cover
Contact Name
Nugroho Heri Cahyono
Contact Email
jurnalcilpa@ustjogja.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalcilpa@ustjogja.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Kompleks Pendopo Agung Taman Siswa Jl. Tamansiswa No.25, Wirogunan, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta Indonesia 55151
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Cilpa : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Rupa
ISSN : 23559691     EISSN : 28092260     DOI : 10.30738
Cilpa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Rupa is a blind peer-reviewed journal dedicated to the publication of quality thoughts and research results in the field of Fine Arts and Fine Arts Education, the study or creation of fine arts but is flexible and not implicitly limited. All publications in CILPA are open access, allowing articles to be freely available without any violation.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2024): January" : 12 Documents clear
Ancaman Kepunahan Orang Utan Menjadi Sumber Inspirasi Karya Seni Grafis Ananta, Ananta Wikrama Agya Saka; Pamungkas, Dharmawati Dewi
CILPA Vol 9 No 1 (2024): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i1.14310

Abstract

Abstrak Ancaman Kepunahan Orang Utan Menjadi Sumber Inspirasi Karya Seni Grafis, sebagai Tugas Akhir Bukan Skripsi Program Studi Pendidikan Seni Rupa. Penciptaan karya seni grafis ini memiliki tujuan untuk menyuarakan bahwa orang utan bukan satwa yang mengganggu, hama, dan peliharaan. Proses perwujudan karya seni grafis ini menggunakan teknik cetak tinggi reduksi dengan konsep pop art comic vintage. Metode penciptaan pada karya seni grafis dengan orang utan sebagai subject matter melalui berbagai tahap eksplorasi seperti, eksplorasi ide dan konsep, eksplorasi media, eksplorasi visual, eksplorasi teknik, dan eksplorasi estetik. Kemudian penulis membuat rancangan yang akan digunakan dalam pengerjaan karya, yang berupa sebuah gagasan yang sudah disepakati. penulis mendapat sebuah pencapaian tersendiri berupa rasa puas telah mampu mengangkat sebuah isu yang terjadi pada orang utan kedalam karya seni grafis. Proses mewujudkan sebuah karya seni dengan judul tersebut melalui banyak pemikiran dalam memilih objek kemudian memilih isu yang tepat dan mencari tempat observasi di tengah pandemi. ABSTRACT The Threat of Orang Utan Extinction as a Source of Inspiration for Printmaking Artworks, as a Non-Thesis Final Project for the Fine Arts Education Study Program. The creation of this graphic artwork aims to voice that orangutans are not disturbing animals, pests, and pets. The process of realizing this graphic artwork uses a high-reduction printing technique with the concept of pop art comic vintage.The method of creation in printmaking artworks with orangutans as subject matter goes through various stages of exploration such as exploration of ideas and concepts, media exploration, visual exploration, technical exploration, and aesthetic exploration.Then the author makes a design that will be used in the work, in the form of an agreed idea.The author gets a sense of accomplishment in the form of a sense of satisfaction in being able to raise an issue that occurs in orangutans in printmaking artworks. The process of realizing a work of art with this title went through a lot of thought in choosing objects, then choosing the right issue and finding a place to observe in the midst of a pandemic.
Gelas Kaca Sebagai Simbol Karakter Wanita Dalam Penciptaan Karya Seni Lukis Maryani, Yusri; Chandra, Dio Pamola
CILPA Vol 9 No 1 (2024): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i1.15460

