cover
Contact Name
Antonius Primus
Contact Email
fatima.parepare28@gmail.com
Phone
+6242122167
Journal Mail Official
fatima.parepare28@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ganggawa, No. 22, Kelurahan Ujung Bulu, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan
Location
Kota pare pare,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
ISSN : 23563028     EISSN : 26563495     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan “Lentera Acitya” merupakan media komunikasi dan informasi ilmiah bidang ilmu kesehatan yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fatima Parepare. “Lentera Acitya” merupakan hasil elaborasi berbagai pemikiran dan penelitian ilmiah yang dilakukan oleh para dosen dan para ahli serta mahasiswa di bidangnya, baik dalam lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fatima Parepare maupun di luar lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fatima Parepare. Jurnal ini diterbitkan secara berkala, dua kali setahun (Juni dan Desember). “Lentera Acitya” diterbitkan pertama kali pada Desember 2014. Jurnal Kesehatan Lentera Acitya terindeks LIPI, ISSN Indonesia, Google Schoolar, PKP Index, OJS, dan GARUDA (Garba Rujukan Digital) Dikti. Terintegrasi pada SINTA.
Articles 112 Documents
PENGARUH HEALTH EDUCATION TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS PADA SISWA/I SMK NEGERI 2 SIDRAP Asnuddin *; Agustiawan *
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKHealth education  bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemeliharaan dan peningkatan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh health eduction terhadap pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS pada siswa/i SMK Negeri 2 Sidrap. Penelitian ini menggunkan metode quasi eksperimen dengan rancangan one group pre and post test design. Analisis statistic menggunkan wilcoxon. Instrument penelitian menggunakan kuseioner. Populasi adalah siswa/i SMK Negeri 2 Sidrap kelas X dengan jumlah sampel 73 orang dengan menggunakan teknik pemilihan purvosiv sample dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian pengetahuan responden seelum diberikan perlakuan menunjukkan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 2 responden (2,7%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 44 responden (60,3%), dan pengetahuan baik sebanyak 27 responden (37,0%). Pengetahuan setelah diberikan perlakuan didapatkan hasil hampir semua responden termasuk berpengetahuan baik sebanyak 69 responden (94,5%), sebagian kecil berpengetahuan cukup sebanyak 4 responden (5.5%). Untuk pencegahan HIV/AIDS dilingkungan sekolah perlu diadakannya penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan siswa/i khususnya dibidang kesehatan oleh institusi terkait seperti dinas kesehatan dan puskesmas.ABSTRACTHealth education aims to increase public knowledge about health maintenance and improvement. The purpose of this study was to determine the effect of health eduction on adolescent knowledge about HIV / AIDS in students of SMK Negeri 2 Sidrap. This study uses a quasi-experimental method with one group pre and post test design. Statistical analysis using Wilcoxon. The research instrument used questionnaire. The population is students of SMK Negeri 2 Sidrap class X with a total sample of 73 people by using a sample selection technique with inclusion and exclusion criteria. The results of the research knowledge of respondents before being given treatment showed a lack of knowledge level of 2 respondents (2.7%), a sufficient level of knowledge of 44 respondents (60.3%), and good knowledge of 27 respondents (37.0%). Knowledge after treatment was given, the results obtained were almost all respondents including good knowledge as many as 69 respondents (94.5%), a small proportion of knowledgeable enough as many as 4 respondents (5.5%). For the prevention of HIV / AIDS in the school environment it is necessary to hold health education to improve students’ knowledge, especially in the field of health by related institutions such as the health department and puskesmas.Keywords: Health Education, Knowledge, HIV / AIDS, Youth
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi MOtivasi Kerja Perawat Setelah Penerapan Program Kesehatan Gratis di RSUD Andi Makkasau Parepare Risma Wulandari
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 4, No 4 (2017): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bermaksud untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh  dari (1) tanggung jawab; (2) Suasana kerja; (3) pengawasan; dan (4) pemberian insentif perawat sebagai motivasi dalam melaksanakan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Andi Makkasau Parepare. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Andi Makkasau Parepare. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode survey terhadap 96 sampel yang dianalisis menggunakan analisis regresi dengan statistic SPSS 16.     Hasil yang tampak berupa: (1) tanggungjawab berpengaruh secara positif (p = 0.013 <0.05); (2) suasana kerja berpengaruh secara signifikan (p = 0.131> 0.05); (3) pengawasan berpengaruh secara positif (p = 0.022 <0.05); (4) insentif  berpengaruh secara signifikan (p = 0.116> 0.05) terhadap motivasi perawat dalam melaksanakan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Andi Makkasau Parepare.
