cover
Contact Name
Kurniawan
Contact Email
admin@iaisragen.org
Phone
+628112807435
Journal Mail Official
admin@iaisragen.org
Editorial Address
Apotek Nayla, Jl. Pungkruk-Gabugan km 3 Taraman, Kec Sidoarjo, Kab. Sragen, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Global Farmasi
ISSN : -     EISSN : 29874742     DOI : https://doi.org/10.21111/jigf
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) is a journal managed by the Indonesian Pharmacist Association Sragen Indonesia. This journal is designed as a place of dissemination original article and/or article review. This journal publishes research on a detailed variety of topics in pharmacy including pharmaceutical science and technology as well as biomedical science, clinical pharmacy and community pharmacy. As a forum for ideas and information discussions between researchers, academics, and practitioners, this journal is expected to be able to support and initiate the latest studies in pharmacy. The research results reported in this journal will hopefully contribute to the development of pharmaceutical science as well as health science. This journal has been established since 2023 as Jurnal Ilmiah Global Farmasi.
Articles 40 Documents
PENGARUH KOMBINASI ASAM SITRAT DAN ASAM TARTRAT DENGAN NATRIUM BIKARBONAT TERHADAP KARAKTERISTIK GRANUL EFFERVESCENT EKSTRAK RIMPANG TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria) Budi Sawitri, Satwika; Al Hasanah, Fauziyyah; Fitrian, Ahyana; Il maknun, Lulu'
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 3 (2024): JIGF - September
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i3.65

Abstract

Temu Putih (Curcuma Zedoaria) dengan kandungan minyak atsiri dan kurkuminoid memiliki banyak khasiat dalam mengatasi permasalahan pencernaan, sebagai antiinflamasi dan antioksidan serta mempunyai potensi sebagai antibakteri dan antivirus. Secara empiris, temu putih juga berkhasiat dalam menghambat pertumbuhan sel-sel kanker. Berdasarkan pemanfaatan temu putih dalam sediaan masih jarang sehingga pengembangan sediaan effervescent sangat cocok karena untuk meningkatkan keberterimaan konsumen terhadap salah satu tanaman obat tersebut. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan variasi konsentrasi asam basa dalam 3 varian formula sediaan granul effervescent. Tujuan penelitian ini untuk membuat formula granul effervescent dari ekstrak temu putih (Curcuma zedoaria) secara granulasi basah. Formula dibuat dengan kombinasi asam tartrai dan asam sitrat dengan natrium bikorbonat sebanyak 3 formula kemudian dilanjutkan evaluasi karakteristik granul meliputi uji organoleptik, kadar air, sifat alir, sudut diam, pH, tinggi buih, dan waktu larut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan granul effervescent ekstrak temu putih (Curcuma zedoaria) menggunakan variasi konsentrasi asam sitrat dan asam tartrat dengan natrium bikarbonat telah memenuhi persyaratan granul yang baik. Dari ketiga formula didapatkan hasil bahwa granul effervescent F2 (asam sitrat 14%, asam tartrat 27%, dan natrium bikarbonat 32,5%) merupakan formula terbaik karena menghasilkan nilai kadar air sebesar 1,56 %, sifat alir 31 g/s, sudut diam 22⁰, dan waktu larut 5 detik yang merupakan hasil yang paling baik dibandingkan dengan formula lainnya.
EVALUASI SEDIAAN FACIAL WASH GEL EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI KARBOPOL Budi Sawitri, Satwika; Marfu'ah, Nurul; KW, Faradhita
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 3 (2024): JIGF - September
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i3.74

