cover
Contact Name
Nefonavratilova Ritonga
Contact Email
nafratilovanefo@gmail.com
Phone
+6281264810005
Journal Mail Official
jpmajurnal.jpma@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raja Inal Siregar Batunadua Julu Padansidimpuan Batunadua
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA)
ISSN : -     EISSN : 27150178     DOI : http://dx.doi.org/10.51933/jpma.v4i2
Hhasil implementasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 240 Documents
Terapi Bermain Menggambar dan Mewarnai Pada Anak Usia Prasekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Gunung Tua Febrina Angraini Simamora
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 3 No 2 (2021): Vol. 3 No. 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v3i2.440

Abstract

Masa usia dini merupakan masa yang sangat penting dalam meningkatkan potensi kecerdasan dan dasar-dasar perilaku seseorang terbentuk pada usia ini. Pada usia prasekolah, kemampuan imajinasi dan belajar seorang anak sangatlah besar. Masa kanak-kanak merupakan lahan yang subur untuk menumbuhkan kreativitas pada anak. Kebiasaan menggambar dan mewarnai akan memberikan manfaat-manfaat yang tidak terduga untuk anak. Pengembangan motorik halus akan melatih anak agar terampil menggunakan tangan dan jari –jemari serta mengkoordinasikan mata dengan seimbang. Kegiatan terapi bermain menggambar dan mewarnai ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motoric halus anak usia prasekolah sehingga tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya. Kegiatan ini juga dapat meningkatkan kemampuan motoric anak dan menghilangkan kecemasan pada anak saat bermain tanpa ditemani orang tuanya. Setelah dilakukan kegiatan terapi bermain menggambar dan mewarnai, peserta tampak bersemangat dan mampu melakukan keterampilan motoric halus sesuai dengan tahap perkembangannya. Peserta juga merasa percaya diri dengan hasil menggambar dan mewarnainya sehingga dapat meningkatkan kemandirian dan menghilangkan kecemasan pada anak yang bermain tanpa didampingi orang tuanya.
ENAM LANGKAH CARA MENYIKAT GIGI YANG BAIK DAN BENAR UNTUK MELAWAN GIGI BERLUBANG DI SD NEGERI 200413 TINJOMAN Cory Harahap; Delfi Ramadhini; Rudi Dalimunthe; Risva Elwida Afni; Nursakinah Srg; Miftahul Fadilah; Fitry Annisyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 4 No 3 (2022): Vol. 4 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i3.918

