Articles
198 Documents
Monitoring Sistem Keluhan Mahasiswa Menggunakan Progressive Web Application Pada Politeknik Negeri Lhokseumawe
Aiyatul Muin;
Amri Amri;
Anwar Anwar
Journal of Artificial Intelligence and Software Engineering (J-AISE) Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30811/jaise.v1i1.2218
Perkembangan teknologi informasi saat ini sangat pesat. Kebutuhan manusia dalam sumber data sangatlah penting. Salah satu teknologi web yang hadir saat ini adalah progressive web application. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah sistem yang dapat mempermudah mahasiswa ketika ingin menyampaikan keluhan fasilitas ruangan atau Laboratorium. Biasanya keluhan dapat disampaikan melalui sebuah kotak saran dan kuisioner yang hanya terbatas beberapa pertanyaan saja. Pelayanan dalam dunia pendidikan merupakan unsur penting untuk terciptanya suasana akademik yang kondusif untuk terlaksananya proses belajar mengajar di jurusan Teknologi Informasi Dan Komputer. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah aplikasi untuk mempermudah mahasiswa menyampaikan keluhan tertentu. Berdasarkan diatas, penelitian ini akan membangun sebuah aplikasi Monitoring system keluhan mahasiswa menggunakan PWA pada jurusan Teknologi Informasi dan Komputer. Hasil dari penelitian ini adalah sistem keluhan mahasiswa dapat mengadukan keluhan tidak hanya terbatas pada pertanyaan dan kotak saran melainkan dengan meng upload file, gambar, video, audio beserta deskripsi. Data keluhan yang bersumber dari sebuah API (Application Programming Interface) kemudian ditampilkan, Selama dalam keadaan jaringan aktif. Service worker melakukan proses caching sehingga data yang sudah disimpan bisa diakses pada jaringan tidak aktif. Service worker mampu melakukan proses caching data. Meskipun eksekusi waktu yang dibutuhkan dalam mengakses aplikasi lebih lama karena pemasangan service worker, namun aplikasi yang diakses lebih cepat ketika dalam keadaan offline karena data dimuat dalam cache service worker. Nilai performa 72/100 dan aspek – aspek PWA pada aplikasi keluhan mahasiswa sangat baik dari 10 kriteria pengujian dengan hasil persentasi nilai 91/100.AbstractThe development of information technology is currently very fast. Human needs in data sources are very important. One of the current web technologies is a progressive web application. This study aims to design a system that can make it easier for students when they want to submit complaints about room or laboratory facilities. Usually complaints can be submitted via a suggestion box and a questionnaire which is only limited to a few questions. Service in the world of education is an important element for creating an academic atmosphere that is conducive to the implementation of the teaching and learning process in the Department of Information and Computer Technology. Therefore an application is needed to make it easier for students to submit certain complaints. Based on the above, this study will build a student complaint monitoring system application using PWA in the Information Technology and Computer department. The result of this research is that the student complaint system can file complaints not only limited to questions and suggestion boxes but by uploading files, images, videos, audio along with descriptions. Complaint data that comes from an API (Application Programming Interface) is then displayed, as long as the network is active. The service worker performs a caching process so that the saved data can be accessed on an inactive network. Service workers are capable of caching data. Although the execution time required to access the application is longer due to the installation of the service worker, the application is accessed faster when it is offline because the data is loaded in the service worker cache. The 72/100 performance score and the PWA aspects of the student complaint application are very good out of the 10 testing criteria with the percentage score of 91/100
Rancang Bangun E-Tilang Pada Pelanggaran Batas Kecepatan Menggunakan Metode Subtraction
Retya Ascha Ollyany
Journal of Artificial Intelligence and Software Engineering Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30811/jaise.v2i2.3876
Sistem E-Tilang pada pelanggaran batas kecepatan ini dirancang untuk mengukur kecepatan kendaraan yang melintas dijalan dan melakukan tindakan tilang secara online. Sistem ini menggunakan video untuk merekam gambar objek bergerak menggunakan metode subtraction, apabila objek memasuki lokasi yang telah ditandai maka sistem akan memberikan respon untuk mengaktifkan dan mematikan timer serta menjalankan counter, besar nilai kecepatan yang didapat adalah hasil bagi antara jarak kedua frame dengan waktu tempuh kendaraan yang melewati lokasi yang telah ditandai. Kemudian untuk mengetahui nomor kendaraan dilakukan pengolahan citra digital menggunakan API plate recognition. setiap nomor kendaraan yang berhasil terdeteksi akan melakukan pencarian pada database sehingga dapat mengetahui identitas pemilik nomor kendaraan, sistem bekerja jika objek melaju dengan kecepatan lebih dari yang ditentukan maka akan mencari identitas dari pemilik nomor kendaraan, kemudian mengirim surat tilang secara online. Jika objek melaju dibawah kecepatan yang ditentukan maka sistem tidak akan mencari identitas pelaku, hanya menyimpan tangkapan layar pada database. Dari pengujian yang dilakukan pada empat tipe jalan yaitu jalan bebas hambatan, jalan antarkota, jalan perkotaan, dan jalan pemukiman, hanya tipe jalan pemukiman yang berhasil dideteksi melakukan pelanggaran batas kecepatan dengan persentase keberhasilan senilai 0,08%. Penerapan metode subtraction yang tidak tepat menyebabkan kegagalan dalam mendeteksi objek.
