cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA Kolaborasi
ISSN : -     EISSN : 26850494     DOI : -
Core Subject : Education,
Pada tahun 2016, FMIPA Universitas Negeri Semarang bersama dengan UIN Walisongo, menggagas terselenggaranya Seminar Nasional Bersama (dalam perkembangannya disebut dengan SNMIPA Kolaborasi). Pada tahun-tahun berikutnya, gagasan tentang seminar kolaborasi tersebut berkembang dan bergabunglah Universitas Tidar (UNTIDAR) Magelang, Universitas Muria Kudus (UMK), dan Universitas Pancasakti (UPS) Tegal. Publikasi naskah hasil kegiatan SNMIPA kemudian dirangkum dalam sebuah Prosiding Seminar Nasional MIPA Kolaborasi. eISSN: 2685-0494.
Articles 70 Documents
MISKONSEPSI MATEMATIKA MATERI BILANGAN PADA MAHASISWA CALON GURU SEKOLAH DASAR
SNMIPA Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Miskonsepsi pada matematika masih banyak dialami oleh siswa tidak terkecuali pada jenjang perguruan tinggi. Miskonsepsi adalah suatu jenis kesalahan dalam memahami setiap konsep matematika dan menyelesaikan masalah matematis. Miskonsepsi tersebut dialami baik di sekolah maupun di rumah. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif deskriptif yang tujuannya untuk menganalisis miskonsepsi matematika pada mahasiswa calon guru sekolah dasar secara mendalam. Jenis penelitiannya adalah studi kasus. Subjek penelitiannya adalah mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muria Kudus yang dipilih berdasarkan pertimbangan dosen-dosen pengampu mata kuliah Konsep Matematika mengenai kemampuan mahasisswa dalam mengemukakan pendapat atau jalan pikiran baik secara lisan maupun tulisan. Penentuan subjek penelitian didasarkan pada hasil tes materi bilangan yang mengandung miskonsepsi. Metode pengumpulan data menggunakan tes materi bilangan dan wawancara. Metode analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi pada mahasiswa calon Guru Sekolah Dasar terjadi pada 1) konsep pengertian bilangan asli, cacah, bulat dan rasional; 2) konsep operasi bilangan bulat; 3) konsep tanda minus dan negatif sebagai operasi bilangan maupun jenis bilangan; dan 4) konsep penggunaan garis bilangan pada operasi bilangan bulat. Misconceptions in mathematics are still experienced by many students, including in college level. Misconception is a type of error in understanding every mathematis concept and solving mathematics problems. This misconception is experienced both at school and at home. The research conducted is descriptive qualitative research which aims to analyze mathematical misconceptions of candidate teacher in primary school in depth. The type of research is a case study. The research subjects were students that become candidate teacher in primary school, Muria Kudus University who were selected based on the consideration of Mathematics Concept lecturers on the ability of students to express their opinions or thoughts both orally and in writing. The determination of the research subject is based on the results of number material tests that contain misconceptions. Data collection methods using tests and interviews. Data analysis method uses data reduction techniques, data presentation, conclusions and verification. The results of the study indicate that misconceptions on candidate teacher in primary school occur in 1) the concept of the understanding of natural numbers, whole numbers, integers and rational numbers; 2) the concept of integer operations; 3) the concept of minus and negative signs as numbers and types of operations; and 4) the concept of using number lines in integer operations.
KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DAN ENTREPRENEURSHIP SISWA SMK DALAM MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN TERINTEGRASI STEM
SNMIPA Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menguji ketuntasan klasikal kemampuan koneksi matematis dalam model Pembelajaran Project Based Learning terintegrasi STEM, (2) mengetahui kemampuan koneksi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran Project Based Learning terintegrasi STEM lebih baik dari pembelajaran Ekspositori, dan zz) mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis dan entrepreneurship siswa dalam pembelajaran Project Based Learning terintegrasi STEM. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan desain embedded konkuren. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X TITL 1 (kelas eksperimen) dan kelas X LAS 1 (kelas kontrol) dari SMK Tunas Harapan Pati yang dipilih melalui teknik random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, angket dan wawancara. Dilakukan analisis data kuantitatif dan data kualitatif kemudian ditarik kesimpulan. Hasil penelitian adalah, (1) kemampuan koneksi matematis siswa dalam model pembelajaran Project Based Learning terintegrasi STEM mencapai ketuntasan klasikal, (2) kemampuan koneksi matematis siswa dalam model pembelajaran Project Based Learning terintegrasi STEM lebih dari kemampuan koneksi matematis pembelajaran Ekspositori, (3) deskripsi kemampuan koneksi matematis dan entrepreneurship siswa melalui pembelajaran Project Based Learning terintegrasi STEM yaitu; siswa kelompok atas memiliki entrepreneurship tinggi dan dapat memenuhi semua indikator kemampuan koneksi matematis, siswa kelompok tengah memiliki entrepereneurship sedang dan memenuhi dua indikator kemampuan koneksi matematis dan masih kurang teliti, dan siswa kelompok bawah memiliki entrepreneurship rendah dan hanya memenuhi satu indikator koneksi matematis untuk menyelesaikan masalah. This research aims to (1) know the ability of mathematical connection through Project Based Learning integrated STEM to achieve classical completeness, (2) to know the ability of mathematical connection which get Project Based Learning integrated STEM better than Expository learning, and (3) describe the ability of mathematical connection and entrepreneurship through Project Based Learning integrated STEM. This research uses mixed method with embedded concurrent design. The sample of this research is class X TITL 1 (experiment class) and class X LAS 1 (control class) from vocational school of Tunas Harapan Pati chosen by random sampling technique. Methods of data collection in this study include methods of test, questionnaire, and interview. From the research, it can be concluded that (1) the ability of students' mathematical connection using Project Based Learning integrated STEM achieving the classical completeness, (2) the mathematical connection ability through Project Based Learning integrated STEM is better than the ability of mathematical connection ability through Expository model, (3) description of the ability of mathematical connection through Project Based Learning integrated STEM; upper group students have high entrepreneurship and can fulfill all indicators of mathematical connection ability, middle group students have moderate entrepereneurship and fulfill two indicators of mathematical connection ability and are still less carefull, and lower group students have low entrepreneurship and only one indicator for problems.
METAKOGNISI SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA BERBASIS PISA PADA KONTEN SPACE AND SHAPE
SNMIPA Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan pengetahuan dan keterampilan metakognisi siswa dalam menyelesaikan soal matematika berbasis PISA pada konten space and shape. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 3 siswa kelas VIII-C di SMP Negeri 3 Boyolali semester ganjil tahun ajaran 2017/2018. Subjek terdiri dari siswa dengan kemampuan matematika tinggi (S1), siswa dengan kemampuan matematika sedang (S2), dan siswa dengan kemampuan matematika rendah (S3). Subjek dipilih berdasarkan hasil tes. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tes, rekaman video, catatan lapangan, dan wawancara. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data kesimpulan/verifikasi. Keabsahan data diperoleh melalui validitas dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan matematika tinggi memiliki metakognisi terbaik. Siswa dengan kemampuan matematika tinggi memenuhi paling banyak indikator metakognisi, yaitu 5 sub-indikator pengetahuan metakognisi dan 6 sub-indikator keterampilan metakognisi. Siswa dengan kemampuan matematika sedang memenuhi 4 sub-indikator pengetahuan metakognisi dan 2 sub-indikator keterampilan metakognisi. Sedangkan siswa dengan kemampuan matematika rendah memenuhi 3 sub-indikator pengetahuan metakognisi dan 1 subindikator keterampilan metakognisi. The aim f this research is illustrating the student’s metacognition knowledge and regulation in solving space and shape of PISA problem. The research is a qualitative research with 3 students of SMP Negeri 3 Boyolali taken as subjects. They have different achievement in mathematics course. They are categorized into students with high achievement (S1), middle (S2), as well as low (S3). Subjects are taken by mathematics test. Data collecting techniques include test, video recording, field note, and interview. All data are analyzed with three steps as follows: data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Data were analyzed by data reduction, data display, and drawing conclusion or verification. Validation and triangulation are used to obtain data validity. The result shows that student with high math achievemnet had the best metacognition. Student with high math achievemnet emerges the most metacognition indicator in number. It should be 5 sub-indicators of metacognitive knowledge and 6 sub-indicators of metacognitive experience. Student with middle math achievement shows 4 sub-indicators of metacognitive knowledge and 2 sub-indicators of metacognitive experience. On the other hand, student with low math achievement meet 3 sub-indicators of metacognitive knowledge and 1 sub-indicators of metacognitive experience.