Abstract

Permasalahan pada kulit wajah selalu menjadi perhatian utama diantaranya jerawat, flek hitam, kerutan, kulit kusam, kulit kering maupun berminyak. Berbagai permasalahan tersebut menjadikan kosmetik sebagai pilihan untuk menjaga, melindungi dan mengatasi permasalahan kulit. Masalah kulit dipicu adanya paparan polutan maupun radikal bebas serta banyak pula akibat penggunaan kosmetik dengan kandungan senyawa kimia berbahaya. Sehingga dapat dikembangkan pilihan kosmetik dengan bahan herbal yang aman, salah satunya adalah bunga telang (Clitoria ternatea L.). Kandungan antosianin serta senyawa lain menjadikannya alternatif pilihan untuk menjaga kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan sediaan facial wash gel yang memenuhi standar mutu dengan bahan aktif ekstrak bunga telang yang berkhasiat sebagai antioksidan maupun antibakteri. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan variasi konsentrasi karbopol sebagai gelling agent yaitu 1%, 1.5% dan 2%. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik sediaan facial wash ekstrak bunga telang dengan variasi konsentrasi karbopol berwarna biru tua hingga ungu tua, berbentuk semisolid, dengan aroma khas ekstrak bunga telang. Sediaan yang dihasilkan homogen dengan nilai pH (6.5-7.5), viskositas (4533.7 - 9889.9 cPs), daya busa (3.76 - 8.16 cm) serta daya sebar (4.43 - 4.6 cm) yang telah memenuhi standar mutu sediaan facial wash gel. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa dengan adanya penambahan konsentrasi Karbopol berpengaruh terhadap nilai pH, viskositas, serta daya sebar sediaan facial wash gel. Semakin tinggi konsentrasi Karbopol, maka viskositas akan semakin tinggi, dan berbanding terbalik dengan nilai pH serta daya sebar sediaan yang semakin rendah. Formula facial wash gel terbaik yang dihasilkan dan memnuhi standar mutu sediaan berdasarkan SNI adalah F1 dengan konsentrasi Karbopol sebesar 1%.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI CARBOPOL TERHADAP STABILITAS SEDIAAN FACIAL WASH GEL EKSTRAK METANOL BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) Budi Sawitri, Satwika; Mahirotun, Anggun; DR, Juwita
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 3 (2024): JIGF - September
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i3.75

Abstract

Tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dengan kandungan antosianin yang tinggi merupakan bagian dari flavonoid memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Efek antioksidannya dapat dijadikan sebagai sumber suplemen Kesehatan maupun produk perawatan untuk berbagai masalah tubuh diantaranya adalah masalah kulit. Antioksidan dapat melindungi kulit dari paparan cahaya matahari dan radikal bebas yang menyebabkan kulit kusam serta penuaan dini. Salah satu sediaan yang dapat digunakan sebagai perawatan dan membersihkan kulit wajah dari kotoran yang menempel adalah sabun wajah atau facial wash. Pemanfaatan ekstrak bunga rosela dalam facial wash perlu dipertimbangkan untuk penambahaan carbopol sebagai gelling agent agar didapatkan sediaan gel yang stabil dan memenuhi standar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan sediaan facial wash gel dari ekstrak bunga rosela yang stabil dan memenuhi standar dengan menggunakan variasi konsentrasi carbopol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimental di laboratorium dengan bahan aktif ekstrak metanol bunga rosela serta variasi konsentrasi carbopol. Sediaan yang dibuat menggunakan variasi konsentrasi carbopol masing-masing untuk F1 adalah 0,7%; F2 0,9%; F3 1,1%; F4 1,3%; dan F5 dengan konsentrasi 1,5%. Hasil penelitian menunjukkan formulasi sediaan gel facial wash ekstrak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) pada konsentrasi carbopol 1,3% (formula ke-4) menghasilkan sediaan yang paling baik dan stabil. Formula ke-4 memiliki nilai viskositas rata-rata 1808,6 cPs sebelum penyimpanan dan 1276,7 cPs setelah penyimpanan; nilai pH rata-rata 6,8 sebelum penyimpanan dan 6,5 setelah penyimpanan; tinggi busa rata-rata 5,4 cm sebelum penyimpanan dan 5,5 cm setelah penyimpanan; sedangkan rata-rata daya sebar 5,8 cm sebelum penyimpanan dan 5,5 cm setelah penyimpanan.
AKTIVITAS ANTIINFLAMASI SENYAWA FLAVONOID EKSTRAK HERBA MENIRAN (Phyllanthus niruri L.) DENGAN METODE STABILITAS MEMBRAN SEL SECARA IN VITRO Budi Sawitri, Satwika; Fitrian, Ahyana; Fadholah, Amal; Kurniawan, Kurniawan; Rahma, Nidya
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 3 (2024): JIGF - September
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i3.76

