cover
Contact Name
Khairunnisyah
Contact Email
nisyahk856@gmail.com
Phone
+6283802125747
Journal Mail Official
nisyak856@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mahakam Raya No.16 Lingkar Barat, Kec. Gading Cemp., Kota Bengkulu, Bengkulu 38225
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal manajemen informasi kesehatan
ISSN : 2527368X     EISSN : 26214385     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL MANAJEMEN INFORMASI KESEHATAN is a journal that provides scientific writings for the exchange of ideas on theory, methodology and innovation related to the world of health, especially the scope of Medical Records and Health Information.
Articles 145 Documents
Analisis Ketepatan Koding Jantung Iskemik Stemi di RSUD Dr. M.Yunus Bengkulu tahun 2018 Heltiani, Nofri
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 3 No. 2 (2018): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v3i2.183

Abstract

Penyakit Jantung Iskemik STEMI merupakan suatu kondisi yang dapat berakibat kematiansel miosit jantung dan diderita semua usia dengan gejala tidak semua penderita mengalaminyeri dada dan memiliki kode I21.3. Berdasarkan data instalasi rekam medis RSUD Dr. MYunus Bengkulu penyakit jantung iskemik STEMI merupakan angka morbiditas danmengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2017 penyakit jantung iskemik STEMImenduduki peringkat pertama dari 10 penyakit tertinggi. Akan tetapi masih terdapatketidaktepatan dalam koding jantung iskemik STEMI. Hal ini disebabkan terdapat coretandiagnosis yang ditulis dokter tanpa diparaf pada salah satu berkas rekam medis, belum pernahdilakukannya audit coding dan kurang jelasnya informasi tentang coding yang disampaikanmelalui Standar Operasional Prosedur (SOP). Tujuan penelitian ini untuk mengetahuiketepatan koding jantung iskemik STEMI di RSUD Dr. M.Yunus Bengkulu Tahun 2018.Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi padapenelitian ini adalah berkas rekam medis pasien jantung iskemik STEMI sebanyak 202berkas dan sampel sebanyak 134 berkas dengan teknik pengambilan sampel randomsampling, menggunakan data primer dan sekunder yang diolah secara univariat. Hasilpenelitian ini adalah Pelaksanaan pengkodean di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu belummenggunakan ICD-10 Volume 2. Ketepatan koding penyakit jantung iskemik STEMIsebanyak 98 berkas (73%) dan tidak tepat sebanyak 36 berkas (27%). Faktor-faktor penyebabketidaktepatan koding penyakit jantung iskemik STEMI adalah: Man; petugas koding belummengikuti workshop/pelatihan kaidah koding, Material; terdapat 2 berkas rekam medis yangtidak diagnosa dan 1 berkas rekam medis yang tidak di koding, Method; SOP hanya berisikegiatan pengkodingan diagnosis secara manual (menggunakan ICD-10).
Tinjauan Pengetahuan Pasien Rawat Inap Tentang Hak Dan Kewajiban Pasien Terkait Rekam Medis di Rumah Sakit TK IV 02.07.01 Zainul Arifin Tahun 2018 Cahyana Putra, Hendra; Harmanto, Deno
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 3 No. 2 (2018): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v3i2.184

Abstract

Pengetahuan tentang hak dan kewajiban pasien merupakan kemampuan untuk mengetahui,mempelajari, mengingat, mengerti serta memahami secara benar tentang hak dan kewajibannyasebagai pasien selama dirawat inap di rumah sakit. Kurangnya pengetahuan terhadap hak dankewajiban akan berpengaruh kepada proses pelayanan terhadap pasien menjadi terhambatsehingga mengakibatkan pemborosan waktu dan tenaga. Berdasarkan survei awal yangdilakukan di Rumah Sakit TK IV 02.07.01 Zainul Arifin Bengkulu didapati 10% pasien lamayang mendaftar sering tidak melakukan kewajibannya sebagai pasien. Tujuan penelitian iniadalah diketahui pengetahuan pasien rawat inap tentang hak dan kewajiban pasien terkaitrekam medis. Jenis penelitian adalah deskriptif dan rancangan cross sectional, populasi dalampenelitian ini adalah pasien yang di rawat inap, teknik pengambilan sampel secara accidentalsampling. Menggunakan data primer, diolah secara univariat. Hasil analisis univariatmenunjukkan pengetahuan tentang hak dikategorikan kurang yaitu sejumlah 18 pasien (60%),sedangkan pengetahuan tentang kewajiban dikategorikan kurang sejumlah 19 orang (63,4%).Diharapkan kepada petugas untuk lebih memperhatikan apa yang menjadi tanggung jawabnyaseperti memberikan informasi yang jelas mengenai hak dan kewajiban pasien ketika pasienmasuk rawat inap, dengan adanya penjelasan serta informasi mengenai hak dan kewajibanpasien akan tercipta hubungan yang harmonis antara pasien dengan tenaga kesehatan.
Gambaran Alur Distribusi Obat di Instalasi Farmasi RSUD dr. M. Yunus Bengkulu Desmiany Duri, Iin; Lissentya Armal, Hadits
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 4 No. 1 (2019): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v4i1.191

