cover
Contact Name
Meldi T.M. Sinolungan
Contact Email
cocos@unsrat.ac.id
Phone
+6281356422433
Journal Mail Official
cocos@unsrat.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi Manado
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
COCOS
ISSN : -     EISSN : 27150070     DOI : 10.35791
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini memuat materi yang berkaitan dengan Pertanian. Menyangkut Tanah, Budidaya Pertanian, Proteksi Tanaman, Teknologi Pertanian dan Sosial Ekonomi Pertanian
Articles 831 Documents
UJI KINERJA MESIN PENGGILING PADI INARI TIPE RMU001 Erna Marlina Piri; Ruland A. Rantung; Lady C. Ch. E. Lengkey
COCOS Vol. 16 No. 2 (2024): EDISI APRIL-JUNI 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kinerja mesin penggiling padi inari tipe RMU001, yakni menghitung kapasitas kerja, rendemen giling, dan konsumsi bahan bakar pada kecepatan putaran mesin (rpm) yang berbeda. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah mesin penggiling padi merk Inari tipe RMU001 dengan 2 mesin penggerak penelitian dilakukan di Desa Molompar. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Experimental, di mana data dikumpulkan, diolah dan dikalkulasi dibuat dalam bentuk tabel kemudian dideskripsikan. Variabel pengamatan adalah waktu menggiling gabah menjadi beras, kecepatan alat dan mesin, bobot beras yang akan digiling, bobot beras hasil gilingan dan jumlah bahan bakar yang digunakan. Analisis dilakukan terhadap kapasitas kerja, rendemen beras giling dan penggunaan bahan bakar pada setiap kedua mesin penggerak. Hasil penelitian menunjukkan kecepatan putar mesin penggerak kecepatan rendah, sedang dan tinggi pada mesin penggerak 1 = 776 rpm, 915 rpm dan 1.017 rpm. Mesin penggerak 2 = 824 rpm, 1.338 rpm dan 1.933 rpm. Kapasitas kerja mesin yang tertinggi ada pada kecepatan sebesar 248,75 kg/jam dimana pengaturan gas merupakan kecepatan putar yang biasa digunakan oleh operator. Nilai rendemen giling meningkat pada kecepatan putaran mesin penggerak 1 = 915 rpm dan mesin penggerak 2 = 1.338 rpm yaitu sebesar 64%.     Konsumsi bahan bakar yaitu semakin tinggi kecepatan putaran mesin semakin tinggi penggunaan bahan bakar. Kata kunci: Penggilingan Padi Inari, kapasitas kerja mesin, dan konsumsi bahan bakar
Analisis Ekonomi Mesin Penggiling Padi Inari Tipe RMU001 Gabriela Ruth Zulfikar Zulfikar; Ruland A. Rantung; David P. Rumambi
COCOS Vol. 16 No. 1 (2024): EDISI JANUARI-MARET 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis secara ekonomi penggunaan mesin penggiling padi Inari Tipe RMU 001. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2023 di Desa Molompar, Kecamatan Tombatu Timur Kabupaten Minahasa Tenggara. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Kuantitatif yaitu melakukan dengan teknik survei dengan membagikan kuesioner dan teknik observasi diperoleh pengamatan dan pengambilan data dilapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil dari biaya total penggilingan sebesar Rp. 82.230/jam, dengan nilai titik impas (Break Even Point) berada pada tingkat pengoperasian mesin 115.584 kg/tahun atau setara dengan             Rp. 51.511.773/tahun. Berdasarkan besarnya potensi layanan yang tersedia dan dengan menggunakan dasar perhitungan skala usaha komersial sehingga menghasilkan Net Present Value (NPV) sebesar Rp. 3.937.165.708, Benefit/Cost Ratio (B/C Ratio) sebesar 1,9, serta Internal Rate of Return (IRR) sebesar 103% sehingga dapat disimpulkan bahwa mesin penggilingan padi Inari tipe RMU001 layak secara ekonomi. Kata kunci: Analisis kkonomi, mesin penggiling padi, padi