Abstract

Abstrak Latar belakang penciptaan karya seni lukis terinspirasi dari gelas kaca dengan tampilannya yang menjadi objek simbolik menyimbolkan tentang karakter wanita. Tema yang dipilih berdasarkan pengalaman pribadi dan posisi penulis sebagai seorang wanita. Gelas kaca merupakan benda yang sangat umum ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian, penulis ingin lebih tau hal-hal yang berkaitan dengan wanita baik yang bersifat pribadi maupun fenomena secara umum. Konsep dalam penciptaan karya ini, gelas kaca dipadukan dengan objek-objek penunjang lainnya yang identik dengan wanita dan diharapkan dapat mewakili fenomena-fenomena yang berkaitan dengan karakter-karakter wanita. Tujuan dari Tugas Akhir penciptaan karya seni lukis ini yaitu untuk mengidentifikasi karakter-karakter khas yang terdapat pada wanita dan memvisualisasikan gelas kaca sebagai simbol karakter wanita dalam penciptaan karya lukis, dengan mnciptakan metafora baru. Metode dalam penciptaan karya ini yaitu menggunakan metode eksplorasi yang terdiri dari; eksplorasi ide, eksplorasi konsep, eksplorasi bentuk, eksplorasi media, eksplorasi teknik, eksplorasi estetik serta analisis data yang menghasilkan data primer dan sekunder. Penelitian ini menghasilkan 8 karya dengan judul; Sumber Rasa, Disanjung, Moment, Rentan, Pearl, Cheers, Touch Up, dan Ini Bukan Gelas Kaca. Abstract The background for creating works of art is inspired by glass glasses whose appearance is a symbolic object symbolizing the character of women. The themes chosen are based on personal experience and the author's position as a woman. Glass cups are objects that are very commonly found in everyday life. Then, the author wants to know more about things related to women, both personal and general phenomena. The concept in creating this work is that glass glasses are combined with other supporting objects that are synonymous with women and are expected to represent phenomena related to female characters. The aim of the final assignment to create a work of painting is to identify the typical characters found in women and visualize glass as a symbol of female character in the creation of a work of painting, by creating a new metaphor. The method in creating this work is to use an exploration method consisting of; idea exploration, concept exploration, form exploration, media exploration, technical exploration, aesthetic exploration and data analysis which produces primary and secondary data. This research produced 8 works with the title; Source of Taste, Flattered, Moment, Vulnerable, Pearl, Cheers, Touch Up, and This Is Not a Glass Cup.
Analisis Karakteristik Karya Seni Lukis Saparul Anwar Periode Tahun 2017-2022 Pahmi, Muhammad Nizar Pahmi
CILPA Vol 9 No 1 (2024): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i1.15841

Abstract

Abstrak Salah satu pelukis Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat yang dominan memperlihatkan figur-figur naif dalam karya lukisnya ialah Saparul Anwar. Terdapat beberapa seniman-seniman lombok yang bergaya naif namun tidak seunik Saparul Anwar. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan teknik yang digunakan Saparul Anwar dalam melukis; 2) Mendeskripsikan gaya lukisan Saparul Anwar; 3) Mengidentifikasi tema-tema lukisan Saparul Anwar; 4) Mendeskripsikan pesan-pesan yang disampaikan Saparul Anwar dalam lukisannya; 5) Mengidentifikasi karakteristik lukisan Saparul Anwar. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah karya-karya Saparul Anwar priode 2017-2022. hasil penelitian menunjukkan 1) Bahwa Saparul Anwar dalam melukis menggunakan 2 teknik berbeda, yakni teknik blocking dan tumpang tindih; 2) Gaya lukisan dari Saparul Anwar saat ini ialah naif ekspressionis yang mana sekarang lebih cenderung kasar, spontan dan liar; 3) dunia sosial dan isu politik menjadi bahan utama tema-tema lukisan kesehariannya. Selain itu, peristiwa maupun kejadian yang pernah dialami dituangkan ke dalam kanvas lukisannya. Dari keseluruhan karya Saparul Anwar, terdapat figur-figur manusia dan hewan yang kerap ia tuangkan ke dalam lukisannya. Sedangkan pada unsur bentuknya yang tidak proporsional menggambarkan karakteristik gaya naifnya; 4) Pesan-pesan yang disampaikan dalam karya Saparul Anwar ialah pesan moral dan kebanyakan pesan-pesan yang disampaikan mengandung isu sosial,; 5) Warna Hijau tosca, Merah, dan Kuning sebagai ciri khas warna dalam karya lukis Saparul Anwar. Abstract One of the painters on Lombok Island, West Nusa Tenggara who predominantly shows naive figures in his paintings is Saparul Anwar. There are several Lombok artists who have a naive style but are not as unique as Saparul Anwar. This research aims to 1) Describe the techniques used by Saparul Anwar in painting; 2) Describe Saparul Anwar's painting style; 3) Identify the themes of Saparul Anwar's paintings; 4) Describe the messages conveyed by Saparul Anwar in his paintings; 5) Identify the characteristics of Saparul Anwar's paintings. The research method used is descriptive qualitative. The object of this research is the works of Saparul Anwar for the 2017-2022 period. The research results show 1) Saparul Anwar uses 2 different techniques in hia painting, namely blocking and overlapping techniques; 2) Saparul Anwar's current painting style is naive expressionist which now tends to be rough, spontaneous and wild; 3) the social world and political issues are the main themes for his daily paintings. Apart from that, events and events that have been experienced are poured onto the canvas of his paintings. Of all of Saparul Anwar's works, there are human and animal figures which he often includes in his paintings. Meanwhile, the disproportionate shape elements illustrate the characteristics of his naive style; 4) The messages conveyed in Saparul Anwar's works are moral messages and most of the messages conveyed contain social issues; 5) Turquoise green, red and yellow are the characteristic colors in Saparul Anwar's painting works.
Inovasi Motif Pace Batik Cap Upcycle Limbah Kertas pada Kain Kombinasi Lurik Miskun, Yeni Astuti; Sugiyamin, Sugiyamin
CILPA Vol 9 No 1 (2024): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i1.15911