LONGAN COFFEE MADE OF LONGAN FRUIT SEED WASTE FROM BOROBUDUR
SNMIPA Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose is Utilizing the longan seeds be raw material of coffee drinks and finding the similarities to the regular coffee drinks. History records that the discovery of coffee as a nutritious and energized drink was first discovered by the Ethiopians in the African continent about 3000 years (1000 BC) ago. Coffee then continues to grow until now became one of the most popular drinks in the world consumed by various circles of Indonesia itself and it has been able to produce more than 400 thousand tons of coffee per year. Place and Time of study Venue: Science Laboratory, SMA Negeri 1 Grabag. Time: SeptemberOctober 2017. Research Procedures. The method used in this study is to use the method of Experiment and Interview / Questionnaire. The experimental stages are: 1. Experiment I 2. Experiment II Organoleptic Test Seed waste can be processed into coffee with low caffeine content and rich in antioxidants. From the results of organoleptic test, this coffee is resemble to arabica and robusta coffee. So that the waste seed of longan can be processed into a more useful product that is Longan Coffee.
PENGARUH APLIKASI BILLIARD DALAM KREATIVITAS PENGAJUAN MASALAH PADA TOPIK PERMAINAN BILLIARD
SNMIPA Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh aplikasi permainan billiard terhadap kreativitas mahasiswa dalam mengajukan masalah pada topik permainan billiard, dan untuk mengetahui jenis-jenis masalah yang diajukan oleh mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan peneliti ialah metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis masalah-masalah yang diajukan mahasiswa berdasarkan hasil yang diperoleh. Subjek dalam penelitian ini adalah 12 mahasiswa Pendidikan Matematika angkatan 2016 Universitas Sanata Dharma. Mahasiswa-mahasiswa tersebut dibagi kedalam 4 kelompok yang berbeda sehingga setiap kelompok beranggotakan 3 orang. Kelompok pertama dan kelompok kedua menggunakan aplikasi permainan billiard yang terdapat pada playstore, sedangkan kelompok ketiga dan kelompok keempat tidak menggunakan aplikasi. Masing-masing kelompok akan diberikan suatu permasalahan dan akan dijelaskan mengenai prinsip permainan billiard, kemudian kelompok diminta untuk mengajukan pertanyaan sebanyak mungkin terkait permasalahan yang diberikan. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, menunjukkan bahwa setiap kelompok mengajukan pertanyaan yang beragam. kelompok satu mengajukan 8 masalah dengan 6 jenis masalah yaitu mengenai pantulan bola, sudut menyodok, kekuatan menyodok, kecepatan bola, posisi menyodok, dan menghubungkan dua hal. Kelompok dua mengajukan 8 masalah dengan 4 jenis masalah yaitu mengenai saku bola, jalur bola, sudut menyodok, dan menghubungkan dua hal. Kelompok tiga mengajukan 4 masalah dengan 3 jenis masalah yaitu mengenai sudut menyodok, memilih bola dan menghubungkan dua hal. Kelompok empat mengajukan 3 masalah dengan 3 jenis masalah yaitu mengenai jumlah pukulan, sudut menyodok dan menghubungkan dua hal. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa kelompok yang menggunakan aplikasi ternyata lebih banyak mengajukan masalah dan jenis masalah dari pada kelompok yang tidak menggunakan aplikasi. This study aims to determine how the influence of billiard game applications on student creativity in raising problems on the topic of billiard games, and to find out the types of problems raised by students. The research method used by researchers is a qualitative descriptive method by analyzing the problems posed by students based on the results obtained. The subjects in this study were 12 students of 2016 Mathematics Education at Sanata Dharma University. The students are divided into 4 different groups so that each group has 3 members. The first group and the second group used the billiard game application contained in the playstore, while the third group and the fourth group did not use the application. Each group will be given a problem and will be explained about the principles of the billiard game, then the group is asked to ask as many questions as possible regarding the problems given. Based on the results of the analysis of research data, it shows that each group asks various questions. group one proposed 8 problems with 6 types of problems, namely regarding ball reflections, poking angles, poking strength, ball speed, poking position, and connecting two things. Group two proposed 8 problems with 4 types of problems, namely regarding ball pocket, ball path, poking angle, and connecting two things. Group three proposed 4 problems with 3 types of problems, namely regarding poking angles, choosing balls and connecting two things. Group four presents 3 problems with 3 types of problems, namely regarding the number of blows, angles poking and connecting two things. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the group using the application turned out to be more problematic and type of problem than the group that did not use the application.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN PETA KONSEP BERORIENTASI JELAJAH ALAM SEKITAR (JAS) PADA MATA KULIAH TAKSONOMI HEWAN
