cover
Contact Name
Nugroho Heri Cahyono
Contact Email
jurnalcilpa@ustjogja.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalcilpa@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Kompleks Pendopo Agung Taman Siswa Jl. Tamansiswa No.25, Wirogunan, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta Indonesia 55151
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Cilpa : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Rupa
ISSN : 23559691     EISSN : 28092260     DOI : 10.30738
Cilpa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Rupa is a blind peer-reviewed journal dedicated to the publication of quality thoughts and research results in the field of Fine Arts and Fine Arts Education, the study or creation of fine arts but is flexible and not implicitly limited. All publications in CILPA are open access, allowing articles to be freely available without any violation.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2025): January" : 12 Documents clear
Analisis Pola Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kreativitas Melalui Optimalisasi Kecerdasan Visual Spacial Pembelajaran Seni Budaya Ramdani, Nurrahmad; Susanto, Dwi; Chandra, Dio Pamola
CILPA Vol 10 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i1.16628

Abstract

Abstrak   Penelitian ini dilakukan di SMK Sosial Islam 1 Prambanan, siswa memiliki kendala atau masalah yang dihadapi seperti minimnya pemahaman tentang seni. Siswa kesulitan dalam menerima pembelajaran teori, dan lebih suka ke prakteknya langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persiapan yang dilakukan guru dalam meningkatkan kreativitas siswa. Proses guru dalam membentuk kreativitas siswa kelas X. Upaya guru dalam meningkatkan kreativitas siswa kelas X.  Hasil penerapan optimalisasi visual spacial seni rupa 2 dimensi untuk meningkatkan kreativitas siswa kelas X. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif, bertujuan untuk mengetahui upaya guru dalam meningkatkan kreativitas siswa melalui optimalisasi kecerdasan visual spacial. Pada pengamatan peneliti tidak menemukan adanya kesamaan kajian dengan judul di atas, akuntabilitas penelitian dapat terjaga dan terhindar anasir tiruan. Guru mengoptimalisasikan kecerdasan visual spacial siswa melalui kegiatan menggambar pada pelajaran seni budaya. 1. Guru menyiapkan semua struktur pembelajaran seni budaya, seperti: RPP, buku pembelajaran seni rupa, alat dan bahan praktek seni rupa 2 dimensi. 2. Proses guru pada tahap kreativitas siswa dengan mengajarkan siswa step by step pada proses belajarnya. 3. Guru menggunakan pendekatan Scientific Learning, model Project Based Learning, dan metode penugasan pada pembelajaran untuk meningkatkan kreativitas siswa. 4. Hasil penerapan optimalisasi visual spacial yang diterapkan guru dengan menginstruksi siswa mengkolaborasikan hasil karya seninya dengan desain pada pelajaran tata busana. Abstract  Research conducted at SMK Sosial Islam 1 Prambanan, students have obstacles or problems faced such as a lack of understanding of art. Students have difficulty in accepting theoretical learning, and prefer to practice directly. This study aims to describe the preparations made by teachers in increasing student creativity. The teacher's process in shaping the creativity of grade X students. Teachers' efforts in improving the creativity of grade X students.  The results of the application of visual spacial optimization of 2-dimensional fine art to increase the creativity of grade X students. Data collection methods by means of observation, interviews and documentation. This research is descriptive qualitative, aims to find out the teacher's efforts in improving student creativity through optimizing visual spatial intelligence. In the researcher's observation, there is no similarity in the study with the title above, the accountability of the research can be maintained and avoid imitation factors. Teachers have maximized students' visual spatial intelligence through drawing activities in cultural arts lessons. 1. Teachers prepare all cultural arts learning structures, such as: lesson plans, art learning books, tools and materials for practicing 2-dimensional art. 2. The teacher process at the student creativity stage by teaching students step by step in the learning process. 3. Teachers use the Scientific Learning approach, Project Based Learning model, and assignment method in learning to increase student creativity. 4. The results of the application of visual spacial optimization applied by the teacher by instructing students to collaborate the results of cultural arts to be used as designs in fashion lessons.
Cerita Roro Jonggrang Sebagai Ide Penciptaan Motif Batik Tulis Untuk Busana Wanita TrI Astuti, Erma; Barriyah, Insanul Qisti
CILPA Vol 10 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i1.16902