Abstract

Penelitian terapan ini terinspirasi dari karakter da bentuk buah Pace sebagai bentuk inovasi motif batik Cap dengan Upcycle Limbah Kertas pada Kain Kombinasi Lurik. Tujuan penelitian ini memperkenalkan kepada masyarakat bahwa batik dapat berkembang sesuai dengan tehnologi khusunya di bidang fashion, selain itu juga memanfaatkan beberapa limbah kertas sebagai bahan untuk membuat cap. Metode yang dipakai dalam penciptaan karya seni ini yaitu eksplorasi ide, konsep, visual, estetika, perancangan dan perwujudan. Teknik yang digunakan dalam pembuatan batik dengan teknik cap dari bahan kertas yang memanfaatkan limbah kertas, dan menggunakan media kain mori kombinasi kain lurik untuk dijadikan bahan sandang, baju, dan selendang. Warna yang digunakan dalam pembuatan batik ini yaitu pewarna sintetis. Teknik dalam pewarnaan adalah teknik celup dengan dua kali proses pewarnaan. Hasil penelitian ini yaitu karya seni yang menampilkan inovasi motif buah pace dengan teknik cap yang menggunakan media kain kombinasi kain lurik. Karya batik ini mengacu pada prinsip kesatuan, keselarasan, keharmonisan, proporsi, keseimbangan, dan irama. Karya batik akan dijadikan sebagai bahan sandang maupun produk seperti baju atau selendang yang mempunyai nilai estetis. Setiap karya batik memiliki makna tersendiri dengan menciptakan 8 karya yang berjudul Batik Kembang Pace, Batik Pace Mrambat, Batik Ceplok Pace Kawung, Batik Isi Pace, Batik Pace Belah Wajik, Batik Pace Utuh, Batik Pace, dan Batik Ceplok Pace Belah.   ABSTRACT: This applied research is inspired by the character and shape of the Pace fruit as an innovative form of batik Cap motif with Upcycle Waste Paper on Lurik Combination Fabric. The purpose of this research is to introduce to the public that batik can develop in accordance with technology, especially in the field of fashion, while also utilizing some paper waste as material for making stamps. The methods used in the creation of this artwork are the exploration of ideas, concepts, visuals, aesthetics, design, and realization. The technique used in making batik with stamps is paper material that utilizes paper waste and uses more fabric media combined with striated fabric to be used as clothing, clothes, and shawls. The colors used in making this batik are synthetic dyes. The technique in coloring is the dipping technique with two coloring processes. The result of this research is a work of art that displays innovations in the pace fruit motif with a stamping technique using a combination of striated fabric media. This batik work refers to the principles of unity, harmony, harmony, proportion, balance, and rhythm. The batik work will be used as clothing or products such as clothes or shawls that have aesthetic value. Each batik work has its own meaning creating eight works entitled Batik Kembang Pace, Batik Pace Mrambat, Batik Ceplok Pace Kawung, Batik Isi Pace, Batik Pace Belah Wajik, Batik Pace Utuh, Batik Pace, and Batik Ceplok Pace Belah.
Strategi Contextual Teaching And Learning Pembelajaran Seni Rupa Siswa Kelas VII SMPN 2 Wonosari Prihatini, Prihatini; Susanto, Dwi
CILPA Vol 9 No 1 (2024): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i1.16051

