cover
Contact Name
Muhammad Haqqiyuddin Robbani
Contact Email
muha198@brin.go.id
Phone
+62881010041900
Journal Mail Official
jtl@brin.go.id
Editorial Address
Gedung BJ Habibie Lantai 8, Jl. M.H. Thamrin No.8 Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknologi Lingkungan
Published by BRIN Publishing
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : https://doi.org/10.55981/jtl
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers and case studies focused on environmental sciences, environmental technology as well as other related topics to environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation. Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) adalah jurnal yang bertujuan untuk menjadi platform peer-review dan sumber informasi yang otoritatif. JTL diterbitkan dua kali setahun dan menyediakan publikasi ilmiah bagi para peneliti, insinyur, praktisi, akademisi, dan pemerhati di bidang yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi lingkungan. Kami menerbitkan makalah penelitian asli dan studi kasus yang berfokus pada ilmu lingkungan, teknologi lingkungan serta topik terkait lainnya yang berhubungan dengan lingkungan termasuk sanitasi, biologi lingkungan, pengolahan air limbah, pengolahan limbah padat, desain dan manajemen lingkungan, analisis mengenai dampak lingkungan, pengendalian pencemaran lingkungan dan konservasi lingkungan.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 25 No. 2 (2024)" : 30 Documents clear
Pengembangan Sektor Transportasi yang Ramah Lingkungan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Setiastuti, Nugraheni; Apriyanto, Heri; Sugarmansyah, Ugay; Heldini, Noorish; Ayu Pradnyapasa, Dhita; Suhendra, Aphang; Wiratmoko, Agung; Dani Soewargono, Binuko; Dwi Tamtomo, Taufiq; Ardiana, Citra; Pratama Putera, Irfan; Lusia, Akira
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.1750

Abstract

The development of an environmentally friendly transportation sector is a sustainable development effort that has a significant role in regional economic growth and reducing greenhouse gas (GHG) emissions. This research aims to identify the transportation subsector that has the strongest backward and forward linkages as a key regional economic subsector and analyze the economic and environmental impacts, mainly the increase in carbon emissions in the transportation sector due to an increase in final demand. This research uses an environmentally extended input-output (EEIO) analysis approach, with a case study of this research in the Yogyakarta Special Region Province (D.I. Yogyakarta). The primary data used is the Input-Output (I-O) table for D.I. Yogyakarta Province, which includes 52 sectors in 2016, and inventory data for D.I. Yogyakarta Province's greenhouse gas (GHG) emissions. Results of the simulation carried out show an increase in final demand by 25%, which will provide three impacts, namely direct impacts, indirect impacts, and induced effects on the transportation sector by creating a gross added value (NTB) of IDR 4,528,778.968 million, but at the same time, greenhouse gas emissions of 618.091 GgCO2e were also produced. The air transportation subsector is a subsector that has relatively strong direct and indirect backward and forward linkages, with a contribution to NTB of IDR 3,000,696.019 million and GHG emissions released by this subsector of 461.669 GgCO2e. Efforts to mitigate these emissions need to be made in stages by diffusing clean technology, and an effective, efficient, and sustainable transportation system.   Abstrak Pengembangan sektor transportasi yang ramah lingkungan merupakan upaya pembangunan berkelanjutan yang memiliki peran signifikan dalam pertumbuhan ekonomi wilayah dan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi subsektor transportasi yang memiliki keterkaitan ke belakang dan ke depan yang paling kuat sebagai subsektor ekonomi kunci wilayah, dan menganalisis dampak ekonomi dan lingkungan khususnya kenaikan emisi GRK terhadap sektor transportasi yang disebabkan adanya peningkatan permintaan akhir (final demand). Kajian ini menggunakan pendekatan analisis environmentally extended input-output (EEIO), dengan studi kasus penelitian ini di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (D.I. Yogyakarta). Data utama yang digunakan adalah Tabel Input-Output (I-O) Provinsi D.I. Yogyakarta yang meliputi 52 sektor tahun 2016 dan data inventarisasi emisi gas rumah kaca (GRK) Provinsi D.I. Yogyakarta. Hasil simulasi yang dilakukan adanya peningkatan permintaan akhir sebesar 25%, yang akan memberikan tiga dampak, yaitu dampak langsung, dampak tidak langsung, dan dampak imbasan (induced effects) terhadap sektor transportasi dengan menciptakan nilai tambah bruto (NTB) sebesar Rp4.528.778,968 juta, namun pada saat bersamaan dihasilkan pula emisi gas rumah kaca sebesar 618,091 GgCO2e. Subsektor transportasi udara merupakan subsektor yang memiliki keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang dan ke depan yang relatif kuat dengan kontribusi terhadap NTB sebesar Rp3.000.696,019 juta dan emisi GRK yang dikeluarkan oleh subsektor ini sebesar 461,669 GgCO2e. Upaya memitigasi emisi ini perlu dilakukan secara bertahap dengan mendifusikan teknologi bersih dan sistem transportasi yang efektif, efisien dan berkelanjutan.
Prediksi Timbulan Ampas Teh dari Rumah Makan dan Gerai di Kota Pekanbaru Selvia; Fitri, Yulia; Meka, Wahyu; Mulyani, Sri; Lestari, Dinda; Rahmadani, Nofia
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.1979

