cover
Contact Name
Kurniawan
Contact Email
admin@iaisragen.org
Phone
+628112807435
Journal Mail Official
admin@iaisragen.org
Editorial Address
Apotek Nayla, Jl. Pungkruk-Gabugan km 3 Taraman, Kec Sidoarjo, Kab. Sragen, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Global Farmasi
ISSN : -     EISSN : 29874742     DOI : https://doi.org/10.21111/jigf
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) is a journal managed by the Indonesian Pharmacist Association Sragen Indonesia. This journal is designed as a place of dissemination original article and/or article review. This journal publishes research on a detailed variety of topics in pharmacy including pharmaceutical science and technology as well as biomedical science, clinical pharmacy and community pharmacy. As a forum for ideas and information discussions between researchers, academics, and practitioners, this journal is expected to be able to support and initiate the latest studies in pharmacy. The research results reported in this journal will hopefully contribute to the development of pharmaceutical science as well as health science. This journal has been established since 2023 as Jurnal Ilmiah Global Farmasi.
Articles 44 Documents
Kefir sebagai Minuman Fermentasi Fungsional dengan Aktivitas Antioksidan Kurniawan, ,; Estikomah, Solikah Ana; Sawitri, Satwika Budi
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 3 No. 3 (2025): JIGF - September
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kefir merupakan minuman fermentasi yang dihasilkan melalui aktivitas simbiotik bakteri asam laktat dan khamir yang terdapat dalam kefir grain. Selain dikenal sebagai minuman probiotik, kefir juga dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan yang berperan penting dalam pencegahan stres oksidatif. Artikel review ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis potensi kefir sebagai minuman fermentasi fungsional dengan aktivitas antioksidan berdasarkan bukti ilmiah terkini. Kajian meliputi karakteristik kefir, komponen bioaktif penyumbang aktivitas antioksidan, mekanisme aksi, metode pengujian, serta faktor-faktor yang memengaruhi kapasitas antioksidan kefir. Penulisan dilakukan melalui studi literatur terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional bereputasi yang diterbitkan dalam dua dekade terakhir. Secara umum, hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa proses fermentasi kefir meningkatkan ketersediaan peptida bioaktif, polisakarida kefiran, vitamin, asam organik, dan senyawa fenolik yang berkontribusi signifikan terhadap aktivitas antioksidan. Namun, variasi hasil antarpenelitian masih ditemukan akibat perbedaan substrat, mikrobiota, dan kondisi fermentasi. Dengan demikian, kefir memiliki potensi besar sebagai minuman fungsional antioksidan, meskipun diperlukan standardisasi proses untuk memperoleh efek yang konsisten
Kefir sebagai Pangan Fungsional Antikolesterol: Peran Sinergis Bakteri Asam Laktat dan Yeast dalam Regulasi Lipid Kurniawan, K; Sawitri, Satwika Budi
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Global Farmasi
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang terus meningkat secara global. Pendekatan berbasis pangan fungsional, khususnya melalui konsumsi produk fermentasi probiotik, menjadi strategi preventif yang menjanjikan. Kefir adalah minuman fermentasi tradisional yang mengandung konsorsium kompleks bakteri asam laktat, bakteri asam asetat, dan yeast yang bekerja secara sinergis menghasilkan berbagai metabolit bioaktif. Artikel review ini membahas secara komprehensif potensi kefir sebagai pangan fungsional antikolesterol, dengan fokus pada peran mikroorganisme utama dan pelengkap dalam regulasi metabolisme lipid. Mekanisme yang dikaji meliputi aktivitas bile salt hydrolase (BSH), asimilasi kolesterol oleh sel mikroba, produksi asam lemak rantai pendek, modulasi mikrobiota usus, serta pengaruh terhadap ekspresi gen yang terlibat dalam homeostasis lipid. Bukti dari studi in vitro, model hewan, dan uji klinis manusia menunjukkan bahwa konsumsi kefir berkontribusi terhadap penurunan kolesterol total, LDL-kolesterol, dan trigliserida, serta peningkatan HDL-kolesterol. Review ini menegaskan bahwa efek hipokolesterolemik kefir tidak hanya bergantung pada satu spesies, melainkan pada interaksi ekologis antar mikroba dan metabolit yang dihasilkannya. Dengan demikian, kefir berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai intervensi nutrisi berbasis mikrobioma untuk pencegahan penyakit kardiometabolik.
Analisis Tingkat Kepuasan Pasien BPJS Rawat Inap Terhadap Pelayanan Kefarmasian di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal Suciati, Anugerah
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Global Farmasi
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluhan dari masyarakat akan pelayanan kesehatan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan) masih sering terjadi, meliputi kesulitan dalam mengakses dan lamanya antrean untuk dapat masuk rawat inap di rumah sakit rujukan baik dari suatu rumah sakit umum daerah (RSUD) maupun rumah sakit vertikal. Keluhan juga berasal dari kekurangan pahaman sehingga pasien merasakan ketidak puasan akan pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat inap BPJS di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal dengan lima dimensi pengukuran, berupa kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan bukti fisik (tangible). Jenis penelitian menggunakan survey analitik dengan sistem cross sectional. Proses pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode quota sampling sehingga didapatkan 70 sampel dari 231 populasi pasien BPJS rawat inap yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil yang didapatkan dari pengisian kuisioner menunjukkan adanya rasa puas akan pelayanan yang diberikan dengan persentase kehandalan (Reliability) 79%, bukti fisik (Tangible) 78%, (Responsiveness) 78%, jaminan (Assurance) 77%, dan empati (Empathy) 77% dan sehingga didapatkan persentase rata- rata 78%. Berdasarkan hasil persentase tersebut dapat dikatakan bahwa pelayanan kefarmasian yang diberikan RSUD Dr. H. Soewondo Kendal kepada pasien BPJS rawat inap masuk dalam kategori puas
EFEKTIVITAS SEDIAAN MOUTHWASH EKSTRAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa Linn.) DALAM MENGHAMBAT Candida albicans Sawitri, Satwika Budi
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Global Farmasi
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sariawan adalah penyakit yang salah satu penyebabnya adalah jamur Candida albicans. Sariawan sering terjadi pada lidah, mukosa rongga mulut dan kerongkongan. Kandungan metabolit seperti flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin pada ekstrak bunga rosella dapat dikembangkan sebagai obat kumur untuk mengatasi sariawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak bunga rosella dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans sebagai bahan aktif dalam sediaan mouthwash. Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan membuat formula sediaan mouthwash berbagai konsentrasi ekstrak bunga rosella 1%, 3%, 5%, 7% dan 0% sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan mouthwash ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.) yang memenuhi standar kualitas adalah pada F2 dengan konsentrasi ekstrak 3%. Pada uji pH sediaan mouthwash diperoleh nilai pH yang semakin rendah dengan semakin tingginya konsentrasi ekstrak bunga rosella. Analisis data menggunakan oneway ANOVA menunjukkan bahwa nilai signifikansi <0,05 sehingga bermakna variasi konsentrasi ekstrak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai pH sediaan mouthwash. Formula yang menghasilkan daya hambat paling baik Adalah pada F4 dengan konsentrasi ekstrak bunga rosella 7% menghasilkan daya hambat sebesar 12 mm yang termasuk kategori kuat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sediaan F4 dengan konsentrasi ekstrak bunga rosella 7% memiliki daya hambat paling kuat terhadap Candida albicans. Hasil analisis data diperoleh nilai signifikansi <0,05 yang bermakna perbedaan konsentrasi ekstrak bunga rosella berpengaruh secara signifikan terhadap aktivitas antijamurnya