cover
Contact Name
Choiril Anwar
Contact Email
choirilanwar@unissula.ac.id
Phone
+6281931704317
Journal Mail Official
choirilanwar@itpd.or.id
Editorial Address
Gang Melati 8 Ds. Mlaten, Mijen, Demak, Jawa Tengah. 59583
Location
Kab. demak,
Jawa tengah
INDONESIA
Community Empowerment Journal
Published by CV. Yudhistt Fateeh
ISSN : -     EISSN : 30248558     DOI : https://doi.org/10.61251/cej
The mission of Community Empowerment Journal is to serve as the premier peer-reviewed, interdisciplinary journal to advance theory and practice related to all forms of outreach and empowerment. This includes highlighting innovative endeavors; critically examining emerging issues, trends, challenges, and opportunities; and reporting on studies of impact in the areas of public service, outreach, empowerment, extension, engaged research, community-based research, community-based participatory research, action research, public scholarship, service-learning, and community services. Focus Community Empowerment Journal aims to provide a forum for international researchers on applied Society Development and Empowerment to publish the original articles. The scope of Community Empowerment Journal is Society Development and Empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2024)" : 7 Documents clear
Bimtek pembuatan modul ajar dan modul P5-PPRA dalam pelaksanaan Implementasi Kurikulum Merdeka di MTs Hasyim Asy’ari Piyungan Lisan, Khusnul; Arta, Berli; Firyal, Afifah
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i2.52

Abstract

Penerapan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) menjadi tantangan besar dalam pelaksanaanya dilevel sekolah maupun Madrasah. Walaupun sudah dilakukan sosialisasi baik secara langsung maupun tidak langsung seperti lewat sosial media, kenyataanya masih banyak sekolah dan guru yang belum sepenuhnya memahami dalam pelaksanaan kurikulum baru ini. Pengalaman serupa juga dialami MTs Hasyim Asy'ari di sekolahnya di Kabupaten Bantul, yang mana masih banyak guru yang belum paham apa itu TP, ATP dan bagaimana menyusun modul ajar ataupun modul P5-PPRA. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat yang berupa Bimtek ini adalah untuk memberikan pemahaman dan implementasinya kepada satuan pendidikan tersebut khususnya guru agar dapat memahami dan menerapkan IKM secara maksimal dalam berbagai aspeknya khususnya terkait modul ajar dan modul P5-PPRA. Hasil dari kegiatan ini adalah para guru menjadi lebih memahami esensi dari Kurikulum Merdeka, meliputi pemahaman TP-ATP yang menjadi kunci dalam pembuatan modul ajar serta gambaran penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam pembelajaran. Selain itu para guru juga diberikan pemahaman dan juga referensi terkait modul P5-PPRA sebagai bahan acuan untuk dikembangkan dan diterapkan di sekolah MTs tersebut. Kegiatan ini diharapkan mampu memberi manfaat yang maksimal terhadap para guru dan juga bisa diterapkan dalam tahun ajaran baru terkait pelaksanaan IKM di MTs Hasyim Asy’ari. The implementation of Merdeka Curriculum (IKM) poses a significant challenge in its execution at both the school and Madrasah levels. Despite extensive socialization efforts through direct and indirect ways for instance through social media, in fact is that many schools and teachers have not fully grasped or implemented this new curriculum. A similar experience is encountered at MTs Hasyim Asy'ari in Bantul Regency, where numerous teachers still do not comprehend terms such as TP, ATP, and how to develop teaching modules or P5-PPRA modules. Therefore, the objective of this community service activity in the form of Bimtek is to provide understanding and practical application to educational institutions, particularly teachers, enabling them to comprehend and implement IKM optimally in various aspects especially concerning teaching modules and P5-PPRA modules. The result of this activity was that the teachers had a better understanding of the essence of Merdeka Curriculum, including the comprehension of TP-ATP, which is the key in creating teaching modules as well as an overview of differentiated leaning in the classroom. Additionally, the teachers were provided with understanding and references related to P5-PPRA modules as reference materials to be developed and implemented in the school. This activity was expected to provide maximum benefits to the teachers and to be applicable in the new academic year regarding the implementation of IKM at MTs Hasyim Asy’ari.
Technology-based archives management: How much does it matter to organizations? Fitriani, Somariah; Muljono, Hery; Fetrimen, Fetrimen
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i2.53

