cover
Contact Name
Muhammad Haqqiyuddin Robbani
Contact Email
muha198@brin.go.id
Phone
+62881010041900
Journal Mail Official
jtl@brin.go.id
Editorial Address
Gedung BJ Habibie Lantai 8, Jl. M.H. Thamrin No.8 Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknologi Lingkungan
Published by BRIN Publishing
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : https://doi.org/10.55981/jtl
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers and case studies focused on environmental sciences, environmental technology as well as other related topics to environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation. Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) adalah jurnal yang bertujuan untuk menjadi platform peer-review dan sumber informasi yang otoritatif. JTL diterbitkan dua kali setahun dan menyediakan publikasi ilmiah bagi para peneliti, insinyur, praktisi, akademisi, dan pemerhati di bidang yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi lingkungan. Kami menerbitkan makalah penelitian asli dan studi kasus yang berfokus pada ilmu lingkungan, teknologi lingkungan serta topik terkait lainnya yang berhubungan dengan lingkungan termasuk sanitasi, biologi lingkungan, pengolahan air limbah, pengolahan limbah padat, desain dan manajemen lingkungan, analisis mengenai dampak lingkungan, pengendalian pencemaran lingkungan dan konservasi lingkungan.
Articles 150 Documents
The Social Capital and Impact in Waste Management of the Waste Bank System in Yogyakarta Indonesia: Modal dan Dampak Sosial dalam Pengelolaan Sampah Sistem Bank Sampah di Kota Yogyakarta SRI HARYANTI; SRI PUJI GANEFATI; SRI MURYANI
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2023.995

Abstract

ABSTRAK A waste bank is a waste treatment facility that practices the 3R (reuse, reduce, recycle) to treat waste from the source at the local level. The Waste Bank Plan is based on applying social capital and covers the core elements of social capital implementation: trust, norms, networks, reciprocity, and value. This study aims to explore the relationship between social capital and the social impact of waste management using a waste bank program in Yogyakarta, Indonesia. The article considered social impacts such as income growth, employment, and environmental health. The subjects of this study were 100 waste bank customers from his five locations in Yogyakarta. This study uses Spearman's correlation to analyze data in SPSS 16. The results indicate a weak correlation between social capital and social impact on income and employment growth. This is shown to have correlation coefficient (r) values of 0.111 and 0.095, respectively, with significant values of 0.346>0.05. Furthermore, the correlation between social capital and social impact on environmental health is very powerfull, with a coefficient value (r) of 0.454 at the significance level of 0.00<0.05. ABSTRAK Bank sampah adalah salah satu strategi pengelolaan sampah dengan penerapan 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dalam pengelolaan sampah di titik asal tingkat masyarakat. Model Pengelolaan sampah dengan bank sampah di wilayah kota Yogyakarta didasarkan pada penerapan modal sosial yang meliputi unsur-unsur yang menjadi inti dari pelaksanaan modal sosial (social capital) yaitu kepercayaan, norma, jaringan, resiprositas serta nilai. Keberadaan bank sampah akan menimbulkan manfaat ekonomi maupun dampak sosial khususnya bagi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini dalah untuk mengetahui hubungan antara modal sosial dan dampak sosial pengelolaan sampah dengan program bank sampah masyarakat kota Yogyakarta. Dampak sosial yang diteliti meliputi peningkatan pendapatan, penyerapan tenaga kerja serta kebersihan lingkungan. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan metode pengukuran, wawancara dan observasi di lima lokasi bank sampah Kota Yogyakarta dengan jumlah responden sebanyak 100 responden. Analisis data dengan menggunakan analisi korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan modal sosial dengan dampak sosial terhadap peningkatan pendapatan mempunyai hubungan yang lemah dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,111; terhadap penyerapan tenaga kerja mempunyai hubungan yang lemah dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,095 dengan taraf signifikan 0,346>0,05; terhadap kebersihan lingkungan mempunyai hubungan yang cukup kuat dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,454 dengan taraf signifikan 0,00<0,05 (signifikan).
Analisis Spasial Temporal Environmental Critical Index (ECI) Kota Kendari: Spatial Temporal Analysis of Environmental Critical Index (ECI) in Kendari LIES INDRIYANI; LA GANDRI; NUR ARAFAH; SAHINDOMI BANA; VIVI FITRIANI; BASUKI BASUKI
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2023.996