Abstract

ABSTRAK Kesehatan gigi merupakan bagian integral dari kesehatan secara keseluruhan yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Gigi dan mulut dikatakan sehat apabila memiliki oral hygiene yang baik, yaitu kondisi gigi dan mulut yang bebas dari debris, plak, serta kalkulus. Seorang anak masih belum menyadari arti penting menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan cara selalu menjaga kebersihan gigi dan mulutnya, sehingga menjaga kebersihan gigi dan mulut anak harus mendapat perhatian orang tua. Apabila kesehatan gigi dan mulut buruk, misalnya terdapat karies dan gingivitis akan menyebabkan fungsi pengunyahan menjadi tidak optimal, sehingga menyebabkan penurunan berat badan anak. Penyuluhan ini menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan praktek sikat gigi yang benar yang dilakukan oleh mahasiswa dan anak-anak Sd negeri 200413. Penyuluhan dilaksanakan di Sd Negeri 200413 Tinjoman pada hari Rabu 23 November 2022. Materi penyuluhan yang di sampaikan oleh pemateri dan moderator menggunakan media yang berupa vidio dan power point tentang kesehatan gigi dan mulut. Pada saat kegiatan berlangsung anak-anak Sd dan pemateri terjadi interaksi yang berkaitan dengan tema yang disampaikan Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak sekolah tentang menyikat gigi yang benar. Pelaksanaan edukasi dan praktik sikat gigi pada kegiatan pengabdian masyarakat ini selain menggunakan metode penyuluhan juga dilakukan pemutaran video cara sikat gigi yang benar. Hal ini untuk memperkuat pengetahuan yang dimiliki siswa. Penyuluhan sikat gigi ini, mengajarkan kepada anak-anak bahwa menyikat gigi itu sangatlah penting, menyikat gigi pagi dan malam efektif membunuh kuman di dalam gigi dan mulut. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan mahasiswa kepada anak-anak Sd 200413 Tinjoman mengenai menyikat gigi yang baik dan benar terlaksana dengan baik. Kegiatan penyuluhan ini sangat di respon baik oleh kepala sekolah Sd negeri 200413 Tinjoman serta guru-guru dan anak-anak Sd negeri 200413 Tinjoman tersebut. Hasil dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak Sd Negeri Tinjoman mengenai pentingnya menyikat gigi yang baik dan benar. Kata kunci : Menyikat gigi , anak-anak, sehat. ABSTRACT Dental health is an integral part of overall health that can affect quality of life. Teeth and mouth are said to be healthy if they have good oral hygiene, namely the condition of the teeth and mouth that are free of debris, plaque, and calculus. A child still does not realize the importance of maintaining healthy teeth and mouth by always keeping his teeth and mouth clean, so that maintaining the cleanliness of his teeth and mouth must receive the attention of parents. If oral and dental health is poor, for example, there is caries and gingivitis, it will cause the masticatory function to not be optimal, causing a decrease in the child's weight. This counseling uses the lecture, question and answer method and correct tooth brushing practices which are carried out by students and children of the 200413 public elementary school. The counseling is held at the 200413 Tinjoman Public Elementary School on Wednesday 23 November 2022. The counseling material delivered by the speaker and moderator uses media in the form of videos and power points about oral health. During the activity, the elementary school children and the presenters had an interaction related to the theme presented. This community service activity aims to increase school children's knowledge about proper tooth brushing. Good and correct toothbrush behavior can help reduce the risk of toothache and cavities. The implementation of education and practice of toothbrushing in this community service activity apart from using the counseling method also shows videos on how to brush your teeth properly. This is to strengthen the knowledge that students have. This toothbrush counseling teaches children that brushing their teeth is very important, brushing their teeth morning and night effectively kills germs in the teeth and mouth. The counseling activities carried out by students to the children of SD 200413 Tinjoman regarding proper and proper tooth brushing were carried out well. The head of the Tinjoman 200413 Public Elementary School and the teachers and children of the Tinjoman 200413 Public Elementary School received a very good response to this counseling activity. The result of this activity is to increase the knowledge of the children of SD Negeri Tinjoman about the importance of brushing their teeth properly and correctly. Keywords: Brushing teeth, children, healthy.
PENYULUHAN TENTANG PIJAT OKSITOSIN PADA IBU MENYUSUI DI DESA PANGARIBUAN KECAMATAN ANGKOLA MUARATAIS TAHUN 2021 Nurhayati SST, MKM - -
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 3 No 2 (2021): Vol. 3 No. 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v3i2.453

