cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, Kota Bandar Lampung 52473
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Mental Health Concerns
ISSN : 29645042     EISSN : 29645034     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian dibidang kesehatan jiwa meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, maupun kelompok rentan. Penelitian kesehatan jiwa susuai tren kekinian.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2024): October Edition 2024" : 6 Documents clear
Asuhan keperawatan komplementer perasan air kunyit untuk mengatasi nyeri pada penderita gastritis Hidayat, Taufiq; Yulendasari, Rika; Chrisanto, Eka Yudha
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2024): October Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v3i1.418

Abstract

Background: Gastritis is inflammation that occurs in the gastric mucosa, which is caused by alcohol, nicotine products, caffeine, foods that are too spicy and sour, coffee, stress, foods with rough textures, very high temperatures and foods that have been contaminated by Helicobacter pylori bacteria ( H. Pylori). which is still a problem in Indonesia, there are 33,580 new cases in 2021 and in Lampung province there are 1,483 sufferers in 2022, especially in Lempasing village in 2022. Purpose: Complementary Therapy Nursing Care with Squeezed Turmeric Juice to Overcome Pain in Gastritis Sufferers in Lempasing Village, Lampung Province in 2024. Method: This writing uses a quasi-experimental method. This research design uses a one group pre test - post test design with 3 respondents. The instruments used were the SOP for applying turmeric juice therapy to reduce pain in gastritis patients, and an observation sheet. Results: based on the data, there was a decrease in the pain scale scores for the three respondents. The results of this research show, among others: Mrs. I, Mrs. B and Mrs. S from the initial assessment with a pain scale value of 06 which decreased to 0 from the seventh implementation. Conclusion: the results of the evaluation of the application of turmeric juice therapy in patients with gastritis within 7 days showed results: acute pain associated with irritated gastric mucosa was resolved   Keywords: Complementary Therapy; Gastritis; Turmeric Juice.   Pendahuluan: Gastritis merupakan inflamasi yang terjadi pada mukosa lambung, yang disebabkan oleh alkohol, produk nikotin, kafein, makanan yang terlalu berbumbu pedas dan asam, kopi, stres, makanan bertekstur kasar, bersuhu sangat tinggi dan makanan yang sudah terkontaminasi oleh bakteri Helicobacter pylori (H. Pylori). yang masih menjadi permasalahan di Indonesia sebanyak 33.580 kasus baru pada th 2021 dan diprovinsi lampung sebanyak 1.483 penderita pada tahun 2022 khususnya di desa lempasing  Pada tahun 2022. Tujuan: asuhan Keperawatan Terapi Komplementer Perasan Air Kunyit Untuk Mengatasi Nyeri Pada Penderita Gastritis Di Desa Lempasing Provinsi Lampung tahun 2024. Metode: Penulisan ini menggunakan metode quasy eksperimental, Desain penelitian ini menggunakan One group pre test – post test desain dengan 3 responden. Instrumen yang digunakan yakni SOP penerapan terapi perasan air kunyit untuk menurunkan nyeri pada pasien gastritis, dan lembar observasi. Hasil:berdasarkan data adanya penurunan nilai skala nyeri pada ke tiga responden. Hasil penelitian ini menunjukkan, antara lain :Ny.I, Ny.B dan Ny.S dari pengkajian awal dengan nilai skala nyeri 06 turun menjadi 0 dari ke tujuh implementasi. Simpulan: hasil evaluasi penerapan terapi perasan air kunyit pada pasien dengan gastritis dalam waktu 7 hari mendapatkan hasil: nyeri akut berhubungan dengan mukosa lambung teriritasi teratasi.
Gambaran intensitas penggunaan gadget dan kecerdasan emosional mahasiswa Waluyo, Agus; Deska, Rini
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2024): October Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v3i2.892

