cover
Contact Name
Isnani Agriandita
Contact Email
isnaniee@gmail.com
Phone
+6287727911590
Journal Mail Official
isnaniee@gmail.com
Editorial Address
Institut Teknologi Petroleum Balongan, Jl. Soekarno-Hatta, Indramayu
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Migasian
ISSN : -     EISSN : 26156695     DOI : -
Jurnal Migasian adalah jurnal yang diterbitkan oleh LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan dan telah ber e-ISSN 2615-6695. Selain itu sesuai dengan SK Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementrian Riset no. 225/E/KPT/2022 tanggal 7 Desember 2022, Jurnal Migasian terakreditasi SINTA 4. Jurnal Migasian akan menerbitkan artikel-artikel ilmiah dalam cakupan bidang ilmu teknik Perminyakan, Fire and Safety atau K3L (Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, Lingkungan Kerja), serta disiplin ilmu keteknikan lainnya, dan bidang-bidang dengan ruang lingkup pengabdian kepada masyarakat. Artikel yang dimuat adalah artikel hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, kajian atau telaah ilmiah kritis dan komprehensif atas isu penting dan terkini atau resensi dari buku ilmiah. Terbit 2 kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember oleh LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan. Penulis yang artikelnya diterbitkan akan diberikan LOA, e-sertifikat, dan DOI.
Articles 104 Documents
Pencapaian Monitoring Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (Smk3) Di Pt X Bambang Sulistyo Pamodo
Jurnal Migasian Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v2i2.36

Abstract

Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) NO. 50 tahun 2012 tentang SMK3 maka semua perusahaan wajib menerapkan SMK3 terutama pada industri migas yang memiliki resiko yang besar salah satunya pada pengeboran minyak bumi. Untuk itu PT X menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja pada proses produksi pengeboran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui tingkat pencapaian penerapan sistem manajemen K3, mengetahui evaluasi penerapan sistem manajemen K3 di PT X. Metodologi pelaksanaan penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui dokumen, checklist dan observasi. Hasil penelitian ini adalah PT X sudah menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dengan baik sebesar 93, 37% masuk ke dalam klasifikasi memuaskan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah PT X sudah melakukan penerapan SMK3 dengan baik dapat dibuktikan dengan penilaian mendapat klasifikasi memuaskan.
Analisis Pengaruh Variasi Jangkauan Amperemeter Heles Cr 52 Pada Pengukuran Arus Listrik Dhanis Woro Giyatno
Jurnal Migasian Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v2i2.39

Abstract

Program Studi Diploma III Teknologi Listrik merupakan salah satu institusi pendidikan vokasional yang menekankan pada penguasaan keterampilan untuk penyelesaian masalah operasi dan pemeliharaan sistem tenaga listrik. Salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh lulusannya adalah penguasaan karakteristik alat ukur sehingga dapat mendapatkan hasil pengukuran sebagai landasan valid pengambilan keputusan. Di sisi lain, terdapat keterbatasan dana pembelian alat. Oleh karena itu, praktikum dilaksanakan dengan alat dengan kualitas menengah ke bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jangkauan amperemeter tipe Heles CR 52 pada pengukuran arus listrik. Jenis amperemeter tersebut banyak digunakan di berbagai praktikum karena harganya yang relatif murah dan tersedia banyak di pasaran. Penelitian dilakukan dengan menggunakan amperemeter dengan jangkauan 0-1A, 0-2A, dan 0-5A untuk mengukur arus listrik yang mengalir pada 5 variasi beban dengan arus listrik maksimal 5A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pengukuran akan semakin valid apabila digunakan amperemeter dengan jangkauan yang mendekati nilai teoritisnya. Pengukuran arus listrik dengan menggunakan jangkauan arus listrik yang relatif lebih jauh dari nilai teoritisnya akan menyebabkan hasil pengukuran kurang valid. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya sensitifitas amperemeter.
Analisis Gas Deliverability Dan Crossflow Pada Multilayer Reservoar Sumur Gas “X” Untuk Pengembangan Lapangan Gas “Y” Dandi Octarizka; Sugiatmo Kasmungin; Ratnayu Sitaresmi
Jurnal Migasian Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v2i2.41

