cover
Contact Name
Widayat Widayat
Contact Email
widayat@live.undip.ac.id
Phone
+6281329163105
Journal Mail Official
pspi@live.undip.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Jl. Prof. Sudarto SH Tembalang Semarang 50275 Semarang Jawa Tengah Indonesia www. pspi.undip.ac.id; Email pspi@live.undip.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 29858100     DOI : 10.14710/jpii.xxxx.xxxxx
Fokus dari JPII ini adalah mempublikasikan setiap artikel ilmiah dari dari para peneliti, insinyur, Insinyur Profesional. Artikel yang diterbitkan dapat berbentuk Artikel Riset, Artikel Review, Artikel dari Studi Kasus, Review Artikel baik Singkat maupun Lebar. Pekerjaan Keinsinyuran diantaranya dalam bidang keteknikan /rekayasa, pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan. Ruang lingkup dari jurnal ini adalah: - Teknik Industri yang meliputi teknik mesin, teknik elektro, teknik kimia, teknik industri - Teknik Sipil dan Rekayasa Bangunan yang meliputi perairan, sungai dan bendungan - Teknik Informatika, Komputer dan Sistem Informasi - Rekayasa Sumber Daya Hayati yang meliput pertanian, peternakan dan perikanan
Articles 122 Documents
Efektifitas Matras dan Cerucuk Bambu Untuk Peredam Penurunan Tanah Urugan Pada Area Bandara Ahmad Yani Semarang Endy S Afprianto; S. Syafrudin; Robert Kodoatie
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 1, No 2 (2022): JPII: Bidang Teknik Sipil
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2022.17264

Abstract

Penurunan tanah yang besar akan terjadi pada tanah asli yang berupa lempung lunak area Bandara Internasional Bandara Ahmad Yani Semarang yang memiliki nilai kuat geser dan daya dukung yang rendah ketika tanah lempung diberi beban luar saat seperti ini dapat membahayakan bangunan diatasnya ketika tak diberi perkuatan. Cerucuk bambu dan matras bambu adalah solusi alternatif. Perilaku matras bambu serupa sebagai pondasi menerus ( raft foundation ), sedangkan cerucuk bambu serupa dengan pondasi dalam. Bambu yang digunakan adalah bambu petung dengan diameter 10 cm dengan kualitas baik. pada pemodelan fisik kombinasi cerucuk dan matras bambu peletakan matras disusun rapi horizontal dengan 3 lapis bambu diikat memakai tali ijuk dan diikat diatas cerucuk 3 bambu yang sebelumnya ditancapkan pada tanah existing secara vertical dengan bantuan alat berat ( excavator ) . Penelitian ini bertujuan  untuk mendapatkan metode kerja yang paling efektif antara perkuatan tanah dengan matras cerucuk bamboo dan perkuatan tanah konvensional ( pre loading ) dalam mendukung pekerjaan Sistem Tata Air ( Water Management ).Kata kunci : Penurunan tanah, Perkuatan tanah, Efektif, Matras cerucuk bambu, Konvensional Abstract A large subsidence will occur on the original soil in the form of soft clay in the area of Ahmad Yani International Airport, Semarang which has a low value of shear strength and bearing capacity when the clay is subjected to an external load, at a time like this it can endanger the building above it when it is not reinforced. Bamboo cones and bamboo mats are alternative solutions. The behavior of the bamboo mat is similar to that of a raft foundation, while the bamboo pit is similar to that of a deep foundation. The bamboo used is petung bamboo with a diameter of 10 cm with good quality. in the physical modeling of the combination of bamboo niches and bamboo mats, the mats were arranged horizontally with 3 layers of bamboo tied using palm fiber ropes and tied on top of 3 bamboo culms which were previously plugged into the existing ground vertically with the help of heavy equipment (excavators). This study aims to obtain the most effective working method between soil reinforcement with bamboo cerucuk mats and conventional soil reinforcement (pre loading) in supporting the work of the Water Management System (Water Management).Key words : Soil subsidence, Soil reinforcement, Effective, Bamboo pile ,mattress, Conventional
Kumkang, Sistem Konstruksi Bekisting Alumunium Formwork dengan Konsep Green Construction Priastiwi, Yulita Arni; Silviana, Silviana; Purwaningsih, Ratna
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 1, No 6 (2023): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2023.18429

