cover
Contact Name
Isnani Agriandita
Contact Email
isnaniee@gmail.com
Phone
+6287727911590
Journal Mail Official
isnaniee@gmail.com
Editorial Address
Institut Teknologi Petroleum Balongan, Jl. Soekarno-Hatta, Indramayu
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Migasian
ISSN : -     EISSN : 26156695     DOI : -
Jurnal Migasian adalah jurnal yang diterbitkan oleh LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan dan telah ber e-ISSN 2615-6695. Selain itu sesuai dengan SK Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementrian Riset no. 225/E/KPT/2022 tanggal 7 Desember 2022, Jurnal Migasian terakreditasi SINTA 4. Jurnal Migasian akan menerbitkan artikel-artikel ilmiah dalam cakupan bidang ilmu teknik Perminyakan, Fire and Safety atau K3L (Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, Lingkungan Kerja), serta disiplin ilmu keteknikan lainnya, dan bidang-bidang dengan ruang lingkup pengabdian kepada masyarakat. Artikel yang dimuat adalah artikel hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, kajian atau telaah ilmiah kritis dan komprehensif atas isu penting dan terkini atau resensi dari buku ilmiah. Terbit 2 kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember oleh LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan. Penulis yang artikelnya diterbitkan akan diberikan LOA, e-sertifikat, dan DOI.
Articles 117 Documents
Digitalization and Its Impact on Occupational Health and Safety Enhancement: A Literature Review Nurjanah Sholiha, Muhamad Lazuardi Pradivta Komara; Arifin, Zainal; Nabila, Yumna
Jurnal Migasian Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v9i2.376

Abstract

Perkembangan Dunia Digital yang semakin pesat membuat segala hal pekerjaan lebih mudah, efisien dan efektif, begitu juga dalam lingkup Keselamatan dan Kesehatan Kerja(K3). Manfaat yang besar tersebut pemenuhan pada kemajuan industri 5.0 sangat relevan terlebih dalam Pemenuhan K3. Pada studi ini akan membahas perkembangan teknologi terhadap pemenuhan K3 sehingga terciptanya lingkungan kerja yang sehat, aman, sehat dan produktif. Berdasarkan hal tersebut, metode yang digunakan literatur review dengan pengumpulan data dalam sektor industri melalui jurnal ilmiah, proceeding paper, dan/atau website resmi terkait. Pengolahan data digunakan dengan Analisa deskriptif sehingga didapatkan gambaran atas perkembangan teknologi terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja sektor industri. Diperoleh kesimpulan dalam studi ini, bahwa perkembangan teknologi digital terkait keselamatan dan kesehatan kerja sektor industri telah berkembang dan diimplementasikan di berbagai industri di seluruh dunia. Peran Digitalisasi dirasakan betul dalam peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja meski memang belum dirasakan secara signifikan. Maka dalam penerapan digital tersebut harus memperhatikan implementasi, komitmen manajemen dan kejelasan sasaran sehingga peningkatan K3 industri baik dan optimal.
PELATIHAN PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI MANGGA BERBAHAN DASAR MINYAK JELANTA DI SMP AL-URWATUL WUTSQO-INDRAMAYU Pipit Marfiana; Dian Farkhatus Sholikha; Isnani Agriandita; Sodikin Sodikin; Suci Amaliah
Jurnal Migasian Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v8i1.297

