cover
Contact Name
Fricles Ariwisanto Sianturi
Contact Email
jurnaljpip@gmail.com
Phone
+6285372207091
Journal Mail Official
jurnaljpip@gmail.com
Editorial Address
Jl. Nipkarim, Desa Batu Penjemuran, Kec. Namorambe, Kab. Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, 20356
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pelita Ilmu Pendidikan (JPIP)
Published by CV. Ro Bema
ISSN : -     EISSN : 29869854     DOI : 10.55338
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Pelita Ilmu Pendidikan (e-ISSN:2986-9854) memuat artikel-artikel hasil penelitian dan/atau kajian analitis-kritis di bidang kependidikan dengan tujuan untuk mengeksplorasi, mengembangkan, dan menjelaskan pengetahuan tentang desain dan teknologi pendidikan, agar menjaga praktisi dan peneliti memperoleh informasi tentang isu-isu saat ini dan praktik terbaikyang ditulis oleh para penulis dan peneliti. Jurnal Pelita Ilmu Pendidikan dibawah nauangan penerbit CV. Ro Bema yang bergerak dibidang publikasi, penerbitan buku dan percetakan. Jurnal Pelita Ilmu Pendidikan ini bersifat open access atau akses terbuka, untuk setiap volume dua kali setahun pada bulan Februari dan Agustus
Articles 30 Documents
Tanggung Jawab Pendidikan Anak Pada Keluarga Muallaf Di Desa Buana Mustika Kecamatan Telaga Antang Kabupaten Kotawaringin Timu Alfiansyah, Yogie
Jurnal Pelita Ilmu Pendidikan (JPIP) Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pelita Ilmu Pendidikan (JPIP) Februari 2025
Publisher : CV. RO BEMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/jpip.v3i1.83

Abstract

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. 1.Pendidikan agama Islam di lingkungan muallaf di desa Buana Mustika, tujuan agar terwujudnya insan kamil yang bertakwa kepada Allah swt, dan berbudi luhur terhadap kedua orang tua. Metode keteladanan sebagai contoh yang baik kepada anak yang berpengaruh terhadap keberhasilan nilai-nilai ajaran agama Islam, dan metode nasihat sebagai bentuk perhatian orang tua terhadap pendidikan dan perkembangannya. Materi aqidah sebagai bentuk keyakinan manusia terhadap Allah swt., materi ibadah suatu tindakan yang dilakukan setiap umat Islam dalam kehidupan sehari-hari, dan alam semesta. Materi akhlak sebagai bentuk perbuatan baik ataupun tercela, adapun akhlak sangat ditekankan dalam mendidik anak-anak ialah akhlak yang sesuai dengan ajaran Islam. 2. Meliputi factor internal dan factor eksternal. Faktor penghambat internal seperti: keimanan yang lemah, motivasi/ kemauan yang rendah. Sedangkan factor penghambat eksternal seperti: keluarga yang kurang/ tidak membimbing, ketiadaan ustad/ah/ penyuluh agama Islam. Faktor pendukung internal seperti: keimanan yang kuat, motivasi/ kemauan yang kuat, dan kemampuan memanagemen waktu; dan faktor pendukung eksternal seperti: keluarga yang membimbing, keberadaan lembaga pendidikan.Kata Kunci : Tanggung Jawab, Pendidikan Anak, dan Muallaf
Eksplorasi Dinamika Interaksi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Berbasis Virtual Reality (VR) di Tingkat Sekolah Menengah Fitra, Awaludin; Sianturi, Fricles Ariwisanto; Sitio, Arjon Samuel
Jurnal Pelita Ilmu Pendidikan (JPIP) Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pelita Ilmu Pendidikan (JPIP) Februari 2025
Publisher : CV. RO BEMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/jpip.v3i1.125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika interaksi antara guru dan siswa dalam pembelajaran berbasis Virtual Reality (VR) di tingkat sekolah menengah. Virtual Reality menawarkan lingkungan belajar yang imersif, memungkinkan siswa untuk terlibat secara aktif dengan materi pembelajaran melalui simulasi yang mendekati pengalaman nyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen terkait implementasi VR dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi VR memberikan dampak signifikan pada kualitas interaksi guru dan siswa. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendukung siswa dalam menavigasi dan memahami materi melalui teknologi VR, sementara siswa menunjukkan peningkatan motivasi belajar, pemahaman konsep yang lebih mendalam, dan keterlibatan aktif selama proses pembelajaran. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan, seperti kendala teknis, kurangnya pelatihan guru terkait penggunaan VR, dan kebutuhan akan perangkat yang memadai untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pembelajaran berbasis Virtual Reality dapat memperkaya interaksi guru dan siswa serta meningkatkan kualitas pembelajaran jika didukung oleh infrastruktur yang memadai dan pengembangan kompetensi guru. Penelitian ini merekomendasikan pengintegrasian pelatihan penggunaan teknologi VR bagi guru serta peningkatan akses terhadap perangkat VR di sekolah untuk memaksimalkan potensi teknologi ini dalam pembelajaran
Faktor Kecerdasan Emosional dan Motivasi Mengajar dalam Kinerja Guru IPS SMP Sastra, Irwan
Jurnal Pelita Ilmu Pendidikan (JPIP) Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pelita Ilmu Pendidikan (JPIP) Februari 2025
Publisher : CV. RO BEMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/jpip.v3i1.128