Abstract

Inflamasi merupakan respon suatu jaringan terhadap munculnya rangsangan fisik maupun kimia sehingga akan dilepaskan mediator inflamasi seperti histamin, serotonin, bradikinin dan prostaglandin. Kerusakan sel akibat inflamasi mempengaruhi leukosit untuk mengeluarkan enzim lisosomal dan asam arachidonat. Penangan kejadian inflamasi dengan penggunaan obat antiinflamasi non steroid (AINS) dan antinflamasi steroid. Penggunaan jangka panjang obat-obatan tersebut dapat menimbulkan kerusakan jaringan. Herba meniran (Phyllanthus niruri L.) dengan kandungan metabolit sekunder seperti senyawa flavonoid dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan karena efektivitasnya sebagai antiinflamasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol herba meniran sehingga dapat menghambat terjadinya reaksi inflamasi. Penelitian ini menggunakan metode stabilitas membran sel secara in vitro berdasarkan perhitungan nilai IC50. Kemampuan ekstrak dalam menghambat inflamasi dapat dilihat berdasarkan pengaruhnya terhadap stabilitas membrane sel. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan pengujian aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol herba meniran terhadap stabilitas membran sel yang dilakukan dengan menghitung presentase stabilitas membrane sel menunjukkan bahwa pada konsentrasi 800 ppm ekstrak herba meniran mempunyai aktivitas antiinflamasi tertinggi sebesar 99,26%. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang digunakan maka potensi dalam menstabilkan membran sel yang induksi larutan hipotonik akan semakin meningkat. Nilai IC50 yang diperoleh menunjukkan dalam penelitian ini menunjukkan pada angka 44,236 ppm yang berarti bahwa ekstrak herba meniran memiliki aktivitas antiinflamasi dalam kategori sangat akif karena < 50 ppm.
FORMULASI ORAL DISINTEGRATING TABLET (ODT) EKSTRAK LABU AIR (Lagenaria siceraria (Molina) Standl) KOMBINASI SUPERDISINTEGRANT CROSPOVIDONE® dan SODIUM STARCH GLYCOLATE® Kurniawan, K; Tsalsabila, Zaviera; Estikomah, Solikah Ana; Al Hasanah, Fauziyyah
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 3 (2024): JIGF - September
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i3.77

Abstract

Sediaan obat mengalami perubahan yang dinamis, seiring perkembangan teknologi. Salah satunya sedaiaan ODT, keuntungan utama ODT adalah kemudahan pemakaian obat karena dapat ditelan tanpa membutuhkan air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi superdisintegrant crospovidone dan sodium starch glycolate terhadap mutu fisik sediaan ODT ekstrak labu air dan pada konsentrasi berapakah kombinasi kedua superdisintegrant tersebut yang mampu menghasilkan ODT ekstrak labu air dengan waktu hancur yang cepat. Buah labu air diekstraksi menggunakan metode soxhletasi dengan pelarut methanol 70%. Ekstrak kering buah labu air dibuat dengan menggunakan aerosil. Sediaan ODT ekstrak labu air dilakukan dengan metode kempa langsung dengan berbagai kombinasi bahan. Variasi kombinasi superdisintegrant crospovidone dan sodium starch glycolate yang digunakan yaitu 6:2, 5:3, dan 3:5. Dilakukan pengujian terhadap sifat fisiknya meliputi waktu alir dan sudut diam. Pencetakan tablet dilakukan dengan mesin cetak tablet single punch dengan bobot tiap tablet 500 mg. Pengujian sifat fisik tablet meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, pembasahan, waktu hancur dan tanggap rasa. Data dianalisis dengan pendekatan teoritis dan statistik dengan menggunakan uji One-Way Anova dilanjutjan dengan uji Post Hoc metode Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah labu air dapat dibuat sediaan ODT, formula tablet ekstrak labu air kombinasi superdisintegrant crospovidone dan sodium starch glycolate dengan perbandingan 6:2, 5:3 dan 3:5 dapat menghasilkan tablet yang memenuhi persyaratan sifat alir, sudut diam, keseragaman ukuran, kekerasan tablet, waktu pembasahan dan waktu hancur tablet. Sementara parameter persyaratan ODT yang paling baik pada formulasi I. perbedaan variasi kombinasi superdisintegrant crospovidone dan sodium starch glycolate berpengaruh terhadap kualitas mutu fisik tablet ekstrak buah labu air (Lagenaria siceraria (Molina) Standl). Kombinasi superdisintegrant crospovidone(6%) dan sodium starch glycolate (2%) menghasilkan waktu hancur yang cepat dibandingkan dengan formulasi yang lainnya, yaitu 22,87 detik.
A Formulasi Sediaan Lotion Ekstrak Kulit Pisang Kepok Kuning (Musa paradisiaca Linn.) sebagai Antioksidan Rahma, Ndya; Budi Sawitri, Satwika
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 3 No. 1 (2025): JIGF - Januari
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v3i1.86