PENGARUH SENAM HAMIL TERHADAP KUALITAS TIDUR IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS ANTANG PERUMNAS Hasnita Hasnita; Fitrah Winanda Lagumbi
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GAMBARAN PELAKSANAAN KETEPATAN IDENTIFIKASI PASIEN TERHADAP PATIENT SAFETY DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT FATIMA PAREPARE Henrick Sampeangin; Yunik Melyani Steni
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Patient Safety merupakan tantangan bagi pelayanan kesehatan di seluruh dunia. WHO mencatat banyak terjadi kesalahan penanganan medis di sejumlah negara, termasuk negara yang berkembang. Lemahnya sistem pelayanan terkhususnya pada ketepatan identifikasi pasien di rumah sakit dapat menjadi penyebab terjadinya kesalahan penanganan medis. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui gambaran pelaksanaan ketepatanidentifikasi pasien terhadap patient safety di ruang rawat inap Rumah Sakit Fatima Kota Parepare dan tekhnik yang digunakan yaitu purposive sampling. Metode penelitian: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Instrument yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian: Dari 30 perawat yang bertugas di ruang rawat inap rumah sakit fatima kota parepare, jenis kelamin perempuan 28 orang (93,33%) dan laki-laki 2 orang (6,66%), pendidikan DIII Keperawatan 17 orang (56,66%), S1 sebanyak 9 orang (30%) dan Ners sebanyak 4 orang (13,33%), pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien 20 perawat memilih Sangat setuju, 9 perawat memilih Setuju , dan 1 perawat memilih ragu total presentasi (92,66%), pelaksanaan peran perawat 26 perawat memilih Sangat setuju dan 4 perawat Setuju total presentasi (97,33%), dan pelaksanaan keselamatan pasien 26 perawat memilih Sangat setuju dan 4 perawat memilih Setuju total presentasi (97,33%). Kesimpulan: Keterpayan identifikasi pasien, Peran perawat, dan Keselamatan Pasien dikategorikan Sangat Tepat. Saran: Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pentingnya ketepatan identifikasi pasien di ruang rawat inap rumah sakit agar keselamatan pasien dapat terjamin. Kata kunci: Ketepatan identifikasi pasien, Peran perawat dan Keselamatan PasienABSTRACTBackground: Patient Safety is a challenge for health services throughout the world. WHO noted many medical errors occurred in a number of countries, including developing countries. Weak service systems, especially on the accuracy of identification of patients in the hospital can be the cause of medical mishandling. The purpose of this study: To find out the description of the implementation of the accuracy of patient identification of patientsafety in the inpatient room of Fatima Hospital in Parepare City and the technique used was purposive sampling. Research methods: Types of quantitative research with descriptive designs. The instrument used was a questionnaire. Results: Of the 30 nurses who served in the inpatient room of Fatima Hospital in Parepare City, female gender were 28 people (93.33%) and men were 2 people (6.66%), DIII Nursing education was 17 people (56,66%), S1 as many as 9 people (30%) and nurses as many as 4 people (13.33%), the implementation of the accuracy of patient identification 20 nurses chose Strongly agree, 9 nurses chose Agree, and 1 nurse chose doubt  total presentation (92.66 %), the implementation of the role of nurses 26 nurses chose strongly agree and 4 nurses agreed in total presentation (97.33%), and the implementation of patient safety 26 nurses chose strongly agreed and 4 nurses chose Agree in total presentation (97.33%). Conclusion: The reliability of patient identification, the role of nurses, and patient safety are categorized as very appropriate. Suggestion: The results of this study are expected to provide information on the importance of the accuracy of patient identification in hospital inpatients so that patient safety can be guaranteed.Keywords: Accuracy of patient identification, Role of nurses and patient safety
PERUBAHAN KADAR HEMOGLOBIN DAN UREUM TERHADAP KUALITAS TIDUR PASIEN END STAGE RENAL DISEASE YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS DI RSUD ANDI MAKKASAU PAREPARE Yunita Palinggi