KAJIAN KINERJA CULTIVATOR WALLET N-75 DAN HONDA QUICK DALAM PENGOLAHAN TANAH PADA BEDENGAN UNTUK TANAMAN KENTANG DI DESA KAKENTURAN KECAMATAN MODOINDING KABUPATEN MINAHASA SELATAN Mario Hersen Umbas; Dedie Tooy; Daniel P.M. Ludong
COCOS Vol. 16 No. 1 (2024): EDISI JANUARI-MARET 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kinerja cultivator Wallet N-75 dan Honda quick dalam pengolahan tanah pada bedengan untuk tanaman kentang di Desa Kakenturan Kecamatan Modoinding. Cultivator merupakan alat dan mesin pertanian yang digunakan dalam pengolahan tanah dengan cultivator memiliki kegunaan untuk menggemburkan tanah dan penyiangan. Di Desa Kakenturan alat ini hanya digunakan untuk proses perawatan tanah bedengan yang sudah selesai untuk ditanami kembali. Bantuan alat dari pemerintah adalah Cultivator Wallet N-75 dan Cultivator Honda Quick. Hasil penelitian Cultivator Wallet N-75 memiliki waktu total 933,00 detik ,cultivator Honda Quick memiliki waktu total 1045,40 detik dalam 3 kali pengulangan pada luas kerja 50 m, cultivator wallet N-75 memiliki total penggunaan BBM yaitu 33ml dan cultivator honda quick memiliki total penggunaan BBM 48ml dalam luas lahan 250 m2. Jarak dari cultivator wallet N-75 dan cultivator honda quick pada masing-masing lintasan yaitu 50 m. Waktu kerja cultivator wallet N-75 memiliki rata-rata 307,60 detik, honda quick memiliki rata-rata waktu kerja yaitu 343,90 detik 6. Kecepatan alat rata-rata pada setiap lintasan 50 m; cultivator wallet N-75 yaitu 0,16 detik, dan cultivator honda quick 0,15 detik. Kata kunci: Cultivator Wallet N-75,Cultivator Honda Quick, pengolahan tanah, bedengan
EVALUASI KINERJA JARINGAN IRIGASI TALAWAAN MERAS (MS.1.Ka) KABUPATEN MINAHASA UTARA Johansen Sinulingga; Leo H. Kalesaran; Ruland A. Rantung
COCOS Vol. 16 No. 2 (2024): EDISI APRIL-JUNI 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi kinerja jaringan irigasi Talawaan Meras MS.1.Ka dan mengkaji penyebab terjadinya lahan sawah menjadi non sawah. Pengambilan data primer dan sekunder dilakukan langsung di lapangan menggunakan Metode Survey/Wawancara kepada beberapa responden terpilih. Data kinerja jaringan irigasi diperoleh dengan pengecekan langsung kondisi fisik dan pengukuran debit air saluran mengunakan pelampung di 3 (tiga) titik untuk mendapatkan kondisi saluran sekunder. Lokasi penelitian yaitu MS.1.Ka jaringan irigasi yang terlihat mengalami perubahan dari sawah ke perumahan. Hasil penelitian menujukkan kondisi bangunan jaringan irigasi MS.1.Ka kurang perawatan rutin dan berkala beberapa tahun terakhir. Debit air pada saluran sekunder rata-rata 0,24 m3/detik. Luas fungsional sawah tersisa 0,73 ha, sedangkan lahan yang menjadi perumahan 2,87 ha. Penyebab konversi pada lokasi penelitian adalah bahwa penerapan UU No. 41 tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan Permen PUPR No. 12 tahun 2015 tentang Exploitasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi tidak diterapkan. Kata kunci: Evaluasi, jaringan irigasi, konversi lahan sawah
KONDISI FOSFOR DAN TEKSTUR PADA TANAH SAWAH DI KELURAHAN TARATARA KECAMATAN TOMOHON BARAT Trisye Mariam Paususeke; Yani E.B. Kamagi; Wiesje J.N. Kumolontang; Meldi T.M. Sinolungan