Abstract

Waste from restaurants is not only food waste but also tea grounds, which have sustainable potential. Tea grounds from restaurants and beverage outlets will increase the amount of tea grounds  generated in Pekanbaru. This study aims to calculate and predict the generation of tea waste collected from restaurants and beverage outlets in Pekanbaru City. Restaurants and beverage outlets were selected in this study using Cluster Random Sampling. The Slovin method was used to estimate the number of samples needed. Multiple linear regression analysis was used to test how much influence the number of cups sold per day with the dose of tea used, the category of tea used, temperature, humidity, and rainfall on the amount of tea dregs. The average tea dregs in Pekanbaru City is 61 g/cup, where 79% of the dregs come from tea powder and tea bags contribute 21%. The linear regression model shows that variables that are significantly related to tea dregs include measure per cup (53%), temperature (17%), humidity (6%), cup size (5%), and rainfall (2%), while the number of cups and tea category are not significant. The calculated R2 is 0.844, which means that the proposed model can explain about 84.4% of the variation in the amount of tea dregs generated by restaurants and beverage outlets. The model accuracy test indicated a well-performing model with Mean Absolute Error (MAE), Root Mean Square Error (RMSE), and Mean Absolute Perception Error (MAPE) values of 6.39, 7.06, and 0.82, respectively. In addition to being a source of inspiration for further research in optimizing the use of tea grounds, this invention also has the potential to have a positive impact on the wider community by promoting utilization as a valuable resource. Abstrak Limbah dari rumah makan tidak hanya berupa sisa makanan, tetapi juga ampas teh, yang memiliki potensi yang berkelanjutan. Ampas teh dari rumah makan dan gerai minuman akan meningkatkan timbulan jumlah ampas teh yang dihasilkan di Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan memprediksi timbulan ampas teh yang dikumpulkan dari rumah makan dan gerai minuman di Kota Pekanbaru. Rumah makan dan gerai minuman yang dipilih dalam penelitian ini menggunakan Cluster Random Sampling. Metode Slovin digunakan untuk mengestimasi jumlah sampel yang dibutuhkan. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menguji seberapa besar pengaruh jumlah cup yang terjual per hari dengan takaran teh yang digunakan, kategori teh yang digunakan, suhu, kelembaban, dan curah hujan terhadap jumlah ampas teh. Rata-rata ampas teh di Kota Pekanbaru adalah sebesar 61 g/cup, yaitu 79% ampas berasal dari teh bubuk dan teh celup berkontribusi sebesar 21%. Model regresi linear menunjukkan bahwa Variabel yang berhubungan secara signifikan terhadap ampas teh diantaranya takaran per cup (53%), suhu (17%), kelembaban (6%), ukuran cup (5%), dan curah hujan (2%), sedangkan jumlah cup dan kategori teh tidak signifikan. Hasil perhitungan R2 adalah sebesar 0,844, yang berarti model yang diusulkan dapat menjelaskan sekitar 84,4% variasi dalam jumlah ampas teh yang dihasilkan oleh rumah makan dan gerai minuman. Uji akurasi model mengindikasikan model dengan kinerja yang baik dengan nilai Mean Absolute Error (MAE), Root Mean Square Error (RMSE), dan Mean Absolute Perception Error (MAPE) secara berturut-turut sebesar 6,39, 7,06, dan 0,82. Selain menjadi sumber inspirasi bagi riset selanjutnya dalam mengoptimalkan penggunaan ampas teh, penemuan ini juga berpotensi memberikan dampak positif bagi masyarakat luas dengan mempromosikan pemanfaatan sebagai sumber daya yang bernilai.
Strategi Pengelolaan Lingkungan di Bentanglahan Solusional, Fluvio-marine, dan Marine Menggunakan Analisis SWOT di Kabupaten Badung Khaerul Amru; Nur Laksmita, Aulia; Mutia Herni Ningrum; Said Fahmi; Erwika Dhora Jati
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.1999