Abstract

Abstrak Strategi Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran Seni Rupa Siswa Kelas VII Di SMPN 2 Wonosari. Skripsi. Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, 2023. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui persiapan yang dilakukan dalam pelaksanaan strategi CTL pada pembelajaran seni rupa siswa kelas VII ; 2) Mengetahui pelaksanaan strategi CTL dalam pembelajaran seni rupa siswa kelas VII di SMPN 2 Wonosari; 3) Mendeskripsikan evaluasi hasil penerapan strategi CTL pada pembelajaran seni rupa siswa kelas VII di SMPN 2 Wonosari; 4) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan strategi CTL pada pembelajaran seni rupa siswa kelas VII di SMPN 2 Wonosari. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif dengan strategi fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah Guru Seni Budaya, Waka Kurikulum, Kepala Sekolah, dan Siswa Kelas VII di SMPN 2 Wonosari. Objek dalam penelitian ini adalah tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi hasil, serta faktor pendukung dan penghambat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, kuesioner (siswa), dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Tahap persiapan pembelajaran seni rupa dengan strategi CTL dilakukan dengan baik sebagai upaya menuju Impelentasi Kurikulum Merdeka (IKM); 2) Tahap pelaksanaan pembelajaran seni rupa dengan strategi CTL dapat berimplikasi dengan baik terhadap capaian pembelajaran dengan mengkombinasikan pembelajaran berdiferensiasi; 3) Tahap evaluasi hasil dalam penerapan strategi CTL pada pembelajaran seni rupa dapat mencapai tujuan pembelajaran; 4) Faktor penghambat lebih banyak daripada faktor pendukung namun pembelajaran seni rupa dengan menerapkan strategi CTL dapat dilaksanakan dengan baik. Abstract Prihatini. 2019003050. Contextual Teaching and Learning (CTL) Strategy in Fine Arts Learning for Grade VII Students at SMPN 2 Wonosari. Thesis. Fine Arts Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Sarjana Wiyata Tamansiswa University, Yogyakarta, 2023. This study aims to 1) Know the preparations made in the implementation of CTL strategies in fine arts learning for grade VII students; 2) Knowing the implementation of CTL strategies in learning fine arts for grade VII students at SMPN 2 Wonosari; 3) Describe the evaluation of the results of implementing the CTL strategy in fine arts learning for grade VII students at SMPN 2 Wonosari; 4) Knowing the supporting and inhibiting factors in the application of CTL strategies in fine arts learning for grade VII students at SMPN 2 Wonosari. This research is a descriptive-qualitative research with phenomenological strategies. The subjects in this study were Cultural Arts Teachers, Waka Kurikulum, School Principals, and Class VII Students at SMPN 2 Wonosari. The objects in this study are the preparatory stage, the implementation stage, the result evaluation stage, as well as supporting and inhibiting factors. The data collection techniques used were interviews, observations, questionnaires (students), and documentation. The results showed that 1) The preparation stage of fine arts learning with the CTL strategy was carried out well as an effort towards the Implementation of the Independent Curriculum (IKM); 2) The implementation stage of fine arts learning with CTL strategies can have good implications for learning outcomes by combining differentiated learning; 3) The evaluation stage of results in the application of CTL strategies in fine arts learning can achieve learning objectives; 4) There are more inhibiting factors than supporting factors, but fine arts learning by applying CTL strategies can be implemented well. Keywords: Contextual Teaching And Learning Strategy; Learning; Art.
Peningkatan Dimensi Kreatif SBdP Melalui Metode Pembelajaran Kolaborasi Bersama Guru Tamu Terintegrasi Ajaran Tri-Nga Pamungkas, Fajar Satrya; Susanto, Moh. Rusnoto
CILPA Vol 9 No 1 (2024): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i1.16318

