cover
Contact Name
Junaidi Suryalaga
Contact Email
mimbarilmu2022@gmail.com
Phone
+62mimbarilmu2022@gmail.c
Journal Mail Official
uploadmedan@gmail.com
Editorial Address
Jln. Usman Sidik Bandar Khalifah Kab. Deli Serdang
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Akademika: Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora dan Agama
ISSN : 20871201     EISSN : 28305191     DOI : https://doi.org/10.3122/jak.v4i3.84
Jurnal Akademika Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora Dan Agama ialah jurnal yang bergerak di bidang: 1. Sosial (masyarakat, pranata sosial, kesenjangan sosial, temuan sosial, pengabdian masyarakat, gejala sosial dan peristiwa sosial). 2. Humaniora (Filsafat, Hukum, Kesehatan, Lingkungan, Politik, Ekonomi, Keuangan, Bisnis, Akuntansi, Budaya, Pendidikan, Konseling, Sejarah, Komunikasi, Bahasa, Media Masa) 3. Agama (Syariah dan Ushuluddin, Pemikiran dan Akidah, Tafsir dan Hadis, Studi Agama)
Articles 51 Documents
PEMBAGIAN HARTA WARISAN SEBELUM PEWARIS MENINGGAL DUNIA; STUDI ATAS PRAKTIK PEMBAGIAN WARISAN DI MASYARAKAT SUNGAI DUO KABUPATEN SOLOK SELATAN Rahmat Riski
Jurnal Akademika Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora Dan Agama Vol 3 No 3 (2022): Jurnal Akademika: Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora dan Agama
Publisher : Wahdatul Ulum Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3122/jak.v3i3.42

Abstract

Penelitian ini akan mengkaji tentang pembagian harta warisan di Masyarakat Sungai Duo Kabupaten Solok Selatan, yang mana praktik tersebut dilakukan sebelum pewaris meninggal dunia. Masyarakat Solok Selatan pada umumnya menganut sistem pembagian harta warisan secara matrilineal, namun uniknya masyarakat Sungai Duo memiliki sistem pewarisan yang sangat berbeda jauh dari kebiasan masyarakat lainnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana cara pembagian harta warisan di masyarakat Sungai Duo Kabupaten Solok Selatan dan mengapa masyarakat Sungai Duo Kabupaten Solok Selatan membagi harta warisan sebelum pewaris meninggal dunia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif-analitik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini empiris. Hasil dari kajiannya yaitu pembagian warisan di lakukan oleh pewaris ketika masih hidup dengan jumlah pembagiannya disamaratakan diantara ahli waris. Sedangkan alasan masyarakat Sungai Duo melakukan praktik pewarisan harta sebelum pewaris meninggal karena praktik tersebut dilakukan turun temurun dan telah mandarah daging serta fator yang lain yaitu untuk menunjang ekonomi ahli waris. Keyword: Pembagian; Harta Warisan; Meninggal Dunia; Sungai Duo
STRATEGI PENYIARAN ISLAM ADAT BASANDI SYARAK, SYARAK BASANDI KITABULLAH Mega Puspita; Khairul Umami
Jurnal Akademika Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora Dan Agama Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Akademika: Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora dan Agama
Publisher : Wahdatul Ulum Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3122/jak.v4i1.54

