cover
Contact Name
Hasna Khairunnisa
Contact Email
hasna@ak-tekstilsolo.ac.id
Phone
+62271-6792696
Journal Mail Official
uppm@ak-tekstilsolo.ac.id
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara, Jebres, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57126, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Tekstil: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Bidang Tekstil dan Manajemen lndustri
ISSN : 30249295     EISSN : 27979229     DOI : https://doi.org/10.59432/jute
Jurnal Teksil (JUTE) ISSN 2797-9229(online) is a peer-reviewed Open Access Journal (OJS) that publishes original research articles as well as review articles in several engineering fields. The subject areas covered by this journal covers broad themes in the fields of textile, apparel and garment, engineering, and industrial management both related to the production process and other supporting processes. The scope includes textile and apparel manufacturing process, textile industrial management, textile material and products, process optimization and textile industrial systems, as well as other supporting processes such as supply chain management, maintenance management, quality control, and ergonomics. Detailed focus and scope for this journal can be accessed on the focus and scope menu
Articles 83 Documents
Penyesuaian Speleng Gear terhadap Konsistensi Berat dan Nomor Benang (Ne) pada Mesin Ring Spinning untuk Produksi Ne CMC 24k Darmawi, Ahmad; Sari, Febri Luvita
Jurnal Tekstil Vol 7 No 2 (2024): Vol 7 No 2 Desember 2024
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jute.v7i2.105

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh penyesuaian speleng gear pada mesin Ring Spinning terhadap konsistensi berat dan nomor benang (Ne) pada produksi benang Ne CMC 24k. Ketidaksesuaian dalam nomor benang dapat berdampak signifikan pada kualitas produk tekstil, yang mendorong perlunya kontrol kualitas yang ketat dalam proses pemintalan. Metode penelitian melibatkan pengambilan sampel benang dari spindel 753 hingga 757, yang diuji sebelum dan sesudah penyesuaian speleng gear untuk menilai efektivitas perbaikan. Prosedur penelitian mencakup pengukuran berat dan nomor benang pada kedua kondisi tersebut serta pengamatan perbedaan antara sisi kanan (R) dan kiri (L) pada setiap spindel. Hasil menunjukkan peningkatan stabilitas Ne, namun masih terdapat variasi antara sisi kanan (R) dan kiri (L) pada beberapa spindel yang tidak sepenuhnya memenuhi standar yang ditetapkan. Temuan ini menggarisbawahi perlunya pemantauan kualitas secara real-time dan penyesuaian parameter produksi untuk mencapai konsistensi benang yang lebih baik. Rekomendasi mencakup penerapan teknologi pengawasan berbasis komputer untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk secara keseluruhan.
Perbandingan Kinerja Yarn Guide tipe Pig tail dan Snail Wire dalam Kualitas Hairiness Benang Ring Spinning Frame Harianto, Dedy; Sugiyarto, Sugiyarto; Azizah, Rizna Nur
Jurnal Tekstil Vol 7 No 2 (2024): Vol 7 No 2 Desember 2024
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jute.v7i2.108

Abstract

Penelitian ini membahas kualitas benang pada industri tekstil, khususnya aspek hairiness atau kehalusan permukaan benang, yang mempengaruhi performa produksi lanjutan serta kualitas produk akhir. Hairiness yang tinggi dapat mengganggu proses tenun dan rajut, serta menurunkan daya tahan kain. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dua tipe yarn guide, yaitu pig tail dan snail wire, dalam mengurangi nilai hairiness pada benang yang diproduksi dengan mesin ring spinning frame. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen, dengan membagi sampel benang menjadi dua kelompok (masing-masing 30 sampel) yang diproduksi dengan pig tail dan snail wire. Tingkat hairiness diukur menggunakan perangkat standar yaitu menggunakan alat Uster Tester dan analisis data dilakukan menggunakan uji t independen untuk melihat perbedaan signifikan antara kedua tipe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data hairiness pada kedua tipe yarn guide berdistribusi normal, sehingga uji t dapat dilakukan. Berdasarkan hasil analisis statistik, yarn guide tipe snail wire memiliki rata-rata hairiness yang lebih rendah (5.77) dibandingkan pig tail (5.948), yang menunjukkan efektivitas snail wire dalam menekan hairiness. Dengan p-value sebesar 0.021 (<0.05), terdapat perbedaan signifikan antara kedua metode, mengindikasikan bahwa snail wire lebih efektif dalam menghasilkan benang yang lebih halus. Kedua jenis yarn guide tetap berada dalam batas standar hairiness perusahaan (6.5), namun snail wire terbukti lebih lebih efektif dalam mengurangi hairiness pada benang.
Analisis Perbandingan Lifetime Penggerindingan Front top roller Flyer terhadap Kualitas Unevenness Benang TR 30 Widyawan, Vallen Laurinda Defrina; Turyono, Muas; Zaini, Rahmad
Jurnal Tekstil Vol 7 No 2 (2024): Vol 7 No 2 Desember 2024
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jute.v7i2.109