COCOS Vol. 16 No. 1 (2024): EDISI JANUARI-MARET 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/cocos.v16i1.56022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fosfor dan tekstur tanah di tanah sawah yang bertempat di Kelurahan Taratara Kecamatan Tomohon Barat. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa prosentase Fraksi Pasir tertinggi berada di Lokasi 3 (33,50%), sementara pasir terendah terdapat di Lokasi 2 dan Lokasi 4 (23,30%). Fraksi Debu paling tinggi terdapat di Lokasi 2 dan Lokasi 4 (65,70%), dan yang terendah ada di Lokasi 5 (47,20%). Sedangkan Fraksi Liat paling tinggi ada di Lokasi 1 (25,00%), dan yang terendah terdapat di Lokasi 2 dan Lokasi 4 (11,00%). Secara keseluruhan, status hara tanah sawah di empat lokasi (Lokasi 1, 3, 4, dan 5) tergolong rendah, sementara Lokasi 2 memiliki status hara yang tergolong sedang. Kondisi fosfor pada tanah sawah cenderung rendah sampai sedang. Tekstur tanah umumnya berada dalam kategori lempung dan lempung berdebu di Kelurahan Taratara. Kata kunci: Fosfor, tekstur tanah, tanah sawah
ANALISIS KARAKTERISTIK LAHAN DITINJAU DARI JENIS VEGETASI DI DESA TALAWAAN KECAMATAN TALAWAAN KABUPATEN MINAHASA UTARA Ronny Soputan; Wiesje J.N. Kumolontang; Samuel M. Manaroinsong
COCOS Vol. 16 No. 1 (2024): EDISI JANUARI-MARET 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1)Mengetahui karakteristik lahan berdasarkan jenis vegetasi; (2)Memperoleh informasi tetang biofisik Desa Talawaan Kecamatan Talawaan; dan (3)Memberikan rekomendasi arahan pengelolaan lahan. Metode yang digunakan adalah Metode Survei dengan 4 (empat) titik sampel dengan menggunakan Pedoman Pengamatan Tanah di Lapangan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian. Analisis laboratorium dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah dan Lingkungan Jurusan Tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)Karakteristik kimia tanah untuk pH menunjukkan pH tanah berkisar agak masam-netral, N tanah termasuk pada kategori rendah, P-tersedia termasuk pada kategori sedang, K-tersedia termasuk pada kategori sedang dan C-organik termasuk pada kategori sedang; (2)Karakteristik fisik tanah untuk ,warna tanah pada konsisi lembab 7,5 YR 4/3 coklat, 7,5 YR 3/2 coklat gelap, 7,5 YR 3/3 coklat gelap dan 7,5 YR 2,5/2 coklat sangat gelap, warna tanah pada kondisi kering berkisar 7,5 YR 6/4 coklat muda, 7,5 YR 4/3 coklat, 7,5 YR 4/4 coklat dan 7,5 YR 5/4 coklat, tekstur tanah terdiri atas lempung berliat dan lempung liat berpasir, struktur tanah berkisar gumpal membulat-gumpal bersudut, konsistensi tanah pada kondisi lembab berkisar gembur-sangat gembur, dan pada kondisi kering berkisar agak keras-sangat keras; (3)Biofisik lokasi penelitian terdiri dari elevasi ±130-157 mdpl, kemiringan lereng 0-3 % (datar), kedalaman tanah lebih besar 50 cm, jenis penggunaan tanah adalah kebun campuram dan terdapat 14 jenis vegetasi. Kata kunci: Karakterisrik lahan, jenis vegetasi, biofisik lahan, jenis penggunaan tanah
PENGARUH SMART FARMING TERHADAP KADAR HARA TANAH PADA LAHAN PERTANIAN DAMPINGAN PT. TIRTA INVESTAMA PABRIK AIRMADIDI DI DESA TUMALUNTUNG Wisye Alrisanti Kamil; Emmy Meiske Luntungan; Jorly Richarzon Tindage
COCOS Vol. 15 No. 4 (2023): EDISI OKTOBER-DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/cocos.v15i4.57637

Abstract

Permasalahan ketersediaan pangan seperti kelangkaan bahan pokok pangan menjadi persoalan yang sering diperbincangkan. Hal tersebut berkaitan dengan problem atas isu ketahanan pangan di ranah nasional maupun global. Sebagai kunci utama ketahanan pangan, sektor pertanian di Indonesia perlu ditingkatkan agar ketersediaan den kualitas pangan terjaga. Teknis penerapan sistem sertifikasi proses produksi pertanian yang menggunakan teknologi maju ramah lingkungan dan berkelanjutan telah digaungkan oleh pemerintah maka untuk meningkatkan pengelolaan dan produksi pertanian masa kini dengan perubahan teknologi ke arah transformasi digital dari segi pengembangan