cover
Contact Name
NANI IRMA SUSANTI
Contact Email
naniirma99@gmail.com
Phone
+628112957752
Journal Mail Official
editor.jurnal@stie-aub.ac.id
Editorial Address
Lantai 3 Jl. Mr. Sartono No. 47 Nusukan, Surakarta, Jawa Tengah 57132 Indonesia Jl. Mr. Sartono No. 47 Nusukan, Surakarta, Jawa Tengah 57132 Telp. 0271-854904 Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
WASANA NYATA
Dari pemahaman teori diaplikasikan hal kecil akan kesadaran kebersihan di lingkungan rumah akan berdampak pada lingkungan global. Manusia dapat merubah dunia dari diri sendiri dengan pemahaman ilmu, disipilin dan empati. Sampah di pilah dengan menyediakan 3 tempat sampah sesuai dengan jenis sampah
Articles 197 Documents
Sosialisasi Dan Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme Pada Masyarakat Di Desa Gebyog Kecamatan Mojogedang, Karanganyar Wariati, Ambar; Fatonah, Siti; Khoiruman, Muhammad
WASANA NYATA Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v7i1.1454

Abstract

Masalah sampah merupakan masalah penting yang dapat merusak keseimbangan ekosistem lingkungan. Berdasar perhitungan Bappenas dalam buku infrastruktur Indonesia pada tahun 1995 perkiraan timbulan sampah di Indonesia sebesar 22.5 juta ton dan akan meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun 2020 menjadi 53,7 juta ton (Mungkasa, 2004). Penerapan 3R atau reuse, reduce dan recycle sampah merupakan salah satu program terbaik dalam rangka pelestarian lingkungan hidup karena mengedepankan penanganan sampah dari sumbernya. Pengolahan sampah organik tuntas di tempat bila digulirkan secara terpadu bisa menuntaskan permasalahan sampah dari sumber yang pada akhirnya mendapat mendukung tercapainya kondisi lingkungan yang sehat, bersih dan nyaman. Akan tetapi ternyata pengolahan sampah dengan sistem pemilahan sampah belum terlaksana secara terpadu. Sampah yang sudah dipilah sejak level rumah tangga belum tentu akan ditangani secara terpisah ketika telah sampai di tempat pembuangan akhir (TPA).Pemotongan alur distribusi sampah menuju TPA adalah cara yang efektif dan mempercepat pemrosesan sampah menjadi produk yang lebih bermanfaat. Cara efektif tersebut dapat direalisasikan melalui pembuatan eco-enzyme yang dapat diterapkan pada level rumah tangga. Eco-enzyme adalah ekstrak cairan yang dihasilkan dari fermentasi sisa sayuran dan buah-buahan dengan substrat gula merah. Prinsip proses pembuatan eco-enzyme sendiri sebenarnya mirip proses pembuatan kompos, namun ditambahkan air sebagai media pertumbuhan sehingga produk akhir yang diperoleh berupa cairan yang lebih disukai karena lebih mudah digunakan.
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN KEUANGAN KELUARGA ISLAMI BAGI IBU RUMAH TANGGA PELAKU UMKM DI KECAMATAN JATEN KABUPATEN KARANGANYAR Tri Nurdyastuti; Cahyani Tunggal Sari; Lukman Ahmad Imron P
WASANA NYATA Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v3i1.462

