cover
Contact Name
Kurniawan
Contact Email
admin@iaisragen.org
Phone
+628112807435
Journal Mail Official
admin@iaisragen.org
Editorial Address
Apotek Nayla, Jl. Pungkruk-Gabugan km 3 Taraman, Kec Sidoarjo, Kab. Sragen, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Global Farmasi
ISSN : -     EISSN : 29874742     DOI : https://doi.org/10.21111/jigf
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) is a journal managed by the Indonesian Pharmacist Association Sragen Indonesia. This journal is designed as a place of dissemination original article and/or article review. This journal publishes research on a detailed variety of topics in pharmacy including pharmaceutical science and technology as well as biomedical science, clinical pharmacy and community pharmacy. As a forum for ideas and information discussions between researchers, academics, and practitioners, this journal is expected to be able to support and initiate the latest studies in pharmacy. The research results reported in this journal will hopefully contribute to the development of pharmaceutical science as well as health science. This journal has been established since 2023 as Jurnal Ilmiah Global Farmasi.
Articles 40 Documents
GAMBARAN PENGETAHUAN PENGGUNAAN AMOXICILLIN PADA MASYARAKAT DI DUSUN SRIJAYA DESA PUCANG MILIRA KECAMATAN TULUNG KABUPATEN KLATEN Hadi, Verawati; Setiyanto, Riyan
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 1 (2024): JIGF - Januari
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i1.21

Abstract

Amoxicillin merupakan antibiotik yang paling banyak digunakan oleh Masyarakat. Amoxicillin efektif pada bakteri gram positif dan beberapa tambahan cakupan gram negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan Masyarakat terhadap penggunaan amoxicillin. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 100 orang. Studi crosssectional dilakukan pada Masyarakat yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian gambaran pengetahuan penggunaan amoxicillin pada Masyarakat dusun srijaya desa pucang miliran kecamatan tulung kabupaten Klaten tahun 2023 dapat disimpulkan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan pasien terhadap penggunaan amoxicillin sebesar 79% dengan kategori baik.
FORMULASI SEDIAAN BEDAK TABUR EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruitz & Pav.) iaisragen, iaisragen; Annisa, Firstiyani; Estikomah, Solikah Ana; Widyaratna, Indriyanti; Wahyuni, Sri
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 1 (2024): JIGF - Januari
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i1.31

Abstract

Tujuan: Penelitian ini mengenai formulasi bedak tabur ekstrak daun sirih merah yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik formulasi sediaan bedak tabur ekstrak daun sirih merah. Metode: Penelitian bersifat penelitian eksperimental. Pembuatan bedak tabur ekstrak daun sirih merah dibuat dengan 3 kali pengulangan. Kemuadian masing-masing pengulangan diuji serta diamati stabilitas fisik dan organoleptisnya. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan bedak tabur yaitu ekstrak daun sirih merah, magnesium oksida, zink oksida, metil paraben, talkum dan essesntial oil lavender. Pada setiap formula terdapat perbedaan konsentrasi yaitu perbedaan pada konsentrasi magnesium oksida yaitu 1%, 2%, dan 3%. Hasil: Data yang diperoleh dibandingkan dengan pustaka dan literature lalu dianalisis dengan uji one way ANOVA untuk data yang terdistribusi normal dan Kruskall Wallis untuk data yang tidak terdistribusi normal. Dari keempat formula mendapatkan hasil bahwa dari keempat formula memiliki perbedaan yang signifikan pada pH 0,00 (<0,05), dan perbedaan yang tidak signifikan pada sifat alir 0,885 (>0,005), sudut diam 0,438 (>0,05), kadar air (>0,05) dan daya lekat 0,363 (>0,05). Kesimpulan: Berdasarkan karakteristik bedak tabur dengan perbandingan Magnesium Oksida 1%, 2%, dan 3% yang telah melalui uji fisik dan uji organoleptis mendapatkan hasil bahwa dari keempat formula, formula 1 (F1) merupakan formula yang baik karakteristiknya dari segi daya lekat, pH, sifat alir, dan kadar air.
Uji Efektivitas Kombinasi Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica Val.) Dan Madu Multiflora Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Salmonella typhi dan Bacillus cereus Secara In Vitro Jannah, Miftakhul; Marfu’ah, Nurul; Fitrian, Ahyana; Kurniawan, K
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 1 (2024): JIGF - Januari
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i1.32

