cover
Contact Name
Fadli Kurnia
Contact Email
fadli.kurnia@univpancasila.ac.id
Phone
+6221-7864730
Journal Mail Official
Jurnal.artesis@univpancasila.ac.id
Editorial Address
Department of Civil Engineering 3rd Floor at Faculty of Engineering Building Lenteng Agung Raya St, Srengseng Sawah, Jagakarsa, South Jakarta, DKI Jakarta 12640
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Artesis
Published by Universitas Pancasila
ISSN : 28096231     EISSN : 28094441     DOI : https://doi.org/10.35814/artesis
Artesis Journal is scientific journal published periodically every 6 (six) months (in May and November) by Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering - Universitas Pancasila. It contains papers related to student or student-lecturer research activities. Artesis Journal has an area of expertise consisting of Structural Engineering, Construction Engineering & Management, Geotechnical Engineering, Water Resources Engineering, and Transportation Engineering.
Articles 199 Documents
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN PEMBONGKARAN GEDUNG PARKIR EKSISTING DI KANTOR PUSAT PT. XYZ Saputro, Rizky Abri; Ayu Herzanita
Jurnal ARTESIS Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/pzxz9k48

Abstract

PT. XYZ telah menyediakan lahan parkir yang memadai untuk menampung kendaraan para visitor maupun karyawan yang datang dan melakukan aktivitas dilingkungan kantor tersebut. PT. XYZ berencana melakukan pembongkaran gedung parkir eksisting kemudian membangun gedung parkir bertingkat dengan tujuan meningkatkan kapasitas lahan parkir sebelumnya. Pekerjaan pembongkaran pada gedung parkir eksisting di kantor pusat PT. XYZ memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan pekerja, peralatan, material, publik dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi uraian kegiatan pekerjaan pembongkaran, potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan strategi pengendalian risiko berdasarkan Permen PUPR No. 10 Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner dan validasi pakar. Terdapat beberapa kegiatan pembongkaran gedung pakrir eksisting, dimulai dari tahap pekerjaan persiapan seperti pemasangan rambu – rambu lalu lintas hingga tahap pembersihan lapangan dengan aktivitas pembuangan material yang tidak dapat digunakan kembali. Terdapat 90 potensi bahaya yang diidentifikasi, 79 dinyatakan valid dan 11 tidak valid. Risiko tertinggi ditemukan pada pekerjaan pemutusan utilitas dengan bahaya percikan api, dengan skor risiko sebesar 16,50 pada aspek pekerjaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan sistem keselamatan kerja dan pengendalian risiko secara menyeluruh dalam pekerjaan pembongkaran.
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI PADA TAHAP PERENCANAAN PEMBANGUNAN GEDUNG PERKANTORAN DI KANTOR PUSAT PT. XYZ Harya Andhika; Herzanita, Ayu
Jurnal ARTESIS Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/72sr1f44

Abstract

Berdasarkan Permen PUPR No. 10 Tahun 2021 SMKK mulai dilaksanakan sejak tahap perencanaan dan perancangan proyek. Konsep SMKK disusun sejak awal tahap perencanaan, dan kemudian dilaksanakan dengan menyusun rencana keselamatan konstruksi (RKK) untuk mengendalikan dan melaksanakan aspek keselamatan selama pelaksanaan dan penyelenggaraan konstruksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko keselamatan konstruksi pada tahap perencanaan pembangunan gedung perkantoran PT XYZ di Jakarta Selatan, yang merupakan badan usaha milik negara di bidang logistik pangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan kombinasi kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi literatur, penyebaran kuesioner kepada responden, dan validasi pakar berpengalaman di bidang keselamatan konstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai aktivitas konstruksi, seperti pekerjaan persiapan, struktur bawah (pekerjaan tanah, pondasi, sloof), dan struktur atas (kolom, balok, plat, atap baja), memiliki potensi bahaya signifikan yang berdampak pada keselamatan pekerja, kerusakan peralatan, gangguan terhadap publik, dan pencemaran lingkungan. Bekerja di ketinggian menjadi risiko tertinggi dengan skala 20 (besar) untuk mengendalikan risiko tersebut pasang safety net dan menggunakan body harness. Penilaian risiko mengidentifikasi kategori kecil, sedang, hingga besar, dengan risiko tinggi memerlukan tindakan prioritas. Strategi pengendalian yang direkomendasikan meliputi rekayasa teknis, pengendalian administratif, penggunaan alat pelindung diri (APD) lengkap, serta penempatan tenaga ahli K3 utama. Penerapan hierarki pengendalian risiko diharapkan mampu menekan probabilitas kejadian dan dampak kecelakaan secara signifikan. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis sebagai acuan perencanaan keselamatan konstruksi pada proyek sejenis, mendukung penciptaan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan berkelanjutan, serta membantu menurunkan angka kecelakaan kerja di sektor konstruksi.
ANALISIS STRUKTUR PERKERASAN JALAN LALU LINTAS TINGGI BERDASARKAN OVER DIMENSION OVER LOAD (ODOL) Indrawan, Shyreeva Djamal Putra
Jurnal ARTESIS Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/wc9byt64

