cover
Contact Name
Hasna Khairunnisa
Contact Email
hasna@ak-tekstilsolo.ac.id
Phone
+62271-6792696
Journal Mail Official
uppm@ak-tekstilsolo.ac.id
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara, Jebres, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57126, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Tekstil: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Bidang Tekstil dan Manajemen lndustri
ISSN : 30249295     EISSN : 27979229     DOI : https://doi.org/10.59432/jute
Jurnal Teksil (JUTE) ISSN 2797-9229(online) is a peer-reviewed Open Access Journal (OJS) that publishes original research articles as well as review articles in several engineering fields. The subject areas covered by this journal covers broad themes in the fields of textile, apparel and garment, engineering, and industrial management both related to the production process and other supporting processes. The scope includes textile and apparel manufacturing process, textile industrial management, textile material and products, process optimization and textile industrial systems, as well as other supporting processes such as supply chain management, maintenance management, quality control, and ergonomics. Detailed focus and scope for this journal can be accessed on the focus and scope menu
Articles 83 Documents
Analisis Cones Defect pada Mesin Winding Proses 30 Polyester Yusila, Yusila; Benteng, Abdillah
Jurnal Tekstil Vol 1 No 1 (2018): Vol 1 No 1 Juli 2018
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Departemen Pemintalan di PT EQ Indonesia memiliki target dan kapasitas produksi yang terhitung cukup tinggi. Selama proses berlangsung terdapat beberapa permasalahan yang timbul sehingga menghambat proses produksi, khusunya dalam proses mesin winding. Salah satu dari masalah tersebut adalah adanya cacat pada gulungan benang. Berbagai jenis cones defect diantaranya adalah cacat benang tanpa ekor, lapping, dan swelled. Ketiga jenis cones defect tersebut memiliki penyebab masing-masing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara langsung masalah yang terjadi dalam proses produksi, serta untuk mengetahui penyelesaian masalah yang terjadi pada mesin winding khususnya cones defect (benang tanpa ekor, lapping, dan swelled). Dari pengamatan yang telah dilakukan telah ditemukan bahwa faktor penyebab terjadinya cones defect dipengaruhi oleh cacat benang tanpa ekor yang disebabkan karena auto doffer yang sudah aus atau patah, lapping yang disebabkan karena faktor suhu dan temperatur yang tidak standar, dan benang swelled yang disebabkan karena perbedaan speed spindle pada mesin ring spinning
Failure Mode Effect and Analysis pada Proses Pemintalan Kasus Kajian: Ketidakrataan Benang Istikowati, Rita
Jurnal Tekstil Vol 1 No 1 (2018): Vol 1 No 1 Juli 2018
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian kualitas merupakan salah satu hal yang penting untuk mempertahankan reputasi perusahaandi mata konsumen. Sebagai sebuah perusahaan pemintalan benang maka perusahaan tempat pemngambilan data selalu memperhatikan catat pada benanng Salah cacat produk benang yang terjadi pada perusahaan yang masih cukup tinggi adalah ketidakrataan benang. Untuk itu perlu dilakukan perbaikan terhadap penyebab cacat produk tersebut. Dengan adanya pengendalian kualitas secara baik dan benar, maka akan diperoleh produk yang dapat memenuhi keinginan konsumen. Salah satu tool yang digunakan untuk membantu pengendalian kualitas adalah menggunakan metode Failure Modes and Effects Analysis (FMEA). Penggunaan FMEA mampu mengidentifikasi resiko kegagalan yang terjadi selama proses pemintalan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa moda kegagalan yang menyebabkan cacat produk dengan menggunakan metode FMEA, mendapatkan resiko kegagalan proses produksi terbesar dalam nilai RPN (Risk Priority Number), memberikan usulan perbaikan untuk produksi selanjutnya. Berdasarkan pengolahan dengan metode FMEA dapat mengidentifikasi moda kegagalan yang terjadi pada proses pemintalan. Dari hasil pegamatan penyebab ketidakrataan benang disebabkan oleh front bottom roll mesin ring spinning
Cacat Top Roll dan Ketidakrataan Sliver Roving pada Mesin Simplex Toyoda FL16 Bintang, Hamdan S.
