cover
Contact Name
Fadli Kurnia
Contact Email
fadli.kurnia@univpancasila.ac.id
Phone
+6221-7864730
Journal Mail Official
Jurnal.artesis@univpancasila.ac.id
Editorial Address
Department of Civil Engineering 3rd Floor at Faculty of Engineering Building Lenteng Agung Raya St, Srengseng Sawah, Jagakarsa, South Jakarta, DKI Jakarta 12640
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Artesis
Published by Universitas Pancasila
ISSN : 28096231     EISSN : 28094441     DOI : https://doi.org/10.35814/artesis
Artesis Journal is scientific journal published periodically every 6 (six) months (in May and November) by Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering - Universitas Pancasila. It contains papers related to student or student-lecturer research activities. Artesis Journal has an area of expertise consisting of Structural Engineering, Construction Engineering & Management, Geotechnical Engineering, Water Resources Engineering, and Transportation Engineering.
Articles 183 Documents
ANALISIS KAPASITAS KOLAM TAMPUNGAN RUMAH POMPA BUKIT DURI 3 KECAMATAN TEBET Siswanto, Brilian; Plamonia, Nicco
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7854

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk mengevaluasi kapasitas kolam tampungan di Rumah Pompa Bukit Duri 3, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, setelah penambahan kapasitas pompa pada tahun 2022. Peningkatan kapasitas pompa ini dilakukan oleh Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan dengan menambahkan pompa baru berkapasitas 500 liter per detik untuk mengatasi masalah efisiensi pompa lama yang telah menurun akibat usia dan penggunaan terus-menerus. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menilai apakah kapasitas kolam tampungan saat ini mampu mengakomodasi peningkatan debit limpasan yang terjadi akibat penambahan kapasitas pompa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode rasional dan modifikasi metode rasional untuk menganalisis debit limpasan dan curah hujan. Data curah hujan dari BMKG selama 10 tahun terakhir digunakan untuk analisis hidrologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas kolam tampungan yang ada tidak mencukupi untuk menampung debit limpasan yang meningkat, sehingga diperlukan evaluasi ulang dan desain ulang kolam tampungan untuk memastikan kemampuan sistem dalam menangani limpasan air hujan secara efektif. Dari hasil analisa direkomendasikan dimensi yang sesuai agar balance antara kolam tampungan dengan pompa dengan ukuran panjang 50m, lebar 2,00 m, kedalaman 2m yang dapat menampung air dengan volume 200 m³. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan kapasitas pompa memberikan dampak signifikan pada daya tampung kolam, yang berarti bahwa penyesuaian kapasitas kolam sangat diperlukan untuk mengoptimalkan kinerja sistem pompa dan mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut.
EVALUASI KINERJA OPERASIONAL DAN PELAYANAN BUS RAPID TRANSIT TRANSJAKARTA (STUDI KASUS: KORIDOR 10 TANJUNG PRIOK – PGC 2) Digna, Ilham; Tinumbia, Nuryani
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7855

Abstract

BRT Transjakarta Koridor 10 melayani rute Tanjung Priok – PGC 2, melewati beberapa jalan utama di Jakarta dan terintegrasi dengan layanan angkutan lain seperti KRL Cikarang dan KRL Tanjung Priok. Permasalahan yang sering terjadi pada koridor ini seperti penumpukan penumpang pada jam sibuk dan kemacetan akibat jalur yang tidak steril menyebabkan keterlambatan. Oleh karena itu, evaluasi kinerja operasional Transjakarta Koridor 10 perlu dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Darat Nomor 687 Tahun 2002 dan Standar Pelayanan Minimal dalam Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja operasional BRT Transjakarta Koridor 10 eksisting yang terdiri dari faktor muat, waktu antara, frekuensi, waktu perjalanan, kecepatan perjalanan dan ketersediaan angkutan; menganalisis kinerja pelayanan; dan mengevaluasi kinerja operasional dan pelayanan dengan mengacu pada Standar yang ditetapkan. Dalam penelitian ini dilakukan 4 (empat) survei yaitu survei statis dan survei dinamis dimana survei statis dilakukan pada tiga halte yaitu Halte Tanjung Priok, Halte Utan Kayu Rawamangun dan Halte PGC 2, survei dinamis dilakukan didalam bus koridor 10 yang sedang beroperasi, survei inventarisasi pelayanan halte dan bus, dan survei wawancara penumpang. Hasil survei kemudian dianalisis dan dievaluasi berdasarkan standar yang ditetapkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh indikator pelayanan operasional BRT Transjakarta Koridor 10 eksisting masuk pada kategori baik, yang berarti telah sesuai dengan standar. Kemudian untuk kinerja pelayanan, sebagian besar pelayanan Halte Tanjung Priok, Utan Kayu Rawamangun dan PGC 2, serta bus 2 pintu dan 3 pintu yang beroperasi telah memenuhi standar pelayanan minimal yang disyaratkan. Namun ada beberapa jenis pelayanan dasar yang masih belum memenuhi, sehingga kedepannya diperlukan beberapa penambahan fasilitas pelayanan, terlebih untuk halte yang banyak penumpangnya dan halte yang bersinggungan dengan koridor lainnya maupun moda angkutan umum lainnya.
IMPLEMENTASI KONSEP BIM DALAM PERHITUNGAN VOLUME PADA STRUKTUR ATAP UNTUK PEKERJAAN BETON DAN BAJA : Studi Kasus : Lantai 5 Proyek Gedung Extension Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Pancasila Al Haadi Ikhwan, Nashrullah; Herzanita, Ayu
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7856