Abstract

ABSTRACT Yellow banana peel (Musa paradisiaca Linn.) contains bioactive compounds such as flavonoids, tannins, and phenolics which are suspected to have antioxidant activity. This study aims to formulate a lotion preparation of yellow banana peel extract as a natural antioxidant. This research method is an experimental method carried out in the laboratory. The extract was obtained by the maceration method using 96% ethanol solvent. Antioxidant activity using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method. The variations in extract concentration used in the formulation of the lotion preparation were 5%, 7.5%, and 10%. The results of this study indicate that the antioxidant activity in banana peel extract has an IC50 value of 32.28 µg/mL, which is included in the very strong category. Evaluation of the yellow banana peel extract lotion preparation produced a semi-solid preparation, white to brownish in color. The lotion formula has also shown a homogeneous composition of the preparation, with a pH value ranging from 7-10, with a spreadability between 3.91-8.22 cm. Based on these results, the best preparation is in formula one with a yellow banana peel extract content of 5% producing a homogeneous preparation with a pH of 8 which is in accordance with the skin pH and a spread of 6.07 cm. The conclusion of this study is that banana peel extract has very strong antioxidant activity with an IC50 value of 32.28 µg/mL. Keywords: Lotion; Yellow Banana Peel; Antioxidant; Formulation; stability Kulit pisang kepok kuning (Musa paradisiaca Linn.) mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan fenolik yang disinyalir memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan lotion ekstrak kulit pisang kepok kuning sebagai antioksidan alami. Metode penelitian ini yang adalah metode eksperimental yang dilaksanakan di laboratorium. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi mengunakan pelarut etanol 96%. Aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Variasi konsentrasi ekstrak yang digunakan dalam formulasi sediaan lotion adalah 5%, 7,5%, dan 10%. Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas antioksidan dalam ekstrak kulit pisang memiliki nilai IC50 sebesar 32,28 µg/mL termasuk dalam kategori sangat kuat. Evaluasi sediaan lotion ekstrak kulit pisang kepok kuning menghasilkan sediaan berbentuk semi solid, berwarna putih hingga kecoklatan. Formula lotion juga telah menunjukkan susunan sediaan yang homogen, dengan nilai pH berkisar 7-10, dengan daya sebar antara 3,91-8,22 cm. Berdasarkan hasil tersebut, sediaan terbaik ada pada formula satu dengan kadar ekstrak kulit pisang kepok kuning sebesar 5% menghasilkan sediaan yang homogen dengan pH 8 yang sesuai dengan pH kulit dan daya sebar 6,07 cm. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ekstrak kulit pisang memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 32,28 µg/mL. Kata Kunci : Lotion; Kulit Pisang Kepok Kuning; Antioksidan; Formulasi; Stability
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGOBATAN ALLOPURINOL DAN COLCHICINE PADA PASIEN ASAM URAT RAWAT JALAN DI RSUD SRAGEN Daffa, Atorva; Kurniawan, Kurniawan; Fadholah, Amal; Dewi, Mahmud Carica; Nasywa, Tabriza
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 3 No. 1 (2025): JIGF - Januari
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v3i1.87

Abstract

Asam urat merupakan salah satu penyakit degeneratif tidak menular yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar asam urat dalam tubuh. Dilihat dari waktu pemberian terapi pada pasien asam urat yang termasuk dalam jangka waktu panjang, sehingga perlu dilakukan analisis efektivitas biaya untuk memutuskan pemilihan obat yang tepat dan efektif dengan harga terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya pengobatan menggunakan allopurinol dan colchicine pada pasien asam urat rawat jalan di RSUD Sragen pada periode Januari 2020-Agustus 2024. Metode penelitian ini dilakukan secara retrospektif dengan melihat data dari rekam medis pasien dan administrasi pasien. Analisis dilakukan terhadap efektivitas pengobatan dalam menurunkan kadar asam urat serta biaya yang dikeluarkan oleh pasien selama pengobatan. Efektivitas terapi dinilai dari kadar asam urat pasien yang mencapai target, pada pasien pria yaitu 3,6-8,5 mg/dL, sedangkan untuk pasien wanita target terapinya yaitu 2,3-6,6 mg/dL. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui obat yang lebih cost-effective antara allopurinol dengan colchicine. Hasil penelitian menunjukkan persentase efektivitas obat asam urat allopurinol sebesar 70% sedangkan obat asam urat colchicine sebesar 68%. Rata-rata total biaya obat asam urat kelompok allopurinol sebanyak Rp 297.059 dan kelompok colchicine Rp 387.379. obat asam urat allopurinol lebih cost-effective dengan nilai ACER sebesar Rp 424.370 dibandingkan dengan colchicine sebesar Rp 569.675. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa terapi allopurinol lebih cost-effective dari colchicine dengan nilai ACER Rp 424.370 dan ICER -Rp 45.160.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN TERAPI ASPIRIN TUNGGAL DAN KOMBINASI ASPIRIN-CLOPIDOGREL PADA PASIEN SINDROM KORONER AKUT DI RSUD DR. MOEWARDI Nurkhalica, Salma; Fadholah, Amal; Kurniawan, Kurniawan; Budi Sawitri, Satwika
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 3 No. 1 (2025): JIGF - Januari
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v3i1.88

