cover
Contact Name
Achmad Afandi
Contact Email
Triwikrama325@gmail.com
Phone
+628123230129
Journal Mail Official
triwikrama325@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tutut Arjowinangun No 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Published by CV. SW Anugerah
ISSN : 29881986     EISSN : 29881986     DOI : -
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Triwikrama Journal uses a license CC-BY-SA or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly works. This license permits anyone to compose, repair, and make derivative creation even for commercial purposes, as long as appropriate credit and proper acknowledgment to the original publication from Journal Sospol is made to allow users to trace back to the original manuscript and author. Readers are also granted full access to read and download the published manuscripts, reprint, and distribute the manuscript in any medium or format
Articles 1,311 Documents
OPTIMALISASI PEMENUHAN HAK ANAK DALAM KELUARGA DI LINGKUNGAN PROSTITUSI Rangga Kusumawardhana
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjis.v1i3.168

Abstract

Prostitusi merupakan fenomena sosial yang kompleks dan memiliki dampak negatif terhadap masyarakat, termasuk anak – anak yang tinggal di sekitar lingkungan prostitusi. Anak – anak dalam keluarga yang tinggal di lingkungan prostitusi seringkali menghadapi berbagai tantangan dalam pemenuhan hak – hak mereka. Optimalisasi pemenuhan hak anak dalam keluarga yang tinggal di lingkungan prostitusi menjadi sangat penting untuk melindungi dan memastikan kesejahteraan tumbuh kembang mereka. Beberapa faktor hambatan yang mempengaruhi pemenuhan hak anak dalam keluarga di lingkungan prostitusi diantaranya faktor lingkungan, faktor keluarga, dan faktor pemerintah. Maka dari itu, untuk mengoptimalkan pemenuhan hak anak dalam keluarga di lingkungan prostitusi itu dengan beberapa langkah, diantaranya dengan Pertama, peningkatan kesadaran, terutama keluarga yang terlibat dalam prostitusi serta tentang pentingnya pendidikan dan perlindungan anak. Kedua, Peningkatan akses, dengan memastikan akses yang lebih baik terhadap fasilitas pendidikan dan kesehatan reproduksi bagi anak – anak yang tinggal di sekitar lokasi prostitusi. Ketiga, Kerjasama antar lembaga pemerintah, lembaga perlindungan anak, dan lembaga pendidikan untuk memastikan pemenuhan hak anak yang optimal dalam keluarga yang tinggal di lingkungan prostitusi. Keempat, Melakukan program rehabilitasi sosial dan pemulihan anak untuk membantu mereka mengatasi dampak negatif yang dialami akibat tinggal di lingkungan prostitusi. Dengan demikian maka upaya pemenuhan hak anak dalam keluarga di lingkungan prostitusi akan tercapai secara maksimal
PERLINDUNGAN PEKERJA ANAK: TANTANGAN DAN UPAYA DARI SUDUT PANDANG HAK ASASI MANUSIA Maulana Ihsyan Azwar
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjis.v1i3.169

Abstract

Perlindungan Pekerja Anak merupakan isu penting dalam konteks hak asasi manusia yang melibatkan tantangan kompleks. Artikel ini mengeksplorasi berbagai aspek terkait perlindungan pekerja anak, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi pekerjaan anak, dampaknya terhadap hak asasi manusia, serta upaya-upaya yang telah dan sedang dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Dari sudut pandang hak asasi manusia, artikel ini menyajikan pemahaman mendalam tentang perlindungan pekerja anak sebagai upaya penting dalam melindungi hak-hak dasar anak-anak dan mendorong perubahan positif dalam kehidupan mereka.
HAK ASASI MANUSIA DAN KEADILAN SOSIAL DALAM HUBUNGAN KERJA Azzahra Citra Larasati
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjis.v1i3.172