Abstract

Technology-based record management, which is part of the development of information and communication technology (ICT) plays an important role for organizations in managing documents to be more effective and efficient. Thus, such training needs to be carried out, one of which is through community service activities. The purpose of this training was to educate participants to understand the importance of this training topic and be able to practice it directly as part of a technology literate society. This training was conducted by the community service team consisting of three lecturers and two students The training was carried out virtually through the Zoom platform for four hours, which the community service partner was PCM Bekasi Timur. The stages are divided into four parts, 1) the delivery of core material and best practices; 2) a question-and-answer session; 3) the conclusion and summary of the material; and 4) the impressions and messages conveyed by representatives of the participants. The evaluation results showed that 6 (54.5%) participants were satisfied and 4 (36.4%) participants were very satisfied, and 1 (9.1%) participant was not satisfied with the activities. In addition, they mostly showed their satisfaction and enthusiasm with the presented material and the delivery of spokespersons, which can also be seen from the positive impression of the participants. It is inferred that this training provides great benefits for participants and organizations to improve their archival documentation system.
Membentuk kampung tematik pada kawasan perkotaan melalui kreasi ecoprint yang bernilai ekonomi Yuliani, Eppy; Puspitasari, Ardiana Yuli
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i2.54

Abstract

Rutinitas aktivitas masyarakat perkotaan yang sangat tinggi berpengaruh pada tingkat kejenuhan diri. Khususnya untuk kaum perempuan, selain perannya sebagai ibu rumah tangga juga memungkinkan memiliki peran profesional di masyarakat serta sebagai pelaku ekonomi. Wilayah pinggiran perkotaan masih memiliki lahan non terbangun dengan potensi alami seperti tanaman budidaya maupun tanaman liar yang belum banyak dimanfaatkan untuk industri kreatif. Ecoprint adalah suatu teknik membuat kerajinan dengan mencetak bahan alami seperti dedaunan, ranting, kulit batang pohon pada kain ataupun kertas sehingga dapat menjadi bahan yang bernilai ekonomi. Industri kreatif ecoprint mempunyai nilai ekonomi dan peluang yang baik di pasaran. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Dimana lokasi ini berada di pinggiran kota Semarang, banyak potensi lingkungan alam yang bisa dimanfaatkan. Tujuan kegiatan ini untuk mengembangkan keterampilan membuat Ecoprint dalam rangka membentuk kampung tematik. Sasaran kegiatan ini adalah Ibu-Ibu anggota PKK dan remaja.  Seiring dengan adanya program penataan kota yang berbasis kampung tematik, kegiatan ini diharapka dapat menjadi salah satu karakter kampung yang ada di Kota Semarang. Metode pelaksanaan melalui ceramah pengetahuan tentang cara membuat ecoprint, dilanjutkan dengan praktik pembuatan hasil karya ecoprint.  Kesimpulan dari kegiatan ini,peserta merasakan mandapatkan manfaat pengetahuan dan keterampilan. Perserta memberikan respons sangat baik dan berantusias untuk melanjutkan pembuatan hasil karya ecoprint. Diharapkan dalam masa yang akan datang Kampung Bulusan dapat mewujudkan Kampung Tematik berbasis Ecoprint. The very routine activities of urban communities have an influence on the level of self-saturation. Especially for women, apart from their role as housewives, it is also possible to have a professional role in society and as an economic actor. Peri-urban areas still have non-developed land with natural potential such as cultivated plants and wild plants that have not been widely used for creative industries. Ecoprint is a technique for making crafts by printing natural materials such as leaves, twigs, tree bark on cloth or paper so that they can become materials with economic value. The ecoprint creative industry has good economic value and opportunities in the market. Community service activities are carried out in Bulusan Village, Tembalang District, Semarang City. Where this location is on the outskirts of Semarang, there is a lot of natural environmental potential that can be utilized. The aim of this activity is to develop skills in making Ecoprints in order to form a thematic village. The target of this activity is mothers who are PKK members and teenagers. Along with the city planning program based on thematic villages, it is hoped that this activity can become one of the characteristics of villages in Semarang City. The implementation method is through lectures on knowledge about how to make ecoprints, followed by practice in making ecoprint works. The conclusion of this activity is that participants feel they have gained the benefits of knowledge and skills. Participants responded very well and were enthusiastic about continuing to make ecoprint works. It is hoped that in the future, Bulusan Village can create an Ecoprint-based Thematic Village.
Peningkatan keterampilan mengajar guru SMK melalui pengembangan media pembelajaran online Rokhayani, Atik; Madjdi, Achmad Hilal; Zamroni, Edris
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i2.56