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perubahan kadar hemoglobin dan ureum terhadap kualitas tidur pasien end stage renal disease yang menjalani terapi hemodialisis 3 kali seminggu dan 2 kaliseminggu di Rumah Sakit Umum Daerah Andi Makkasau Parepare. Desain penelitian menggunakan studi observasional deskriptif. Subjek penelitian ini berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitukelompok hemodialisis 3 kali seminggu berjumlah 13 responden dan 2 kali seminggu berjumlah 17 responden. Pengukuran dilakukan dengan pengambilan sampel darah untuk mengetahui kadar hemoglobin dan ureum sebelum dan sesudah dilakukan terapi hemodialisis pada kedua kelompok dan pengukuran kualitas tidur menggunakan kuisoner Pittsburg Sleep Quality Index. Analisis data menggunakan uji spearman correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kadar hemoglobin setelah hemodialisis dengan kualitas tidur pada pasien yang menjalani hemodialisis 3 kali seminggu dengan nilai ρ = 0.019 (ρ<0.05), sedangkan untuk pengukuran parameter lainnya tidak terdapat hubungan kadar hemoglobin dan ureum dengan kualitas tidur karena nilai ρ > 0.05 baik pada pengukuran pertama dan kedua. Pada responden yang  menjalani terapi hemodialisis 2 kali seminggu tidak terdapat hubungan kadar Hb dan ureum sebelum dan setelah hemodialisis dengan kualitas tidur dengan nilai ρ > 0.05 pada pengukuran pertama dan kedua.ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the relationship of changes in hemoglobin and ureum levels to the sleep quality of end stage renal disease patients who undergo hemodialysis therapy 3 times a week and 2 times a week at Andi Makkasau General Hospital of Parepare. The study design used descriptive observational study. The subjects of this study were 30 respondents divided into 2 groups, hemodialysis group 3 times a weekamounted to 13 respondents and 2 times a week amounted to 17 respondents. Measurements were performed by taking blood samples to determine hemoglobin and urea levels before and after hemodialysis therapy in both groups and sleep quality measurements using the Pittsburg Sleep Quality Index quizoner. Data analysis using spearman correlation. The results showed that there was a correlation between hemoglobin level after hemodialysis with sleep quality in patients undergoing hemodialysis 3 times a week with ρ = 0.019 (ρ <0.05), while for other parameters there was no correlation between hemoglobin and urea with sleep quality becausethe value Ρ> 0.05 in both first and second measurements. In respondents who undergo hemodialysis therapy 2 times a week there is no correlation between Hb and ureum levels before and after hemodialysis with sleepquality with value ρ> 0.05 at first and second measurement.  
EFEKTIVITAS PEMBERIAN ZAT BESI (TABLET FE) TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN (HB) PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KAPASA Hasnita Hasnita; La Sakka
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN DI PUSKESMAS LOMPOE Susianti Susianti
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN MENURUNNYA PERSONAL HYGIENE LANSIA DI PPSLU MAPPAKASUNGGU KOTA PAREPARE Martinus Jimung
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Personal hygiene pada lansia merupakan kebutuhan dasar yang meliputi mandi, perawatan kulit,  mulut,  mata, telinga, hidung, rambut, kaku, kaki dan perawatan genital. Personal hygiene lansia harus selalu terpenuhi karena merupakan salah satu tindakan pencegahan primer yang sepefisik untuk meminimalkan pintu masuk penyakit yang mengganggu kesehatan lansia. Sebab hal itu sangat penting, mengingat kebersihan diri (personal hygiene) lansia merupakan kebutuhan dasar dan utama yang dapat mempengaruhi status kesehatan dan kondisi psikologis dan psikis lansia secara umum. Data hasil penelitian Firdaus tahun 2015 menunjukkan bahwa tindakan personal hygiene lansia yang kurang sebanyak 7,5%, personal hygiene cukup sebanyak 55% dan personal hygiene yang baik sebanyak 37,5%.  Penelitian ini bertujuan untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi  menurunnya personal hygiene pada lansia di wilayah kerja Pusat Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Mappakasunggu Kota Parepare tahun 2017. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dengan uji Chi square.  Tempat penelitian di wilayah kerja PPSLU Mappakasunggu Kota Parepare pada tanggal 1 Mei sampai 7 Juli Tahun 2017.  Teknik sampling consecutive sampling. Populasi dalam penelitian ini  berjumlah 75 orang dan sampel berjumlah 63 orang.  