cover
Contact Name
Rona Taula Sari
Contact Email
ronataulasari@bunghatta.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalesabi@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta Kampus Proklamator II: Jl. Bagindo Aziz Chan By Pass Aie Pacah Padang, Sumatera Barat.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi)
Published by Universitas Bung Hatta
ISSN : -     EISSN : 2620584X     DOI : https://doi.org/10.37301/esabi
This journal publishes articles on research results related to biology education and biology science. The scope contained in this journal includes: Biology 1. Botany 2. Zoology 3. Environmental 4. Physiology 5. Biotechnology 6. Applied Science using objects biology Biology Education 1. Teaching and learning biology 2. Biology teaching materials 3. Technology in biology learning 4. Innovation in teaching and learning biology 5. Evaluation in biology learning 6. Exploration of the potential of nature as a source of learning biology, 7. Teaching and learning of environment
Articles 71 Documents
Kajian pustaka: Keanekaragaman burung sebagai bioindikator polusi udara di area perkotaan Izzatunnisa, Dhiya; Az-Zahra, Lula Kamilia; Surtikanti, Hertien Koosbandiah
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v7i2.89

Abstract

Penelitian ini membahas keanekaragaman burung sebagai bioindikator polusi udara di area perkotaan. Polusi udara menjadi masalah lingkungan yang semakin mengkhawatirkan, terutama di kota-kota besar, yang berdampak negatif pada kesehatan manusia dan ekosistem. Burung, sebagai komponen penting dalam ekosistem, dapat berfungsi sebagai indikator perubahan kualitas udara karena kepekaannya terhadap polusi. Tujuan dari kajian pustaka ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara keanekaragaman burung dan tingkat polusi udara di lingkungan perkotaan. Beberapa studi terdahulu mengungkapkan bahwa spesies burung tertentu cenderung menghindari area dengan kualitas udara buruk, sementara spesies lainnya dapat bertahan meski dalam kondisi polusi tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur, yang menganalisis hasil penelitian terkait peran burung dalam memantau polusi udara. Analisis ini melibatkan evaluasi data ekologi burung dan kualitas udara di beberapa kota besar di dunia. Hasil kajian menunjukkan bahwa burung dapat memberikan informasi penting mengenai kondisi lingkungan perkotaan, terutama terkait dengan konsentrasi polutan seperti PM2.5 dan NOx. Temuan ini menegaskan pentingnya pemanfaatan keanekaragaman burung sebagai indikator lingkungan yang efektif dan terjangkau. Sebagai kesimpulan, penelitian ini menyarankan agar keberagaman spesies burung dapat dijadikan salah satu indikator dalam pemantauan kualitas udara perkotaan, sehingga dapat membantu upaya mitigasi polusi udara yang lebih efektif.
Pengembangan bahan ajar biologi berbasis inkuiri pada materi keanekaragaman hayati terintegrasi potensi lokal Indow, Detty Gunarsi; Sirait, Silvia Hanna Kusuma; Jeni, Jeni
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v7i2.90

Abstract

Berdasarkan pengamatan awal di kelas, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar biologi berbasis inkuiri tentang bahan keanekaragaman hayati yang terintegrasi dengan potensi lokal di SMA N 1 Warmare. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D), yaitu metode penelitian yang digunakan untuk menciptakan atau menghasilkan produk baru yang efektivitasnya akan diuji kemudian sebelum produk tersebut digunakan di suatu lembaga atau sebagainya. Penelitian ini menggunakan model ADDIE (Analisis-Desain-Pengembangan-Implementasi-Evaluasi) dalam bentuk bahan ajar biologi berbasis inkuiri tentang bahan keanekaragaman hayati yang terintegrasi dengan potensi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat validitas dan kepraktisan. Hasil penelitian tentang validasi bahan ajar biologi dinilai oleh validator dengan nilai yang harus sangat valid atau valid sebagai syarat agar perangkat tersebut dapat diimplementasikan dan memenuhi kriteria. Hasil validasi bahan ajar menunjukkan 89% berada dalam kategori sangat valid. Hasil kuesioner tanggapan siswa memperoleh respons positif, yaitu 93,75% dalam kategori sangat praktis. Berdasarkan permasalahan yang telah dijelaskan, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar biologi berbasis inkuiri tentang keanekaragaman hayati yang terintegrasi dengan potensi lokal di SMA N 1 Warmare cocok digunakan karena telah dikategorikan sangat valid dan praktis, sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran.
Analisis in silico potensi senyawa metabolit sekunder pada tumbuhan meniran (Phyllanthus niruri L.) sebagai antiiflamasi Sari, Assyifa Kurnia; Jannah, Miftahul; Handayani, Handayani; Primayanti, Tiara
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v7i2.96