Abstract

Program pengabdian ini merupakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang bermitra dengan Guru SMK Assa’idiyyah 2 Mejobo Kudus. Tim bersama dengan mitra menyepakati setidaknya terdapat empat bidang garapan yaitu 1) Pelatihan Pembelajaran berbasis Online learning media, 2) Pendampingan Pembelajaran berbasis Online learning media, dan 3) Strategi Fun Games. Pada aspek kompetensi tim fokuskan pada dua bidang, yaitu kompetensi pembelajaran dan strategi pembelajaran. Namun dari keseluruhan aspek permasalahan yang ada lebih fokus pada peningkatan SDM atau kompetensi para guru SMK Assa’idiyyah Mejobo Kudus. Untuk menyelesaikan permasalah tersebut, tim bersama mitra mengadakan pelatihan dan pendampingan Pembelajaran berbasis Online learning media dan Fun Games berbasis media ICT yang ditujukan kepada guru SMK Assa’idiyyah Mejobo Kudus. Adapun pelaksanaanya menggunakan metode pelatihan dan pendampingan dengan tahapan 1) sosialisasi, 2) pembekalan dan pendampingan, 3) implementasi model pembelajaran dan Fun Games Bagi Siswa Berbasis Media ICT, 4) pendataan hasil kegiatan, dan 5) monitoring dan evaluasi. Dalam pembekalan kompetensi mengajar, tim pelaksana menggunakan IPTEK berupa Pembelajaran berbasis Media ICT. Sedangkan Guru SMK Assa’idiyyah Mejobo Kudus dalam pelaksanaan program ini adalah sebagai mitra tim pelaksana yang membantu menyiapkan peserta, tempat dan sarana prasarana sekaligus menjadi  peserta pelatihan dan pendampingan. This Community Service program is a Community Partnership Program (PKM) in partnership with Assa'idiyyah 2 Mejobo Kudus Vocational School teachers. The team together with partners agreed that there are at least four areas to work on, namely 1) Learning Training based on Online learning media, 2) Learning Assistance based on Online learning media, and 3) Fun Games Strategy. In the competency aspect, the team focuses on two areas, namely learning competency and learning strategy. However, from the overall aspect of the problem, the focus is more on improving human resources or the competence of teachers at Assa'idiyyah Mejobo Kudus Vocational School. To resolve this problem, the team and partners held training and mentoring based on online learning media and fun games based on ICT media aimed at Assa'idiyyah Mejobo Kudus Vocational School teachers. The implementation uses training and mentoring methods with stages 1) socialization, 2) provision and mentoring, 3) implementation of learning models and Fun Games for Students Based on ICT Media, 4) data collection on activity results, and 5) monitoring and evaluation. In providing teaching competencies, the implementing team uses science and technology in the form of ICT media-based learning. Meanwhile, the Assa'idiyyah Mejobo Kudus Vocational School teacher in implementing this program is a partner of the implementing team who helps prepare participants, places and infrastructure as well as being a training and mentoring participant.
Tindakan hukum dalam edukasi stunting untuk ibu hamil Hariyadi, Sugeng; Asirwada, Daffa Tri Kuswara
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i2.57