Abstract

Salah satu elemen utama dalam kegiatan perekonomian keluarga adalah pengelolaan keuangan. Pengelolaan keuangan  pribadi  dan  keluarga  dalam Islam sendiri bisa disebut dengan Sakinah Finance. Pengelolaan keuangan keluarga sangat penting bagi kesejahteraan setiap individu dan  keluarga  dalam  kehidupan  sehari-hari.   Inti  dari  pengelolaan  keuangan   Islami  adalah pengelolaan dengan menentukan skala prioritas dan anggaran belanja   rumah   tangga.     Ajaran Islam  mendesak  muslim  untuk  mengelola  keuangan    sesuai    dengan    ajaran    Allah  untuk memastikan kesuksesan dalam hidup. UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, Menengah. Adapun UUD yang mengatur UMKM adalah Undang – Undang No 20 Tahun 2008 bahwa pemerintah dan pemerintah daerah memfasilitasi pengembang usaha dengan cara memberikan intensif kepada usaha mikro, kecil, dan menengah mengembangkan teknologi dan kelestarian lingkungan hidup. Pelaku UMKM di daerah Jaten belum banyak yang paham arti penting pemisahan keuangan usaha dengan keuangan keluarga sehingga kegiatan PKM ini diharapkan menjadi solusi untuk memperbaiki pengelolaan keuangan tersebut. Tim pengabdian kepada masyarakat tertarik untuk membuat kegiatan pengabdian dengan judul “ Pendampingan Pengelolaan Keuangan Keluarga Islami bagi Ibu Rumah Tangga Pelaku UMKM di Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar “ Kata kunci :  UMKM, Keuangan keluarga islam, Keuangan Usaha
Pelatihan Kreativitas Kewirausahaan pada Kelompok UMKM di Kampung Minapadi Kelurahan Nusukan Kecamatan Banjarsari Surakarta Endah Nawangsasi; Denny Mahendra; Yusuf Sutanto
WASANA NYATA Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v4i2.740

Abstract

Kreativitas dalam pengelolaan usaha sangat diperlukan untuk memperoleh peluang pada situasi pandemik Covid-19 saat ini. Persaingan usaha di sektor mikro, kecil ,dan menengah sudah tidak terbendung lagi. Sisi legalitas melalui format pembuatan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Surat Ijin Tempat Usaha adalah salah satu syarat bagi suatu pengusaha UMKM untuk menumbuhkan kepercayaan konsumen bagi produk atau jasa yang dikelolanya. Metode pengabdian masyarakat yang dipakai dalam program  ini adalah pelatihan  pembuatan SIUP dan SITU,serta membangun mental positif untuk menumbuhkan kreativitas dalam memanfaatkan peluang di situasi pandemik ini.Teknik pelatihan dengan melakukan sinergi mitra yang terdiri dari masyarakat di Kelurahan Nusukan (PKK), Bank Sampah Kelurahan Nusukan, Kader BKKBN, Tim Teknis Kreatif Kelurahan Nusukan.Tujuan akhir dari pengabdian masyarakat ini adalah menciptakan kesadaran mengenai aspek legalitas usaha serta memotivasi  kreativitas dalam pengembangan kewrirausahaan sehingga produk dan jasa  dapat dipasarkan dengan media online.Hasil pengabdian ternyztz membawa dampak pada meningkatnya pemahaman aspek legalitas usaha serta mental positif masyarakat dalam memannfaatkan peluang pada situasi pandemik ini dengan kreativitas produk melalui daur ulang sampah plastik.
Budidaya Tanaman Sayuran Secara Hidroponik Di Lahan Pekarangan Bagi Warga Kecamatan Jebres Kota Surakarta Dibyo Iskandar; Rina Ani Sapariyah; Yenni Khristiana
WASANA NYATA Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v5i1.865