Abstract

Salmonella typhi adalah salah satu bakteri gram negatif, bakteri patogen penyebab demam tifoid atau tipus (typus). Bacillus cereus merupakan bakteri gram positif, tumbuh secara aerob, menyebabkan keracunan dengan gejala muntah dan diare. Beberapa bakteri mulai resisten terhadap antibiotik karena terlalu sering digunakan. Sebagai pengobatan alternatif, tanaman yang memiliki sifat antibakteri seperti kunyit memiliki senyawa kurkumin dan minyak atsiri, sedangkan madu memilki senyawa flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya efektivitas kombinasi ekstrak kunyit (Curcuma domestica Val.) dan madu multiflora serta daya hambat yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dan Bacillus cereus secara In Vitro. Ekstraksi yang dilakukan adalah dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% serta perbandingan kombinasi ekstrak kunyit dan madu multiflora 100%:0 b/v; 75%:25% b/v; 50%:50% b/v; 25%:75% b/v; 0:100% b/v. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi disk (Kirby-Bauer). Hasil penelitian menunjukkan adanya efektivitas kombinasi, dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi (0,00) dan Bacillus cereus (0,01) berbeda nyata signifikan (P<0,05). Salmonella typhi dengan rata-rata aktivitas antibakteri paling optimal pada konsentrasi kombinasi kunyit dan madu 0:100% yaitu 16,73 mm, sedangkan pada bakteri Bacillus cereus aktivitas antibakteri paling optimal pada konsentrasi kombinasi kunyit dan madu 0 :100% yaitu 1,47 mm.
GAMBARAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE PADA SANTRIWATI DENGAN KEJADIAN MUNCULNYA PENYAKIT HERPES SIMPLEKS DI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM GONTOR PUTRI 1 MANTINGAN, NGAWI, JAWA TIMUR Meylisa, Meylisa; Fadholah, Amal; Fatihah, Nadia Iha; Suciati, Anugerah
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 1 (2024): JIGF - Januari
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i1.33

Abstract

Penyakit herpes simpleks merupakan suatu penyakit yang tidak dapat disembuhkan serta bersifat kambuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran antara perilaku personal hygiene dan pola penyebaran dengan terjadi munculnya penyakit herpes simplek pada santriwati di Pondok Pesantren Pondok Pesantren Darussalam Gontor Putri 1 Di Mantingan, Ngawi Jawa Timur. Rancangan penelitian ini adalah dengan deskriptif observasional menggunakan pendekatan Retrospektif. Populasi dalam penelitian ini yang terdiagnosa mengalami herpes simplex di BKSM Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Putri 1, sebanyak 23 santriwati. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner tertutup, dengan menggunakan uji validasi secara SPSS yaitu uji Analisis Reliability. Hasil penelitian diperoleh rata-rata skor perilaku personal hygiene pada santriwati Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Putri 1, sebesar 97,61 % dengan katagori baik. Pada hasil disetiap aspek kebersihan, dari kebersihan kulit diperoleh rata-rata 99,51% dengan katagori baik, kebersihan tangan dan kuku diperoleh rata-rata 96,13% dengan katagori baik, untuk kebersihan gigi dan mulut diperoleh 95,65% dengan katagori baik, kebersihan rambut diperoleh rata-rata 99,27% dengan katagori baik, dan kebersihan pakaian diperoleh rata-rata 97,82%, sedangkan pola penyebaran diperoleh rata-rata 97,68% dengan katagori baik. Berdasarkan hasil penelitian menyimpulkan bahwa santriwati Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Putri 1 memiliki perilaku personal hygiene yang baik serta pola penyebaran mengenai penyakit yang baik. Namun terjadi herpes simplek, dan penyebaran di lingkungan disebabkan oleh kurangnya kebersihan kulit yang terletak diarea tersembunyi, belum menggunakan sabun antiseptik, merawat dan menjaga kebersihan gigi dan mulut dalam berkumur dengan obat kumur, serta aktivitas yang padat dan kegiatan bersama. Dengan dukungan dari lingkungan sekitar dan sumber penyakitnya tersebut, serta imun tubuh yang kurang baik.
ANTIOXIDANT ACTIVITY TEST ON KEFIR WHEY WITH TURMERIC NATURAL DYE (Curcuma longa L.) Rohmah, Nilna Alfa; Estikomah, Solikah Ana; Kurniawan, Kurniawan; Budi Sawitri, Satwika
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 1 (2024): JIGF - Januari
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i1.34

Abstract

Excess free radicals in a person's body to exceed the body's ability to manage them can cause a condition called oxidative stress. Oxidative stress is a condition of imbalance between the amount of free radicals present and the amount of antioxidants in the body. One of the Prevention of oxidative stress is by increasing the intake of antioxidants. During this time whey in most cheese companies just becomes a waste. As we know that the Whey contains high nutrients and has health benefits and contains antioxidants. The purpose of this study was to determine the use of cheese whey in kefir whey beverage processed products with turmeric natural dyes that are rich in antioxidants. This study was conducted by an experimental method consisting of 5 (five) stages, namely the first stage of making kefir whey drink with turmeric natural dyes. The second stage is testing pH, the third stage is testing water content, the fourth stage is antioxidant activity testing, the fifth is testing hedonic (liking). The results showed that the variant concentration of cheese whey significantly affect the water content, antioxidant activity and preferences (color, flavor, scent). But there is no real effect on the pH value because the average pH value is the same. Variable pH value, water content and hedonic (preference) does not affect antioxidant activity. So it can be concluded that kefir whey with turmeric natural dye has the potential as a drink that contains antioxidants that can reduce levels and can prevent oxidative stress.
KOMBINASI GELLING AGENT PADA FORMULASI SEDIAAN GEL WAJAH EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum L.) Budi Sawitri, Satwika; Marfu'ah, Nurul; Ananda, Mutiara
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 2 (2024): JIGF - Mei
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i2.43

