cover
Contact Name
Helmizar
Contact Email
teknosia@unib.ac.id
Phone
+6282177304581
Journal Mail Official
teknosia@unib.ac.id
Editorial Address
Jalan WR Supratman, Kelurahan Kandang Limun, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu, 38371, Sumetera, Indonesia
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
TEKNOSIA
Published by Universitas Bengkulu
A journal TEKNOSIA, Provides a forum for publishing the original research articles, review articles from contributors, and the novel technology news related to pure and interdisciplinary of sciences and engineering. Scientific articles dealing with sciences, technology and engineering fields of electric and electronics, mechanics, materials, structure, civil, informatics, computer, etc. are particularly welcomed. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Fundamental of Electrics; Fundamental of Electronics; Telecomunication; Mechatronics; Informatics Engineering; Software Engineering; System Engineering; Mechanical Engineering; Design; Manufacture; Energy and Conservation; Materials; Civil Engineering; Water and Resources Engineering; Transportation; Structure; Management; Bio-System Application.
Articles 53 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN FUEL CATALISATOR PADA MESIN BENSIN 4 LANGKAH DENGAN SISTEM TRANSMISI MATIC BERTEKNOLOGI VARIABLE VALVE ACTUATION (VVA) Alfanda Ahmad Romandona
Teknosia Vol. 15 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/teknosia.v15i2.19153

Abstract

Menurut data Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral konsumsi Bahan Bakar Minyak pada 2016 meningkat 2,76% menjadi 73,56 juta kiloliter dari tahun sebelumnya. Hal ini akan sangat berdampak pada lingkungan apabila penggunaan memiliki efesiensi yang rendah sehingga kualitas pembakaran menjadi tidak sempurna, salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembakaran dengan memperbaiki kualitas dan efesiensi bahan bakarnya dengan penggunaan alat fuel catalisator. Tujuan pengujian ini untuk mengetahui perbandingan daya, torsi dan emisi gas buang kadar HC, CO, O2 dan  dengan penggunaan fuel catalisator dan tanpa penggunaan fuel catalisator yang dilakukan pada sepeda motor 1 silinder berteknologi VVA bahan bakar RON 90. Hasil pengujian menunjukkan perbedaan daya, torsi dan emisi gas buang, daya maksimal dan torsi maksimal yang dihasilkan tanpa penggunaan fuel catalisator  sebesar 9,9 Hp dan 16,06 N.m. Sedangkan daya dan torsi maksimal yang dihasilkan dengan penggunaan fuel catalisator sebesar 11,1 Hp dan 16,41 N.m. Penggunaan fuel catalisator terjadi penurunan emisi gas buang HC paling besar 66 Ppm, penurunan emisi gas buang kadar CO paling besar 0,16%,  penurunan emisi gas buang O2 paling besar 0,05% dan terjadi penigkatan emisi gas buang kadar CO2  sebesar 13,3 %.Kata Kunci: Fuel catalisator, Daya Torsi, Emisi gas buang 
PEMANFAATAN MINYAK KELAPA DAN MINYAK CANOLA SEBAGAI CAIRAN PENDINGIN MESIN BUBUT TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN Danang Radyo Utomo
Teknosia Vol. 16 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/teknosia.v16i1.19154

Abstract

Kualitas produk menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam proses produksi. Penggunaan minyak nabati sebagai cairan pendingin alternatif (bio lubricant) menjadi solusi yang tepat untuk meningkatkan kualitas hasil produksi dan mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa pengaruh variasi cairan pendingin minyak kelapa dan minyak canola terhadap hasil kekasaran permukaan pada proses pembubutan Alumunium 6061. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan bahwa penggunaan variasi cairan pendingin minyak kelapa 15% + oli meditran 5% + air 80% mampu meningkatkan kualitas kekasaran permukaan sebesar 12,3% dibandingkan dengan penggunaan cairan pendingin sintetis (coolant dromus). Sedangkan penggunaan variasi cairan pendingin minyak canola 15% + oli meditran 5% + air 80% mampu meningkatkan kualitas kekasaran permukaan sebesar 18,6% dibandingkan dengan penggunaan cairan pendingin sintetis (coolant dromus).Kata Kunci: kualitas produk, cairan pendingin, kekasaran permukaan
Peningkatan Ketahanan Korosi Baja AISI 1010 Sebagai Komponen Mobil Listrik Rezky Agustio Efendy
Teknosia Vol. 15 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/teknosia.v15i2.19180