Abstract

Waste cooking oil is usually thrown away or stored without being processed first. Disposal of waste cooking oil carelessly can be harmful to the environment and also human health. Reusing waste cooking oil into a useful material will reduce negative impacts, for example making aromatherapy candles from used cooking oil. The aromatherapy candles can be modified with a mango scent which is a local potential of Indramayu Regency. This Community Service (PkM) aims to provide counseling and training in making mango aromatherapy candles from used cooking oil. Community Service (PkM) is carried out by involving participants from teachers, Islamic boarding school administrators, and students of SMP AL-Urwatul Wutsqo-Indramayu. This PkM activity consists of two stages, namely the first stage in the form of material delivery activities or socialization and the second stage in the form of training activities in making aromatherapy candles from used cooking oil. The delivery of material or socialization was attended by teachers, Islamic boarding school administrators, and 30 students of SMP AL-Urwatul Wutsqo-Indramayu. The socialization activity of making mango aromatherapy candles from used cooking oil was carried out using lecture methods, pre-test/post-test, and interactive discussions. Furthermore, the training activity for making aromatherapy candles from used cooking oil was attended by teachers, Islamic boarding school administrators, and 30 students of SMP AL-Urwatul Wutsqo-Indramayu. Where the training activity for making aromatherapy candles from used cooking oil was carried out using the mentoring method and direct practice with participants. The making of mango aromatherapy candles from oil was carried out in two stages, namely clarifying used cooking oil and making candles. The results of the PkM training activity for making aromatherapy candles from used cooking oil that had been carried out could have a positive impact on the community. The use of used cooking oil as a basic ingredient for making aromatherapy candles has the potential to be developed as an alternative additional source of income for housewives because it has high economic value.
The Effect of 4% NaCl Concentrations Addition on the Properties of High Performance Water-Based Mud Polyamine on Laboratory Scale Agustina Prihantini; Agung Setiawan; Vivi Alifiah
Jurnal Migasian Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v10i1.378

Abstract

Drilling mud is used as a fluid that plays a role in achieving the success of a drilling program. Failure to control the physical properties of the drilling mud will result in its failure. High Performance Water Based Mud (HPWBM) mud systems different with water base mud (WBM) conventional Which where is HPWBM can act like oil base mud (OBM) in matter lubrication and resistance to solid contamination. NaCl contamination causes stability drilling mud decreased so that the mud's ability drilling. This research aims to determine the effect of NaCl addition on the properties of High Performance Water Base Mud (HPWBM) Polyamine on a laboratory scale. This research was conducted at the BPPMGB Lemigas Laboratory, an institution that plays an important role in the development of oil and gas technology. This research evaluated the effect of 3%, 4%, and 5% NaCl contamination on the properties of Polyamine HPWBM mud. The results showed that the addition of NaCl changed the physical and rheological properties of the mud. Under BHR conditions, 3% NaCl gave the results closest to specifications, while under AHR conditions, 4% NaCl showed the best performance. Increasing the NaCl concentration increased the viscosity and stability against swelling clay, but also increased the potential for corrosion due to changes in the chemical properties of the drilling fluid.
Penerapan Budaya Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) di PT Clariant Indonesia – Tangerang yenny frisca madhona; Hanifah Handayani; Asyifa Putri Aditiawarman
Jurnal Migasian Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v10i1.379