Abstract

Teknologi menjadi solusi untuk penyelesaian masalah dalam pembangunan dalam dunia konstruksi. Teknologi memegang peran yang sangat penting dalam merencanakan suatu proyek, analisis struktur dan permodelan suatu proyek pembangunan. Sebagai bukti nyata bahwa perkembangan teknologi khususnya dibidang konstruksi sudah berkembang pesat, dapat dilihat dari banyaknya software yang memudahkan pelaku dunia konstruksi dalam merencanakan, analisis struktur dan membuat permodelan pada proyek yang akan dikerjakan. Diantara semua software yang tersedia pada era globalisasi saat ini, hadir suatu sistem untuk menggabungkan data yang berkaitan dengan proses pembangunan dalam satu program yang disebut Building Information Modeling (BIM). Pada penelitian studi literatur terhadap penelitian terdahulu, belum ada yang membahas tentang studi kasus perhitungan volume baja profil. Oleh karena itu penelitian ini akan mengidentifikasi apakah terdapat perbedaan perhitungan volume pekerjaan baja antara konvensional dengan BIM serta membandingkan seberapa besar perbedaan deviasi antara pekerjaan baja dan beton. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengidentifikasi perhitungan volume antara metode Konvensional dan BIM, lalu akan dibandingkan hasil antara kedua metode tersebut. Berdasarkan hasil dari perhitungan volume dengan menggunakan metode Konvensional dengan BIM, pada pekerjaan Kolom, ring balok dan baja pada struktur atap tidak terdapat perbedaan volume. Pada perhitungan tulangan dengan menggunakan Revit terdapat perbedaan sebesar 0,2% pada tulangan D19, 0,2% pada tulangan D10 dan 6,9% pada tulangan D8. Sedangkan pada perhitungan tulangan dengan menggunakan Naviate terdapat perbedaan sebesar 0,1% pada tulangan D19, 6,6% pada tulangan D10 dan 7% pada tulangan D8.
ANALISIS PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR (FLEXIBLE PAVEMENT) DENGAN MENGGUNAKAN MANUAL DESAIN PERKERASAN JALAN (MDPJ) BINA MARGA 2017: Studi Kasus: Jalan Sei. Landia Ruas Manggopoh – Padang Luar Kabupaten Agam, KM 160+100 dan KM 160+950 Adi Pratama, Fiky; Hagni Puspito, Imam
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7857

Abstract

Penelitian mengenai kondisi permukaan jalan sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi serta perkembangan permukaan jalan yang mengalami kerusakan. Salah satunya jalan kolektor di Kabupaten Agam yaitu Jalan Sei. Landia Ruas Manggopoh – Padang Luar. Namun peningkatan jumlah kendaraan, tingginya mobilisasi kendaraan berat, dan meningkatnya curah hujan di daerah Sumatera Barat menyebabkan terjadinya kerusakan di beberapa titik di ruas tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis tebal lapis perkerasan lentur (flexible pavement) di Jalan Sei. Landia Ruas Manggopoh – Padang Luar Kab. Agam KM 160+100 dan KM 160+950. Penelitian ini menggunakan metode Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) Bina Marga 2017 yaitu metode yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Kementerian Bina Marga untuk perhitungan manual perkerasan jalan sebagai acuan mendapatkan tebal rencana yang sesuai dengan data di lapangan. Hasil penelitian analisis tebal perkerasan lentur yang dihitung menggunakan MDPJ 2017 pada ruas KM 160+100 dan KM 160+950 didapat perbedaan desain pada tebal lapisan perkerasan yang telah direncanakan oleh Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Barat dengan perhitungan perencanaan yang telah dilakukan. Perbedaan hasil perhitungan nilai CESA yang didapatkan mempengaruhi tebal dan susunan perkerasan yang digunakan. Perbedaan tersebut terdapat pada lapisan pondasi bawah dan pondasi atas serta tebal lapisan tanah dasar. Pemilihan penggunaan lapis permukaan AC – WC dinilai lebih ekonomis, fleksibel dalam pemakaian, dan bahan yang mudah untuk didapatkan.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN: Studi Kasus: Proyek Gedung Haryono Data Center Adi Nugroho, Setyo; Dofir, Akhmad; Hagni Puspito, Imam
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7858