Aplikasi Tanda Tangan Digital Berbasis Mobile Menggunakan Metode Vigenere Chiper
Cut Adinda Zuhra Siagian;
Hari Toha Hidayat;
Amri Amri
Journal of Artificial Intelligence and Software Engineering Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30811/jaise.v1i2.2524
Tanda tangan elektronik atau digital adalah tanda tangan konvensional yang cara pembuatannya serta fungsinya serupa dengan tanda tangan pada dokumen kertas umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat tanda tangan digital dan mengubahnya menjadi QR Code yang telah terenkripsi untuk kemudian dapat di deskripsi. Untuk menjaga keamanan informasi yang terdapat didalam tanda tangan, peneliti menggunakan metode Vigenere Chiper yang membuat data didalam tanda tangan atau Plainteks menjadi huruf dan angka acak yang disebut dengan Chiperteks. Chiperteks yang dihasilkan kemudian dijadikan kedalam bentuk QR Code. Pada proses pendeskripsian, Chiperteks yang telah dihasilkan dari proses enkripsi akan dideskripsikan kembali menjadi Plainteks. Pengujian penelitian ini menguji beberapa aspek yaitu pengujian proses pembuatan surat, pengujian user interface pada perangkat yang berbeda dan pengujian QR Code. Pengujian proses pembuatan surat menggunakan quisioner 20 sample uji dan menghasilkan nilai error yang rendah yakni dibawah 1 dengan standard error 0,002 sampai 0,008. Dari sisi user interface, aplikasi dapat menyesuaikan berbagai ukuran perangkat dari sisi resolusi layar dan OS. QR Code dapat dipindai dalam kondisi cahaya sangat terang hingga redup dan jarak pemindaian dari QR Code ke smartphone adalah ±5cm untuk jarak terdekat dan ±80cm untuk jarak terjauh QR Code yang sempurna berhasil dipindai menggunakan pemindai (scanner). Tanda tangan digital dibentuk menjadi QR Code dengan memanfaatkan library zxing dan pada proses verifikasi, pimpinan memeriksa kelengkapan data surat yang telah dibuat oleh aplikasi. Dengan adanya aplikasi tanda tangan digital berbasis mobile menggunakan metode vigenere chiper dapat menjamin keamanan data didalam tanda tangan serta memudahkan masyarakat dalam proses pembuatan surat. Abstract An electronic or digital signature is a conventional signature, the way it is made and the function is similar to a signature in a general document. This study aims to create a digital signature and convert it into an encrypted QR Code which can then be described. To maintain the security of the information contained in the signature, the researcher uses the Vigenere Cipher method which makes the data in the signature or plaintext into random letters and numbers called ciphertext. The resulting ciphertek then becomes a QR Code form. In the description process, the ciphertext that has been generated from the encryption process will be described back into plaintext. The testing of this research examines several aspects, namely testing the letter-making process, testing the user interface on different devices and testing the QR Code. Testing the process of making a letter using a questionnaire of 20 test samples and produces a low error value, which is below 1 with a standard error of 0.002 to 0.008. From the user interface side, the application can adjust various device sizes in terms of screen resolution and OS. The QR Code can be scanned in very bright to dim light conditions and the scanning distance from the QR Code to the smartphone is ±5cm for the closest distance and ±80cm for the farthest distance. The perfect QR Code was successfully scanned using us (scanner). The digital signature is formed into a QR Code by utilizing the zxing library and in the verification process, checking the completeness of the letter data that has been created by the application. With the existence of a mobile-based digital signature application using the vigenere cipher method, it can ensure the security of the data in the signature and make it easier for the public in the process of making letters.