SNMIPA Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa secara dominan bersikap pasif dalam proses perkuliahan, mereka mengalami kesulitan dalam komunikasi atau tidak berani bertanya. Sudah menjadi kebiasaan mahasiswa menghafalkan pelajaran, sehingga tidak terlihat adanya pengembangan diri. Penelitian ini dilaksanakan di Rombel 1 yang berjumlah 32 mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi semester genap tahun 2017/2018 dengan menerapkan model pembelajaran menggunakan peta konsep berorientasi JAS sesuai materi yang tertuang dalam silabus. Penilaian meliputi proses yang terdiri dari: (1) praktikum dengan pendekatan JAS (2) diskusi; (3) presentasi, (4) kerja kelompok; (5) dan produk awetan hewan; (6) Kuesioner motivasi; (7) Isian pedoman wawancara untuk mahasiswa dan (8) diskusi kelas/kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil tes apabila dibandingkan dengan sebelum menerapkan peta konsep berorientasi JAS, hal ini dapat diketahui dari hasil belajar siswa yaitu dari 66 menjadi 78 dengan tuntas belajar dari 63% menjadi 87%, sedangkan hasil analisis terhadap proses perkuliahan memperoleh 74,84% mahasiswa termotivasi dalam mengikuti perkuliahan Taksonomi Hewan karena menyenangkan banyak melibatkan mahasiswa aktif dan akhirnya lebih mudah dalam pemahamannya. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan peta konsep berorientasi Jelajah Alam Sekitar (JAS) dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada materi Taksonomi Hewan. Untuk pembelajaran menggunakan peta konsep berorientasi JAS, maka perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut. kesiapan dosen dalam merancang tempat atau media yang representatif, kesiapan mahasiswa perlu diberi pembekalan ketrampilan dan pelatihan identifikasi dan klasifikasi hewan. Untuk efisiensi waktu ada sebagian tugas-tugas yang berkaitan dengan JAS dapat dilakukan di rumah, sesuai petunjuk dosen. Students dominantly have passive attitude, they have difficulties in communication or have no courage to ask. It is common for students to memorize the lessons, so that there are no self-improvements.This study was carried out on Rombel 1 which is consists of 32 students at Biology Education on even semester year 2017/2018 with applying learning model used concept map on JAS oriented based on material in syllabus. Scoring cover some process which are consist of: (1) practice with JAS approach; (2) discussion; (3) presentation; (4) working in team; (5) animal preserved product; (6) motivation questionnaire; (7) form of interview guide for students; and (8) class/team discussion. The result of this study shows the increase of test result than before applying concept map on JAS, it is known by the result of student learning from 66 become 78 with complete learning from 63% become 87%, while the analysis result to lecturing process got 74,84% and students are motivated in Animal Taxonomy course because it fun and involving active students and finnaly it is easier in understanding. The conclusion of this study, by using JAS, can increase the result study of studentson Animal Taxonomy. The learning use concept map on JAS oriented, so some notice needed on as follow: the readiness of a lecturer in designing representative place or media, the readiness of the student also need given skill and trainning in animal classification and identification trainning. To save the time there are some assigments which related to JAS, can be done at home, based on lecturer guide.
KREATIFITAS SISWA KELAS VI SD DALAM MENGENALI BENTUK GEOMETRIS PADA ANYAMAN INDONESIA
SNMIPA Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kreatifitas siswa dalam menemukan dan menggambarkan bentuk geometris yang terdapat pada anyaman Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah siswa kelas VI SD Timbulharjo, Sleman, Yogyakarta. Instrumen yang digunakan berupa tes tertulis pada lembar kerja siswa (LKS) dimana anyaman diberikan dalam bentuk gambar. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa kebanyakan siswa memilih gambar anyaman pertama dan ketiga dengan alasan yang berbeda-berbeda. Oleh karena itu, peneliti mengelompokan siswa dalam beberapa kelompok menurut tingkat kreatifitas siswa dalam menemukan bentuk geometris pada anyaman maupun menggambarkannya pada kertas berpetak. Kreatifitas siswa juga ditemukan dari bagaimana siswa memilih dan mengkombinasikan warna dengan bentuk pada gambar yang dibuat siswa. Peneliti menyimpulkan bahwa anyaman dapat digunakan untuk mendorong kreatifitas siswa dalam pembelajaran matematika. This study aims to determine the creativity of students in finding and describing the geometric shapes contained in Indonesian’s plaiting. This research was conducted using qualitative descriptive method. The subjects were sixth grade students of Timbulharjo Elementary School, in Sleman, Yogyakarta. The instrument used is a written test on student worksheet where weaving is given in the form of drawings. Based on the results of the study, researchers found that most students chose the first and third webbing images for different reasons. Therefore, researchers make students in several groups according to the level of students’ creativity in finding geometric shapes on the webbing and describing them on the plotted paper. Students’ creativity are also founding in how students choose and combine colors with shapes in the images made by students. The researchers concluded that plaiting can be used to encourage students’ creativity in mathematics learning.