Abstract

Penyelesaian proyek bangunan yang tepat waktu dijamin akan menguntungkan semua pihak yang berkepentingan. Gedung Haryono Data Center merupakan salah satu pusat data yang melayani berbagai kebutuhan penyimpanan dan pengolahan data, proyek ini diharapkan dapat selesai tepat waktu agar dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko yang mempengaruhi waktu pelaksanaan pembangunan Gedung Haryono Data Center, untuk selanjutnya diberikan respons risiko berupa mitigasi risiko terhadap risiko paling dominan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus. Berdasarkan analisis risiko dengan metode severity index, dari 24 daftar risiko yang diidentifikasi, ditemukan 11 risiko tinggi (dominan) yang berpotensi menyebabkan keterlambatan proyek Gedung Haryono Data Center. Risiko tinggi (dominan) tersebut meliputi ketidaktepatan estimasi biaya, tidak memperhatikan biaya tidak terduga, desain yang salah atau tidak lengkap, perubahan tipe dan spesifikasi material, pemilihan metode konstruksi yang tidak tepat, kurang tersedianya jumlah tenaga kerja di lapangan, kemampuan/skill tenaga kerja yang kurang, kurangnya pengalaman manajer proyek, kecelakaan kerja dalam pelaksanaan konstruksi, kurangnya koordinasi dan komunikasi antara kontraktor, konsultan, dan pemilik proyek, dan keterlambatan pembayaran pada kontraktor, yang kemudian akan diberikan rekomendasi mitigasi untuk mengatasi risiko-risiko tersebut, sehingga diharapkan dapat membantu perencanaan proyek yang lebih efektif dan tepat waktu.
ANALISIS PERBANDINGAN RUMUS PERHITUNGAN QUANTITY TAKE OFF MENGGUNAKAN METODE BIM DAN KONVENSIONAL PADA PEKERJAAN STRUKTUR: Studi Kasus: Proyek Pembangunan Unit Sekolah X Aurelia Putri, Dhiva; Herzanita, Ayu; Ihsani, Irfan
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7859

Abstract

Percepatan Pembangunan semakin meningkat dan menuntut penyedia jasa konstruksi untuk lebih efektif dan produktif dalam menangani proyek. Maka dari itu, kini penggunaan Building Information Modelling (BIM ) sedang sangat digencarkan, terutama pada lingkup Pemerintahan terutama dengan kriteria dengan kriteria luas diatas 2000 m2 dan diatas dua lantai. Pada penelitian ini akan menganalisis penggunaan BIM (Autodesk Revit) pada tahap quantity take-off dibandingkankan dengan metode Konvensional. Metode yang digunakan untuk mendapatkan hasil tersebut dengan melakukan quantity take-off pada studi kasus Pembangunan Unit Sekolah X dengan metode konvensional dengan cara menghitung manual dan metode BIM dengan cara membuat permodelan pada Aplikasi Autodesk Revit. Tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perbedaan rumus perhitungan kedua metode. Perhitungan volume dibatasi pada pekerjaan struktur atas yaitu kolom, balok dan plat lantai. Alat yang akan dipakai menggunakan software Autodesk Revit 2024 untuk metode BIM dan Microsoft Excel untuk metode konvensional. Dari kedua metode tersebut, perbedaan hasil perhitungan beton pada elemen kolom berada di angka 2.70%, pada elemen balok berada di angka 22.98% dan pada elemen plat lantai ada di angka 0.61%. Untuk pekerjaan bekisting tidak memiliki perbedaan karena memiliki rumus perhitungan yang sama. Kemudian pada perbandingan rumus perhitungan, didapatkan Kesimpulan bahwa pada pekerjaan beton elemen kolom, perbedaan rumus perhitungan ada pada pengurangan akibat volume plat tersinggung. Pada elemen balok, ada pada pengurangan akibat volume kolom tersinggung dan volume plat tersinggung. Sementara untuk elemen plat lantai tidak ada perbedaan perhitungan. Dan dapat disimpulkan bahwa pada Aplikasi Revit, prioritas perhitungan volume pekerjaan beton adalah dari elemen plat lantai, kemudian kolom dan yang terakhir adalah elemen balok.
ANALISIS RISIKO PEKERJAAN PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN: Studi Kasus: Proyek Preservasi Ruas Jalan Nasional Kab. Kepulauan Mentawai Nabilla, Tasya; Andreas, Azaria
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7860