Abstract

PENYULUHAN TENTANG PIJAT OKSITOSIN PADA IBU MENYUSUI DI DESA PANGARIBUAN KECAMATAN ANGKOLA MUARATAIS TAHUN 2021 NURHAYATI Dosen Program Studi D-III Kebidanan Akademi Kebidanan Sentral Nurhayatihasibuan77@yahoo.com ABSTRAK Air susu ibu (ASI) adalah cairan kehidupan terbaik yang sangat di butuhkan oleh bayi. ASI mengandung berbagai zat yang penting untuk tumbuh kembang bayi dan sesuai dengan kebutuhannya. Meski demikian, tidak semua ibu mau menyusui bayinya karena berbagai alasan. Misalnya takut gemuk, sibuk, payudara kendor, dan sebagainya. Di lain pihak, ada juga ibu yang ingin menyusui banyinya tatapi mengalami kendala. Biasanya ASI tidak mau keluar atau produksinya kurang lancar.1 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membuat rekomendasi pada ibu untuk menyusui eksklusif selama 6 bulan kepada bayinya. Pemerintah Indonesia melalui kementerian kesehatan juga merekomendasi kepada ibu untuk menyusui eksklusif selama 6 bulan kepada bayinya. Jumlah wanita menyusui di indonesia sebesar 96%, tetapi 42% bayi umur 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif dan sebanyak 55% anak umur 2 tahun yang masih diberi ASI.2 Adapun tujuan dari pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menambah wawasan masyakat terutama ibu-ibu masa produktif khususnya ibu yang sedang menyusi bayinya agar lebih memahami manfaat dari Air Susu Ibu dan mementingkannya lebih dari susu formula yang dianggap masyarakat lebih baik dan menghasilkan anak yang lebih pintar bila dibangdingkan dengan ASI ekslusif. Bahan yang digunakan dalam Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah metode ceramah dan praktek langsung pelaksanaan pijat oksitosin kepada ibu-ibu menyusui. Hasil pelaksanaan didapatkan bahwa ibu-ibu yang dilakukan pijat oksitosin mengatakan bahwa mereka merasakan adanya perubahan volume Asi setelah mereka dipijat. Kesimpulan yang didapat dari pelasanaan dengan metode ceramah dan praktek adalah ibu-ibi di desa Angkola Muaratais belum memahami tentang Pijat Oksitosin ini, sehingga diharapkan dengan penyuluhan dan praktek yang diberikan para ibu dan juga kader kesehatan bisa lebih memahami tehnik pijat oksitosin dalam upaya meningkatkan kualitas masyarakat dengan pemberian ASI. Kata Kunci : Penyuluhan, Pelaksanaan, Pijat Oksitosin COUNSELING ON OXYTOCIN MASSAGE FOR BREASTFEEDING MOTHERS IN ANGKOLA MUARATAIS VILLAGE IN 2021 NURHAYATI Lecturer of the D-III Midwifery Study Program Sentral Midwifery Academy Nurhayatihasibuan77@yahoo.com ABSTRACT Mother's milk (ASI) is the best life fluid that babies really need. Breast milk contains various substances that are important for the growth and development of babies and according to their needs. However, not all mothers want to breastfeed their babies for various reasons. For example, fear of being fat, busy, saggy breasts, and so on. On the other hand, there are also mothers who want to breastfeed their babies but have problems. Usually breast milk does not want to come out or the production is not smooth The World Health Organization (WHO) makes recommendations for mothers to exclusively breastfeed their babies for 6 months. The Indonesian government through the ministry of health also recommends mothers to exclusively breastfeed their babies for 6 months. The number of breastfeeding women in Indonesia is 96%, but 42% of infants aged 6 months who are exclusively breastfed and as many as 55% of children aged 2 years who are still breastfed.2 The purpose of the implementation of this community service is to add insight to the community, especially mothers during productive periods, especially mothers who are breastfeeding their babies so that they better understand the benefits of breast milk and emphasize it more than formula milk which society considers better and produces smarter children. when compared to exclusive breastfeeding. The material used in this Community Service is the lecture method and direct practice of implementing oxytocin massage to nursing mothers. The results of the implementation showed that mothers who received oxytocin massage said that they felt a change in the volume of breast milk after they were massaged. The conclusion obtained from the lecture method and practice is that mothers in Angkola Muaratais village do not understand about Oxytocin Massage, so it is hoped that with the counseling and practice provided by mothers and health cadres, they can better understand oxytocin massage techniques in an effort to improve the quality of society. with breastfeeding. Keywords: Counseling, Implementation, Oxytocin Massage
PENINGKATAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG UNMED NEED MELALUI PEMBERIAN KIE KB Yulinda Aswan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 4 No 3 (2022): Vol. 4 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i3.948