Abstract

Baja AISI 1010 umum digunakan sebagai komponen mobil listrik tidak terhubung pada bodi mobil listrik, komponen ini sangat rentan mengalami korosi karena sering terpapar cuaca panas dan hujan terus menerus. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan cara elektroplating. Elektroplating adalah proses ion – ion logam pelindung (anoda) di atas logam lain (katoda) secara elektrolis yang bertujuan untuk membentuk permukaan dengan sifat atau dimensi yang berbeda dengan logam dasar. Jenis pengujian yang digunakan dalam menganalisis hasil elektroplating pada penelitian ini adalah pengujian adhesi lapisan. Laju korosi, dan lapisan lapisan. Tujuan dari pengujian ini yaitu untuk mengetahui daya rekat lapisan, ketahanan terhadap laju korosi, dan tingkat ketebalan lapisan. Variabel tegangan pada proes elektroplating menggunakan variasi tegangan 7,5 V, 8 V, dan 8,5 V. Hasil pengujian nilai adhesi tertinggi terjadi pada variasi tegangan 8,5 volt sebesar 27,21 MPa. Nilai laju korosi terendah terjadi pada variasi tegangan 8,5 volt sebesar 0,0049 mpy. Dan nilai yang digunakan bertambah tinggi terjadi variasi tegangan 8,5 volt yaitu sebesar 1,68 m Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa semakin tinggi tegangan yang maka semakin tinggi nilai adhesi lapisan, dan ketebalan lapisan yang terbentuk. Semakin tinggi teknologi yang digunakan juga akan semakin rendah laju korosi yang terjadi. 0049 mpy. Dan nilai yang digunakan bertambah tinggi terjadi variasi tegangan 8,5 volt yaitu sebesar 1,68 m Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa semakin tinggi tegangan yang maka semakin tinggi nilai adhesi lapisan, dan ketebalan lapisan yang terbentuk. Semakin tinggi teknologi yang digunakan juga akan semakin rendah laju korosi yang terjadi. 0049 mpy. Dan nilai yang digunakan bertambah tinggi terjadi variasi tegangan 8,5 volt yaitu sebesar 1,68 m Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa semakin tinggi tegangan yang maka semakin tinggi nilai adhesi lapisan, dan ketebalan lapisan yang terbentuk. Semakin tinggi teknologi yang digunakan juga akan semakin rendah laju korosi yang terjadi.
PENENTUAN KONDISI OPTIMAL PELAPISAN TEMBAGA NIKEL PADA BAJA AISI 1015 Ariawan Ariawan
Teknosia Vol. 15 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/teknosia.v15i2.19195

Abstract

Perkembangan dan kemajuaan ilmu material di dunia industri saat ini sedang berkembang dengan pesat. Baja AISI 1015 merupakan salah satu jenis logam yang sudah banyak digunakan sebagai bahan utama pada dunia otomotif permesinan. Salah satunya adalah velg sepeda motor. Namun masalah yang sering ditemui adalah keterbatasan dalam hal ketahanan korosi karena velg sepeda motor berhubungan langsung dengan lingkungan korosif yaitu air dan oksigen. Salah satu cara untuk meningkatkan korosi dari baja AISI 1015 dengan memeberikan pelapisan logam dasar dengan metode elektroplating. Elektroplating adalah proses pelapisan logam dengan menggunakan arus listrik sehingga terjadi pengendapan ion-ion logam pelindung. Pada penelitian ini akan menggunakan variasi tegangan 3 volt, 4 volt, dan 5 volt pada electroplating tembaga nikel. Tujuan penelitian untuk menganalisa pengaruh tegangan listrik terhadap laju korosi dan nilai kekerasan. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai laju korosi raw material 10,227 mpy, tegangan 3 volt sebesae 1,713 mpy, tegangan 3 volt sebesar 0,628 mpy dan tegangan 5 volt sebesar 0,662 mpy. Hasil terhadap nilai kekerasan yaitu pada tegangan 3 volt didapat rata-rata 147,188 VHN, tegangan   4 volt didapat rata-rata 155,522 VHN, dan tegangan 5 volt didapat rata-rata 159,4 VHN. Semaki tinggi tegangan akan menurunkan nilai laju korosi dan meningkatkan nilai kekerasan yang didapat.
PENENTUAN PARAMETER LAJU KOROSI LAPISAN NIKEL-KROM PADA RODA GIGI KENDARAAN BERMOTOR Iqbal Satria Nugraha
Teknosia Vol. 15 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/teknosia.v15i2.19196