Abstract

Lapangan “Y” terletak 40 km ke arah Barat Laut dari Pulau Tarakan, Kalimantan Utara memiliki sumur gas “X” yang dalam uji produksinya dilakukan dari secara commingle. Maka harus dilakukan analisis uji sumur untuk mengetahui kemampuannya dalam memproduksikan gas tersebut (gas deliverability). Metode yang digunakan antara lain Modified Isochronal Tets (konvensional), Metode Laminer-Inertia-Turbulen (LIT) dan Metode Jones-Blount- and Glaze. Perbandingan ini dilakukan untuk mengetahui metode mana yang paling optimum dengan juga laju alir yang terbaik. Parameter yang didapatkan dari hasil uji sumur tersebut kemudian dianalisis sebagai data repesentatif untuk digunakan dalam menganalisis crossflow dari multilayer reservoar. Crossflow adalah keadaan dimana masuknya fluida dari layer satu ke layer lainnya yang diakibatkan adanya perbedaan karakteristik antar layer . Analisa crossflow diuji dengan simulasi produksi tiap layer reservoar dan membandingkan antara jumlah produksi t iap layernya dengan produksi semua layer (commingle).Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Metode Jones -Blount- and Glaze merupakan metode yang paling mendekati dari test point sumur gas “x” dengan nilai AOF terbaik. Kemudian dari analisis crossflow yang dilakukan secara simulasi selama 1 tahun (2019-2020), terdapat gap dari kumulatif produksi gas tiap-tiap layer dengan kumulatif produksi gas secara commingle sebesar + 0.0379 MMSCF, hal ini disebabkan karena adanya perbedaan nilai permeabilitas horizontal dan tekanan antar layer. Dari analisis sumur “X” tersebut maka dilanjutkan ke pengembangan lapangan gas “Y” dengan simulasi didapatkan RF terbesar 89.38% dari total IGIP23.53 BCF
Aplikasi Penggunaan Well Head Compressor Pada Sumur X Untuk Mengatasi Problem Liquid Loading Nurkhozin Adhi Nugroho; Muh Taufiq Fathaddin; Dwi Atty Mardiana
Jurnal Migasian Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v2i2.42

Abstract

Sumur “X” mengalami problem liquid loading dikarenakan laju alir gas kurang dari critical velocity oleh karena itu dilakukan metode delikuifikasi dengan menggunakan well head compressor. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi terjadi liquid loading pada sumur gas, menghitung critical velocity loading, melakukan analisis nodal pada sumur “X” dan membuat kurva IPR, menganalisa sensitivitas nilai Pwh dan water gas ratio terhadap laju produksi pada aplikasi well head compressor, melakukan analisa teknis dan ekonomi penggunaan well head compressor. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah identifikasi liquid loading dengan laju alir kritis (critical velocity) menggunakan metode Coleman, membuat model sumur dengan bantuan perangkat lunak PROSPER, aplikasi metode well head compressor dengan sensitivitas beberapa Pwh dengan bantuan perangkat lunak PROSPER, evaluasi laju produksi beberapa Pwh asumsi terhadap laju alir kritis, menganalisa sensitivitas nilai Pwh dan water gas ratio (WGR) terhadap laju produksi pada aplikasi well head compressor dan melakukan analisa teknis dan ekonomi penggunaan well head compressor pada sumur X. Dari hasil perhitungan Pwh kondisi existing di dapatkan nilai laju alir loading berdasarkan metode Coleman sebesar 0,276 MMSCFD dan nilai critical velocity loading sebesar 34,061 ft/sec. Dengan bantuan software PROSPER 11.5 terbentuk kurva IPR yang menghasilkan nilai absolute open flow (AOF) sebesar 1,178 MMSCFD. Pada simulasi tekanan Pwh sebsar 10 Psig menghasilkan nilai laju alir gas sebesar 0,213 MMSCFD dan laju alir kritis loading sebesar 0,205 MMSCFD. Nilai NPV pada opsi beli sebesar 0,18 dan pada opsi sewa sebesar 0,24, nilai IRR pada opsi beli sebesar 8,07 % dan pada opsi sewa nilai IRR lebih dari 100%, nilai POT pada opsi beli sebesar 10 bulan dan pada opsi sewa sebesar 1 bulan. Opsi sewa lebih di pilih karena lebih baik nilai parameter NPV, IRR dan POT. Dari hasil simulasi dengan software PROSPER penggunaan well head compressor dapat di gunakan untuk mengatasi problem liquid loading pada sumur X yaitu pada P suction 10 Psig atau lebih kecil tidak akan terjadi liquid loading. Dari sensitivitas nilai Pwh dan WGR terhadap laju produksi gas dapat terlihat dari laju produksi yang dihasilkan, semakin kecil nilai Pwh dan WGR maka laju produksi akan semakin besar.
Pencapaian Monitoring Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (Smk3) Di Pt X Bambang Sulistyo Pamudo; Gilang Mahesa Kameswara
Jurnal Migasian Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v2i2.43