Abstract

ABSTRACT Changes in land use from vegetated land to developed land can reduce environmental quality such as increasing air temperature and trigger disasters such as landslides and floods. Land conversion from vegetated land to developed land have an impact on microclimate changes in urban areas. Analysis to determine the quality of the environment is to identify the environmental criticality index (ECI). ECI is defined as an index to determine critical areas based on the distribution of surface temperature and vegetation cover. The purpose of this study was to analyze the environmental criticality index of Kendari city based on Land Surface Temperature (LST) and Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) algorithms. Observation of the dynamics of surface temperature and vegetation density in Kendari City in two periods, 2014 and 2021, using Landsat-8 satellite imagery. This study uses Band 10 to estimate the brightness temperature value and convert it to surface temperature and Band 4 and Band 5 to calculate NDVI. In this study, the ECI class was divided into 3 classes, Low, Medium, and High, with range 0–10, 10–30, and > 30 respectively. In 2021, there was an increase in the area that experienced high environmental criticality when compared to the conditions in 2014. The area that experienced a high ECI in 2014 was 11.81 ha, and in 2021 it increasing to 103.95 ha. The increase in the area of high environmental criticality could be caused by changes in LST and vegetation density. ABSTRAK Perubahan alih fungsi lahan dari lahan bervegetasi ke lahan terbangun dapat menurunkan kualitas lingkungan seperti suhu udara yang meningkat dan dapat memicu timbulnya bencana seperti kejadian longsor dan banjir. Alih fungsi lahan dari lahan bervegetasi menjadi lahan terbangun memberi dampak pada perubahan iklim mikro di kawasan perkotaan. Analisis yang dapat dilakukan untuk mengetahui kualitas lingkungan adalah dengan mengidentifikasi Environmental Critical Index (ECI). ECI didefinisikan sebagai indeks untuk menentukan kawasan area kritis berdasarkan distribusi suhu permukaan dan ketersediaan tutupan vegetasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis indeks kekritisan lingkungan Kota Kendari berdasarkan algoritma Land Surface Temperature (LST) dan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Pengamatan dinamika suhu permukaan dan kerapatan vegetasi di Kota Kendari dilakukan pada dua periode, yakni pada tahun 2014 dan 2021 dengan memanfaatkan citra satelit Landsat-8. Penelitian ini menggunakan Band 10 untuk mengestimasi nilai brightness temperature dan dikonversi ke suhu permukaan serta Band 4 dan Band 5 untuk menghitung NDVI. Pada penelitian ini, kelas ECI dibagi menjadi 3 kelas yaitu Rendah, Sedang, dan Tinggi dengan rentang berturut-turut yaitu 0–10, 10–30, dan > 30. Pada tahun 2021, terjadi peningkatan luas wilayah yang mengalami kekritisan lingkungan yang tinggi bila dibandingkan dengan kondisi di tahun 2014. Peningkatan luasan wilayah yang mengalami ECI tinggi yaitu pada tahun 2014 seluas 11,81 ha mengalami peningkatan luasan pada tahun 2021 menjadi 103,95 ha. Peningkatan luasan wilayah yang mengalami kekritisan lingkungan tinggi dapat diakibatkan oleh perubahan LST dan kerapatan vegetasi.
Status Kualitas Air Sungai Ciliwung Berbasis Pemantauan Online di Wilayah DKI Jakarta Ditinjau dari Parameter Suhu, pH, TDS, DO, DHL, dan Kekeruhan: Status of Ciliwung River Water Quality Based on Online Monitoring in DKI Jakarta Area in Terms of Temperature, pH, TDS, DO, DHL, and Turbidity Parameters YOHANA SH PANDIANGAN; SITI ZULAIKHA; WARTO WARTO; SATMOKO YUDO
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2023.1003