Abstract

Salah satu sistem pengelolaan obat untuk menjaga kualitas, keamanan, dan efikasi obatadalah sistem pendistribusian obat. Sistem ini hendaknya mengikuti pedoman Cara DistribusiObat yang Baik untuk menjaga mutu obat. RSUD dr. M. Yunus Bengkulu merupakan salahsatu Rumah sakit rujukan yang ada di Provinsi Bengkulu sehingga harus mempunyai sistemdistribusi obat yang baik agar menghindari lama waktu tunggu obat serta kekurangan obatyang dapat mempengaruhi mutu pelayanan RS. Tujuan penelitian ini adalah melihatgambaran mengenai Pendistribusian Obat dengan melihat bagaimana cara pengiriman dancara penerimaan obat secara merata. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptifkualitatif dengan cara mengobservasi apa yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah dr. M.Yunus Bengkulu. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi data dan diolah secarakualitatif. Hasil penelitian menunjukkan mekanisme pendistribusian obat di Instalasi FarmasiRumah Sakit Umum Daerah Bengkulu pada umumnya sudah efektif karena obat dan alatkesehatan di distribusikan secara merata untuk memenuhi kebutuhan para pasien yangmembutuhkan, hal ini terbukti dengan pengiriman dan penerimaan obat yang selalu tepatwaktu, tepat jenis dan jumlah yang tepat.
Tinjauan Tingkat Pengetahuan Petugas Rekam Medis pada Sistem Filling (Pengambilan, Pengembalian, dan Penyimpanan) Dokumen Rekam Medisdi Unit Rekam Medis RSUD Tais Seluma Tahun 2016 Oktavia, Nova; jumiyati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 1 No. 2 (2016): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v1i2.196

Abstract

Berdasarkan survey pendahuluan di RSUD Tais didapatkan bahwa terdapat keterlambatan dalam pengambilan berkas pada ruang filling dikarenakan tidak adanya tracer sehingga tidak diketahui keberadaan dokem rekam medik. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya tingkat pengetahuan petugas rekam medis pada sistem filling (pengambilan, pengembalian, dan penyimpanan) DRM diunit rekam medis RSUD Tais Seluma. Jenis ppenelitian ini adalah observasional deskriptif. Sampel penelitian ini terdiri dari 318 DRM dan 12 petugas rekam medik, dengan teknik pengambilan sampel pada petugas dengan cara total sampling sedangkan teknik pengambilan sampel berkas dengan cara stratified random sampling. Untuk mendapatkan data pengetahuan menggunakan kuesioner dan untuk mendapatkan data sistem filing menggunakan lembar observasi. Setelah data terkumpul dilakukan pengolahan data dan data dianalisis secara univariat (tabel, dan narasi). Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 12 petugas rekam medik mayoritas berpengetahuan cukup yaitu 5 (41,67%). Dari 318 dokumen yang diamati masih terdapat 36 dokumen yang sulit ditemukan, terdapat 72 dokumen rekam medis yang lambat dikembalikan ke ruang unit rekam medik yaitu dalam waktu > 2x24 jam dan 48 dokumen yang salah letak. Diharapkan RSUD Tais melakukan penambahan SDM yang berpendidikan D3 rekam medis, peningkatan frekuensi pelatihan bagi petugas non rekam medis, Ka.Unit rekam medik melakukan pengawasan terhadap berkas yang belum terisi lengkap dan perlunya penambahan sarana prasarana di ruang filling seperti rak terbuka
Study Literature Review Tentang Pelaksanaan Prosedur Peminjaman Berkas Rekam Medis Rawat Jalan Di Unit Filing Rumah Sakit Putri Wiyati, Eka; Wisida Anjati, Noila; Restari, Afitha
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 6 No. 1 (2021): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v6i1.231

