cover
Contact Name
Fitriani
Contact Email
jurnal.ame@uika-bogor.ac.id
Phone
+6285695860680
Journal Mail Official
jurnal.ame@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Teknik, Ir. H. Prijantono, Universitas Ibn Khaldun Bogor Jl. KH. Soleh Iskandar KM.2 Kedung Badak BOGOR 16162
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi) : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
ISSN : 24603988     EISSN : 25810979     DOI : 10.32832/ame
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi):Jurnal Ilmiah Teknik Mesin merupakan jurnal ilmiah dengan e-ISSN 2581-0979 dan p-ISSN 2460-3988 yang direview dengan double blind review. Jurnal diterbitkan secara berkala 2 kali dalam setahun (6 bulanan) yaitu pada bulan Maret dan September dengan menyajikan 6(enam) artikel dalam setiap terbitannya. Dikelola oleh Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik & Sains Universitas Ibnu Khaldun Bogor. Berisi hasil penelitian, kajian lapangan, pemikiran atau gagasan yang berkaitan dengan ilmu Teknik Mesin yang tidak terbatas pada Energi, mekanika Stuktur, Material& Manufaktur, dan Mekatronika.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "vol. 12 no. 2 (2026)" : 8 Documents clear
Analisis Preventive Maintenance Dengan Metode FMEA Pada Pneumatic Swing Cylinder Mesin TSK Sentrifugal Febri Andreansyah; Ade Dwi Putra Janata; Kurniawan Putra Yudha
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v12i2.2503

Abstract

Mesin sentrifugal merupakan peralatan utama dalam proses pemisahan kristal gula dari larutan molase pada industri gula. Salah satu komponen pendukung yang berperan penting dalam kelancaran proses discharge adalah pneumatic swing cylinder. Gangguan atau kegagalan pada komponen ini dapat menyebabkan penurunan efisiensi produksi, ketidakstabilan proses, hingga terjadinya downtime mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan serta menentukan prioritas perbaikan pada sistem pneumatic swing cylinder mesin sentrifugal menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di area produksi, wawancara dengan teknisi pemeliharaan, serta studi dokumen perawatan. Analisis FMEA dilakukan dengan mengevaluasi parameter severity, occurrence, dan detection untuk memperoleh nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen seal memiliki nilai RPN tertinggi sebesar 168, yang mengindikasikan tingkat risiko kegagalan paling kritis akibat keausan dan kebocoran udara. Kondisi ini berdampak langsung terhadap penurunan performa sistem discharge. Oleh karena itu, penerapan preventive maintenance secara terjadwal dan penggantian komponen kritis sesuai umur pakai direkomendasikan untuk meningkatkan keandalan dan kontinuitas operasi mesin sentrifugal.
Desain dan Analisis Konstruksi Portable Gantry Crane untuk Kapasitas 1,5 ton Faisal Ferdinanto; Choirul Anwar; Rohman; Jatira; Rafli Aldiansyah; TB.U. Adi Subekhi; Irwan Suriaman
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v12i2.2551

Abstract

Gantry crane merupakan jenis derek yang digunakan dalam berbagai industri, seperti konstruksi, pelabuhan, dan pabrik, untuk mengangkat dan memindahkan beban berat. Hal ini juga menimbulkan masalah dalam pengangkutan, karena pengangkutan harus dilakukan pada ketinggian atap yang lebih rendah. Tujuan dari perancangan ini adalah mendesain dan menganalisis tegangan pada gantry crane dengan ketinggian 3600 mm dan lebar 4000 mm dengan kapasitas angkut 1,5 ton. Gantry crane menggunakan material ASTM A36 pada bagian frame dan baja IWF. Pembuatan gantry crane dilakukan dengan cara dilas dan menggunakan baut, bertujuan agar dapat diperbaiki jika mengalami bending. Hasil perancangan ini adalah dimensi sebuah profil desain baja IWF yang memiliki tinggi 150 mm dengan lebar 75 mm sebagai colom, profil H-beam 100 dengan panjang 3600 mm tanpa mengalami kegagalan material pada saat diberikan beban 1,5 ton pada ketinggian 3600 mm. Didapatkan bahwa rangka gantry crane dapat menampung beban sebesar 1,5 ton dengan tegangan yang dihasilkan sebesar 203 MPa dengan besarnya deformasi 10,8 mm dan besarnya safety factor 1,2. Nilai tegangan von Mises tersebut masih jauh di bawah kekuatan luluh (yield strength) material ASTM A36 Steel, yaitu 250 MPa, yang menunjukkan desain gantry crane aman menahan beban hingga 1,5 ton.
Influence of Filler Rod Type on Corrosion and Microstructural Behavior of Dissimilar TIG-Welded AISI 304-AISI 310S Stainless Steel Yerikho Yerikho; Muhamad Fitri; Faishal Ibrahim Shadiq
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v12i2.2555