Abstract

ABSTRACT The Ciliwung River is one of 13 rivers in the Jakarta area and flows through the center of Jakarta through many densely populated settlements. This condition causes the Ciliwung River to be polluted because it becomes a place for liquid and solid waste from both household and industrial activities. To find out how much pollution there is in the Ciliwung River, this research was carried out. The purpose of this study was to determine the status of water quality in the Ciliwung River by analyzing data from water quality monitoring results from 2015 to 2020 from 3 (three) Onlimo Stations representing the upstream, middle, and downstream of the Ciliwung River. The parameters analyzed were temperature, dissolved oxygen (DO), total dissolved solids (TDS), electrical conductivity (DHL), pH, and turbidity. The method used in this analysis is descriptive statistics and the STORET method to determine the status of pollution levels in the Ciliwung River. The results of the analysis in this study showed that of the 6 observed parameters, the values of pH, TDS, and DHL met the quality standards. Meanwhile, DO values, temperature, and turbidity still do not meet the Class 2 river water quality standards according to Government Regulation No. 82 of 2001, especially at Pintu Air Manggarai Station and Istiqlal Mosque Station. Analysis of the water quality status of the Ciliwung River shows that the polluted condition is moderate to severe. ABSTRAK Sungai Ciliwung merupakan salah satu dari 13 sungai yang ada di wilayah Jakarta dan mengalir di tengah Kota Jakarta melewati banyak pemukiman padat. Kondisi ini mengakibatkan Sungai Ciliwung tercemar karena menjadi tempat pembuangan limbah cair dan limbah padat dari kegiatan rumah tangga maupun industri. Untuk mengatahui kondisi seberapa besar pencemaran yang terjadi di Sungai Ciliwung, maka dilakukan penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi status kualitas air di Sungai Ciliwung dengan menganalisis data hasil pemantauan kualitas air tahun dari 2015 sampai 2020 dari 3 (tiga) Stasiun Onlimo yang mewakili hulu, tengah dan hilir sungai Ciliwung. Parameter yang dianalisis adalah suhu, oksigen terlarut (DO), total padatan terlarut (TDS), daya hantar listik (DHL), pH, dan kekeruhan (Turbidity). Metode yang digunakan dalam analisis ini adalah statistik deskriptik dan metode STORET untuk menentukan status tingkat pencemaran di Sungai Ciliwung. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dari 6 parameter yang diamati, nilai pH, TDS, dan DHL memenuhi baku mutu. Sedangkan nilai DO, suhu, dan kekeruhan masih tidak memenuhi baku mutu air sungai kelas 2 menurut PP No. 82 tahun 2001, terutama di Stasiun Pintu Air Manggarai dan Stasiun Masjid Istiqlal. Analisis status mutu kualitas air Sungai Ciliwung menunjukkan kondisi tercemar sedang menuju berat.
Estimation of Greenhouse Gas Emission Burden of Livestock Sector in East Java Province, Indonesia: Estimasi Beban Emisi Gas Rumah Kaca dari Sektor Peternakan di Provinsi Jawa Timur, Indonesia DIDIK NUR EDI; NINING HARYUNI
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2023.1004

Abstract

Tujuan dari analisis ini adalah untuk memetakan kontribusi gas metana dan dinitro oksida dari sektor peternakan di setiap wilayah yang ada di Provinsi Jawa Timur sebagai dasar perencanaan dalam pengembangan kawasan peternakan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Metode analisis menggunakan pendekatan analisis Tier 1. Data yang digunakan adalah data sekunder dari BPS Jawa Timur Tahun 2021. Hasil analisis menunjukkan bahwa beban gas rumah kaca di Provinsi Jawa Timur yaitu CH4 sebanyak 221,80 Gg CH4 Th-1 dan N2O sebanyak 168,42 Gg N2O Th-1 dengan profil beban tiap wilayah kabupaten/kota tidak merata. Beban gas rumah kaca tertinggi didapatkan di Kabupaten Malang. Penyumbang gas rumah kaca tertinggi dari sub sektor peternakan adalah ternak sapi potong sebesar 75,20% CH4 dan 52,30% N2O terhadap total sektor peternakan. ABSTRACT The purpose of this analysis is to map the contribution of methane gas and nitrous oxide from the livestock sector in each region in East Java Province as a basis for planning in the development of sustainable and environmentally friendly livestock areas. The analysis method uses a Tier 1 analysis approach. The data used is secondary data from the BPS East Java in 2021. The results of the analysis show that the greenhouse gas load in East Java Province is CH4 as much as 221.80 Gg CH4 per year and N2O as much as 168.42 Gg N2O per year where the load profile is uneven for each district/city. The highest greenhouse gas load was found in Malang Regency. The highest greenhouse gas contributor from the livestock sub-sector is beef cattle with 75.20% CH4 and 52.30% N2O of the total livestock sector.
Cover JTL Vol. 24 No. 2 Juli 2023 Cover JTL Vol. 24 No. 2 Juli 2023
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2023.1005

Abstract

Inside Cover JTL Vol. 24 No. 2 Juli 2023 Inside Cover JTL Vol. 24 No. 2 Juli 2023
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2023.1006

Abstract

Back Cover JTL Vol. 24 No. 2 Juli 2023 Back Cover JTL Vol. 24 No. 2 Juni 2023
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2023.1007

Abstract

Pengaruh Tutupan Lahan dan Suhu Permukaan Terhadap Potensi Risiko Bencana di Kabupaten Sidoarjo Nuurlaily Rukmana, Siti; Moch. Shofwan; Anak Agung Sagung Alit Widyastuty
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.255