Abstract

Penyimpanan rekam medis merupakan hal yang sangat penting dalam suatu manajemen untukpelayanan kesehatan di rumah sakit. permasalahan yang ditemukan oleh peneliti yaitu padapelaksanaan penyimpanan rekam medis masih ada dokumen yang salah simpan(missfile).Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pelaksanaan penyimpanan rekammedis. Penelitian menggunakan metode kajian studi literature dengan analisis deskriptif yangdilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta yang ada kemudian di analisis, diuraikan,mencari kesamaan, pandangan, dan ringkasan terhadap beberapa penelitian. Jenis Penelitianini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan studi literatur jurnal yaitu denganmembaca dan menganalisa jurnal-jurnal terkait dengan populasi. Sedangkan teknik dalampengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Data yang digunakan dalampenelitian ini data sekunder yang diperoleh dengan cara melihat jurnal. Dari bedah jurnalIlmiah PMIK oleh Suheri Parulian tahun 2015 dan Dyah Ayu Wardani tahun 2012 dapatdisimpulkan bahwa pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) peminjaman berkasrekam medis tidak seuai dengan standar peminjaman berkas rekam medis yaitu pada BRMrawat jalan dipinjam selama 1x24 jam namun sering terjadi keterlambatan dalam prosespengembalian berkas rekam medis sehingga petugas kesulitan dalam melacak keberadaandokumen rekam medis tersebut. Diketahui juga penggunaan sarana dalam peminjaman tidaksesuai dengan standar peminjaman BRM yaitu pada penggunaan buku ekspedisi sebagai bukubukti adanya transaksi terima BRM namun tidak digunakan pada pada proses pelaksanaanpeminjaman BRM dan juga rendahnya angka penggunaann bon peminjaman peminjaman yangmana akan menimbulkan hilangnya data atau berka rekam medis milik pasien dan rendahnyakerahasiaan data pasien.
Efektivitas Penggunaan Media Video Terhadap Hasil Pembelajaran Anatomi Fisiologi Di Stikes Sapta Bakti Putri, Liza; Daini Sazarni, Rafi
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 6 No. 1 (2021): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v6i1.233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media video terhadap hasilpembelajaran anatomi fisiologi. Populasi sebanyak 85 mahasiswa dan sampel dalam penelitianini adalah 35 mahasiswa semester 1 Di Stikes Sapta Bakti. Penelitian ini merupakan penelitiankuantitatif dengan metode penelitian quasi experimental design. Data Penelitian diperolehmelalui tes awal (pretest), pemberian pemberlakuan (treatment), dan tes akhir (posttest).Teknikanalisis data yang digunakan adalah teknik analisis data statisitk deskriptif dan analisis datastatistik inferensial Berdasarkan hasil pretest, nilai rata-rata hasil pembelajaran mahasiswa47,02 dengan kategori yakni sangat rendah yaitu 20%, rendah 42,85%, sedang 22,85%, tinggi8,5% dan sangat tingggi berada pada presentase 5,8%, dapat dikatakan bahwa tingkatkemampuan peserta dalam memahami serta penguasaan materi sebelum menggunakan mediapembelajaran berbasis multimedia tergolong rendah. Selanjutnya nilai rata-rata hasil posttestmengalami kenaikan yaitu 71,97 dengan kategori yakni sangat rendah 00,00%, rendah 5,72%,sedang 17,14%, tinggi 57,14%, dan sangat tinggi berada pada presentase 20%. tingkatkemampuan peserta dalam memahami serta penguasaan materi setelah menggunakan mediavideo tergolong tinggi. Hasil analisis statistik deskriptif dan analisis inferensial. Pada analisisdeskriptif nilai yang didapat pada pretest 47,02 dan posttest 71,97, pada analisis inferensialdengan menggunakan uji-t diperoleh t Hitung= 18,61 dan t Tabel = 1,69 maka diperoleh t Hitung > tTabel atau 18,61 > 1,69, begitu juga dengan observasi aktifitas peserta mengalami suatuperubahan
Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Dokumen Rekam Medis Di Ruang Filling Rsud Dr. M Yunus Bengkulu Tahun 2019 reziana, Nia; Mardhiyah Ilma, Afiya; Puspasari, Sinta
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 6 No. 1 (2021): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v6i1.234