Rancang Bangun Aplikasi Pendaftaran Ujian Akhir Semester Berbasis Web dengan Metode Waterfall (Studi Kasus di Politeknik Negeri Lhokseumawe)
Muhammad Reza Zulman;
Muhammad Davi;
Radhiyatammardhiyyah Radhiyatammardhiyyah
Journal of Artificial Intelligence and Software Engineering Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30811/jaise.v3i1.4190
Ujian Akhir Semester (UAS) di Politeknik Negeri Lhokseumawe merupakan ujian rutin yang diadakah secara serentak dan diikuti oleh seluruh mahasiswa dari mulai semester satu sampai semester akhir. Ujian ini diadakan pada minggu ke 17 dan 18 setiap semester. Untuk mengikuti ujian ini, setiap mahasiswa yang ingin mengikuti ujian harus melakukan pendaftaran secara manual dengan melengkapi persyaratan yang sudah di tentukan oleh pihak instansi. Mahasiswa yang sudah melakukan pendaftaran akan mendapatkan sebuah kartu sebagai tanda bahwa mahasiswa tersebut memenuhi syarat untuk mengikuti ujian akhir semester. Proses yang ada saat ini memakan waktu yang cukup lama, kemudian juga membutuhkan sumber daya manusia dari pihak instansi untuk mengurus proses pendaftaran ini. Oleh karena itu, dengan adanya sebuah sistem berbasis web ini, diharapkan waktu proses pendaftaran ujian ini bisa dipersingkat dan mempermudah pihak administrasi dalam mengurus pendaftaran ujian akhir semester di Politeknik Negeri Lhokseumawe.Kata kunci—Ujian Akhir Semester, Waterfall, Golang, Python, Politeknik Negeri Lhokseumawe.AbstractThe Final Semester Examination (UAS) at Politeknik Negeri Lhokseumawe is a routine exam held simultaneously and attended by all students from the first semester to the final semester. This exam takes place in the 17th and 18th weeks of each semester. To participate in this exam, every student who wishes to take the exam must manually register by completing the requirements specified by the institution. Students who have completed registration will receive a card as a sign that they are eligible to take the final semester exam. The current process takes a considerable amount of time and also requires human resources from the institution to manage this registration process. Therefore, with the existence of a web-based system, it is hoped that the registration process for this exam can be shortened and facilitate the administration in managing the registration for the final semester exam at Politeknik Negeri Lhokseumawe.Keywords— FInal Semester Examination, Waterfall, Golang, Python, Politeknik Negeri Lhokseumawe
Pengamanan Data Teks Pada Aplikasi Chatting Menggunakan Metode Modular Multiplication Based Block Chiper (MMB) Berbasis Android
Naria Sukma Dewi;
Amri Amri;
Safriadi Safriadi
Journal of Artificial Intelligence and Software Engineering Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30811/jaise.v2i2.3881
Aplikasi chatting telah menjadi media komunikasi digital yang digunakan oleh setiap kalangan, mempermudah manusia dalam mengirim pesan maupun menerima pesan. Pesan-pesan yang disampaikan ada kalanya berupa pesan yang bersifat rahasia sehingga tidak semua pihak dapat melihat pesan tersebut. Namun sering terjadinya kejahatan seperti penyadapan data, pencurian informasi, dan penyalahgunaan data pribadi yang merupakan masalah yang paling ditakuti oleh para pengguna jaringan komunikasi. Maka diperlukan suatu sistem keamanan yang dapat melindungi suatu informasi untuk menyembunyikan atau mengamankan suatu pesan ke dalam bentuk pesan lain. Untuk menyelasikan permasalah tersebut terdapat sebuah pembelajaran tentang kriptografi yang dapat mengenkripsikan pesan atau teks kedalam bentuk chipertext sehingga dapat menyembunyikan pesan asli yang dikirimkan. Tujuan penelitian ini untuk melakukan pengaman data teks pada aplikasi chatting menggunakan metode Modular Multiplication- Based Block Chiper (MMB) dengan mengetahui berapa lama waktu enkripsi sebuah pesan dan untuk mengetahui panjang karakter pesan setelah dienkripsi. Dari pengujian tersebut diperoleh bahwa rata-rata waktu enkripsi dan dekripsi pesan membutuhkan waktu sebesar 1.87 detik. Untuk panjang pesan setelah dienkripsi karakter yang dihasilkan sebanyak 32 Hexadesimal atau 16 karakter chiphertext.