Abstract

Kesehatan kulit wajah menjadi salah satu perhatian utama bagi wanita. Sediaan kosmetik untuk perawatan kulit wajah banyak ditemukan dalam produk skincare salah satunya gel. Gel adalah sediaan semi padat, termasuk suspensi dari partikel anorganik, untuk penggunaan topikal. Perawatan kulit wajah pada sediaan gel dapat memanfaatkan sumber alami dari daun sirih merah sebagai bahan aktifnya. Daun sirih merah memiliki kandungan metabolit sekunder yaitu flavonoid, alkaloid, tanin, dan minyak atsiri yang berpotensi sebagai antioksidan serta antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sediaan gel wajah dari ekstrak daun sirih merah dengan kombinasi gelling agent HPMC dan PVA. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Sediaan dibuat dalam tiga formula dengan konsentrasi gelling agent HPMC:PVA F1 1%:4%; F2 1%:6%; dan F3 1%:8%. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dan dibandingkan dengan standar sediaan gel menurut SNI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sediaan gel untuk wajah dari ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) dengan kombinasi gelling agent pada pengujian organoleptik menunjukkan sediaan homogen dengan warna hijau tua, berbau khas sirih, berbentuk cair hingga agak kental. Pada uji pH sediaan berkisar 6,4-6,8; dengan viskositas antara 674,7-2112,7 cPs; dan daya sebar menunjukkan angka 5,52-6,9 cm. Formula terbaik didapatkan pada F3 karena berdasarkan uji organoleptik, daya sebar dan pH memenuhi standar SNI tetapi hasil uji viskositas belum memenuhi standar.
PENGARUH LESITIN SEBAGAI EMULSIFIER ALAMI TERHADAP KARAKTERISTIK SEDIAAN KRIM EKSTRAK DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) Budi Sawitri, Satwika; Kurniawan, Kurniawan; Masikah, Nisrina; Mahardika, Muladi
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 2 (2024): JIGF - Mei
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i2.45

Abstract

Daun Alpukat (Persea americana Mill.) memiliki kandungan flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Berdasarkan potensi daun alpukat tersebut dapat dimanfaatkan dalam formulasi sediaan krim. Sehingga dapat dikembangkan suatu formula sediaan krim dengan menggunakan emulsifier alami seperti lesitin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik fisik sediaan krim ekstrak daun Alpukat (Persea americana Mill.) dengan variasi konsentrasi lesitin sebagai emulsifier alami. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium. Krim dibuat menjadi 4 formula dengan variasi konsentrasi lesitin sebesar 0,25%; 0,5%; 0,75%; dan 1%. Uji evaluasi mutu sediaan meliputi organoleptis, homogenitas, pH sediaan, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Hasil menunjukkan bahwa F1-F4 memiliki karakteristik sediaan yang memenuhi standar mutu fisik sediaan krim berdasarkan hasil uji organoleptis, homogenitas, pH (6,63-7,05), viskositas (2052,1-8078,6 cPs), daya sebar (5,14-6,35 cm), dan daya lekat (7-9 detik). Formula 4 tidak memenuhi kriteria standar mutu sediaan krim berdasarkan nilai pH yang dihasilkan.
EFEKTIVITAS SEDIAAN KRIM EKSTRAK KULIT PISANG AMBON (Musa paradisiaca Var. Sapientum) SEBAGAI PENUTUP LUKA SAYAT SECARA IN-VIVO PADA TIKUS PUTIH Fitrian, Ahyana; Budi Sawitri, Satwika; Kurniawan, Kurniawan; Aulia R, Nadina
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 2 (2024): JIGF - Mei
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i2.50