Abstract

Badung Regency has a variety of landscape structures formed from various abiotic components that are integrated between climate, topography, and interactions between organisms to create specific spatial patterns. This study aims to identify problems and develop environmental management strategies in solutional landforms (Jimbaran Village), fluvio-marine (Tahura Ngurah Rai), and marine (Kuta Beach). The method used in this study is to use SWOT analysis with weighting and descriptive-analytical. Based on the results of identifying ecological problems in solutional areas are water drought and poor waste management. Environmental problems in fluvio-marine landscapes are related to waste. Environmental problems in marine landforms in Kuta Beach are the difficulty of clean water and drinking water sources, the potential for tsunami disasters, garbage as an active source of pollutants, and road congestion along Kuta Beach. Meanwhile, the management strategy from the results of the analysis obtained six points, namely the development of various types of fish pond farming, providing a means of marketing fish products, supporting the local economy by purchasing local farmers' fish products, improving environmental supervision of business people on waste management, restrictions on tourist activities in the buffer zone, and plant types that can support the sustainability of water resources and improve the function of buffer zones.   Abstrak Kabupaten Badung memiliki beragam struktur bentanglahan yang terbentuk dari berbagai komponen abiotik yang terintegrasi antara iklim, topografi, dan interaksi antar organismenya sehingga membentuk pola spasial yang spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan lingkungan yang timbul pada bentanglahan solusional (Desa Jimbaran), fluvio-marine (Tahura Ngurah Rai), dan marine (Pantai Kuta). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT dengan pembobotan dan deskriptif-analitis. Berdasarkan hasil identifikasi permasalahan lingkungan di daerah solusional adalah kekeringan air dan pengelolaan limbah yang buruk. Masalah lingkungan di bentanglahan fluvio-marine terkait dengan limbah. Masalah lingkungan pada bentanglahan marine di Pantai Kuta adalah sulitnya sumber air bersih dan air minum, potensi bencana tsunami, sampah sebagai sumber polutan aktif, dan kemacetan jalan di sepanjang Pantai Kuta. Sementara itu, strategi pengelolaan dari hasil analisis diperoleh enam poin, yaitu pengembangan berbagai jenis budidaya tambak ikan, menyediakan sarana pemasaran produk ikan, mendukung ekonomi lokal dengan membeli produk ikan petani lokal, meningkatkan pengawasan lingkungan pelaku bisnis terhadap pengelolaan limbah, pembatasan kegiatan wisata di zona penyangga, dan jenis tanaman yang dapat mendukung keberlanjutan sumber daya air dan meningkatkan fungsi zona penyangga.
Karakterisasi Perbandingan Bahan Baku Sekam Padi dan Campuran Sekam Padi-Ampas Tebu terhadap Kualitas Briket Putri, Rizka Wulandari; Rahmatullah; Susanti, Susi; Habsyari, Mutiara Aiko; Aliyah, Shafira Tasya; Wijayanti, Meta
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.2018