Abstract

Kinerja guru merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan, terutama dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional (Emotional Quotient/EQ) dan motivasi mengajar terhadap kinerja guru IPS SMP. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi tingkat kecerdasan emosional, motivasi mengajar, dan kinerja guru; (2) menganalisis hubungan antara kecerdasan emosional dan kinerja guru; (3) menganalisis hubungan antara motivasi mengajar dan kinerja guru; serta (4) menguji hubungan simultan antara kecerdasan emosional dan motivasi mengajar dengan kinerja guru. Penelitian ini menggunakan metode ex post facto dengan pendekatan kuantitatif dan teknik survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada guru IPS SMP di Provinsi Maluku Utara pada tahun ajaran 2019/2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kecerdasan emosional, motivasi mengajar, dan kinerja guru berada pada kategori tinggi; (2) terdapat hubungan positif yang kuat antara kecerdasan emosional dan kinerja guru dengan koefisien korelasi sebesar 0,634; (3) terdapat hubungan positif yang kuat antara motivasi mengajar dan kinerja guru dengan koefisien korelasi sebesar 0,641; serta (4) terdapat hubungan positif yang sangat kuat antara kecerdasan emosional dan motivasi mengajar secara bersama-sama terhadap kinerja guru dengan koefisien korelasi sebesar 0,772. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kecerdasan emosional dan motivasi mengajar memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja guru IPS SMP. Oleh karena itu, upaya peningkatan kualitas pengajaran perlu memperhatikan pengembangan aspek emosional dan motivasional guru guna meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Analisis Pengaruh Lingkungan Belajar Virtual terhadap Keterampilan Kolaborasi Siswa di Era Digital Pratama, Andika; Fitri, Rahmawati
Jurnal Pelita Ilmu Pendidikan (JPIP) Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pelita Ilmu Pendidikan (JPIP) Februari 2025
Publisher : CV. RO BEMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/jpip.v3i1.129

Abstract

Perkembangan teknologi di era digital telah mendorong transformasi dalam dunia pendidikan, termasuk dalam penerapan lingkungan belajar virtual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan belajar virtual terhadap keterampilan kolaborasi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada siswa sekolah menengah atas yang aktif menggunakan platform pembelajaran daring. Analisis data dilakukan dengan teknik regresi linear untuk mengukur hubungan antara variabel independen, yaitu lingkungan belajar virtual, dan variabel dependen, yaitu keterampilan kolaborasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan belajar virtual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan kolaborasi siswa. Fitur-fitur interaktif dalam platform pembelajaran daring, seperti diskusi kelompok, proyek kolaboratif, dan penggunaan alat komunikasi digital, terbukti meningkatkan kemampuan siswa dalam bekerja sama, berbagi ide, serta menyelesaikan tugas secara kolektif. Namun, beberapa tantangan juga ditemukan, seperti hambatan teknis dan kurangnya interaksi langsung yang dapat memengaruhi dinamika kerja sama. enelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi lingkungan belajar virtual dengan pendekatan yang lebih interaktif dan inklusif dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa. Implikasi dari temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik dan pengembang teknologi pendidikan dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif di era digital.
Peran Emosi dan Kesehatan Mental dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Imawa, Zulfa Salsabila
Jurnal Pelita Ilmu Pendidikan (JPIP) Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pelita Ilmu Pendidikan (JPIP) Februari 2025
Publisher : CV. RO BEMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/jpip.v3i1.132