PEMANFAATAN LIMBAH SISIK IKAN MENJADI PRODUK KREATIF BERNILAI EKONOMI TINGGI BAGI KELOMPOK NELAYAN BURUH
SNMIPA Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah memanfaatkan limbah sisik ikan menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomis tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan buruh dan mengembangkan masyarakat yang mandiri secara ekonomi. Mitra kegiatan PKM ini adalah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan kelompok nelayan buruh Kelurahan Tegalsari dan Muarareja serta sebagian lagi dari pihak Politeknik (Dosen dan Mahasiswa) yang akan mendampingi dalam serangkaian kegiatan. Permasalahan prioritas yang akan ditangani dalam kegiatan PKM ini adalah: 1) penyuluhan kepada mitra tentang kesadaran limbah sisik ikan yang didiamkan begitu saja mengganggu masyarakat sekitar, 2) meningkatan kemampuan mitra untuk membuat beragam jenis/desain produk aksesoris cantik 3) meningkatan kemampuan mitra untuk melakukan kegiatan promosi untuk mengenalkan produk kepada konsumen . Metode pendekatan yang digunakan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi mitra adalah dengan metode pelatihan, pendampingan, penyuluhan, serta pembuatan media promosi. Kegiatan dalam program PKM meliputi: 1) penyuluhan untuk menumbuhkan kesadaran dan motivasi mitra dalam pengolahan limbah sisik ikan menjadi produk aksesoris cantik, 2) pelatihan dengan materi pengenalan desain untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan ketrampilan dan kreativitas peserta untuk dapat membuat beragam desain produk aksesoris, 3) penyuluhan teknik promosi produk kerajinan aksesoris cantik. Hasil capaian kegiatan PKM yang telah dilaksanakan diantaranya adalah 1) Meningkatnya kesadaran kepada mitra untuk memanfaatkan limbah sisik ikan menjadi produk kerajnan dan aksesoris, 2) meningkatkan nilai ekonomi limbah sisik ikan di Kelurahan Tegalsari dan Muarareja dalam bentuk produk aksesoris cantik, 3) Meningkatkan keterampilan mengolah sisik ikan secara optimal manjadi produk aksesoris cantik yang banyak digemari dan dikonsumsi masyarakat. The purpose of this community service activity (PKM) is to utilize fish scale waste to be creative products of high economic value to improve the welfare of labor fishermen communities and develop economically independent communities. The partners of this PKM activity are the Fish Auction Place (TPI) and the labor fishermen group Tegalsari and Muarareja villages and some from the Polytechnic (Lecturers and Students) who will assist in a series of activities. Priority issues to be addressed in this PKM activity are: 1) counseling to partners about awareness of fish scales that are left idle to disturb the surrounding community, 2) increasing the ability of partners to make various types / designs of beautiful accessories products 3) increasing the ability of partners to do promotional activities to introduce products to consumers. The method of approach used to overcome the problems faced by partners is the method of training, mentoring, counseling, and making promotional media. Activities in the PKM program include: 1) counseling to foster awareness and motivation of partners in processing fish scales into beautiful accessories products, 2) training with design introduction materials to improve the knowledge, skills and creativity of participants to be able to make various accessories product designs, 3 ) counseling on promotion techniques for beautiful accessories for handicraft products. The results of the PKM activities that have been carried out include 1) Increased awareness of partners to utilize fish scales into kerajnan products and accessories, 2) increasing the economic value of fish scales in Tegalsari and Muarareja in the form of beautiful accessories, 3) Improving processing skills Fish scales optimally become beautiful accessories products that are popular with and consumed by the public.
