cover
Contact Name
Fiqra
Contact Email
jurnal.attahalli@uniga.ac.id
Phone
+6282126005480
Journal Mail Official
jurnal.attahalli@uniga.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Samarang Jl. Hampor No.52A, Rancabango, Kec. Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Agama Islam
Published by Universitas Garut
ISSN : -     EISSN : 28282337     DOI : http://dx.doi.org/10.52434/jpai.v2i2
Core Subject : Religion, Education,
Fokus dan ruang lingkup Jurnal Ini sebagai berikut: 1. Metode dan model pembelajaran Interaktif 2. Pendidikan Karakter 3. Moderasi Beragama 4. Isu Terkini Sekitar Pendidikan Agama Islam 5. Media Pembelajaran Berbasis Teknologi 6. Teks Suci dalam Agama 7. Keragaman Etnis Budaya, Sosial dan Tradisi keagamaan 8. Studi Wawasan dan Globalisasi 9. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Teknologi 10. Manajemen Pendidikan Islam
Articles 116 Documents
Penguatan Standar dan Kompetensi Guru dalam Kurikulum Berbasis Hasil (Outcome-Based Education) Muhammad Rajiannor; Nisa Muflihah; Suriagiri
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teacher standards and competencies are crucial aspects in improving the quality of education, particularly in responding to the demands of an outcome-based curriculum (Outcome-Based Education/OBE) that emphasizes measurable and relevant learning outcomes. This study aims to examine the strengthening of teacher standards in formulating and implementing an outcome-based curriculum. This research employs a qualitative approach through a literature study by utilizing secondary data from books and journals analyzed descriptively. The results of the study indicate that strengthening teacher standards is a key factor in the successful formulation of an outcome-based curriculum, as teachers play a strategic role in determining learning outcomes, developing instructional strategies, and designing aligned assessment systems. Integrated teacher competencies enable the realization of a curriculum that is not only material-oriented but also focused on students' actual abilities. Therefore, the continuous improvement of teacher standards and competencies becomes an essential step in producing a curriculum that is effective, adaptive, and oriented toward learning outcomes.
Pergeseran Makna Tazkiyatun Nafs Menjadi Tren Self Healing di Era Digital Indra Kurniawan; Ahmad Sayuti; Aco Karso; Sumadi
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The digital era has transformed mental health practices, positioning social media as the primary platform where millennials and Gen Z seek emotional support through self-healing trends. However, this trend often reduces the profound concept of inner healing to a form of instant, recreational, and consumptive activity. Utilizing a descriptive qualitative method, this study aims to: map the semantic shift from the Islamic concept of tazkiyatun nafs (purification of the soul) to the digital self-healing trend, analyze the factors driving this conceptual reduction, and propose a reconstructive perspective grounded in tazkiyatun nafs. Data were collected through documentary study of primary and secondary literature and analyzed inductively. The findings reveal that social media frames self-healing as a performative public display, which obscures its essence as a transformative process of introspection and spiritual purification. This shift leads to negative consequences, including superficial relief, spiritual fragility, and a dependence on external validation. As a solution, this study recommends integrating the principles of tazkiyatun nafs specifically the stages of takhalli (emptying vices), tahalli (cultivating virtues), and tajalli (divine illumination), along with practices like muhasabah (self-accounting) and muraqabah (self-awareness) into contemporary digital mental health frameworks. Consequently, this research contributes to restoring depth to the concept of healing by synthesizing Islamic spiritual wisdom with the challenges of mental health in the digital age.
Fenomena Phubbing di Kalangan Remaja dan Dampaknya terhadap Society 5.0 Haidir Rahmad; Tri Wahyu Ramadhan; Muhammad Dhany Fazar Ilahi; Surawan Surawan
