cover
Contact Name
Widayat Widayat
Contact Email
widayat@live.undip.ac.id
Phone
+6281329163105
Journal Mail Official
pspi@live.undip.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Jl. Prof. Sudarto SH Tembalang Semarang 50275 Semarang Jawa Tengah Indonesia www. pspi.undip.ac.id; Email pspi@live.undip.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 29858100     DOI : 10.14710/jpii.xxxx.xxxxx
Fokus dari JPII ini adalah mempublikasikan setiap artikel ilmiah dari dari para peneliti, insinyur, Insinyur Profesional. Artikel yang diterbitkan dapat berbentuk Artikel Riset, Artikel Review, Artikel dari Studi Kasus, Review Artikel baik Singkat maupun Lebar. Pekerjaan Keinsinyuran diantaranya dalam bidang keteknikan /rekayasa, pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan. Ruang lingkup dari jurnal ini adalah: - Teknik Industri yang meliputi teknik mesin, teknik elektro, teknik kimia, teknik industri - Teknik Sipil dan Rekayasa Bangunan yang meliputi perairan, sungai dan bendungan - Teknik Informatika, Komputer dan Sistem Informasi - Rekayasa Sumber Daya Hayati yang meliput pertanian, peternakan dan perikanan
Articles 142 Documents
Pemeliharaan Rutin Ruas Jalan Dumai-Lubuk Gaung Sinaboi Provinsi Riau Anwar, Khairil; Daliman, Daliman; Aryanti, Nita
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 2 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.21730

Abstract

Kerusakan jalan merupakan permasalahan serius yang dihadapi oleh sebagian besar wilayah yang ada di Indonesia. Kondisi tersebut juga dialami oleh Kota Dumai Provinsi Riau di mana hampir separuh dari ruas jalan yang ada di kota ini mengalami kerusakan baik itu kondisi berat, sedang, maupun ringan. Upaya pemeliharaan jalan, khususnya di ruas Dumai-Lubuk Gaung-Sinaboi sepanjang hampir 4 kilometer dilakukan untuk memperbaiki kondisi ini. Penelitian dilakukan pada titik fokus STA 1+400 – STA 1+700 ruas jalan yang mengalami kerusakan dan sedang dilakukan perbaikan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif, di mana penelitian ini menyelidiki aspek-aspek pemeliharaan jalan, dampak pada infrastruktur dan pelayanan transportasi. Melalui survei lapangan, wawancara, pembahasan tentang tahapan pelaksanaan pekerjaan dan analisis data lapangan, hasil penelitian memberikan gambaran kondisi jalan sebelum dan setelah pemeliharaan. Evaluasi menyeluruh ini memberikan pemahaman mendalam tentang kualitas pekerjaan pemeliharaan, ketepatan waktu pelaksanaan, alokasi anggaran, dan dampaknya pada kemantapan jalan. Rekomendasi diharapkan dapat memberikan masukan bagi para pemangku kepentingan dan pengambil keputusan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pemeliharaan, agar memberikan manfaat jangka panjang kepada masyarakat pengguna jalan. Kata kunci: kemantapan jalan, kerusakan jalan, pelayanan transportasi, pemeliharaan jalan
Analisis Sistem Manajemen Mutu pada Proyek Pembangunan Rumah Tapak Jabatan Menteri di KIPP IKN Sumiati, Sumiati; Syafrudin, Syafrudin; Widayat, Widayat
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 2 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.24262

