cover
Contact Name
Fiqra
Contact Email
jurnal.attahalli@uniga.ac.id
Phone
+6282126005480
Journal Mail Official
jurnal.attahalli@uniga.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Samarang Jl. Hampor No.52A, Rancabango, Kec. Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Agama Islam
Published by Universitas Garut
ISSN : -     EISSN : 28282337     DOI : http://dx.doi.org/10.52434/jpai.v2i2
Core Subject : Religion, Education,
Fokus dan ruang lingkup Jurnal Ini sebagai berikut: 1. Metode dan model pembelajaran Interaktif 2. Pendidikan Karakter 3. Moderasi Beragama 4. Isu Terkini Sekitar Pendidikan Agama Islam 5. Media Pembelajaran Berbasis Teknologi 6. Teks Suci dalam Agama 7. Keragaman Etnis Budaya, Sosial dan Tradisi keagamaan 8. Studi Wawasan dan Globalisasi 9. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Teknologi 10. Manajemen Pendidikan Islam
Articles 109 Documents
Implementasi Metode Ummi dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur'an Di SD Negeri Purwantoro 2 Kota Malang Sudiono; Rahmatullah; Wahyudi Widodo
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur'an sebagai sumber ajaran Islam memerlukan perhatian khusus dalam pendidikan Indonesia. Di SDN Purwantoro 2 Malang dengan 99% siswa Muslim, ditemukan masalah kritis pada 2018: lebih dari 75% siswa tidak mampu membaca Al-Qur'an, sementara 20-25% sisanya memiliki kualitas bacaan di bawah standar. Sekolah mengimplementasikan metode Ummi yang menunjukkan hasil signifikan setelah beberapa tahun pelaksanaan. Penelitian kualitatif studi kasus ini menganalisis: (1) implementasi metode Ummi; (2) implikasinya; dan (3) model implementasinya, menggunakan teori desain kurikulum Ornstein-Hunkins, behaviorisme Skinner, dan Zone of Proximal Development Vygotsky. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, implementasi mencakup: (a) identifikasi masalah empiris sebagai landasan; (b) perencanaan sistematis melalui sosialisasi stakeholder dan kerjasama Ummi Foundation; (c) pembelajaran terstruktur 8 jilid dengan tahapan harian 60 menit; dan (d) evaluasi melalui sertifikasi guru, penilaian berkelanjutan, dan uji publik. Kedua, implikasi meliputi: (a) bagi siswa: peningkatan kemampuan membaca sesuai tajwid, hafalan, dan karakter disiplin; (b) bagi sekolah: standardisasi pembelajaran, peningkatan kualitas pendidikan agama, dan penguatan citra; (c) bagi masyarakat: penyediaan generasi pemimpin keagamaan dan solusi krisis regenerasi khatib-imam. Ketiga, model implementasi menghasilkan: (a) kerjasama sekolah negeri- lembaga Islam spesialis; (b) pembelajaran gabungan behavioristik-ZPD dengan bimbingan individual; dan (c) implementasi holistik yang mengintegrasikan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan sustainabilitas. Penelitian berkontribusi pada pengembangan model integrasi pendidikan agama dalam sistem formal, dapat direplikasi dengan adaptasi kontekstual, dan memberikan solusi empiris terhadap rendahnya kemampuan membaca Al-Qur'an siswa Muslim Indonesia.
Model Pengembangan Kompetensi Tafsir Al-Qur’an (Malakah Tafsiriyah) Muhammad
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to construct a theoretical-practical model for developing holistic and integrative Qur’anic exegesis competency (malakah tafsiriyah), in response to the phenomenon of weak methodological foundations in contemporary interpretation. This study uses a qualitative approach with in-depth content analysis of Arabic-language scientific sermon manuscripts discussing the concept of malakah tafsiriyah and recent secondary literature. The results identify and analyze ten fundamental pillars for forming malakah tafsiriyah: (1) Ta’zhim al-Qur’an (2) al-Farah bi al-Qur’an, (3) Idamatu al-Qirā’ah wa al-Nazhar, (4) Salāmatu al-Qalb, (5) Talaqqi al-Tafsīr bi Sullūki al-Jādah al-Mūsilah, (6) Ma’rifatu Ushūl al-Tafsīr wa Qawā’idihi, (7) Dirāsatu ‘Ulūm al-Qur’an, (8) Ishābatu Hazzin Wāfirin min ‘Ulūm al-Ālah , (9) Istīfā’u Qadarin Matīnin min ‘Ulūm al-Dīn, and (10) al-I’tinā’ bi Tafsīr al-Qur’ān bi al-Qur’ān. This model asserts that exegesis competency is not merely cognitive mastery but a malakah (ingrained disposition) integrated within the self, encompassing spiritual, affective, and psycho-intellectual dimensions. The findings conclude that implementing this ten-pillar-based model in the curriculum of Islamic higher education in Indonesia can address the challenge of developing competent, characterful, and contextual interpreters. This study contributes a systematic and character-oriented framework for developing an exegesis curriculum.