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The phenomenon of phubbing, which describes the behavior of ignoring others in favor of using digital devices, has become a serious concern in today’s digital era. This paper explores the background, consequences, and influence of phubbing on college students and adolescents, particularly in the context of Society 5.0 which emphasizes the integration of technology in daily life. Using a literature review method, this article presents a holistic analysis of the factors that influence phubbing, its impact on social and academic well-being, and the challenges and strategies in addressing this phenomenon. Conclusions emphasize the need for comprehensive and coordinated efforts to reduce the prevalence of phubbing and promote responsible and balanced use of technology among college students and adolescents
Analisis Kaidah Ad-Dhararu Yuzāl Dalam Pelaksanaan Shalat di Rumah Saat Cuaca Ekstrem Pikhy Ardiansyah; Muh. Farhan Mubarak; Achmad Musyahid Idrus; Muammar Bakri
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan kaidah fikih Ad-Dhararu Yuzāl dalam pelaksanaan shalat di rumah saat terjadi cuaca ekstrem. Fenomena cuaca ekstrem seperti hujan lebat, banjir, badai, dan angin kencang dapat menimbulkan bahaya serta kesulitan bagi umat Islam untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Dalam kondisi demikian, Islam sebagai agama yang menjunjung kemaslahatan memberikan kemudahan (rukhsah) demi menjaga keselamatan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kaidah Ad-Dhararu Yuzāl serta penerapannya terhadap kebolehan melaksanakan shalat di rumah saat cuaca ekstrem. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif melalui studi pustaka (library research), menggunakan sumber data berupa Al-Qur’an, hadis, kitab fikih, kaidah fikih, serta jurnal ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaidah Ad-Dhararu Yuzāl menjadi dasar hukum dalam menghilangkan kemudaratan yang dapat mengancam keselamatan manusia. Cuaca ekstrem dipandang sebagai uzur syar’i yang membolehkan seseorang tidak menghadiri shalat berjamaah di masjid dan melaksanakan shalat di rumah. Hal ini sejalan dengan prinsip maqashid syariah, khususnya dalam menjaga jiwa (hifzh an-nafs) dan memberikan kemudahan dalam pelaksanaan ibadah. Dengan demikian, pelaksanaan shalat di rumah saat cuaca ekstrem merupakan bentuk fleksibilitas hukum Islam dalam menjaga kemaslahatan umat tanpa menghilangkan esensi ibadah itu sendiri.
Peran Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Siswa Di Kelas Fahmi; Yuanda Fracitilia Sudiar; Wulan Sari; Aulia Rahmadani; Aldo Putra
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran guru dalam meningkatkan motivasi siswa selama proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing yang mampu meningkatkan minat dan semangat belajar siswa melalui penggunaan metode pembelajaran yang variatif, pemberian apresiasi, serta pendekatan personal kepada siswa. Selain itu, interaksi yang positif antara guru dan siswa juga terbukti berkontribusi dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Dengan demikian, peran aktif guru sangat penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran di kelas.
Jejaring Kebijakan dalam Penguatan Moderasi Beragama pada Pendidikan Islam: Tinjauan Literatur Rizky Ilhami; Deni Mujahidin; Alam Hadi Kosasih
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpai.v5i1.44354

Abstract

Penguatan moderasi beragama pada pendidikan Islam tidak hanya bergantung pada kurikulum dan kompetensi pendidik, tetapi juga pada hubungan antarlembaga yang menghubungkan pemerintah, satuan pendidikan, organisasi keagamaan, masyarakat sipil, akademisi, keluarga, dan media. Penelitian ini menganalisis konfigurasi tersebut melalui perspektif jejaring kebijakan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode tinjauan literatur terstruktur terhadap 19 artikel inti periode 2021–2026, dokumen resmi, serta literatur teori jejaring. Data dianalisis melalui pengodean tematik pada dimensi aktor, sumber daya, ketergantungan, pola interaksi, aturan, dan pengelolaan jejaring. Hasil menunjukkan bahwa efektivitas moderasi beragama ditentukan oleh komplementaritas sumber daya, kepercayaan, koordinasi lintas aktor, dan kemampuan mengelola fragmentasi. Artikel ini menawarkan model jejaring kebijakan adaptif yang menempatkan pemerintah sebagai pengarah, lembaga pendidikan sebagai simpul implementasi, dan aktor nonnegara sebagai mitra produksi nilai moderasi.

Page 12 of 12 | Total Record : 116