Abstract

Perkerasan jalan merupakan salah satu infrastruktur vital yang berperan penting dalam mendukung kelancaran sistem transportasi sekaligus menunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Kinerja perkerasan sangat dipengaruhi oleh kondisi lalu lintas, terutama beban kendaraan yang melintas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kendaraan berlebih terhadap umur rencana perkerasan kaku dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu metode AASHTO 1993 dan Manual Desain Perkerasan (MDP) 2024. Data lalu lintas pada ruas jalan yang diteliti diperoleh dari PT. XYZ dan diolah dengan pendekatan parameter CESAL (Cumulative Equivalent Single Axle Load) berdasarkan dua skenario pembebanan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai CESAL tahunan tertinggi terdapat pada skenario 1 sebesar 248.955.873, sedangkan skenario 2 memberikan nilai terendah sebesar 51.753.139. Analisis lebih lanjut memperlihatkan bahwa sisa umur rencana perkerasan existing hanya mampu bertahan sebesar 85,457% pada skenario 1 dan 77,109% pada skenario 2. Hal ini menegaskan bahwa beban gandar yang tinggi secara signifikan mempercepat kerusakan struktur perkerasan dengan meningkatkan nilai damage factor.Selanjutnya, perhitungan tebal perkerasan rencana menghasilkan kebutuhan lapis beton setebal 39 cm pada skenario 1 dan 35 cm pada skenario 2, yang keduanya lebih besar dibandingkan kondisi existing sebesar 30 cm. Perbedaan ini menunjukkan bahwa struktur perkerasan saat ini tidak lagi mampu menahan beban lalu lintas selama umur rencana tanpa perkuatan. Hasil perbandingan juga mengindikasikan bahwa metode MDP 2024 cenderung menghasilkan ketebalan yang lebih konservatif dibandingkan AASHTO 1993. Namun demikian, pendekatan MDP 2024 dinilai lebih relevan diterapkan pada kondisi jalan di Indonesia, mengingat metode ini telah disesuaikan dengan karakteristik lalu lintas, iklim, serta standar nasional yang berlaku.
ANALISIS PERBANDINGAN BANGUNAN STRUKTUR MENGGUNAKAN PELAT KONVENSIONAL DAN BUBBLEDECK SLAB Nur Komariah, Nadhira; Nur Arini, Resti
Jurnal ARTESIS Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/rq458794

Abstract

Saat ini pekerjaan konstruksi di Indonesia, khususnya pada pekerjaan pelat lantai masih menjadi pilihan pertama yang digunakan yaitu penggunaan struktur konvensional. Hal ini karena kemudahan dalam pengerjaannya dan sangat umum digunakan. Akan tetapi, penggunaan pelat konvensional memberikan dukungan struktural yang minim dan menambah beban sendiri yang besar pada bangunan. Untuk peningkatan kualitas pekerjaan konstruksi tersebut, diperkenalkan pelat beton bertulang yang mengandung bola plastik gelembung yang juga dikenal sebagai bubbledeck slab. Tujuan penelitian yang dilakukan merupakan perbandingan bubbledeck slab dan pelat konvensional pada bangunan rumah susun untuk mengetahui perbedaan berat bangunan, simpangan antar tingkat, dan hasil tingkat kinerja struktur yang terjadi. Analisis struktur dilakukan menggunakan metode pushover sesuai dengan standar SNI 1726:2019 dan ASCE 41-17. Sedangkan untuk pemodelan struktur menggunakan program bantu berbasis Finite Element Method (FEM). Hasil menunjukkan bahwa dengan menggunakan bubbledeck slab, bangunan dapat tereduksi sebesar 27% dan menunjukkan nilai drift pelat konvensional lebih kecil dibandingkan bubbledeck slab pada arah X, namun kinerja struktur bubbledeck slab lebih baik pada arah Y, berada pada tingkat immediate occupancy (IO) dengan roof drift ratio lebih kecil yaitu sebesar 0,859%. Untuk tingkat kinerja arah X, kedua sistem pelat memenuhi standar minimum bangunan kategori II yaitu life safety (LS) dan bangunan yang menggunakan pelat konvensional dengan roof drift ratio lebih besar sebesar 1,513%.
STUDI PERBANDINGAN SOIL NAILING DAN GABION UNTUK PERKUATAN LERENGPASCA LONGSOR: Studi Kasus Jalan Raya Gumitir KM 233+550, Jember-Banyuwangi, Indonesia Paksitya Purnama Putra; Anisa Umi Tressiana; Indra Nurtjahjaningtyas
Jurnal ARTESIS Vol. 6 No. 1 (2026): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/6f12m293