Teologi Feminisme Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam Muhamad Subhi; Nirmala Luthfia Hamaz; Roliyah Noviyanti; Ahmad Riadissolihin
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran filsafat dalam pendidikan Islam dan teologi feminisme serta dampaknya terhadap kesetaraan gender. Sebagai fondasi ilmu pengetahuan, filsafat pendidikan Islam diarahkan untuk membentuk individu yang seimbang secara spiritual, intelektual, dan moral sesuai nilai Al-Qur'an dan Hadis. Penelitian ini juga menyelidiki teologi feminisme sebagai upaya interpretasi ulang ajaran Islam guna merespons diskriminasi gender. Menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengidentifikasi berbagai tantangan dan peluang dalam mengimplementasikan prinsip feminisme di lingkungan pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meski hak-hak perempuan mengalami perkembangan, tantangan budaya patriarki masih menjadi hambatan utama dalam mewujudkan kesetaraan gender yang substantif. Kesimpulannya, pendidikan Islam yang berlandaskan prinsip keadilan gender sangat krusial untuk menciptakan masyarakat yang inklusif. Studi ini menyarankan perlunya reinterpretasi ajaran Islam secara progresif untuk menghapus stereotip negatif serta mendorong partisipasi aktif perempuan di ruang publik. Penelitian ini memberikan kontribusi pada penguatan sinergi antara filsafat pendidikan Islam dan teologi feminisme demi keadilan soSial.
Pengaruh Video Animasi Berbasis Animiz terhadap Hasil Belajar Aqidah Akhlak Siswa Kelas VII di MTsN 13 Ngawi Faprilisya Heldhika Fani; Derajat, Putri Anadiliyah
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Aqidah Akhlak memegang peran penting dalam membentuk karakter dan nilai moral peserta didik. Hasil belajar siswa kelas VII di MTsN 13 Ngawi masih belum optimal, yang ditunjukkan oleh nilai evaluasi yang masih berada di bawah rata-rata dan belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Metode pembelajaran yang kurang menarik menyebabkan rendahnya minat dan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penerapan media pembelajaran interaktif berbasis animasi Animiz terhadap hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran Aqidah Akhlak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen. Teknik pengumpulan data meliputi pre-test dan post-test, observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pre-test baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,779 > 0,05, yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Namun, pada post-test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,022 < 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan media pembelajaran interaktif berbasis animasi Animiz berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran Aqidah Akhlak di MTsN 13 Ngawi. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian serupa dengan cakupan materi yang lebih luas serta melibatkan jumlah sampel yang lebih besar agar diperoleh hasil penelitian yang lebih komprehensif
Nilai-Nilai Toleransi Dalam Pendidikan di Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah Putri Lirboyo Kediri Dewi Aisah; Arifin, Zaenal; Imron, Ali
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai toleransi yang diterapkan dalam proses pendidikan di Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah Putri Lirboyo Kediri serta menganalisis strategi pengembangannya dalam kehidupan santri. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai toleransi yang dikembangkan meliputi saling menghargai perbedaan pendapat, menghormati keberagaman latar belakang santri, mengedepankan musyawarah dalam penyelesaian masalah, serta membangun sikap empati dan solidaritas. Implementasi nilai-nilai tersebut dilakukan melalui pembiasaan dalam kegiatan sehari-hari, penguatan materi keagamaan yang moderat, dan keteladanan dari pengasuh serta ustazah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan toleransi di pesantren tidak hanya membentuk karakter santri yang berakhlak mulia, tetapi juga mempersiapkan mereka menjadi agen perdamaian di tengah masyarakat yang majemuk.
Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural Dalam Kegiatan Ekstrakurikuler di Pondok Pesantren Tarbiyatul Mubtadiin tambun Selatan Bekasi Ni’amillah Aqiel Arrahman; Jauhari , Moh Irmawan; Fauzi, Ahmad
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan multikultural krusial dalam membentuk karakter santri di tengah keberagaman masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis nilai multikultural dan metode internalisasinya melalui kegiatan ekstrakurikuler di Pondok Pesantren Tarbiyatul Mubtadiin, Bekasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai yang diinternalisasikan meliputi toleransi, kerja sama, saling menghargai, inklusivitas, dan keadilan sosial. Nilai tersebut ditanamkan melalui aktivitas seperti pencak silat, pramuka, dan seni Islami. Pembahasan mengungkap bahwa pengasuh berperan aktif melalui keteladanan, pembiasaan, dan pendekatan dialogis yang emosional. Simpulannya, pesantren ini efektif berfungsi sebagai ruang sosial dalam pembinaan nilai multikultural yang relevan dengan tantangan masyarakat plural. Internalisasi ini terjadi secara alamiah melalui interaksi rutin, menjadikannya model pendidikan karakter berbasis Islam yang kontekstual bagi para santri.
Internalisasi Nilai-Nilai Religius Melalui Kegiatan Keagamaan Remaja Masjid Al-Ikhlas Di Dusun Sapen Umbulmartani Ngemplak Sleman Yogyakarta Zikry Septoyadi; Lastriana Candrawati, Vita; Ulwan Abdan Ash-shidiqi
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesadaran pemuda dalam kegiata keagaaman di Dusun Sapen menjadi keperihatiinan bagi kaum generasi penerus bangsa, nilai-nilai keislamaan semestinya didapat pemuda melalui transformasi dalam kegiatan keagaamaan yang ada di Dusun Sapen, namun hal ini tidak terlihat secara signifikan dengan apa yang terjadi di realitas lapangan. Dalam hal ini juga seharusnya pemuda Dusun Sapen dapat memberikan kontribusi yang masif dalam kegiatan keagamaan di dusunnya, agar dapat memiliki kesadaran dan ikutserta dalam kemajuan dusun yang digeraki oleh pemuda-pemudi di dusunnya sendiri. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskrpsikan internalisasi nilai-nilai religius pemuda melalui kegiatan keagamaan remaja di Masjid Al-Ikhlas Dusun Sapen Umbulmartani Ngemplak Sleman Yogyakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan deskrpif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah pemuda dan ketua takmir masjid. Subjek merupakan 5 pemuda, 1 ketua takmir, 1 tokoh agama yang berada di Dusun Sapen Umbulmartani Ngemplak Sleman Yogyakarta. Penentuan informan dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling. Adapun Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya di Masjid Al- Ikhlas Dusun Sapen Umbulmartani Ngemplak Sleman Yogyakarta ini juga terdapat beberapa program kegiatan keagamaan dan telah terbagi dalam beberapa program di antaranya ialah programa kegiatan harian, program kegiatan bulanan dan program kegiatan tahunan.Dalam menjalankan internalisasi nilai-nilai religius bagi remaja khususnya di Dusun Sapen Umbulmartani Ngemplak Sleman ini juga mengalami beberapa hambatan. Seiring dengan keadaan sekarang yakni dengan adanya virus covid-19 menjadikan beberapa kegiatan yang mestinya dilakukan akan tetapi menjadi terkendala.