Abstract

This article is about the Minangkabau Muslim community who use the syarak basandi custom. Syarak basandi Kitabullah is a traditional philosophy. This philosophy is a philosophy of life that is held by the Minangkabau people, they make Islam a basis/guideline for behavior in social life. Recently, a new law was issued which explains customary philosophy in Article 5 Letter c, namely Law Number 17 of 2022 concerning the Province of West Sumatra. The method in this research is juridical-normative. The findings in the study of the West Sumatra Law have many interpretations, firstly, adat basandi syarak, syara' with the joint of the Kitabullah which is intended for all communities of Mutuka Nagari in West Sumatra Province. Second, the custom of basandi syara', syara' based on the book of Allah is intended for the Minangkabau community. Third, this law has an impact on the Mentawai people who do not accept this provision, because they feel they have a different culture and characteristics from Minangkabau. This West Sumatra Law is not a sharia regional regulation like Aceh but only limited to customs that are strengthened and recognized by the country of existence and are still based on the Unitary State of the Republic of Indonesia.
Islam Dalam Perspektif Al-Wasahtiyah di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir (Dalam Buku Shaping Global Islamic Discourses: The Role of al-Azhar, al-Medina, and al-Mustafa) Nurul Fajri Assakinah; Mohammad Yunus; Supardi; Hoirul Anam
Jurnal Akademika Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora Dan Agama Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Akademika: Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora dan Agama
Publisher : Wahdatul Ulum Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3122/jak.v4i1.56

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Pelindung Islam dalam persepektif Al-Wasitiyya merupakan salah satu kajian dari Universitas Al-Azhar Kairo yang membahas tentang pentingnya pelindungan terhadap hak-hak asasi manusia dalam Islam. Al-Wasitiyya merupakan sebuah konsep yang dikemukakan oleh imam Abu Hamid al-Ghazali yang menekankan bahwa pelindungan terhadap hak-hak asasi manusia merupakan bagian dari ajaran Islam yang tidak dapat dipisahkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelindungan Islam dalam persepektif Al-Wasitiyya di Universitas Al-Azhar Kairo, dengan menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data dari sumber-sumber seperti kitab-kitab klasik, fatwa-fatwa dari para ulama, dan hasil wawancara dengan para ahli di Universitas Al-Azhar Kairo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelindungan terhadap hak-hak asasi manusia merupakan bagian integral dari ajaran Islam yang harus dijalankan oleh setiap individu muslim. Selain itu, terdapat beberapa prinsip yang harus dipegang oleh setiap muslim dalam melakukan pelindungan terhadap hak-hak asasi manusia, seperti keadilan, kemanusiaan, dan kebebasan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang pentingnya pelindungan terhadap hak-hak asasi manusia dalam Islam, serta memberikan gambaran tentang bagaimana pelindungan tersebut dijalankan di Universitas Al-Azhar Kairo.
PESAN NONVERBAL FASHION MUSLIMAH SEBAGAI IDENTITAS KEISLAMAN MAHASISWI UIN ANTASARI BANJARMASIN Qathrunnada Khairiyya
Jurnal Akademika Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora Dan Agama Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Akademika: Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora dan Agama
Publisher : Wahdatul Ulum Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3122/jak.v4i1.57