Abstract

Fenomena longsor merupakan bencana geoteknik yang sering terjadi di daerah tropis, termasuk Indonesia. Salah satu kejadian longsor yang terjadi pada Jalan Raya Gumitir KM 233+550 pada Juli 2023 mengancam kestabilan lereng yang vital bagi infrastruktur transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lereng pasca longsor dan membandingkan efektivitas metode perkuatan soil nailing dan gabion. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis stabilitas lereng menggunakan perangkat lunak geoteknik berbasis Limit Equlibrium Method, dengan data sekunder berupa data boring dan Standard Penetration Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa lereng pada kondisi eksisting memiliki faktor keamanan 0,944, yang menandakan kondisi kritis. Setelah perkuatan dengan soil nailing, faktor keamanan global meningkat menjadi 1,917, menunjukkan bahwa lereng berada dalam kondisi aman. Sementara itu, perkuatan gabion menghasilkan faktor keamanan 1,562, yang masih memenuhi kriteria aman meskipun lebih rendah dibandingkan soil nailing. Berdasarkan hasil analisa, dapat disimpulkan bahwa kedua metode perkuatan efektif, namun soil nailing lebih direkomendasikan untuk meningkatkan kestabilan lereng pada lokasi vital dengan risiko longsor tinggi. Penelitian ini memberikan rekomendasi teknis untuk memilih metode perkuatan yang sesuai dengan kondisi lapangan dan tingkat risiko, dengan mempertimbangkan faktor keamanan, efisiensi, dan keberlanjutan.
ANALISIS KEBUTUHAN AIR TANAMAN DAN EVALUASI KINERJA SALURAN IRIGASI CIUJUNG BARAT UNTUK REHABILITASI BERBASIS CROPWAT 8.0 Diyanti Diyanti; Fani Yayuk Supomo; Febry Mandasari
Jurnal ARTESIS Vol. 6 No. 1 (2026): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/ewpjrk51

Abstract

Dalam mensukseskan program swasembada pangan, salah satu upaya yaitu perbaikan prasarana irigasi, karena memiliki peranan yang sangat penting. Penanganan yang tepat dapat diperoleh dari jaringan irigasi eksisting salah satunya dengan penilaian terhadap kinerja. Analisis kebutuhan air agar didapatkan model perhitungan tepat dan optimal dengan alternatif menggunakan software Cropwat 8.0. Tujuan penelitian ini menganalisis kebutuhan air irigasi dan mengevaluasi kinerja saluran eksisting. Data Penelitian yang digunakan data curah hujan dan klimatologi Daerah Irigasi Ciujung Barat selama 10 (sepuluh) tahun terakhir dalam proses menganalisis kebutuhan air. Analisis yang dilakukan yaitu curah hujan efektif, analisis kebutuhan air, pola tanah, dan debit rancangan. Pola tanam yang digunakan yaitu nedeco/prosida varietas unggul. Analisis kinerja irigasi mengacu pada Peraturan menteri PUPR Nomor 12 Tahun 2015. Berdasarkan analisis cropwat 8.0 didapatkan Kebutuhan air paling besar pada bulan September sebesar 1,598 l/detik/hekta. Analisis kinerja irigasi didapat 54,64%, kondisi prasarana tersebut perlu penanganan secepatnya, maka direkomendasikan dilakukan rehabilitasi saluran yang menjadi prioritas terlebih dahulu.
MODEL BANGKITAN PERJALANAN PADA RUMAH SAKIT DI PERKOTAAN JEMBER Willy Kriswardhana; Lailiyah Khoirun Nisa'; Akhmad Hasanuddin; Tatang Maulana Maliq
Jurnal ARTESIS Vol. 6 No. 1 (2026): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/gwb1s244