Abstract

Abstrak Pada masa transisi dari Kurikulum 2013 menuju Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menginstruksikan kepada SD yang masih menggunakan Kurikulum 2013 agar menyisipkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran salah satunya nilai dimensi kreatif. Jika dilihat dari hasil pembelajaran SBdP saat ini, dimensi kreatif yang dimiliki oleh peserta didik masih rendah. Berdasarkan kondisi tersebut perlu dirumuskan strategi pembelajaran untuk meningkatkan dimensi kreatif pada mata pelajaran SBdP. Strategi pembelajaran tersebut adalah menyusun pembelajaran dengan metode pembelajaran kolaborasi bersama guru tamu dengan berlandaskan ajaran Tri-Nga (Ngerti, Ngrasa, Nglakoni). Penilitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik observasi dan dokumentasi. Data yang didapatkan kemudian dianalisis dalam bentuk naratif dan membuat kesimpulan sementara terkait keterlaksanaan aktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran kolaborasi bersama guru tamu terintegrasi ajaran Tri-Nga dapat meningkatkan dimensi kreatif pada muatan pelajaran SBdP.  Abstract During the transition period from the 2013 Curriculum to the Independent Curriculum, the Ministry of Education, Culture, Research and Technology instructed elementary schools that were still using the 2013 Curriculum to insert Pancasila Student Profile values ​​in learning, one of which was the value of the creative dimension. If we look at the current SBdP learning results, the creative dimension possessed by students is still low. Based on these conditions, it is necessary to formulate learning strategies to increase the creative dimension in SBdP subjects. The learning strategy is to organize learning using a collaborative learning method with guest teachers based on the teachings of Tri-Nga (Ngerti, Ngrasa, Nglakoni). The research carried out is a type of qualitative descriptive research. The techniques used in data collection are observation and documentation techniques. The data obtained is then analyzed in narrative form and makes temporary conclusions regarding the implementation of activities. The research results show that the application of collaborative learning methods with guest teachers integrated with Tri-Nga teachings can increase the creative dimension of SBdP lesson content.
Ancaman Kepunahan Orang Utan Menjadi Sumber Inspirasi Karya Seni Grafis Ananta, Ananta Wikrama Agya Saka; Pamungkas, Dharmawati Dewi
CILPA Vol 9 No 1 (2024): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i1.14310

Abstract

Abstrak Ancaman Kepunahan Orang Utan Menjadi Sumber Inspirasi Karya Seni Grafis, sebagai Tugas Akhir Bukan Skripsi Program Studi Pendidikan Seni Rupa. Penciptaan karya seni grafis ini memiliki tujuan untuk menyuarakan bahwa orang utan bukan satwa yang mengganggu, hama, dan peliharaan. Proses perwujudan karya seni grafis ini menggunakan teknik cetak tinggi reduksi dengan konsep pop art comic vintage. Metode penciptaan pada karya seni grafis dengan orang utan sebagai subject matter melalui berbagai tahap eksplorasi seperti, eksplorasi ide dan konsep, eksplorasi media, eksplorasi visual, eksplorasi teknik, dan eksplorasi estetik. Kemudian penulis membuat rancangan yang akan digunakan dalam pengerjaan karya, yang berupa sebuah gagasan yang sudah disepakati. penulis mendapat sebuah pencapaian tersendiri berupa rasa puas telah mampu mengangkat sebuah isu yang terjadi pada orang utan kedalam karya seni grafis. Proses mewujudkan sebuah karya seni dengan judul tersebut melalui banyak pemikiran dalam memilih objek kemudian memilih isu yang tepat dan mencari tempat observasi di tengah pandemi. ABSTRACT The Threat of Orang Utan Extinction as a Source of Inspiration for Printmaking Artworks, as a Non-Thesis Final Project for the Fine Arts Education Study Program. The creation of this graphic artwork aims to voice that orangutans are not disturbing animals, pests, and pets. The process of realizing this graphic artwork uses a high-reduction printing technique with the concept of pop art comic vintage.The method of creation in printmaking artworks with orangutans as subject matter goes through various stages of exploration such as exploration of ideas and concepts, media exploration, visual exploration, technical exploration, and aesthetic exploration.Then the author makes a design that will be used in the work, in the form of an agreed idea.The author gets a sense of accomplishment in the form of a sense of satisfaction in being able to raise an issue that occurs in orangutans in printmaking artworks. The process of realizing a work of art with this title went through a lot of thought in choosing objects, then choosing the right issue and finding a place to observe in the midst of a pandemic.
Gelas Kaca Sebagai Simbol Karakter Wanita Dalam Penciptaan Karya Seni Lukis Maryani, Yusri; Chandra, Dio Pamola
CILPA Vol 9 No 1 (2024): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i1.15460