Abstract

Fossil fuels cause several problems, such as energy scarcity and air pollution. Charcoal briquettes are sought by People around the world as an alternative to fossil fuels due to the high calorific value of briquettes. This phenomenon brings the briquettes prospect that is applied as solid fuel. This research aims to determine the effect of biomass feeds on the quality of briquettes. The research stages: carbonization at the temperature of 300 ºC for 1 hour with raw materials such as pure rice husk (RH) and a mixture of rice husk and sugarcane bagasse (RH:SB) with ratios of 1, 1.5 and 2. In the casting process, charcoal  RH and RH:SB were varied with durian seed flour adhesive (20% weight of feed). The results of the raw material values for pure RH and RH:SB mixture are (3,505; 3,043; 2,733 cal/gr) and (5,094; 4,161; 4,283 cal/gr),  which meet the regulation ESDM (4000-5000 kal/gr) for all RH: SB samples. The improvements in briquette quality are also found in the water content parameters of the briquettes, the water content of pure RH and RH: SB mixture is (10.44%, 10.15%, 6.6%) and (5.59%, 5.57%, 5.2%), where all RH:SB briquette samples comply with SNI (<8%). The content of ash, volatile matter and bound carbon still do not meet standards. It is recommended to vary the temperature to achieve the optimal temperature in order to obtain ash content, volatile matter and fixed carbon, which can meet the standards. ABSTRAK Bahan bakar fosil menimbulkan beberapa permasalahan seperti kelangkaan energi dan polusi udara. Briket arang mulai diminati oleh masyarakat di dunia sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil dikarenakan nilai kalor briket yang tinggi. Karena itu briket memiliki prospek untuk diaplikasikan sebagai bahan bakar padat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh bahan baku biomassa terhadap kualitas briket. Tahapan penelitian mencakup perlakuan karbonisasi pada suhu 300 ºC selama 1 jam pada bahan baku pure sekam padi (SP) dan campuran sekam padi dan ampas tebu (SP:AT) dengan rasio 1; 1,5; dan 2. Pada proses pencetakan, masing-masing arang divariasikan terhadap perekat tepung biji durian (20% berat dari feed). Hasil nilai bahan baku SP dan campuran SP:AT adalah (3.505; 3.043; 2.733 kal/gr) dan (5.094; 4.161; 4.283 kal/gr) yang telah memenuhi Permen ESDM (4000-5000 kal/gr) pada sampel SP:AT. Perbaikan kualitas briket juga terdapat pada parameter kandungan air pada briket, kadar air pure SP adalah 10,44%; 10,15%; 6,6 %, sedangkan campuran SP:AT adalah 5,59%; 5,57%; 5,2%, di mana seluruh sampel briket SP:AT telah sesuai dengan SNI (<8%). Parameter kadar abu, zat terbang, dan karbon terikat masih belum memenuhi standar sehingga direkomendasikan untuk melakukan variasi temperatur agar mendapatkan temperatur optimal agar kadar abu, zat terbang, dan karbon terikat dapat memenuhi standar.
Karakterisasi Lindi dan Reformulasi Proses Kimia IPAL Lindi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Bantargebang Bekasi dengan Menggunakan Metode Jar Test Nugraha, Yosep Widi; Suprihatin; Nugroho, Rudi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.2041