Abstract

Kegiatan penyimpanan dokumen rekam medis merupakan usaha melindungi dokumenrekam medis dari kerusakan fisik dan isi dokumen rekam medis itu sendiri. Dokumen rekammedis (DRM) harus disimpan dan dirawat dengan baik karena dokumen rekam medismerupakan harta benda rumah sakit yang sangat berharga.Fungsi dokumen rekam medis bagirumah sakit adalah sebagai sumber informasi dalam rangka melaksanakan perencanaan,penganalisaan, pengambilan keputusan, penilaian dan dipertanggungjawabkan dengansebaiknya, untuk mendukung terciptanya keberhasilan penyimpanan, pengamanan, danpemeliharaan dokumen rekam medis diperlukan adanya ketentuan pokok kearsipan yaitutempat, sarana, pemeliharaan dokumen dari bahaya dan kerusakan. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui apakah sarana pentimpanan rekam medis dan pengetahuan petugas fillingmenjadi faktor penyebab kerusakan Dokumen Rekam Medis (DRM). Penelitian inimerupakan jenis penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional yaitumenggambarkan dan memaparkan permasalahan secara terperinci dengan data dan fakta yangada. Metode yang digunakan adalah observasi pada sarana ruangan filling dan kuisionermengukur tingkat pengetahuan petugas filling untuk memperoleh data yang lebih lengkap dantepat dengan memberikan kuesioner kepada seluruh petugas Filling di RSUD Dr. M. YunusKota Bengkulu. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di ruangan filling RSUDDr. M. Yunus Bengkulu terdapat sarana dengan kategori baik berjumlah 2 (22,2%), saranacukup 2 (22,2%) dan sarana kurang 5 (55,6%). Untuk tingkat pengetahuan petugas di ruangfilling dengan kattegori pengetahuan baik sebanyak 1 orang (20%) dan kategori pengetahuancukup sebanyak 4 orang (80 %).
Tinjauan Waktu Pengembalian Berkas Rekam Medis Rawat Jalan Di Poli Paru Dan Poli Jantung Di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu Krisnawati, Rini; Siagian, Ayu Wiandyla; Nuur Yulinda, Eka; Sirait, Purnamasari
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 6 No. 1 (2021): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v6i1.237

Abstract

Pengembalian rekam medis adalah suatu proses pengambilan rekam medis dari unitpelayanan yang meminjam kembali ke unit rekam medis (Widjaya, 2014). Dalampengembalian rekam medis, rekam medis harus dikembalikan sesudah pasien pulang atausetelah pasien selesai mendapatkan pengobatan. Dalam pelaksanaan pengembalian berkasrekam medis harus dikembalikan sesuai dengan standar operasional prosedur di RSUD drM.Yunus Bengkulu, dimana untuk berkas rekam medis rawat jalan harus dikembalikan 1 x24Jam, namun sering terjadi keterlambatan hal ini akan mengakibatkan terjadi penumpukanberkas di poliklinik serta berdampak pada terhambatnya dalam pengolahan data danpelaporan, serta terlambat dalam pengajuan klaim ansuransi dan menurunnya kualitaspelayanan terhadap pasien di bagian pengolaan dan pelaporan. Tujuan dari Penelitian iniUntuk mengetahui pelaksanaan pengembalian berkas rekam medis rawat jalan di poli Parudan poli Jantung di RSUD Dr M.Yunus Bengkulu. Penelitian ini dilaksankan denganmenggunakan metode penelitian deskriptif dengan rancangan Cross Sectional.Dari hasilPenelitian dikatehui bahwaSarana yang di gunakan untuk pengembalian berkas rekam medisyaitu buku ekspedisi yang di isi saat berkas rekam medis di pinjam atau di kembalika keruang rekam medis, dan juga sudah terdapat trecer sebagai pengikat antaara berkas yangdipinjam dengan berkas yang di simpan di penyimpanan, dan SOP pengembalian berkasrekam medis belum ada. Berdasarkan SOP, SOP pengembalian berkas rekam medis belumada, sehingga petugas merasa tidak perlu melakukan pengembalian berkas rekam medissecara cepat. dan juga factor lain keterlambatanya pengembalian berkas yaitu, lokasi gedungyang terpisah, jarak yang jauh, pasien yang banyak, keterbatasan SDM serta belumdilengkapinya pengisian berkas rekam medis.
Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Ditinjau Dari Aspek Pendidikan dan Pengetahuan Petugas di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Polda Bengkulu Tahun 2020 Jusma Sari, Nova; Ramadani, Niska
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 6 No. 1 (2021): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v6i1.238