Abstract

Roda gigi sproket adalah bagian dari mesin yang berputar dan digunakan untuk menyalurkan tenaga (daya putaran dari mesin ke roda belakang) agar motor dapat bekerja dengan optimal. Secara umum, roda gigi sproket termasuk salah satu dari golongan baja karbon rendah dimana baja ini memiliki kombinasi sifat mekanik yang baik seperti: kekerasan, keuletan, dan ketangguhan yang baik. Namun jenis logam ini memiliki keterbatasan dalam hal ketahanan korosi dan keausan. Oleh karena itu salah satu upaya untuk memperbaiki performa kerja dari roda gigi sproket untuk meningkatkan ketahanan korosi dan keausan yaitu dengan elekroplating nikel-hardchrome. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui parameter laju korosi lapisan nikel-hardchrome roda gigi sproket dengan variasi waktu pencelupan dan jarak anoda-katoda terhadap nilai laju korosi dan keausan pada material roda gigi yang berbahan baja ST41. Proses elekroplating nikel-hardchrome menggunakan variasi waktu pencelupan selama 25, 35, dan 45 menit dengan jarak anoda-katoda sejauh 2 dan 5 cm. Pengujian laju korosi menggunakan metode polarisasi potensiodinamik dengan standar uji ASTM G102 dan uji keausan menggunakan standar uji ASTM G99 dengan mesin Ogoshi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa waktu pencelupan dan jarak anoda-katoda berpengaruh secara nyata terhadap laju korosi dan nilai keausan. Nilai laju korosi tertinggi didapat pada raw material sebesar 4,587925 mpy dan nilai keausannya yaitu 3,97568 x10-07 mm2/kg. Nilai laju korosi terendah terjadi pada variasi waktu pencelupan selama 35 menit dengan jarak anoda-katoda sejauh 2 cm yaitu sebesar 0,003576 mpy dan besar nilai keausannya yaitu 2,269212 x10-07 mm2/kg. Hal ini dikarenakan semakin lama waktu pencelupan dan semakin dekat jarak anoda-katoda yang digunakan dapat menurunkan nilai laju korosi dan keausan pada logam. Akan tetapi, pada waktu pencelupan 45 menit terjadi kejenuhan ion-ion yang menempel dan merusak ikatan yang mengakibatkan laju korosi meningkat kembali.
ANALISIS STABILITAS LERENG TERASERING BUATAN DENGAN METODE FENITE ELEMEN mawardi mawardi; danang afrizal
Teknosia Vol. 16 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/teknosia.v16i1.20414