Abstract

PT Clariant Indonesia dalam melaksanakan kegiatan produksinya melibatkan berbagai pekerjaan yang berpotensi untuk menyebabkan kecelakaan kerja, sehingga sebagai perusahaan yang memiliki resiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi menyadari bahwa memberikan perlindungan serta jaminan keamanan terkait K3 bagi tenaga kerja. Penerapan Budaya K3 sebagai upaya awal dalam rangka mencegah dan mengendalikan bahaya sehingga kerugian bagi perusahaan baik berupa asset dan jiwa dapat di minimalisir dampaknya ataupun dihilangkan. Penelitian ini untuk mengetahui program, prosedur dan  implementasi Budaya K3 di PT Clariant Indonesia menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara, observasi serta meninjau dokumen yang terdapat pada perusahaan. Program Budaya K3 di PT Clariant Indonesia memiliki 9 program  yaitu, pelatihan K3, Distribusi PPE, Safety Talk, Safety Permit, Program 5S + 1S, Penerapan poster dan Rambu K3, Safety Performance, Survey safety Performance dan Peringatan bulan K3 Nasional. PT Clariant Indonesia memiliki prosedur terkait penerapan budaya K3 dengan nomor dukumen PR-ALL-SA-08 terkait Sistem Izin Kerja, PR-ALL-SA-06 Terkait Distribusi PPE, PR-ALL-SA-16 terkait Safety Communication. Untuk pengimplementasian dari Pada penerapan program dan prosedur sudah disesuaikan melalui adanya Pelatihan K3, Distribusi PPE, safety talk, safety permit, Houseekeeping, Pemasangan Poster dan Rambu K3, HSE Performance, Survey Budaya keselamatan dan Peringatan Bulan K3 Nasional telah dilaksanakan sesuai dengan regulasi terkait K3 yang berlaku seperti Undang–Undang Nomor 1 Tahun 1970 Bab 5 pasal 9 dan pasal 14 Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 pasal 6 Ayat 1 dan ISO 45001:2018 klausul 6.1.2 dan klausul 8.1.2.
Dari Jelantah ke Cuci Tangan: Mendaur Ulang Minyak Goreng Bekas Ayam UMKM menjadi Sabun Cair Berbasis Komunitas di Jabodetabek Irfan Marwanza; Wiwik Dahani; Subandrio; Riskaviana Kurniawati; Daffa Rahmawan Rahmat; Yusraida Khairani Dalimunthe
Jurnal Migasian Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v10i1.385

Abstract

Minyak jelantah adalah minyak yang telah digunakan lebih dari sekali dalam proses penggorengan makanan. Limbah minyak jelantah, menjadi persoalan lingkungan dan kesehatan masyarakat yang signifikan. Pembuangan sembarangan dapat mencemari tanah dan perairan, sementara penggunaan berulang berisiko terhadap kesehatan. Di sisi lain, akses terhadap produk kebersihan yang terjangkau tetap menjadi perhatian. Pemanfaatan limbah minyak jelantah sebagai bahan baku sabun menawarkan solusi potensial berbasis ekonomi sirkular. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk (1) memberdayakan mitra UMKM D’Besto dalam mengelola limbah jelantahnya secara bernilai ekonomis, (2) mentransfer teknologi sederhana pembuatan sabun cuci tangan cair kepada masyarakat sekitar, dan (3) meningkatkan kesadaran tentang pengelolaan limbah dan praktik hidup bersih. Metode pelaksanaan mencakup survei awal, sosialisasi, pelatihan pembuatan sabun cair melalui proses saponifikasi dingin dengan penambahan gliserin dan essential oil, serta evaluasi partisipatif melalui kuesioner dan observasi. Pelatihan berhasil dilaksanakan dengan partisipasi aktif. Sabun cuci tangan cair yang dihasilkan memenuhi parameter fisik (viskositas, warna, bau) yang dapat diterima dan efektif sebagai pembersih. Terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 85% mengenai bahaya jelantah dan teknik daur ulangnya. Mitra UMKM menyepakati sistem pengumpulan jelantah berkelanjutan. Minyak jelantah dari UMKM pangan berpotensi diupcycle menjadi produk sabun cair yang bermanfaat secara efektif. Pendekatan partisipatif berbasis masyarakat ini tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga menciptakan produk kebersihan mandiri, mendorong ekonomi sirkular lokal, dan meningkatkan literasi lingkungan warga.
Pelatihan Penanggulangan Kebakaran dan Peningkatan Kecakapan Bahasa Inggris dalam Konteks Keselamatan Kebakaran di MTs Darul Falah Kepolo-Indramayu Pipit Marfiana; Suci Amaliah; Muhammad Anton; Amiroel Pribadi Madoeretno; Nirmala Rahmiharti
Jurnal Migasian Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v10i1.388