Abstract

Hak asasi manusia merupakan seperangkat hak yang melekat pada alam dan eksistensi manusia sebagai makhluk tuhan yang maha esa pemberiannya harus dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara hukum dan pemerintahan, dan semua orang untuk kehormatan dan perlindungan harga diri manusia. Oleh karena itu, manusia adalah makhluk tuhan yang maha esa.selesaikan tugasmu dan pelihara alam semesta dengan penuh pengabdiandan tanggung jawab atas kebahagiaan manusia dan hak asasi manusiamerupakan hak asasi manusia yang mendasar bersifat universal dan abadi dan oleh karena itu harus dilindungi, dihormati,dipertahankan dan tidak boleh diabaikan, dikurangi atau ditarik kembali. Hak pekerjaan dan hak atas pekerjaan adalah hak asasi manusia.melindungi dan menghormati hak-hak ini penting untuk dilakukan mencapai taraf hidup yang layak.pendapatan tenaga kerja harus tersedia dengan baik, sehingga berdampak positif pada keberlanjutan hidup dan tanpa diskriminasi. Kemanfaatan umum harus dicari dan dibangun oleh negara sebagai kebutuhan mutlak yang menunjang tercapainya kesejahteraan masyarakat itu. Konon katanya, seseorang akan sejahtera jika tidak lagi mengalami kelaparan. Kemiskinan, kecemasan tentang masa depan, ketakutan dan penindasan, diperlakukan secara adil, merasa aman, dan mampu hidup sesuai cita-cita dan nilai-nilainya, kebebasan untuk mencapai tujuan pribadi dan sosial.dan mungkin kembangkan keterampilan dan kreativitas anda.
Kesulitan Kebebasan Berpendapat Kelompok LGBT di Indonesia Menurut Teori Utilitarianisme Jeremy Bentham Khadafi Wijaya Wijaya
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjis.v1i4.175

Abstract

Freedom of opinion is something that should be free in our social environment in order to implement aspects of human rights. There are no exceptions on the subject of Human Rights, just that in reality not everyone who fights for freedom of opinion gets what they desire. Freedom of opinion does not always mean freedom, there are environmental aspects when freedom of opinion is upheld, as in the case with LGBT groups in Indonesia. Indonesia itself has a majority Muslim population, which rejects the existence of LGBT. With a majority vote, Jeremy Bentham's theory of utilitarianism can be applied in order to calculate pain and pleasure to gain benefits from the phenomenon of LGBT voices.
IMPLEMENTASI AGILE GOVERNANCE PADA BUMDESA TRI GUNTING (Studi Di Desa Gunting Kecamatan Sukorejo) Fuad Azim; Aminullah
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjis.v1i3.176

Abstract

BUMDesa merupakan suatu badan yang diciptakan untuk menambah pendapatan asli desa serta untuk mewujudkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa melalui unit usaha yang dibangun oleh BUMDesa sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat desa. Dalam PP 11 Tahun 2021 Tentang BUMdesa, BUMDesa harus ada di setiap Desa sebagai upaya untuk menggali potensi yang ada di Desa untuk mewujudkan kesekahteraan ekonomi desa dan menambah pendapatan asli desa. Akan tetapi kebanyakan Desa membuat BUMDes hanya sebagai formalitas. Adapun masalah lainnya terkait akses dalam menuju unit usaha BUMDesa masih sulit untuk dijangkau. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Implementasi agile governance Pada BUMDesa tri gunting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya BUMDesa masyarakat memiliki pekerjaan, dan pendapatan asli desa juga bertambah, akan tetapi akses pada unit usaha BUMDesa masih belum ada pembangunan dan modal dari Desa sehingga akses menuju BUMDes sulit dijangkau.
EKSISTENSI KOMUNITAS PENGGUNA VESPA KLASIK KANAN BERSUARA DI KOTA DENPASAR Ellen Aprillia Theliana; I Wayan Suwena; I Nyoman Suarsana
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjis.v1i3.177