maupun pemanfaatan teknologi, Smart Farming dipilih sebagai alternatif pada produk inovasi teknologi pertanian berguna untuk memudahkan petani dalam melakukan pekerjaan yang lebih efisien, terukur, dan terintegrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan dari Sistem Smart Farming dapat membantu mencukupi kebutuhan hara tanah sehingga sejalan dengan harapan menanggulangi kelangkaan pangan. Kata kunci: Ketahanan pangan, Smart farming, Unsur hara, Sistem irigasi cerdas, Teknologi pertanian ABSTRACT The problem of food availability, such as the scarcity of basic food ingredients, is an issue that is often discussed. This is related to the problem of food security issues in the national and global realm. As the main key to food security, the agricultural sector in Indonesia needs to be improved so that food availability and quality are maintained. The technical implementation of a certification system for agricultural production processes that uses advanced environmentally friendly and sustainable technology has been proposed by the government, so to improve current agricultural management and production with technological changes towards digital transformation in terms of development and use of technology, Smart Farming was chosen as an alternative product Agricultural technology innovation is useful for making it easier for farmers to carry out work that is more efficient, measurable and integrated. This research proves that activities from the smart farming system can help meet the nutrient needs of the soil so that it is in line with the hope of overcoming food scarcity. Keywords: Food security, Smart farming, Nutrients, Smart irrigation systems, Agricultural technology
Analisis Energi Dalam Proses Penyangraian Kacang Tanah Varietas Batik Secara Tradisional di Desa Kanonang Lima Rompas, Krisye Sharon; Lengkey, Lady C. Ch. E.; Molenaar, Robert
COCOS Vol. 16 No. 2 (2024): EDISI APRIL-JUNI 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang tanah adalah komoditas agribisnis yang bernilai ekonomi cukup tinggi dan merupakan salah satu sumber protein dalam pola pangan penduduk Indonesia. Kacang tanah merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Minahasa. Kecamatan Kawangkoan merupakan salah satu wilayah dikenal sebagai sentra usaha pascapanen kacang tanah atau lebih dikenal sebagai kacang “tore” atau “kacang sangrai” dan berbagai produk ikutan olahan lainnya. Proses penyangraian kacang tanah berlangsung kurang lebih 45 menit, menggunakan wajan berdiameter 1.5 m dan berbahan bakar kayu. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung total energi yang digunakan pada tahapan proses penyangraian kacang tanah varietas batik, serta menentukan efisiensi selama proses penyangraian kacang tanah varietas batik secara tradisional. Penelitian ini dilakukan dengan cara survei analisis energi dan eksperimental. Diperoleh hasil bahwa Total energi yang digunakan selama proses penyangraian kacang tanah varietas batik ini adalah 191.560.170 Kkal, hasil perolehan dari Energi bahan bakar kayu dengan nilai 191.557.600 kkal dan Energi Manusia yaitu 2,570 kkal dan total untuk menyangrai kacang tanah untuk 155,4 kg kacang adalah 42,38 kg kayu. Efisiensi penyangraian selama proses penyangraian kacang tanah menggunakan alat sangrai tradisional adalah 27,62%. Kata kunci: energi, kacang tanah, tradisional
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI ALAT SANGRAI KOPI TIPE SILINDER DESA LIBERIA KECAMATAN MODAYAG KABUPATEN BOLAANGMONGONDOW TIMUR Panigoro, Fregi Hariyanto; Rumambi, David P.; Ludong, Daniel P.M.