Abstract

Hal penting dalam proyek bangunan bertingkat yang harus diperhatikan diantaranya adalah penentuan sistem bekisting dan perancah, Pemilihan yang tepat akan berpengaruh pada keselamatan , waktu ,dan hasil konstruksi. Adanya konsep green construction yang mendorong cara membangun dengan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan hidup mendorong adanya inovasi baru pada sistem bekisting. Kumkang alumunium formwork yang merupakan bagian dari bekisting sistem menggunakan  material alumunium untuk sistem bekisting dengan bentuk panel-panel standar yang dirangkai, dianggap memenuhi persyaratan untuk green construction dengan meninggalkan metode konvensional yang menggunakan kayu. Langkah dari sistem bekisting Kumkang dimulai dengan adanya perencanaan hingga Shell Drawing yang merupakan gambar shop drawing bekisting menjadi hal yang harus diperhatikan. Shell Drawing menunjukkan letak-letak panel bekisting , jumlah tiang penyangga , sistem perkuatan, konektor, dan lain-lain. Shell drawing umumnya dibuat oleh Kumkang dengan dasar gambar yang dikirimkan oleh customer, yang sudah disetujui oleh manajemen konstruksi dan owner. Langkah berikutnya berupa penggabungan gambar struktur, arsitektur, dan mechanical-,electrical- plumbing (superimposed ) dan dilakukan pengecekan ulang sebelum panel standar mulai diproduksi secara parsial. Hasil penerapan sistem bekisting Kumkang pada proyek Rusun Pulo Jahe II Jakarta Timur mampu mempercepat pekerjaan floor to floor, memangkas waktu pengerjaan proyek, lebih aman dengan adanya fix shoring, dan lebih ramah lingkungan dibandigkan dengan metode konvensional.
PEMASANGAN PIPA HDPE PADA PENYAMBUNGAN PIPA IRIGASI DENGAN METODE BUTT FUSION Dery Syafrizal; W Widayat; Suseno Darsono
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 1, No 1 (2022): JPII: Bidang Teknik Sipil
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2022.17198

Abstract

This paper  was made based on the experience of implementing a network development project of the raw Spam Regional transmission pipeline BANJARBAKULA from IPA II Pinus (Kab. Banjar) to IPA Pramuka (Banjarmasin city). The path to be traversed installation of pipes not all can be accessed properly to mobilize pipes to  the location, until another alternative is found SO that HDPE pipe OD 710 mm to the location of the Pipeline installation plan, by the WAY of unwrapped HDPE pipe OD 710 mm in the irrigation channel primary Riam Kanan. Connection of HDPE pipe divided by two namely short circuit and long circuit with connection method using butt Fusion tool, until the pipe is connected to a single unit and hydrotest test results meet   the required specifications. Keywords : HDPE pipe OD 710 mm,  butt fusion,  curtain pipe, hydrotest
Evaluasi Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja dengan Metode Hirarc pada Proyek Pembangunan Sistem Penyediaan Air Baku Bendungan Pengga Kabupaten Lombok Tengah Muhammad Daud; Muhammad Arief Budihardjo; R Rizal Isnanto
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 1, No 3 (2023): JPII: Bidang Teknik Sipil
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2023.17478

Abstract

AbstractThe construction of Pengga Dam bulk water supply system in Central Lombok district has considerable complexity that requires health and safety risk evaluation management, that include part of the project plan and control. This construction consist of several working stage: intake work, jetty work, galvanized pipe connection work, HDPE pipe connection work and pipe bridge construction work. This study uses HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control) method consisting of risk identification, risk assessment, and risk control. Risk assessment is explored through field observations and job supervision. Result of the study identifies risks on 7 working stages in which there are any identified potential hazards with multi-levels of risk, in which are low risk, medium risk, up to high risk level. The hazard risk is caused by the absence of occupational safety and health training, inadequate work methods and equipment, the absence of safety signs and complete standardized PPE, also the absence of supervision carried out by the job executor. Risk control should be undertaken in the form of administrating Standard Operating Procedure (SOP) and appropriate use of PPE when carrying out job activities and when in site. Keywords: Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control, Bulk Water
Analisis Sosial terhadap Program KPR Rumah Bersubsidi Perumahan Pesona Estetika Cikembulan di Kabupaten Pangandaran Yayan Sugiyantoro; Sulardjaka Sulardjaka; Luqman Buchori
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 1, No 5 (2023): JPII: Bidang Teknik
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2023.18238