Jurnal Tekstil Vol 1 No 1 (2018): Vol 1 No 1 Juli 2018
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Departemen Spinning memproduksi benang cotton, rayon dan spandex. Alur proses pembuatan benang ini meliputi material kapas masuk kedalam mesin Blowing, kemudian disuapkan ke mesin Carding melalui chut feed, kemudian terjadi peregangan di mesin Drawing, kemudian disuapkan ke dalam mesin Simplex, dan Ring Spinning, kemudian digulung di mesin Winding dan terakhir pengepakan (packing). Untuk menghasilkan benang kualitas baik maka perlu perencanaan produksi, pengendalian produksi, pengendalian mutu serta perawatan mesin, masalah yang terjadi di proses Simplex, salah satunya adalah pengaruh kualitas roving yang disebabkan karena adanya cacat top roll (pada proses dafting). Berdasarkan uji coba (trial) yang dilakukan pada praktek kerja lapangan dapat dilihat pada mesin Simplex Toyoda FL 16 . Hal ini dapat terjadi dikarenakan beberapa faktor diantaranya top roll terkena pisau pengait dan terjadi lapping pada bagian bottom roll sehingga menyebabkan top roll menjadi panas dan terbakar, dan hal tersebut pernah terjadi pada proses roving rayon. Untuk penyelesaian masalah tersebut atasan langsung meminta penggantian top roll yang baru, dengan cara melepas rubber cots atau langsung membuang top roll tersebut. Karena di PT KS kualitas adalah yang paling utama, dan tidak mau mengambil resiko akan keburukan kualitas.
Perbandingan Kualitas Benang Mesin Ring Spinning Toyoda RY No 43 Menggunakan Spindle Tape Baru dan Bekas Bintang, Hamdan S.; Khairunnisa, Hasna
Jurnal Tekstil Vol 2 No 1 (2019): Vol 2 No 1 Juli 2019
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tahapan industri tekstil dan produk tekstil adalah industri pemintalan benang, di mana proses pembuatan benang terdiri dari beberapa tahapan. Penelitian ini berfokus pada salah satu tahapan proses pemintalan yaitu pada mesin Ring Spinning yang berfungsi memperhalus benang roving menjadi benang pada gulungan tube yang sesuai dengan nomor benang yang diinginkan. Salah satu komponen yang penting pada proses mesin Ring Spinning adalah spindle tape yang kualitasnya akan berpengaruh pada kualitas benang, sehingga apabila spindle tape aus maka harus diganti dengan yang baru. Sementara itu penggantian spindle tape yang baru terkadang membutuhkan waktu lebih lama karena kedatangan komponen tersebut tidak pasti. Penggunaan spindle tape bekas sementara dapat dilakukan sebelum yang baru datang, namun hasil kualitas benang perlu untuk diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaan spindle tape bekas pada mesin Ring Spinning dibandingkan dengan penggunaan spindle tape yang baru. Perbandingan dilakukan dalam hal kualitas benang seperti perubahan twist dan ketidakrataan benang. Pengambilan data dilakukan pada mesin Ring Spinning Toyoda RY No 43 di PT. ABC. Hasil dari penelitian menunjukkan spindle tape bekas dapat digunakan lagi untuk produksi dan tidak mempengaruhi nilai rotasi per menit (RPM) dari spindle. Namun penggunaan spindle tape bekas tersebut harus memperhatikan tension pada joki pully yang harus diatur supaya RPM spindle tidak menurun dan tidak menyebabkan turunnya twist pada benang yang dihasilkan serta kualitas benang yang dihasilkan masih memenuhi standar perusahaan
Analisis Benang Lusi Lengket di Mesin Sizing Karl Mayer pada Departemen Weaving V Amar, Amar; Prasetyo, Danu; Wulandari, Erna
Jurnal Tekstil Vol 2 No 1 (2019): Vol 2 No 1 Juli 2019
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan kain tenun terdapat flow process sebagai berikut; mulai dari order konsumen, penyediaan bahan baku, bahan baku masuk ke mesin warping, lalu diproses di sizing, setelah itu masuk proses reaching atau tying, lalu memasuki proses pertenunan, setelah menjadi kain, dibawa ke inspecting, folding, grading lalu packing, dan di kirim ke konsumen. Pada saat melaksanakan proses produksi, untuk mendapatkan kualitas yang baik diperlukan suatu perencanaan produksi, pengendalian produksi dan pemeliharaan mesin, serta pengendalian mutu pada raw material, proses produksi dan produk jadi. Dalam produksi kain tenun banyak faktor yang dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas produksi, salah satunya adalah permasalahan benang lusi lengket. Beberapa faktor penyebab benang lusi lengket diantaranya, faktor material; hasil hanian ada putus tidak disambung, faktor method; size pick up melebihi standar, faktor mesin; squeezing roll aus atau miring, panas temperatur cylinder kurang, sizebox kotor, faktor manusia; kurang kontrol, faktor lingkungan; mesin kotor.