Abstract

Abstract The Bantargebang Bekasi Waste Power Plant, as a result of the National Strategic Project, has been operating since 2019. The Plant has a leachate wastewater treatment plant, which is not yet optimal for processing leachate because the COD concentration is still high. The evaluation results showed the need for the characterization of leachate in different weather conditions and formulation changes in the coagulation-flocculation chemical processing system. Combined time samples were taken over a period of time during the rainy and dry seasons to determine the leachate cahaacteristics at the same sampling point, while grab samples were taken to measure temperature and pH. Laboratory analysis methods were carried out in accordance with the national standard and applicable laboratory accreditation in the leachate quality standard parameters of the Minister of Environment and Forestry Regulation No. 59 of 2016. Reformulation in flocculation coagulation chemical processing units uses the jar test method. The results of leachate characterization showed that COD parameters of leachate differ significantly between dry and rainy season conditions. In the dry season, leachate COD reached 19,883 mg/L, while in the rainy season it reached 7,605 mg/L. The design of the WWTP was carried out by improving the chemical processing unit process, including the types of coagulants and flocculants used. Jar test results showed that the choice of flocculant coagulant PACG30-FUH and PAC20-FUHM worked most effectively in terms of process, so it was necessary to change the chemicals used for the chemical processes in WWTP of the Bantargebang Waste Power Plant. Abstrak Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Bantargebang Bekasi sebagai hasil Proyek Strategis Nasional (PSN) sudah beroperasi sejak tahun 2019. PLTSa memiliki instalasi pengolahan air limbah lindi yang belum optimal dalam mengolah lindi karena konsentrasi COD yang masih tinggi. Hasil evaluasi menunjukkan perlu adanya karakterisasi lindi pada kondisi cuaca yang berbeda dan perubahan formulasi pada sistem pengolahan kimia koagulasi flokulasi menggunakan bahan kimia yang tepat. Sampel gabungan waktu diambil dalam rentang waktu sesuai dengan perubahan musim hujan dan kemarau untuk mengetahui karakteristik lindi dan pada titik tempat pengambilan sampel yang sama sedangkan sampel sesaat (grab sample) dilakukan untuk pengukuran suhu dan pH. Metode analisis laboratorium dilakukan sesuai dengan standar SNI dan sesuai akreditasi laboratorium yang berlaku pada parameter baku mutu lindi PermenLHK No. 59 Tahun 2016.  Untuk reformulasi pada unit pengolahan kimia koagulasi flokulasi menggunakan metode jar test. Hasil karakterisasi lindi menunjukkan adanya perbedaan parameter COD yang signifikan antara lindi pada kondisi musim kemarau dan musim penghujan. Pada musim kemarau COD lindi mencapai angka 19.883 mg/L sedangkan di musim penghujan mencapai 7.605 mg/L. Perancangan IPAL dilakukan dengan perbaikan proses unit pengolahan secara kimia meliputi jenis koagulan dan flokulan yang dipakai. hasil jar test dengan membandingkan koagulan flokulan yang ada, pemilihan bahan kimia koagulan flokulan PACG30-FUH dan PAC20-FUHM bekerja paling efektif dari segi proses, sehingga perlu adanya perubahan bahan kimia yang digunakan untuk proses kimia yang ada dalam IPAL PLTSa Bantargebang.
Identifikasi Kualitas Air dan Pencemaran Nutrien di Danau Batur dari Parameter Total Fosfat dan Total Nitrogen Sani, Indah Febriana; Sunaryani, Astried; Utami, Resarizki
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.2294

Abstract

Lake Batur is one of the National Priority Lakes that is currently experiencing a decline in water quality, especially nutrient pollution resulting from anthropogenic activities such as agriculture, floating net fisheries, domestic, tourism and livestock. The purpose of this study is to determine the total nitrogen (TN) and total phosphorus (TP) contents from six sample stations that serve as sources of nutrient contamination in the lake. Determination of TP concentration was carried out using the ascorbic acid method, and TN was carried out using the alkaline persulfate-salicylic acid method, subsequently, using PP number 22 of 2021 as a basis, the data were compared to lake water quality criteria. The result of the research showed that the TP concentration in Lake Batur water was in the range of 0.07–0.97 mg/L, while TN was in the range of 0.19–2.21 mg/L. Comparing the water quality of the lake with class 2, the TP concentration at all stations does not comply with the quality standards (>0.03 mg/L), while the TN concentration at all stations is still below the quality standards (<0.75) except at station 2 which exceeds quality standards. The highest source of N load pollution comes from KJA fishing activities, namely 45.19%, while the highest P load comes from agricultural activities, namely 91.69%. Abstrak Danau Batur merupakan salah satu danau prioritas nasional yang saat ini mengalami penurunan kualitas air khususnya pencemaran nutrien yang diakibatkan oleh aktivitas antropogenik seperti pertanian, budidaya ikan dengan keramba jaring apung, domestik, pariwisata, dan peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi total nitrogen (TN) dan total fosfor (TP) dari enam stasiun sampel yang menjadi sumber pencemaran unsur hara di danau. Penentuan konsentrasi TP dilakukan dengan metode asam askorbat dan TN dilakukan dengan metode alkalin persulfat-asam salisilat, selanjutnya dengan menggunakan dasar PP Nomor 22 Tahun 2021, data tersebut dibandingkan dengan kriteria kualitas air danau. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi TP pada air Danau Batur berada pada rentang 0,07–0,97 mg/L sedangkan TN berada pada rentang 0,19–2,21 mg/L. Jika kualitas air danau dibandingkan dengan kelas 2, konsentrasi TP di semua stasiun tidak sesuai dengan baku mutu (>0,03 mg/L) sedangkan konsentrasi TN pada semua stasiun masih berada di bawah baku mutu (< 0,75 mg/L) kecuali pada stasiun 2 yang melebihi baku mutu. Sumber pencemar beban N paling tinggi berasal dari aktivitas perikanan KJA yaitu sebesar 45,19% sedangkan beban P paling tinggi berasal dari aktivitas pertanian yaitu sebesar 91,69%.
Persepsi dan Perilaku Anggota Komunitas Ekoenzim dalam Mengelola Sampah Organik (Studi di Kabupaten dan Kota Bogor) Akhadi, Dominikus Hariawan; Rochima, Emma; Kholiq, Muhammad Abdul
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.2743