Abstract

Abstrak Backlog rumah di Indonesia masih sangat tinggi. Berdasarkan data sensus BPS pada tahun 2015 backlog perumahan di Indonesia untuk tahun 2015 adalah 11.459.875 unit. Hal ini berkaitan dengan kemampuan untuk memiliki rumah, khususnya masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR). Pemerintah meluncurkan program kepemilikan rumah bersubsidi dengan menggandeng perbankan dan developer yang terdaftar sebagai penyedia unit rumah yang dijual ke konsumen. Peneliti ingin melihat sejauh mana respon masyarakat terhadap program KPR Rumah Bersubsidi berdasarkan pengalaman peneliti sebagai pelaku pembangunan (developer) dengan mengambil studi kasus di salah satu perumahan bersubsidi yang peneliti kembangkan yaitu Perumahan Pesona Estetika Cikembulan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat-Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian, program KPR rumah subsidi ini mendapat respon yang sangat tinggi dari masyarakat, terbukti melalui penelitian yang dilakukan oleh Peneliti berdasarkan data penjualan dari perumahan bersubsidi yang dibangun pada tahun 2016, total sebanyak 51 unit rumah subsidi laku terjual dan diserah-terimakan ke konsumen hanya dalam jangka waktu kurang dari 1 tahun sejak dipasarkan. Hal ini tentu menjadi capaian yang positif bagi pemerintah karena menurunkan angka backlog perumahan. Pada pelaksanaannya di lapangan, mayoritas calon konsumen tidak hanya kalangan MBR ingin membeli rumah dengan skema subsidi, sehingga hal tersebut berpotensi terjadi manipulasi-manipulasi. Diperlukan komitmen yang tinggi dari semua stakeholder; pemerintah sebagai pembuat program untuk menerapkan aturan dan pengawasan, perbankan sebagai penyedia jasa keuangan tidak hanya capaiannya target KPR, dan tentunya yang paling penting adalah komitmen developer untuk menyaring calon konsumen yang benar-benar berkategori MBR untuk dapat membeli rumah subsidi sehingga program ini dapat berhasil dan tepat sasaran. Kata kunci: backlog; kpr subsidi; masyarakat berpenghasilan rendah; respon masyarakat; rumah subsidi
Analisis Manajemen Waktu Pada Proyek Pembangunan Jalan Parang Garuda East Kawasan Industri Kendal Mumtaz Almukaffa Ayatullah; S Syafrudin; Anik Sarmingsih
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 1, No 3 (2023): JPII: Bidang Teknik Sipil
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2023.17193

Abstract

Petunjuk ini Proyek konstruksi infrastruktur merupakan rangkaian kegiatan pembangunan yang saling bergantung satu sama lain. Semakin besar suatu proyek infrastuktur, menyebabkan semakin banyak pula masalah yang harus dihadapi mulai dari proses perencanaan sampai dengan pelaksanaan pembangunan. Beberapa permasalahan yang sering dijumpai dalam sebuah proyek infrastuktur diantaranya berupa pengaturan sumber daya seperti tenaga kerja, biaya, waktu, peralatan, dan lain sebagainya. Jika hal tersebut tidak ditangani dengan benar maka akan mengakibatkan keterlambatan penyelesaian proyek, penyimpangan mutu, pembiayaan yang membengkak, pemborosan sumber daya dan lain sebagainya sehingga sangat merugikan saat pelaksanaan proyek tersebut. Oleh karena itu, maka diperlukan seorang insinyur yang mampu menguasai manajemen waktu dan menerapkannya dalam proyek infrastruktur agar dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan proyek sehingga mencapai hasil yang maksimal dari sumber daya yang tersedia. Dengan manajemen waktu yang baik, maka risiko keterlambatan sebuah proyek dapat diminimalisir. Meminimalisir risiko keterlambatan tersebut secara langsung dapat mengurangi risiko pembengkakan biaya proyek serta pada akhirnya akan memberikan keuntungan tersendiri bagi para stakeholder dan tentunya kepada tenant kawasan industri yang menggunakan infrastuktur jalan yang dibangun sehingga bisa segera merasakan manfaatnya setelah proyek tersebut selesai tepat waktu. Kata kunci: proyek infrastruktur, insinyur, manajemen waktu proyek, efektifitas, efisiensi
Evaluasi Efektivitas Pengamanan Stock BBM Solar untuk Fuel Terminal Regional Kalimantan dengan Penyediaan Fasilitas Ship to Ship (STS) Temporary Selama Periode Turn Around (TA) RU V Balikpapan Amrulloh, Riva; Windarta, Jaka; Nugroho, Agung
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 1, No 6 (2023): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2023.18344