Abstract

Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) NO. 50 tahun 2012 tentang SMK3 maka semua perusahaan wajib menerapkan SMK3terutama pada industri migas yang memiliki resiko yang besar salah satunya pada pengeboran minyak bumi. Untuk ituPT X menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja pada proses produksi pengeboran. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengatahui tingkat pencapaian penerapan sistem manajemen K3, mengetahui evaluasipenerapan sistem manajemen K3 di PT X. Metodologi pelaksanaan penelitian ini menggunakan teknik pengumpulandata melalui dokumen, checklist dan observasi. Hasil penelitian ini adalah PT X sudah menerapkan sistem manajemenkeselamatan dan kesehatan kerja dengan baik sebesar 93, 37% masuk ke dalam klasifikasi memuaskan. Kesimpulandari penelitian ini adalah PT X sudah melakukan penerapan SMK3 dengan baik dapat dibuktikan dengan penilaianmendapat klasifikasi memuaskan.
Uji Laboratorium Mekanika Batuan Menggunakan Metode Unconfined Compressive Strength (Ucs) Pada Batuan Inti (Core) Batu Pasir Arief Rahman; Fajar Nugraha Muhyiddin
Jurnal Migasian Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v2i2.44

Abstract

Elastisitas (modulus Young) batuan adalah suatu sifat mekanik yang menggambarkan seberapa besar nilai yang dimiliki suatu batuan untuk bertahan sebelum terjadinya deformasi. Poisson’s ratio merupakan nilai perbandingan antara regangan aksial dan elastisitas yang dimiliki batuan yang mampu menggambarkan litologi batuan dalam formasi. Metode Unconfined Compressive Strength (UCS) yaitu salah satu metode pengujian mekanika batuan dengan cara menekan batuan dari satu arah (horisontal) hingga batuan mengalami keruntuhan atau fracture. Metode ini dilakukan dalam desain Hydraulic Fracturing. Sampel yang digunakan yaitu sampel batuan inti batu pasir dengan syarat panjang (L)/ diameter (D) = 2. Pengolahan data dilakukan dengan melakukan perhitungan dari hasil pembacaan data perubahan panjang (ΔL) dan diameter (ΔD), dan tegangan (σ), untuk mendapatkan nilai dari tiap sampel, yaitu: ɛlateral, ɛaksial, ɛvolumetrik, Poisson’s Ratio, Young’s Modulus. Berdasarkan hasil pengukuran dan pengolahan data, didapatkan nilai tegangan UCS rata-rata yaitu 7,71 Mpa, dan Tegangan elastisitas rata-rata yaitu 6,23 Mpa. Sedangkan nilai Modulus Young rata-rata yaitu 1,15 Gpa, dan Poisson’s Ratio yaitu 0,24. Jenis litologi dari 6 sampel batuan secara keseluruhan dapat diinterpretasikan sebagai Soft Sandstone.
Strategi Perawatan Mesin Pneumix Catalyst Injection Dengan Konsep Total Productive Maintenance Adrian Indarti; Hari Purnomo; Imam Djati Widodo
Jurnal Migasian Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v3i1.61

Abstract

Salah satu permasalahan yang terjadi pada mesin pneumix catalyst injection adalah terhambatnya proses injeksi yang diakibatkan mesin yang tiba -tiba tidak dapat berfungsi dan harus dilakukan kalibrasi, setting sequence atau kegiatan perawatan untuk perbaikan maupun penggantian komponen mesin. Downtime mesin yang besar berdampak pada produktivitas kegiatan produksi dan jumlah serta kualitas produk. Untuk dapat meningkatkan produktivitas maka dilakukan analisis penerapan Total Productive Maintenance (TPM) menggunakan perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE). Langkah yang dilakukan yaitu melakukan pengukuran OEE serta mengetahui faktor terbesar yang mempengaruhi dengan perhitungan six big losses. Selanjutnya mencari penyebab permasalahan dengan fishbone diagram dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas pada 2 mesin pneumix catalyst injection yaitu mesin A (15A107A) sebesar 52.98% dan mesin B (15A107B) sebesar 75.98%, ternyata masih dibawah standar JIPM yang menjadi acuan perusahaan yaitu sebesar 85%. Faktor terbesar yang mempengaruhi rendahnya OEE adalah performance rate dengan faktor persentase six big losses pada breakdown lossuntuk mesin A sebesar 36.81% dan idling and minor stoppages losses untuk mesin B (15A107B) sebesar 63.55% dari seluruh time loss. Hal yang dilakukan untuk mengatasi dan mengantisipasi rendahnya nilai OEE pada mesin pneumix catalyst injection yaitu dengan diterapkannya autonomous maintenance pada operator produksi, melakukan training bagi teknisi maintenance, melakukan pengawasan terhadap operator tentang kebersihan tempat kerja serta melakukan sistem preventive maintenance pada komponen valve transport [RC2] sesuai waktu pemeliharaan optimum 44 hari untuk mesin A (15A107A) dan 37 hari untuk mesin B (15A107B).
Karakteristik Discharge dan Elektrokimia Paduan Al-Zn pada Baterai Air Laut Ridho Hantor; Masrufaiyah Masrufaiyah
Jurnal Migasian Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v3i1.62