Abstract

Abstrak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatar belakangi oleh masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan siswa dalam penanggulangan kebakaran dini serta rendahnya kecakapan penggunaan bahasa Inggris dalam konteks komunikasi praktis dan kedaruratan. Padahal, kesiapsiagaan bencana dan kemampuan bahasa asing merupakan kompetensi penting dalam membentuk generasi tangguh dan berdaya saing global.Tujuan kegiatan ini adalah: (1) meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran sederhana, termasuk penggunaan alat pemadam api ringan (APAR),dan media sederhana lainnya seperti Fire Blanket/Karung Goni/Handuk Basah dan simulasi keadaan darurat; serta (2) sosialisasi Pendidikan peningkatkan kecakapan dasar bahasa Inggris siswa melalui pendekatan komunikatif games. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi dan praktik langsung penggunaan APAR dan media sederhana lainnya, simulasi evakuasi kebakaran, serta pendidikan bahasa Inggris berbasis Games role play dan Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, serta partisipasi aktif peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan dan keterampilan peserta dalam penanganan kebakaran dini, ditandai dengan kemampuan mengidentifikasi sumber bahaya, memahami prosedur evakuasi, dan mempraktikkan penggunaan APAR atau media sederhana lainnya dengan benar. Selain itu, terjadi peningkatan kepercayaan diri dan penguasaan kosakata bahasa Inggris. Program ini memberikan dampak positif terhadap pembentukan budaya sadar keselamatan (safety awareness) dan penguatan kompetensi komunikasi peserta. Kata kunci: Penanggulangan Kebakaran, Kesiapsiagaan, Kecakapan Bahasa inggris
Evaluasi Surfaktan Alami dari Daun Sereh, Jeruk Nipis, dan Lidah Buaya terhadap Penurunan Tegangan Antarmuka Minyak–Air untuk Aplikasi Enhanced Oil Recovery Skala Laboratorium Aisyah Irmaya; Listriyanto; Sri Haryono; Rena Juwita Sari
Jurnal Migasian Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v10i1.392

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi global serta penurunan produksi dari reservoir minyak yang telah matang mendorong penerapan teknologi enhanced oil recovery (EOR) untuk meningkatkan perolehan minyak. Salah satu mekanisme utama dalam EOR kimia adalah penurunan tegangan antarmuka minyak–air melalui penggunaan surfaktan. Namun, penggunaan surfaktan sintetis seringkali dibatasi oleh biaya yang relatif tinggi serta potensi dampak terhadap lingkungan, sehingga diperlukan alternatif surfaktan yang lebih ramah lingkungan yang berasal dari bahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak tanaman alami sebagai surfaktan dalam menurunkan tegangan antarmuka minyak–air sebagai pendekatan awal menuju aplikasi green EOR. Penelitian difokuskan pada tiga jenis ekstrak alami yaitu daun sereh (Cymbopogon citratus), jeruk nipis (Citrus aurantifolia), dan lidah buaya (Aloe vera). Metode penelitian dilakukan secara eksperimental pada skala laboratorium menggunakan sistem minyak mentah dan air suling. Ekstrak alami diperoleh melalui metode ekstraksi maserasi dan diuji pada beberapa variasi konsentrasi. Pengukuran tegangan antarmuka dilakukan menggunakan tensiometer laboratorium pada kondisi pengujian yang terkontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak alami mempengaruhi nilai tegangan antarmuka minyak–air. Ekstrak daun sereh menunjukkan kemampuan terbaik dalam menurunkan tegangan antarmuka dengan nilai minimum sekitar 2,85 mN/m pada konsentrasi 1%. Ekstrak lidah buaya menunjukkan pola perubahan yang fluktuatif pada berbagai konsentrasi yang kemungkinan dipengaruhi oleh kandungan polisakarida dan saponin yang mempengaruhi stabilitas antarmuka. Sementara itu, ekstrak jeruk nipis menunjukkan penurunan tegangan antarmuka yang relatif kecil dibandingkan ekstrak lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan potensi ekstrak tanaman sebagai surfaktan alami yang ramah lingkungan untuk aplikasi EOR serta memberikan gambaran awal mengenai kinerja komparatif beberapa ekstrak tanaman lokal sebagai kandidat biosurfaktan.

Page 12 of 12 | Total Record : 117