Abstract

PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan membawahi 10 Fuel Terminal (FT) dan 7 Terminal Kerjasama Operasi (KSO) yang tersebar di 5 Provinsi Wilayah Kalimantan. 6 Fuel Terminal diantaranya berada di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara) yaitu Balikpapan, Samarinda, Pendingin, Palaran, Tarakan dan Berau. Dalam kondisi normal, Fuel Terminal tersebut mendapat pasokan BBM 100% dari Refinery Unit (RU) V Balikpapan. Pada periode Agustus-September 2022, RU V mengadakan Turn Around (TA) selama +2 bulan sampai dengan produksi normal. Selama perioda TA berlangsung, RU V tidak memproduksi BBM sehingga pasokan BBM ke Fuel Terminal dan distribusi BBM untuk layanan ke masyarakat/konsumen ritel maupun konsumen industri berpotensi terganggu. Selain tidak ada produksi, terdapat juga keterbatasan sarana fasilitas tanki timbun, jetty dan pompa yang dapat digunakan untuk penyaluran BBM ke kapal. Dari sisi material balance produk Solar, terdapat kekurangan volume supply sebesar 51.000 KL untuk memenuhi demand fuel terminal dan terdapat kebutuhan sarana fasilitas alternatif untuk penyaluran BBM ke kapal. Sehubungan dengan hal tersebut telah dilakukan strategi pengamanan stock BBM dengan optimalisasi produk dari RU lainnya dan penyediaan fasilitas Ship to Ship (STS) untuk kegiatan loading ke kapal konsinyasi tujuan Fuel Terminal wilayah Kaltimtara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektifitas pengamanan stock BBM dengan indikator keberhasilan berupa kondisi stock yang aman selama periode TA berlangsung. Untuk mengetahui kondisi stock aman, penulis menggunakan analisa perbandingan rata-rata stock harian vs safety stock vs realisasi demand harian, analisa realisasi ketahanan stock vs target ketahanan stock dan analisa matbal produk solar di masing-masing fuel terminal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pengamanan stock dengan penyediaan STS Temporary cukup efektif sehingga stock BBM Solar di Fuel Terminal wilayah Kaltimtara dalam kondisi aman dengan rata-rata level stock 4.481 KL atau 33% diatas safety stock dengan ketahanan stock harian rata-rata 4.5 hari vs target minimum 3.0 hari dan posisi stock akhir positif 34.463 KL
Automasi Sistem Kendali Mesin di Lini Blending 3 Ton PT Djarum Plant OASIS dengan PLC Siemens S7 300 dan Wincc Expoler V7.2 Happy Prakoso Adhi; R Rizal Isnanto; Bambang Sudarsono
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 1, No 4 (2023): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2023.20648