Reduksi Nilai Clearer Cut Benang Ne1 30s Ry Khairunnisa, Hasna; Anggara, Dwika
Jurnal Tekstil Vol 2 No 1 (2019): Vol 2 No 1 Juli 2019
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemintalan benang melewati berbagai tahapan proses dengan berbagai macam mesin yang mengubah raw material menjadi benang. Salah satu proses yang dilalui adalah pengubahan dari bentuk sliver menjadi benang jadi. Proses ini dapat dilakukan oleh beberapa jenis mesin tergantung kebutuhan perusahaan, salah satunya adalah Mesin Open End. Seperti halnya mesin lainnya, salah satu hal yang diinginkan dalam pengoperasian mesin adalah tingkat efisiensi yang memenuhi standar perusahaan. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pengamatan mesin Open End di PT. XYZ. Berdasarkan pengamatan tersebut, salah satu faktor yang mempengaruhi turunnya efisiensi mesin adalah tingginya nilai clearer cut atau yarn breakage yang merupakan kondisi putusnya benang setelah melewati sensor. Semakin tinggi nilai clearer cut, semakin rendah efisiensi mesinnya, semakin rendah pula tingkat produktivitas mesin per harinya. Berdasarkan analisis yang dilakukan, terdapat beberapa faktor penyebab tingginya nilai clearer cut yaitu faktor mesin, manusia, lingkungan, dan material. Penelitian ini berfokus pada faktor mesin yang paling sering terjadi. yakni opening roll dan rotor yang kotor. Setelah dilakukan pembersihan secara spesifik pada rotor yang memiliki nilai clearer cut yang tinggi, dapat disimpulkan bahwa pembersihan opening roll dan rotor tersebut mampu mengurangi nilai clearer cut serta meningkatkan efisiensi mesin. Clearer cut berkurang 38% dari rata-rata 152,33/1000rh menjadi 94,67/1000rh, efisiensi mesin meningkat sebesar 7,3% dari 92,1% menjadi 98,8%, yang mampu menghasilkan peningkatan produktivitas pemintalan benang dari sejumlah 8,94 bale/hari/mesin menjadi 9,59 bale/hari/mesin. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa menjaga kebersihan bagian mesin open end khususnya opening roll dan rotor penting dalam menjaga tingkat efisiensi dan produktivitas.
Penyelesaian Inconsistant Stitching pada Style Kids Warm Easy Pants Mahasari, Inggit; Benteng, Abdillah
Jurnal Tekstil Vol 2 No 1 (2019): Vol 2 No 1 Juli 2019
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses produksi celana Style Kids Warm Easy Pants di sewing line 22, ditemukan beberapa permasalahan defect sewing antara lain Inconsistant Stitching, Broken Stitch, Trimming, Run Of Stitch, Puckering, Pleat, Skipped Stitch, dan Dirty/Stain. Berdasarkan hasil pengamatan yang menjadi top defect pada style tersebut adalah Inconsistant Stitching. Berdasarkan analisis dengan diagram fishbone terdapat 3 faktor penyebab terjadinya Inconsistant Stitching pada style tersebut yaitu faktor manusia, faktor mesin, dan faktor metode. Faktor yang disebabkan oleh manusia adalah kurangnya kemampuan operator dan kurang telitinya pada saat proses penjahitan. Faktor yang disebabkan oleh mesin adalah penyetelan pada feed dog yang terlalu turun. Faktor yang disebabkan oleh metode adalah proses marking posisi waistband yang tidak konsisten dan steam hemming yang tidak sesuai dengan pola atau pattern yang telah ditentukan. Solusi untuk mengatasi atau mengurangi inconsistant stitching pada saat proses penjahitan adalah dengan memberikan pelatihan untuk operator, memberikan sosialisasi mengenai prosedur kerja (menjahit) yang baik, memperbaiki penyetelan feed dog yang telah disesuaikan dengan materialnya, meningkatkan ketelitian operator pada saat proses marking posisi waistband dan steam hemming.