Abstract

Untuk dapat mencegah dan mengurangi adanya potensi kecelakaan kerja pada konstruksi perlu dilakukan identifikasi, analisis risiko keselamatan dalam konstruksi sebagai bentuk pertimbangan pada tahap pra-konstruksi. Sistem manajemen keselamatan konstruksi merupakan kondisi yang diadakan bagi pekerja atau perusahaan yang berguna sebagai bentuk pencegahan atas munculnya kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh pekerjaan yang ada pada lingkungan kerja. Keselamatan Kerja merupakan faktor penting dalam melaksanaan proyek konstruksi yang mempengaruhi terjadinya tingkat kecelakaan. Penelitian ini betujuan untuk dapat mengidentifikasi risiko, melakukan penilaian terhadap risiko, melakukan alokasi risiko, dan melakukan perumusan strategi mitigasi risiko pada proyek preservasi jalan dan jembatan. Dalam penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode kualitatif dengan menggunakan kuisioner yang bertujuan untuk dapat menemukan variabel risiko konstruksi pada proyek preservasi jalan dan jembatan, dan metode kuantitatif untuk menganalisis dan melakukan penilaian terhadap risiko. Analisis penelitian akan berfokus pada variabel penyebab terjadinya risiko yang ada proyek preservasi jalan dan jembatan dan menentukan penilain terhadap risiko, serta alokasi dan strategi mitigasi yang sesuai terhadap risiko tersebut. Hasil penelitian dari identifikasi risiko terdapat 29 variabel risiko yang berkaitan dengan pekerjaan preservasi jalan dan jembatan pada ruas jalan nasional, analisis risiko dilakukan dengan cara melakukan penilaian terhadap risiko, merangking risiko dari tingkat yang terbesar hingga terkecil. Dimana tingkat variabel risiko terbesar yaitu kurangnya ketersediaan bahan dan tingkat risiko terkecil yaitu kebakaran, melakukan alokasi atau membebankan risiko kepada pihak yang terlibat didalam proyek, dimana owner menanggung 2 varibel risiko, kontraktor menanggung 12 varibel risiko, dan yang ditanggung bersama antara owner dan kontraktor sebanyakan 8 varibel risiko, pada tingkat varibel risiko yang tertinggi yaitu kurangnya ketersediaan bahan, dilakukan strategi mitigasi dengan cara mengidentifikasi bahan yang diperlukan dan jadwal pengadaan yang realistis sejak awal, melakukan pemantauan kondisi pasar untuk bahan tertentu agar dapat mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga atau kelangkaan, mencari alternatif jika terjadi kekurangan bahan.
ANALISIS KINERJA SIMPANG TIDAK BERSINYAL : Studi Kasus: Simpang Empat Viktor Jalan Raya Puspitek, Kota Tangerang Selatan Anasya Putri, Tiffany; Tinumbia, Nuryani
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7861