Abstract

Baground: The phenomenon of gadget addiction has become a culture among students. Gadgets are a means of business, as a storage for various data, music or entertainment, information tools and even as a documentation tool. This shows gadgets as one of the actual technological developments. Almost everyone spends their time using gadgets. Purpose: To determine the level of emotional intelligence of two groups of students aged 20-22 years, namely the gadget addiction group. Methods: Quantitative descriptive with a sample size of 64 students. The study was conducted at one of the nursing diploma three study programs in Bandar Lampung city. This study used a closed-question questionnaire, namely a questionnaire presented in such a way that respondents were asked to choose one answer that matches their characteristics by giving a Yes/No answer. Results: The study showed 3 (three) findings, namely: 1) Of the 64 participants; the gadget addiction group consisted of 43 students (67.2%). 2) In the gadget addiction group, the most emotional intelligence of students was found in the high emotional intelligence category (88.4%). 3) In the group of students who were not addicted to gadgets, the most emotional intelligence of students was also found in the high emotional intelligence category (61.9%). Conclusion: Gadget addiction among students apparently does not cause each student's emotional intelligence to decrease to a medium-low level, this is because some of the time spent with gadgets is used to increase their emotional intelligence. Keyword: Emotional Intelligence; Gadget; Students. Pendahuluan: Fenomena kecanduan gadget sudah membudaya dikalangan mahasiswa. Gadget merupakan sarana bisnis, sebagai penyimpan berbagai macam data, musik atau hiburan, alat informasi bahkan sebagai alat dokumentasi. Hal ini menunjukkan gadget sebagai salah satu perkembangan teknologi yang aktual. Hampir setiap orang menghabiskan waktunya untuk menggunakan gadget. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat kecerdasan emosional dua kelompok mahasiswa usia 20-22 tahun yaitu kelompok kecanduan gadget. Metode:  Deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 64 mahasiswa. Penelitian dilakukan pada salah satu progam studi diploma tiga keperawatan di kota Bandar Lampung Penelitian ini menggunakan kuesioner pertanyaan tertutup yaitu kuesioner yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden diminta untuk memilih satu jawaban yang sesuai dengan karakteristik dirinya dengan memberikan jawaban Ya/Tidak. Hasil: Penelitian menunjukan adanya 3 (tiga) temuan yaitu: 1) Dari 64 partisipan; kelompok kecanduan gadget sebanyak 43 mahasiswa (67.2%). 2) Pada kelompok mahasiswa kecanduan gadget ditemukan kecerdasan emosional mahasiswa terbanyak dalam kategori kecerdasan emosional tinggi (88.4%). 3) Pada kelompok mahasiswa tidak kecanduan gadget juga ditemukan kecerdasan emosional mahasiswa terbanyak dalam kategori kecerdasan emosional tinggi (61.9%). Simpulan: Kecanduan gadget dikalangan mahasiswa ternyata tidak membuat kecerdasan emosional tiap mahasiswa menurun pada tingkat sedang-rendah, hal ini karena sebagian waktu yang digunakan bersama gadget digunakan untuk meningkatkan kecerdasan emosionalnya. Kata Kunci: Gadget; Kecerdasan Emosional; Mahasiswa.
Pengaruh terapi kognitif terhadap harga diri remaja korban bullying Andreansyach, Dwiky Andreansyach; Abdul Rokhman; Arifal Aris
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2024): October Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v3i2.893