COCOS Vol. 16 No. 2 (2024): EDISI APRIL-JUNI 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui data kinerja kelayakan ekonomi dari operasi mesin sangrai kopi mencakup (NPV, B/C, dan IRR). Penelitian ini dilakukan di Desa Liberia Kecamatan Kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mongoondow Timur dengan kapasitas kerja mesin setiap penyangraian 3 kg. Hasil analisis kelayakan ekonomi diperoleh NPV Rp 8.304.379, B/C 1.24, IRR 40% yang dicapai pada tahun ke 5. Kata Kunci: Analisis Kelayakan Ekonomi, NPV, B/C, dan IRR
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI ALAT PENGOLAHAN NIRA AREN MENJADI GULA SEMUT SECARA TRADISIONAL DI DESA WANGA KECAMATAN MOTOLING TIMUR Momongan, Fransiska Oktavia; Molenaar, Robert; Rumambi, David P.
COCOS Vol. 16 No. 2 (2024): EDISI APRIL-JUNI 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Absract Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kelayakan ekonomi alat pengolahan nira aren menjadi gula semut secara tradisional di Desa Wanga Kecamatan Motoling Timur. Hal itu dilakukan berdasarkan permasalahan yang timbul di desa tersebut yaitu  belum pernah ada yang menganalisis proses pengolahan yang dilakukan secara tradisional dari segi kajian ekonomi penerapan dalam hal biaya total dan kelayakan ekonomi atau finansialnya. Berdasarkan kondisi di atas, alat pengolahan nira aren menjadi gula semut perlu dilakukan analisis ekonomi pada biaya total selama proses pengolahan gula semut dan kelayakan ekonomi yang dinilai   dari 4 kriteria yaitu BEP, NPV, B/C RATIO, dan IRR. Metode penelitian yang digunakan adalah pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei yang diperoleh dari kuesioner dan wawancara serta teknik observasi yang diperoleh dari pengamatan di lapangan. Hasil perhitungan analisis kelayakan ekonomi pada alat pengolahan nira aren menjadi gula semut secara tradisional diperoleh hasil perhitungan biaya total sebesar Rp. 39.967/jam. Berdasarkan kondisi operasional di lapangan diperoleh nilai NPV lebih dari 0 yaitu Rp. 57.548.411, nilai B/C Ratio lebih dari 1 yaitu 1.422 dan nilai IRR lebih dari discount rate yaitu 198%. Sedangkan untuk BEP operasional alat pengolahan nira aren menjadi gula semut secara tradisional berada pada tingkat operasi 2.625 liter nira/tahun atau setara dengan Rp. 2.798.465/tahun yang artinya pada titik tersebut jumlah produksi atau jumlah penjualan mencapai titik impas sehingga alat pengolahan nira aren menjadi gula semut secara tradisional layak secara ekonomi. Kata kunci : Analisis kelayakan ekonomi, pengolahan tradisional, gula semut.