Abstract

Pendidikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh aspek kognitif semata, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh faktor emosional dan kesehatan mental peserta didik maupun pendidik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran emosi dan kesehatan mental dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka yang mengkaji berbagai literatur, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terkini terkait psikologi pendidikan, kesehatan mental, dan teori emosi. Hasil kajian menunjukkan bahwa regulasi emosi yang baik serta kesehatan mental yang stabil berkontribusi signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar, kemampuan konsentrasi, hubungan interpersonal yang positif, dan pencapaian akademik siswa. Di sisi lain, guru yang memiliki kesejahteraan psikologis juga cenderung lebih efektif dalam mengelola kelas, menciptakan suasana belajar yang kondusif, dan membangun interaksi yang empatik dengan siswa. Kesimpulannya, integrasi program dukungan kesehatan mental dan pengembangan kecerdasan emosional ke dalam sistem pendidikan menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang holistik dan berkelanjutan. Artikel ini merekomendasikan perlunya kebijakan pendidikan yang lebih inklusif terhadap aspek psikososial sebagai fondasi dalam peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh
Perbedaan Individual Dalam Belajar Faktor Biologis Dan Psikologis Aida, Nur
Jurnal Pelita Ilmu Pendidikan (JPIP) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pelita Ilmu Pendidikan (JPIP) Agustus 2025
Publisher : CV. RO BEMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/jpip.v3i2.133

Abstract

Perbedaan individual merupakan aspek esensial dalam proses pembelajaran yang dipengaruhi oleh faktor bawaan (biologis) dan lingkungan (sosial ekonomi, budaya, serta urutan kelahiran). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana faktor biologis dan psikologis membentuk karakteristik belajar peserta didik, serta bagaimana pemahaman terhadap perbedaan tersebut dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penelitian dilakukan melalui metode Penelitian literatur dengan pendekatan analisis deskriptif kualitatif, menggunakan 25 sumber primer dan sekunder berupa jurnal ilmiah, artikel akademik, dan buku terbitan tahun 2015–2025 yang relevan dengan psikologi pendidikan dan pedagogi diferensial. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perbedaan individual mencakup aspek jasmani, intelektual, sosial, etika, estetika, dan spiritual. Faktor biologis seperti kondisi fisik dan kesehatan, serta faktor psikologis seperti minat, motivasi, dan kepribadian, terbukti berpengaruh signifikan terhadap gaya belajar dan pencapaian akademik siswa. Temuan penting menunjukkan bahwa motivasi intrinsik dan kepribadian terbuka memiliki korelasi positif terhadap kemandirian belajar dan hasil akademik. Penelitian ini merekomendasikan penerapan strategi pembelajaran diferensial yang adaptif terhadap karakteristik peserta didik, seperti penyesuaian metode pengajaran, asesmen formatif, dan pendekatan berbasis minat. Simpulan menegaskan bahwa pemahaman mendalam terhadap perbedaan individual bukan hanya memperkaya praktik pedagogis, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik.
Konsep Dasar Psikologi Pendidikan Dalam Proses Pembelajaran Nabila, Nur Anggi
Jurnal Pelita Ilmu Pendidikan (JPIP) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pelita Ilmu Pendidikan (JPIP) Agustus 2025
Publisher : CV. RO BEMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/jpip.v3i2.138

