cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA Kolaborasi
ISSN : -     EISSN : 26850494     DOI : -
Core Subject : Education,
Pada tahun 2016, FMIPA Universitas Negeri Semarang bersama dengan UIN Walisongo, menggagas terselenggaranya Seminar Nasional Bersama (dalam perkembangannya disebut dengan SNMIPA Kolaborasi). Pada tahun-tahun berikutnya, gagasan tentang seminar kolaborasi tersebut berkembang dan bergabunglah Universitas Tidar (UNTIDAR) Magelang, Universitas Muria Kudus (UMK), dan Universitas Pancasakti (UPS) Tegal. Publikasi naskah hasil kegiatan SNMIPA kemudian dirangkum dalam sebuah Prosiding Seminar Nasional MIPA Kolaborasi. eISSN: 2685-0494.
Articles 70 Documents
KAJIAN TENTANG KRIPTOSISTEM MCELIECE DALAM MENGHADAPI TANTANGAN KOMPUTER KUANTUM DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
SNMIPA Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Revolusi industri 4.0 ditandai dengan mulai berkembangnya berbagai macam terobosan teknologi baru di bidang robotik, kecerdasan buatan dan komputer kuantum. Komputer kuantum mampu menembus kriptosistem yang mendasarkan keamanannya pada tingkat kesulitan memfaktorkan bilangan bulat integer yang besar. Kriptosistem McElice merupakan kriptosistem kunci publik berbasis teori koding pertama yang dinilai aman untuk diaplikasikan dalam komputer kuantum. Pada konstruksi awalnya kriptosistem ini menggunakan kode Goppa biner tak tereduksi untuk melakukan proses enkripsi dan dekripsi pesan. Artikel ini membahas tentang gambaran umum kriptosistem McEliece meliputi: (1) proses pembentukan matriks parity-check dan matriks pembangkit kode Goppa, (2) penentuan dimensi dan jarak minimum kode Goppa biner tak tereduksi, (3) proses encoding dan decoding pada kode Goppa biner tak tereduksi, (4) aplikasi kode Goppa dalam kriptosistem kunci publik McEliece, serta (5) kelebihan dan kelemahan kriptosistem kunci publik McEliece. The Fourth Industrial Revolution is marked by emerging technology breakthroughs in a number of fields, including robotics, artificial intelligence, and quantum computers. Quantum computers are capable to destroying cryptosystem that based on the difficulty of factoring large integers. The McEliece cryptosystem is the first public key cryptosystem based on coding theory and can be considered as a secure scheme to be implemented in the quantum computer. The early construction of this cryptosystem uses binary irreducible Goppa code to encrypt and decrypt messages. This article will discuss an overview of McEliece cryptosystem which consists of namely: (1) constructing parity-check matrix and generator matrix of Goppa code, (2) determining dimension and minimum distance of binary irreducible Goppa code, (3) encoding and decoding of binary irreducible Goppa code, (4) application of Goppa code in McEliece public key cryptosystem, and (5) the advantages and disadvantages of McEliece public key cryptosystem.