Abstract

Pembangunan Rumah Tapak Jabatan Menteri di KIPP IKN berlokasi di kawasan inti pusat pemerintahan IKN, Kab Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia, dengan luas keseluruhan 19,7 ha, dengan lingkup pekerjaan perencana perancangan persil 103,104, dan persil 105. Jumlah rumah yang akan dikerjakan adalah sebanyak 36 unit dengan 2 tipe yaitu upslope dan downslope.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem manajemen mutu, mengevaluasi penyebab dan merencanakan solusi perbaikannya. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan observasi kondisi Proyek Pembangunan Rumah Tapak Jabatan Menteri di KIPP IKN ini. Sedangkan data sekunder yang dibutuhkan meliputi dokumen RMPK yang sesuai dengan SMKK Permenpu No 10 Tahun 2021, gambar kerja, RKS, serta hasil pengujian material. Dari hasil peninjauan di rumah contoh, didapatkan ada temuan permasalahan mutu terkait finishing kanopi rumah contoh yang terdapat temuan lumernya air dari atap kanopi. Selain temuan di rumah contoh, penulis juga mendapatkan temuan terkait incoming material beton ready mix saat pekerjaan pembetonan. Saat pengecekan incoming material yang onsite didapatkan bahwa hasil slump tidak sesuai, sehingga dikembalikan oleh pihak penyedia jasa. Melalui analisis penerapan perencanaan dan pengendalian mutu pada proyek pembangunan Rumah Tapak Jabatan Menteri ini, ditentukan evaluasi dan rencana solusi perbaikan dengan cara memperbaiki prosedur pelaksanaan slump test, pengecekan job mix formula secara rutin, dan memastikan pihak supplier beton sudah mengecek dan mengkondisikan material yang tidak SSD. Kata kunci: rumah tapak jabatan menteri, sistem manajemen mutu, SMKK, finishing kanopi, slump test tidak sesuai
Identifikasi dan Analisis Manajemen Risiko pada Pekerjaan High Rise Building Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung Penunjang Siaran dan Studio Luar Negeri Novianto, Deny; Nugroho, Agung; Samadikun, Budi Prasetyo
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 1, No 7 (2023): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2023.23855

Abstract

Manajemen risiko merupakan salah satu bagian penting dari manajemen proyek. Terkait hal ini, PMBOK menjelaskan bagaimana cara menerapkan manajemen risiko proyek, mulai dari perencanaan risiko proyek, identifikasi risiko, analisis risiko kualitatif, analisis risiko kuantitatif, perencanaan respon risiko, penerapan respon risiko hingga pemantauan risiko. Dalam Proyek Pembangunan Gedung Siaran dan Studio Siaran Luar Negeri dengan waktu pelaksanaan 390 hari kalender, identifikasi risiko diperoleh dari work breakdown structure yang kemudian diturunkan kembali menjadi risk breakdown structure sehingga diketahui risiko-risiko yang mungkin akan muncul berdasarkan masing-masing kategori risiko yang ditelaah. Risiko-risiko tersebut dimitigasi dan dianalisis biaya serta metode pelaksanaannya sehingga diperoleh nilai dampak yang paling minimal namun dengan waktu pelaksanaan yang cepat dan tidak merugikan pelaksanaan pekerjaan yang lainnya. Risiko yang akan dianalisis adalah risiko berupa ancaman maupun risiko berupa peluang. Dari hasil analisis akan diperoleh jenis-jenis risiko yang perlu mendapatkan perhatian khusus dan dikaitkan dengan besarnya biaya risiko yang perlu dicadangkan. Adapun hasil analisis manajemen risiko yang telah dilakukan akan disampaikan menjadi masukan bagi perusahaan dan dijadikan sebagai lessons learned yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk melakukan kajian risiko dengan tipe proyek serupa.. Kata kunci: manajemen risiko, identifikasi, analisis pengendalian risiko, strategi mitigasi
Analisis Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Menggunakan Metode JSA (Job Safety Analysis) Pada Pekerjaan Open Trench Proyek PCSP (Palembang City Sewerage Project) Paket B2 A di Perumahan Bari Kota Palembang Nurcahyani, Septra; Wardhani, Dyah Hesti; Anggoro, Didi Dwi
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 1, No 8 (2023): JPII: Nopember -Desember 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2023.23912