Abstract

Pergeseran gaya dan pola hidup menjangkiti masyarakat baik diperkotaan maupun masyarakat pedesaan yang kurang mengelola sumber daya secara baik, diantaranya pengeluaran konsumsi kesehariannya yang semestinya dapat dicukupi dan diupayakan sendiri ternyata dipenuhi dengan cara praktis membeli kepasar.Sisi lain masyarakat kurang mengelola potensi yang berada di lingkunganya yaitu pemanfaatan lahan pekarangan yang  dibiarkan menganggur..Padahal jika dimanfaatkan keberadaannya  akan dapat memberikan banyak keuntungan sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan peningkatan pendapatan keluarga. Lahan pekarangan memiliki potensi dalam menyediakan bahan pangan keluarga, mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk pembelian pangan dan meningkatkan rumah tangga(masyarakat subsistem)i. Sejumlah kendala terkait masalah sosial, budaya dan ekonomi masih dijumpai dalam program pemanfaatan lahan pekarangan diantaranya belum membudaya budidaya pekarangan secara intensif.Tujuan pengabdian ini adalah membentuk kader yang mampu memotivasi masyarakat untuk mempunyai kemauan  pemanfaatan lahan pekarangan, untuk memenuhi kebutuhan pangan dan meningkatkan pendapatan keluarga. Kegiatan pengabdian  dilaksanakan di Wilayah Kecamatan Jebres kota Surakarta Hasil pengabdian ini diharapkan secara bertahap mampu mengubah perilaku konsumtip kearah yang produktif sehingga dapat meningkatkan bahan pangan keluarga, mengurangi pengangguran dan pengeluaran rumah tangga  dan meningkatkan pendapatan rumah tangga
PELATIHAN : PENGELOLAAN KEUANGAN KELUARGA BAGI PEDAGANG DI PASAR BURUNG DEPOK SURAKARTA Irwan Christanto Edy; Shandy Marsono; Supriyono Supriyono
WASANA NYATA Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v1i2.198

Abstract

Pasar Depok dikenal dengan Pasar Burung dan Pasar Ikan, merupakan pasar tradisional yang terkenal dengan pasar satwa seperti burung dan mamalia, namun yang paling dominan berupa burung. Permasalahan pokok di pasar Depok adalah manajemen sarana prasarana maupun manajemen usaha. Sebagian besar pedagang dalam mengelola usaha belum menerapkan manajemen usaha khususnya manajemen keuangan yang baik, usaha hanya dijalankan dengan mengandalkan konvensional. Aspek manajemen keuangan yang meliputi perencanaan usaha, pengorganisasian, implementasi, dan pengendalian usaha kurang diperhatikan para pedagang. Berdasarkan kajian situasi maka perlu penyelenggaraan kegiatan pelatihan manajemen keuangan khususnya perencaan  keuangan yang dimulai dari keluarga kemudian berkembang ke bisnis. Hasil dari kegiatan ini para pedagang 1)memiliki motivasi, pemahaman tentang pentingnya perencanaan keuangan 2)memiliki pengatahuan tentang tabungan dan asuransi, 3)memiliki ketrampilan tentang Budgeting keuangan yang mulai dari keluarga. Kegiatan ini memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan ketrampilan bagi pedagang di pasar Depok Surakarta. Kata Kunci  : Pasar Depok, Pelatihan, Manajemen Keuangan, Budgeting
Budidaya Tanaman Sirsak Dan Jati Dalam Kegiatan “Gerakan Hijau Darussalam” Di Rumah Anak Islam Darussalam Pabelan Kartasura Sukoharjo Libria Widiastuti; Irma Wardani; Tria Rosana Dewi
WASANA NYATA Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v6i2.1303

Abstract

Go green adalah gerakan penghijauan kembali untuk mengantisipasi kerusakan bumi yang diakibatkan oleh polusi dari industry dimana mana, asap kendaraan, kebocoran lapisan ozon, sehingga terjadilah global warming (pemanasan global). Menanam pohon sebanyak mungkin dapat mengurangi polusi udara dan penyerapan air serta mendukung pelestarian hutan. Kegiatan menanam pohon sebanyak mungkin merupakan salah satu perilaku yang bisa mencegah pemanasan global (Global Warming). Tujuan yang ingin dicapai dalam pengabdian ini adalah : (1) Memberi pengetahuan tentang cara bercocok tanam kepada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan Rumah Anak Islam, (2) Penghijauan lahan kosong, (3) Konservasi lingkungan. Pengabdian ini dilaksanakan pada bulan April - Juni 2018 di Rumah Anak Islam Darussalam Pabelan Kartasura Sukoharjo. Melihat situasi di Rumah Anak Islam tanahnya kering tak berpengairan, maka dicarikan suatu jenis tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat tumbuh di daerah kering tanpa pengairan. Kemudian diberikan bibit dan teknologi budidaya tanaman sirsak dan tanaman jati agar nantinya mudah dilaksanakan.
Pembuatan Handycraft Dari Bambu Untuk Peningkatan Komoditas Kerajinan Bambu Pada Karang Taruna Di Kelurahan Jebres Kecamatan Jebres Kota Surakarta Dinna Riana; I Gusti Putu Diva Awatara; Joko Sekti Riyadi
WASANA NYATA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v2i2.368

