cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA Kolaborasi
ISSN : -     EISSN : 26850494     DOI : -
Core Subject : Education,
Pada tahun 2016, FMIPA Universitas Negeri Semarang bersama dengan UIN Walisongo, menggagas terselenggaranya Seminar Nasional Bersama (dalam perkembangannya disebut dengan SNMIPA Kolaborasi). Pada tahun-tahun berikutnya, gagasan tentang seminar kolaborasi tersebut berkembang dan bergabunglah Universitas Tidar (UNTIDAR) Magelang, Universitas Muria Kudus (UMK), dan Universitas Pancasakti (UPS) Tegal. Publikasi naskah hasil kegiatan SNMIPA kemudian dirangkum dalam sebuah Prosiding Seminar Nasional MIPA Kolaborasi. eISSN: 2685-0494.
Articles 70 Documents
KEBIASAAN BURUK PARA PENGUNYAH SIRIH
SNMIPA Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan mengunyah sirih sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak lampau. Bahan menyirih selalu disediakan oleh tuan rumah dalam acara yang bersifat kekeluargaan maupun kegiatan adat. Masyarakat percaya menyirih dapat memperkuat gigi, mengobati gigi yang sakit, menyembuhkan luka kecil di mulut serta menghilangkan bau mulut. Kepercayaan tersebut didasarkan pada kandungan dalam bahan menyirih. Meskipun demikian, menyirih juga memiliki dampak negatif yang diperparah oleh kebiasaan buruk para pengunyah sirih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kebiasaan buruk para pengunyah sirih. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan observasi terhadap para pengunyah sirih di Desa Genito. Penelitian ini melibatkan 4 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pengunyah sirih kurang memperhatikan kebersihan gigi dan mulut serta membuang residu menyirih sembarang tempat. Betel chewing has been known by the people of Indonesia since long ago. The material used for betel chewing is always provided by the host in a family or customary event. People believe that chewing betel can strengthen teeth, treat diseased teeth, heal small wounds in the mouth and eliminate bad breath. That belief is based on active compounds in the material used for betel chewing. Even so, Betel chewing also has a negative impact that is compounded by the bad habits of betel chewers. The purpose of this study is to describe the bad habits of betel chewers. This research is a descriptive qualitative research. Data collection techniques are interviews and observations of betel chewers in Genito Village. This study involved 4 respondents. The results showed that the betel chewers paid less attention to dental and oral hygiene. The betel chewers also threw away the betel residues carelessly.
PEMANFAATAN PETAI (PARKIA SPECIOSA) SEBAGAI THE HERBAL ANTIOKSIDAN TINGGI
SNMIPA Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Petai (ParkiaSpeciosa) dikenal dengan tanaman yang memilik ikandungan senyawa yang berkhasiat menjaga kesehatan. Tujuan penelitian ini dalah untuk mengetahui cara lain mengkonsumsi dan menyimpan petai dengan kandungan senyawa antioksidan yang tetap terjaga kasiatnya. Tahapan penelitian ini dimulai dengan memilih petai yang baik dan mengolahnya dengan caradikukus untuk pengawetan tanpa bahan kimia. Petai kemudian dikering anginkan dan dihaluskan. Petai yang digunakan adalah kulit dan biji, sehingga tidak ada limbah yang terbuang. Hasil uji petai kukus yang sudah menjadi serbuk the memiliki kadar antioksidan 70,58% mg/mL dan kadungan tanin yang bermanfaat menangkal radikal bebas. Petai (ParkiaSpeciosa) is known as a plant that contains compounds that have the efficacy of maintaining health. The purpose of this study is to find out other ways to consume and store petai with antioxidant compounds that are still preserved. The stages of this research began by selecting a good petai and processing it by steaming for preservation without chemicals. Petai is then air dried and mashed. Petai used are skin and seeds, so that no waste is wasted.The results of steamed petaithat have become tea powder have antioxidant levels of 70.58% mg/mL and tannin content that is useful to ward off free radicals.