Abstract

Pada pembangunan Jaringan SPALD-T Kota Palembang ini mencakup pekerjaan pemasangan pipa uPVC dengan diameter 100 dan 150 mm dan dilakukan dengan metode open trench kedalaman 1,5-2,5 m. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memiliki peran penting dalam pencapaian tujuan proyek pembangunan PCSP (Palembang City Sewerage Project) dan pengendalian yang dilakukan dalam pelaksanaan proyek harus diiringi dengan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang senantiasa ditaati, agar risiko yang tidak diinginkan dapat diminimalkan. Sehingga diperlukan penyusunan Job Safety Analysis (JSA) untuk mengidentifikasi potensi bahaya, tingat risiko bahaya yang muncul, serta melakukan evaluasi terhadap langkah yang dibutuhkan untuk mengendalikan risiko. Metode yang diguknakan adalah observasi lapangan, wawancara serta dokumentasi pekerjaan. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengkategorikan resiko, mengidentifikasi potensi bahaya dan menilai potensi bahaya. Dari analisa tersebut dapat diketahui pekerjaan yang memiliki peluang resiko awal yang tinggi dan mengetahui pengendalian yang dapat dilakukan untuk mencegah potensi bahaya untuk mengurangi peluang terjadinya risiko. Kata kunci: indentifikasi potensi bahaya, penilaian, pengendalian risiko, JSA
Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan Metode Hazard Analysis Maharani, Ifa Agustin; Indriyantho, Bobby Rio; Sumardi, Sumardi
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 3 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.24266

Abstract

Penelitian kali ini bertujuan untuk mengevaluasi ancaman yang berhubungan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada pembangunan Gedung Teknik Informatika Politeknik Negeri Cilacap. Motivasi penelitian ini adalah besarnya bahaya kecelakaan kerja berakibat pada menghambat penyelesaian proyek konstruksi. Sehingga, adanya manajemen risiko K3 yang efisien penting dalam menjamin keselamatan dan kesejahteraan tenaga kerja. Metodologi HIRADC (Hazard Identification, Risk Assesment, and Determination of Controls) diterapkan dalam penelitian. Hal ini mencakup identifikasi potensi bahaya, penerapan pengendalian risiko, seperti kebijakan K3, pelatihan, audit rutin, dan alat pelindung diri (APD), serta pelaksanaan penilaian risiko menggunakan matriks evaluasi. Hasilnya menunjukkan bahwa 26 risiko diidentifikasi dan dikategorikan berdasarkan sumber daya berikut: personel, keuangan, material, dan metodologi kerja. Analisis risiko menunjukkan bahwa risiko pekerja terjatuh dari ketinggian tergolong ekstrim, tidak adanya kebijakan K3 tergolong tinggi, risiko pekerja tertimpa material tergolong sedang, dan risiko tersandung pada benda, kuku tergolong rendah, selain itu penerapan kebijakan K3 yang efektif, pemberian pelatihan secara berkala, pelaksanaan audit berkala, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta kepatuhan pada Standar Operasional Prosedur (SOP) dapat meningkatkan manajemen risiko K3. Penting juga dalam menggunakan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (SMK3L) serta kode etik untuk mengurangi risiko kecelakaan dan menjamin keselamatan dan kesejahteraan karyawan. Kata kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), manajemen risiko, proyek konstruksi
Karakteristik Bahan Alternatif Kampas Rem dari Komposit Berpenguat Serbuk Serbuk Kayu Jati, Serbuk Tempurung Kelapa, dan Serbuk Kuningan dengan Variasi Suhu Post Curing Pramono, Catur; Widayat, Widayat; Suprihanto, Agus
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 1, No 7 (2023): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2023.20817