PEMANFAATAN TES BENTUK TESTLET SEBAGAI INSTRUMEN PENDETEKSI KESULITAN BELAJAR MAHASISWA CALON GURU IPA PADA TOPIK MATERI ENTALPI MOLAR
SNMIPA Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Entalpi molar merupakan topik materi dalam kajian termokimia yang telah dipelajari mahasiswa pada saat SMA. Kajian sebelumnya telah menunjukkan bahwa peserta didik masih mengalami kesulitan untuk mempelajari topik tersebut. Kesulitan belajar perlu diketahui oleh dosen sebelum kegiatan pembelajaran agar dosen dapat merencanakan kegiatan pembelajaran yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan belajar mahasiswa calon guru IPA pada topik materi entalpi molar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian adalah mahasiswa kelas 2 Prodi Pendidikan IPA tingkat I Universitas Tidar tahun pelajaran 2017/2018. Instrumen yang digunakan adalah tes jenis teslet sebanyak 9 soal dengan 3 soal utama dan 3 soal pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa telah mampu menentukan persamaan termokimia reaksi pembentukan (67%), reaksi penguraian (61%), dan reaksi pembakaran (51%). Selain itu, diketahui mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam mengaitkan perbandingan mol reaktan maupun produk terhadap energi yang dibebaskan atau diserap oleh reaksi. Hasil tersebut memberikan implikasi pada pemilihan model pembelajaran aktif yang sesuai untuk membelajarkan materi. Molar enthalpy is a topic of material in thermochemistry that students have learned during high school. Previous studies have shown that students still have difficulty learning the topic. Learning difficulties need to be known by the lecturer before learning activities so that the lecturer can plan the right learning activities. The purpose of this study was to determine the learning difficulties of science teacher candidates in enthalpy molar material. This research is a descriptive study with a quantitative approach. The sample of the study was the second grade students of the first level of Natural Sciences Education Program at Universitas Tidar in the academic year of 2017/2018. The instrument used is a test type testlet with 9 questions with 3 main questions and 3 supporting questions. The results showed that some students were able to determine the thermochemical equation of formation reaction (67%), decomposition reaction (61%), and combustion reaction (51%). In addition, it was known that students still had difficulties in linking the mole ratio of reactants and products to the energy released or absorbed by the reaction. These results have implications for the selection of active learning models that are suitable for teaching material.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-LEARNING PADA MATA KULIAH ILMU LINGKUNGAN DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FKIP UAD
SNMIPA Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era revolusi industri 4.0 ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologiinformasidan komunikasi(TIK). Termasuk di dalamnya dunia pendidikan juga berkembang mengikuti perkembangan teknologi terkini, salah satu contohnya yaitu penggunaan e-learning dalam proses pembelajaran. Berdasarkan angket tertutup yang menunjukkan hasil mahasiswa memiliki gaya belajar auditif dan visual, mencari referensi dari sumber internet dengan gadget yang dimiliki. Perilaku mahasiswa cenderung mencari sumber referensi dari internet melalui video yang diupload di youtube yang dapat memberikan audio dan visual (sesuai dengan gaya belajar mahasiswa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan efektivitas video learning materi Pencemaran Lingkungan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Design and Development Research (DDR). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Agustus 2018 di Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UAD. Materi yang digunakan untuk konten video learning yaitu Pencemaran Lingkungan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian yaitu video learning materi Pencemaran Lingkungan dinyatakan layak digunakan dan berkualitas sangat baik. Gain score kelas A, B, C berada pada kategori sedang (0,3 ≤ g ≥0,7).Hasil uji t menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara pra tes dan postes sehingga video learning efektif digunakan dalam proses pembelajaran Ilmu Lingkungan. The era of industrial revolution 4.0 was marked by the rapid development of information and communication technology (ICT). The world of education is also developing following the latest technological developments, an example of it was the use of e-learning in the learning process. Learning style behavior students tend to look for reference sources from the internet through videos on youtube that can provide audio and visual to facilitate student understanding of a material. Videos that are accessed by students were not guaranteed to be used for the learning process. Therefore, it was necessary to develop videos which suitable in the learning process (video learning) in the Environmental Sciences subject matter of environmental pollution (air, water, and soil). The Environmental Sciences course at the Biology Education Study Program was conducted using e-learning blended learning models. Video products that have been declared feasible can be used in the learning process in the subject of Environmental Sciences by using e-learning. This study aims to determine the feasibility of video learning on Environmental Pollution material. This study uses a model of Design and Development Research (DDR). The study was conducted in March-August 2018 in the Biology Education Study Program FKIP UAD. The material used for video learning content is Environmental Pollution. The technique of collecting data uses a questionnaire. Data obtained in the form of qualitative data from the observation sheet, quantitative data from the assessment of videos and questions. Data analysis uses qualitative descriptive analysis. The results of the study, video learning of the Environmental Pollution material was declared suitable for use and of very good quality.