Abstract

Kawasan  Kantor Pemda Kabupaten Seluma, di desa Talang Saling, merupakan kawasan area perkantoran, area jalan,  dan  area tanah berlereng,  dan  area timbunan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui angka keamaanan lereng pada kawasan ini. Metode yang digunakan  untuk mengananalisis stabilitas lereng ini adalah Metode Finite Elemen (FE). Analisis ini untuk  mendapatkan nilai  faktor aman (FK) lereng. Penelitian diawali dengan  melakukan pengambilan sampel tanah di lapangan, kemudian melakuakn pengujian sifat fisis dan sifat mekanik tanah, selanjutnya melakukan perhitungan dan analisis angka keamanan lereng untuk mengetahui nilai FK. Hasil Perhitungan dan analisis stabilitas lereng pada kondisi  adanya pengaruh air pori mendapatkan hasil :  pada lereng no. 1 kemiringan asli, FK = 0,65<1,50 kemiringan tidak aman, lereng terasering 2 trap, diperoleh FK = 1,00<1,50 kemiringan tidak aman, Lereng  terasering 3 trap, diperoleh FK = 1,11<1,50 kemiringan tidak aman. Pada lereng no. 2 kemiringan asli, nilai FK = 0,55<1,50 kemiringan tidak aman, lereng terasering 2 trap, diperoleh FK = 0,83<1,50 kemiringan tidak aman, lereng terasering 3 trap, diperoleh FK = 1,03<1,50 kemiringan tidak aman. Pada lereng no. 3 kemiringan asli, diperoleh  FK = 0,43<1,50 lereng tidak aman,  lereng terasering 2 trap, FK = 0,66<1,5 lereng tidak aman, lereng terasering 3 trap  FK = 0,97<1,50 lereng tidak aman. Lereng kemiringan yang aman adalah lereng dengan FK > 1,50 dan semua lereng 2 trap  dan semua lereng 3 trap  termasuk lereng tidak aman karena FK kurang dari 1,5. The area of Seluma Regional Government Office, is at Talang Saling, Seluma District. Thera are an offices area, a roads area, and  an slopes area. This study aims to analyze modified slope stability in several variations using the Finite element method, so that it is known that the safety factor (FK) and soil type on the slopes Seluma District. The study began to take soil sample, and than carrying out a physical and mechanical property test, then performed slope stability analysis is to find out the slope safety Factor (FK). The Calculation  and analyze  of slope stability with the effect of pore water obtained results : on the original slope number 1, FK = 0.65<1.50, is not safe slope, FK = 1.00<1.50, 2 stair terraces, is not safe slope  and 3 stair terraces, FK = 1.11<1.50,  is not safe slope. The original slope number 2, FK = 0.55<1.5, is not safe slope, FK = 0.83>1.50, 2 stair terraces, is safe slope,  and 3 stair terraces, FK = 1.03<1.5 Is not safe slope. The original slope number 3, FK = 0.43< 1.5 is not safe slope, FK = 0.66<1.50, 2 stair terraces, is safe slope, and 3 stair terraces, FK = 0.97<1.50 is not safe slope.  So, the safe slope is the slope with slope safety number (FK) more than 1.50 and  all slope with 2 stair terraces and all slope with 3 stair terraces is not safe slope.
PERANCANGAN ELEKTRO EJAKULATOR SEBAGAI ALAT BANTU INSEMINASI BUATAN PADA KAMBING TERNAK DI KOTA BENGKULU Irnanda Priyadi; Faisal Hadi; Doni Tamara; Makmun Reza Razali
Teknosia Vol. 16 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/teknosia.v16i1.21086

Abstract

Semen collection is one of the activities contained in the artificial insemination program in animals. Semen collection can be done in several ways, namely using an artificial vagina, massage and using an electro ejaculator module. The use of the electro ejaculator module is a safe and appropriate method for male livestock. Electro ejaculator module sold in the market has a relatively expensive price and is still difficult to find, especially in Indonesia. Therefore, an electro ejaculator module or device for goats is needed that has an affordable price so that it can be used by small to medium-sized farms. This electro ejaculator device consists of 3 main parts, namely Switch Mode Power Supply, function generator and an electro ejaculatory probe. At the testing stage of the switch mode power supply (SMPS) section, the output voltage variation is obtained from 0 - 15 volts. While in the function generator section, the output signal is in the form of a sinusoidal which can be adjusted for the amplitude and the output frequency from 0 - 1 Mhz. Based on these results, the designed Electro Ejaculator module can be applied to assist the process of artificial insemination in animals.
Sistem Layanan Online Akademik dan Kemahasiswaan Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Bengkulu Guna Menjaga Kualitas Layanan di Masa Pandemi Covid-19 Muhammad Khairul Amri Rosa; Helmizar Helmizar; Chossy Aulia Prasetyo
Teknosia Vol. 16 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/teknosia.v16i1.21729