Abstract

Background: Bullying in Islamic boarding school environments has a significant impact on adolescents' self-esteem, potentially resulting in long-term psychological disorders if not handled properly. Purpose: To analyze the effect of cognitive therapy on the self-esteem of adolescent victims of bullying. Method: Nonequivalent Control Group Design, this study involved 60 adolescent respondents selected through purposive sampling and divided into treatment groups (cognitive therapy) and control groups (health counseling). Data collection using Rosenberg's Self-esteem Scale was conducted before and after the intervention. Results: Before the intervention, the majority of respondents in the control group experienced low self-esteem (80.0%), while the treatment group had a diverse distribution of self-esteem. After the intervention, there was a significant increase in the treatment group with the majority achieving high self-esteem (63.3%), while the control group was still dominated by the low self-esteem category (50.0%). Independent Sample T-Test analysis proved a significant effect of cognitive therapy on increasing the self-esteem of adolescent victims of bullying (p = 0.001). Conclusion: Cognitive therapy is effective in helping adolescents identify and change negative thought patterns into positive ones, so it can be recommended as an intervention of choice to address the psychological impact of bullying on adolescents in Islamic boarding school environments. Keywords: Adolescents; Bullying; Cocnitive Therapy; Islamic Boarding School; Self Esteem. Pendahuluan: Bullying di lingkungan pesantren memiliki dampak signifikan terhadap harga diri remaja, berpotensi mengakibatkan gangguan psikologis jangka panjang jika tidak ditangani secara tepat. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh terapi kognitif terhadap harga diri remaja korban bullying. Metode: Desain Nonequivalent Control Group, penelitian ini melibatkan 60 responden remaja yang dipilih melalui purposive sampling dan dibagi dalam kelompok perlakuan (terapi kognitif) dan kelompok kontrol (penyuluhan kesehatan). Pengumpulan data menggunakan Rosenberg's Self-esteem Scale dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Sebelum intervensi, mayoritas responden kelompok kontrol mengalami harga diri rendah (80.0%), sementara kelompok perlakuan memiliki distribusi harga diri yang beragam. Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan pada kelompok perlakuan dengan mayoritas mencapai harga diri tinggi (63.3%), sedangkan kelompok kontrol masih didominasi kategori harga diri rendah (50.0%). Analisis Independent Sample T-Test membuktikan adanya pengaruh signifikan terapi kognitif terhadap peningkatan harga diri remaja korban bullying (p=0.001). Simpulan: Terapi kognitif efektif membantu remaja mengidentifikasi dan mengubah pola pikir negatif menjadi positif, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi pilihan untuk mengatasi dampak psikologis bullying pada remaja di lingkungan pesantren. Kata kunci: Bullying; Harga Diri; Pesantren; Remaja; Terapi Kognitif.  
Hubungan pengalaman kekerasan seksual dengan kesehatan mental mahasiswa di Kota Bandung Utomo, Shella Febrita Puteri; Yuliani, Anita; Nurfadilah, Nisa; Islah, Ajeng
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2024): October Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v3i2.911

Abstract

Background: Sexual violence against students on campus has become an important issue. The experience of sexual violence among students certainly has a direct impact on mental health and affects the academic process so that students do not receive well-being and experience prolonged trauma. Purpose: To assess the experience of sexual violence and mental health among students in the campus environment. Method: A descriptive quantitative cross sectional approach, the population in this study were all students using a convenience sampling technique so that data was obtained as many as 216 respondents. The instrument uses the SDQ-20. Data analysis used the chi-square test. Results: A relationship between the experience of sexual violence and mental health status with a sig value showing a P value of 0.000. Conslusion: The experience of incidents of sexual violence has become a mental health problem with complaints, anxiety, somatic and depression. This research can be input for policy makers in education to design further more effective prevention and support programs in the campus environment. Keywords: Mental Health; Students Experience; Sexual Violence. Pendahuluan: Kekerasan seksual pada mahasiswa di lingkungan kampus sudah menjadi isu yang penting. Pengalaman dari kekerasan seksual pada mahasiswa tentu berdampak langsung pada kesehatan mental dan mempengaruhi proses akademik sehingga mahasiswa tidak mendapatkan kesejahteraan serta mengalami trauma berkepanjangan. Tujuan: Untuk menilai adanya hubungan pengalaman kekerasan seksual dengan kesehatan mental pada mahasiswa. Metode: Deskriptif kuantitatif pendekatan cross sectional, populasi pada penelitian ini seluruh mahasiswa dengan teknik convenience sampling sehingga di dapatkan data sebanyak 216 responden. Instrumen menggunakan SDQ-20. Analisa data menggunakan uji chi -square. Hasil: Adanya hubungan antara pengalaman kekerasan seksual dengan status mengalami kesehatan mental dengan nilai sig menunjukan P Value 0,000. Simpulan: Pengalaman atas kejadian kekerasan seksual menjadi masalah kesehatan mental dengan keluhan, cemas, somatik, dan depresi. Penelitian ini dapat menjadi masukan bagi pengambil kebijakan di pendidikan untuk merancang program pencegahan dan dukungan lebih lanjut yang lebih efektif di lingkungan kampus. Kata-kata kunci: Kesehatan Mental, Mahasiswa Pengalaman Kekerasan Seksual.  
Hubungan tingkat stres tahap II terhadap kualitas tidur mahasiswa keperawatan tingkat akhir kelas reguler saputri, jendri; Nela, Ari Sukma; Rahman, Aulia
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2024): October Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v3i2.949

