cover
Contact Name
Rona Taula Sari
Contact Email
ronataulasari@bunghatta.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalesabi@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta Kampus Proklamator II: Jl. Bagindo Aziz Chan By Pass Aie Pacah Padang, Sumatera Barat.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi)
Published by Universitas Bung Hatta
ISSN : -     EISSN : 2620584X     DOI : https://doi.org/10.37301/esabi
This journal publishes articles on research results related to biology education and biology science. The scope contained in this journal includes: Biology 1. Botany 2. Zoology 3. Environmental 4. Physiology 5. Biotechnology 6. Applied Science using objects biology Biology Education 1. Teaching and learning biology 2. Biology teaching materials 3. Technology in biology learning 4. Innovation in teaching and learning biology 5. Evaluation in biology learning 6. Exploration of the potential of nature as a source of learning biology, 7. Teaching and learning of environment
Articles 73 Documents
Pengaruh gel ekstrak Aloe vera (L.) terhadap proses penyembuhan luka bakar pada mencit (Mus musculus) jantan Mahmud Rudini; Uun Febriyani; Hanifah Azzahra; Eka Candra Kurniawati
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v8i1.140

Abstract

Penanganan cedera kulit akibat luka bakar menuntut intervensi terapeutik yang mampu mempercepat regenerasi jaringan sekaligus menekan risiko komplikasi. Potensi sediaan topikal berbasis bahan alam seperti lidah buaya (Aloe vera (L.)) dapat dikembangkan karena kaya akan kandungan senyawa bioaktif. Penelitian eksperimental ini menguji efektivitas gel ekstrak lidah buaya dalam memulihkan luka bakar pada mencit (Mus musculus) jantan. Pengujian menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat kelompok perlakuan: tiga variasi konsentrasi gel (15%, 30%, dan 45%) serta satu kelompok kontrol positif. Parameter evaluasi mencakup sifat fisik gel, meliputi organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat, serta tingkat pemulihan luka yang diukur melalui penyusutan diameter luka selama pengamatan 25 hari. Data kuantitatif dianalisis secara statistik dan deskriptif. Hasil evaluasi fisik mengonfirmasi sediaan gel bersifat homogen, stabil dalam penyimpanan, bertekstur semi-padat, dan berwarna bening kehijauan. Seluruh sediaan uji terbukti memperkecil diameter luka. Namun, konsentrasi 45% mencatatkan persentase kontraksi luka terbesar, melampaui konsentrasi yang lebih rendah maupun kelompok kontrol positif. Sediaan gel ekstrak Aloe vera dengan konsentrasi optimal 45% berpotensi kuat sebagai kandidat sediaan topikal untuk pemulihan luka bakar.
Efektivitas model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar kognitif IPA siswa pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati Guntur Nurcahyanto; Ananda Nazwa Shalsabilla
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v8i1.148

Abstract

Predominansi metode ceramah dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kerap membatasi partisipasi aktif siswa. Implikasinya, pemahaman konseptual merosot dan sebagian besar capaian belajar gagal memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Model pembelajaran inkuiri terbimbing hadir sebagai solusi pedagogis untuk mengatasi hambatan tersebut melalui eksplorasi ilmiah terarah. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas model inkuiri terbimbing terhadap peningkatan hasil belajar kognitif siswa kelas VII di MTs Negeri 1 Surakarta pada topik Ekologi dan Keanekaragaman Hayati. Metode kuasi-eksperimen berdesain pretest-posttest control group diterapkan dengan melibatkan Kelas VIIA sebagai kelompok eksperimen dan Kelas VIIB sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis N-Gain menunjukkan peningkatan kognitif kelompok eksperimen berada pada kategori sedang dengan skor 0,49, jauh melampaui kelompok kontrol yang tergolong rendah di angka 0,18. Selanjutnya, uji hipotesis non-parametrik Mann–Whitney mengonfirmasi perbedaan signifikan antar kedua kelompok ( ). Temuan ini menegaskan bahwa penerapan model inkuiri terbimbing berdaya guna secara signifikan dalam mengoptimalkan pemahaman kognitif siswa pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati.
Dinamika kurva tumbuh sawi (Brassica juncea) pada media hidroponik dan konvensional Mar'atus Sholihah; Nisfina Hanifatuz Zulfa; Marinda Sari Sofiyana
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v8i1.141

Abstract

Kebutuhan pangan yang meningkat di tengah menyusutnya lahan subur menuntut adopsi sistem budidaya yang lebih efisien seperti hidroponik. Namun, pemahaman mendalam mengenai dinamika pertumbuhan matematisnya dibandingkan dengan metode konvensional masih perlu diperjelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kurva pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea) pada media hidroponik dan konvensional sebagai indikator efisiensi sistem produksi hortikultura. Metode penelitian menggunakan eksperimen kuantitatif dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas dua perlakuan media tanam dan tiga ulangan. Pengamatan dilakukan secara intensif selama dua minggu dengan fokus pada parameter luas daun yang dihitung melalui pendekatan morfometri daun tanpa merusak tanaman. Data dianalisis secara deskriptif untuk memetakan tren pertumbuhan vegetatif dalam bentuk kurva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan luas daun pada kedua media mengalami peningkatan seiring bertambahnya waktu pengamatan, namun media hidroponik secara konsisten menghasilkan rata-rata luas daun yang lebih tinggi dibandingkan media tanah. Kurva pertumbuhan mengonfirmasi bahwa laju ekspansi daun pada sistem hidroponik jauh lebih progresif dan lebih cepat. Simpulannya, sistem hidroponik mampu memberikan stabilitas suplai nutrisi yang lebih optimal untuk memacu fase vegetatif sawi secara maksimal. Kebaruan penelitian ini terletak pada visualisasi dinamika pertumbuhan yang membuktikan bahwa efektivitas budidaya hidroponik dapat menjadi alternatif budidaya tanaman sayur seperti tanaman sawi yang lebih efektif dan lebih singkat dari segi waktu dibandingkan dengan media tanah.