MODUL DIGITAL MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI TEKNOLOGI
SNMIPA Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modul digital Media Pembelajaran Matematika untuk meningkatkan literasi teknologi pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pancasakti Tegal. Solusi pembelajaran di kelas karena keterbatasan komputer yang tersedia menjadi kendala bagi mahasiswa untuk mempraktekkan membuat media pembelajaran matematika. Bahan ajar yang digunakan dalam perkuliahan media pembelajaran matematika juga terbatas. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development. Penelitian ini pada tahap desain produk. Digital Module for Mathematics Learning Media to improve technology literacy in students of the Mathematics Education Study Program at Pancasakti Tegal University. The solution to learning in the classroom because of the limitations of available computers is an obstacle for students to practice making media for learning mathematics. Teaching materials used in lectures on mathematics learning media are also limited. The research and development method used in this study is Research and Development. This research is at the product design stage.
PENGENDALIAN KUALITAS PADA PRODUKSI TEMPE DI INDUSTRI RUMAHAN SOMBER BALIKPAPAN
SNMIPA Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses produksi tempe lebih didominasi oleh pekerjaan manual mulai dari persiapan bahan hingga penjualan produk. Kualitas produksi ditentukan oleh ketelitian dari setiap proses yang dilakukan. Usaha pengendalian kualitas masih dilakukan secara manual dan sederhana. Pengendalian kualitas pada proses produksi dapat menjaga kualitas tempe yang diproduksi. Penelitian ini dilakukan melalui studi lapangan untuk melihat proses produksi serta wawancara untuk mengumpulkan data. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis menggunakan metode statistka dan pengendalian kualitas. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa kegagalan produk hampir 0% atau nihil karena metode produksi yang diterapkan menggunakan pengendalian kualitas yang ketat. Tempe production process is dominated by manual work ranging from material preparation to product sales. Product quality is determined by the accuracy of every steps in production process. The quality control process is done in manual and simple way. Quality control made a good quality of product. The research was conducted through field studies to look at the production process and interviews to collect data. The data obtained were processed and analyzed using statistical methods and quality control. The results of the analysis obtained show that the product failure is almost 0%, its mean their strict quality control gave a good quality product
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYUSUN RPP DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA YOGYAKARTA
SNMIPA Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatan kemampuan menyusun RPP dengan pendekatan saintifik mahasiswa S1 Pendidikan matematika Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 Siklus. Adapun setiap siklus terdiri dari 4 langkah yang meliputi tahap Planning (perencanaan), Action (Tindakan), Observation (pengamatan), dan Reflecting (Refleksi). Subjek penelitian ini adalah mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta semester 6 Tahun Akademik 2017/1018 pada mata kuliah Kajian Kurikulum sebanyak 36 mahasiswa. Data yang dibutuhkan dalam penelitian dihimpun menggunakan tes dan observasi. Data kuantitatif yang berupa skor tes kemampuan menyusun RPP dianalisis dengan analisis deskriptif dengan menggunakan penilaian acuan patokan.Hasil penelitian yaitu melalui pendekatan saintifik dapat meningkatan kemampuan menyusun RPP mahasiswa S1 Pendidikan matematika Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, peningkatan dapat dilihat dari hasil analisis penilaian penyuisunan RPP yang mengalami peningkatan rata-rata nilai dari 80,97 pada siklus I dan meningkat menjadi 91,53 pada siklus II.