Pengumpulan data primer dengan lembar kuesioner. Pengolahan data SPSS meliputi editing, coding, sorting, entry, skoring dan tabulating. Analisa data adalah univariat dan bivariat. Hasil penelitian terdapat hubungan faktor antara variabel independen dan variabel dependen yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak dengan nilai p-value < α = 0,05 usia  p-value = 0,001, pengetahuan pvalue = 0,034,  Fungsi Fisiologis  pvolue = 0,000. Maka disimpulkan terdapat hubungan faktor yang mempengaruhi kejadian menurunnya personal hygiene pada lansia di wilayah kerja PPSLU Mappakasunggu Kota Parepare tahun 2017.Kata Kunci: Usia, Pengetahuan, Fungsi Fisiologis dan Personal Hygiene Lansia. ABSTRACT    Personal hygiene in the elderly is a basic need which includes bathing, skin, mouth, eye, ear, nose, hair, stiff, foot and genital care. Personal hygiene of the elderly must always be fulfilled because it is one of the primary preventive measures that is as effective as minimizing the entrance of diseases that interfere with the health of the elderly. Because this is very important, considering that personal hygiene of the elderly is a basic and primary need that can affect the health status and psychological and psychological conditions of the elderly in general. Data from Firdaus research in 2015 showed that there were 7.5%  of personal hygiene measures in the elderly, 55%  of personal hygiene and 37.5%  of  personal hygiene. This study aims to examine the factors that influence the decline in personal hygiene in the elderly in the work area of the Mappakas Elderly Social Service Center (PPSLU) in the City of Parepare in 2017. The type of quantitative research is cross sectional design with Chi square test. The research site in the PPSLU Mappakasunggu working area in Parepare City on May 1 to July 7, 2017. Sampling consecutive sampling technique. The population in this study amounted to 75 people and a sample of 63 people. Primary data collection with questionnaire sheets. SPSS data processing includes editing, coding, sorting, entry, scoring and tabulating. Data analysis is univariate and bivariate. The results of the study there is a factor relationship between the independent variables and the dependent variable which means that Ha is accepted and Ho is rejected with a p-value < α = 0.05 age p-value = 0.001, knowledge pvalue = 0.034, Physiological Function volume = 0,000. So it can be concluded that there is a relationship between factors that influence the incidence of decreased personal hygiene in the elderly in the PPSLU Mappakas working area waiting for the City of Parepare in 2017.Keywords: Age, Knowledge, Physiological Function and Personal Hygiene of the Elderly
GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN DEMAM BERDARAH PADA ANAK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ANDI MAKKASAU KOTA PAREPARE Martina Malla; Yenny Djeny Randa; Rahmat Bahri
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KLIEN TENTANG PENCEGAHAN PENULARAN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS LAKESSI KOTA PAREPARE Martina Malla; Henny Feranica Medis
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi kronis pada manusia yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan pasien yang terinfeksi akan memproduksi droplet yang mengandung basil kuman tuberkulosis ketika batuk, bersin atau berbicara. Tuberkulosis menjadi salah satu penyakit yang pengendaliannya menjadi komitmenglobal karena kasus tuberkulosis paru di seluruh dunia terbilang cukup tinggi. Untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap klien tentang pencegahan penularan penyakit tuberkulosis paru. Menggunakan metode deskriptif dengan instrumen berupa lembar kuesioner. Subyek penelitian menggunakan 30 responden. Pengetahuan klien dari 30 responden,terdapat 21 responden (70%) dengan pengetahuan baik dan 9 responden (30%) dengan pengetahuan cukup. Sedangkan sikap klien dari 30 responden, terdapat 19 responden (63,33%) dengan sikap baik dan 11 responden (36,33%) dengan sikap cukup. Pengetahuan dan sikap yang baik dapat mempengaruhi pencegahan penularan tuberkulosis paru.Kata kunci: Tuberkulosis Paru, Pengetahuan, Sikap, Pencegahan Penularan.ABSTRACTTuberculosis is a chronoic infectious disease in humans caused by Mycobacterium Tuberculosis which causes infected patients to produce droplets containing tuberculosis bacilli when coughing, sneezing or talking. Tuberculosis has become one of the diseases whose control has become a global commitment because tuberculosis cases around the world quite high. To know the description of knowledge and attitudes of clients about the prevention of pulmonary tuberculosis transmission. Using descriptive methods with instruments in the form of questionnaire sheets. Research subject used 30 respondents. Client knowledge of 30 respondents there were 21 respondents (70%) with good knowledge and 9 respondents (30%) with quite good knowledge. While the client attitude of 30 respondents (63,33%), there are 19 respondents (36,33%) with quite good attitude. Good knowledge and attitude can influence the prevention of pulmonary tuberculosis transmission.Keyword: Pulmonary Tuberculosis, Knowledge, Attitude, Prevention of Transmission

Page 4 of 12 | Total Record : 112