Abstract

Abstrak Latar belakang penciptaan karya seni lukis terinspirasi dari gelas kaca dengan tampilannya yang menjadi objek simbolik menyimbolkan tentang karakter wanita. Tema yang dipilih berdasarkan pengalaman pribadi dan posisi penulis sebagai seorang wanita. Gelas kaca merupakan benda yang sangat umum ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian, penulis ingin lebih tau hal-hal yang berkaitan dengan wanita baik yang bersifat pribadi maupun fenomena secara umum. Konsep dalam penciptaan karya ini, gelas kaca dipadukan dengan objek-objek penunjang lainnya yang identik dengan wanita dan diharapkan dapat mewakili fenomena-fenomena yang berkaitan dengan karakter-karakter wanita. Tujuan dari Tugas Akhir penciptaan karya seni lukis ini yaitu untuk mengidentifikasi karakter-karakter khas yang terdapat pada wanita dan memvisualisasikan gelas kaca sebagai simbol karakter wanita dalam penciptaan karya lukis, dengan mnciptakan metafora baru. Metode dalam penciptaan karya ini yaitu menggunakan metode eksplorasi yang terdiri dari; eksplorasi ide, eksplorasi konsep, eksplorasi bentuk, eksplorasi media, eksplorasi teknik, eksplorasi estetik serta analisis data yang menghasilkan data primer dan sekunder. Penelitian ini menghasilkan 8 karya dengan judul; Sumber Rasa, Disanjung, Moment, Rentan, Pearl, Cheers, Touch Up, dan Ini Bukan Gelas Kaca. Abstract The background for creating works of art is inspired by glass glasses whose appearance is a symbolic object symbolizing the character of women. The themes chosen are based on personal experience and the author's position as a woman. Glass cups are objects that are very commonly found in everyday life. Then, the author wants to know more about things related to women, both personal and general phenomena. The concept in creating this work is that glass glasses are combined with other supporting objects that are synonymous with women and are expected to represent phenomena related to female characters. The aim of the final assignment to create a work of painting is to identify the typical characters found in women and visualize glass as a symbol of female character in the creation of a work of painting, by creating a new metaphor. The method in creating this work is to use an exploration method consisting of; idea exploration, concept exploration, form exploration, media exploration, technical exploration, aesthetic exploration and data analysis which produces primary and secondary data. This research produced 8 works with the title; Source of Taste, Flattered, Moment, Vulnerable, Pearl, Cheers, Touch Up, and This Is Not a Glass Cup.
Analisis Karakteristik Karya Seni Lukis Saparul Anwar Periode Tahun 2017-2022 Pahmi, Muhammad Nizar
CILPA Vol 9 No 1 (2024): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i1.15841

Abstract

Abstrak Salah satu pelukis Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat yang dominan memperlihatkan figur-figur naif dalam karya lukisnya ialah Saparul Anwar. Terdapat beberapa seniman-seniman lombok yang bergaya naif namun tidak seunik Saparul Anwar. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan teknik yang digunakan Saparul Anwar dalam melukis; 2) Mendeskripsikan gaya lukisan Saparul Anwar; 3) Mengidentifikasi tema-tema lukisan Saparul Anwar; 4) Mendeskripsikan pesan-pesan yang disampaikan Saparul Anwar dalam lukisannya; 5) Mengidentifikasi karakteristik lukisan Saparul Anwar. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah karya-karya Saparul Anwar priode 2017-2022. hasil penelitian menunjukkan 1) Bahwa Saparul Anwar dalam melukis menggunakan 2 teknik berbeda, yakni teknik blocking dan tumpang tindih; 2) Gaya lukisan dari Saparul Anwar saat ini ialah naif ekspressionis yang mana sekarang lebih cenderung kasar, spontan dan liar; 3) dunia sosial dan isu politik menjadi bahan utama tema-tema lukisan kesehariannya. Selain itu, peristiwa maupun kejadian yang pernah dialami dituangkan ke dalam kanvas lukisannya. Dari keseluruhan karya Saparul Anwar, terdapat figur-figur manusia dan hewan yang kerap ia tuangkan ke dalam lukisannya. Sedangkan pada unsur bentuknya yang tidak proporsional menggambarkan karakteristik gaya naifnya; 4) Pesan-pesan yang disampaikan dalam karya Saparul Anwar ialah pesan moral dan kebanyakan pesan-pesan yang disampaikan mengandung isu sosial,; 5) Warna Hijau tosca, Merah, dan Kuning sebagai ciri khas warna dalam karya lukis Saparul Anwar. Abstract One of the painters on Lombok Island, West Nusa Tenggara who predominantly shows naive figures in his paintings is Saparul Anwar. There are several Lombok artists who have a naive style but are not as unique as Saparul Anwar. This research aims to 1) Describe the techniques used by Saparul Anwar in painting; 2) Describe Saparul Anwar's painting style; 3) Identify the themes of Saparul Anwar's paintings; 4) Describe the messages conveyed by Saparul Anwar in his paintings; 5) Identify the characteristics of Saparul Anwar's paintings. The research method used is descriptive qualitative. The object of this research is the works of Saparul Anwar for the 2017-2022 period. The research results show 1) Saparul Anwar uses 2 different techniques in hia painting, namely blocking and overlapping techniques; 2) Saparul Anwar's current painting style is naive expressionist which now tends to be rough, spontaneous and wild; 3) the social world and political issues are the main themes for his daily paintings. Apart from that, events and events that have been experienced are poured onto the canvas of his paintings. Of all of Saparul Anwar's works, there are human and animal figures which he often includes in his paintings. Meanwhile, the disproportionate shape elements illustrate the characteristics of his naive style; 4) The messages conveyed in Saparul Anwar's works are moral messages and most of the messages conveyed contain social issues; 5) Turquoise green, red and yellow are the characteristic colors in Saparul Anwar's painting works.
Inovasi Motif Pace Batik Cap Upcycle Limbah Kertas pada Kain Kombinasi Lurik Miskun, Yeni Astuti; Sugiyamin
CILPA Vol 9 No 1 (2024): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i1.15911