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan melestarikan batik sekaligus cerita Roro Jonggrang dalam sajian karya seni. Dari alur cerita tersebut diciptakan motif batik tulis dengan sketsa gambar adegan-adegan didalam cerita Roro Jonggrang. Kemudian diwujudkan dalam bentuk busana wanita. Metode yang digunakan dalam proses penciptaan karya ada tahapan yaitu eksplorasi ide, konsep, visual, estetik, bentuk, media, teknik, dan sumber. Teknik yang digunakan dalam pembuatan batik adalah batik tulis. Teknik pewarnaan menggunakan teknik coletan dengan zat warna remasol. Hasil penciptaan karya seni batik ini mewujudkan inovasi baru, berupa busana dengan motif batik dengan gambar adegan cerita Roro Jonggrang. Karya seni tersebut diciptakan dengan teknik batik tulis. Penciptaan karya ini menghasilkan 8 busana wanita yang berjudul Peperangan Pranbanan dan Pengging, Bandung terpikat Roro Jonggrang, Permintaan Roro Jonggrang, Sumur Jalatunda, Membangun 1000 Candi, Tipu Muslihat Roro Jonggrang, Tertipu, Roro Jonggrang Candi ke-1000.Karya disajikan dengan perbedaan motif dan variasi warna pada ke delapan karya dan memiliki makna di setiap karyanya. Karya disajikan dengan warna-warna yang beragam sehingga memiliki nilai keindahan dan motif yang artistik untuk menjadi busana siap pakai. Abstract The creation of the final project is not a thesis with the title "The Story of Roro Jonggrang as an Idea for the Creation of Written Batik Motifs for Women's Clothing". The purpose of this research aims to preserve batik as well as the story of Roro Jonggrang in the presentation of works of art. From the storyline, a written batik motif was created with sketches of scenes in the Roro Jonggrang story. Then realized in the form of women's clothing. The method used in the process of creating the work is the exploration of ideas, concepts, visuals, aesthetics, forms, media, techniques, and sources. The technique used in making batik is written batik. The coloring technique uses coletan technique with remasol dye. The results of the creation of this batik art work embody new innovations, in the form of clothing with batik motifs with images of the Roro Jonggrang story scene. The artwork was created using written batik technique. The creation of this work produced 8 women's clothing entitled Pranbanan and Pengging Warfare, Bandung captivated by Roro Jonggrang, Roro Jonggrang's Request, Jalatunda Well, Building 1000 Temples, Roro Jonggrang's Deception, Deceived, Roro Jonggrang 1000th Temple. The work is presented with different motifs and color variations in the eight works. So that it has a meaning in each work. The works are presented with various colors so that they have beauty value and interesting motifs to become ready-to-wear clothing.
Implementasi Motif Batik Tembakau Temanggung Dalam Pembelajaran Seni Rupa Kelas VIII C SMPN 1 Kaloran Temanggung Dika, Aisyah Dika Mastura; Triyono; sugiyamin
CILPA Vol 10 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i1.17385