Abstract

ABSTRAK Sasaran langsung program KB salah satunya adalah pasangan usia subur yang kebutuhan KB tidak terpenuhi (unmet need). Lebih dari 80% peserta KB aktif memilih suntikan dan pil sebagai metode kontrasepsi dibanding metode lainnya yaitu suntikan (63,71%) dan pil (17,24%). Sementara 11 persen wanita kawin umur 15-49 tahun kebutuhan KB tidak terpenuhi (unmet need). Beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian unmet need adalah faktor demografi, sosio ekonomi, pengetahuan, sikap, paparan media massa, takut efek samping penggunaan kontrasepsi. Penggunaan kontrasepsi dipengaruhi oleh banyak faktor seperti pengetahuan, dukungan suami, budaya, tingkat kesejahteraan, komunikasi, informasi, dan pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada msyarakat ini bertujuan untuk peningkatkan pengetahuan WUS tentang KB. Metode kegiatan pengabdian adalah pemberian KIE secara langsung dengan menggunakan media leaflet. Intervensi dilakukan terhadap 30 orang. Pemberian kuesioner dilakukan sebagai bentuk evaluasi pengetahuan WUS tentang KB, di peroleh hasil sebelum pemberian penyuluhan rata-rata tingkat pengetahuan ibu sebesar 58% dan setelah diberikan penyuluhan menjadi 85%. Setelah diberikan KIE tentang KB diharapkan peserta yang mengikuti benar-benar mengerti dan menyebarluaskan informasi yang diterima kepada warga lain. Kata kunci : Pengetahuan, Unmed Need, KIE KB ABSTRACT One of the direct targets of the family planning program is couples of childbearing age whose family planning needs are not met (unmet need). More than 80% of active family planning participants chose injections and pills as a method of contraception compared to other methods, namely injections (63.71%) and pills (17.24%). Meanwhile, 11 percent of married women aged 15-49 years have unmet need for family planning. Some of the factors that influence the incidence of unmet need are demographic, socio-economic factors, knowledge, attitudes, exposure to mass media, fear of side effects of using contraception. Contraceptive use is influenced by many factors such as knowledge, husband's support, culture, welfare level, communication, information, and education. This community service activity aims to increase WUS' knowledge about family planning. The method of service activities is the submission of KIE directly using leaflet media. The intervention was carried out on 30 people. Giving a questionnaire was carried out as a form of evaluating WUS knowledge about family planning, obtaining the results before giving counseling the average level of mother's knowledge was 58% and after being given counseling it was 85%. After being given KIE about family planning, it is hoped that the participants will really understand and disseminate the information received to other residents. Keywords : Knowledge, Unmed Need, KIE KB
PENCEGAHAN PENULARAN TUBERCOLOSIS (TB) KEPADA PENGHUNI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIB PADANGSIDIMPUAN Juliana Lubis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 3 No 3 (2021): Vol. 3 No. 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v3i3.484

Abstract

Penyakit Tuberkulosis adalah penyakit yang menular disebabkan dari masalah kesehatan yang besar kedua di dunia yanag disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosi. TB ini dapat menyerang tubuh paling sering dan paling hebat dikrenakan infeksi tuberkulosisi paru-paru. Kegiatan Pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan pengeatahuan penghuni atau warga binaan tentang pencegahan penularan tubercolosis (TB). Masalah yang ditemukan adalah kegiatan penyuluhan tentang pencegahan penularan tubercolosis (TB belum pernah dilakukan. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan bahwa masi ada penghuni lapas atau warga binaan yang belum mnengetahui tentang pencegahan penularan tubercolosis (TB) warga binaan di lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Padangsidimpuan. Kegiatan ini bertujuan untuk menigkatkan pengetahuan warga binaan di lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Padangsidimpuan tentang cara pencegahan penularan tubercolosis (TB). Hasil dari kegiatan ini adalah didapatkan perubahan pergetahuan warga binaan tentang pencegahan penularan tubercolosis (TB)
Pemberian Informasi Dioksin Pada Pembalut Wanita Dalam Perawatan Genitalia Dalam Pemeliharaan Personal Hygiene Siswi SMP Nurul Ilmi Nurul Hidayah Nasution; Delfi Ramadhini; Alprida Harahap
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 1 No 1 (2019): Vol. 1 No. 1 Desember 2019
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembalut wanita merupakan alat kesehatan yang digunakan untuk menyerap darah haid pada saat menstruasi (BSN, 2010). Pembalut wanita memiliki persyaratan kualitas yang harus sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang pembalut wanita dan memiliki acuan berdasarkan Permenkes No. 96 tahun 1977 tentang wadah, pembungkus, penanda, dan periklanan kosmetik dan alat kesehatan. Pemeliharaan personal hygiene melalui perawatan genitalia dapat dilakukan dengan carapemilihan pembalut pada saat wanita mengalami mestruasi. Jenis pengabdian ini adalah promosi kesehatan dengan metode penyuluhan dan demonstrasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Jum’at tanggal 27 Juli 2018 di SMP Nurul ‘Ilmi, Kota Padangsidimpuan. Populasi dan sampel pengabdian masyarakat terdiri dari 120 orang siswa. Kegiatan ini meliputi pemberian informasi tentang dioksin, efek dioksin, personal hygiene, perawatan genitalia, prosedur dan langkah-langkah yang dipraktekkan dalam pemilihan pembalut yang memenuhi syarat kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil pengabdian masyarakat dalam kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan ini diterima antusias oleh siswi SMP Nurul ‘Ilmi yang terlihat dari banyaknya siswi yang bertanya seputar cara memilih pembalut wanita yang memenuhi syarat untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Siswi terlihat tertib dan sesuai dengan yang diarahkan oleh panitia kegiatan. Kegiatan penyuluhan ini berhasil dilaksanakan. Disarankan kegiatan penyuluhan ini dilakukan secara berkala dengan frekuensi yang lebih sering dan jangkauan penyebaran informasinya juga dapat diperluas sehingga mencakup seluruh lapisan masyarakat agar siswi dan masyarakat lebih mengetahui, memahami dan dapat mempraktikkan cara pemilihan pembalut wanita yang memenuhi syarat kesehatan dalam kehidupan sehari-hari yang akhirnya dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
PEMBUATAN AIR REBUSAN SERAI PEMBUATAN AIR REBUSAN SERAI UNTUK MENGURANGI TEKANAN DARAH TINGGI IBU HAMIL PREEKLAMPSIA RINGAN DI DESA BATU GANA TAHUN 2023 Riska Yanti Harahap
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 5 No 1 (2023): Vol. 5 No. 1 April 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i1.1009