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2024): EDISI JULI-SEPTEMBER 2024 Vol. 16 No. 2 (2024): EDISI APRIL-JUNI 2024 Vol. 16 No. 1 (2024): EDISI JANUARI-MARET 2024 Vol. 15 No. 1 (2023): EDISI JANUARI-MARET 20223 Vol. 15 No. 4 (2023): EDISI OKTOBER-DESEMBER 2023 Vol. 15 No. 2 (2023): EDISI APRIL-JUNI 2023 Vol. 14 No. 4 (2022): EDISI OKTOBER-DESEMBER 2022 Vol. 14 No. 3 (2022): EDISI JULI-SEPTEMBER 2022 Vol. 14 No. 2 (2022): EDISI APRIL-JUNI 2022 Vol. 14 No. 1 (2022): EDISI JANUARI-MARET 2022 Vol. 13 No. 4 (2021): EDISI OKTOBER-DESEMBER 2021 Vol. 13 No. 3 (2021): EDISI JULI-SEPTEMBER 2021 Vol. 13 No. 2 (2021): EDISI APRIL-JUNI 2021 Vol. 13 No. 1 (2021): EDISI JANUARI-MARET 2021 Vol. 12 No. 4 (2020): EDISI OKTOBER-DESEMBER 2020 Vol. 12 No. 3 (2020): EDISI JULI-SEPTEMBER 2020 Vol. 12 No. 2 (2020): EDISI APRIL-JUNI 2020 Vol. 12 No. 1 (2020): EDISI JANUARI-MARET 2020 Vol. 11 No. 4 (2019): EDISI OKTOBER-DESEMBER 2019 Vol. 11 No. 3 (2019): EDISI JULI-SEPTEMBER 2019 Vol. 11 No. 1 (2019): EDISI JANUARI-MARET 2019 Vol. 11 No. 2 (2019): EDISI APRIL-JUNI Vol. 10 No. 8 (2018) Vol. 10 No. 7 (2018) Vol. 10 No. 6 (2018) Vol. 10 No. 5 (2018) Vol. 10 No. 4 (2018) Vol. 10 No. 3 (2018) Vol. 10 No. 2 (2018) Vol. 10 No. 1 (2018) Vol. 9 No. 6 (2017) Vol. 9 No. 5 (2017) Vol. 9 No. 4 (2017) Vol. 9 No. 3 (2017) Vol. 9 No. 2 (2017) Vol. 9 No. 1 (2017) Vol. 8 No. 6 (2017) Vol. 8 No. 5 (2017) Vol. 8 No. 4 (2017) Vol. 8 No. 3 (2017) Vol. 8 No. 2 (2017) Vol. 8 No. 1 (2016) Vol. 7 No. 7 (2016) Vol. 7 No. 6 (2016) Vol. 7 No. 5 (2016) Vol. 7 No. 4 (2016) Vol. 7 No. 3 (2016) Vol. 7 No. 2 (2016) Vol. 6 No. 17 (2015) Vol. 6 No. 16 (2015) Vol. 6 No. 15 (2015) Vol. 6 No. 14 (2015) Vol. 6 No. 13 (2015) Vol. 6 No. 12 (2015) Vol. 6 No. 11 (2015) Vol. 6 No. 10 (2015) Vol. 6 No. 9 (2015) Vol. 6 No. 8 (2015) Vol. 6 No. 7 (2015) Vol. 6 No. 6 (2015) Vol. 6 No. 5 (2015) Vol. 6 No. 4 (2015) Vol. 6 No. 3 (2015) Vol. 6 No. 2 (2015) Vol. 6 No. 1 (2015) Vol. 5 No. 4 (2014) Vol. 5 No. 3 (2014) Vol. 5 No. 2 (2014) Vol. 5 No. 1 (2014) Vol. 4 No. 6 (2014) Vol. 4 No. 5 (2014) Vol. 4 No. 4 (2014) Vol. 4 No. 3 (2014) Vol. 4 No. 2 (2014) Vol. 4 No. 1 (2014) Vol. 3 No. 6 (2013) Vol. 3 No. 5 (2013) Vol. 2 No. 4 (2013) Vol. 2 No. 3 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013) Vol. 1 No. 2 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012) More Issue