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persiapan pembelajaran motif batik Tembakau Temanggung, mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran motif batik Tembakau Temanggung, mendeskripsikan evaluasi pembelajaran motif batik Tembakau Temanggun. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari dua siklus, dalam tiap siklusnya terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini siswa kelas VIII C SMP N 1 Kaloran Temanggung yang berjumlah 29 siswa. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa data observasi, lembar angket, dan data aktivitas siswa dalam pembelajaran. Data kuantitatif merupakan data yang diperoleh nilai tes yang dilaksanakan siswa. Hasil penelitian ini; 1) Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan yaitu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sebagai persiapan untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah. RPP memuat waktu dan tempat pembelajaran, materi yang akan diajarkan, metode pembelajaran, kesepakatan waktu. 2) Pelaksanaan pembelajaran yang meliputi pendahuluan, inti, dan penutup. 3) Evaluasi pembelajaran yang dilakukan pada proses belajar mengajar batik motif tembakau antara lain yaitu; Evaluasi pada saat proses belajar mengajar, evaluasi pada akhir materi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rentang nilai rata rata kegiatan adalah 75 yaitu menunjukan bahawa penyajian hasil karya siswa sudah memperoleh nilai yang baik. Penyajian dari gambar motif tembakau yang siswa buat sudah baik. ABSTRACT This study aims to describe the preparation of learning batik motifs Temanggung Tobacco, describe the implementation of learning batik motifs Temanggung Tobacco, describe the evaluation of learning batik motifs Temanggun Tobacco. This research method is Classroom Action Research (PTK). This research consists of two cycles, each cycle consists of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects in this study were students of class VIII C SMP N 1 Kaloran Temanggung, totaling 29 students. Data collection conducted in this research is qualitative and quantitative data. Qualitative data in the form of observation data, questionnaire sheets, and data on student activity in learning. Quantitative data is data obtained from test scores carried out by students. The results of this study are; 1) The implementation of learning is done by preparing a lesson plan (RPP) as a preparation for the implementation of teaching and learning activities at school. The lesson plan contains time and place of learning,  material to be taught, learning methods, and time agreement. 2) Implementation of learning which includes introduction, core, and closing. 3) Evaluation of learning carried out in the teaching and learning process of batik motif tobacco, among others, namely; Evaluation during the teaching and learning process, evaluation at the end of the material. The results of this study indicate that the average value range of activities is 75, which shows that the presentation of student work has obtained a good value range. The presentation of the tobacco motif drawings that students make is good.
Pengembangan Evaluasi Pembelajaran Seni Budaya Terhadap Capaian Pembelajaran Siswa SMPN 14 Bandung Hasela Nur Fadila; Endis Dara Viyanti; Rasyaputeri Pelangi Raya
CILPA Vol 10 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i1.17537

Abstract

Abstrak Seni Budaya penting diajarkan kepada setiap generasi melalui pendidikan formal di Sekolah agar setiap siswa mengetahui kayanya seni dan budaya yang ada di Indonesia, memahami pentingnya Seni dan Budaya serta dapat mengimplementasikan di kehidupan masyarakat sehingga Seni Budaya tetap berfungsi dengan seharusnya di era gempuran seni dan budaya luar masuk dan lebih diminati oleh anak muda Indonesia. Kurikulum merupakan roh dalam tubuh pendidikan yang sangat berpengaruh terhadap capaian pembelajaran Seni Budaya. Tujuan penelitian ini digunakan untuk menggambarkan dan memahami gambaran umum hasil dari pembelajaran siswa pada pelajaran seni budaya yang ditinjau berdasarkan kurikulum merdeka dengan capaian pembelajaran yang didapatkan melalui asesmen. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi di SMPN 14 Bandung guna melihat capaian hasil dari pembelajaran siswa pada mata pelajaran Seni Budaya di lapangan dan studi kepustakaan sebagai pengumpulan data dari berbagai media yang berkaitan dengan penelitian ini. Kebaruan penelitian ini berfokus pada evaluasi pembelajaran seni budaya yang disesuaikan dengan kurikulum merdeka sebagai capaian dari pembelajaran siswa di SMPN 14 Bandung melalui asesmen yang diterapkan. Kebaruan penelitian ini terkait dengan pendekatan yang berfokus pada seni budaya di SMP yang belum banyak diteliti sebelumnya atau masih terbatas. Penelitian ini menghasilkan deskripsi mengenai bentuk evaluasi yang diterapkan di SMPN 14 Bandung yaitu dengan asesmen diagnostik, asesmen sumatif, dan asesmen formatif yang diterapkan sebagai bagian dari penerapan kurikulum merdeka. Kemudian membahas juga capaian pembelajaran seni rupa hasil dari asesmen yang diterapkan di SMPN 14 Bandung yang telah cukup baik dilakukan, namun masih terdapat beberapa kendala yang datangnya dari siswa sendiri. Informasi ini dapat membantu guru menentukan jenis diferensiasi pembelajaran yang tepat dan efektif, sehingga mencapai tujuan pembelajaran yang lebih berkeadilan. Abstract It is important for arts and culture to be taught to every generation through formal education at school so that every student knows the richness of arts and culture in Indonesia, understands the importance of arts and culture and can implement it in people's lives so that arts and culture continue to function as they should in the era of the onslaught of foreign arts and culture. entered and is more popular with young Indonesians. The curriculum is the spirit in the body of education which greatly influences the learning outcomes of Arts and Culture. The aim of this research is to describe and understand the general picture of the results of student learning in arts and culture lessons which are reviewed based on the independent curriculum with learning outcomes obtained through assessments. The method used in this research was observation at SMPN 14 Bandung to see the results of student learning in Arts and Culture subjects in the field and literature study to collect data from various media related to this research. The novelty of this research focuses on evaluating arts and culture learning adapted to the independent curriculum as an achievement of student learning at SMPN 14 Bandung through implemented assessments. The novelty of this research is related to the approach that focuses on arts and culture in junior high schools which has not been widely researched before or is still limited. This research produces a description of the form of evaluation implemented at SMPN 14 Bandung, namely diagnostic assessments, summative assessments and formative assessments which are implemented as part of the implementation of the independent curriculum. Then we also discuss the fine arts learning achievements resulting from the assessments implemented at SMPN 14 Bandung which have been carried out quite well, but there are still several obstacles that come from the students themselves. This information can help teachers determine the appropriate and effective type of learning differentiation, thereby achieving more equitable learning goals.
Analisis Makna Filosofi Ragam Hias Rumah Adat Balla Lompoa Gowa Sulawesi Selatan Andi Muh Raihan s; Cahyono, Nugroho Heri
CILPA Vol 10 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i1.17915