Abstract

Fenomena yang menjadi ketertarikan penulis untuk meneliti permasalahan ini adalah bagaimana mereka mempertahankan eksistensi Vespa klasik di tengah era modernisasi, di saat Vespa klasik telah berinovasi ke Vespa matic. Tujuan melakukan penelitian ini, yaitu sebagai berikut: (1) Faktor pengaruh yang melatarbelakangi bergabung dengan komunitas pengguna Vespa klasik Kanan Bersuara di Kota Denpasar dan (2) bentuk kegiatan yang dilakukan oleh komunitas pengguna Vespa klasik Kanan Bersuara di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis fenomenologi interpretatif. untuk mendapatkan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu teori interaksionisme simbolik dari Herbert Blumer dan teori gaya hidup dari David Chaney. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik penentuan informan, yaitu teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Pertama, yang melatarbelakangi para anggota bergabung dengan komunitas pengguna Vespa klasik Kanan Bersuara di Kota Denpasar karena komunitas menjadi wadah yang memfasilitasi pertemanan, ekspresi minat bersama, dan peluang mendapatkan pengalaman sosial yang luas. Keseluruhan proses ini mencerminkan pentingnya dinamika sosial dan budaya dalam pembentukan dan perkembangan komunitas yang relevan dengan minat tertentu. Kedua, bentuk kegiatan yang dilakukan komunitas pengguna Vespa klasik Kanan Bersuara di Kota Denpasar, yaitu nongkrong, touring, dan event komunitas Vespa. Gaya hidup komunitas pengguna Vespa klasik Kanan Bersuara dapat dilihat dari tujuan memiliki Vespa, modifikasi Vespa, dan menggunakan Vespa klasik sebagai motor harian.
TATA KELOLA BADAN USAHA MILIK DESA DALAM PERSPEKTIF KELEMBAGAAN (STUDI DI DESA BAKALAN KECAMATAN PURWOSARI) Sony Rizal; Rossa Ilma Silfiah
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjis.v1i4.178

Abstract

Penelitian ini mengkaji tengtang tatakelolala badan usaha milik desa dalam perspektif kelembagaan untuk mengetahui tentang tatkelola yang ada di Bumdes bakalan bangkit dalam perpektif kelembagaan Adapun indikator yang digunakan adalah menggunakan teori institusional (scoot 2008) yaitu regulative,normative,culture congnitif Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui bagaiman penerapan Tata Kelola badan usaha milik desa di desa Bakalan dalam perspektif kelembagaan dan juga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat penerapan tatakelola badan usaha milik desa dalam perspektif kelembagaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data Miles Huberman (1992) yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan tatkelola badan usaha milik desa Bakalan sudah menerapkan dari tiga indikator yaitu regulatif, normativ dan culture congnitif. Lalu faktor penghambat dari dalam tata kelola BUM Desa tersebut hanya dalam struktur birokrasi yang sedikit tumpeng tindih dalam hal pembagian tugas atau jabatan dan juga sumber daya yang masih kurang untuk menunjang dalam penerapan tatakelola yang baik.Sedangkan faktor pendukung dari tata kelola BUM Desa diantaranya adalah dalam hal komunikasi, sumber daya dan sikap pelaksana, dari analisis peneliti mendapatkan hasil bahwa 3 faktor tersebut yang menjadi penunjang dan pendukung dalam penerapan dalam tata kelola BUM Desa Bakalan Bangkit.
MENGOPTIMALKAN MODAL MANUSIA: STRATEGI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA YANG EFEKTIF UNTUK PERTUMBUHAN ORGANISASI YANG BERKELANJUTAN Dian Sudiantini; Achmad Zidane; Daniel
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjis.v1i4.180