Abstract

Bambu merupakan jenis tanaman yang sering kita jumpai di negeri tercinta ini. Tumbuhan satu ini sangat cocok tumbuh di negeri ini karena letak geografis dan iklimnya, sehingga pertumbuhan dan persebarannya sangat cepat dan mudah. Kelebihan dari bambu adalah batang yang lentur sehingga menyebabkan tidak mudah patah, dinding kayunya yang keras serta pemanfaatannya bisa berumur panjang. Disamping itu juga bahannya mudah dicari. Alasan inilah bambu dioptimalkan sebagai handycraft yang mempunyai nilai lebih walaupun pengerjaan lebih rumit. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pendampingan pembuatan handycraft bambu pada pengrajin bambu untuk meningkatakan komoditas kerajinan bambu, selain itu pendampingan ini juga dapat memberi nilai labih pada produk bambu serta meningkatkan harga jual kerajinan bambu yang semula hanya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari saja. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa anggota Karang Taruna di Kelurahan Jebres Kecamatan Jebres Kota Surakarta dapat meningkatkan kerajinan handycraft berbahan baku bambu, menumbuhkan kreativitas anggota Karang Taruna dan meningkatkan nilai jual tanaman bambu yang semula hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.Kata kunci: handycraft, bambu, kerajinan, karang taruna
PELATIHAN AKUNTANSI DAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN USAHA KECIL BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) PGRI DI SURAKARTA Lilis Sulistyani; Ifah Lathifah; Shandy Marsono
WASANA NYATA Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v4i1.579

Abstract

AbstrakPengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan Usaha Mikro Kecil Bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI  Di Surakarta.Kegiatan pelatihan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan Usaha kecil bagi siswa SMK ini dilakukan dengan cara presentasi, diskusi dan simulasi. Sasaran dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI  di Surakarta. Siswa SMK PGRI setelah menerima materi bidang kewirausahaan, dipandang perlu untuk memperoleh pelatihan mengenai akuntansi dan penyusunan laporan keuangan usaha kecil. Solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdian kepada masyarakat STIE-AUB-Surakarta yaitu Tim PKM STIE-AUB-Surakarta mengadakan pelatihan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan Usaha Kecil Bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI  Di SurakartaTindak lanjut dari kegiatan ini yaitu akan dilakukan binaan dan pendampingan berkelanjutan, sehingga peserta pendampingan khususnya Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI  di Surakarta, dapat menjalankan praktik akuntansi sederhana sampai dengan penyusunan laporan keuangan untuk usaha kecil sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM).  Harapan lebih jauh ke depan, Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI  di Surakarta ini akan memiliki motivasi yang lebih kuat untuk dapat berwirausaha secara akuntabel. Alasan yang mendasari adalah siswa SMK PGRI Surakarta telah memiliki bekal yang memadai tentang cara mendirikan usaha kecil sekaligus bagaimana menyusun laporan keuangan bagi usaha kecil. Kata Kunci: Akuntansi, Laporan Keuangan, Usaha Kecil, Sekolah Menengah Kejuruan.
Pelatihan Agro Bisnis : Upaya Membentuk Kompetensi Kewirausahaan Anak Berkebutuhan Khusus Di Panti Bina Siwi Bantul Sofiati Sofiati; Linawati Linawati; Ary Sutrischastini
WASANA NYATA Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v5i1.851