IDENTIFIKASI EKTOPARASIT IKAN DI SUNGAI ELO MAGELANG, JAWA TENGAH
SNMIPA Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ektoparasit merupakan parasit yang hidup menumpang pada permukaan luar tubuh inang atau di dalamliang-liang kulit ikan sehingga dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan ikan. Penelitian inibertujuan untuk mengidentifiksi ektoparasit ikan di Sungai Elo Magelang, Jawa Tengah. Sampel ikanyang diamati diambil dari dua lokasi yang berbeda, lokasi pertama terletak di bawah jembatan jalanraya Magelang-Salatiga dan lokasi kedua di daerah Mejing, Candimulyo. Pada dua lokasi tersebutdiambil masing-masing 3 sampel ikan dengan menggunakan alat tangkap seser. Jenis ikan yangdigunakan sebagai sampel adalah wader (Barbodes binotatus), nila (Oreochromis niloticus), cetol(Poecilia reticulata), dan nilem (Osteochilus vittatus). Metode scraping digunakan pada penelitian inidan data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif. Bagian tubuh ikan yang diamati adalah sisik, sirip,dan insang. Keragaman yang diperoleh dari penelitian ini berupa ektoparasit dengan jenis Tetrahymena,Trichodina sp., Microsporidians, Ichthyophthirus multifiliis, Tricophyra, Piscinoodinium, Myxozoans,Dactylogyrus sp., dan Metacercariae. Jenis ektoparasit paling banyak ditemukan pada organ insang. Ektoparasites are parasites that live on the outer surface of the host body or in fish skin burrows so thatthey can improve the growth and growth of fish. This study aims to identify fish ectoparasites in the EloRiver, Magelang, Central Java. Fish samples were taken from two different locations, the first locationwas the Magelang-Salatiga road bridge and the second location was the Mejing area, Candimulyo. fishsamples were taken using a seser fishing gear. The types of fish used as samples are waders (Barbodesbinotatus), tilapia (Oreochromis niloticus), cetol (Poecilia reticulata), and nilem (Osteochilus vittatus).The scraping method was used in this study and the data obtained were analyzed descriptively. Fishbody parts that are rotated are scales, fins, and gills. The diversity obtained from this study consistedof ectoparasites with the types of Tetrahymena, Trichodina sp., Microsporidians, Ichthyophthirusmultifiliis, Tricophyra, Piscinoodinium, Myxozoans, Dactylogyrus sp. , Metacercariae.The mostcommon type of ectoparasite is found in the gills
PERBANDINGAN KERUSAKAN DAN TINGKAT KESTRESAN IKAN ARWANA SILVER, IKAN KOI (cyprinus carpio), DAN IKAN KOMET (carassius auratus auratus) TERHADAP ALAT TANGKAP JARING BIASA DENGAN JARING BERPRINSIP PLANKTON NET
SNMIPA Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percobaan eksperimental dengan membandingkan penggunaan jaring berprinsipplankton net dan jaring biasa yang dilakukan pada bulan Agustus sampai September2019 bertempat di Laboratorium Universitas Tidar dengan menggunakan percobaan tiga ikan yaitu ikan Arwana, ikan Koi, dan ikan Komet. Percobaan dilakukan untukmembandingkan antara jaring berprinsip plankton net dengan jaring biasa terhadapkerusakan fisik ikan dan tingkat stres. Jaring berprinsip plankton net tidak terjadikerusakan fisik dan hanya mengalami tingkat stres rendah. Setelah dilakukan percobaan dapat disimpulkan bahwa jaring berprinsip plankton net lebih efektif digunakan karena mengurangi kerusakan fisik dan stress ikan dengan penggunaannya yang praktis dan dapat dikemas secara langsung. Experimental experiments comparing the use of plankton net and ordinary net principles carried out in August to September 2019 took place at the Tidar University Laboratory using three fish experiments, namely Arowana fish, Koi fish, and Comet fish. Experiments were conducted to compare between plankton net principle and ordinary net against fish physical damage and stress level. Plankton net principle does not occur physical damage and only experiences low stress levels. After conducting the experiment it can be concluded that the plankton net principle is more effective to use because it reduces the physical damage and stress of fish with its practical use can be packaged directly.