PROFIL PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING
SNMIPA Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang persepsi mahasiswa terhadap model pembelajaran project based learning. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Persepsi mahasiswa dilihat dari tiga aspek yaitu kesiapan, minat, dan profil pembelajaran. Persepsi mahasiswa tentang nilai pembelajaran sains didasari pada pemahaman mahasiswa bahwa pelaksanaan model project based learning meliputi keterlaksanaan metode ilmiah dan sikap ilmiah. Akan tetapi, kepercayaan diri mahasiswa dalam kesiapan pelaksanaan model project based learning pada tingkat cukup. Hal ini terjadi karena mahasiswa belum memiliki kepercayaan diri atas hasil buah pikirannya. Persepsi minat mahasiswa terhadap pelaksanaan model project based learning cukup baik dan persepsi mahasiswa terhadap profil pembelajaran project based learning sangat baik. Persepsi mahasiswa terhadap profil pembelajaran sudah sangat baik, hanya saja pada tahapan penyusunan jadwal masih pada kategori cukup. Penilaian ini terjadi karena sebagian besar mahasiswa sudah menyusun jadwal untuk menyelesaikan proyek, tetapi pada pelaksanaannya kadang tidak dilakukan tepat sesuai dengan waktu yang tertera pada jadwal yang sudah disusun. This article examines student perceptions of the project based learning model. This study uses descriptive quantitative methods. Student perceptions are seen from three aspects, namely readiness, interest, and learning profile. Students 'perceptions of the value of science learning are based on students' understanding that implementing a project based learning model involves the implementation of scientific methods and scientific attitudes. However, student confidence in the readiness to implement a project based learning model at a sufficient level. It is because students do not yet have confidence in the results of their thoughts. The perception of student interest in the implementation of the project based learning model is good and the students' perceptions of the profile of project based learning are very good. Student perceptions of the learning profile have been very good, except that in the stages of preparing the schedule is sufficient. This assessment occurs because most students have compiled a schedule to complete the project, but in its implementation sometimes it is not done exactly according to the time stated on the schedule that has been arranged.
KREATIVITAS MAHAMAHAMAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN PERMASALAHAN PERBANDINGAN LUAS
SNMIPA Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran di sekolah yang mempunyai banyak solusi dalam menyelesaikannya permasalahan dalam soal. Banyak cara dan strategi atau Multiple Solution Tasks (MST) digunakan untuk menyelesaikan permasalah dalam perbandingan luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan berpikir kreatif dengan cara melihat jawaban yang dituliskan oleh mahasiswa. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. penelitian dilakukan di bulan oktober 2018. Subyek penelitian yang digunakan adalah mahamahamahasiswa angkatan 2016 dan 2017. Instrumen penelitian berupa tes tertulis. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa masing masing mahamahamahasiswa mempunyai cara dan strategi sendiri untuk menyelesaikan soal namun mempunyai hasil akhir yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa matematika membutuhkan kreatifitas yang tinggi dan untuk menyelesaikan masalah dalam matematika dapat menggunakan berbagai cara, tidak hanya monoton/mutlak pada cara tertentu. Dari penelitian ini diharapkan dapat mengubah cara berpikir seseorang bahwa tidak hanya terdapat satu cara dalam menyelesaikan masalah dalam matematika. Mathematics is one of the subjects in schools that have many solutions in solving problems in the problem. Many ways and strategies or Multiple Solution Tasks (MST) are used to solve problems in broad comparisons. This study aims to identify the ability to think creatively by looking at the answers written by students. This research was conducted with a qualitative descriptive approach. The study was conducted in October 2018. The research subjects used were students of the 2016 and 2017. The research instruments were written tests. Based on the results of the study shows that each student has his own way and strategy to solve the problem but has the same final result. This shows that mathematics requires high creativity and to solve problems in mathematics can use a variety of ways, not only monotonous / absolute in certain ways. From this research, it is hoped that it can change a person's thinking that there is not only one way to solve problems in mathematics.