KREATIVITAS MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA DALAM MENGENALI POLA DAN PENENTUAN RUMUS SUATU SUSUNAN BENDA
SNMIPA Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas mahasiswa dalam mengenali pola dan penentuan rumus suatu susunan benda. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Matematika, Universitas Sanata Dharma angkatan 2017. Instrumen yang digunakan berupa Lembar Kerja Mahasiswa (LKM). Data penelitian disajikan, dianalisis, dibahas, dan disimpulkan. Soal yang diberikan berupa susunan benda yang dibentuk lalu mahasiswa diminta untuk menentukan cara atau metode dalam menghitung banyaknya benda tersebut dengan berbagai cara. Dari hasil penelitian di dapat informasi bahwa ada mahasiswa Pendidikan Matematika yang mampu berpikir kreatif dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan walaupun hasil yang diperolah kurang tepat. Selain itu, ada mahasiswa yang belum mampu menyelesaikan permasalahan yang diberikan sehingga hasil yang diperoleh kurang tepat. Mahasiswa mengerjakan permasalahan dengan cara manual dan ada juga yang sudah memulai mencoba menyelesaikan dengan menentukan rumus. This study purpose to know student creativity in the process and formulas determination of object arrangement. This research was conducted using qualitative descriptive method. Subjects in this study were students of 2017 Mathematics Education, Sanata Dharma University. The instrument is a Student Worksheet (LKM). Research data is presented, analyzed, discussed, and concluded. The questions given are arrangement of objects formed then students are asked to determine the way or method in calculating the number of objects in various ways. From the research results obtained information that there are Mathematics Education students who are able to think creatively in solving problems given even though the results obtained are not appropriate. In addition, there are students who have not been able to solve the problems given so that the results obtained are not correct. Students work on the problem manually and some have started trying to solve by determining the formula.
KREATIVITAS SISWA KELAS VII DALAM MEMAHAMI POLA PADA OPERASI HITUNG TIDAK BIASA
SNMIPA Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat kemungkinan-kemungkinan tindakan matematis kreatif dari siswa kelas VII SMPN 2 Girimulyo, Kulon Progo, DIY dalam hal memecahkan masalah matematika, khususnya pada operasi hitung tidak biasa. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII B yang berjumlah 25 orang. Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis jawaban-jawaban siswa mengenai operasi hitung tidak biasa. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan apersepsi dan contoh soal operasi hitung tidak biasa untuk memberi gambaran permasalahan kepada siswa. Selanjutnya, peneliti memberikan tes tertulis dalam bentuk lembar kerja. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 25 siswa, 2 siswa mampu menciptakan tanda dan operasi hitung tidak biasa yang baru serta memberikan contoh perhitungan dari masing-masing operasi; 12 siswa dapat membuat operasi hitung tidak biasa yang baru, tetapi tanda operasi yang digunakan sama untuk semua perhitungan; 1 siswa dapat membuat operasi hitung tidak biasa yang baru dan mendefinisikannya dengan lebih dari satu cara, tetapi tanda operasi yang digunakan sama untuk semua perhitungan; 4 siswa hanya membuat tanda operasi hitung tidak biasa yang baru, tetapi meniru cara pada soal pertama; 6 siswa lainnya hanya meniru jawaban dari temannya. Sebagian besar siswa mampu membuat operasi hitung tidak biasa yang baru dengan satu contoh perhitungan, dan menggunakan tanda operasi yang baru pula. Namun, cara kerja yang ditampilkan masih belum menunjukkan pola dari operasi yang diciptakan sehingga tidak banyak siswa yang menunjukkan kemungkinan-kemungkinan tindakan matematis kreatif dalam hal memecahkan masalah matematika, khususnya pada operasi hitung tidak biasa. This study aims to look at the possibilities of creative mathematical actions from class VII students of Girimulyo Junior High School 2, Kulon Progo, DIY in terms of solving mathematical problems, especially in unusual counting operations. The subjects in this study were students of class VII B which numbered 25 people. The research method used is a qualitative descriptive method by analyzing student answers regarding unusual counting operations. This research was conducted by giving apperception and the example of a count operation problem was unusual to give a description of the problem to students. Next, the researcher gives a written test in the form of a worksheet. Based on the results of the study of 25 students, 2 students were able to create new unusual signs and counting operations and provide examples of calculations from each operation; 12 students can make counting operations unusual for new ones, but the operation marks used are the same for all calculations; 1 student can make a new unusual counting operation and define it in more than one way, but the operation mark used is the same for all calculations; 4 students only make unusual counting operations that are new, but imitate the method in the first question; The other 6 students only copied the answers from their friends. Most students are able to make new unusual counting operations with one calculation example, and use the new operation mark. However, the work method shown still does not show the pattern of the operation created so that not many students show the possibilities of creative mathematical action in solving mathematical problems, especially in unusual counting operations.