ANALISIS ISI USUS DAN LAMBUNG UNTUK MENENTUKAN FOOD AND FEEDING HABIT IKAN KEPEK SIRIP KUNING(Puntius marginatus)
SNMIPA Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan kepek (Puntius marginatus) adalahsalah satu sumberdaya perikanan yang memiliki potensi ekonomis di Magelang. Penelitian analisis isi usus dan lambung dapat memberikan informasi dasar untuk menjaga kelestarian populasi ikan kepek. Penelitian analisis isi usus dan lambung ikan kepek di aliran sungai Elo Magelang dilakukan pada bulan September 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis plankton pada isi usus dan lambung pada ikan kepek. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan kepek adalah jenis ikan herbivor karena pada pengamatan jenis plankton yang ditemukan didominasi oleh fitoplankton. Kepek fish (Puntius marginatus) is one of the fishery resources that has economic potential in Magelang. Research into the analysis of the contents of the intestine and stomach can provide basic information to maintain the sustainability of the population of fish flakes. Research on the analysis of the contents of the intestines and stomach of the flat fish in the Elo Magelang river was conducted in September 2019. The purpose of this study was to determine the type of plankton in the intestinal and stomach contents of the flat fish. The method used in this study is a survey method. The results showed that the flat fish was a type of herbivorous fish because observations of the type of plankton found were dominated by phytoplankton.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS BLENDED LEARNING MENGGUNAKAN MEDIA WHATSAPP UNTUK MENINGKATKAN SELF DIRECTED LEARNING MAHASISWA
SNMIPA Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan peneliti ini adalah untuk mengetahui apakah implementasi pembelajaran berbasis blended learning menggunakan whatsapp dapat meningkatkan self directed learning mahasiswa, mengubah mindset mahasiswa mengenai pentingnya self directed learning yaitu dengan tidak hanya mengandalkan pembelajaran tatap muka di kelas. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian adalah Classroom action research model McKernan diadopsi dalam penelitian ini sebagai metode penelitian yang berisi tujuh tahapan yaitu penjabaran masalah, assessment kebutuhan, hipotesis gagasan, action plan, implementasi rencana, evaluasi dan keputusan-keputusan. Tahapan tersebut dilaksanakan setidaknya dalam dua siklus tindakan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, anecdotal record, dan self assessment. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menarasikan setiap hasil analisa data yang telah dilakukan reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Berdasar penelitian yang sudah di laksanakan dapat di simpulkan bahwa mahasiswa mereka menjadi lebih siap dalam menerima pembelajaran, kesan teratur dan pendewasaan diri terlihat pada pembelajaran ini. Mahasiswa menjadi dapat mengontrol banyaknya pengalaman belajar yang terjadi dan dimiliki, perkembangan keahlian dan wawasan serta mengkaitkan materi satu sama lainnya, dapat mengubah diri pada kinerja/performansi yang paling baik, manajemen diri mahasiswa, dan motivasi diri dan penilaian diri. Hal ini sesuai dengan tujuan dari Self Directed Learning. The aim of this researcher is to find out whether the implementation of blended-learning based learning using WhatsApp can improve college student self directed learning, change students' mindset about the importance of self directed learning by not only relying on face-to-face learning in class. This research uses the type of research is Classroom action research model McKernan adopted in this study as a research method that contains seven stages, namely problem description, needs assessment, hypothesis ideas, action plans, implementation plans, evaluations and decisions. The stages are carried out in at least two cycles of action. Data collection was carried out by observation, interview, anecdotal record, and self assessment techniques. The data analysis technique used is descriptive qualitative by narrating each of the results of data analysis that has been carried out reduction, presentation and conclusion drawing. Based on the research that has been carried out, it can be concluded that their students are better prepared in accepting learning, an organized impression and self-maturity are seen in this learning. Students become able to control the amount of learning experiences that occur and have, the development of expertise and insight as well as linking materials with each other, can change themselves to the best performance / performance, student self-management, and self-motivation and self-assessment. This is in accordance with the objectives of Self Directed Learning.
NISBAH KELAMIN DAN POLA PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DAN IKAN SEPAT RAWA (Trichopodus tricopeterus) BERDASARKAN HASIL TANGKAPAN DI SUNGAI ELO, MAGELANG
SNMIPA Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Elo merupakan salah satu Sungai terbesar kedua yang terdapat di Magelang. Sungai Elo mempunyai peranan penting dalam menopang kehidupan sehari-hari juga digunakan sebagai tempat rekreasi, tempat memancing, dan tempat wisata air lainnya. Ekosistem Sungai Elo terbilang cukup baik dibuktikan dengan keberagaman spesies ikan, salah satunya ikan Nila dan ikan Sepat Rawa. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2019 di sungai Elo, Magelang. Metode yang digunakan yaitu purposive sampling. Identifikasi ikan dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Tidar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nisbah kelamin ikan sepat jantan:betina adalah 1 : 4, sedangkan pada ikan nila 1:2.