Abstract

Preeklampsia dapat menimbulkan komplikasi pada ibu berupa eklampsia, solusio placenta, pendarahan subkapsula, kelainan pembekuan darah (DIC), sindrom HELP (hemovilisis, elevated liver enzymes and low platelet count), ablasio retina, gagal jantung, hingga syok dan kematian. Pada tahun 2015 sekitar 303.000 wanita meninggal selama dan setelah kehamilan dan persalinan. Preeklamsi dapat diobati secara farmakologis dan non farmakologis salah satunya dengan terapi rendam kaki menggunakan air serai. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan melibatkan 3 responden. Kriteria inklusi ibu post partum section caesaria dengan Pre-eklampsia Ringan dengan kelahiran anak pertama dengan masa nifas hari pertama dengan masalah resiko perfusi perifer tidak efektif, dengan keluhan pusing, tekanan darah tinggi, dan terdapat oedem ekstremitas serta yang bersedia menjadi. Setelah dilakukan terapi selama 3 hari berturut, hasil evaluasi didapatkan adanya penurunan tekanan darah terhadap ibu post partum section caesaria dengan Pre-eklampsia Ringan setelah melakukan rendam kaki dengan air hangat dan serai. Perubahan terjadi pada seluruh responden dengan rata-rata penurunan systole sebanyak 7 mmHg dan pada diastole sebanyak 7,6 mmHg. Masalah keperawatan resiko perfusi perifer tidak efektif teratasi sebagian di tandai dengan turunnya tekanan darah pada seluruh responden. Berdasarkan kesimpulan tersebut saran yang dapat diberikan antara lain melakukan dan mengajarkan terapi rendam kaki dengan air hangat dan serai pada semua ibu post partum section caesaria dengan Pre-eklampsia Ringan dengan meningkatkan partisipasi keluarga dalam menurunkan tekanan darah pasien.
Terapi Komplementer Untuk Memperlancar ASI di Desa Sigumuru Kota PadangsidimpuanTahun 2021 Lola Pebrianthy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 3 No 3 (2021): Vol. 3 No. 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v3i3.558