Abstract

Abstrak Spiritual seseorang dapat dilihat dari cara mereka berpakaian, perbedaan persepsi dan pengetahuan mahasiswi UIN Antasari Banjarmasin dalam hal fashion muslimah dan identitas keislaman yang mereka tunjukan, secara nonverbal terlihat melalui fashion yang mereka kenakan. Fashion mengekspresikan sesuatu yang tidak terucap secara verbal namun orang lain akan bisa menilai kepribadian dan citra dirinya. Fashion memang identik dengan perempuan. Peribahasa Latin menyebutkan “uestis urium reddit” Artinya pakaian adalah interpretasi dari pemakainya. Pakaian juga menunjukkan identitas sejati dan menjadi bagian brand image penggunanya. Penelitian Kualitatif lapangan yang dilakukan ini menggunakan “mix methode” , pengumpulan data melalui observasi, penyebaran kuosioner melalui Googleforms dan metode wawancara, kemudian dianalisa secara deskriptif kualitatif. Hasil temuan menunjukkan bahwa mahasiswi UIN Antasari Banjarmasin paham bahwa identitas Islam mereka yang berawal dari pemahaman tentang kewajiban menggunakan busana muslimah. Sebagian besar mahasiswi memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang fashion muslimah sesuai syariatnya. Mahasiswi UIN Antasari meyakini bahwa identitas keislaman mereka, dapat terlihat secara langsung dari fashion muslimah yang mereka kenakan, dengan kata lain, fashion muslimah yang dipakai sudah “bicara dalam diam” tentang identitas keislaman mereka. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa fashion muslimah yang dipakai oleh mahasiswi UIN Antasari telah menyampaikan pesan nonverbal akan identitas keislaman yang mereka miliki. Kata kunci Pesan Nonverbal, Fashion Muslimah, Identitas Keislaman Abstract A person's spirituality can be seen from the way they dress, the difference in perception and knowledge of UIN Antasari Banjarmasin students in terms of Muslim fashion and the Islamic identity they show, nonverbally seen through the fashion they wear. Fashion can express something that is not spoken verbally but other people will judge her personality and image. Fashion is synonymous with women. The Latin proverb says "uestis urium reddit" which means clothes are the interpretation of the wearer. Clothing also shows a true identity and becomes part of the brand image of its users. Qualitative field research conducted using "mixed methods", collecting data through observation, distributing questionnaires through Google forms and interview methods, then analyzed descriptively qualitatively. The findings show that students of UIN Antasari Banjarmasin understand that Islamic identity begins with an understanding of the obligation to wear Muslim clothing. most of the female students have good knowledge and understanding of Muslim fashion according to the Shari'a. The students of UIN Antasari believe that their Islamic identity can be seen directly from the Muslim fashion they wear, in other words, the Muslim fashion they wear has "speak in silence" about their Islamic identity. From this research, it can be concluded that the Muslim clothing worn by UIN Antasari students conveys nonverbal messages about their Islamic identity. Keywords Nonverbal Messages, Muslimah Fashion, Islamic Identity
PEMENUHAN HAK ISTRI SEBAGAI PENCARI NAFKAH DALAM KELUARGA PERSPEKTIF MASLAHAH (STUDI KASUS DI DESA PRINGGONDANI KABUPATEN JEMBER) Muhammad Maymun; Ahmad Rezy Meidina
Jurnal Akademika Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora Dan Agama Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Akademika: Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora dan Agama
Publisher : Wahdatul Ulum Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3122/jak.v4i1.58

Abstract

Seiring perkembangan zaman kebutuhan ekonomi semakin meningkat, tidak hanya ekonomi saja, kebutuhan primer sekunder dan tersier juga berkembang di dalam keluarga. Memasuki era industri 4.0 saat ini, kebutuhan tenaga kerja semakin banyak, begitupula perkembangan manusia semakin bertambah. Dampaknya, bagi keluarga di desa Pringgondani peningkatan ekonomi yang diikuti oleh perubahan zaman semakin meningkat banyak, tenaga kerja wanita yang harus turun dalam membantu pengahasilan keluarga terutama membantu suaminya. Salah satu faktornya suami sebagai pencari nafkah mengalami kekurangan dalam penghasilan dan lain sebagainya seperti yang terjadi di desa Pinggondani. Lalu bagaimana dengan prakteknya dalam sehari-hari sebagai wanita pencari nafkah utamanya dalam menunjang ekonomi keluarga? Maka dilihat dari berbagai aspek, hak istri dan kewajibannya yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tangganya apakah telah sesuai dengan prakteknya atau tidak. Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan pendekatan sosiologis. Objek penelitiannya adalah hak dan kewajiban istri yang berperan sebagai pencari nafkah untuk keluarga dengan pendekatan ushul fiqih Maslahah yakni menjaga agama, jiwa, akal, harta dan keturunan. Data dikumpulkan melalui hasil observasi dan melakukan wawancara langsung terhadap informan yagn terlibat. Data dianalisis melalui maslahah. Teori yang digunakan ialah maslahah ad Dharuriyah yakni kemaslahatan yang berhubungan dengan kebutuhan pokok umat manusia didunia dan akhirat.
PEMBARUAN HUKUM KELUARGA ISLAM DI REPUBLIK ARAB MESIR Muhammad Syamsul Amin; Armi Agustar
Jurnal Akademika Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora Dan Agama Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Akademika: Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora dan Agama
Publisher : Wahdatul Ulum Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3122/jak.v4i1.59