Abstract

Sindrom Koroner Akut merupakan bagian dari penyakit jantung koroner yang dicirikan dengan berkurangnya secara mendadak aliran darah ke otot jantung (miokard) yang disebabkan oleh gangguan di pembuluh darah koroner. Penyakit tidak menular salah satunya yaitu jantung koroner merupakan penyebab kematian hampir 70% di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya penggunaan terapi aspirin tunggal dan kombinasi aspirin-clopidogrel pada pasien sindrom koroner akut di RSUD Dr. Moewardi. Penelitian ini menggunakan metode non-eksperimental deskriptif dengan pengambilan data secara desain retrospektif. Data yang diambil adalah data rekam medis pasien rawat inap sindrom koroner akut periode Januari 2023 hingga Oktober 2024. Jumlah sampel penelitian yaitu 74 pasien dengan rincian 34 pasien menggunakan aspirin tunggal dan 40 pasien menggunakan aspirin-clopidogrel. Metode analisis data yang digunakan adalah ACER dan ICER. Hasil penelitian ini untuk rata-rata total biaya langsung pasien sindrom koroner akut yang menggunakan aspirin tunggal dengan nilai ACER yaitu Rp. 6.601.050, sedangkan untuk penggunaan aspirin-clopidogrel dengan nilai ACER yaitu Rp. 10.887.826. Analisis ACER menunjukkan bahwa aspirin tunggal lebih cost-effective dibandingkan kombinasi aspirin-clopidogrel pada pasien sindrom koroner akut rawat inap di RSUD Dr. Moewardi. Berdasarkan nilai ACER aspirin tunggal menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dengan biaya yang lebih rendah. Hasil analisis ICER menunjukkan bahwa terapi aspirin-clopidogrel membutuhkan biaya tambahan yaitu Rp. -267.923. Berdasarkan hasil analisis ACER dan ICER, terapi aspirin tunggal lebih cost-effective dibandingkan dengan terapi kombinasi aspirin-clopidogrel untuk pasien sindrom koroner akut rawat inap di RSUD Dr. Moewardi periode Januari 2023-Oktober 2024.
Kefir: Minuman Fermentasi dengan Manfaat Antibakteri Kurniawan, Kurniawan; Milanda, Tiana; Fitri Kusuma, Sri Agung
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 3 No. 1 (2025): JIGF - Januari
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v3i1.97

Abstract

Kefir susu adalah minuman fermentasi yang diperoleh melalui inokulasi susu dengan butiran kefir yang mengandung simbiosis bakteri asam laktat, asam asetat, dan ragi. Proses fermentasi ini menghasilkan beragam senyawa bioaktif seperti asam organik, etanol, karbon dioksida, dan peptida antimikroba yang memiliki aktivitas antibakteri signifikan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kefir susu mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti Escherichia coli, Salmonella typhimurium, dan Staphylococcus aureus. Aktivitas antibakteri kefir susu disebabkan oleh kombinasi efek dari pH yang rendah, produksi senyawa antimikroba, dan keberadaan mikroorganisme probiotik. Selain itu, konsumsi kefir susu secara rutin diketahui dapat memperkuat sistem imun, menjaga keseimbangan mikrobiota usus, serta meningkatkan ketahanan tubuh terhadap infeksi. Dengan sifat fungsional dan terapeutiknya, kefir susu memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai minuman kesehatan alami dengan manfaat antibakteri yang menjanjikan.
UTILIZING CHEESE WHEY AS A KEFIR DRINK: REVIEW Kurniawan, Kurniawan; Milanda, Tiana
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 3 No. 1 (2025): JIGF - Januari
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v3i1.98

Abstract

Whey is a by-product of the cheese industry that is rich in lactose, protein, and minerals, but is often considered as waste. The use of whey as a basic ingredient for kefir drinks is an innovative solution that not only reduces environmental impacts but also produces functional food products with high added value. This article reviews the potential of cheese whey as a substrate in kefir fermentation, including the chemical characteristics of whey, the kefir whey production process, the health benefits of the resulting bioactive compounds, and the challenges and prospects for its development. Studies have shown that whey fermentation with kefir culture can produce probiotic drinks with beneficial effects on gastrointestinal health, the immune system, and lipid and glucose metabolism. By optimizing fermentation technology and adding complementary nutrients, whey kefir can be an alternative functional drink that is economical, nutritious, and environmentally friendly

Page 3 of 4 | Total Record : 40