Abstract

Pada salah satu proses pemintalan benang, terdapat proses yang terjadi pada mesin flyer yakni mesin yang digunakan untuk mengubah sliver drawing menjadi roving dengan ukuran-ukuran tertentu. Pada mesin ini pula terjadi proses penarikan sliver, twisting dan penggulungan roving dalam bobbin. Pada mesin flyer terdapat komponen penting yaitu front top roller flyer yang merupakan komponen penting dan krusial dalam proses pembuatan sliver menjadi roving dengan kualitas yang baik dan bisa berpengaruh pada kualitas benang pada mesin ring spinning terutama kualitas unevenness. Unevenness adalah ukuran mutu benang yang menunjukkan besarnya penyimpangan massa pada suatu panjang tertentu. Unevenness atau ketidakrataan benang dapat diatasi dengan penggerindaan front top roller flyer. Hal ini bisa disebabkan karena permukaan front top roller flyer mempengaruhi hasil roving sehingga dapat memperbaiki kualitas unevenness benang pada proses ring spinning. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan penggunaaan front top roller flyer dengan lifetime setelah penggerindaan 1 dengan 3 bulan terhadap kualitas unevenness benang ring spinning. Dari pengujian dan pengetesan yang sudah dilakukan dapat dilihat bahwasannya hasil kualitas unevenness benang lifetime penggerindaan 1 bulan lebih baik dibandingkan dengan lifetime 3 bulan.
Updating With Satin Patchwork Technique To Make It Bustier Nisa, Atina Khoiron; Cahyati, Rika Dwi; Dasining, Dasining; Mu'imamah, Rosita Selvina Putri
Jurnal Tekstil Vol 7 No 2 (2024): Vol 7 No 2 Desember 2024
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jute.v7i2.110

Abstract

Bustier is underwear that has a function, namely shaping the body to be more proportional. The manufacture of this bustier uses satin patchwork as the main ingredient in its manufacture. Satin fabric is a type of fabric material that is made through a weaving process using the weave technique or filament fiber technique. Patchwork is a craft that combines pieces of patchwork and has different motifs or colors and then becomes a new shape. The manufacture of bustiers that begins with determining the patchwork motif to be used in bustiers, fabric cutting, sewing, during installation, zipper installation, balen, and finishing can produce a bustier that is unique and different from most bustiers in general. In this study, it was stated that the use of patchwork satin fabric can be used in making bustiers.
Analisis Perbandingan Kekuatan Mekanis Benang Cotton Carded Compact dan Combed Compact dengan Ne 24 dan 30 Ardiyanto, Agus; Azizah, Syifa; Khairunnisa, Hasna
Jurnal Tekstil Vol 7 No 2 (2024): Vol 7 No 2 Desember 2024
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jute.v7i2.112

Abstract

Industri tekstil Indonesia merupakan salah satu pilar ekonomi yang signifikan, namun harus menghadapi tantangan global seperti kemajuan teknologi dan persaingan produk impor. Industri tekstil dengan benang sebagai bahan dasar yang sangat berpengaruh terhadap kualitas produk akhir, oleh karena itu pemilihan jenis benang yang tepat berdasarkan kekuatan mekanisnya menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kekuatan mekanis antara benang Cotton CDC (Carded Compact) dan CMC (Combed Compact) dengan menggunakan parameter Reiss Kilometer (RKM), range, dan Coefficient of Variation (CV%). Metode eksperimen dengan pendekatan komparatif diterapkan, menggunakan mesin uji tarik Mesdanlab Autodyn 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benang CMC memiliki kekuatan tarik yang lebih tinggi dibandingkan benang CDC, meskipun beberapa sampel CMC menunjukkan variasi kekuatan yang lebih besar. Nilai CV% pada benang CMC juga lebih rendah, menandakan keseragaman yang lebih baik. Temuan ini memberikan informasi berharga bagi industri tekstil dalam memilih benang yang sesuai untuk produk berkualitas tinggi dan meningkatkan efisiensi produksi, serta berkontribusi pada daya saing di pasar global.
Peramalan Jumlah Permintaan Kaos Sablon di Octopus Screen Printing Studio Adhitama, Lukman; Kurniantoro, Dimas Akbar; Dewi, Rian Puji Kusuma; Rabbani, Muhammad Thirafi; Valentina, Pingky Nurul
Jurnal Tekstil Vol 7 No 2 (2024): Vol 7 No 2 Desember 2024
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jute.v7i2.121