Abstract

Abstrak   Rumah Adat Balla Lompoa merupakan salah satu rumah adat yang antik, unik, dan bersejarah di Goa, Sulawesi Selatan. Kekhasan Rumah Adat Balla Lompoa ini terletak pada bangunannya yaitu elemen pada Rumah Adat Balla Lompoa yang memiliki nilai estetik dan makna filosofi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana makna flosofi interior yang terdapat pada Rumah Adat Balla Lompoa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ialah ragam hias Rumah Adat Balla Lompoa. Objek penelitian ini adalah unsur-unsur motif dan makna filosofis ragam hias Rumah Adat Balla Lompoa. Teknik pengumpulan data penelitian ini ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, mengklasifikasi data, menelaah data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Rumah adat Balla Lompoa adalah jenis rumah panggung yang terdiri atas tiga bagian. Bagian pertama disebut ulu balla’ yang letaknya paling atas, meliputi atap dan loteng. Bagian kedua disebut kale balla’ yaitu suatu ruangan yang ditempati oleh pemilik rumah dan keluarganya dan bagian ketiga disebut siring (kolong rumah) yang letaknya paling bawah; 2) Ciri khas ragam hias rumah adat Balla Lompoa paling menonjol yaitu ulu tedong dan juga besarnya rumah adat tersebut, itulah yang di sebutkan rumah adat Balla Lompoa yang artinya rumah besar; 3) Ragam hias Bugis Gowa merupakan salah satu bentuk manifestasi semangat dan cita rasa estetika yang berkembang pada masyarakat Bugis Gowa. Masyarakatnya dikenal sebagai masyarakat pejuang yang menyukai jiwa petualang, pemberani, setia, dan keras. Hal ini secara tidak langsung ikut terbawa pada karya-karya ragam hias yang diciptakan. Abstract Balla Lompoa Traditional House is one of the antique, unique and historic traditional houses in Goa, South Sulawesi. The materials in this mosque are mostly wood. The uniqueness of the Balla Lompoa Customary House in the building is that the elements of the Balla Lompoa Customary House have aesthetic value and philosophical meaning. This research aims to describe how the meaning of interior philosophy contained in the Balla Lompoa Traditional House. This research is a qualitative research with descriptive approach. The subject of the research is the decoration of Balla Lompoa Traditional House. The object of this research is the motif elements and philosophical meaning of the Balla Lompoa Traditional House decoration. The data collection techniques were observation, interview, and documentation. The data analysis technique uses data collection, classifying data, analyzing data, and drawing conclusions. The results of this study indicate that: 1) Balla Lompoa traditional house is a type of stilt house consisting of three parts. The first part is called ulu balla' which is located at the top, including the roof and attic. The second part is called kale balla' which is a room occupied by the owner of the house and his family and the third part is called siring (under the house) which is located at the bottom; 2) The most prominent characteristic of the Balla Lompoa traditional house decoration is the ulu tedong and also the size of the traditional house, which is called the Balla Lompoa traditional house which means a big house; 3) The Bugis Gowa ornamental variety is a manifestation of the spirit and aesthetic taste that developed in the Bugis Gowa community. The community is known as a warrior community that likes adventurous, brave, loyal, and hard. This is indirectly carried over to the ornamental works created.
Perancangan Buku Visual Kain Sasirangan Sebagai Media Literasi Masyarakat Kalimantan Selatan Nur Azizah Puji Astuti
CILPA Vol 10 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i1.19097