Abstract

Bacground: Final year students are vulnerable to stage II stress, when stress cannot be controlled it will interfere with sleep quality which has an impact on student productivity. Purpose: To determine the relationship between stage II stress levels and sleep quality in final year regular class nursing students at Mitra Indonesia University. Method: Quantitative research with cross sectional research design with a sample of 75 regular final year nursing students. Data analysis used is univariate analysis and biavariate analysis using the chi square test. Results: The results of this study proved significantly significant for the variable level of stress and sleep quality obtained a p-value of 0.001 (p-value <0.05) which means that there is a relationship between stress levels and sleep quality of regular final year nursing students. Conclution: These findings suggest that high levels of stress can worsen the quality of sleep of nursing students. Keyword: Final Year Students; Sleep Quality; Stress level.  Pendahuluan: Mahasiswa tingkat akhir merupakan kondisi yang rentan mengalami stres tahap II, ketika stres tidak bisa dikontrol akan mengganggu kualitas tidur yang berdampak pada produktifitas mahasiswa. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat stress tahap II dan kualitas tidur pada mahasiswa keperawatan kelas regular tingkat akhir diuniversitas mitra Indonesia. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dengan sampel sebanyak 75 mahasiswa keperawatan kelas regular tingkat akhir. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis biavariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian ini dibuktikan secara signifikan yang bermakna untuk variabel tingkat stress dan kualitas tidur di dapatkan nilai p-value 0.001 (p-value <0.05) yang artinya ada hubungan antara tingkat stress dan kualitas tidur mahasiswa keperawatan kelas regular tingkat akhir. Simpulan: Tingkat stres yang tinggi dapat memperburuk kualitas tidur mahasiswa keperawatan. Kata Kunci: Kualitas Tidur; Mahasiswa Tingkat Akhir; Tingkat stress.
Hubungan tingkat kecemasan dengan perubahan tanda-tanda vital pasien pra operasi di Rumah Sakit Advent azahra, putri; Sujiah, Sujiah; Sari, Septi Kurnia Sari
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2024): October Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v3i2.950

Abstract

Bacground: Anxiety is a psychological response that patients often experience before undergoing surgery. It can affect the patient's physiological state, characterized by an increase in vital signs. Preoperative anxiety impacts surgical outcomes and increases the likelihood of postoperative complications. Purpose: To determine the relationship between anxiety level and vital signs of preoperative patients. Method: Quantitative with a cross sectional approach. The sampling technique used was purposive sampling technique, namely 171 people. The population of this study was preoperative patients with a total of 300 preoperative patients at Advent Hospital Bandar Lampung. The data analysis used was univariate analysis and biavariate analysis using the chi square test. Results: The results of the chi square test obtained a p value at blood pressure of 0.008, at pulse rate of 0.003, at respiration of 0.000 at oxygen saturation of 0.007, and at temperature of 0.001. It is known that if the p value <0.05 there is a relationship between changes in blood pressure, pulse rate, respiration, oxygen saturation and temperature in preoperative patients. Conclution: These findings confirm the importance of efforts to reduce anxiety in preoperative patients so that physiological conditions remain stable and the risk of postoperative complications can be minimized. Keyword: Anxiety; Preoperative Patients; Vital Signs. Pendahuluan: Kecemasan merupakan respons psikologis yang sering dialami pasien sebelum menjalani tindakan operasi. Kecemasan ini dapat memengaruhi kondisi fisiologis pasien, ditandai dengan peningkatan tanda-tanda vital. Kecemasan sebelum operasi berdampak pada hasil operasi dan meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi post operasi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan terhadap perubahan tanda-tanda vital pasien pra operasi. Metode: Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan teknik purposive sampling yaitu 171 responden. Populasi dari penelitian ini pasien pra operasi dengan jumlah 300 seluruh pasien pra operasi di RS Advent Bandar Lampung. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis biavariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil uji chi square didapatkan p value pada tekanan darah 0.008, pada denyut nadi 0.003, pada pernapasan 0.000 pada saturasi oksigen 0.007, dan pada suhu 0.001 Diketahui bahwa jika nilai p<0.05 ada hubungan perubahan tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, saturasi oksigen dan suhu pada pasien pra operasi. Simpulan: Temuan ini menegaskan pentingnya upaya menurunkan kecemasan pada pasien pra operasi agar kondisi fisiologis tetap stabil dan risiko komplikasi pasca operasi dapat diminimalkan. Kata Kunci: Kecemasan; Pasien Pra Operasi; Tanda-Tanda Vital.

Page 1 of 1 | Total Record : 6