Abstract

Artikel ini membahas konsep dasar psikologi pendidikan melalui pendekatan kajian literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan. Fokus utama kajian ini meliputi tiga aspek pokok yaitu definisi dan arti penting psikologi pendidikan dalam konteks pembelajaran dan pengajaran, sejarah perkembangan, tujuan, serta metode yang digunakan dalam psikologi pendidikan, dan penelitian dalam bidang psikologi pendidikan yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas proses belajar-mengajar. Melalui analisis literatur, artikel ini menunjukkan bahwa psikologi pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membantu pendidik memahami karakteristik peserta didik, mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif, serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan kognitif dan emosional siswa. Diharapkan artikel ini dapat menjadi rujukan awal bagi pendidik dan peneliti dalam memahami fondasi teoritis dan praktis psikologi pendidikan.
Efektivitas Strategi Pembelajaran Diferensial dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Menengah Wardani, Zafira
Jurnal Pelita Ilmu Pendidikan (JPIP) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pelita Ilmu Pendidikan (JPIP) Agustus 2025
Publisher : CV. RO BEMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/jpip.v3i2.140

Abstract

Motivasi belajar adalah faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan akademik mahasiswa. Motivasi berasal dari kata motif, yang berarti dorongan dalam diri individu untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks pendidikan, motivasi belajar mencakup keseluruhan daya penggerak yang mendorong siswa untuk terlibat dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengertian motivasi belajar, jenis-jenis motivasi, serta faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa. Motivasi dibedakan menjadi motivasi intrinsik, yang berasal dari dalam diri individu, dan motivasi ekstrinsik, yang dipengaruhi oleh faktor eksternal. Selain itu, penelitian ini juga membahas strategi untuk meningkatkan motivasi belajar, seperti pengembangan bahan pembelajaran yang menarik dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi yang tinggi berhubungan positif dengan prestasi akademik mahasiswa. Oleh karena itu, penting bagi pendidik untuk memahami dan menerapkan strategi yang dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa agar tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik.
Pengaruh Penggunaan Media Digital Interaktif terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Surbakti, Rahmayati; Chantrin, Idris
Jurnal Pelita Ilmu Pendidikan (JPIP) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pelita Ilmu Pendidikan (JPIP) Agustus 2025
Publisher : CV. RO BEMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/jpip.v3i2.142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya inovasi dalam proses pembelajaran guna meningkatkan minat dan semangat belajar siswa, terutama pada era digital saat ini. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu (quasi-experimental) menggunakan desain pretest-posttest control group. Sampel penelitian terdiri dari 60 siswa kelas V di salah satu sekolah dasar negeri di kota X, yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa angket motivasi belajar yang telah divalidasi, serta observasi aktivitas belajar selama proses pembelajaran berlangsung.  Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan signifikan motivasi belajar pada kelompok yang menggunakan media digital interaktif dibandingkan dengan kelompok kontrol yang menggunakan media konvensional, dengan nilai signifikansi < 0,05. Temuan penting dari penelitian ini adalah bahwa media digital interaktif mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, interaktif, dan mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Simpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa penggunaan media digital interaktif secara signifikan berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, disarankan agar pendidik memanfaatkan media digital interaktif sebagai salah satu strategi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat sekolah dasar.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem-Based Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA Pangaribuan, Daniel; Soraya, Siti
Jurnal Pelita Ilmu Pendidikan (JPIP) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pelita Ilmu Pendidikan (JPIP) Agustus 2025
Publisher : CV. RO BEMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/jpip.v3i2.143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya keterampilan berpikir kritis sebagai salah satu kompetensi abad 21 yang perlu dikembangkan melalui pendekatan pembelajaran yang tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas XI di salah satu SMA Negeri, masing-masing sebagai kelas eksperimen (menggunakan model PBL) dan kelas kontrol (menggunakan metode konvensional). Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis yang terdiri dari indikator: interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Data dianalisis menggunakan uji-t untuk menguji perbedaan skor sebelum dan sesudah perlakuan antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan kemampuan berpikir kritis pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model PBL dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa model PBL efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa karena siswa dilibatkan secara aktif dalam mengidentifikasi masalah, mencari informasi, dan merumuskan solusi secara kolaboratif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Problem-Based Learning merupakan model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMA, dan direkomendasikan untuk diimplementasikan secara lebih luas dalam proses pembelajaran di sekolah menengah.

Page 3 of 3 | Total Record : 30