Abstract

Abstrak Kain Sasirangan merupakan kain tradisional khas Kalimantan Selatan yang dapat divisualisasikann dengan motif dan warna yang telah dipola secara dijelujur manual. Kain sasirangan dikenal dengan berbagai macam motif yang masing-masing mengandung makna yang cukup mendalam. Tujuan dari perancangan buku visual mengenai kain sasirangan adalah untuk memperkenalkan Sejarah, motif dan cara pembuatan sasirangan sebagai pengetahuan lokal bagi Masyarakat, sehingga penting untuk menyediakan literasi narasi dan visual mengenai sasirangan. Buku visual ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman tidak sekedar pengetahuan secara umum. Dalam perancangan ini penulis menggunakan metode design thinking yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Setelah melalui beberapa tahapan tersebut maka hasil dari perancangan buku visual ini berfungsi sebagai media literasi Masyarakat dan menyajikan literatur baru dan dapat menambah referensi kepustakaan dalam budaya Banjar. Hasil dari perancangan buku visual ini memiliki media utama yaitu Buku Visual Sasirangan. Adapun media pendukung yang dibuat yaitu bookmark, totebag, stickers, gantungan kunci dan masker. Abstract Sasirangan is a traditional cloth from South Kalimantan, visualized with motifs and colors that have been manually patterned through a traditional process. Sasirangan is known for its various motifs, each carrying profound meaning. The goal of designing a visual book about Sasirangan is to introduce its history, motifs, and the process of its creation as local knowledge for the community. Therefore, it is important to provide both narrative and visual literacy about Sasirangan. The visual book also aims to offer a deeper understanding, not just general knowledge. In this design process, the author employs the design thinking method, which consists of several stage: empathize, define, ideate, prototype and test. After going through these stages, the result of this visual book design serves as a literacy medium for the community, presenting new literature and adding references to the library regarding Banjar culture. The main output of this visual book design is the visual book of Sasirangan. Additionally, supporting media created includes bookmarks, totebags, stickers, keychains and masks.
Analisis Pola Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kreativitas Melalui Optimalisasi Kecerdasan Visual Spacial Pembelajaran Seni Budaya Ramdani, Nurrahmad; Susanto, Dwi; Chandra, Dio Pamola
CILPA Vol 10 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i1.16628