Abstract

Dissimilar welding of austenitic stainless steel is widely applied in industrial systems such as scrubber discharge pipelines in coal-fired power plants, where materials are exposed to aggressive acidic environments. While several studies have investigated the effect of welding parameters on corrosion behavior, the role of filler rod type in dissimilar TIG welded joints, particularly between AISI 304 and AISI 310S stainless steels, remains insufficiently explored. This study evaluates the effect of different filler rods (ER308LSi, ER309LSi, and ER316LSi) on the corrosion behavior of dissimilar welded joints in a 0.5 M sulfuric acid (H2SO4) environment. Microstructural characterization was performed using metallographic observation, while electrochemical testing was conducted in accordance with ASTM G5 – 13 to determine corrosion behavior. The results show that all specimens exhibit typical active-passive behavior. However, differences in electrochemical stability are observed. ER308LSi demonstrates the most stable passive behavior and the lowest corrosion rate of 0.272 mm/y, while ER316LSi exhibits the highest corrosion rate of 0.907 mm/y, indicating reduced passive film stability in H2SO4 conditions. The microstructural observations support these results by showing differences in weld metal characteristics associated with filler rod composition. These findings highlight that chromium content plays a dominant role in enhancing passive film stability, whereas the presence of molybdenum does not provide additional benefits in sulfuric acid environments. Therefore, ER309LSi is considered the most suitable filler rod for improving the corrosion resistance of dissimilar AISI 304-AISI 310S welded joints in acidic industrial environments.
Perancangan dan Analisis Kekuatan Egrang Pneumatik Berbahan Aluminium Alloy 6061 Untuk Pekerjaan Konstruksi Menggunakan Metode Finite Element Analysis (FEA) M Bintang Dwitama; Tri Setyo Budi; Subekti Subekti
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v12i2.2658

Abstract

Pekerjaan konstruksi pada area ketinggian rendah masih banyak menggunakan tangga dan scaffolding yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas dan fleksibilitas perpindahan posisi kerja. Penelitian ini bertujuan merancang dan menganalisis kekuatan egrang pneumatik berbahan Aluminium Alloy 6061 sebagai alternatif alat bantu kerja untuk pekerjaan konstruksi pada ketinggian rendah. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan tiga alternatif desain egrang pneumatik dengan konfigurasi struktur yang berbeda dan evaluasi kekuatannya menggunakan metode Finite Element Analysis (FEA). Perancangan dilakukan menggunakan SolidWorks, sedangkan analisis struktur menggunakan SolidWorks Simulation dengan pembebanan statis vertikal dan horizontal pada beban pengguna maksimum 100 kg. Parameter yang dianalisis meliputi von Mises stress, displacement, dan safety factor. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Desain 2 tidak memenuhi kriteria keamanan pada pembebanan horizontal dengan safety factor sebesar 0,83. Desain 1 dan Desain 3 memenuhi kriteria keamanan pada kedua kondisi pembebanan, dengan safety factor Desain 3 sebesar 4,1 pada pembebanan vertikal dan 2,5 pada pembebanan horizontal. Desain 3 juga menghasilkan displacement sebesar 2,691 mm pada pembebanan vertikal dan 4,683 mm pada pembebanan horizontal. Berdasarkan perbandingan hasil simulasi dan karakteristik desain, Desain 3 dipilih sebagai rancangan akhir karena memenuhi kriteria keamanan serta memiliki massa 1,66 kg dan tinggi maksimum 610 mm.
Photovoltaic Performance Analysis of TiO₂–Al₂O₃–Activated Carbon Composite Photoanodes Sensitized with Mixed Natural Dyes For Low-Power DSSC Applications Muhammad Rahmantio Septiana; Ade Suhara; Muhamad Taufik Ulhakim; Khoirudin Khoirudin; Sukarman Sukarman; Amir Amir; Dhea Intan Patya; Agus Supriyanto
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v12i2.2663