Penerapan Metode Deteksi Canny Dan Template Matching Pada Pengenalan Motif Songket Aceh
Nurul Fatani;
Azhar Azhar;
Musta’inul Abdi
Journal of Artificial Intelligence and Software Engineering Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30811/jaise.v2i1.3872
Songket merupakan jenis kain tenun yang dikenal di seluruh Indonesia. Cara penenunan dan motif-motif songket berbeda antara daerah yang satu dengan daerah lainnya masyarakat belum banyak mengetahui informasi tentang motif-motif songket. Kain songket aceh menjadi salah satu kain khas masyarakan Aceh, Untuk pengenalan jenis kain dan motif masih dilakukan secara manual dengan penjabaran dari mulut ke mulut oleh masyarakat Aceh sendiri namun tidak ada informasi yang detail mengenai jenis kain dan arti dari motif kain tersebut. Oleh karena itu dibutuhkam sebuah Aplikasi untuk membantu masyarakat mengenal lebih lanjut jenis kain dan arti motif dari kain tersebut. Sistem dibentuk dengan menggunakan pengolahan citra menggunakan metode deteksi tepi Canny dan Tamplate Matching. Metode deteksi tepi Canny digunakan untuk mendapatkan garis tepi objek, selanjutnya Tamplate Matching digunakan untuk mengenali dan mencocokan tiap bagian dari suatu citra dengan citra acuan. Hasil akurasi sistem sebesar 96.6%, dengan jumlah data 20 uji gambar songket. Berdasarkan pengujian, sistem dapat mengenali 19 citra songket yang diuji dari 5 jenis motif kain songket aceh dengan benar. Berdasarkan pengujian whitebox dan blackbox disimpulkan sistem dapat memberikan informasi kepada pengguna juga dapat memudahkan masyarakat dalam mengenali jenis kain dan arti dari motif kain tersebut.
Penerapan Locaton Based Service Pada Aplikasi Tambal Ban Berbasis Mobile
T Muadzis Al-Farisi;
Aswandi Aswandi
Journal of Artificial Intelligence and Software Engineering Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30811/jaise.v1i2.2519
Kebutuhan akan bengkel tambal ban untuk menambal ban kendaraan bermotor semakin meningkat dikarenakanbertambahnya penggunaan kendaraan bermotor yang ada di Indonesia, pengguna kendaraan bermotor yang berada dalam keadaandan situasi ban kendaraan yang bocor di tempat yang tidak dikenali tentunya akan sangat sulit untuk menemukan tempat bengkeltambal ban terdekat sehingga akan menyulitkan para pengguna kendaraan bermotor jika terjadi kebocoran secara mendadak.Pengembangan Location Based Service (LBS) dilakukan pengembangan karena memiliki manfaatan untuk berbagai macamkeperluan, tentunya juga untuk mendapatkan lokasi penyedia jasa tambal ban. Pada penelitian ini dibuat suatu sistem softwareberbasis mobile untuk penyedia informasi dan lokasi jasa tambal ban dengan menggunaka location based service berguna sebagaipeneydia lokasi informasi antara pengguna dengan lokasi tambal ban terdekat agar mempermudah pengguna jika terjadi kebocoranban pengguna. Penelitian menggunakan global positioning system pada android. Setelah melakukan perancangan dan implementasiterhadap sistem pelayanan penyedia tambal ban terdekat akan dilakukan pengujian dengan cara membandingkan perhitungan jarakmenggunakan rumus harversine dengan jarak yang ditunjukkan pada sistem yang menunjukkan selisih yaitu 0,01 km sampaidengan 0,02 km. lalu sistem dapat membrikan layanan kepada pengguna yang dibuktikan dengan kuesioner SUS (System UsabilityScale) dengan hasil skor point 73 yang sistem aplikasi termasuk dalam kategori Good atau baik. AbstractThe need for tire repair shops to patch motor vehicle tires is increasing due to the increasing use of motorized vehicles inIndonesia, motor vehicle users who are in a state and situation of vehicle tires that are leaking in an unknown place, of