Abstract

Abstrak   Penelitian ini dilakukan di SMK Sosial Islam 1 Prambanan, siswa memiliki kendala atau masalah yang dihadapi seperti minimnya pemahaman tentang seni. Siswa kesulitan dalam menerima pembelajaran teori, dan lebih suka ke prakteknya langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persiapan yang dilakukan guru dalam meningkatkan kreativitas siswa. Proses guru dalam membentuk kreativitas siswa kelas X. Upaya guru dalam meningkatkan kreativitas siswa kelas X.  Hasil penerapan optimalisasi visual spacial seni rupa 2 dimensi untuk meningkatkan kreativitas siswa kelas X. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif, bertujuan untuk mengetahui upaya guru dalam meningkatkan kreativitas siswa melalui optimalisasi kecerdasan visual spacial. Pada pengamatan peneliti tidak menemukan adanya kesamaan kajian dengan judul di atas, akuntabilitas penelitian dapat terjaga dan terhindar anasir tiruan. Guru mengoptimalisasikan kecerdasan visual spacial siswa melalui kegiatan menggambar pada pelajaran seni budaya. 1. Guru menyiapkan semua struktur pembelajaran seni budaya, seperti: RPP, buku pembelajaran seni rupa, alat dan bahan praktek seni rupa 2 dimensi. 2. Proses guru pada tahap kreativitas siswa dengan mengajarkan siswa step by step pada proses belajarnya. 3. Guru menggunakan pendekatan Scientific Learning, model Project Based Learning, dan metode penugasan pada pembelajaran untuk meningkatkan kreativitas siswa. 4. Hasil penerapan optimalisasi visual spacial yang diterapkan guru dengan menginstruksi siswa mengkolaborasikan hasil karya seninya dengan desain pada pelajaran tata busana. Abstract  Research conducted at SMK Sosial Islam 1 Prambanan, students have obstacles or problems faced such as a lack of understanding of art. Students have difficulty in accepting theoretical learning, and prefer to practice directly. This study aims to describe the preparations made by teachers in increasing student creativity. The teacher's process in shaping the creativity of grade X students. Teachers' efforts in improving the creativity of grade X students.  The results of the application of visual spacial optimization of 2-dimensional fine art to increase the creativity of grade X students. Data collection methods by means of observation, interviews and documentation. This research is descriptive qualitative, aims to find out the teacher's efforts in improving student creativity through optimizing visual spatial intelligence. In the researcher's observation, there is no similarity in the study with the title above, the accountability of the research can be maintained and avoid imitation factors. Teachers have maximized students' visual spatial intelligence through drawing activities in cultural arts lessons. 1. Teachers prepare all cultural arts learning structures, such as: lesson plans, art learning books, tools and materials for practicing 2-dimensional art. 2. The teacher process at the student creativity stage by teaching students step by step in the learning process. 3. Teachers use the Scientific Learning approach, Project Based Learning model, and assignment method in learning to increase student creativity. 4. The results of the application of visual spacial optimization applied by the teacher by instructing students to collaborate the results of cultural arts to be used as designs in fashion lessons.
Cerita Roro Jonggrang Sebagai Ide Penciptaan Motif Batik Tulis Untuk Busana Wanita TrI Astuti, Erma; Barriyah, Insanul Qisti
CILPA Vol 10 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i1.16902