Abstract

Dye-Sensitized Solar Cells (DSSCs) have attracted considerable attention as environmentally friendly photovoltaic devices for low-power energy applications. This study investigates the synergistic effects of a TiO₂–Al₂O₃–activated carbon (AC) composite photoanode and mixed natural dyes derived from Beta vulgaris, Brassica oleracea, and Clitoria ternatea on DSSC performance. The photoanode was fabricated by combining TiO₂, Al₂O₃, and activated carbon at a mass ratio of 8:1:1 and deposited onto indium tin oxide (ITO) substrates using a screen-printing technique. The mixed natural dye was characterized using UV–Vis spectroscopy, while the composite photoanode was analyzed by X-ray diffraction (XRD) and scanning electron microscopy (SEM). Photovoltaic performance was evaluated through current density–voltage (J–V) measurements under illumination from an 8 W white LED lamp. The UV–Vis results revealed broad absorption across the visible-light region, indicating enhanced light-harvesting capability. XRD analysis confirmed the presence of anatase TiO₂ as the dominant crystalline phase, while SEM observations showed a porous morphology favorable for dye adsorption and electrolyte diffusion. The fabricated DSSC achieved a short-circuit current density (Jsc) of 0.075 mA cm⁻², an open-circuit voltage (Voc) of 0.65 V, a fill factor (FF) of 0.22, and a power conversion efficiency (η) of 0.01075%, which is slightly higher than the efficiencies previously reported for several natural dye-based DSSCs. These findings demonstrate that the synergistic integration of TiO₂–Al₂O₃–AC composites and mixed natural dyes improves the photovoltaic performance of natural dye-based DSSCs while offering a functional and environmentally friendly system with potential for sustainable low-power energy harvesting applications.
Identifikasi Kerusakan Bearing Pada Mesin Hoist Dengan Metode Getaran Berbasis Fast Fourier Transform (FFT) Muhammad Ilyas Subechi; Subekti Subekti
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v12i2.3029

Abstract

Bearing merupakan salah satu komponen penting pada mesin hoist yang berfungsi sebagai elemen penumpu poros agar dapat berputar secara stabil. Kondisi bearing yang mengalami kerusakan dapat menyebabkan perubahan karakteristik getaran pada mesin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik getaran pada bearing baru dan bearing lama serta menganalisis pengaruh kondisi bearing terhadap tingkat getaran pada mesin hoist menggunakan metode Fast Fourier Transform (FFT). Pengujian dilakukan pada bearing tipe 6203-2RS dengan putaran drum 60 RPM. Pengukuran getaran dilakukan pada sumbu X, Y, dan Z menggunakan FFT Analyzer Ono Sokki CF-3600. Hasil analisis menunjukkan bahwa frekuensi karakteristik bearing diperoleh sebesar 0,38 Hz untuk FTF, 1,99 Hz untuk BSF, 3,05 Hz untuk BPFO, dan 4,95 Hz untuk BPFI. Pada bearing lama ditemukan puncak frekuensi 0,38506 Hz yang mendekati FTF dan 4,996 Hz yang mendekati BPFI. Pada bearing baru sebelum dilakukan perbaikan alignment, amplitudo pada frekuensi 1 Hz dan 2 Hz masing-masing sebesar 29,05 mm/s² dan 23,81 mm/s². Setelah dilakukan perbaikan alignment, amplitudo menurun menjadi 17,41 mm/s² dan 14,28 mm/s². Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan karakteristik getaran antara bearing lama dan bearing baru, sehingga analisis FFT dapat digunakan untuk mengidentifikasi perubahan kondisi bearing pada mesin hoist.
Aerodynamic Potential of NACA 4415 Airfoil for Agricultural Drone Applications: A CFD Study Mohamad Yamin; Nuril Hadi; Mustafa Dwi Prasetyo
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v12i2.3033