Abstract

Di RumahSakit Bhayangkara Tingkat III Polda Bengkulu sudah terdapat SIMRS namunbelum digunakan secara optimal oleh petugas dikarenakan petugas masih belum menguasaibagaimana pengoperasian SIMRS secara keseluruhan serta belum tersedianya SOP tentangSIMRS karena belum adanya kebijakan dari organisasi (Rumah Sakit). Penelitian inibertujuan untuk mengetahui Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit DitinjauDari Aspek Pendidikan dan Pengetahuan Di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III PoldaBengkulu. Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian deskriptif dengan rancanganCrossSectional, yaitu penelitian hanya melakukan observasi dan pengukuran variabel padasatu saat tertentu saja. Dari 3 Petugas di bagian IT di RS Bhayangkara Tingkat III PoldaBengkulu diketahui bahwa tidak ada satu pun dari ketiga petugas yang memliki kualifikasipendidikan rekam medis dimana 2 orang petugas merupakan lulusan sarjana keperawatandan 1 orang petugas merupakan lulusan sarjana komputer. Dari 3 Petugas dibagian IT di RSBhayangkara Tingkat III Bengkulu diperoleh sebanyak 66,7 % petugas di bagian ITmempunyai tingkat pengetahuan yang kurang, dan sebanyak 33.3 % petugas IT mempunyaitingkat pengetahuan yang baik, sehingga rata-rata hasil pengetahuan petugas dibagian ITyaitu kurang terhadap pelaksanaan ataupun penerapan SIMRS. Diharapkan Rumah Sakitmenggantikan tenaga kesehatan sesuai dengan profesinya khususnya dibagian IT Dilakukanseminar, workshop dan pelatihan terkait dengan rekam medis guna menambah informasibagi petugas tentang rekam medis.
Analisis Average Length Of Stay Pasien Typhoid Fever di RSUD Harapan Doa Kota Bengkulu Heltiani, Nofri; Desmiany Duri, Iin; Ramadani, Niska
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 6 No. 2 (2021): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v2i6.274

Abstract

Average Length Of Stay (LOS) is an important indicator in determining the success of therapy for a disease and is also related to the cost of care incurred by the patient. the ideal value of AvLOS is 6-9 days. The level of AvLOS is influenced by the complications experienced by the patient. Typhoid fever is an endemic disease in Indonesia that knows no age and gender boundaries, and can cause various complications in the form of bleeding and intestinal perforation which can often lead to death. Based on the initial survey, the visit of typhoid fever patients in the last three years at Harapan Doa Hospital, Bengkulu City has increased, namely 2017 (11.02%), 2018 (13.47%) and 2019 (17.935) of the total visits/year, however, in 2020 it decreased (15.08%) due to the Covid-19 pandemic. This affects the AvLOS value and the cost received by the hospital. The purpose of this study was to determine the AvLOS value of typhoid fever patients at Harapan Doa Hospital, Bengkulu City. The type of research used is descriptive with a cross sectional approach. The sample of this study used a total population of 121 patients who were analyzed univariately using the AvLOS formula. The results of the univariate analysis, from the calculation results obtained that the total length of stay (LD) of typhoid fever patients was 395 days/year with AvLOS 3.18 days/year, the number of typhoid fever patients was out of life 124 (100%) patients, AvLOS of typhoid fever patients based on age group. The highest was found in the age group >1-5 years, namely 5.17 days compared to the age group >44-65 years, namely 3.43 days and >65 years, namely 3 days, where typhoid fever was accompanied by complications/companies. AvLOS of typhoid fever patients based on gender was found in female sex at 3.31 days with a total of 59 patients compared to male sex at 3.23 days with a total of 5 people. It is hoped that the hospital will formulate a clinical pathway for Typhoid Fever Treatment so that the quality of service for typhoid fever cases is in the efficientcategory.

Page 5 of 15 | Total Record : 145