Abstract

ABSTRAK Cerita Rakyat di Indonesia digunakan untuk menghibur atau menceritakan sesuatu yang di masa lampau dan mengajarkan nilai-nilai moral. Penelitian ini bertujuan melestarikan batik sekaligus cerita Roro Jonggrang dalam sajian karya seni. Dari alur cerita tersebut diciptakan motif batik tulis dengan sketsa gambar adegan-adegan didalam cerita Roro Jonggrang. Kemudian diwujudkan dalam bentuk busana wanita. Metode yang digunakan dalam proses penciptaan karya ada tahapan yaitu eksplorasi ide, konsep, visual, estetik, bentuk, media, teknik, dan sumber. Teknik yang digunakan dalam pembuatan batik adalah batik tulis. Teknik pewarnaan menggunakan teknik coletan dengan zat warna remasol. Hasil penciptaan karya seni batik ini mewujudkan inovasi baru, berupa busana dengan motif batik dengan gambar adegan cerita Roro Jonggrang. Karya seni tersebut diciptakan dengan teknik batik tulis. Penciptaan karya ini menghasilkan 8 busana wanita yang berjudul Peperangan Pranbanan dan Pengging, Bandung terpikat Roro Jonggrang, Permintaan Roro Jonggrang, Sumur Jalatunda, Membangun 1000 Candi, Tipu Muslihat Roro Jonggrang, Tertipu, Roro Jonggrang Candi ke-1000.Karya disajikan dengan perbedaan motif dan variasi warna pada ke delapan karya dan memiliki makna di setiap karyanya. Karya disajikan dengan warna-warna yang beragam sehingga memiliki nilai keindahan dan motif yang artistik untuk menjadi busana siap pakai. Abstract Indonesian Folklore is used to entertain or tell stories from the past and teach moral values. The creation of the final project is not a thesis with the title "The Story of Roro Jonggrang as an Idea for the Creation of Written Batik Motifs for Women's Clothing". The purpose of this research aims to preserve batik as well as the story of Roro Jonggrang in the presentation of works of art. From the storyline, a written batik motif was created with sketches of scenes in the Roro Jonggrang story. Then realized in the form of women's clothing. The method used in the process of creating the work is the exploration of ideas, concepts, visuals, aesthetics, forms, media, techniques, and sources. The technique used in making batik is written batik. The coloring technique uses coletan technique with remasol dye. The results of the creation of this batik art work embody new innovations, in the form of clothing with batik motifs with images of the Roro Jonggrang story scene. The artwork was created using written batik technique. The creation of this work produced 8 women's clothing entitled Pranbanan and Pengging Warfare, Bandung captivated by Roro Jonggrang, Roro Jonggrang's Request, Jalatunda Well, Building 1000 Temples, Roro Jonggrang's Deception, Deceived, Roro Jonggrang 1000th Temple. The work is presented with different motifs and color variations in the eight works. So that it has a meaning in each work. The works are presented with various colors so that they have beauty value and interesting motifs to become ready-to-wear clothing.
Implementasi Motif Batik Tembakau Temanggung Dalam Pembelajaran Seni Rupa Kelas VIII C SMPN 1 Kaloran Temanggung Dika, Aisyah Dika Mastura; Triyono; sugiyamin
CILPA Vol 10 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i1.17385

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persiapan pembelajaran motif batik Tembakau Temanggung, mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran motif batik Tembakau Temanggung, mendeskripsikan evaluasi pembelajaran motif batik Tembakau Temanggun. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari dua siklus, dalam tiap siklusnya terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini siswa kelas VIII C SMP N 1 Kaloran Temanggung yang berjumlah 29 siswa. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa data observasi, lembar angket, dan data aktivitas siswa dalam pembelajaran. Data kuantitatif merupakan data yang diperoleh nilai tes yang dilaksanakan siswa. Hasil penelitian ini; 1) Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan yaitu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sebagai persiapan untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah. RPP memuat waktu dan tempat pembelajaran, materi yang akan diajarkan, metode pembelajaran, kesepakatan waktu. 2) Pelaksanaan pembelajaran yang meliputi pendahuluan, inti, dan penutup. 3) Evaluasi pembelajaran yang dilakukan pada proses belajar mengajar batik motif tembakau antara lain yaitu; Evaluasi pada saat proses belajar mengajar, evaluasi pada akhir materi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rentang nilai rata rata kegiatan adalah 75 yaitu menunjukan bahawa penyajian hasil karya siswa sudah memperoleh nilai yang baik. Penyajian dari gambar motif tembakau yang siswa buat sudah baik. ABSTRACT This study aims to describe the preparation of learning batik motifs Temanggung Tobacco, describe the implementation of learning batik motifs Temanggung Tobacco, describe the evaluation of learning batik motifs Temanggun Tobacco. This research method is Classroom Action Research (PTK). This research consists of two cycles, each cycle consists of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects in this study were students of class VIII C SMP N 1 Kaloran Temanggung, totaling 29 students. Data collection conducted in this research is qualitative and quantitative data. Qualitative data in the form of observation data, questionnaire sheets, and data on student activity in learning. Quantitative data is data obtained from test scores carried out by students. The results of this study are; 1) The implementation of learning is done by preparing a lesson plan (RPP) as a preparation for the implementation of teaching and learning activities at school. The lesson plan contains time and place of learning,  material to be taught, learning methods, and time agreement. 2) Implementation of learning which includes introduction, core, and closing. 3) Evaluation of learning carried out in the teaching and learning process of batik motif tobacco, among others, namely; Evaluation during the teaching and learning process, evaluation at the end of the material. The results of this study indicate that the average value range of activities is 75, which shows that the presentation of student work has obtained a good value range. The presentation of the tobacco motif drawings that students make is good.
Pengembangan Evaluasi Pembelajaran Seni Budaya Terhadap Capaian Pembelajaran Siswa SMPN 14 Bandung Hasela Nur Fadila; Endis Dara Viyanti; Rasyaputeri Pelangi Raya
CILPA Vol 10 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v10i1.17537