Abstract

The dynamic development of the city affects the high use of land. Therefore, changes in the pressure of natural spaces, including conservation spaces, also experience changes in function. The high pressure on natural spaces such as open spaces, water catchment areas, and wetlands has caused a decrease in the ability to absorb and store water during the rainy season. Hence, flooding is commonly occurred, especially in urban areas. This also took place in Sidoarjo Regency, where there has been a significant change in land cover. Prior studies showed that changes in land cover are due to the transformation of built-up area of 13.83% in 2008–2018. This caused an increase in surface temperature, which was initially 23 °C in 2008 to 25 °C in 2018. In addition, the Sidoarjo Regency also has a moderate level of susceptibility to flooding. This research aims to determine the effect of land cover and surface temperature on disaster risk with respect to the five selected hazards. The method used was a quantitative, explorative, and spatial approach. In order to find out the characteristics of land cover, the analysis method was the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Furthermore, to identify the characteristics of surface temperature distribution, an analysis of Land Surface Temperature (LST) was carried out, followed by a regression analysis using the Statistical Program for Social Science (SPSS). Land cover and surface temperature do not affect the disaster risk in the Sidoarjo Regency, which is the result of this study.Abstrak Perkembangan kota yang dinamis mempengaruhi tingginya penggunaan lahan, sehingga perubahan desakan ruang alami termasuk ruang konservasi juga mengalami perubahan fungsi. Tingginya desakan ruang alami seperti ruang terbuka, kawasan resapan air dan lahan basah mengakibatkan menurunnya kemampuan dalam menyerap dan menampung air pada saat musim hujan, sehingga tidak jarang pula terjadi banjir khususnya di kawasan perkotaan. Hal ini juga terjadi di Kabupaten Sidoarjo, yang telah mengalami perubahan tutupan lahan yang cukup signifikan. Berdasarkan penelitian terdahulu, perubahan tutupan lahan dibuktikan dengan adanya transformasi penggunaan lahan terbangun sebesar 13,83% pada tahun 2008–2018. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan suhu permukaan, yang awalnya 23 °C pada tahun 2008 menjadi 25 °C pada tahun 2018. Selain itu, Kabupaten Sidoarjo juga memiliki tingkat kerawanan bencana banjir di tingkat sedang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh tutupan lahan dan suhu permukaan terhadap risiko bencana pada lima jenis ancaman bencana terpilih. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, eksploratif, dan keruangan (spasial). Guna mengetahui karakteristik tutupan lahan, maka metode yang digunakan adalah analisis Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Selanjutnya, guna mengidentifikasi karakteristik persebaran suhu permukaan, maka dilakukan analisis Land Surface Temperature (LST), dilanjutkan dengan analisis regresi menggunakan Statistical Program for Social Science (SPSS). Tutupan lahan dan suhu permukaan tidak mempunyai pengaruh terhadap potensi risiko bencana di Kabupaten Sidoarjo merupakan hasil dari kajian ini.  
Perencanaan Sistem Pemanenan Air Hujan Sebagai Teknologi Alternatif Penyediaan Air Bersih Di Kawasan Pemukiman Kepadatan Tinggi Dirgawati, Mila; Sururi, Mohamad Rangga; Ridwan, Yanti Susanti
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.290