Strategi Pemasaran Layanan Jasa Pendidikan Vokasi Industri (Studi Kasus: Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta) Sugiyarto, Sugiyarto
Jurnal Tekstil Vol 2 No 1 (2019): Vol 2 No 1 Juli 2019
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta (AK Tekstil Solo) adalah salah satu perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Perindustrian yang berdiri sejak tahun 2015. Supaya dapat tetap bertahan, AK Tekstil Solo harus mampu berkompetisi dengan perguruan tinggi lain pada umumnya, dan perguruan tinggi dengan program studi yang berbasis Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) pada khususnya. Salah satu upaya untuk memenangkan kompetisi yaitu harus ada beberapa strategi pemasaran yang tepat. Fokus penelitian ini pada pemilihan strategi pemasaran yang sesuai dengan faktor internal dan eksternal di lingkungan AK Tekstil Solo, dengan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Analisis Porfolio Matriks General Electric (GE). Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa berdasarkan analisis menggunakan AHP dan Analisis Porfolio Matriks General Electric (GE) menghasilkan beberapa strategi yang fokus untuk menggunakan kelebihan yang dimiliki untuk memanfaatkan peluang yang ada. Pilihan strategi pada area ini adalah membuat keputusan investasi yang selektif untuk membangun tantangan bagi kepemimpinan melalui segmentasi, secara selektif membangun kekuatan layanannya kebih lanjut, dan memperkuat kembali basis pasar potensial yang mudah disimasuki. Pemilihan prioritas strategi pemasaran adalah dengan menjalankan strategi promosi dalam bentuk publisitas melalui, seminar, workshop, roadshow, penyebaran leaflet/brosur dan pameran serta memanfaatkan teknologi internet sebagai sarana promosi melalui website
Evaluasi Usabilitas terhadap Website AK-Tekstil Solo dengan Metode Performance Measurement dan Thinking Aloud Kurnianingtias, Mayesti
Jurnal Tekstil Vol 2 No 1 (2019): Vol 2 No 1 Juli 2019
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Website Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta (AK-Tekstil Solo) merupakan sebuah media informasi yang berguna untuk calon mahasiswa dan mahasiswa AK-Tekstil Solo dalam mencari informasi mengenai AK-Tekstil Solo. Agar pengguna dapat mengakses website ini dengan cepat, tepat, efektif serta efiien, dibutuhkan analisis usabilitas terhada website tersebut. Responden penelitan ini adalah 70 mahasiswa AK-Tekstil Solo. Atribut usabilitas yang dianalisis adalah atribut kepuasan yang diukur dengan menggunakan System Usability Scale (SUS) serta atribut efektivitas dan efisiensi yang diukur dengan menggunakan metode thinking aloud. Pengukuran thinking aloud dikategorikan menjadi 3 kategori, yaitu kategori fungsional, kategori tampilan, dan kategori konten atau isi. Hasil dari penelitian ini adalah website AK-Teksil Solo sudah cukup usable bagi pengguna dengan hasil nilai SUS sebesar 71,32 dan sebesar lebih dari 80% responden menyatakan website AK-Tekstil Solo sudah cukup baik dengan metode thinking aloud.
Analisis Penyeimbangan Beban Kerja Pada Lini Produksi Garmen (Kasus Kajian: Proses Produksi Blazer TSC style T9327J1) Istikowati, Rita
Jurnal Tekstil Vol 2 No 1 (2019): Vol 2 No 1 Juli 2019
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses produksi blazer TSC style T9327J1 merupakam proses produkdi yang sering (repeat order) diakukan pada PT. X. Perusahaan ini merupakan perusahaan asing dengan produksi 100% ekspor. Untuk pemenuhan kualitas produk yang dingiinkan buyer maka proses produksi harus dikelola dengan baik salah satunya dengan perbaikan berkesinambunan (Continunous Improvement). Salah satu perbaikan yang dilakukan adalah dengan perbaikan pada lini produksi guna meningkatkan efisiensi pada lini tersebut. Penelitian ini ini difokuskan pada line of balancing lini produksi mengoptimalkan kinerja produksi. Dengan meningkatkan efisiensi pada lini produksi tersebut maka beban kerja pekerja harus seimbang sehingga terdapat peninngkatan produktifitas agar tidak terjadi idle time yang berlebihan. Untuk menyelesaikan masalah tersebut data yang dikumpulkan adalah waktu siklus tiap elemen kerja, setelah itu dilakukan pengolahan data yaitu melakukan pengujian, menghitung waktu siklus rata-rata, takt time, idle time, efisiensi dan balance delay.