TEKNIK BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Caulerpa racemosa) DENGAN METODE SEBAR DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU JEPARA, JAWA TENGAH
SNMIPA Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumput laut latoh (Caulerpa racemosa) merupakan kelompok alga yang banyak mengandung antioksidan dan mampu menangkal radikal bebas karena mengandung asamfolat, tiamin, dan asam askorbat. Ketersediaan latoh masih banyak bergantung pada alam dan belum banyak dibudidayakan secara baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mengamati, melakukan dan menganalisis secara langsung teknik budidaya dan proses penanaman rumput laut latoh (C.Racemosa) dengan metode sebar di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara, Jawa Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2019. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan permodelan sistem yang didasarkan pada analisis produksi rumput laut budidaya rumput laut latoh (C. racemosa). Budidaya rumput laut latoh (C.racemosa) dipengaruhi oleh beberepa parameter, yaitu parameter fisika (suhu dan kecerahan), dan parameter kimia (pH, salinitas, DO, NO3, PO4). Hasil penelitian menunjukkan laju pertumbuhan harian rumput laut latoh (C.Racemosa) pada bobot awal 10 gr dengan metode sebar nilai yang didapatkan 2,63 %, dengan suhu (27-31oC), Kecerahan (29-33 cm), pH (9), Salinitas (31-35 ppt), DO (5-11 ppm), NO3 (0 mg/L), PO4 (0,003-0,019 mg/L). Latoh seaweed (Caulerpa racemosa) is a group of algae that contains many antioxidants and is able to ward off free radicals because they contain acid, thiamine, and ascorbic acid. Latoh availability still depends a lot on nature and has not been well cultivated. This study aims to study, discuss, conduct and analyze directly the cultivation techniques and the process of planting seaweed (C. Racemosa) with the scatter method at the Central Brackish Aquaculture Fisheries in Jepara, Central Java. This research was conducted in July-August 2019. Data analysis in this study uses a system modeling approach based on the analysis of latoh seaweed production (C. racemosa). Latoh seaweed cultivation (C.racemosa) is influenced by several parameters, namely physical parameters (temperature and brightness), and chemical parameters (pH, salinity, DO, NO3, PO4). The results showed the daily growth rate of latoh seaweed (C.Racemosa) at an initial weight of 10 gr with the scatter method obtained 2.63%, temperature (27 -31oC), Brightness (2933 cm), pH (9) , Salinity (31-35 ppt), DO (5-11 ppm), NO3 (0 mg / L), PO4 (0.003 -0.019 mg / L).
PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP SISWA SMP PADA MATERI PENGUKURAN
SNMIPA Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penguasaan konsep siswa SMP pada materi pengukuran. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP kelas VII tahun ajaran 2019/2020. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam hal penguasaan konsep pada materi pengukuran. Hal ini ditunjukkan dengan hasil belajar siswa yang masih rendah dengan rata-rata nilai siswa 66,94 pada siklus I, dilanjutkan pada siklus II mencapai 86,13. Jadi, penguasaan konsep siswa pada materi pengukuran meningkat yang ditunjukkan adanya peningkatan dilihat dari hasil observasi dan nilai hasil belajar. This study aims to determine the level of mastery of the concept of junior high school students in the measurement material. The subjects in this study were seventh grade junior high school students in the 2019/2020 school year. This research is a classroom action research. Data collection techniques using observation and student learning outcomes. The results showed that students had difficulty in mastering concepts in the measurement material. This is indicated by the student learning outcomes that are still low with an average student score of 66.94 in the first cycle, followed in the second cycle reaching 86, 13. So, mastery of student concepts in the measurement material increased as indicated an increase seen from the results of observation and the value of learning outcomes.
Analisis Integrasi Elastic Net pada Self-Organizing Map untuk penyelesaian Travelling Salesman Problem
SNMIPA Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Konsorsium Fakultas MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam persoalan TSP Ketika jumlah kota semakin besar maka algoritme deterministik sudah tidak efektif lagi. Untuk persoalan dengan ruang pencarian yang sangat besar diusulkan metode berbasis probabilistik salah satunya adalah ANN (Artificial Neural Network), ANN terinspirasi oleh fenomena biologi dan alam, salah satunya adalah SOM (Self-Organizing Maps) atau bisa juga dikenal sebagai topological preserving map, Kohonen Feature Map berbasiskan pada unsupervised learning atau pembelajaran tak terawasi. Algoritma SOM dalam penelitian dimodifikasi untuk mempercepat proses konvergensi saat proses adaptasi dan learning, Dengan kata lain, disetiap iterasi terjadi proses pembaruan guna mendapatkan neuron dengan bobot paling dekat yang dapat merepresentasikan vector, permasalahan TSP yang diselesaikan dalam penelitian ini adalah TSP Cycle. In TSP, when the number of cities grows larger, determining algorithms is no longer effective. To deal with big search spaces, it is suggested to apply probability base methods, one of which is ANN (Artificial Neural Network). The emergence of ANN was first inspired by one of biological and natural phenomena which was SOM (Self-Organizing Maps) or topological preserving map. Kohonen Feature Map is based on unsupervised learning. To be able to be applied in research, SOM algorithm is modified to accelerate convergence processes during adapting and learning processes. In other words, in each iteration process, regeneration processes to obtain neurons with the most intended mass. TSP problem that can be solved in this research is TSP Cycle.