Abstract

Dalam era bisnis yang cepat berubah dan kompetitif, strategi manajemen sumber daya manusia yang efektif menjadi kunci bagi pertumbuhan organisasi yang berkelanjutan. Pentingnya memanfaatkan inovasi, keberlanjutan lingkungan, serta etika dan tanggung jawab sosial dalam manajemen SDM menjadi perhatian utama bagi organisasi yang ingin tetap relevan dan kompetitif di pasar global. Penelitian ini kemudian bertujuan untuk melihat bagaimana implementasi strategi manajemen sumber daya manusia yang berfokus pada inovasi, keberlanjutan, dan etika dapat membantu organisasi mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan mengumpulkan data melalui studi pustaka dan analisis konten dari berbagai sumber yang relevan. Hasil dari penelitian ini kemudian menemukan bahwa strategi manajemen sumber daya manusia yang berbasis inovasi dan keberlanjutan membantu organisasi dalam memaksimalkan potensi sumber daya manusia dan menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan berkelanjutan. Selain itu, penerapan etika dan tanggung jawab sosial dalam pengambilan keputusan SDM menjadi pilar utama dalam menciptakan budaya organisasi yang berintegritas. Dengan menerapkan pendekatan strategis ini, organisasi dapat mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan mempertahankan.
PERKAWINAN BEDA AGAMA PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA Zuhal Zuhal
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjis.v1i4.181

Abstract

Kehadiran Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan tidak sepenuhnya memberikan perlindungan hukum yang memadai dalam berbagai situasi pernikahan, terutama yang berkaitan dengan perkawinan beda agama di Indonesia. Meskipun pernikahan ini sah menurut hukum agama yang berlaku, Hak Asasi Manusia mengakui kebebasan individu untuk menikah dan memilih keyakinan agama sebagai hak dasar yang tidak dapat dicampuri oleh pihak manapun. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan regulasi pernikahan beda agama di Indonesia serta mengkaji konsekuensi logisnya dari perspektif HAM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa undang-undang perkawinan saat ini belum memberikan kejelasan yang cukup bagi pasangan yang memutuskan untuk menikah beda agama. Terdapat ketidakjelasan dalam norma yang mengatur pernikahan beda agama, dan terjadi konflik norma yang berkaitan dengan sahnya pernikahan sehubungan dengan kebebasan beragama. Pernikahan beda agama juga dianggap diskriminatif karena agama merupakan hak dasar yang dijamin oleh Undang-Undang dan tidak boleh dicampuri. Dengan demikian, fenomena ini berdampak pada salah satu pihak yang harus mengikuti agama pasangannya. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan melakukan evaluasi terhadap efektivitas regulasi pernikahan di Indonesia dan melakukan harmonisasi hukum untuk menghindari kekosongan, ketidakjelasan, atau konflik norma yang terkait dengan pernikahan.
TEKNOLOGI TERHADAP PRIVASI DAN HAM Naida Maharani Khomsah; Ali Maskur
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjis.v1i4.182

Abstract

Teknologi mengubah kehidupan manusia yang begitu pesat karena kemajuan yang sangat signifikan, namun pesatnya kemajuan ini memungkinkan berdampak dan membawa tantangan baru yang besar terhadap privasi dan hak asasi manusia (HAM) dalam hal positif maupun negative, oleh karena itu hal tersebut harus di perhatikan untuk hal yang lebih serius lagi terlebih bahwa data pribadi seharusnya dirahasiakan dan pengguna mewajibkan menjaga data tersebut dari awal mendapatkannya untuk mencegah hal yang tidak seharusnya terjadi. Terdapat sanksi tindak pidananya jika seseorang melakukan tindak kejahatan menyalahgunakan data privasi seseorang untuk kepentingan dirinya sendiri. Terdapat pada Undang-undang dari pasal 28G ayat (1) Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 bahwa setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. Penelitian ini memberikan Pengetahuan mendalam mengenai bagaimana teknologi berinteraksi dengan privasi dan HAM, melihat pentingnya pengertian yang seimbang dan berkelanjutan terhadap perkembangan Teknologi di era yang maju.

Page 5 of 132 | Total Record : 1311


Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 11 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 10 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 6 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 5 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 4 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 9 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 8 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 7 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 11 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 6 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 12 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 11 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 10 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 9 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 7 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 6 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 4 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 9 (2021): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial More Issue