cover
Contact Name
-
Contact Email
zikysmart@gmail.com
Phone
+6289516282765
Journal Mail Official
zikysmart@gmail.com
Editorial Address
http://e-journal.iainptk.ac.id/index.php/j-md/about/editorialTeam
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen Dakwah (J-MD)
ISSN : -     EISSN : 27751554     DOI : https://doi.org/10.24260/j-md.v4i1
Core Subject : Social,
Jurnal ini dimaksudkan sebagai sarana publikasi karya-karya ilmiah terkait dengan bidang manajemen dakwah. Fokus utama kajian Jurnal Manajemen Dakwah (J-MD) FUAD-IAIN Pontianak adalah Manajemen Dakwah. Adapun ruang lingkup kajiannya meliputi Strategi Dakwah, Administasi Dakwah, Manajemen Haji dan Umroh, Manajemen ZISWAF, Manajemen Masjid, Manajemen Event Organizer, dan Manajemen Kelembagaan Islam.
Articles 93 Documents
Strategi Dakwah Siyasah Opu Daeng Manambon Bersaudara: Kajian Kitab Silsilah dan Hikayat Raja-Raja Mempawah, Pontianak, Matan, Sambas, Riau dan Selangor Pattaling Pattaling; Abdul Aziz; Patmawati; Faizal Amin; Muhammed Sahrin Bin Haji Masri
J-MD Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 7 No. 1 (2026): JMD
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah, FUAD, IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/018dnj22

Abstract

Kajian ini membahas strategi dakwah siyasah Opu Daeng Manambon bersaudara dalam kitab Silsilah dan Hikayat Raja-raja Mempawah, Pontianak, Matan, Sambas, Riau dan Selangor. Secara khusus bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik strategi dan metode dakwah siyasah yang dibangun 5 opu bersaudara sehingga dapat diterima oleh masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan sejarah dan filologi. Pendekatan sejarah berusaha mengungkap peristiwa yang terjadi pada masa lalu sedangkan pendekatan filologi memberikan gambaran mengenai suatu tulisan naskah-naskah kuno, sehingga dapat dipahami dan dikaji, keduanya digunakan dalam rangka menemukan kebenaran dari suatu peristiwa yang terjadi pada masa lalu dan terekam dalam manuskrip. Temuan kajian ini menunjukkan bahwa strategi dakwah siyasah yang dikembangkan melalui hubungan intern kelompok dan hubungan ekstern melalui jalur politik praktis dan structural secara santun, berdialog dan inklusif, melalui pemberdayaan umat, penggunaan lembaga politik, dan penerapan kebijakan public yang adil untuk membangun peradaban yang berakhlak. Sedangkan metode  dakwah siyasah yang dibangun oleh 5 opu bersaudara terlihat sewaktu masih menjadi rakyat biasa dan setelah menjadi penguasa, mereka menggunakan pendekatan kultural dan structural, dialog dan musyawarah, inklusif dan moderat , penguatan kaderisasi (tadbir). Tujuan utama strategi dakwah siyasah adalah politik menjadi kendaraan dalam menjalankan ibadah dan alat untuk menegakkan nilai-nilai kebenaran, bukan sekedar perebutan kekuasaan.
FROM THE PULPIT TO THE ALGORITHM: MILLENNIAL DIGITAL DA'WAH MANAGEMENT STRATEGY IN THE HIJRAH YOUTH SHIFT ECOSYSTEM AND WRITING PAUSE Neneng Hasanah; Randi Tamirano; Sandi Maspika; Haikal Romadhan Al Yusad
J-MD Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 7 No. 1 (2026): JMD
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah, FUAD, IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/2dh1e452

Abstract

The transformation of the da'wah medium from a conventional pulpit to an algorithmic environment necessitates a new managerial framework. This study aims to analyze the digital da'wah management strategies within the ecosystems of Hijrah Youth Shift and Jeda Nulis. Employing a qualitative approach with a four-stage netnographic design (data entry, observation, interpretation, and validation), this study analyzed 200 top-performing content units across YouTube, Instagram, and TikTok from December 2025 to May 2026. The findings reconstruct the classical POAC management functions into the "Algorithmic Da'wah Management Model": Takhthith (data-driven algorithmic profiling), Tandzim (agile media team organization), Tawjih (hook-optimized actuating), and Riqabah (metric-based controlling). Empirical evidence indicates that algorithmic architecture acts as a primary gatekeeper of theological visibility. The analysis demonstrates that the highest interaction (85% engagement rate) correlates not with theological depth, but with the technical mastery of micro-duration content (30–60 seconds). Linking these findings to platformization and algorithmic governance theories, the study argues that digital religious actors globally must adopt identical managerial agility to survive the attention economy. This research contributes to digital religion studies by providing an empirically validated model for religious communication in a platformized society.
CAMPUS MOSQUE–BASED ISLAMIC THERAPEUTIC COMMUNICATION FOR SPIRITUAL DEVELOPMENT AND SEXUAL HARASSMENT PREVENTION IN HIGHER EDUCATION: A CONCEPTUAL FRAMEWORK Ari Oldwin Sitorus; Zainun; Winda Kustiawan
J-MD Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 7 No. 1 (2026): JMD
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah, FUAD, IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/gh4ywq53

Abstract

This study aims to analyze and construct a conceptual model of Islamic therapeutic communication based in campus mosques for spiritual development as a preventive strategy against sexual violence in higher education institutions. This research employs a qualitative approach with a library research design. Data were collected through document analysis of academic journals, books, and relevant regulations, and were analyzed using thematic analysis consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source triangulation. The theoretical framework includes Michel Foucault’s theory of power relations, Johan Galtung’s violence triangle theory strengthened by contemporary feminism, Islamic therapeutic communication theory, and the concepts of zawajir and jawabir in Islamic criminal law. The findings indicate that sexual violence in higher education is a multidimensional phenomenon influenced by power asymmetry, patriarchal culture, and weak institutional protection systems. The discussion reveals that Islamic therapeutic communication through istima’, hiwar, and irsyad provides a transformative space for psychological and spiritual recovery as well as prevention. The integration of the four perspectives produces a mosque-based preventive model emphasizing power deconstruction, cultural transformation, therapeutic communication strengthening, and continuous internalization of Islamic values within academic environments.

Page 10 of 10 | Total Record : 93