Abstract

Phyllanthus niruri L. atau yang dikenal sebagai tumbuhan meniran merupakan salah satu tumbuhan herbal yang kaya akan senyawa metabolit sekunder dan telah dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional, khususnya sebagai aktivitas antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi farmakologis dan toksikologis dari senyawa metabolit sekunder meniran, yaitu phyllanthin, hypophyllanthin, dan galic acid melalui pendekatan in silico. Metode yang digunakan dengan melakukan pencarian data senyawa dari database Knapsack, analisis struktur melalui PubChem, prediksi aktivitas biologis menggunakan PASS Online, dan prediksi toksisitas pada senyawa melalui Protox II. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga senyawa memiliki nilai Pa > 0,7 sebagai antiinflamasi. Berdasarkan prediksi toksisitas, ketiga senyawa termasuk dalam kelas toksisitas 4 atau sedikit beracun dengan nilai LD50 antara 500 sampai 2000 mg/kg, galic acid menunjukkan tingkat toksisitas paling rendah. Toksisitas organ spesifik menunjukkan bahwa phyllanthin memiliki profil paling aman karena tidak menghasilkan hepatotoksik, karsinogenik, imunotoksik, mutagenik, dan sitotoksik. Sebaliknya hypophyllanthin dan galid acid menghasilkan potensi imunotoksik dan karsinogenik secara prediktif, namun tetap dalam batas aman.
Pengaruh problem based learning terhadap kemampuan literasi sains peserta didik pada submateri pencemaran lingkungan Hardiyanti, Putri; Simatupang, Halim
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v7i2.103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan literasi sains peserta didik pada submateri pencemaran lingkungan di SMA Negeri 5 Medan Tahun Pelajaran 2024/2025. Model Problem Based Learning adalah suatu proses pembelajaran yang terdiri dari 5 fase yaitu orientasi pada masalah, mengorganisasikan siswa, membimbing penyelidikan, mengembangkan dan menyajikan hasil karya dan menganalisis proses pemecahan masalah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2025 di SMA Negeri 5 Medan. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experimental. Desain yang digunakan adalah pretest posttest control group desain dengan teknik simple random sampling. Sampel yang digunakan adalah X-3 sebagai kelas eksperimen dan X-4 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan pada uji-t data posttest diperoleh nilai t hitung> t tabel yaitu 3,451 > 1,994 pada taraf signifikan (a= 0,05), Sehingga disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan literasi sains peserta didik berpengaruh secara signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh penggunaan model Problem Based Learning terhadap kemampuan literasi sains peserta didik pada submateri pencemaran lingkungan di SMA Negeri 5 Medan.
Studi in silico potensi toksisitas senyawa andrografolid dalam penggunaan terapi diabetes Rinah, Rinah; Jannah, Miftahul; Handayani, Handayani; Primayanti, Tiara
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v7i2.111