Abstract

Paduan aluminium dapat digunakan sebagai material anoda pada baterai air laut. Penelitian karakterisitik elektrokimia anoda Al-Zn dan katoda Cu dilakukan pada salinitas elektrolit, jarak antar elektroda dan laju elektrolit yang berbeda. Uji electrochemical impedance spectroscopy (EIS) dan polarisasi potensiodinamik Al-Zn dilakukan untuk mengetahui mekanisme korosi sel. Hasil pengukuran menunjukkan performa terbaik didapatkan pada keadaan salinitas elektrolit 5%, jarak antar elektroda 2 cm dan laju elektrolit 0,5 liter/jam dengan tegangan discharge 73,56 mV dan arus 0,717 mA. Hasil uji EIS menunjukkan proses elektrokimia interficial didominasi oleh reaksi aktivasi terkontrol.
Simulasi Model Reservoir untuk Pengembangan Lapangan Basement Rekah Alami dengan Distribusi Porositas dan Permeabilitas yang Dikontrol oleh Konektivitas Jaringan Rekahan di Blok J, Lapangan Val, Cekungan Sumatera Selatan Rainier Valentino Joseph
Jurnal Migasian Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v3i1.63

Abstract

Reservoir basement rekah alami, memiliki kondisi dimana keterdapatan hidrokarbon cenderung terletak pada jaringan rekahan dengan skala dimensi yang bervariasi. Tipe reservoir ini memiliki tingkat evaluasi yang lebih rumit dibandingkan dengan reservoir konvensional. Simulasi model geologi pada reservoir basement rekah alami harus memiliki pemahaman tentang karakteristik rekahan; yang terdiri dari tipe, sebaran, kapasitas penyimpanan, dan kelakuan aliran antar pori; dan juga konektivitasnya di dalam reservoir yang terekah. Simulasi tersebut kemudian digunakan sebagai acuan teknis dalam pengembangan lapangan. Dari hasil simulasi tersebut diperoleh skenario pengembangan lapangan menggunakan 9 sumur dengan kontrol laju alir gas sebesar 30 MMSCFD dengan lama waktu produksi 20 tahun. Kumulatif produksi gas hasil pengembangan lapangan sebesar 1.78 TCF dengan recovery factor 72%.
Evaluasi Gradien Tekanan Sumur RDM Lapangan Geothermal Rial Dwi Martasari; Faizal Firdaus
Jurnal Migasian Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v3i1.64

Abstract

Scaling adalah terbentuknya endapan padat. Masalah yang umum terjadi pada sumur panas bumi khususnya sumur dominasi air atau water dominated sebagaimana terjadi pada sumur panas bumi di Dieng yang dikaji dalam penelitian ini. Scale yang terbentuk pada instalasi produksi sumur panas bumi dapat menyebabkan penurunan produksi sumur, bahkan dapat menyebabkan berhentinya produksi. Oleh karena itu, pencegahan dan penanganan masalah scaling menjadi hal penting yang diperhatikan. Endapan dapat terbentuk karena adanya reaksi kimia oleh pencampuran satu fluida panas bumi dengan fluida panas bumi lain yang berbeda komposisinya atau juga dapat disebabkan oleh perubahan sifat fisik fluida dikarenakan perubahan tekanan dan temperatur yang menyebabkan perubahan kejenuhan zat-zat penyusun fluida panas bumi. Titik kondisi tekanan dan temperatur tertentu dimana fluida panas bumi mulai terjadi penguapan atau mulai terjadi perubahan fasa dari satu fasa menjadi dua fasa, biasa disebut sebagai flash point. Pada inilah zat -zat yang melebihi titik jenuhnya akan mengalami pengendapan. Dengan mengetahui letak kedalaman titik uap atau flash point fluida panas bumi maka dapat diestimasi dimana letak scaling pertama kali terjadi. Letak kedalaman flash point dapat diketahui dengan melakukan penghitungan penurunan tekanan dari well head ke dasar sumur hingga diperoleh kondisi temperatur saturasi fluida, yaitu temperatur dimana mulai terjadi aliran dua fasa. Diantaranya adalah metode Beggs and Brill, metode Horrison-Freeston dan metode Lockhart-Martinelli. Pada studi kali ini korelasi yang digunakan adalah dengan korelasi penurunan tekanan Beggs and Brill yang pada studi-studi sebelumnya dianggap paling valid. Besarnya Gradien tekanan yang terjadi pada sepanjang pipa bawah permukaan sekitar 32.2578 Bar/m.s2, dengan asumsi kondisi sumur vertikal. Sehingga semakin besar tekanan wellhead menunjukkan semakin besar letak flash point. Hal ini disebabkan semakin besar tekanan maka semakin panjang penurunan tekanan hingga sampai pada tekanan saturasinya.

Page 3 of 11 | Total Record : 104