Abstract

Abstrak Penelitian terapan ini terinspirasi dari karakter da bentuk buah Pace sebagai bentuk inovasi motif batik Cap dengan Upcycle Limbah Kertas pada Kain Kombinasi Lurik. Tujuan penelitian ini memperkenalkan kepada masyarakat bahwa batik dapat berkembang sesuai dengan tehnologi khusunya di bidang fashion, selain itu juga memanfaatkan beberapa limbah kertas sebagai bahan untuk membuat cap. Metode yang dipakai dalam penciptaan karya seni ini yaitu eksplorasi ide, konsep, visual, estetika, perancangan dan perwujudan. Teknik yang digunakan dalam pembuatan batik dengan teknik cap dari bahan kertas yang memanfaatkan limbah kertas, dan menggunakan media kain mori kombinasi kain lurik untuk dijadikan bahan sandang, baju, dan selendang. Warna yang digunakan dalam pembuatan batik ini yaitu pewarna sintetis. Teknik dalam pewarnaan adalah teknik celup dengan dua kali proses pewarnaan. Hasil penelitian ini yaitu karya seni yang menampilkan inovasi motif buah pace dengan teknik cap yang menggunakan media kain kombinasi kain lurik. Karya batik ini mengacu pada prinsip kesatuan, keselarasan, keharmonisan, proporsi, keseimbangan, dan irama. Karya batik akan dijadikan sebagai bahan sandang maupun produk seperti baju atau selendang yang mempunyai nilai estetis. Setiap karya batik memiliki makna tersendiri dengan menciptakan 8 karya yang berjudul Batik Kembang Pace, Batik Pace Mrambat, Batik Ceplok Pace Kawung, Batik Isi Pace, Batik Pace Belah Wajik, Batik Pace Utuh, Batik Pace, dan Batik Ceplok Pace Belah. ABSTRACT This applied research is inspired by the character and shape of the Pace fruit as an innovative form of batik Cap motif with Upcycle Waste Paper on Lurik Combination Fabric. The purpose of this research is to introduce to the public that batik can develop in accordance with technology, especially in the field of fashion, while also utilizing some paper waste as material for making stamps. The methods used in the creation of this artwork are the exploration of ideas, concepts, visuals, aesthetics, design, and realization. The technique used in making batik with stamps is paper material that utilizes paper waste and uses more fabric media combined with striated fabric to be used as clothing, clothes, and shawls. The colors used in making this batik are synthetic dyes. The technique in coloring is the dipping technique with two coloring processes. The result of this research is a work of art that displays innovations in the pace fruit motif with a stamping technique using a combination of striated fabric media. This batik work refers to the principles of unity, harmony, harmony, proportion, balance, and rhythm. The batik work will be used as clothing or products such as clothes or shawls that have aesthetic value. Each batik work has its own meaning creating eight works entitled Batik Kembang Pace, Batik Pace Mrambat, Batik Ceplok Pace Kawung, Batik Isi Pace, Batik Pace Belah Wajik, Batik Pace Utuh, Batik Pace, and Batik Ceplok Pace Belah.

Page 1 of 2 | Total Record : 12