Abstract

Improving the aerodynamic efficiency of agricultural drones is important for supporting flight stability and energy efficiency during operation. This study numerically investigates the aerodynamic characteristics of the NACA 4415 airfoil at varying angles of attack as a preliminary basis for evaluating its potential before integrated agricultural-drone analysis. The simulations were performed using Computational Fluid Dynamics (CFD) at a reference Reynolds number of 1.5 × 10⁶, with angles of attack ranging from 0° to 20°. The analyzed parameters included the lift coefficient (CL), drag coefficient (CD), lift-to-drag ratio (CL/CD), and the velocity and static-pressure fields around the airfoil. The results show that CL increased with angle of attack and reached a maximum value of 1.8709 at 16°, whereas CD increased substantially at higher angles because of flow separation. The maximum CL/CD ratio of 16.153 was obtained at 4°, indicating the most aerodynamically efficient condition among the simulated cases. Flow visualization confirmed relatively attached flow at 4° and strong separation with post-stall behavior at 20°. These findings suggest that an angle of attack of approximately 4° may serve as an initial design reference, while further work should extend the analysis to realistic agricultural-drone operating conditions, speeds, and complete rotor–airframe configurations.
Pengaruh Orientasi Serat Ananas Comosus Terhadap Sifat Mekanik Komposit Resin Epoksi Sebagai Material Alternatif Panel Bodi Kendaraan Truk Non-Struktural Angga Zuga Prasetiyo; Dede Ardi Rajab; Amri Abdullah
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v12i2.3050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh orientasi serat Ananas comosus terhadap sifat tarik, impak, dan lentur komposit resin epoksi serta mengevaluasi potensinya sebagai material alternatif untuk panel bodi kendaraan truk nonstruktural. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan dua variasi orientasi serat, yaitu orientasi lurus (unidirectional) dan anyaman (woven). Komposit difabrikasi menggunakan metode hand lay-up dan diuji berdasarkan ASTM D3039 untuk kekuatan tarik, ASTM D256 untuk kekuatan impak, dan ASTM D790 untuk kekuatan lentur. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan Independent Samples t-test setelah memenuhi asumsi normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposit dengan orientasi serat lurus memiliki kekuatan tarik rata-rata sebesar 70,00 MPa, kekuatan impak sebesar 0,070 J/mm², dan kekuatan lentur sebesar 81,64 MPa, sedangkan orientasi serat anyaman menghasilkan kekuatan tarik sebesar 64,28 MPa, kekuatan impak sebesar 0,075 J/mm², dan kekuatan lentur sebesar 80,38 MPa. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada kekuatan tarik (p = 0,003) dan kekuatan impak (p = 0,001), sedangkan perbedaan kekuatan lentur tidak signifikan (p = 0,344). Secara keseluruhan, orientasi serat lurus menunjukkan performa sifat mekanik yang lebih baik pada sebagian besar parameter yang diuji. Perbandingan dengan material FRP komersial menunjukkan bahwa komposit yang dikembangkan berada dalam rentang kekuatan tarik dan melampaui nilai minimum kekuatan impak, tetapi masih memiliki kekuatan lentur yang lebih rendah. Dengan demikian, komposit serat Ananas comosus dan resin epoksi berpotensi dikembangkan sebagai material alternatif untuk panel bodi kendaraan truk nonstruktural.

Page 1 of 1 | Total Record : 8