Pemikiran Pendidikan Islam Ibnu Rusyd dalam Bingkai Filsafat Rasional Aidil Fitri; Diana; Mukhtar Zaini Dahlan; Hatta; Mar’atun Sholiha; Fatoni Achmad
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Contemporary Islamic education still faces an epistemological problem in the form of a dichotomy between religious knowledge and rational knowledge, which has resulted in a weak tradition of critical and integrative thinking among students. This condition demands an effort to reconstruct the paradigm of Islamic education that is able to integrate reason and revelation harmoniously. This study aims to analyze Ibn Rushd's Islamic educational thought within the framework of rational philosophy and its relevance to the development of contemporary Islamic education. This study uses a qualitative approach through document study with primary data sources in the form of Ibn Rushd's works and secondary sources in the form of books, journal articles, theses, and relevant proceedings. Data collection techniques were carried out through systematic literature searches, while data analysis uses content analysis methods to examine the educational concepts contained in Ibn Rushd's thought. The results of the study indicate that Ibn Rushd's concept of Islamic education is built on the foundation of integration between reason and revelation as two complementary sources of knowledge. Education is seen as a process of developing rational, spiritual, and moral potential in a balanced manner, with the aim of forming individuals who are knowledgeable, moral, and critical thinkers. In terms of curriculum, Ibn Rushd emphasized orientation toward religious goals, the formation of noble morals, and the strengthening of systematic and rational academic reasoning. Meanwhile, the educational methods he developed were based on a demonstrative approach (burhānī), dialogue, discussion, and the use of inductive and deductive methods. These findings confirm that Ibn Rushd's thinking has strategic relevance in formulating an integrative, rational, and contextual paradigm for Islamic education, in order to address the challenges of education in the modern era.
Integrasi Ilmu, Ulama, Pendidikan, dan Teknologi Perspektif KH. Misbah Mustafa dalam Tafsīr Tāj al-Muslimīn min Kalām Rabb al-‘Ālamīn Egi Sukma Baihaki
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Dalam sejarahnya, ilmu pengetahuan mengalami berbagai perdebatan dan mengalami diskursus tidak hanya dalam sejarah ilmu pengetahuan, akan tetapi dibahas pula oleh para ulama. Dikotomi ilmu dan upaya untuk mengislamisasi ilmu pengetahuan menjadi dinamika yang ada dalam sejarah ilmu di dunia Islam. Umat Islam yang sebelumnya berjaya di bidang ilmu pengetahuan pada akhirnya mengalami ketertinggalan. Ketertinggalan umat Islam di bidang pengetahuan dan teknologi membuat sebagian pihak terlena, pasrah, dan ada pula yang berusaha bangkit. Penelitian ini menggunakan metode tematik tokoh dengan menjadikan KH. Misbah Mustafa sebagai tokoh yang dikaji pemikirannya melalui karyanya, yaitu: Tafsīr Tāj al-Muslimīn min Kalām Rabb al-‘Ālamīn. Dapat disimpulkan bahwa KH. Misbah Mustafa dalam karyanya ikut membahas beberapa jenis ilmu, meminta umat Islam untuk giat belajar, mempelajari ilmu tertentu, mengkritisi kondisi ulama dan umat Islam di bidang pendidikan, dan menyikapi ketertinggalan umat Islam di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Metode Menghafal Alqur’an Dengan Pendekatan Bahasa Arab di Pondok Pesantren Ashhabul Qur’an Sumatera Barat Meta Satria; Mega Satria Nurul Falah
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berawal dari kesadaran akan pentingnya kemampuan memahami bahasa Arab untuk memutqinkan menghafal Al-Qur’an di lingkungan pesantren. Banyak santri menghadapi kesulitan dalam menjaga hafalannya karena kurang memahami arti dan struktur ayat yang dihafal. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya menekankan pada pengulangan (tikrār), tetapi juga mengaitkan pemahaman kebahasaan dengan kandungan makna ayat-ayat Al-Qur’an.Tujuan utama penelitian ini adalah untuk membahas penerapan metode menghafal Al-Qur’an melalui pendekatan bahasa Arab di Pondok Ashhabul Qur’an Sumatera Barat, serta menilai sejauh mana pendekatan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hafalan para santri. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui pengamatan terhadap kegiatan tahfizh, wawancara mendalam dengan ustadzah dan para santri, serta mengumpulkan data yang sesuai dan cocok dengan kegiatan pembelajaran. Proses analisis dilaksanakan dengan tahapan reduksi data, penyajian informasi dalam bentuk uraian deskriptif, dan penarikan kesimpulan berdasarkan temuan lapangan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa penerapan metode hafalan berbasis bahasa Arab dapat meningkatkan daya ingat, pemahaman makna, serta disiplin santri dalam menjaga hafalan. Penguasaan struktur bahasa Arab membantu para santri menghafal dengan kesadaran makna, bukan semata pengulangan lafaz. Pendekatan ini dinilai efektif dan dapat diterapkan secara luas dalam sistem pendidikan tahfizh yang berorientasi pada pemahaman makna Al-Qur’an.

Page 9 of 11 | Total Record : 109