KREATIVITAS SISWA DALAM MENGURAIKAN ANGKA YANG BERBEDA KE DALAM JUMLAH YANG SAMA
SNMIPA Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas siswa kelas I SD dalam menguraikan bilangan ke dalam berbagai bentuk jumlahan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah lima siswa kelas I SD di Kampung Karangwaru Lor. Instrumen yang digunakan berupa tes tertulis dalam bentuk Lembar Kerja Siswa (LKS). Data penelitian disajikan, dianalisis, dibahas, dan disimpulkan secara deskriptif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa siswa kelas I SD dapat menguraikan bilangan ke dalam berbagai bentuk jumlahan. Berdasarkan analisis data dari penelitian tersebut, hanya seorang siswa yang mampu menguraikan bilangan ke dalam berbagai bentuk jumlahan dengan menggunakan sifat komutatif pada penjumlahan. Seorang siswa lainnya dapat menguraikan bilangan ke dalam berbagai bentuk jumlahan secara sistematis, dimulai dari bilangan satu. Tiga siswa lainnya menguraikan bilangan secara acak dengan mengambil bilangan yang selisihnya tidak jauh berbeda tanpa menggunakan pola tertentu yang melibatkan sifat komutatif pada penjumlahan. This study aims to determine the creativity of first grade students in describing numbers into various forms of sums. This research was conducted using qualitative descriptive method. The subjects in this study were five first grade elementary school students in Karangwaru Lor Village. The instruments used are written tests in the form of Student Worksheet. Research data is presented, analyzed, discussed, and concluded descriptively. Based on the research that has been done, it is obtained the results that elementary school students in grade 1 can describe numbers into various forms of sums. Based on the analysis of the data from the study, only a student is able to decipher numbers into various forms of sums by using commutative properties in addition. Another student can systematically describe numbers into various forms, starting with number one. The other three students describe numbers randomly by taking numbers whose difference is not much different without using a specific pattern that involves commutative properties in addition.
KREATIVITAS SISWA KELAS IV MEMAHAMI REPRESENTASI VISUAL PECAHAN DALAM BENTUK BANGUN DATAR
SNMIPA Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses produksi tempe lebih didominasi oleh pekerjaan manual mulai dari persiapan bahan hingga Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara berpikir kreatif siswa dalam memahami representasi visual pecahan pada bangun datar. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Instrumen yang digunakan yaitu tes kemampuan berpikir kreatif matematis yang melalui soal tes pecahan. Soal tes yang diberikan berupa tes tertulis materi pecahan pada bangun datar. Sampel penelitian adalah siswa kelas IV SD sebanyak 10 siswa yang diambil secara random di Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data, mengolah data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kreatif matematis dari 10 siswa kelas IV SD Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo yaitu sebanyak 1 siswa yang memiliki kreativitas pada kategori sangat baik, 4 siswa memliki kreativitas baik, 3 siswa yang memliki kreativitas cukup dan 2 siswa memiliki kreativitas kurang. Secara umum, dari keempat aspek kreativitas siswa kelas IV SD di Kecamatan Kalibawang Kabupaten Kulon Progo dalam memahami representasi visual pecahan pada bentuk bangun datar lebih dominan pada aspek kelancaran sedangkan masih sangat kurangnya kreativitas siswa pada aspek keluwesan. This study aims to determine the creative thinking of students in understanding the visual representation of fractions on a flat wake. The method of this research is qualitative research. The instrument used is a test of mathematical creative thinking skills through fraction test questions. Test questions are given in the form of written tests of fraction material on a flat wake. The study sample was 10 elementary school students in the grade of 10 students taken randomly in Kalibawang District, Kulon Progo Regency. Data analysis techniques are done by collecting data, processing data, presenting data, and drawing conclusions. The results showed mathematical creative thinking skills of 10 fourth grade students of SD Kalibawang Subdistrict, Kulon Progo Regency. There were 1 student who had creativity in a very good category, 4 students possessed good creativity, 3 students possessed sufficient creativity and 2 students had less creativity. In general, from the four aspects of creativity of grade IV elementary school students in Kalibawang Subdistrict Kulon Progo Regency in understanding the visual representation of fractions in a flat shape, it was more dominant in aspects of fluency while there was still a lack of students' creativity in aspects of flexibility.