Abstract

Abstract Rainwater harvesting system (RWH) is a technology to collect and store rainwater as an alternative clean water source. The aim of this study to plan RWH, including determining strategies, feasibility analysis based on rainwater quality and quantity, and planning basic engineering design of RWH. The planning was carried out in Jelegong Village, Bandung Regency, an area with critical water catchment conditions that has not been served by clean water piping networks, and only uses groundwater with limited availability as the only source of water in the dry season. Primary data were collected through field surveys and sampling of rainwater quality in the early rainy period (September, 2022). The selected catchment area is the roof surface of the house. In terms of quantity, with 55 houses served, the potential rainwater supply (4,318.88 m3 / year) can meet the needs of non-drinking water use (2,369.65 m3 / year) such as bathing activities, toilet needs, and laundry activities. In terms of quality, rainwater color parameters have not met the quality of clean water based on Permenkes 32/2017. Communal RWH is planned due to limited land and high population density. The collected rainwater will go through a disinfection and filtration process to meet clean water quality standards, then be stored in ground tanks (70 m3) and roof tanks (5 m3) to be distributed to each house. Thus, the planned RWH is able to provide alternative sources of clean water for communities in the Jelegong Village area.   Abstrak Sistem pemanenan air hujan (SPAH) merupakan teknologi mengumpulkan dan menampung air hujan untuk sumber air bersih alternatif. Tujuan penelitian ini adalah melakukan perencanaan SPAH mencakup penentuan strategi, analisis kelayakan berdasarkan kualitas dan kuantitas air hujan, dan perencanaan basic engineering design SPAH. Perencanaan dilakukan di Desa Jelegong Kabupaten Bandung, yaitu wilayah dengan kondisi resapan air yang kritis, belum terlayani jaringan perpipaan air bersih, dan hanya menggunakan air tanah dengan ketersediaan yang terbatas sebagai satu-satunya sumber air pada musim kemarau. Data primer dikumpulkan melalui survei lapangan dan sampling kualitas air hujan pada periode awal hujan (September, 2022). Daerah tangkapan air terpilih adalah permukaan atap rumah. Secara kuantitas, dengan 55 rumah yang dilayani, potensi pasokan air hujan (4.318,88 m3/tahun) dapat memenuhi kebutuhan penggunaan air non-minum (2.369,65 m3/tahun) seperti aktivitas mandi dan keperluan WC, dan kegiatan mencuci pakaian. Secara kualitas, parameter warna air hujan belum memenuhi kualitas air bersih berdasarkan Permenkes 32/2017. SPAH komunal diimplementasikan karena lahan terbatas dan tingkat kepadatan penduduk tinggi. Air hujan yang dikumpulkan akan melalui proses desinfeksi dan filtrasi sehingga memenuhi baku mutu air bersih, kemudian disimpan pada ground tank (70 m3) dan roof tank (5 m3) untuk didistribusikan ke setiap rumah. Dengan demikian, SPAH yang direncanakan mampu menyediakan sumber air bersih alternatif bagi masyarakat di wilayah Desa Jelegong.
Pengaruh Tekanan pada Reverse Osmosis terhadap Penyisihan Kadar Ion Klorida (Cl-) dan Total Dissolved Solids (TDS) pada Pengolahan Air Payau Rifai, Agus; Hartaja, Dinda Rita Krishumartani; Sulaeman, Oman; Setiadi, Imam; Ikhsan, Iik Nurul; Darmawangsa, Muhammad Rizky; Ardiana, Citra; Sofian, Achmad; Yunus
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jtl.2024.705

Abstract

In the operation and maintenance of reverse osmosis (RO) systems, various challenges arise. One common issue faced is pressure fluctuations that can affect the quality of the produced water, shorten the lifespan of the membrane, and lead to system failure. This study aims to evaluate the performance of thin film composite spiral wound RO membranes in reducing Chloride ion (Cl-) and Total Dissolved Solids (TDS) levels in brackish water using low pressure. The RO membrane used in this research is made of polysulfone (PSF) with a thin film composite spiral wound type. The variables analyzed are the flow rate (Q) ranging from 1,000 to 2,000 mL/minute and the operational pressure (P) between 3.5 and 5 bar. The research results show that the RO membrane can reduce the Cl- level by 99.79% and TDS by 99.92% at a flow rate of 2000 mL/minute with an operational pressure of 5 bar. From the research findings, it can be concluded that an increase in operational pressure enhances the efficiency of reducing Cl- and TDS levels. This is due to the strong push on the feed that accelerates the salt penetration process through the membrane, which is then expelled through the retentate or wastewater stream. Abstrak Selama pengoperasian dan pemeliharaan sistem reverse osmosis (RO), berbagai tantangan muncul. Masalah yang umum terjadi adalah fluktuasi tekanan yang dapat mempengaruhi kualitas air yang dihasilkan, memperpendek umur membran dan menyebabkan kegagalan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja membran RO tipe thin film composite spiral wound dalam mengurangi kadar ion klorida (Cl-) dan TDS (Total Dissolved Solid) dalam air payau dengan menggunakan tekanan rendah. Membran RO yang digunakan dalam penelitian ini terbuat dari polysulfon (PSF) dengan jenis thin film composite spiral wound. Variabel yang dianalisis adalah laju aliran (Q) antara 1.000–2.000 mL/menit dan tekanan operasional (P) antara 3,5–5 bar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran RO mampu mengurangi kadar Cl- sebesar 99,79% dan TDS sebesar 99,92% pada laju aliran 2.000 mL/menit dengan tekanan operasional 5 bar. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan tekanan operasional meningkatkan efisiensi pengurangan kadar Cl- dan TDS. Hal ini disebabkan oleh dorongan kuat pada umpan yang mempercepat proses penetrasi garam melalui membran, yang kemudian dikeluarkan melalui aliran retenate atau air buangan.

Page 5 of 15 | Total Record : 150