Abstract

Di antara permasalahan nasional yang dihadapi masyarakat Indonesia saat ini adalah stunting pada anak. Penyebab stunting sendiri bermacam-macam, di antaranya adalah kurang gizi pada ibu yang sedang mengandung atau hamil. Maka, pengabdian ini diadakan untuk mengetahui dan memberikan pengarahan tentang pengaruh status gizi ibu hamil terhadap kejadian stunting. Tulisan ini merupakan hasil dari pengabdian tersebut yang menggunakan pendekatan  kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen terkait sebagai hasil dari penyuluhan yang diadakan. Di antara hasilnya adalah kontribusi terhadap pemahaman kita tentang pentingnya pendekatan hukum dalam konteks edukasi stunting, terutama di wilayah pedesaan seperti Desa Wonorejo. Implikasi kebijakan yang dapat diambil melibatkan peningkatan pemahaman hukum di kalangan masyarakat, peningkatan kerja sama antara lembaga kesehatan dan lembaga hukum, serta penguatan peran advokasi hukum dalam mendukung hak kesehatan anak di tingkat lokal. Among the national problems currently facing Indonesian society is stunting in children. There are various causes of stunting, including malnutrition in pregnant or pregnant mothers. So, this service was held to find out and provide guidance about the influence of the nutritional status of pregnant women on the incidence of stunting. This article is the result of this service which uses a qualitative approach by collecting data through in-depth interviews, observations and analysis of related documents as a result of the outreach held. Among the results are contributions to our understanding of the importance of legal approaches in the context of stunting education, especially in rural areas such as Wonorejo Village. Policy implications that can be taken involve increasing legal understanding among the community, increasing cooperation between health institutions and legal institutions, and strengthening the role of legal advocacy in supporting children's health rights at the local level.
Mengembangkan literasi digital pada anak Sekolah Dasar melalui cerita digital Maharani, Mega Mulianing; Wijatmiko, Farhan; Nurrengganis, Amelia Berliana; Billah, Lutviana; Pratama, Rifqi Andi; Khotijah, Nur; Oktavian, Rifqi
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i2.58

Abstract

Kehidupan yang serba modern menjadikan perkembangan teknologi semakin berkembang. Perkembangan teknologi membawa dampak pada berkembangnya literasi digital. Literasi digital menjadi sangat perlu dikenalkan pada siswa-siswi usia sekolah dasar. Kegiatan litreasi digital yang disosialisasikan kepada siswa-siswi SD N 1 Sukorejo Guntur Demak bertujuan untuk menjembatani siswa-siswi dalam belajar Bahasa Inggris menggunakan media digital. Media bercerita yang mudah diakses dari YouTube mengantarkan siswa-siswi menjadi lebih memahami keguanaan gadget dalam kehidupan sehari-hari dan kegiatan belajar di kelas. Sehingga guru pun dapat menggunakan cerita sederhana dalam bahasa Inggris sebagai materi belajar di dalam kelas. Dengan demikian, melek literasi digital akan semakin berkembang secara positif yang dapat berjalan berdampingan antara kehidupan kelas dan kehidupan rumah. Sosialisasi yang dilakukan menuai hasil bahwa siswa-siswi SD N 1 Sukorejo memahami arti penting literasi digital dalam kehidupan mereka, menyadari bahwa menggunakan gadget tidak semata-mata untuk main bersama temannya (mabar) dan mulai mengenal cerita digital dapat diakses dari YouTube, sehingga mereka berpendapat bahwa cerita digital dapat mereka gunakan untuk sumber belajar. Modern era has changed technology development. The technology development brings a positive impact on the development of digital literacy. Digital literacy is needed in order to introduce an elementary school students’ point of view. The literacy digital is introduced to a state elementary school in Sukorejo Guntur Demak. The purpose is to accommodate their English learning through digital media. The story media which is freely downloaded in YouTube help the students to understand the meaning of gadget in their life and English classroom learning. Therefore, both students and teacher can use it as an English reading source. As a result, literacy digital can provide a positive impact both in students’ classroom English learning and daily activities.
Pendampingan pembelajaran kenakalan remaja pada anak 11-14 tahun di Desa Kedunguter Karangtengah Demak Wikaningrum, Tri; Mawaddah, Lutfiyatul; Ridwan, Muhammad; Abid, Muhammad; Utami, Angelina Tri; Mubarok, Ahmad Farohi; Rohmah, Miftahur
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i2.59