Abstract

Di industri manufaktur, penggunaan bahan logam dan komposit ini terus berkembang pesat. Seiring dengan perkembangan tersebut, maka perlu dilakukan riset material baru sebagai bahan komposit. Tujuan penelitian ini mengetahui karakteristik kekerasan dan keausan komposit berpenguat serbuk kayu jati, serbuk tempurung kelapa, dan serbuk kuningan setelah di-post curing. Manfaat dari penelitian ini adalah mengembangkan inovasi komposisi bahan terbaru dari serbuk kayu jati dan serbuk tempurung kelapa dengan logam kuningan sebagai bahan kampas rem. Komposisi bahan di penelitian ini berupa 20% serbuk kayu jati, 20% serbuk tempurung kelapa, 20% serbuk kuningan dan 40% resin epoxy. Metode pembuatan komposit dengan press mold. Suhu post curing setelah pencetakan komposit yaitu 130°C, 180°C dan 230°C. Pengujian yang dilakukan yaitu uji kekerasan, uji keausan, dan uji struktur mikro. K3L yang dipakai selama penelitian yaitu menggunakan kaos tangan, apron, jas laboratorium, masker,kacamata, dan safety shoes. Hasil penelitian menunjukkan untuk aplikasi material kampas rem sebaiknya menggunakan komposit dengan komposisi 20% serbuk kayu jati, 20% serbuk tempurung kelapa, 20% serbuk kuningan dan 40% resin epoxy dengan post curing ≤180°C. Kata kunci: kekerasan, keausan, post curing, komposit
Evaluasi Waktu Pekerjaan Bored Pile dengan Lean Construction Metode Last Planner System pada Proyek RSWS Makassar Sekarningtyas, Nazifa; Priastiwi, Yulita Arni; Widayat, Widayat
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 3 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.22768

Abstract

Permasalahan yang umum pada pelaksanaan proyek konstruksi di antaranya keterlambatan waktu, peningkatan biaya, dan adanya penyimpangan pekerjaan. Keterlambatan waktu menyebabkan efek domino terhadap pelaksanaan pekerjaan lain dan biaya yang membengkak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan lean construction dan mengevaluasi waktu pelaksanaan pekerjaan pada saat pelaksanaan pekerjaan bored pile. Penelitian ini dilakukan pada Proyek RSWS yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan. Aktivitas awal yang dilakukan adalah pekerjaan pondasi bored pile. Pelaksanaan pekerjaan bored pile khususnya pada tahap pengeboran tanah dan pengecoran bored pile sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Apabila pekerjaan pondasi bored pile mengalami keterlambatan, hal ini akan berpengaruh terhadap pekerjaan-pekerjaan selanjutnya. Evaluasi dan pengendalian terhadap waktu pelaksanaan proyek dievaluasi dengan penerapan lean construction atau konstruksi ramping menggunakan metode last planner system. Hasil penelitian didapatkan hasil Percent Plan Complete (PPC) rata-rata sebesar 66,48%. Penyebab keterlambatan waktu yang perlu dijadikan perhatian pada pekerjaan bored pile yang dilaksanakan pada musim hujan adalah cuaca dan alat. Kata kunci: bored pile, lean construction, last planner system, percent plan complete, proyek rumah sakit
Kajian Potensi Timbulan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) pada Balai Pengujian dan Peralatan (BP2) Provinsi Jawa Tengah Setyorini, Rita Agus; Syafrudin, Syafrudin; Zaman, Badrus
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 3 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.23068

Abstract

Balai Pengujian dan Peralatan (BP2) Provinsi Jawa Tengah menghasilkan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari kegiatan pengujian mutu konstruksi dan air. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa pengelolaan limbah B3 di BP2 belum sesuai dengan regulasi yang berlaku. Limbah B3 yang dihasilkan belum dikelola dengan baik dan benar, terutama karena kurangnya sarana prasarana yang memadai. Penelitian ini menyoroti pentingnya perbaikan pengelolaan limbah B3 di BP2. Beberapa rekomendasi yang diajukan meliputi penyediaan sarana prasarana yang sesuai standar, pengurangan limbah B3 melalui pemanfaatan kembali, serta perolehan izin-izin yang diperlukan untuk pengelolaan limbah B3. Selain itu, meskipun belum bersertifikasi ISO 45001:2018, penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang baik tetap perlu dijaga untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman. Tujuan akhir dari upaya ini adalah untuk mengurangi dampak negatif limbah B3 terhadap lingkungan, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi dan memberikan nilai tambah bagi BP2. Dari penelitian ditemukan potensi limbah B3 yang dihasilkan dari pengujian mutu konstruksi dan mutu air adalah pengujian besi sebanyak 126,143 kg, aspal sebanyak 25,7927 gr dan air sebanyak 22,3 L. Kata kunci: pengujian mutu konstruksi dan mutu air, pengelolaan limbah, SMK3
Pekerjaan Penyelidikan Tanah Dengan Metode Boring di Proyek Jorr Elevated Ruas Cikunir - Ulujami Saptian, Fiega Adhi; Isnanto, R Rizal; Sumiyati, Sri
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 1, No 8 (2023): JPII: Nopember -Desember 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2023.23858