Abstract

Abstact Among the Muslim countries that codified Islamic family law in the early phases was Egypt. Egypt is the third Muslim country after Turkey and Lebanon to codify Islamic family law. As a country that was once colonized by Europeans and a country that has a beacon of Islamic scholarship called Al-Azhar, studying the reform of Islamic family law in Egypt is an interesting matter. This research is a literature study, and uses a descriptive-analytic approach that originates from books on Islamic family law reform in Muslim countries and Egyptian family law laws related to marriage and inheritance. From the above study, at least several conclusions can be drawn: first, the renewal of Egyptian family law began with the issuance of two Egyptian family laws, namely Law no. 25 of 1920 and Law no. 20 of 1929. The law was then updated in 1979, and updated again in the form of Civil Law no. 100 of 1985. Second, among the reforms in Egyptian family law are reforms in the age limit for marriage, registration of marriages, divorce before the court, polygamy, and obligatory wills. Third, the renewal models used are takhayyur, siyasah syar'iyyah, and text reinterpretation. Keywords : Family Law, Update, Egypt.
PEMBERLAKUAN HUKUM ISLAM PADA MASA KOLONIAL BELANDA DAN JEPANG Hilmiyah Humaidi Damanik; Zainul Fuad
Jurnal Akademika Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora Dan Agama Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Akademika: Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora dan Agama
Publisher : Wahdatul Ulum Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3122/jak.v4i1.62

Abstract

ABSTRACT Indonesia is known as a unified country, with various religious backgrounds, and Muslims make up the majority of the population. Surely, this has more or less influenced the Indonesian government’s policies and regulations. In Indonesia law, the existence of Islamic law is very important and has a long history of law enforcement. Islamic law developed and experienced many upheavals during the colonial period, both during the Dutch colonial period and the Japanese colonial period. With the emergence of theories of the application of Islamic law to the penetration of these theories into government policies and regulations. Keywords: Islamic Law, Dutch Colonial, Japanese Colonial. ABSTRAK Indonesia dikenal sebagai negara persatuan, dengan berbagai latar belakang agama, dan penganut agama Islam menjadi mayoritas penduduknya. Tentu, hal ini sedikit banyak berpengaruh terhadap kebijakan dan peraturan pemerintah Indonesia. Dalam hukum Indonesia, eksistensi hukum Islam sangat penting dan memiliki sejarah panjang dalam pemberlakuan hukumnya. Hukum Islam berkembang dan mengalami banyak pergolakan di masa penjajahan kolonial, baik pada masa penjajahan kolonial Belanda maupun kolonial Jepang. Dengan munculnya teori-teori pemberlakuan hukum Islam hingga penetrasi teori-teori tersebut ke dalam kebijakan dan peraturan pemerintah. Kata kunci: Hukum Islam, Kolonial Belanda, Kolonial Jepang.
SUPERVISI AKADEMIK SEBAGAI PENINGKATAN PROFESIONAL GURU Padeli wibowo; Indra Wahyudi; Muhammad Fajrie; Malika Aulia Husna S; Siti Arafah Efendi; Tiara Amanda; Inom Nasution
Jurnal Akademika Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora Dan Agama Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Akademika: Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora dan Agama
Publisher : Wahdatul Ulum Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3122/jak.v4i2.67