Abstract

Kekayaan masa depan bangsa terletak pada generasi mudanya. Saat masa remaja pencarian seseorang akan jati dirinya dan keinginan untuk menemukan jati dirinya. Setelah mencapai usia 17 tahun, seseorang dianggap belum dewasa. Pada usia ini, orang-orang melewati tahap yang disebut pubertas. Biasanya, di usia tersebut seseorang ingin mencoba sesuatu hal yang baru, berbagai penyakit emosional muncul, dan sejumlah masalah dalam keluarga dan lingkungan sosial meningkat. Kenakalan remaja dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti penggunaan narkoba, pergaulan bebas, perkelahian, dan seks bebas. Orang yang belum matang secara emosional biasanya adalah mereka yang melakukan kenakalan remaja. Mereka mengembangkan sikap yang tidak boleh dilakukan karena, secara mental, mereka merasa tidak berdaya berhadapan dengan hal-hal yang baru datang di dalam hidup mereka. Ini adalah masalah yang sering terjadi. Segala sesuatu yang dilakukan anak di bawah umur yang melanggar KUHP dianggap sebagai tindak pidana remaja. Mempertimbangkan berbagai aspek internal serta lingkungan yang berkontribusi terhadap kenakalan remaja itu penting. Untuk mengatasi hal tersebut, suasana sehat dan pengawasan orang tua dapat mempengaruhi tumbuh kembang remaja. Kurangnya penekanan terhadap peran orang tua sebagai role model bagi anak menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja, berdasarkan temuan beberapa penelitian. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, wawasan, dan pendampingan kepada anak-anak di usia 11-14 tahun tentang kenakalan remaja. Program dilaksanakan berupa sosialisasi dan pendampingan kepada anak-anak remaja di Desa Kedunguter Kabupaten Demak pada 2 Februari 2024. Remaja peserta program diharapkan dapat membaca pedoman dan akan memahami pengertian kenakalan remaja, dampaknya, dan upaya pencegahannya. The wealth of the nation's future lies in its young generation. During adolescence, a person searches for his/her identity and desires to find his/her identity. After reaching the age of 17, a person is considered immature. At this age, people go through a stage called puberty. Usually, at that age a person wants to try something new, various emotional illnesses appear, and a number of problems in the family and social environment increase. Juvenile delinquency can occur in various forms, such as drug use, promiscuity, fighting, and free sex. People who are emotionally immature are usually those who commit juvenile delinquency. They develop attitudes that should not be done because, mentally, they feel helpless in dealing with new things that come into their lives. This is a common problem. Anything done by minors that violates the Criminal Code is considered a juvenile crime. Considering various internal and environmental aspects that contribute to juvenile delinquency is important. To overcome this, a healthy atmosphere and parental supervision can affect the growth and development of adolescents. The lack of emphasis on the role of parents as role models for children is one of the factors causing juvenile delinquency, based on the findings of several studies. This community service program aims to provide knowledge, insight, and assistance to children aged 11-14 years about juvenile delinquency. The program is implemented in the form of socialization and assistance to teenagers in Kedunguter Village, Demak Regency on February 2, 2024. Teenagers participating in the program are expected to be able to read the guidelines and will understand the meaning of juvenile delinquency, its impacts, and prevention efforts.

Page 1 of 1 | Total Record : 7