Abstract

Anak –anak berkebutuhan khusus (ABK) sudah selayaknya di sejahterakan melalui pendidikan dan pelatihan kewirausahaan agar mereka memiliki kompetensi kewirausahaan. Dengan bekal komptensi kewirausahaan tersebut mereka akan mampu membawa ide-ide untuk berinovasi dalam agro bisnis. Permasalahan yang ditemukan adalah sebagian besar ABK di panti ini belum mempunyai kompetensi kewirausahaan, mengingat keterbatasan fisik , pengetahuan tentang kewirausahaan terutama agro bisnis budi daya ayam kampung dan ikan lele. Solusi yang ditawarkan adalah memberikan pelatihan agro bisnis budidaya ayam kampung dan ikan lele dalam rangka membentuk kompetensi kewirausahaan selama hidup di bawah panti asuhan . Tujuan pengabdian adalah untuk membentuk ABK panti asuhan Bina Siwi Bantul ini menjadi  wirausahawan yang memiliki kompetensi kewirausahaan. Metode pelaksanaan pelatihan ini adalah pembekalan melalui dua tahap,pertama:pembekalan materi agro bisnis secara tutorial disertai diskusi , bermain peran di lokasi;kedua adalah pembekalan materi untuk membentuk ABK memiliki kompetensi kewirausahaan disertai pendampingan praktek ,monitoring ,dan evaluasi.Masa Pelaksanaan November- Desember 2019 bertempat di panti asuhan ABK Bina Siwi Bantul. Pelaksanaan pelatihan dibagi dua sesi materi yaitu sesi materi teknis agro bisnis dan sesi materi pembentukan soft skill kompetensi kewirausahaan bagi ABK di Panti Asuhan Bina Siwi Bantul.Hasil pelatihan agro bisnis budi daya ayam kampung dan ikan lele telah menumbuhkan kepercayaan diri dan motivasi bagi ABK. Adapun pelatihan kompetensi kewirausahaan ini berhasil menumbuhkan jiwa kewirausahaan, membentuk kompetensi kewirausahaan ABK untuk memasarkan produk yang dihasilkan melalui berbagai metode dan strategi pemasaran yang tepat. Sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan suksesnya partisipasi sosia ABK.Hasil monitoring dan evaluasi program pengabdian ini mampu mencapai target hasil dan luaran, dari 18 peserta pelatihan berhasil mencetak ABK sebagai  wirausahawan baru di Panti Asuhan Bina Siwi yang mandiri dan berbasis iptek yang siap beraktivitas di masyarakat.Hal ini ditunjukkan adanya peningkatan pendapatan dan partisipasi sosial ABK dalam memasarkan ke beberapa rumah makan.
Pelatihan Memelihara Lele Dengan Rasa Segar Dan Modal Minim Forum Kemitraan Polisi Dan Masyarakat (Fkpm) Bintang Timur Rw 022 Surakarta Nani Irma Susanti; Rina Ani Sapariyah; Irwan Chistanto Edy; Siti Fatonah; Yusuf Sutanto
WASANA NYATA Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v6i1.1227

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk mengisi kegiatan saat pandemic covid-19 di lingkungan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Bintang Timur RW 022 Surakarta dan menghasilkan ikan lele dengan lahan yang terbatas sekaligus menumbuhkan jiwa wirausaha skala home industry untuk memenuhi gizi keluarga sekaligus diharapkan dapat meningkatkatkan ekonomi keluarga. Selain itu juga untuk menggerakkan masyarakat sekitar agar tetap memiliki semangat untuk berkegiatan dengan lingkungan. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat turut berkontribusi memberikan rasa bahagia dan harapan karena pandemic Covid-19 dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Agar kegiatan ini dapat berhasil dengan hasil ikan lele yang layak dikonsumsi maka pelatihan ini dilakukan dengan praktek dan konsultasi. Untuk menghasilkan lele dengan rasa segar dan ukurannya pas yang dibutuhkan adalah Jenis bibit lele, Jenis pakan yang baik, waktu pemberian pakan dan air yang segar

Page 6 of 20 | Total Record : 197