course, it will be verydifficult to find a place for a tire repair shop. nearby so that it will be difficult for motorized vehicle users in the event of a sudden leak. Thedevelopment of Location Based Service (LBS) was developed because it has benefits for various purposes, of course also to get the location ofthe tire patch service provider. In this study, a mobile-based software system was created for information providers and the location of tirefilling services by using location based services to provide location information between the user and the nearest tire patch location to make iteasier for the user in the event of a user's tire leak. Research using global positioning system on android. After designing and implementingthe service system for the nearest tire patch provider, testing will be carried out by comparing the distance calculation using the Harversineformula with the distance shown in the system which shows the difference between 0.01 km to 0.02 km. then the system can provide services tousers as evidenced by the SUS (System Usability Scale) questionnaire with a score of 73 points that the application system is in the Good orgood category.
Perbandingan Metode City Block Dan Canberra Distance Dalam Identifikasi Kematangan Buah Pepaya Madu (Callina Papaya) Berdasarkan Warna RGB
Zulfan Khairil Simbolon;
Baniah Baniah
Journal of Artificial Intelligence and Software Engineering Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30811/jaise.v3i1.4135
Abstrak— Proses identifikasi pepaya yang dilakukan secara manual tidak efisien dan kurang teliti untuk jumlah yang cukup besar. Dengan kemajuan teknologi yang pesat maka dapat dimanfaatkan untuk membuat suatu aplikasi untuk mempermudah proses identifikasi secara cepat dan akurat. Tingkat kematangan buah pepaya bisa diamati dari pengamatan warna buah. Penelitian ini melakukan proses identifikasi tingkat kematangan buah pepaya madu dengan metode City Block dan Canberra Distance untuk menghitung jarak warna yang terkandung antara buah acuan dengan buah yang di uji, Tingkat kematangan di ukur berdasarkan warna R, G dan B. Hasil pengujian sistem dari data yang di uji sebanyak 30 citra dimana 10 untuk citra pepaya mentah 10 citra mengkal dan 10 citra pepaya matang didapatkan tingkat akurasi metode canberra lebih tinggi yaitu 86,66 % sedangkan cityblock yaitu sebesar 83,33 %. Metode canberra juga berhasil mengenali sebanyak 26 dari 30 citra yang di uji, sedangkan cityblock berhasil mengenali 25 dari 30 citra yang di uji.Kata kunci— Identifikasi Pepaya, City Block ,Canberra Distance, Warna, Data Uji. Abstract— Identification process papaya undertaken manually inefficient and not thorough for large quantities. With technological progress rapidly so can be used to make an application to ease the identification process quickly and accurately. The level of maturity papaya could be observed from the fruit color observations . This research process of identification the maturity of a fruit papaya with the method of city block and canberra distance to calculate the distance color contained between fruit of reference with fruit tested, The maturity level measured by color r, g and b . The results of testing system of the data in test as much as 30 image where 10 to image unripe papaya 10 image half-baked and 10 image papaya ripe Obtained the level of accuracy of a method of canberra higher namely 86,66 % and cityblock is as much as 83,33 % where canberra succeed to recognize as much as 26 from of 30 image tested. while cityblock succeed to recognize 25 from 25 image in test . Keywords— Papaya Identification, City Block, Canberra Distance, Color, Test data.