Abstract

Organic wastes processing at the household level has been campaigned for quite long time, but many are still reluctant to do it. The reasons given include limited processing spaces, lack of knowledges, odors during the process and limited benefits from the waste products. Processing organic wastes into ecoenzymes hopefully can play a role in waste management at household level. Respondents are ecoenzymes practicists domiciled in Bogor City and Regency who are member of the Bogor Ecoenzymes Community. The questionnaire was distributed to all Community members via a Google form link. There were 253 members of the Community recorded, while 71 persons responded to the questioner. Only 2 respondents did not process wastes, while 23 respondents sorted wastes based on types. In processing their organic wastes, 43 respondents used 2 waste processing methods, namely making ecoenzymes and composting. Overall, making ecoenzymes was a way for 66 people to process their wastes, while making compost was an option for 50 respondents. There were 3 respondents who used composting as the only way to process their organic wastes, while there were 11 respondents who only chose to process them into ecoenzymes. Even though making ecoenzymes can only process a portion of the organic wastes produced, processing organic wastes into ecoenzymes can be an entry point in increasing household participation in managing their own wastes.   ABSTRAK Pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga telah cukup lama dikampanyekan namun masih banyak yang enggan melakukannya. Alasan yang dikemukakan antara lain keterbatasan tempat pengolahan, tidak dikuasainya cara pengolahan, timbulnya bau selama proses pengolahan serta keterbatasan manfaat dari produk hasil pengolahan sampah tsb. Pengolahan sampah organik menjadi ekoenzim diharapkan dapat berperan dalam pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga. Responden merupakan penggiat ekoenzim berdomisi di Kota dan Kabupaten Bogor yang terhimpun dalam Komunitas Ekoenzim Bogor. Kuesioner dibagikan kepada seluruh anggota Komunitas melalui tautan Google form. Dari 253 orang anggota Komunitas tersebut diperoleh 71 responden. Hanya 2 orang responden yang tidak melakukan pengolahan sampah, sementara 23 responden memilah sampah berdasarkan jenisnya. Dalam mengolah sampah organiknya, 43 responden menggunakan 2 cara pengolahan sampah yaitu pembuatan ekoenzim dan komposting. Secara keseluruhan membuat ekoenzim menjadi cara bagi 66 orang dalam mengolah sampahnya, sementara membuat kompos menjadi pilihan bagi 50 orang responden. Terdapat 3 responden yang menjadikan komposting sebagai satu-satunya cara dalam mengolah sampah organiknya, sementara yang hanya memilih cara mengolah menjadi ekoenzim berjumlah 11 responden. Meskipun pembuatan ekoenzim hanya dapat mengolah sebagian dari sampah organik yang dihasilkan namun pengolahan sampah organik menjadi ekoenzim dapat menjadi pintu masuk dalam meningkatkan peran serta rumah tangga untuk mengelola sampahnya sendiri.
Peran Jalur Hijau Jalan dalam Mereduksi PM10 di Jalan Tol Bertingkat Syahraeni, Nur; Nasrullah, Nizar; Hermawan, Rachmad
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.3582