Abstract

Abstrak Seiring dengan berkembangnya teknologi, sistem automasi industri telah mulai mengambil alih sistem konvensional yang selama ini sudah berjalan. Peranan manusia dalam melakukan setting mesin mulai digantikan dengan algoritma untuk menghasilkan produk yang berkualitas baik. Dengan dikendalikan oleh algoritma yang terstruktur, kesalahan manusia (human eror) yang sering mengurangi stabilitas kualitas hasil produksi bisa diminimalkan. Untuk memenuhi target tersebut PT Djarum di Lini Blending 3 Ton Oasis telah mengembangkan sistem kendali mesin baru. Sistem kendali baru yang dikembangkan harus fleksibel, mudah dioperasikan, dan mudah dalam perawatan. Sebagai otak dari sistem kendali menggunakan PLC (Programmable Logic Controller) Siemens S7 300, sedangkan untuk kebutuhan pengawasan dan kendali proses digunakan SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) Wincc Explorer V7.2. Konsep SCADA ini mencakup komunikasi data, manajemen data, pengawasan proses, dan kendali terhadap mesin. Dalam desain sistem automasi ini didasari dengan jaringan komunikasi Industrial Ethernet antarmesin sehingga semua data dari plant dapat dimonitor di dalam SCADA dan disimpan di dalam basisdata.  Kata kunci: Djarum Plant Oasis, Lini Blending, Siemens, Indutrial Ethernet, Automasi Abstract Along with the development of technology, industrial automation system start to take over the conventional system that has been running before. Human role to do manual setting to the machine start to take over by algorithm to produce tobacco with a good quality. Because the machine is controlled by algorithm, human error that often influence product quality can be minimized. To reach the target, Blending 3 Ton Line on Djarum OASIS plant had developed machine control system which flexible, easy to operate and maintain. For the brain of the control system, we use S7 300 PLC (Programmable Logic Controller), and for monitoring and operating the machine we use Wincc Explorer V7.2 SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition). SCADA concept here covers data communication, data management, process monitoring and operation interface for the machine. On this automation system design base on Industrial Ethernet network which had been developed so that all data from machine can be monitored on SCADA and also can be saved on the database.  Keywords: Djarum Plant Oasis, Blending Line, Siemens, Indutrial Ethernet, Automation.
Analisis Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Dengan Metode Job Safety Analysis Pada Proyek Pembangunan Bendungan Pamukkulu Makassar Ferdinandus Baskoro Hari Sapto Waluyo; Suseno Darsono; H Hadiyanto
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 1, No 2 (2022): JPII: Bidang Teknik Sipil
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2022.17260

Abstract

Proyek Pembangunan Bendungan Pamukkulu Makassar merupakan salah satu dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Bendungan yang terletak terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Kabupaten Takalar ini direncanakan akan memiliki kapasitas sebesar 81,3 juta m3 yang diharapkan dapat mengairi lahan seluas 6.430 ha, mengurangi debit banjir sebesar 151 m3/detik, menyediakan pasokan air baku sebesar 0,20 m3/detik dan menghasilkan listrik sebesar 2,50 MW. Dengan adanya pembangunan skala besar pada Proyek Pembangunan Bendungan Pamukkulu Makassar dan tingginya tingkat risiko kecelakaan kerja pada pembangunan tersebut maka perlu adanya analisis kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif observasional untuk mengidentifikasi bahaya dan menganalisis risiko kecelakaan kerja. Identifikasi bahaya menggunakan teknik Job Safety Analysis (JSA) yakni suatu metode analisis keselamatan dengan cara mengidentifikasi bahaya pada suatu pekerjaan dan mengendalikan kecelakaan kerja yang terjadi saat bekerja. Adapun hasil dari penelitian ini adalah terpilihnya 6 pekerjaan yang sebelumnya dirincikan tahapan-tahapan pekerjaannya terlebih dahulu kemudian dianalisis identifikasi tingkat risikonya sehingga didapatkan hasil pada Proyek Pembangunan Bendungan Pamukkulu Makassar terdapat 3 tingkatan kategori risiko yaitu risiko ekstrim, risiko tinggi dan risiko sedang. Untuk tingkatan risiko ekstrim terdapat pada 5 pekerjaan dengan jumlah total 18 potensi bahaya. Tingkat risiko tinggi dan sedang terdapat pada 6 pekerjaan dengan jumlah total 84 potensi bahaya untuk tingkatan risiko tinggi dan 29 potensi bahaya untuk tingkatan risiko sedang. Adapun untuk pengendalian risikonya, dikategorikan dalam 3 aspek yakni aspek pekerja, aspek lingkungan kerja dan aspek alat dan material pada proyek. Kata kunci: Job Safety Analysis, Bendungan Pamukkulu, Identifikasi Risiko Abstract The Makassar Pamukkulu Dam Development Project is one of the National Strategic Projects (PSN). The dam, which is located in South Sulawesi Province, precisely in Takalar Regency, is planned to have a capacity of 81.3 million m3 which is expected to be able to irrigate an area of 6,430 ha, reduce flood discharge by 151 m3/second, provide a raw water supply of 0.20 m3/second and generates 2.50 MW of electricity. With the large-scale development of the Makassar Pamukkulu Dam Development Project and the high level of risk of work accidents in the construction, it is necessary to analyze occupational health and safety (K3). The type of research used is descriptive observational research to identify hazards and analyze the risk of work accidents. Hazard identification uses Job Safety Analysis (JSA) technique, which is a method of safety analysis by identifying hazards in a job and controlling work accidents that occur while working. The results of this research are the selection of 6 jobs which previously detailed the stages of the work first and then analyzed the identification of the level of risk so that the results obtained in the Pamukkulu Makassar Dam Development Project there are 3 levels of risk categories, namely extreme risk, high risk and moderate risk. For extreme risk levels, there are 5 jobs with a total of 18 potential hazards. High and moderate risk levels are found in 6 jobs with a total of 84 potential hazards forhigh risk levels and 29 potential hazards for medium risk levels. As for risk control, it is categorized into 3 aspects, namely the worker aspect, the work environment aspect and the equipment and material aspects of the project. Keywords: Job Safety Analysis, Pamukkulu Dam, Risk Identification
Analisis Pengaruh Contract Change Order (CCO) pada Siklus Keberlangsungan Proyek Yudhi Arnandha; Sapto Nisworo; Muhammad Djaeni
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 1, No 4 (2023): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2023.17479