Abstract

Kulit pisang Ambon merupakan salah satu tanaman yang sering ditemui dan memiliki banyak manfaat. Salah satu manfaatnya dapat membantu menyembuhkan luka karena kandungan senyawa flavonoid, saponin dan tanin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas sediaan krim ekstrak kulit pisang Ambon sebagai penutup luka sayat pada tikus. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Kulit pisang Ambon dimaserasi dengan etanol 70%. Ekstrak dibuat menjadi sediaan krim dengan variasi konsentrasi 10%, 15% dan 20%. Berdasarkan hasil uji karakteristik sediaan krim ekstrak kulit pisang Ambon didapatkan sediaan krim memnuhi syarat mutu menurut standar SNI. Krim ekstrak kulit pisang Ambon dilakukan uji secara in-vivo dalam penutupan luka sayat pada tikus putih. Analisis data penutupan luka diuji normalitasnya menggunakan Shapiro-Wilk Test dengan hasil data terdistribusi secara normal pada semua kelompok uji dengan nilai signifikasi p>0,05. Dilanjutkan uji menggunakan One Way ANOVA dengan hasil 0,00 yang artinya kulit pisang Ambon efektif dalam mempercepat penutupan luka sayat pada tikus putih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula sediaan krim ekstrak kulit pisang Ambon memiliki karakteristik mutu sediaan yang memenuhi standar menurut SNI 16-4954-1998 adalah F2 dan F3. Sediaan krim ekstrak kulit buah pisang Ambon efektif mempercepat proses penutupan luka sayat pada tikus putih dengan konsentrasi ekstrak yang paling efektif sebesar 20% pada F3 dengan nilai p<0,05
Formulasi Sabun Cair Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) Dengan Variasi Kombinasi Crude Palm Oil (CPO) Dan Virgin Coconut Oil (VCO) Kurniawan, Kurniawan; Maulidah, Fildzah; Mira K, Nadia; Suciati, Anugerah
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 2 (2024): JIGF - Mei
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i2.51

Abstract

Daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) Telah banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai bentuk sediaan topikal dan oral. Dalam studi ini, para peneliti memilih bentuk sediaan sabun cair yang bertujuan untuk memberikan perawatan yang dapat digunakan di setiap lingkaran dan mudah digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sabun cair dengan kombinasi CPO dan VCO sebagai dasar pembuatan sabun cair. Ekstrak daun sirih merah tebal dibuat dengan pelarut etanol 70%. Formulasi sabun cair ekstrak daun sirih merah dengan variasi kombinasi CPO dan VCO dibuat dalam 5 formula, dengan variasi kombinasi CPO dan VCO yaitu; Formula 1 (CPO 50), Formula 2 (VCO 20: CPO 30), Formula 3 (VCO 25: CPO 25), Formula 4 (VCO 30: CPO 20), Formula 5 (VCO: 50). Persiapan diuji untuk sifat fisik termasuk organoleptik, uji pH, uji busa tinggi, kadar air dan uji homogenitas yang dianalisis menggunakan uji One Way Anova. Uji stabilitas meliputi uji organoleptik, pH, dan busa tinggi. Hasil uji sifat fisik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan konsentrasi CPO dan VCO, yang ditunjukkan oleh perbedaan warna, tekstur, pH, kadar air, dan tinggi busa sabun cair ekstrak daun sirih cair. Dapat disimpulkan bahwa sabun ekstrak daun sirih merah cair dengan kombinasi CPO dan VCO dengan konsentrasi VCO 25 dan CPO 25 memiliki kriteria baik sebagai sabun cair dengan pH 9,6, tinggi busa 1,7 cm, kadar air 27 cm. , 4%, dan stabil dalam uji stabilitas penyimpanan dipercepat.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN MASKER SERBUK DARI DAUN PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) Kurniawan, Kurniawan; Aida, Ayu; Budi Sawitri, Satwika; Mahirotun, Anggun
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 2 No. 2 (2024): JIGF - Mei
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jigf.v2i2.52

Abstract

Kosmetik merupakan suatu bahan atau obat yang digunakan untuk mempercantik diri. Pada zaman modern saat ini, banyak ditemukan kosmetik dipasaran yang menggunakan bahan sintetik. Penggunaan bahan sintetik yang terus menerus akan menyebabkan masalah pada kesehatan. Melihat dari banyaknya komoditas tanaman pisang di Indonesia yang terus menerus semakin meningkat, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pada salah satu bagian dari tanaman pisang kepok. Daun pisang kepok (Musa paradisiaca L.) yang merupakan bagian dari tanaman pisang, diketahui mengandung senyawa antioksidan alami. Sebagai antioksidan yang terdapat pada daun pisang, senyawa aktif ini dapat ditambahkan pada sediaan masker, salah satunya adalah sediaan masker serbuk. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental. Pada penelitian ini sebelum dilakukan pembuatan sediaan masker, diuji aktivitas antioksidan pada daun pisang dengan konsentrasi (40 %, 50 %, dan 60 %) menggunakan metode DPPH. Selanjutnya, dilakukan pembuatan sediaan dengan menggunakan Na CMC sebagai variasi konsentrasi pengikat untuk 3 formulasi (2%, 4%, dan 6%)

Page 2 of 4 | Total Record : 40