Abstract

Increased traffic volume in Indonesian cities exacerbates air pollution, posing health risks due to vehicle emissions like PM10. To mitigate this, optimizing road green belts is crucial. The purpose of this study was to determine the role of road green belts in reducing PM10 concentrations caused by motor vehicle emissions on multilevel toll roads. This study was conducted on the green belt of the Jakarta-Cikampek KM35A toll road. The concentration of PM10 were measured at a distance of 0, 10, and 30 meters from the roadside using a digital air quality detector. Measurements were taken on roads with and without roadside green belts. The research results indicate a significant difference in PM10 concentration between vegetated plots and open area plots, with the open area plots showing higher PM10 concentrations compared to the vegetated plots. The presence of green belts has a positive impact on reducing PM10 concentrations due to their ability to adsorb particulate pollutants. The presence of vegetation can reduce the average PM10 concentration by 4.91% on roadside green belts that have a width of 30 meters. The research results obtained are expected to be a reference for the government and PT Jasa Marga in planning the arrangement of green belts on multilevel toll roads. Abstrak Peningkatan volume lalu lintas di kota-kota besar di Indonesia meningkatkan pencemaran udara, sehingga menimbulkan resiko kesehatan akibat emisi kendaraan seperti PM10. Untuk mengatasi hal ini, pengoptimalan jalur hijau jalan sangatlah penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran jalur hijau jalan dalam mengurangi konsentrasi PM10 yang disebabkan oleh emisi kendaraan bermotor pada jalan tol bertingkat. Penelitian ini dilaksanakan di jalur hijau jalan tol Jakarta-Cikampek KM35A. Konsentrasi PM10 diukur pada jarak 0, 10, dan 30 meter dari tepi jalan menggunakan air quality detector digital. Pengukuran dilakukan di jalan dengan dan tanpa jalur hijau pada bagian tepi jalan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan konsentrasi PM10 antara plot bervegetasi dan plot area terbuka, dengan plot area terbuka menunjukkan konsentrasi PM10 yang lebih tinggi daripada plot bervegetasi. Keberadaan jalur hijau memiliki dampak positif dalam mengurangi konsentrasi PM10 karena kemampuannya dalam menjerap polutan partikel. Adanya vegetasi dapat menurunkan rata-rata konsentrasi PM10 sebesar 4,91% pada jalur hijau yang memiliki lebar 30 meter. Hasil penelitian yang diperoleh diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah dan PT Jasa Marga dalam merencanakan penataan jalur hijau di jalan tol bertingkat
Analisis Kualitas Kasgot dari Larva Black Soldier Fy (BSF) dengan Menggunakan Sampah Organik Sayur dan Buah di TPS 3R Pasar Segiri, Kota Samarinda Setiawan, Yunianto; Sarwono, Edhi; Asghaf, Achmad Taufan Fatahillah
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.3612