Abstract

Menyusui merupakan proses yang alamiah yang tidak mudah di lakukan. Cakupan ASI eksklusif tidak lepas dari masalah yang terjadi dalam proses menyusui diantaranya adanya kepercayaan yang salah bahwa ASI keluar sedikit atau ASI kurang mencukupi kebutuhan bayi. Keadaan ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh ibu, kondisi psikologis atau emosi ibu, bentuk payudara yang tidak normal sehingga tidak dapat berperan dalam proses menyusui, isapan bayi juga dapat mempengaruhi produksi ASI. Berbagai penelitian yang telah dilakukan di Indonesia untuk memperlancar produksi ASI diantaranya adalah metode Pijat Oksitosin, Teknik Marmet, Kompres Hangat, Massage Rolling (punggung), massage Endorphin, Breast Care, tetapi karena keterbatasan informasi di layanan kesehatan tentang prosedur pelaksanaan maka metode-metode ini hanya dikenal saja tetapi jarang diberikan oleh tenaga kesehatan sebagai care giver kepada pasien. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu menyusui tentang terapi komplementer yang dapat dilakukan agar produksi ASI tetap lancar dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan bulan Maret 2021. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan ibu menyusui tentang terapi komplementer yang dapat dilakukan untuk memperbanyak produksi ASI.
Sosialisasi Upaya Pencegahan Covid 19 di Area Mesjid Shirotol Mustaqim Kelurahan Batunadua Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan Febrina Angraini Simamora; Nanda Masraini Daulay
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 2 No 2 (2020): Vol. 2 No. 2 Agustus 2020
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 is a disease caused by a new type of corona virus that appeared at the end of 2019 for the first time in Wuhan, China which is currently causing a pandemic in almost all over the world. In an effort to prevent the increasingly widespread transmission of Covid-19. The government urges all levels of society to take various preventive measures such as carrying out physical distancing, using masks, washing hands regularly, increasing endurance and maintaining health. The socialization activity for the prevention of Covid 19 in the mosque area aims to increase knowledge and change the behavior of the community, especially the Shirotol Mustaqim congregation, so that they can continue to make efforts to prevent the spread of Covid 19 during the 5 daily prayers as well as tarawih and tadarusan prayers which are held at the mosque during this month of Ramadan . This activity consisted of some counseling and leaflet distribution at the nazir of the mosque and the shirotol mustaqim mosque congregation. The results of the evaluation during the activity process were obtained that as many as 90% (19 participants) experienced increased knowledge regarding efforts to prevent Covid 19. With this socialization, it is hoped that it will be able to increase the knowledge and behavior of the community to always make efforts to prevent Covid 19 in any activity.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK MELALUI METODE PARAFRASE PADA MAHASISWA UNIVERSITAS AUFA ROYHAN PROGRAM STUDI S -1 KEBIDANAN juliana siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 5 No 1 (2023): Vol. 5 No. 1 April 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i1.995

Abstract

Adapun Permasalahan dalam penelitian ini adalah kemampuan menyimak mahasiswa yang sangat rendah sehingga tidak mencapai ketuntasan kemampuan belajar yang diharapkan. Permasalahan ini terjadi, diantaranya kurangnya pemahaman terhadap mata kuliah, dan ketidaktepatan dalam pemilihan cara pembelajaran yang digunakan dosen. Faktor lain, berasal dari mahasiswa adalah kurangnya motivasi untuk menyimak. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses peningkatan kemampuan menyimak dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat proses menyimak mahasiswa melalui metode parafrase. Jenis penelitian yang digunakan adalah peneltian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode deskriptif. Data penelitian berupa hasil tes unjuk kerja tertulis, hasil lembar observasi, catatan lapangan, wawancara, dan angket mahasiswa terhadap pembelajaran menyimak melalui pemaham Metode parafrase mahasiswa program studi s-I Kebidanan universitas aufa royhan tahun pelajaran 2022-2023 yang berjumlah 30 orang. Prosedur penelitian dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran, yang pelaksanaanya dalam empat kali pertemuan dan berkolaborasi dengan dosen bahasa Indonesia di kampus yang sama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemahaman terhadap Metode parafrase dapat meningkatkan kemampuan Kemampuan menyimak mahasiswa. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut. Pada siklus I, rata-rata hasil kemampuan menyimak mahasiswa adalah 71,50. Permasalahan yang terjadi pada siklus I ini adalah, (1) mahasiswa masih belum mampu menyimak materi dengan baik, (2) mahasiswa masih belum mampu mengungkapkan kembali materi yang disimaknya, (3) mahasiswa masih belum mampu membuat menjelaskan hasil simakannyanya, dan (4) mahasiswa masih belum percaya diri dalam bersosialisasi dalam lingkungan sekitarnya. Pada siklus II, rata-rata hasil kemampuan menyimak mahasiswa meningkat, yaitu 80,70. Perubahan tingkah laku yang tampak dalam pembelajaran Kemampuan menyimak rnelalui pemahaman Metode parafrase yaitu mahasiswa merasa senang, lebih bersemangat, aktif dan mandiri dalam melaksanakan tugasnya, mahasiswa juga lebih memahami materi simakan melalui Metode parafrase tersebut.

Page 9 of 24 | Total Record : 240