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang prevalensinya terus meningkat secara global, sehingga mendorong perlunya pengembangan terapi alternatif yang lebih aman dan efektif. Salah satu pendekatan yang potensial adalah pemanfaatan senyawa alami, seperti andrografolid yang terdapat dalam tanaman Andrographis paniculata. penelitian bertujuan untuk menganalisis potensi toksisitas senyawa andrografolid dalam penggunaan terapi diabetes menggunakan pendekatan in silico melalui protox II. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif dengan prosedur meliputi prediksi toksisitas menggunakan ProTox-II, prediksi aktivitas biologis dilakukan melalui PASS Online berdasarkan struktur kimia senyawa. Hasil menunjukkan bahwa andrografolid berada dalam klasifikasi Toxicity Class IV dengan nilai LD50 sebesar 1190 mg/kg dan diprediksi tidak bersifat mutagenik, sitotoksik, maupun karsinogenik. Namun, terdapat kemungkinan efek hepatotoksik dan imunotoksik yang perlu dikaji lebih lanjut. Sementara itu, PASS Online menunjukkan bahwa andrografolid memiliki potensi aktivitas hepatoprotektif dan antiinflamasi yang kuat, relevan dalam terapi penyakit metabolik seperti diabetes. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan in silico berbasis struktur kimia dapat menjadi strategi awal yang efektif dalam mengevaluasi keamanan dan efektivitas senyawa herbal. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada kombinasi analisis toksikologi dan farmakologi dalam satu pendekatan terpadu.
Pengaruh problem based learning terhadap hasil belajar siswa pada materi ekologi kelas VII Simbolon, Tirini Gabriella Veronica; Daulae, Abdul Hakim
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v7i2.115

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1). Mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar siswa pada materi ekologi di kelas VII SMP Negeri 24 Medan. (2) Mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan model Pembelajaran Problem Based Learning pada materi ekologi kelas VII di SMP Negeri 24 Medan. (3) Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa yang signifikan setelah diterapkannya model Problem Based Learning pada materi ekologi kelas VII di SMP Negeri 24 Medan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimen dengan desain pretest posttest control group design, yang dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2024/2025 di SMP Negeri 24 Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII yang terdiri dari sembilan kelas. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 soal, yang telah divalidasi. Data diperoleh melalui pretest dan posttest, serta dianalisis menggunakan uji-t satu pihak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest dan posttest di kelas eksperimen adalah 37,10 dan 75,97, Sementara itu, kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata pretest dan posttest sebesar 31,88 dan 70,47. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa thitung > ttabel (2,99 > 1,670), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar siswa pada materi ekologi kelas VII di SMP Negeri 24 Medan, sehingga model ini dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Filtrat kunyit (Curcuma domestica Val.) sebagai pewarna alternatif untuk pengamatan jaringan rumput gajah (Pennisetum purpureum Schum.) Zahrina Ikrami; Hafnati Rahmatan; Wardiah Wardiah; Muhibbuddin Muhibbuddin; Nazar Muhammad
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v8i1.95

Abstract

Pada pengamatan jaringan organ tanaman, penggunaan pewarnaan merupakan salah satu komponen yang perlu diperhatikan. Jika tidak tersedia pewarna sintetis maka dapat digunakan pewarna alami, salah satunya adalah rimpang kunyit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan penggunaan filtrat kunyit (Curcuma domestica Val.) sebagai pewarna alternatif pada pengamatan jaringan organ tumbuhan rumput gajah (Pennisetum purpureum Schum.). Penelitian ini menggunakan metode survey dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengamati jaringan akar, batang, dan daun rumput gajah menggunakan pewarna filtrat kunyit, safranin, dan aquadest melalui mikroskop. Data dianalisis secara kualitatif berdasarkan penilaian validator ahli terhadap hasil tangkapan layar yang disimpulkan layak atau tidak dengan kriteria persentase kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filtrat kunyit layak digunakan sebagai pewarna alternatif baik yang disayat secara manual maupun mikrotom berturut-turut pada jaringan akar diperoleh 73,3% dan 73,3%, batang 73,3% dan 93,3%, dan daun 80% dan 73,3% semuanya dalam kategori layak. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan filtrat kunyit sebagai pewarna alternatif memiliki potensi layak dalam memperjelas preparat pada pengamatan jaringan organ tumbuhan rumput gajah melalui mikroskop.
Analisis soal esai materi bioteknologi berdasarkan literasi biologi pada buku teks dan buku sekolah elektronik biologi SMA Shofwatun Nada; Nurhofifah Dian; Yunita Yunita
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v8i1.98