Abstract

Pemodelan bangkitan perjalanan merupakan tahap penting dalam perencanaan transportasi empat tahap, khususnya dalam memprediksi volume kendaraan yang dihasilkan oleh suatu penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap bangkitan perjalanan rumah sakit di kawasan perkotaan Jember serta memodelkannya ke dalam bentuk persamaan regresi. Data diperoleh melalui survei primer berupa pencacahan kendaraan keluar masuk di tiga rumah sakit (RSD Dr. Soebandi, RS Tk.III Baladhika Husada, dan RS Jember Klinik) serta data sekunder meliputi luas lantai, luas lahan, jumlah tempat tidur, jumlah poliklinik, jumlah dokter praktik, dan jumlah pegawai. Analisis dilakukan dengan regresi linier dan nonlinier, disertai uji asumsi klasik meliputi uji normalitas dan multikolinearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel luas lantai memiliki kontribusi paling dominan dalam menjelaskan bangkitan perjalanan kendaraan. Hal ini menandakan bahwa luas lantai sangat berpengaruh terhadap besarnya volume bangkitan kendaraan pengunjung rumah sakit. Model yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi referensi dalam perencanaan transportasi, khususnya dalam penyediaan kapasitas parkir dan pengelolaan lalu lintas di sekitar rumah sakit.
EVALUASI STRUKTUR BANGUNAN PABRIK AKIBAT PENAMBAHAN BEBAN PANEL SURYA (Studi Kasus : Proyek PLTS PT XYZ) Ahmad Luthfi Nahwi; Fadli Kurnia
Jurnal ARTESIS Vol. 6 No. 1 (2026): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/x1arq324

Abstract

Pemanfaatan energi terbarukan melalui instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap saat ini menjadi prioritas sektor industri untuk efisiensi energi dan reduksi emisi karbon. Namun, penambahan beban panel surya pada bangunan eksisting berpotensi mengubah konfigurasi beban dan memengaruhi keamanan struktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas struktur baja bangunan pabrik PT XYZ setelah penambahan beban mati tambahan (Superimposed Dead Load) dari sistem panel surya seberat 38 kg. Struktur yang ditinjau menggunakan sistem rangka portal kaku dengan material baja profil WF dan purlin CNP. Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan (data primer) untuk memverifikasi kondisi fisik material dan simulasi numerik 3D berbasis Finite Element Method (FEM) menggunakan perangkat lunak SAP2000. Evaluasi kekuatan mengacu pada standar SNI 1727:2020 untuk pembebanan, SNI 1726:2019 untuk ketahanan gempa, serta SNI 1729:2020 untuk spesifikasi desain baja dengan metode LRFD. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur eksisting masih memenuhi persyaratan keamanan dan kekuatan pasca penambahan beban PLTS. Elemen purlin mengalami dampak paling signifikan dengan kenaikan lendutan sebesar 177% dan momen lentur 177%, namun tetap aman dengan rasio utilitas maksimal 0,67. Elemen rafter dan kolom menunjukkan kinerja yang stabil, rafter hanya mengalami kenaikan rasio utilitas menjadi 0,030 (3%), sedangkan kolom sebagai elemen kritis memiliki rasio utilitas tertinggi sebesar 0,660 (66%) yang masih berada di bawah batas izin 1,0. Berdasarkan hasil tersebut, instalasi panel surya pada atap pabrik PT XYZ dinyatakan aman secara struktural dan layak diimplementasikan.
TRANSFORMATION OF RURAL SETTLEMENTS INTO SMALL CITIES(LESSONS FROM SAUMLAKI AND MERAUKE FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT OF MALIANA, TIMOR-LESTE) Prima Jiwa Osly
Jurnal ARTESIS Vol. 6 No. 1 (2026): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/mv2xs017

Abstract

The transformation of rural settlements into small cities has become an increasingly important phenomenon in regional development, particularly in developing countries where secondary urban centers play a critical role in connecting rural communities with broader economic and administrative systems. Small cities contribute to balanced territorial development by providing essential services, infrastructure, and economic opportunities to surrounding hinterlands. This study aims to examine the transformation processes of Saumlaki and Merauke in Eastern Indonesia and identify lessons that can support the sustainable development of Maliana, Timor-Leste. A Narrative Literature Review (NLR) approach was employed by synthesizing information from academic journals, government reports, planning documents, and publications from international development organizations. The analysis focused on five dimensions of urban transformation, namely infrastructure development, regional connectivity, economic diversification, public service expansion, and governance functions. The findings indicate that despite differences in geographical settings and economic structures, both Saumlaki and Merauke experienced urban growth through the combined effects of transportation infrastructure improvement, strengthening of administrative functions, expansion of public services, and increasing regional integration. Saumlaki demonstrates the importance of maritime connectivity and government services in supporting urban development within an archipelagic context, whereas Merauke highlights the role of agricultural development and large-scale infrastructure investment in accelerating regional growth. These experiences suggest that Maliana possesses significant potential to strengthen its role as a regional service center through integrated infrastructure planning, economic diversification, enhanced public services, and improved cross-border connectivity. The study concludes that sustainable urban transformation requires coordinated investments in physical infrastructure, institutional capacity, and regional economic development to ensure long-term urban resilience and balanced territorial growth.