan demikian, penyusunan dan pelaksanaan rencana kerja sekolah yang sistematis dan berkelanjutan menjadi faktor kunci dalam menjamin mutu lulusan yang relevan dengan tuntutan masyarakat.
Model Pendidikan Berkelanjutan Berbasis Pesantren dalam Penguatan Kompetensi Abad ke-21 Muhkhamad Taufiq; Supriyanto Supriyanto
LOKAKARYA Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/lokakarya.v5i1.5453

Abstract

Pendidikan berkelanjutan menjadi isu strategis pada abad ke-21 akibat perkembangan teknologi, transformasi sosial, dan tuntutan kompetensi global yang semakin kompleks. Pondok pesantren dituntut untuk tetap mempertahankan nilai dan tradisi keislaman sekaligus mampu beradaptasi dengan tantangan pendidikan modern dan globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan berkelanjutan di Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin dalam penguatan kompetensi abad ke-21 santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuesioner terbatas, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berkelanjutan di Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin dilaksanakan melalui integrasi antara tradisi pendidikan pesantren dan pendekatan pembelajaran modern. Pesantren tetap mempertahankan kajian kitab kuning, talaqqi, pembentukan akhlak, dan budaya keagamaan sebagai fondasi pendidikan, sekaligus mengembangkan literasi digital, pelatihan kepemimpinan, pembelajaran kolaboratif, kewirausahaan, dan keterampilan komunikasi santri. Implementasi pendidikan berkelanjutan memberikan dampak positif terhadap penguatan kreativitas, kolaborasi, kemandirian, dan kemampuan adaptif santri. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan kompetensi guru dalam pembelajaran digital, pemanfaatan teknologi yang belum optimal, serta belum terintegrasinya kurikulum secara sistematis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan berkelanjutan berbasis pesantren memiliki potensi besar dalam membentuk santri yang religius, adaptif, dan kompetitif tanpa meninggalkan identitas keislaman dan tradisi pesantren dalam menghadapi tantangan abad ke-21.
Pendekatan Humanistik-Religius dalam Praktik Bimbingan Konseling Islam di Sekolah Khairuddin Khairuddin
LOKAKARYA Vol 5, No 2 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/lokakarya.v5i2.5481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan humanistik-religius dalam praktik bimbingan dan konseling Islam di sekolah, peran guru BK dalam membangun hubungan empatik dan spiritual, serta dampaknya terhadap perilaku, karakter, dan kesehatan mental peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru BK, peserta didik, kepala sekolah, dan pihak terkait yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan humanistik-religius diterapkan melalui integrasi nilai-nilai humanistik seperti empati, penerimaan tanpa syarat, dan komunikasi interpersonal positif dengan nilai-nilai religius Islam dalam proses layanan konseling. Guru BK berperan sebagai fasilitator psikologis dan spiritual yang membantu peserta didik memahami diri, mengembangkan karakter religius, serta meningkatkan kesehatan mental. Pendekatan ini memberikan dampak positif terhadap perubahan perilaku, peningkatan disiplin, kontrol emosi, kesadaran religius, serta kesejahteraan psikologis peserta didik. Meskipun demikian, implementasi pendekatan humanistik-religius masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu layanan konseling, rendahnya kesadaran peserta didik terhadap layanan BK, serta keterbatasan kompetensi guru BK dalam mengintegrasikan pendekatan psikologis dan spiritual. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi sekolah, orang tua, dan peningkatan kompetensi guru BK agar layanan bimbingan dan konseling Islam dapat berjalan lebih efektif dan relevan dengan tantangan pendidikan modern.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN KOMUNITAS BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SD NEGERI 2 WAISAI Jackline Tifani Lamia; Robert Masreng; Monika Gultom
LOKAKARYA Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/lokakarya.v5i1.5487

Abstract

This study aims to analyze the role of the principal in improving teacher performance through the development of learning communities at SD Negeri 2 Waisai, Raja Ampat Regency. This research is motivated by the importance of the principal’s leadership as instructional leadership in building a collaborative and reflective school culture. This study employs a qualitative approach with a descriptive research design. The research informants consist of the principal, teachers, the head of the learning community, school supervisors, and students. Data collection techniques were conducted through in-depthinterviews, participatory observation and documentation. Data analysis used the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, which includes data reduction, data display and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and method triangulation. The results of the study show that principal performs leadership roles based on the EMASLIM theory, particularly as an educator, supervisor, leader and innovator in developing learning communities. Tehse roles encourage teacher collaboration, learning reflection and innovation in teaching practices. This study concludes that professional learning communities significantly contribute to improving teacher performance and strengthening a collaborative.

Page 12 of 12 | Total Record : 114