Abstract

Buku Sekolah Elektronik (BSE) dan buku teks cetak berfungsi sebagai instrumen utama dalam proses pembelajaran biologi, termasuk sebagai acuan penyusunan alat evaluasi berupa soal esai. Materi bioteknologi menjadi fokus krusial dalam kurikulum karena keterkaitannya yang erat dengan perkembangan sains serta teknologi global. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis muatan aspek literasi biologi pada soal esai materi bioteknologi dalam enam buku teks kelas XII SMA. Sampel penelitian terdiri atas tiga buku teks komersial (A, B, C) dan tiga BSE (D, E, F) terbitan Pusat Kurikulum dan Perbukuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa soal esai pada keenam buku tersebut merepresentasikan lima aspek literasi biologi, meliputi K1, K3, K4, K5, dan K6. Buku BSE E dan Buku Teks A mencatatkan persentase tertinggi (83,33%) dengan sebaran jumlah soal paling dominan, mengindikasikan kualitas instrumen evaluasi yang lebih komprehensif. Sebaliknya, Buku Teks B, C, serta BSE D dan F memiliki persentase yang sama (50%) dengan kuantitas soal yang terbatas, sehingga dikategorikan cukup baik. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan variasi serta kedalaman muatan aspek literasi biologi pada instrumen esai guna menstimulasi kompetensi abad ke-21 peserta didik secara optimal.
Studi in silico senyawa metabolit sekunder kelor (Moringa oleifera F) sebagai antidiabetes Rafidho Rafidho; Miftahul Jannah
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v8i1.100

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat secara global. Keterbatasan efektivitas dan efek samping terapi konvensional mendorong pencarian obat baru yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi dua metabolit sekunder daun kelor (Moringa oleifera), yaitu kuersetin dan kaempferol, sebagai antidiabetes melalui pendekatan in silico. Tahapan metode meliputi identifikasi senyawa via KNaPSAcK, validasi via PubChem, prediksi aktivitas biologis via PASS Online, serta evaluasi toksisitas via ProTox-II. Hasil menunjukkan bahwa kuersetin dan kaempferol memiliki probabilitas aktivitas ( ) > 0,7 sebagai inhibitor -glukosidase. Kedua senyawa memiliki profil toksisitas rendah dengan nilai LD50 masing-masing sebesar  dan . Selain itu, kuersetin dan kaempferol tidak menunjukkan potensi efek mutagenik, karsinogenik, maupun hepatotoksik. Keunggulan penelitian ini terletak pada penggunaan pendekatan bioinformatika terintegrasi untuk menyaring kandidat fitofarmaka secara sistematis. Temuan ini menjadi dasar ilmiah pengembangan herbal antidiabetes berbasis kelor, meskipun konfirmasi uji in vitro dan in vivo lanjutan tetap diperlukan.
Pengaruh model pembelajaran RADEC berbantuan Google Classroom terhadap keterampilan berpikir kritis dan motivasi belajar biologi Niken Fanisa Rahayu; Shefa Dwijayanti; Weni Anggraini
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v8i1.121

Abstract

Keterampilan berpikir kritis berperan penting dalam pemahaman materi biologi peserta didik. Motivasi belajar yang tinggi juga diperlukan untuk mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Kenyataan di lapangan menunjukkan kedua aspek tersebut belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model pembelajaran RADEC berbantuan Google Classroom terhadap keterampilan berpikir kritis dan motivasi belajar biologi. Penelitian kuasi-eksperimen ini menerapkan rancangan pretest-posttest control group design. Populasi penelitian mencakup seluruh peserta didik kelas XI SMAN 3 Temanggung. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling, yaitu kelas XI 2 (eksperimen) dan kelas XI 3 (kontrol dengan model Discovery Learning). Data dikumpulkan menggunakan tes keterampilan berpikir kritis dan kuesioner motivasi belajar. Uji Mann-Whitney menunjukkan peningkatan keterampilan berpikir kritis kelas eksperimen sebesar 22,09%, sedangkan kelas kontrol sebesar 6,90% ( ). Uji independent sample t-test menunjukkan perubahan motivasi belajar tidak berbeda signifikan antara kelas eksperimen (-0,99%) dan kelas kontrol (0,56%) dengan nilai . Dengan demikian, model RADEC berbantuan Google Classroom terbukti meningkatkan keterampilan berpikir kritis, tetapi tidak memengaruhi motivasi belajar biologi peserta didik.