Abstract

Kebutuhan sandang yang terus meningkatkan menyebabkan menyebabkan industri pakaian harus beradaptasi dengan persiapan produksi yang matang. Hal ini dilakukan agar dapat mengetahui jumlah permintaan yang akan diterimanya di masa depan serta mampu untuk memenuhinya. Octopus Screen Printing Studio yang merupakan industri pakaian dengan fokus pada produksi utama pada kaos polos juga harus melakukan perencanaan produksi dengan baik yang diawali dari menentukan jumlah permintaan yang tepat berdasarkan data permintaan di periode-periode sebelumnya agar tidak mengalami lost sales yang mana pernah terjadi di masa lalu. Untuk mencapai hal tersebut dilakukan proses peramalan jumlah permintaan dengan menggunaan metode linear regression, moving average dan exponential smoothing. Secara berturut-turut, jumlah estimasi permintaan yang akan datang yaitu 684, 517 dan 611 unit kaos. Hasil tersebut dievaluasi berdasarkan tingkat kesalahan berupa nilai Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squarred Error (MSE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) yang menyatakan semakin rendah nilai yang diperoleh maka semakin akurat hasil peramalan yang didapatkan. Berdasarkan skor penilaian tingkat akurasi peramalan diketahui bahwa masing-masing metode memiliki nilai yaitu linear regression = 9, moving average = 6 dan exponential smoothing = 3. Dengan demikian, maka Octopus Screen Printing Studio harus siap memproduksi sebagaimana hasil metode linear regression yaitu sebanyak 684 unit kaos. Evaluasi yang dilakukan berdasarkan waktu produksi, hari dan jam kerja di industri tersebut juga menyatakan bahwa Octopus Screen Printing Studio siap untuk memenuhi jumlah permintaan tersebut.
Studi tentang Peningkatan Kualitas Benang Cotton Compact Ne 40 UW Lot 36-33 Darmawi, Ahmad; Rendy Stiyaji
Jurnal Tekstil Vol 8 No 1 (2025): Vol 8 No 1 Juni 2025
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jute.v8i1.106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kebersihan mesin, kondisi lingkungan, dan pengaturan ketegangan terhadap kualitas benang dalam proses winding pada industri tekstil. Metode penelitian ini melibatkan penggunaan mesin winding otomatis dengan pengaturan ketegangan canggih, serta pengukuran kebersihan mesin dan pengaruh variabel lingkungan seperti suhu dan kelembaban. Material yang digunakan adalah benang roving berkualitas tinggi, dan kebersihan mesin dijaga dengan pemeliharaan rutin untuk mencegah akumulasi fly waste yang dapat mempengaruhi ketegangan benang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebersihan mesin yang terjaga dengan baik mengurangi tingkat cacat benang hingga 7%, dibandingkan dengan mesin yang tidak terawat. Pengaturan ketegangan yang optimal mengurangi cacat benang sebesar 15%, sementara kondisi lingkungan yang stabil, terutama kelembaban, juga berkontribusi pada peningkatan kualitas benang. Benang yang diproses dengan mesin yang bersih dan pengaturan ketegangan yang konsisten memiliki kualitas yang lebih baik, dengan lebih sedikit cacat seperti thin places dan loops. Kesimpulannya, kebersihan mesin, pengaturan ketegangan yang stabil, dan pengelolaan kondisi lingkungan yang tepat memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas benang dalam proses winding. Untuk meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produk, disarankan untuk menerapkan pemeliharaan mesin yang lebih ketat, pengaturan ketegangan yang konsisten, serta pengendalian suhu dan kelembaban yang lebih baik.
Analisis dan Identifikasi Seam yang digunakan pada Proses Pembuatan Kaos T-Shirt Tuwarno, Tuti Purwati
Jurnal Tekstil Vol 8 No 1 (2025): Vol 8 No 1 Juni 2025
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jute.v8i1.131