Abstract

Abstrak Pekerjaan konstruksi melibatkan berbagai unsur beserta faktor pendukungnya untuk menjamin keberlangsungan proyek sesuai jadwal dan anggaran. Ketidaksesuaian gambar rencana dan rendahnya koordinasi antar pihak yang berkepentingan di dalam suatu proyek dapat mengarah pada munculnya perubahan pekerjaan. Perubahan kontrak sebagai akibat dari perubahan lingkup pekerjaan menyebabkan potensi keterlambatan waktu pelaksanaan dan penyesuaian anggaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya perubahan kontrak pada pembangunan gedung FT03 Universitas Tidar yang mencapai 9,3% dari harga kontrak awal. Metode yang digunakan adalah melalui kuesioner kepada pemilik proyek, perencana, pelaksana, pengawas manajemen konstruksi dan staf ahli yang terlibat. Indikator yang dipakai adalah gambar rencana, dokumen kontrak, pemangku kepentingan, pelaksanaan konstruksi dan eksternal lainnya.Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa semua pernyataan pada kuesioner dinyatakan valid dan indikator yang dipakai memiliki reabilitas tinggi. Berdasarkan perhitungan nilai Relative importance index (RII) dan Severity Index (SI) untuk pernyataan yang diberikan pada tiap indikator diperoleh hasil bahwa faktor dominan dari perubahan kontrak adalah akibat dari permintaan pemilik proyek. Ketidakmampuan menginterpretasikan gambar menjadi kendala tersediri bagi pemilik proyek yang kadang tidak memiliki latar belakang konstruksi. Pemanfaatan visualiasi melalui Building Information Modeling (BIM) menjadi salah satu alternatif solusi untuk mengurangi perubahan kontrak untuk pekerjaan pembangunan konstruksi di masa mendatang. Kata kunci: proyek konstruksi; perubahan kontrak; analisis penyebab Abstract[Analysis on Change Order Contract (CCO) on Project Lifecycle] Construction work involves various elements and other supporting factors to ensure the project’s sustainability according to schedule and budget. Incompatibility of plans and poor coordination between interested parties in a project can lead to job changes. Changes in the scope of work followed by a contract change may lead to potential delays in execution time and budget adjustments.This study aims to determine the factors that cause contract changes in the construction of the Tidar University FT03 building which reached 9.3% of the initial contract price. The method used is through a questionnaire to project owners, planners, implementers, construction management supervisors, and expert staff involved. The indicators used are plan drawings, contract documents, stakeholders, construction implementation, and other externals.Based on the calculation of the RII and SI values for the statements given to each indicator, the dominant factor of contract changes is the result of the project owner’s request. The inability to interpret drawings is the main obstacle for project owners who sometimes do not have a construction background. Utilization of visualization through Building Information Modeling (BIM) is an alternative solution to reduce contract changes for future construction work.Keywords: construction project; contract change; caused analysis

Page 2 of 13 | Total Record : 122