Abstract

COVID-19 sudah melanda dunia sejak akhir tahun 2019. Jumlah kasus positif di berbagai negara terus meningkat dari waktu ke waktu dengan angka kematian yang tinggi. Pemerintah Indonesia kemudian mencoba menekan penyebaran COVID-19 dengan memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah (WFH). Universitas Bengkulu menetapkan peraturan bahwa proses belajar mengajar dilakukan secara online dan proses layanan kemahasiswaan pun juga dibatasi. Fakultas Teknik merupakan salah satu fakultas yang juga memberlakukan sistem pelayanan secara online bagi mahasiswa melalui komunikasi perpesanan (WhatsApp) kepada petugas fakultas yang yang bertugas. Sistem layanan online seperti ini memiliki keandalan yang rendah karena terbatas komunikasi dan gerak.Oleh karena itu dikembangkan suatu sistem yang menangani layanan kemahasiswaan Fakultas Teknik Universitas Bengkulu secara online menggunakan aplikasi berbasis web untuk layanan surat mahasiswa di bidang akademik dan kemahasiswaan. Melalui aplikasi ini layanan terhadap mahasiswa berlangsung secara normal dan efisien. Format surat menjadi konsisten dan tidak akan terdapat kesalahan penulisan (typo) yang umum terjadi jika proses pengetikan surat dilakukan secara manual. Melalui aplikasi ini diharapkan dapat mendukung pencegahan penyebaran wabah penyakit corona virus disease (Covid-19).
PENERAPAN METODE CASE BASED REASONING PADA PEMILIHAN RESEP MAKANAN BERDASARKAN BAHAN Wahyu Chandra
Teknosia Vol. 16 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/teknosia.v16i2.22293

Abstract

Cooking is an activity carried out by a person by processing food ingredients through the process of applying heat with a specific purpose. In cooking, there are slight differences in the amount of ingredients and seasonings and how they are processed, so a recipe is needed to be used as a reference in cooking. Recipes are measurements used to process food ingredients that have been tested for accuracy. SMK Negeri 3 Bengkulu is one of the Vocational High Schools in Bengkulu City. In the culinary department, students who want to cook still use recipe books (manuals). The main problem in this research is how to assist students in finding information about recipes so that we need a software that can be used in the selection of recipes using the Case Based Reasoning method and Web applications to find recipes that match the food ingredients owned by the user. From the results of the tests carried out the Case Based Reasoning method can be used as a solution in the use of applications to determine the recipe for this food ingredient. In its application, this method can provide a percentage of the level of similarity in searching for a recipe. So that users, especially students of SMKN 3 Bengkulu City, especially in the culinary department, can make this application as a solution for cooking a food recipe with existing ingredients. Based on the system testing carried out, it can be concluded that this application is in accordance with the design and can provide convenience for users to search
ANALISIS PENJADWALAN PROYEK PADA PEKERJAAN REPETITIF DENGAN METODE LINE OF BALANCE (LOB) DAN PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM) Fepy Supriani
Teknosia Vol. 16 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/teknosia.v16i2.23648

Abstract

In housing projects, many work items are repetitive work. A project schedule that does not take into account repetitive work can lead to delays in project completion time. Proper scheduling methods will need to be applied so that project resources can be used effectively and efficiently. The research aims to analyze project scheduling and know the effectiveness of repetitive job scheduling projects in the building housing project. The study is perfomed by using Line Of Balance (LOB) which is a method of using the operating balance for each on-going performance work. Precedence Diagrams Method (PDM) shows critical tasks that can not be shown by LOB. The subject of this research is the construction of 10 houses sized 35/135 m2 in which 15 workers were employed. The results show that the duration needed to complete the project is  69 days. Compared to the existing duration (78 days) there is a 9 days difference. The effectiveness of scheduling is  11,5%. Keyword: Line of Balance, Precedence Diagram Method, Repetitive Project, Scheduling.