Abstract

Kaos T-shirt merupakan salah satu pakaian luar yang sering digunakan oleh masyarakat sehari-hari. Proses pembuatan kaos T-shirt melibatkan beberapa tahapan seperti pemilihan desain, bahan baku, jenis seam, dan jenis stitch yang digunakan. Kualitas dan daya tahan kaos T-shirt sangat dipengaruhi oleh pemilihan jenis seam yang tepat, karena kesalahan dalam pemilihan seam dapat menyebabkan jahitan mudah lepas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembuatan kaos T-shirt serta mengidentifikasi jenis seam dan stitch yang umum digunakan dalam produksinya. Analisis dilakukan terhadap produk kaos T-shirt produksi Inkubis AK-Tekstil Solo. Metode penelitian meliputi pembuatan desain sketsa kaos T-shirt, identifikasi komponen kaos T-shirt, pembuatan peta proses produksi, serta identifikasi kelas seam dan stitch yang digunakan.Hasil analisis dan identifikasi menunjukkan terdapat tiga jenis seam yang digunakan, yaitu superimposed seam, lapped seam, dan edge neatening, serta tiga jenis stitch, yaitu lockstitch, multithread chainstitch, dan overedge chainstitch. Mesin yang digunakan dalam proses ini meliputi mesin single needle lockstitch, mesin overdeck, dan mesin overlock. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi produsen dalam memilih jenis seam dan mesin jahit yang tepat untuk menghasilkan produk berkualitas.
VISUAL MERCHANDISING PRODUK FASHION MUSLIM LAFIYE DI MEDIA SOSIAL Afifah Anggara Laksmi Khania; Cahyaningrum, Yuniana
Jurnal Tekstil Vol 8 No 1 (2025): Vol 8 No 1 Juni 2025
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jurnaltekstil.v8i1.133

Abstract

Lafiye memanfaatkan media sosial Instagram dan TikTok untuk mengiklankan produknya. Produk-produk Lafiye dapat ditemukan di platform Shopee serta di situs web resmi Lafiye. Pemilihan tampilan di platform dan media sosial sangat diperhatikan untuk menciptakan kesan yang menarik dan konsisten. Media sosial saat ini telah berkembang menjadi alat promosi yang sangat penting dan efektif. penulis tertarik untuk mengkaji lebih lanjut bagaimana visual merchandising yang dilakukan oleh Lafiye ditengah maraknya brand fashion muslim di Indonesia. Metodologi penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif dengan bertumpu pada prinsip dan unsur visual merchandising. Penulis menggunakan data yang diperoleh dari website resmi dan akun instagram resmi. Data juga diambil dari pemberitaan media online yang ada di Indonesia dalam memberitakan Lafiye dan artikel yang membahas tentang produk ini. Visual merchandising pada online store sangatlah penting, terutama pada tampilan Homepage Window Display. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lafiye secara konsisten menerapkan prinsip-prinsip visual merchandising seperti penataan produk, pemilihan warna, pencahayaan, dan gaya fotografi yang selaras dengan identitas merek dan preferensi target pasar. Strategi tersebut tidak hanya memperkuat citra merek tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan konsumen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa visual merchandising di media sosial menjadi alat penting dalam membentuk persepsi dan daya tarik produk fashion muslim di era digital.
Pengaruh Penggunaan Pin Spacer Pada Pemintalan Compact Ring Spinning Terhadap Kualitas Benang Cotton Ne 30 Fahad; Wijayono, Andrian; Abdillah, Fahmi
Jurnal Tekstil Vol 8 No 1 (2025): Vol 8 No 1 Juni 2025
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jute.v8i1.135

Abstract

Salah satu metode teknik pembuatan benang dari bahan baku berupa serat tekstil yang banyak digunakan adalah ring-spinning karena efisiensi produksi yang stabil dan kemampuannya menghasilkan berbagai jenis benang. Kualitas benang sangat dipengaruhi oleh pengaturan parameter dan komponen pada mesin ring frame, termasuk penggunaan pin spacer di area drafting. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan pin spacer terhadap kualitas benang kapas Ne 30 yang diproduksi dengan mesin compact ring-spinning. Pada penelitian ini telah diamati kualitas benang yang dihasilkan dari sistem pemintalan ring frame yang menggunakan spacer dan tanpa menggunakan spacer. Hasil menunjukan bahwa penggunaan spacer memiliki pengaruh pada parameter kualitas ketidakrataan (unevenness) benang, kekuatan benang (strength & tenacity) dan jumlah bulu pada benang (hairiness), meskipun Imperfection index (IPI) tidak terpengaruh oleh penggunaan spacer pada mesin. Penelitian ini telah menunjukan bahwa terdapat dampak signifikan dari penggunaan spacer terhadap kualitas benang.