Abstract

Merencanakan suatu struktur pondasi harus dilakukan berdasarkan data yang valid dan rinci agar dapat terukur dan menghindari kelebihan perhitungan. Salah satu tahapan sebelum dilakukan perencanaan pondasi di Proyek JORR Elevated Ruas Cikunir-Ulujami adalah dilakukannya penyelidikan tanah dengan metode Deep Boring dan Standard Penetration Test untuk mengetahui kondisi lapisan tanah, kedalaman tanah keras dan elevasi muka air tanah. Penyelidikan tanah dilakukan di 30 titik berbeda dengan cara mengebor dan mengambil tanah di setiap lapisannya hingga kedalaman 30 meter hingga 40 meter, selain itu dilakukan Standard Penetration Test untuk mengetahui uji ketahanan tanah dengan cara menjatuhkan hammer dengan berat 63,5 kg ke tabung SPT setiap interval 2 meter dan mencatat setiap jumlah pukulannya. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa lapisan tanah di sekitar Proyek JORR Elevated Ruas Cikunir-Ulujami didominasi oleh tanah lanau, tanah lempung dan pasir padat dan kedalaman tanah keras rata-rata berada di kedalaman 22 meter. Kata kunci: penyelidikan tanah, standard penetration test, pondasi, lapisan tanah, tanah keras
Analisis Metode Penggunaan Beton Fast Track Ditinjau dari Segi Biaya & Waktu Proyek Rusun Rawabuntu Rusdianto, Danang Arip; Sarminingsih, Anik; Hardyanti, Nurandani
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 1 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.24114

Abstract

Penggunaan material kayu pada bekisting konvensional akan semakin terbatas karena sumber bahan baku yang semakin berkurang. Pada Proyek Pembangunan Rumah Susun Rawabuntu Mahata Serpong, metode pelaksanaan pekerjaan bekisting pada lantai 1 sampai dengan lantai 4 menggunakan konvensional, sementara pada lantai 5-32 menggunakan bekisting aluminium. Sebagai salah satu dasar pertimbangan pemilihan metode bekisting harus mengetahui dahulu keunggulan dari masing-masing metode yang akan digunakan. Analisa metode pekerjaan bekisting dapat dijadikan sebagai keputusan dalam menentukan pemilihan metode bekisting, sehingga pelaksanaan pekerjaan struktur tersebut dapat dilaksanakan secara efisien. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam penggunaan bekisting aluminium efisien dari segi biaya, mutu dan waktu pekerjaan. Harga satuan pekerjaan bekisting konvensional sebesar Rp152.000.00 per m2 dengan pemakaian maksimal bekisting sebanyak 3 kali, sementara bekisting aluminium dapat diefisiensi pada pemakaian sebanyak 30 kali dengan harga satuan sebesar Rp149.000,00 per m2 dengan pemakaian maksimal sebanyak 300 kali. Segi mutu pelaksanaan bekisting aluminium lebih unggul karena bekisting dalam dikerjakan secara bersamaan untuk kolom, dinding, balok dan pelat lantai. Waktu pelaksanaan lebih cepat 3 hari jika menggunakan bekisting aluminium dengan durasi selama 13 hari, sementara bekisting konvensional selama 16 hari pekerjaan per 1 lantai. Kata kunci: bekisting konvensional, bekisting aluminium

Page 5 of 15 | Total Record : 142