Abstract

Abstrak Seni Budaya penting diajarkan kepada setiap generasi melalui pendidikan formal di Sekolah agar setiap siswa mengetahui kayanya seni dan budaya yang ada di Indonesia, memahami pentingnya Seni dan Budaya serta dapat mengimplementasikan di kehidupan masyarakat sehingga Seni Budaya tetap berfungsi dengan seharusnya di era gempuran seni dan budaya luar masuk dan lebih diminati oleh anak muda Indonesia. Kurikulum merupakan roh dalam tubuh pendidikan yang sangat berpengaruh terhadap capaian pembelajaran Seni Budaya. Tujuan penelitian ini digunakan untuk menggambarkan dan memahami gambaran umum hasil dari pembelajaran siswa pada pelajaran seni budaya yang ditinjau berdasarkan kurikulum merdeka dengan capaian pembelajaran yang didapatkan melalui asesmen. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi di SMPN 14 Bandung guna melihat capaian hasil dari pembelajaran siswa pada mata pelajaran Seni Budaya di lapangan dan studi kepustakaan sebagai pengumpulan data dari berbagai media yang berkaitan dengan penelitian ini. Kebaruan penelitian ini berfokus pada evaluasi pembelajaran seni budaya yang disesuaikan dengan kurikulum merdeka sebagai capaian dari pembelajaran siswa di SMPN 14 Bandung melalui asesmen yang diterapkan. Kebaruan penelitian ini terkait dengan pendekatan yang berfokus pada seni budaya di SMP yang belum banyak diteliti sebelumnya atau masih terbatas. Penelitian ini menghasilkan deskripsi mengenai bentuk evaluasi yang diterapkan di SMPN 14 Bandung yaitu dengan asesmen diagnostik, asesmen sumatif, dan asesmen formatif yang diterapkan sebagai bagian dari penerapan kurikulum merdeka. Kemudian membahas juga capaian pembelajaran seni rupa hasil dari asesmen yang diterapkan di SMPN 14 Bandung yang telah cukup baik dilakukan, namun masih terdapat beberapa kendala yang datangnya dari siswa sendiri. Informasi ini dapat membantu guru menentukan jenis diferensiasi pembelajaran yang tepat dan efektif, sehingga mencapai tujuan pembelajaran yang lebih berkeadilan. Abstract It is important for arts and culture to be taught to every generation through formal education at school so that every student knows the richness of arts and culture in Indonesia, understands the importance of arts and culture and can implement it in people's lives so that arts and culture continue to function as they should in the era of the onslaught of foreign arts and culture. entered and is more popular with young Indonesians. The curriculum is the spirit in the body of education which greatly influences the learning outcomes of Arts and Culture. The aim of this research is to describe and understand the general picture of the results of student learning in arts and culture lessons which are reviewed based on the independent curriculum with learning outcomes obtained through assessments. The method used in this research was observation at SMPN 14 Bandung to see the results of student learning in Arts and Culture subjects in the field and literature study to collect data from various media related to this research. The novelty of this research focuses on evaluating arts and culture learning adapted to the independent curriculum as an achievement of student learning at SMPN 14 Bandung through implemented assessments. The novelty of this research is related to the approach that focuses on arts and culture in junior high schools which has not been widely researched before or is still limited. This research produces a description of the form of evaluation implemented at SMPN 14 Bandung, namely diagnostic assessments, summative assessments and formative assessments which are implemented as part of the implementation of the independent curriculum. Then we also discuss the fine arts learning achievements resulting from the assessments implemented at SMPN 14 Bandung which have been carried out quite well, but there are still several obstacles that come from the students themselves. This information can help teachers determine the appropriate and effective type of learning differentiation, thereby achieving more equitable learning goals.

Page 1 of 2 | Total Record : 12