Abstract

Organic waste can be used as feed for cultivating Black Soldier Fly (BSF) larvae, one of which is frass. In this research, maggot breeding was carried out at Solid Waste Processing Station System Reduce, Reuse, and Recycle (TPS 3R) Segiri Market. The waste used to feed maggots was mango and apple waste, as well as Chinese cabbage and carrot vegetable waste with three variations of waste used for maggots, namely (1) a combination of 50% vegetable and 50% fruit, (2) a combination of 75% vegetable and 25% fruit, and (3) a combination of 25% vegetable and 75% fruit. This research was carried out for 18 days with 100 grams of feed per day. The results of this research are frass, which was tested on the parameters of water content, pH, C-organic, macro nutrients, C/N ratio, Fe, and Cd compared to the Republic of Indonesia Minister of Agriculture Decree Number 261 of 2019 concerning Minimum Requirements for Organic Fertilizers, Biological Fertilizers, and Improvers Soil, Solid Organic Fertilizer section. In this research, it was concluded that feed variations affect parameters due to the ingredients used. The best quality frass was the variation of 50% vegetables and 50% fruit, and met the quality standards based on the Republic of Indonesia Minister of Agriculture Decree Number 261 of 2019. The yield of frass produced by BSF larvae originating from organic waste at TPS 3R Pasar Segiri Samarinda for 18 days was equal to 44%.   Abstrak Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai pakan untuk budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) salah satunya berupa kasgot. Pada penelitian ini dilakukan pengembangbiakan maggot di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS 3R) Pasar Segiri. Sampah yang digunakan untuk pakan maggot adalah sampah buah mangga dan apel, serta sampah sayur sawi putih dan wortel dengan variasi yang digunakan adalah (1) kombinasi 50% sayur dan 50% buah, (2) kombinasi 75% sayur dan 25% buah, dan (3) kombinasi 25% sayur dan 75% buah. Penelitian ini dilakukan selama 18 hari dengan pemberian pakan sebanyak 100 gram per hari. Hasil dari penelitian ini berupa kasgot yang diuji pada parameter kadar air, pH, C-organik, hara makro, rasio C/N, Fe, dan Cd dibandingkan dengan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 261 Tahun 2019 tentang Persyaratan Minimal Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah, bagian Pupuk Organik Padat. Pada penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa variasi pakan mempengaruhi parameter karena bahan yang digunakan. Kualitas kasgot yang terbaik adalah pada variasi 50% sayur dan 50% buah, dan telah memenuhi standar baku mutu berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 261 Tahun 2019. Yield kasgot yang dihasilkan oleh larva BSF yang berasal dari sampah organik di TPS 3R Pasar Segiri Samarinda selama 18 hari adalah sebesar 44%.
Pemanfaatan Serbuk Terak Nickel Pig Iron untuk Aplikasi Material Struktural Amalia, Yasmina
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.5767

Abstract

The amount of nickel slag waste is increasing over time as a result of the nickel mining and processing process. Slag must be processed properly so as not to damage the environment. So far, the slag has not been processed properly so it has only been piled up. In fact, slag can be reused for various sectors, one of which is construction. The aim of this research is to obtain a slag and zeolite-based cement formulation that meets ASTM for building and bridge construction. The method used in this research is quantitative experimental. This method approaches quantitative data and through laboratory experiments. This research mixed Nickel Pig Iron slag, cement and zeolite to obtain better compressive strength and sea water resistance values. The substitute cement is printed with a size of 10 cm x 5 cm. All ingredients are put into the mold until the mixture solidifies and forms. From the research that has been carried out, the substitute paste has the highest compressive strength, namely with 40% slag mixing compared to other experiments ranging from 15% to 60% mixing. Apart from that, the addition of 10% zeolite also increases the compressive strength of slag cement compared to without the addition of zeolite. Next, tests were carried out on the sea water environment. As a result, the substitutes for slag, cement, and zeolite have higher compressive strength and resistance to marine environments than the cement control.   Abstrak Jumlah limbah terak nikel semakin lama semakin meningkat akibat dari proses penambangan dan pengolahan nikel. Terak harus diolah dengan baik agar tidak merusak lingkungan. Selama ini terak belum diolah dengan baik sehingga hanya dilakukan penimbunan saja. Padahal, terak dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai sektor, salah satunya konstruksi. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan formulasi semen berbasis terak dan zeolit ​​yang memenuhi ASTM untuk konstruksi bangunan maupun jembatan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental kuantitatif. Metode ini melakukan pendekatan secara data kuantitatif dan melalui percobaan di laboratorium. Penelitian ini mencampurkan terak Nickel Pig Iron (NPI), semen, dan zeolit ​​​​untuk mendapatkan nilai kuat tekan dan ketahanan air laut lebih baik. Semen substitusi dicetak dengan ukuran 10 cm x 5 cm. Seluruh bahan dimasukkan ke dalam cetakan sampai campuran memadat dan membentuk. Dari penelitian yang telah dilakukan, pasta substitusi yang memiliki kekuatan tekan tertinggi yaitu dengan pencampuran terak sebesar 40% dibandingkan dengan percobaan lainnya mulai dari pencampuran 15% hingga 60%. Selain itu penambahan zeolit ​​10% juga meningkatkan kuat tekan semen terak daripada tanpa penambahan zeolit. Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap lingkungan air laut. Hasilnya substitusi dari terak, semen, dan zeolit ​​​​memiliki kekuatan tekan dan ketahanan terhadap lingkungan laut yang lebih tinggi daripada kontrol semen.

Page 2 of 3 | Total Record : 30