Abstract

Persimpangan sebagai tempat bertemunya arus lalu lintas dari dua atau lebih ruas jalan banyak menimbulkan konflik lalu lintas seperti kemacetan. Kemacetan sering terjadi karena arus yang melewati ruas jalan melampaui kapasitas dari jalan tersebut. Kinerja suatu simpang merupakan faktor utama dalam menentukan penanganan tepat untuk mengoptimalkan fungsi simpang. Pada kota Tangerang Selatan masih terdapat beberapa simpang tidak bersinyal seperti simpang empat Viktor yang memiliki 4 lengan jalan yaitu Jalan Ps. Jengkol – Jalan Raya Puspitek – Jalan Buaran Raya yang masih sering terjadi kemacetan terutama pada sore hari. Beberapa upaya telah dilakukan oleh pemerintah Kota Tangerang Selatan seperti sistem One Way pada pagi hari pukul 06.00 – 09.00. Maka dari itu perlu dikaji untuk dapat meningkatkan kinerja simpang Viktor. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja simpang tidak bersinyal simpang empat Viktor dengan menggunakan metode PKJI 2023 dan simulasi model lalu lintas menggunakan aplikasi PTV Vissim. Berdasarkan perhitungan menggunakan PKJI tahun 2023 didapatkan nilai derajat kejenuhan sebesar 1,19 dengan tingkat pelayanan F. Penanganan simpang empat Viktor kemudian dibuat dalam 2 (dua) skenario penanganan. Skenario dengan penerapan APILL 3 fase memberikan hasil yang lebih baik oleh karena memberikan nilai derajat kejenuhan di bawah 0,85 untuk setiap lengannya.
ANALISIS KINERJA OPERASIONAL BUS RAPID TRANSIT TRANSJAKARTA KORIDOR 9C (PINANG RANTI – BUNDARAN SENAYAN) Tio Sitorus, Andri; Meutia, Wita; Anggraini, Keumala
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7863

Abstract

Transjakarta Koridor 9C memiliki rute yang melewati berbagai pusat perbelanjaan, perkantoran, hiburan, LRT, MRT, KRL dimana itu semua membuat minat dan antusias masyarakat untuk menaiki koridor 9C sangat tinggi. Seperti Halte Makasar terdapat Mall Tamini Square, kemudian Halte Cawang Sentral yang dekat dengan tempat Pendidikan dan Rumah Sakit UKI, dan Halte BNN LRT dimana tempat transit yang langsung terhubung dengan Stasiun LRT. Tujuan dari penelitian ini ini yaitu menganalisis kinerja operasional Bus Rapid Transit Transjakarta koridor 9C. Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa survei statis dan dinamis. Berdasarkan Hasil analisis data survei dinamis dan statis, diperoleh rata-rata load factor saat weekday yaitu nilainya sebesar 43% dan saat weekend 39%, Untuk nilai headway diperoleh nilai rata-rata saat weekday yaitu 9 menit dan rata-rata weekend yaitu 8 menit, frekuensi kendaraan koridor 9C saat weekday yaitu 7 kend/jam dan saat weekend 7 kend/jam, waktu perjalanan pada waktu weekday yaitu 3,40 menit/km dan weekend 2,77 menit/km, kecepatan perjalan pada waktu weekday yaitu 18,33 km/jam dan weekend 21,35 km/jam, dan ketersedian armada pada saat weekday dan weekend yaitu sebesar 100%. Berdasarkan hasil analisis, kinerja operasional pada Bus Rapid Transit Transjakarta Koridor 9C sudah memenuhi standar pelayanan minimum yang baik.
PENGARUH PENGGUNAAN FLY ASH TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON HIGH DENSITTY POLYETHYLENE (HDPE) Aulia Massigidi, Rayinda; Kurnia, Fadli
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7864

Abstract

Penggunaan fly ash sebagai substitusi semen dalam campuran beton high density polyethylene (HDPE) telah menarik perhatian dalam industri industri konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan fly ash terhadap beton campuran High Density Polyethylene (HDPE) dengan kadar 5%. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental yang melibatkan pembuatan rangkaian campuran beton HDPE dengan variasi kadar fly ash 22%, 25%, dan 27%. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh penambahan HDPE kadar 5% dengan variasi fly ash 22%, 25%, dan 27% terhadap kuat tekan beton. Hasil eksperimen menunjukkan peningkatan kuat tekan dari 7 hari hingga 28 hari. Pada hari ke-14, beton normal (BN) memiliki kuat tekan tertinggi sebesar 24,90 MPa, sementara variasi BPF 25% mengalami penurunan karena perbedaan metode pencampuran. Pada hari ke-28, penambahan fly ash 27% pada beton dengan HDPE 5% memberikan hasil terbaik sebesar 21,13 MPa, melebihi target perencanaan (18,6 MPa). Variasi BPF 25% dan BPF 27% menunjukkan performa lebih baik dibandingkan beton normal, dengan BPF 27% mencapai hasil di atas target. Proporsi kuat tarik terhadap kuat tekan berkisar antara 12,40% hingga 15,61%, dengan BPF 27% menunjukkan proporsi tertinggi. Optimalisasi proporsi bahan tambahan seperti HDPE dan fly ash terbukti meningkatkan sifat mekanis beton, terutama dalam hal kuat tarik.