Abstract

Supervisi kelas merupakan salah satu tugas kepala sekolah dan sebagai upaya dalam meningkatkan kompetensi guru khususnya kompetensi profesi. Dalam upaya meningkatan profesionalime guru khususnya pada proses pembelajaran , maka supervisi akademik oleh kepala sekolah dianggap efektif untuk guru dalam memperbaiki dan meningkatkan kompetensi profesinya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: apakah kegiatan supervisi akademik oleh kepala sekolah dapat meningkatkan profesionalisme guru dalam proses pembelajaran di kelas, dan seberapa besar peningkatan kemampuan profesional guru dalam proses pembelajaran setelah dilakukan supervisi akademik. Metode dalam penelitian ini mengunakan penelitian Kualitatif, dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan supervisi akademik oleh kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi profesi guru dalam pelaksanakan proses pembelajaran dalam kelas, hal ini terlihat dari hasil supervisi menunjukkan ada peningkatan kemampuan guru dalam proses pembelajaran setelah dilakukan supervisi. Supervisi akademik merupakan implementasi dari peran kepala sekolah sebagai supervisor di sekolah.Kata Kunci: Supervisi, Kepala Sekolah, Profesinalisme Guru
MEDIA ONLINE VIRAL PATUNG BUNDA MARIA DITUTUP TERPAL DALAM PERSPEKTIF TEORI KONFLIK CHARLES KIMBAL Ernah Dwi Cahyati
Jurnal Akademika Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora Dan Agama Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Akademika: Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora dan Agama
Publisher : Wahdatul Ulum Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3122/jak.v4i2.68

Abstract

Tulisan ini berusaha untuk memberikan informasi tentang media online viral patung bunda maria ditutup terpal. Penulis ini menggunakan teori Charles Kimball, karena melalui teori tersebut dapat mengetahui kasus tersebut sebagai konflik. Tulisan ini mengacu pada mata kuliah manajemen konflik dan advokasi sosial keagamaan, dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan masyarakat di Degolan, Kelurahan Bumirejo, Lendah, Kulon Progo, Yogyakarta.Hasilnya, melalui teori charles kimbal adanya klaim kebenaran mutlak penulis media online, kepatuhan buta dalam mengecek kembali kebenaran informasinya, membangun masa ideal dengan memunculkan isu intoleransi, menghalalkan segala cara dengan menyebarkan berita-berita hoaks agar memancing emosi, menyerukan perang suci tetapi tidak terjadi konflik perang.
PENDEKATAN TEOLOGI NORMATIF DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PEMAHAMAN PLURALISME BERAGAMA DI INDONESIA DALAM PERSPKETIF AL-QUR’AN Hoirul; Sedya Sentosa
Jurnal Akademika Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora Dan Agama Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Akademika: Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora dan Agama
Publisher : Wahdatul Ulum Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3122/jak.v4i2.71

Abstract

Kajian penelitian yang dilakukan oleh penulis ini dilatar belakangi oleh adanya beberapa gejolak konflik antar umat beragama. Sehingga tak jarang dalam konflik tersebut dapat menimbulkan korban berjatuhan antar satu agama dengan yang lainnya. Tentu hal tersebut, bukan dikarenakan agamanya yang salah. Namun penganut agamanyalah yang salah dalam memahami pada suatu konsep agama tersebut, apalagi dengan agama Islam yang sangat menjunjung tinggi pada nilai-nilai toleransi bergama. Artikel ini membahas tentang pendekatan teologi normatif dalam mengimplementasikan terhadap pemahaman pluralisme agama dalam perspketif al-Qur’an. Metode yang digunakan oleh penulis, menggunakan metode penelitian kepustkaan (library research), yaitu sebuah penelitian yang yang subjekya merupakan litertaur kepustkaan yang meliputi pada buku, jurnal dan lain-lainnya. Hasil dari penelitian ini, bahwa makna pluralisme agama Islam dalam perspektif al-Qur’an terdapat tiga hal. Pertama adanya pengakuan terhadap eksistensi pada agama lain, kedua adanya kebebasan terhadap agama lain, ketiga penghormatan terhadap agama lain. Toleransi yan ingin dibangun oleh agama Islam, hanya sebatas sikap yang slaing menghormati antar pemeluk agama satu dengan yang lainnya, dengan tanpa mencampur adukkan terhadap akidahnya.