Aplikasi Elektronik Arsip ( E-Arsip ) Pada Politeknik Negeri Lhokseumawe Berbasis Android
Haris Maulianda;
Hari Toha Hidayat;
Fachri Yanuar Rudi F
Journal of Artificial Intelligence and Software Engineering Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30811/jaise.v1i1.2219
Politeknik Negeri Lhokseumawe merupakan lembaga pendidikan tinggi di Aceh, yang di dalamnya terdapat pengengolaan arsip. Sistem pengelolaan yang berlaku di Politeknik Negeri Lhokseumawe saat ini masih semi manual, dalam sistem ini masih terdapat banyak kekurangan, misalnya masih membutuhkan banyak tempat dalam penyimpanan arsip. Untuk mengatasi masalah tersebut dibuat sebuah sistem Aplikasi Elektronik Arsip yang disebut dengan E- Arsip. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengamanan data menggunakan metode DES dalam mengenkripsi dan dekripsi file atau dokumen yang di apload dalam Aplikasi E-Arsip Pada Politeknik Negeri Lhokseumawe. Pengujian selanjutnya yaitu untuk mengetahui kualitas jaringan pada aplikasi android menggunakan logcat dan aplkasi meteor. Proses pembuatan aplikasi ini menggunakan bahasa pemrograman Java, Java digunakan untuk membangun aplikasi Android, sedangkan basis data yang digunakan adalah mysql. Dengan demikian sistem aplikasi E-Arsip berbasis Android, yang dapat digunakan secara langsung pada Politeknik Negeri Lhokseumawe untuk membantu proses penyelenggara kearsipan yang sesuai dengan prinsip. Nantinya dalam proses pencarian data dan informasi arsip menjadi lebih mudah, aman, dan lebih akurat.AbstractLhokseumawe State Polytechnic is a higher education institution in Aceh, which contains archives management. The current management system at Lhokseumawe State Polytechnic is still semi-manual, in this system there are still many shortcomings, for example it still requires a lot of space in archive storage. To solve this problem, an Electronic Archive Application system called E-Archive was created. This study aims to test data security using the DES method in encrypting and decrypting files or documents uploaded in the E-Archives Application at Lhokseumawe State Polytechnic. The next test is to determine the quality of the network on the android application using logcat and meteor applications. The process of making this application uses the Java programming language, Java is used to build Android applications, while the database used is mysql. Thus the E-Archives application system is based on Android, which can be used directly at Lhokseumawe State Polytechnic to assist the process of organizing archives in accordance with the principles. Later in the process of searching for data and archival information it will become easier, safer, and more accurate.
Implementasi Internet Of Things Pada Paket Box Penerima Barang Menggunakan Barcode Reader
Indah Hurida
Journal of Artificial Intelligence and Software Engineering Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30811/jaise.v2i2.3877
Belanja online merupakan sebuah alternatif yang banyak dipilih oleh masayarakat, karena barang belanjaan dapat diantar langsung ke alamat tujuan pembeli. Namun hal tersebut tidak lepas dari masalah yang terjadi, salah satunya paket diantar pada saat penerima tidak berada di alamat tujuan. Pada kasus ini biasanya ada beberapa tindakan yang dilakukan seperti paket dititipakan kepada tetangga atau diletakkan di teras halaman rumah. Tindakan tersebut tidak menjamin keamaan barang dan sangat beresiko untuk dirusak bahkan diambil oleh pihak lain sehingga dapat merugikan pemilik paket. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dirancanglah sebuah sistem Implementasi Internet Of Things Pada Paket Box Penerima Barang Menggunakan Barcode Reader. Dibuatnya sistem ini bertujuan untuk memudahkan kurir dalam mengantarkan paket apabila pemilik paket tidak berada dialamat tujuan, serta dapat menjadi sebuah wadah penyimpanan paket yang dapat menyimpan paket dengan aman serhingga dapat mengurangi resiko paket rusak/hilang. Komponen utama yang digunakan adalah NodeMCU ESP8266 yang menghubungkan sistem dengan aplikasi android dan dilengkapi dengan Sensor gm-65 sebagai hak akses dalam membuka paket box, serta sensor ultrasonik untuk mendeteksi kondisi pintu box. Berdasarkan hasil pengujian keberhasilan sensor gm-65 dalam mendeteksi barcode diperoleh hasil bahwa sensor gm-65 dapat membaca jenis barcode 1D dengan tingkat keberhasilan 93,3% dan jenis barcode 2D dengan tingkat keberhasilan 90%. Dari hasil pengujian durasi waktu yang dibutuhkan pada proses pencocokan data scan dengan data yang terdaftar pada sistem berkisar antara 0,47 detik dan 0,72 detik dengan rata-rata waktu yang dibutuhkan adalah 0,56 detik.